🌺💥✊🏻⚠ MEMETIK PELAJARAN DARI KISAH TAUBATNYA SHABIGH BIN ‘ASL
✋🏻 Kenalkah kita terhadap SHABIGH (Shabigh bin ‘Asl dari Bashrah)…???
👍🏻 Dikatakan beliau adalah orang yang TERHORMAT di kaumnya.. Cuma beliau memiliki kebiasaan bertanya tentang ayat-ayat yang mutasyaabih.
☝🏻 Amirul mukminin, Umar Ibnu Khattab Radhiyalahu ‘anhu melihat kebiasaan seperti ini sangat BERBAHAYA (jika dibiarkan, pen) sehingga beliau menunggu kapan ada kesempatan untuk menemui orang yang namanya SHABIGH ini..
💡 Disuatu hari akhirnya muncul SHABIGH ini di hadapan amirul mukminin dan Subhanallah disaat itu pula SHABIGH bertanya tentang sebuah ayat (seperti kebiasaannya, pen), yang akhirnya Amirul mukminin (Umar ibnu Khattab) mengatakan: “Anda orangnya yang saya tunggu-tunggu”,
✊🏻 kemudian SHABIGH dipukul dengan pelepah kurma berulang kali sampai pukulan itu benar-benar membekas dibadannya.
👋🏻 Tidak berhenti setelah itu, SHABIGH dikirim pula ke negeri Bashrah dan mewasiatkan kaum muslimin di situ agar tidak berbicara dan bermajelis dengannya..
❓Siapa SHABIGH??
✋🏻 Beliau tidak sama dengan: Ali Hasan Al-Halabi, Abul Hasan, dan yang semisalnya dari kalangan ahlul bid’ah zaman ini, Tidak sama.. Jauh beda kedudukannya..
🔘 SHABIGH ini walaupun beliau benar-benar telah bertaubat, yang awalnya beliau adalah orang yang disegani di kaumnya, akibat perbuatan (kesalahannya) itu, dan TAHDZIR Umar Ibnul Khattab dan para ulama yang ada pada masa itu terhadap SHABIGH ini, posisinya masih tetap saja rendah dan terhina di kaumnya hingga beliau wafat.
💧 Namun itu semua tidak membuat SHABIGH putus asa. Beliau pada suatu hari, ketika diajak ikut bersama KHAWARIJ,
📢.. SHABIGH menjawab:
“Pukulan khalifah Umar Ibnul Khattab yang ditimpakan ke atas diriku benar-benar bermanfaat untukku dan aku tidak akan pernah ingin berkumpul dengan Ahlul Bid’ah.!!”
👍🏻 Demikianlah kondisi SHABIGH, walaupun dicampakkan oleh kaumnya (kerana perintah khalifah),
⏩ Tetap tidak DENDAM,
⏩ Tetap JUJUR dalam TAUBATNYA,
⏩ Tetap BERSABAR,
⏩ Tidak merasa TERZHALIMI,
Tidak SOMBONG (menolak AL-HAQ)
☝🏻 karena taubatnya itu antara dirinya dengan Allah, bukan mengharapkan PUJIAN atau SANJUNGAN MANUSIA.. Tidak…
💥 Itulah SHABIGH (Shabigh bin ‘Asl) yang kesalahannya tidak seberapa jika dibandingkan dengan KESESATAN-KESESATAN ahlul bid’ah (namun hukuman yang ditimpakan ke atasnya cukup berat untuk ditanggung, pen).
👋🏻 Namun begitu, beliau tetap tidak pernah mau diajak (berpaling, pen) untuk berkawan dengan KHAWARIJ, apalagi orang yang semisal.
💻🌐 Baca Selengkapnya || http://forumsalafy.net/memetik-faedah-dari-kisah-taubatnya-shabigh-bin-asl/
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏯ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
✋🏻 Kenalkah kita terhadap SHABIGH (Shabigh bin ‘Asl dari Bashrah)…???
👍🏻 Dikatakan beliau adalah orang yang TERHORMAT di kaumnya.. Cuma beliau memiliki kebiasaan bertanya tentang ayat-ayat yang mutasyaabih.
☝🏻 Amirul mukminin, Umar Ibnu Khattab Radhiyalahu ‘anhu melihat kebiasaan seperti ini sangat BERBAHAYA (jika dibiarkan, pen) sehingga beliau menunggu kapan ada kesempatan untuk menemui orang yang namanya SHABIGH ini..
💡 Disuatu hari akhirnya muncul SHABIGH ini di hadapan amirul mukminin dan Subhanallah disaat itu pula SHABIGH bertanya tentang sebuah ayat (seperti kebiasaannya, pen), yang akhirnya Amirul mukminin (Umar ibnu Khattab) mengatakan: “Anda orangnya yang saya tunggu-tunggu”,
✊🏻 kemudian SHABIGH dipukul dengan pelepah kurma berulang kali sampai pukulan itu benar-benar membekas dibadannya.
👋🏻 Tidak berhenti setelah itu, SHABIGH dikirim pula ke negeri Bashrah dan mewasiatkan kaum muslimin di situ agar tidak berbicara dan bermajelis dengannya..
❓Siapa SHABIGH??
✋🏻 Beliau tidak sama dengan: Ali Hasan Al-Halabi, Abul Hasan, dan yang semisalnya dari kalangan ahlul bid’ah zaman ini, Tidak sama.. Jauh beda kedudukannya..
🔘 SHABIGH ini walaupun beliau benar-benar telah bertaubat, yang awalnya beliau adalah orang yang disegani di kaumnya, akibat perbuatan (kesalahannya) itu, dan TAHDZIR Umar Ibnul Khattab dan para ulama yang ada pada masa itu terhadap SHABIGH ini, posisinya masih tetap saja rendah dan terhina di kaumnya hingga beliau wafat.
💧 Namun itu semua tidak membuat SHABIGH putus asa. Beliau pada suatu hari, ketika diajak ikut bersama KHAWARIJ,
📢.. SHABIGH menjawab:
“Pukulan khalifah Umar Ibnul Khattab yang ditimpakan ke atas diriku benar-benar bermanfaat untukku dan aku tidak akan pernah ingin berkumpul dengan Ahlul Bid’ah.!!”
👍🏻 Demikianlah kondisi SHABIGH, walaupun dicampakkan oleh kaumnya (kerana perintah khalifah),
⏩ Tetap tidak DENDAM,
⏩ Tetap JUJUR dalam TAUBATNYA,
⏩ Tetap BERSABAR,
⏩ Tidak merasa TERZHALIMI,
Tidak SOMBONG (menolak AL-HAQ)
☝🏻 karena taubatnya itu antara dirinya dengan Allah, bukan mengharapkan PUJIAN atau SANJUNGAN MANUSIA.. Tidak…
💥 Itulah SHABIGH (Shabigh bin ‘Asl) yang kesalahannya tidak seberapa jika dibandingkan dengan KESESATAN-KESESATAN ahlul bid’ah (namun hukuman yang ditimpakan ke atasnya cukup berat untuk ditanggung, pen).
👋🏻 Namun begitu, beliau tetap tidak pernah mau diajak (berpaling, pen) untuk berkawan dengan KHAWARIJ, apalagi orang yang semisal.
💻🌐 Baca Selengkapnya || http://forumsalafy.net/memetik-faedah-dari-kisah-taubatnya-shabigh-bin-asl/
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏯ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
✋🏻💧🌺🔘 KEUTAMAAN SALING MENGUNJUNGI KARENA ALLAH
📡... Malik bin Dinar rahimahullah berkata:
💡"Berapa banyak seorang saudara ingin menjumpai saudaranya yang lain, namun kesibukan menghalanginya dari perkara tersebut. Mudah-mudahan Allah mengumpulkan keduanya di negeri yang tidak ada perpisahan padanya."
📚 Shifatul Jannah, karya Ibnu Abid Dunya, hal. 58
-------------------
📌 قال مالك بن دينار رحمه الله:
"كم من أخ يحب أن يلقى أخاه يمنعه من ذلك شغل، عسى الله أن يجمع بينهما في دار لا فرقة فيها"
📚 صفة الجنة لابن أبي الدنيا 58
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
📡... Malik bin Dinar rahimahullah berkata:
💡"Berapa banyak seorang saudara ingin menjumpai saudaranya yang lain, namun kesibukan menghalanginya dari perkara tersebut. Mudah-mudahan Allah mengumpulkan keduanya di negeri yang tidak ada perpisahan padanya."
📚 Shifatul Jannah, karya Ibnu Abid Dunya, hal. 58
-------------------
📌 قال مالك بن دينار رحمه الله:
"كم من أخ يحب أن يلقى أخاه يمنعه من ذلك شغل، عسى الله أن يجمع بينهما في دار لا فرقة فيها"
📚 صفة الجنة لابن أبي الدنيا 58
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
✊🏻💥💣🔥 TEROR BOM THAMRIN BENTUK NYATA KEBODOHAN DALAM BERAGAMA
🔥 Teror bom kembali terjadi di Jakarta, Kamis (14/1/2016) lalu. Mabes Polri menyatakan, insiden yang menarget pos polisi di jalan Thamrin itu mengakibatkan 7 orang tewas, termasuk para pelaku teror dan belasan lainnya luka-luka.
✊🏻 Aksi teror kali ini tergolong nekat. Selain terjadi di siang bolong, para teroris juga secara terang-terangan melakukan aksinya di tengah kerumunan massa. Mereka menembak membabi buta serta melemparkan bom-bom rakitan. Hanya dengan pertolongan Allah-lah, mereka tidak sempat menyelesaikan aksinya melempar bom yang lebih besar setelah dilumpuhkan polisi. 4 orang terduga teroris tewas dengan sebagian di antara mereka meledakkan bom yang dipasang di tubuh mereka. Bom bunuh diri.
✋🏻 Sudah kesekian kalinya, teror demi teror seakan enggan meninggalkan negeri ini. Aksi besar maupun kecil, dengan pelaku dari berbagai jaringan teroris, baik lokal maupun internasional, seperti menemukan habitat yang tepat untuk berkembangbiak di Indonesia. Namun dari sekian banyak jaringan atau organisasi yang membekingi aksi mereka, semuanya bermuara para satu pemahaman, yaitu Khawarij. Sekte kuno yang menyimpang dari ajaran Islam untuk pertama kalinya yang memiliki keyakinan takfir, yaitu mengkafirkan sesama muslim.
👋🏻 Seperti yang kita ketahui bersama, mayoritas para pelaku teror itu, baik yang tewas maupun yang tertangkap aparat, mayoritasnya adalah dari kalangan muda. Generasi yang begitu bersemangat dalam membela Islam, namun lemah dalam menuntut ilmu syar’i. Generasi yang begitu kritis dalam melihat kemungkaran-kemungkaran di masyarakat namun tidak dibarengi dengan upaya mencari bimbingan para ulama.
💡 Memang, kita tidak dapat menutup mata, bahwa di masyarakat kita kemungkaran menyebarluas. Minum khamr, zina, mencuri, riba dan berbagai dosa besar lainnya tersebar luas di masyarakat. Bahkan sebagiannya dilakukan secara terang-terangan. Namun perilaku masyarakat tersebut tidaklah kemungkinan membuat darah mereka halal untuk ditumpahkan. Tidak berarti mereka boleh dibunuh dengan sebab dosa besar yang mereka lakukan.
💧 Ketika munculnya kelompok khawarij di masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu anhu, mereka juga menyebarkan isu-isu penyimpangan yang terjadi dalam jajaran birokrasi pada waktu itu. Hingga massa terprovokasi dan berakhir dengan tertumpahnya darah Utsman bin Affan. Begitu pula dengan Khalifah Ali bin Abi Thalib. Yang menjadi titik perhatian kita adalah, jika pemerintahan khalifah sekelas Utsman bin Affan maupun Ali bin Abi Thalib saja mereka berani menumpahkan darah muslimin, lalu bagaimana halnya dengan pemerintahan di masa kita?
💣💥 Khawarij, ISIS, Al Qaeda, Jaringan Santoso, Jaringan Imam Samudra atau apapun namanya, yang tewas dalam aksinya, mereka adalah sejelek-jelek mayat yang ada di kolong langit. Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, menyebutkan mereka adalah orang-orang yang paling besar kejelekannya bagi kaum muslimin. Bahkan melabeli mereka dengan sebutan yang mengerikan, yaitu anjing-anjing neraka, seperti yang beliau dengar dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.
⚠ Al Imam Wahb bin Munabbih mewanti-wanti para pemuda untuk mewaspai kaum Harura’ (Khawarij) karena mereka memiliki ideologi yang menyimpang dan mereka adalah orang terjelek dari umat ini. Sementara Al Imam al-Ajurri menyatakan, Khawarij adalah orang-orang jelek, najis, dan kotor. Orang yang berjalan di atas paham Khawarij saling mewariskan paham tersebut baik dulu maupun sekarang.
👋🏻💨 Mereka, para khawarij meyakini aksi teror yang mereka lakukan adalah jihad syar’i padahal salah besar. Teror bukan jihad sedikitpun, apalagi syar’i. Adakah seorang saja ulama yang dikenal kokoh ilmunya yang bersama mereka? Tidak ada. Yang ada hanyalah orator-orator ulung yang pandai membakar emosi para pemuda.
✊🏻 Lalu apa yang semestinya dilakukan oleh para pemuda Islam? Thalabul ilmi, kembali kepada bimbingan para ulama, dan waspadai gerakan-gerakan atau kajian-kajian rahasia yang berisi hasutan untuk menjatuhkan pemerintah, mengkafirkan kaum musl
🔥 Teror bom kembali terjadi di Jakarta, Kamis (14/1/2016) lalu. Mabes Polri menyatakan, insiden yang menarget pos polisi di jalan Thamrin itu mengakibatkan 7 orang tewas, termasuk para pelaku teror dan belasan lainnya luka-luka.
✊🏻 Aksi teror kali ini tergolong nekat. Selain terjadi di siang bolong, para teroris juga secara terang-terangan melakukan aksinya di tengah kerumunan massa. Mereka menembak membabi buta serta melemparkan bom-bom rakitan. Hanya dengan pertolongan Allah-lah, mereka tidak sempat menyelesaikan aksinya melempar bom yang lebih besar setelah dilumpuhkan polisi. 4 orang terduga teroris tewas dengan sebagian di antara mereka meledakkan bom yang dipasang di tubuh mereka. Bom bunuh diri.
✋🏻 Sudah kesekian kalinya, teror demi teror seakan enggan meninggalkan negeri ini. Aksi besar maupun kecil, dengan pelaku dari berbagai jaringan teroris, baik lokal maupun internasional, seperti menemukan habitat yang tepat untuk berkembangbiak di Indonesia. Namun dari sekian banyak jaringan atau organisasi yang membekingi aksi mereka, semuanya bermuara para satu pemahaman, yaitu Khawarij. Sekte kuno yang menyimpang dari ajaran Islam untuk pertama kalinya yang memiliki keyakinan takfir, yaitu mengkafirkan sesama muslim.
👋🏻 Seperti yang kita ketahui bersama, mayoritas para pelaku teror itu, baik yang tewas maupun yang tertangkap aparat, mayoritasnya adalah dari kalangan muda. Generasi yang begitu bersemangat dalam membela Islam, namun lemah dalam menuntut ilmu syar’i. Generasi yang begitu kritis dalam melihat kemungkaran-kemungkaran di masyarakat namun tidak dibarengi dengan upaya mencari bimbingan para ulama.
💡 Memang, kita tidak dapat menutup mata, bahwa di masyarakat kita kemungkaran menyebarluas. Minum khamr, zina, mencuri, riba dan berbagai dosa besar lainnya tersebar luas di masyarakat. Bahkan sebagiannya dilakukan secara terang-terangan. Namun perilaku masyarakat tersebut tidaklah kemungkinan membuat darah mereka halal untuk ditumpahkan. Tidak berarti mereka boleh dibunuh dengan sebab dosa besar yang mereka lakukan.
💧 Ketika munculnya kelompok khawarij di masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu anhu, mereka juga menyebarkan isu-isu penyimpangan yang terjadi dalam jajaran birokrasi pada waktu itu. Hingga massa terprovokasi dan berakhir dengan tertumpahnya darah Utsman bin Affan. Begitu pula dengan Khalifah Ali bin Abi Thalib. Yang menjadi titik perhatian kita adalah, jika pemerintahan khalifah sekelas Utsman bin Affan maupun Ali bin Abi Thalib saja mereka berani menumpahkan darah muslimin, lalu bagaimana halnya dengan pemerintahan di masa kita?
💣💥 Khawarij, ISIS, Al Qaeda, Jaringan Santoso, Jaringan Imam Samudra atau apapun namanya, yang tewas dalam aksinya, mereka adalah sejelek-jelek mayat yang ada di kolong langit. Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, menyebutkan mereka adalah orang-orang yang paling besar kejelekannya bagi kaum muslimin. Bahkan melabeli mereka dengan sebutan yang mengerikan, yaitu anjing-anjing neraka, seperti yang beliau dengar dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.
⚠ Al Imam Wahb bin Munabbih mewanti-wanti para pemuda untuk mewaspai kaum Harura’ (Khawarij) karena mereka memiliki ideologi yang menyimpang dan mereka adalah orang terjelek dari umat ini. Sementara Al Imam al-Ajurri menyatakan, Khawarij adalah orang-orang jelek, najis, dan kotor. Orang yang berjalan di atas paham Khawarij saling mewariskan paham tersebut baik dulu maupun sekarang.
👋🏻💨 Mereka, para khawarij meyakini aksi teror yang mereka lakukan adalah jihad syar’i padahal salah besar. Teror bukan jihad sedikitpun, apalagi syar’i. Adakah seorang saja ulama yang dikenal kokoh ilmunya yang bersama mereka? Tidak ada. Yang ada hanyalah orator-orator ulung yang pandai membakar emosi para pemuda.
✊🏻 Lalu apa yang semestinya dilakukan oleh para pemuda Islam? Thalabul ilmi, kembali kepada bimbingan para ulama, dan waspadai gerakan-gerakan atau kajian-kajian rahasia yang berisi hasutan untuk menjatuhkan pemerintah, mengkafirkan kaum musl
imin dan memberontak terhadap pemerintah muslim. Karena itu propaganda kaum Khawarij sejak dahulu, yaitu memberontak terhadap pemerintah dan menghalalkan pembunuhan kaum muslimin.
📡.. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menegaskan, tidak ada satu pun yang lebih jahat terhadap kaum muslimin dibanding mereka, tidak Yahudi tidak pula Nashara. Sungguh, mereka sangat serius untuk membunuh setiap muslim yang tidak sependapat dengan mereka, menghalalkan darah dan harta muslimin, membunuh anak-anak kaum muslimin yang mereka vonis sebagai kafir. Khawarij beragama seperti itu, akibat besarnya kejahilan mereka dan kebid’ahan mereka yang menyesatkan. Oleh karena itu, tidak berlebihan kiranya bila kita katakan, bahwa teror-teror yang terjadi sejak dahulu hingga saat ini, adalah bentuk nyata dari kebodohan dalam memahami agama Islam. fs
📚 Sumber : http://serambiharamain.com/teror-bom-thamrin-bentuk-nyata-kebodohan-dalam-beragama/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
📡.. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menegaskan, tidak ada satu pun yang lebih jahat terhadap kaum muslimin dibanding mereka, tidak Yahudi tidak pula Nashara. Sungguh, mereka sangat serius untuk membunuh setiap muslim yang tidak sependapat dengan mereka, menghalalkan darah dan harta muslimin, membunuh anak-anak kaum muslimin yang mereka vonis sebagai kafir. Khawarij beragama seperti itu, akibat besarnya kejahilan mereka dan kebid’ahan mereka yang menyesatkan. Oleh karena itu, tidak berlebihan kiranya bila kita katakan, bahwa teror-teror yang terjadi sejak dahulu hingga saat ini, adalah bentuk nyata dari kebodohan dalam memahami agama Islam. fs
📚 Sumber : http://serambiharamain.com/teror-bom-thamrin-bentuk-nyata-kebodohan-dalam-beragama/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
💡🔘⚠🌺 APA YANG DILAKUKAN JIKA IMAM MEMBACA QUNUT SHUBUH
📂 Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah
📪 Pertanyaan: Apakah boleh shalat di belakang imam masjid yang melakukan qunut pada shalat Fajar (shubuh) dan berdoa serta mengangkat tangannya, apakah imam tersebut diikuti, dan jika mengerjakan shalat istisqa' (minta hujan) apakah kita boleh shalat bersama mereka?
🔓 Jawaban: Jika imam shalat dan melakukan qunut maka lakukan qunut bersamanya. Menyelisihi imam yang dilakukan oleh ma'mum sekalipun dia berpendapat bahwa shalat imam tidak sah menurut madzhabnya, yaitu shalat tersebut sah menurut imam ini tetapi tidak sah menurutmu, maka tetap shalatlah di belakangnya. Rasul shallallahu alaihi was sallam memerintahkan agar shalat di belakangnya dan beliau bersabda:
يُصَلُّونَ لَكُمْ فَإِنْ أَصَابُوا فَلَكُمْ وَإِنْ أخطؤوا فَلَكُمْ وَعَلَيْهِم.
🌺 "Mereka mengerjakan shalat untuk kalian, jika mereka benar maka kalian mendapatkan pahala, dan jika mereka salah maka kalian tetap mendapatkan pahala dan mereka sendiri yang berdosa."
(HR. Al-Bukhary no. 662)
✋🏻 Dahulu Salaf ketika ar-Rasyid (Khalifah Harun -pent) menunaikan ibadah haji dan singgah di Madinah serta berbekam, beliau bertanya kepada Malik, "Aku habis berbekam, apakah aku boleh shalat tanpa berwudhu (apakah bekam membatalkan wudhu sebelumnya -pent)?" Malik menjawab, "Ya, silahkan shalat." Maka beliau mengimami manusia dan tidak berwudhu setelah berbekam."
👋🏻 Sedangkan menurut madzhab Hanafi, berbekam membatalkan wudhu. Maka ada yang bertanya kepada Abu Yusuf, "Bagaimana Anda mengerjakan shalat di belakang ar-Rasyid, padahal beliau berbekam dan tidak berwudhu lagi?!" Abu Yusuf (Ya'qub bin Ibrahim, murid Abu Hanifah -pent) menjawab, "Subhanallah, beliau ini Amirul Mu'minin."
📡... Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah memiliki pendapat, "Engkau tetap mengerjakan shalat di belakang imam walaupun engkau dan dia berbeda pendapat dalam sebuah permasalahan. Engkau menganggap pendapatnya bathil dan shalatnya tidak sah, tetapi dia memiliki ushul dan dalil-dalil sehingga dia berpendapat bahwa shalatnya sah, maka tetap shalatlah di belakangnya walaupun engkau menganggap shalatnya sah. Kecuali jika engkau memastikan bahwa dia tidak berwudhu karena dia mengatakan kepadamu, "Aku tidak berwudhu dan aku akan shalat tanpa wudhu." Maka shalatnya bathil menurut madzhabmu dan madzhabnya."
💻🌐 Sumber || http://www.rabee.net/ar/articles.php?cat=11&id=276
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
📂 Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah
📪 Pertanyaan: Apakah boleh shalat di belakang imam masjid yang melakukan qunut pada shalat Fajar (shubuh) dan berdoa serta mengangkat tangannya, apakah imam tersebut diikuti, dan jika mengerjakan shalat istisqa' (minta hujan) apakah kita boleh shalat bersama mereka?
🔓 Jawaban: Jika imam shalat dan melakukan qunut maka lakukan qunut bersamanya. Menyelisihi imam yang dilakukan oleh ma'mum sekalipun dia berpendapat bahwa shalat imam tidak sah menurut madzhabnya, yaitu shalat tersebut sah menurut imam ini tetapi tidak sah menurutmu, maka tetap shalatlah di belakangnya. Rasul shallallahu alaihi was sallam memerintahkan agar shalat di belakangnya dan beliau bersabda:
يُصَلُّونَ لَكُمْ فَإِنْ أَصَابُوا فَلَكُمْ وَإِنْ أخطؤوا فَلَكُمْ وَعَلَيْهِم.
🌺 "Mereka mengerjakan shalat untuk kalian, jika mereka benar maka kalian mendapatkan pahala, dan jika mereka salah maka kalian tetap mendapatkan pahala dan mereka sendiri yang berdosa."
(HR. Al-Bukhary no. 662)
✋🏻 Dahulu Salaf ketika ar-Rasyid (Khalifah Harun -pent) menunaikan ibadah haji dan singgah di Madinah serta berbekam, beliau bertanya kepada Malik, "Aku habis berbekam, apakah aku boleh shalat tanpa berwudhu (apakah bekam membatalkan wudhu sebelumnya -pent)?" Malik menjawab, "Ya, silahkan shalat." Maka beliau mengimami manusia dan tidak berwudhu setelah berbekam."
👋🏻 Sedangkan menurut madzhab Hanafi, berbekam membatalkan wudhu. Maka ada yang bertanya kepada Abu Yusuf, "Bagaimana Anda mengerjakan shalat di belakang ar-Rasyid, padahal beliau berbekam dan tidak berwudhu lagi?!" Abu Yusuf (Ya'qub bin Ibrahim, murid Abu Hanifah -pent) menjawab, "Subhanallah, beliau ini Amirul Mu'minin."
📡... Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah memiliki pendapat, "Engkau tetap mengerjakan shalat di belakang imam walaupun engkau dan dia berbeda pendapat dalam sebuah permasalahan. Engkau menganggap pendapatnya bathil dan shalatnya tidak sah, tetapi dia memiliki ushul dan dalil-dalil sehingga dia berpendapat bahwa shalatnya sah, maka tetap shalatlah di belakangnya walaupun engkau menganggap shalatnya sah. Kecuali jika engkau memastikan bahwa dia tidak berwudhu karena dia mengatakan kepadamu, "Aku tidak berwudhu dan aku akan shalat tanpa wudhu." Maka shalatnya bathil menurut madzhabmu dan madzhabnya."
💻🌐 Sumber || http://www.rabee.net/ar/articles.php?cat=11&id=276
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
💥 PUNCAK ILMU ADALAH RASA TAKUT KEPADA ALLAH 💥
Abdullah bin Ahmad bertanya kepada ayahnya, al-Imam Ahmad bin Hanbal, "Apakah Ma'ruf al-Karakhy memiliki sesuatu ilmu?"
Maka beliau menjawab, "Wahai anakku, beliau memiliki puncak ilmu, yaitu rasa takut kepada Allah."
📚 Tarikh Baghdad, VII/419
سأل عبدالله أباه الإمام أحمد بن حنبل:
هل كان مع معروف الكرخي شيء من العلم؟
فقال: يا بني كان معه رأس العلم؛ خشية الله.
تاريخ بغداد، ٤١٩/٧
🌐 Majmu'ah an-Nahjul Audhah
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
⏯ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Abdullah bin Ahmad bertanya kepada ayahnya, al-Imam Ahmad bin Hanbal, "Apakah Ma'ruf al-Karakhy memiliki sesuatu ilmu?"
Maka beliau menjawab, "Wahai anakku, beliau memiliki puncak ilmu, yaitu rasa takut kepada Allah."
📚 Tarikh Baghdad, VII/419
سأل عبدالله أباه الإمام أحمد بن حنبل:
هل كان مع معروف الكرخي شيء من العلم؟
فقال: يا بني كان معه رأس العلم؛ خشية الله.
تاريخ بغداد، ٤١٩/٧
🌐 Majmu'ah an-Nahjul Audhah
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
⏯ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
⚠🏠🌺🔥 BOLEHKAH SHALAT DI MASJID AHLI BID’AH
📂 Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhary hafizhahullah
📪 Pertanyaan: Semoga Allah melimpahkan kebaikannya kepada Anda, wahai syaikh kami, di negeri kami terdapat dua masjid, salah satu dari keduanya milik Ahlus Sunnah sedangkan yang lainnya milik ahli bid’ah, maka bolehkah bagi saya untuk mengerjakan shalat di masjid ahli bid’ah kadang-kadang saja, tujuannya untuk menasehati orang-orang awam? Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.
🔓 Jawaban: Orang-orang awam yang ingin engkau nasehati itu –baarakallahu fiikum– jika mereka tidak mengetahui keadaan ahli bid’ah tersebut berupa kesesatan yang ada pada mereka dan engkau orang yang memiliki kemampuan untuk menyampaikan nasehat dan menjelaskan kebenaran kepada mereka serta mengingatkan mereka dengan ajaran As-Sunnah, maka tidak mengapa engkau menasehati mereka jika engkau benar-benar memiliki kemampuan untuk melakukannya, jika orang-orang awam tersebut tidak mampu untuk membedakan dan tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang bathil. Tetapi jika ahli bid’ah akan memanfaatkan keberadaanmu di masjid tersebut sehingga jumlah mereka menjadi bertambah banyak atau mereka semakin meramaikannya, maka keselamatan itu sesuatu yang tidak bisa digantikan dengan apapun.
✋🏻💥 Jangan engkau masukkan dirimu ke dalam tempat yang membahayakan dan jangan membingungkan dirimu dan saudara-saudaramu (sesama Ahlus Sunnah –pent). Siapa yang engkau kenal dari orang-orang awam tersebut maka datanglah ke rumahnya dan nasehatilah dia! Namun jika keberadaanmu tidak akan dimanfaatkan, mereka tidak mempedulikan dirimu, dan mereka tidak mengenal sama sekali siapa engkau, maka demi tujuan yang mulia ini jika engkau benar-benar memiliki kemampuan untuk menyampaikan nasehat dan engkau memiliki sebab yang menuntut untuk menyampaikannya, maka tidak masalah in syaa Allah Ta’ala.
💻🌐 Sumber || http://forumsalafy.net/bolehkah-shalat-di-masjid-ahli-bidah/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
📂 Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhary hafizhahullah
📪 Pertanyaan: Semoga Allah melimpahkan kebaikannya kepada Anda, wahai syaikh kami, di negeri kami terdapat dua masjid, salah satu dari keduanya milik Ahlus Sunnah sedangkan yang lainnya milik ahli bid’ah, maka bolehkah bagi saya untuk mengerjakan shalat di masjid ahli bid’ah kadang-kadang saja, tujuannya untuk menasehati orang-orang awam? Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.
🔓 Jawaban: Orang-orang awam yang ingin engkau nasehati itu –baarakallahu fiikum– jika mereka tidak mengetahui keadaan ahli bid’ah tersebut berupa kesesatan yang ada pada mereka dan engkau orang yang memiliki kemampuan untuk menyampaikan nasehat dan menjelaskan kebenaran kepada mereka serta mengingatkan mereka dengan ajaran As-Sunnah, maka tidak mengapa engkau menasehati mereka jika engkau benar-benar memiliki kemampuan untuk melakukannya, jika orang-orang awam tersebut tidak mampu untuk membedakan dan tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang bathil. Tetapi jika ahli bid’ah akan memanfaatkan keberadaanmu di masjid tersebut sehingga jumlah mereka menjadi bertambah banyak atau mereka semakin meramaikannya, maka keselamatan itu sesuatu yang tidak bisa digantikan dengan apapun.
✋🏻💥 Jangan engkau masukkan dirimu ke dalam tempat yang membahayakan dan jangan membingungkan dirimu dan saudara-saudaramu (sesama Ahlus Sunnah –pent). Siapa yang engkau kenal dari orang-orang awam tersebut maka datanglah ke rumahnya dan nasehatilah dia! Namun jika keberadaanmu tidak akan dimanfaatkan, mereka tidak mempedulikan dirimu, dan mereka tidak mengenal sama sekali siapa engkau, maka demi tujuan yang mulia ini jika engkau benar-benar memiliki kemampuan untuk menyampaikan nasehat dan engkau memiliki sebab yang menuntut untuk menyampaikannya, maka tidak masalah in syaa Allah Ta’ala.
💻🌐 Sumber || http://forumsalafy.net/bolehkah-shalat-di-masjid-ahli-bidah/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
✋🏻💥💡🔥 BENARKAH DAKWAH SALAFIYYAH DAKWAH YANG KERAS DAN EKSTRIM
📂 Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly Hafizhahullahu wa ra'aahu.
📪 Pertanyaan : “ Telah muncul suatu kaedah baru yang bertujuan menjauhkan kaum muslimin dari Ahlul Ilmi (Ulama’), yaitu metode yang mengklasifikasikan Ulama menjadi dua jenis. Ada Ulama yang Mutasahil (bermudah-mudahan) dan ada juga Ulama yang Mutasyadid (ekstrim). Terkadang mereka katakan bahwa Ulama di daerah ‘ini’ Mutasyaddid dan Ulama di daerah ‘itu’ Mutasahil. Bagaimanakah Arahan Anda tentang hal ini ?
🔓 Asy Syaikh : “ Ini merupakan kaedah-kaedah palsu yang muncul dari musuh-musuh dakwah Salafiyyah. Salafush Shalih dahulu, sebagian diantara mereka ada yang bersikap ‘keras’ dan adapula sebagian lainnya yang bersikap tenang. Tidaklah hal itu menjadi sebab mereka saling menjatuhkan satu sama lainnya.
✋🏻 Bahkan mereka (yang bersikap keras) ini dihargai, dihormati karena sebab telah bersikap keras terhadap Ahlul Bathil.
✊🏻🔥 Sebagai contoh bagimu adalah sikap dari Hammad bin Salamah yang menuai pujian dari Al Imam Ahmad dengan pujian yang harum. Bahkan Imam Ahmad menaruh curiga atas siapa saja yang mengkritisi Hammad bin Salamah, (Beliau katakan):”Barangsiapa yang mengkritisi Hammad bin Salamah dengan kritikan yang buruk, maka hendaknya kalian curiga atas keadaan agama orang tersebut”.
Hal ini dikarenakan Hammad bin Salamah adalah seorang yang ‘keras’ terhadap Ahlul Bid’ah.
💻🌐 Baca Selengkapnya || http://forumsalafy.net/benarkah-dakwah-salafiyyah-dakwah-yang-keras-dan-ekstrim/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
📂 Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly Hafizhahullahu wa ra'aahu.
📪 Pertanyaan : “ Telah muncul suatu kaedah baru yang bertujuan menjauhkan kaum muslimin dari Ahlul Ilmi (Ulama’), yaitu metode yang mengklasifikasikan Ulama menjadi dua jenis. Ada Ulama yang Mutasahil (bermudah-mudahan) dan ada juga Ulama yang Mutasyadid (ekstrim). Terkadang mereka katakan bahwa Ulama di daerah ‘ini’ Mutasyaddid dan Ulama di daerah ‘itu’ Mutasahil. Bagaimanakah Arahan Anda tentang hal ini ?
🔓 Asy Syaikh : “ Ini merupakan kaedah-kaedah palsu yang muncul dari musuh-musuh dakwah Salafiyyah. Salafush Shalih dahulu, sebagian diantara mereka ada yang bersikap ‘keras’ dan adapula sebagian lainnya yang bersikap tenang. Tidaklah hal itu menjadi sebab mereka saling menjatuhkan satu sama lainnya.
✋🏻 Bahkan mereka (yang bersikap keras) ini dihargai, dihormati karena sebab telah bersikap keras terhadap Ahlul Bathil.
✊🏻🔥 Sebagai contoh bagimu adalah sikap dari Hammad bin Salamah yang menuai pujian dari Al Imam Ahmad dengan pujian yang harum. Bahkan Imam Ahmad menaruh curiga atas siapa saja yang mengkritisi Hammad bin Salamah, (Beliau katakan):”Barangsiapa yang mengkritisi Hammad bin Salamah dengan kritikan yang buruk, maka hendaknya kalian curiga atas keadaan agama orang tersebut”.
Hal ini dikarenakan Hammad bin Salamah adalah seorang yang ‘keras’ terhadap Ahlul Bid’ah.
💻🌐 Baca Selengkapnya || http://forumsalafy.net/benarkah-dakwah-salafiyyah-dakwah-yang-keras-dan-ekstrim/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
🔥🌺💡💧 HUKUM MENGAKU SEBAGAI SEORANG SALAFY
📂 As-Syaikh Muqbil bin Hady al-Wadi’i rahimahullahu ta’ala.
📪 Pertanyaan: “Apa hukum mengaku sebagai pengikut da’wah salafiyyah dan menyebut diri sebagai Salafy (Pengikut da’wah salaf) ?
🔓 Jawaban : “Suatu hal yang bagus. Sama saja mau mengaku sebagai pengikut dakwah salafiyyah, ataukah pengikut sunnah”.
✋🏻 Sebagian orang berkata :”Jangan menisbatkan diri kepada Ahlus Sunnah, dikarenakan didapatkan adanya Ahlul Bid’ah”.
👋🏻 Tidak demikian. Siapakah Seorang Ahlus Sunnah ? Seorang Ahlus Sunnah adalah seorang yang konsisten dengan al-Kitab dan as-Sunnah sesuai pemahaman salafus shalih.
Sehingga sama saja, apakah engkau berkata : “Saya seorang Salafy, ataukah saya seorang Sunny. Apabila engkau termasuk seorang Ahlul Hadits, tidak mengapa engkau katakan : ” Saya seorang Muhaddits”.
✊🏻 Penisbatan ini tidaklah sama sebagaimana penisbatan hizbiyyin.
🔥 “Saya seorang Ikhwani” (pengikut ikhwanul muslimin)”. Kepada siapa engkau menisbatkan diri ? ternyata kepada Hasan al-Banna.
🔥 “Saya seorang Tablighi” (pengikut jama’ah tabligh). Kepada siapa engkau menisbatkan diri ? ternyata kepada Muhammad Ilyas.
🔥 “Saya seorang Syi’i “(pengikut syiah). Kepada siapa engkau menisbatkan diri ? Mereka menjawab : “Kepada Ali bin Abi Thalib”. Ini tidaklah benar, bahkan kalian menisbatkan diri kepada Abdullah bin Saba’. Benar, kalian adalah orang-orang yang menisbatkan diri kepada Abdullah bin Saba’, janganlah kalian mendzhalimi Ali .
✋🏻 Demi Allah wahai ikhwan sekalian, mereka (Syi’ah Rafidhah) telah mendzhalimi Ali, sungguh mereka telah mendzhaliminya.
📡.. Saya pernah membaca sebuah kitab “ar-Risalah al-Wazi’ah Lil Mu’tadin ‘an Sabbi Shahabati Sayyidil Mursalin”. Didalamnya disebutkan bahwa Ilmu Tasawwuf dinisbatkan kepada Ali. Demikian pula Khawarij, ilmu mereka dinisbatkan kepada Ali. Terus (jika demikian) atas dasar apa Ali memerangi Khawarij, dan mereka memerangi Ali wahai orang-orang yang dungu ?.
🔘 Demikian pula, mereka katakan bahwa ilmu mu’tazilah diambil dari Ali. Bahkan mereka sebutkan beberapa cabang ilmu lainnya juga diambil dari Ali, bahkan Ilmu Nahwu. Kita tidak temukan adanya sanad shahih yang menyebutkan bahwa Ilmu Nahwu dinisbatkan kepada Ali.
☝🏻 Kita sebutkan ini bukan karena dengki kepada Ali radhiyallahu ‘anhu yang telah Allah anugerahkan kepada beliau pemahaman yang lurus dan pemikiran yang cemerlang. Bahkan Allah telah karuniakan kepadanya keutamaan yang banyak.
💧 Tidak sama dengan cara pandangnya orang-orang Syia’h : “Ali adalah manusia terbaik, barangsiapa yang tidak mengakuinya maka dia telah kafir”.
📢 Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam Kitab al-Bidayah wa an-Nihayah : “Ucapan palsu, semoga Allah memburukkan seorang rafidhah yang telah memalsukannya”.
💽 Diambil dari kaset “al-Qaul an-Naqy Fii Ma’na Salafy”.
📝 Faedah dari: Ustadz Hamzah Rifai La Firlaz Hafizhahullah
💻🌐 Sumber : http://forumsalafy.net/hukum-mengaku-sebagai-seorang-salafy/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
📂 As-Syaikh Muqbil bin Hady al-Wadi’i rahimahullahu ta’ala.
📪 Pertanyaan: “Apa hukum mengaku sebagai pengikut da’wah salafiyyah dan menyebut diri sebagai Salafy (Pengikut da’wah salaf) ?
🔓 Jawaban : “Suatu hal yang bagus. Sama saja mau mengaku sebagai pengikut dakwah salafiyyah, ataukah pengikut sunnah”.
✋🏻 Sebagian orang berkata :”Jangan menisbatkan diri kepada Ahlus Sunnah, dikarenakan didapatkan adanya Ahlul Bid’ah”.
👋🏻 Tidak demikian. Siapakah Seorang Ahlus Sunnah ? Seorang Ahlus Sunnah adalah seorang yang konsisten dengan al-Kitab dan as-Sunnah sesuai pemahaman salafus shalih.
Sehingga sama saja, apakah engkau berkata : “Saya seorang Salafy, ataukah saya seorang Sunny. Apabila engkau termasuk seorang Ahlul Hadits, tidak mengapa engkau katakan : ” Saya seorang Muhaddits”.
✊🏻 Penisbatan ini tidaklah sama sebagaimana penisbatan hizbiyyin.
🔥 “Saya seorang Ikhwani” (pengikut ikhwanul muslimin)”. Kepada siapa engkau menisbatkan diri ? ternyata kepada Hasan al-Banna.
🔥 “Saya seorang Tablighi” (pengikut jama’ah tabligh). Kepada siapa engkau menisbatkan diri ? ternyata kepada Muhammad Ilyas.
🔥 “Saya seorang Syi’i “(pengikut syiah). Kepada siapa engkau menisbatkan diri ? Mereka menjawab : “Kepada Ali bin Abi Thalib”. Ini tidaklah benar, bahkan kalian menisbatkan diri kepada Abdullah bin Saba’. Benar, kalian adalah orang-orang yang menisbatkan diri kepada Abdullah bin Saba’, janganlah kalian mendzhalimi Ali .
✋🏻 Demi Allah wahai ikhwan sekalian, mereka (Syi’ah Rafidhah) telah mendzhalimi Ali, sungguh mereka telah mendzhaliminya.
📡.. Saya pernah membaca sebuah kitab “ar-Risalah al-Wazi’ah Lil Mu’tadin ‘an Sabbi Shahabati Sayyidil Mursalin”. Didalamnya disebutkan bahwa Ilmu Tasawwuf dinisbatkan kepada Ali. Demikian pula Khawarij, ilmu mereka dinisbatkan kepada Ali. Terus (jika demikian) atas dasar apa Ali memerangi Khawarij, dan mereka memerangi Ali wahai orang-orang yang dungu ?.
🔘 Demikian pula, mereka katakan bahwa ilmu mu’tazilah diambil dari Ali. Bahkan mereka sebutkan beberapa cabang ilmu lainnya juga diambil dari Ali, bahkan Ilmu Nahwu. Kita tidak temukan adanya sanad shahih yang menyebutkan bahwa Ilmu Nahwu dinisbatkan kepada Ali.
☝🏻 Kita sebutkan ini bukan karena dengki kepada Ali radhiyallahu ‘anhu yang telah Allah anugerahkan kepada beliau pemahaman yang lurus dan pemikiran yang cemerlang. Bahkan Allah telah karuniakan kepadanya keutamaan yang banyak.
💧 Tidak sama dengan cara pandangnya orang-orang Syia’h : “Ali adalah manusia terbaik, barangsiapa yang tidak mengakuinya maka dia telah kafir”.
📢 Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam Kitab al-Bidayah wa an-Nihayah : “Ucapan palsu, semoga Allah memburukkan seorang rafidhah yang telah memalsukannya”.
💽 Diambil dari kaset “al-Qaul an-Naqy Fii Ma’na Salafy”.
📝 Faedah dari: Ustadz Hamzah Rifai La Firlaz Hafizhahullah
💻🌐 Sumber : http://forumsalafy.net/hukum-mengaku-sebagai-seorang-salafy/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
✋🏻⚠🔥✊🏻 BENARKAH TIDAK BOLEH MEMBICARAKAN MASALAH FITNAH SAMA SEKALI
📂 Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah
📪 Penanya: Semoga Allah berbuat baik kepada Anda wahai Shahibul Fadhilah, penanya di sini mengatakan: “Bagaimana pendapat Anda tentang orang yang mengatakan bahwa apa yang muncul dari mereka (orang-orang yang menyimpang –pent) berupa fitnah, sepantasnyalah untuk menghindari, menjauh, tidak membicarakannya terlalu jauh dan tidak mengingkarinya, dan apakah pernyataannya ini menunjukkan kebodohan atau kerusakan pada manhajnya?”
🔓 Asy-Syaikh:
🔇 Ucapan ini tidak benar, tidak benar bahwa wajib untuk mendiamkan kesalahan mereka dan tidak membicarakannya terlalu jauh, yang benar adalah wajib untuk menjelaskan kesesatan mereka dan menjelaskan kesalahan mereka, agar orang lain tidak tertipu dengan mereka.
👋🏻💡 Adapun jika kita bersikap diam membiarkan tanpa membantah mereka, maka kejahatan mereka akan menyebar di tengah-tengah para pemuda kaum Muslimin. Jadi harus menghadang mereka, membongkar syubhat-syubhat mereka, membantah kebathilan mereka, sampai benar-benar jelas duduk perkaranya.
📡.. Allah Jalla wa Ala telah membantah orang-orang kafir, orang-orang musyrik dan orang-orang munafik, tanpa membiarkan syubhat-syubhat mereka menyebar di tengah-tengah manusia. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala membongkar kebathilannya dan membantahnya dalam ayat-ayat Kitab-Nya yang muhkam, dengan tujuan agar tidak ada manusia yang tertipu dengan syubhat-syubhat itu.
📚 Sumber artikel: http://www.alfawzan.af.org.sa/index.php?q=node/8921
💻🌐 Baca || http://forumsalafy.net/benarkah-tidak-boleh-membicarakan-masalah-fitnah-sama-sekali/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
📂 Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah
📪 Penanya: Semoga Allah berbuat baik kepada Anda wahai Shahibul Fadhilah, penanya di sini mengatakan: “Bagaimana pendapat Anda tentang orang yang mengatakan bahwa apa yang muncul dari mereka (orang-orang yang menyimpang –pent) berupa fitnah, sepantasnyalah untuk menghindari, menjauh, tidak membicarakannya terlalu jauh dan tidak mengingkarinya, dan apakah pernyataannya ini menunjukkan kebodohan atau kerusakan pada manhajnya?”
🔓 Asy-Syaikh:
🔇 Ucapan ini tidak benar, tidak benar bahwa wajib untuk mendiamkan kesalahan mereka dan tidak membicarakannya terlalu jauh, yang benar adalah wajib untuk menjelaskan kesesatan mereka dan menjelaskan kesalahan mereka, agar orang lain tidak tertipu dengan mereka.
👋🏻💡 Adapun jika kita bersikap diam membiarkan tanpa membantah mereka, maka kejahatan mereka akan menyebar di tengah-tengah para pemuda kaum Muslimin. Jadi harus menghadang mereka, membongkar syubhat-syubhat mereka, membantah kebathilan mereka, sampai benar-benar jelas duduk perkaranya.
📡.. Allah Jalla wa Ala telah membantah orang-orang kafir, orang-orang musyrik dan orang-orang munafik, tanpa membiarkan syubhat-syubhat mereka menyebar di tengah-tengah manusia. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala membongkar kebathilannya dan membantahnya dalam ayat-ayat Kitab-Nya yang muhkam, dengan tujuan agar tidak ada manusia yang tertipu dengan syubhat-syubhat itu.
📚 Sumber artikel: http://www.alfawzan.af.org.sa/index.php?q=node/8921
💻🌐 Baca || http://forumsalafy.net/benarkah-tidak-boleh-membicarakan-masalah-fitnah-sama-sekali/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
👋🏻🇸🇦🌺💡 PELAN-PELAN, WAHAI IRAN SHAFAWIYAH. INILAH NEGERI AL-HARAMAIN, SAUDI….
بسم الله الرحمن الرحيم
☝🏻 Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah.
Amma ba’du;
💡 Allah ta’ala berfirman,
( أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا حَرَمًا آمِنًا وَيُتَخَطَّفُ النَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْ ) [العنكبوت:67]
“Tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah menjadikan negeri Haram (Tanah Suci Mekah) sebagai negeri yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling rampas-merampas?!” (al-’Ankabut: 67)
💡 Allah pun bersumpah dengan negeri yang aman ini. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman
( وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ وَطُورِ سِينِينَ وَهَذَا الْبَلَدِ الأَمِينِ )
“Demi buah tin dan zaitun. Demi bukit Sinai. Demi negeri ini (kota Mekah) yang aman.” (at-Tiin: 1—3)
💡Allah ta’ala juga berfirman,
( وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا )
“Dan ingatlah ketika Kami menjadikan Baitullah sebagai tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman.” (al-Baqarah: 125)
👍🏻 Dalam keadaan aman dan tenteram, para penduduk dan orang yang tinggal diberi kenikmatan dalam hal kehidupan, ibadah, haji, dan ‘umrah; di negeri Allah yang suci, tempat turunnya wahyu, tanah permulaan dan terbitnya agamanya Islam, dan tempat kelahiran Rasul yang mulia Muhammad bin ‘Abdillah shallallahu ‘alaihi wasallam, penutup para Rasul dan pemimpin seluruh umat manusia.
✋🏻 Di Negeri al-Haramain (Dua Tanah Suci)…
Dahulu ada generasi yang paling baik setelah para nabi ‘alaihimus salam. Merekalah para shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia.
✋🏻 Di sini, di Negeri al-Haramain…
Tanah air Ahlul Bait Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari para karib kerabat dan isteri-isteri beliau. Berbagai keutamaan dan kebaikan ada pada mereka. Merekalah sebaik-baik teladan bagi umat Islam.
✋🏻 Di sini, di Negeri al-Haramain, Saudi…
Ditegakkan dakwah kepada tauhid dan berpegang teguh dengan Sunnah al-Musthafa shallallahu ‘alaihi wa sallam.
✋🏻 Di sini, di Negeri al-Haramain, Saudi…
Ditegakkan amar ma’ruf nahi mungkar, dianugerahi keamanan dan ketenteraman.
✋🏻 Di sini, di Negeri al-Haramain, Saudi…
Syariat Allah ditegakkan dan undang-undang dasar negaranya adalah al-Qur’an.
✋🏻 Di sini, di Negeri al-Haramain, Saudi…
Masjid-masjid dibangun, sumur-sumur digali, anak-anak yatim ditanggung, janda-janda diperhatikan, orang-orang fakir dan miskin mendapatkan berbagai sedekah yang diberikan dari dalam negeri Saudi. Demikian juga bagi setiap muslim yang berlindung (mengungsi) atau sebagai pendatang dari negerinya.
Di Palestina, Suriah, Yaman, Afghanistan, Bosnia Herzegovina, Kosovo, Chechnya, dan yang lainnya, Negeri al-Haramain Saudi memiliki berbagai usaha dan upaya kebaikan serta tindakan-tindakan yang luar biasa untuk mencegah kezaliman dari rakyat negeri-negeri Islam. Hal ini sudah tidak tersamarkan lagi bagi para musuh, terlebih bagi kawan.
✋🏻 Negeri al-Haramain, Saudi…
Betapa banyak air mata anak yatim yang telah dihapusnya.
Betapa banyak keluarga yang terusir dan tidur di tanah lapang telah diayominya.
Betapa banyak orang yang sakit dan terluka telah diobatinya.
Betapa banyak mulut yang kelaparan telah diberi makan olehnya.
Semua itu dengan keutamaan dari Allah yang diberikan kepada Negeri Dua Tanah Suci. Hanya milik-Nya-lah keutamaan itu.
✋🏻 Negeri al-Haramain, Saudi…
Betapa banyak api fitnah di berbagai negeri kaum muslimin yang telah dimatikannya.
Itu semua semata-mata karena keutamaan dan karunia Allah kepadanya.
🔥 Pelan-pelanlah, wahai Iran Shafawiyah…
👋🏻🌺 Inilah Negeri Dua Tanah Suci, Saudi.
👎🏻💥 Adapun Iran…
Adalah kekacauan dan agama jahiliah.
💥 Iran…
Memerangi tauhid kepada Allah dan mengokohkan kesyirikan serta peribadahan terhadap berhala.
💻🌐 Baca lengkap || http://serambiharamain.com/pelan-pelan-wahai-iran-shafawiyah-inilah-negeri-al-haramain-saudi/
🇸🇦 Gabung || http://telegram/serambiharamain
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
بسم الله الرحمن الرحيم
☝🏻 Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah.
Amma ba’du;
💡 Allah ta’ala berfirman,
( أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا حَرَمًا آمِنًا وَيُتَخَطَّفُ النَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْ ) [العنكبوت:67]
“Tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah menjadikan negeri Haram (Tanah Suci Mekah) sebagai negeri yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling rampas-merampas?!” (al-’Ankabut: 67)
💡 Allah pun bersumpah dengan negeri yang aman ini. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman
( وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ وَطُورِ سِينِينَ وَهَذَا الْبَلَدِ الأَمِينِ )
“Demi buah tin dan zaitun. Demi bukit Sinai. Demi negeri ini (kota Mekah) yang aman.” (at-Tiin: 1—3)
💡Allah ta’ala juga berfirman,
( وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا )
“Dan ingatlah ketika Kami menjadikan Baitullah sebagai tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman.” (al-Baqarah: 125)
👍🏻 Dalam keadaan aman dan tenteram, para penduduk dan orang yang tinggal diberi kenikmatan dalam hal kehidupan, ibadah, haji, dan ‘umrah; di negeri Allah yang suci, tempat turunnya wahyu, tanah permulaan dan terbitnya agamanya Islam, dan tempat kelahiran Rasul yang mulia Muhammad bin ‘Abdillah shallallahu ‘alaihi wasallam, penutup para Rasul dan pemimpin seluruh umat manusia.
✋🏻 Di Negeri al-Haramain (Dua Tanah Suci)…
Dahulu ada generasi yang paling baik setelah para nabi ‘alaihimus salam. Merekalah para shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia.
✋🏻 Di sini, di Negeri al-Haramain…
Tanah air Ahlul Bait Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari para karib kerabat dan isteri-isteri beliau. Berbagai keutamaan dan kebaikan ada pada mereka. Merekalah sebaik-baik teladan bagi umat Islam.
✋🏻 Di sini, di Negeri al-Haramain, Saudi…
Ditegakkan dakwah kepada tauhid dan berpegang teguh dengan Sunnah al-Musthafa shallallahu ‘alaihi wa sallam.
✋🏻 Di sini, di Negeri al-Haramain, Saudi…
Ditegakkan amar ma’ruf nahi mungkar, dianugerahi keamanan dan ketenteraman.
✋🏻 Di sini, di Negeri al-Haramain, Saudi…
Syariat Allah ditegakkan dan undang-undang dasar negaranya adalah al-Qur’an.
✋🏻 Di sini, di Negeri al-Haramain, Saudi…
Masjid-masjid dibangun, sumur-sumur digali, anak-anak yatim ditanggung, janda-janda diperhatikan, orang-orang fakir dan miskin mendapatkan berbagai sedekah yang diberikan dari dalam negeri Saudi. Demikian juga bagi setiap muslim yang berlindung (mengungsi) atau sebagai pendatang dari negerinya.
Di Palestina, Suriah, Yaman, Afghanistan, Bosnia Herzegovina, Kosovo, Chechnya, dan yang lainnya, Negeri al-Haramain Saudi memiliki berbagai usaha dan upaya kebaikan serta tindakan-tindakan yang luar biasa untuk mencegah kezaliman dari rakyat negeri-negeri Islam. Hal ini sudah tidak tersamarkan lagi bagi para musuh, terlebih bagi kawan.
✋🏻 Negeri al-Haramain, Saudi…
Betapa banyak air mata anak yatim yang telah dihapusnya.
Betapa banyak keluarga yang terusir dan tidur di tanah lapang telah diayominya.
Betapa banyak orang yang sakit dan terluka telah diobatinya.
Betapa banyak mulut yang kelaparan telah diberi makan olehnya.
Semua itu dengan keutamaan dari Allah yang diberikan kepada Negeri Dua Tanah Suci. Hanya milik-Nya-lah keutamaan itu.
✋🏻 Negeri al-Haramain, Saudi…
Betapa banyak api fitnah di berbagai negeri kaum muslimin yang telah dimatikannya.
Itu semua semata-mata karena keutamaan dan karunia Allah kepadanya.
🔥 Pelan-pelanlah, wahai Iran Shafawiyah…
👋🏻🌺 Inilah Negeri Dua Tanah Suci, Saudi.
👎🏻💥 Adapun Iran…
Adalah kekacauan dan agama jahiliah.
💥 Iran…
Memerangi tauhid kepada Allah dan mengokohkan kesyirikan serta peribadahan terhadap berhala.
💻🌐 Baca lengkap || http://serambiharamain.com/pelan-pelan-wahai-iran-shafawiyah-inilah-negeri-al-haramain-saudi/
🇸🇦 Gabung || http://telegram/serambiharamain
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫


