๐ท๐๐ฅ๐ก BOLEHKAH BONEKA UNTUK MAINAN ANAK-ANAK
โ๐ Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah
๐ซ Pertanyaan: Penanya yang bernama Sulaiman mengatakan: โSaya memohon penjelasan tentang hukum mainan anak-anak yang berupa boneka baik yang untuk anak kecil maupun yang sudah besar, yang berbentuk pengantin atau hewan, semoga Anda mendapatkan pahala?
๐ Asy-Syaikh: Yang benar tidak boleh untuk memberi mainan kepada anak-anak berupa gambar atau semacam patung makhluk yang bernyawa, terlebih lagi gambar-gambar modern yang ada di zaman ini yang persis menyerupai manusia yang bisa bergerak dengan tenaga listrik, dan terkadang bisa bicara atau tertawa dengan tenaga listrik dan teknologi tertentu yang menjadikannya seakan-akan hewan atau manusia sungguhan. Jadi fitnah yang ditimbulkannya jelas lebih besar, sehingga anak-anak dan selain mereka harus dijauhkan darinya.
๐ Sumber artikel: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/5653
โช๏ธ WhatsApp Salafy Indonesia
โฏ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
โโโโโโโโโโโ
โ๐ Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah
๐ซ Pertanyaan: Penanya yang bernama Sulaiman mengatakan: โSaya memohon penjelasan tentang hukum mainan anak-anak yang berupa boneka baik yang untuk anak kecil maupun yang sudah besar, yang berbentuk pengantin atau hewan, semoga Anda mendapatkan pahala?
๐ Asy-Syaikh: Yang benar tidak boleh untuk memberi mainan kepada anak-anak berupa gambar atau semacam patung makhluk yang bernyawa, terlebih lagi gambar-gambar modern yang ada di zaman ini yang persis menyerupai manusia yang bisa bergerak dengan tenaga listrik, dan terkadang bisa bicara atau tertawa dengan tenaga listrik dan teknologi tertentu yang menjadikannya seakan-akan hewan atau manusia sungguhan. Jadi fitnah yang ditimbulkannya jelas lebih besar, sehingga anak-anak dan selain mereka harus dijauhkan darinya.
๐ Sumber artikel: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/5653
โช๏ธ WhatsApp Salafy Indonesia
โฏ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
โโโโโโโโโโโ
๐๐ฅ๐๐ฐAYAH SUAMI ORANG KAFIR, BOLEHKAH ISTRI BERHIJAB DARINYA?
โ๐ Asy Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali ุญูุธู ุงููู
๐ฌ Pertanyaan: Bolehkah istri saya membuka wajahnya di hadapan ayah saya yang kafir?
๐ Jawab: Orang kafir terkadang amanah, terkadang pula punya sifat cabul. Apabila dia orang yang bersifat cabul, rusak, merusak, dan berzina, istri Anda berhijab darinya. Apabila dia orang yang mulia, menjaga diri (dari zina), namun kafir, maka yang tampak ialah istri Anda tidak berhijab darinya.
โฉ๐ Al-Qurโan memperbolehkan seorang wanita memperlihatkan (wajah) di hadapan suaminya, ayahnya, ayah suaminya, saudara-saudara lelakinya, dan anak-anak lelaki dari saudara dan saudarinya. Jadi, ayah suami adalah mahram baginya. Jika ayah suami tidak tergolong pezina, istri tidak memberi penghalang antara dia dan ayah suaminya, dan ayah suaminya boleh melihatnya.
โSaya tidak mengingat ada nash atau ucapan ulama yang menyatakan bahwa ayah suami yang kafir tidak boleh melihat si wanita (istri anaknya).
๐กDalam masalah ini bisa dikatakan, misalnya, apabila seorang istri tidak merasa aman dari anak lelaki suaminyaโdia orang yang rusak dan yang semisalnyaโ, istri berhijab darinya. Jika ada kerabatnya yang termasuk mahram namun orangnya rusak, si istri juga berhijab darinya. Sebab, orang ini tidak bisa membedakan antara yang halal dan yang haram.
๐ Adapun jika dia adalah orang yang bisa dipercaya, istri tidak berhijab darinya.
๐ Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=129157#entry633256
๐ Alih bahasa: Syabab Forum Salafy
โช WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net/?p=12008
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
โโโโโโโโโโโ
โ๐ Asy Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali ุญูุธู ุงููู
๐ฌ Pertanyaan: Bolehkah istri saya membuka wajahnya di hadapan ayah saya yang kafir?
๐ Jawab: Orang kafir terkadang amanah, terkadang pula punya sifat cabul. Apabila dia orang yang bersifat cabul, rusak, merusak, dan berzina, istri Anda berhijab darinya. Apabila dia orang yang mulia, menjaga diri (dari zina), namun kafir, maka yang tampak ialah istri Anda tidak berhijab darinya.
โฉ๐ Al-Qurโan memperbolehkan seorang wanita memperlihatkan (wajah) di hadapan suaminya, ayahnya, ayah suaminya, saudara-saudara lelakinya, dan anak-anak lelaki dari saudara dan saudarinya. Jadi, ayah suami adalah mahram baginya. Jika ayah suami tidak tergolong pezina, istri tidak memberi penghalang antara dia dan ayah suaminya, dan ayah suaminya boleh melihatnya.
โSaya tidak mengingat ada nash atau ucapan ulama yang menyatakan bahwa ayah suami yang kafir tidak boleh melihat si wanita (istri anaknya).
๐กDalam masalah ini bisa dikatakan, misalnya, apabila seorang istri tidak merasa aman dari anak lelaki suaminyaโdia orang yang rusak dan yang semisalnyaโ, istri berhijab darinya. Jika ada kerabatnya yang termasuk mahram namun orangnya rusak, si istri juga berhijab darinya. Sebab, orang ini tidak bisa membedakan antara yang halal dan yang haram.
๐ Adapun jika dia adalah orang yang bisa dipercaya, istri tidak berhijab darinya.
๐ Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=129157#entry633256
๐ Alih bahasa: Syabab Forum Salafy
โช WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net/?p=12008
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
โโโโโโโโโโโ
โ ๐จ๐ฅ๐บ HUKUM MENGGUNAKAN KEMENYAN UNTUK MENGUSIR JIN
๐ Asy Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al Fauzan ุญูุธู ุงููู
๐ช Pertanyaan: Apa hukun menggunakan kemenyan untuk mengusir Jin atau menggunakannya ketika merukyah?
๐ Jawaban: Perbuatan ini haram.
Tidak boleh menggunakan kemenyan untuk mengusir jin! Ini tidak ada dalilnya.
๐ก Jin diusir dengan beristiadzah (berlindung kepada Allah).
Beristiadzahlah kepada Allah.
Bacalah Al Qurโan.
โ๐ป Maka bacaan Al Qurโan akan mengusir para jin, demikian juga dzikir kepada Allah akan mengusir para jin. .
โ Adapun menggunakan kemenyan, maka tidak ada dalilnya bahkan ini merupakan bidโah.
๐ Sumber: http://alfawzan.af.org.sa/node/14721
๐ Alih bahasa: Syabab Forum Salafy
โช WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
โซโซโซโซโซโซโซโซโซ
๐ Asy Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al Fauzan ุญูุธู ุงููู
๐ช Pertanyaan: Apa hukun menggunakan kemenyan untuk mengusir Jin atau menggunakannya ketika merukyah?
๐ Jawaban: Perbuatan ini haram.
Tidak boleh menggunakan kemenyan untuk mengusir jin! Ini tidak ada dalilnya.
๐ก Jin diusir dengan beristiadzah (berlindung kepada Allah).
Beristiadzahlah kepada Allah.
Bacalah Al Qurโan.
โ๐ป Maka bacaan Al Qurโan akan mengusir para jin, demikian juga dzikir kepada Allah akan mengusir para jin. .
โ Adapun menggunakan kemenyan, maka tidak ada dalilnya bahkan ini merupakan bidโah.
๐ Sumber: http://alfawzan.af.org.sa/node/14721
๐ Alih bahasa: Syabab Forum Salafy
โช WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
โซโซโซโซโซโซโซโซโซ
โ๐๐๐ SEDANG SHALAT SUNNAH, IQAMAT DIKUMANDANGKAN
๐ช Pertanyaan: Apabila iqamat dikumandangkan dan seseorang sedang melakukan shalat sunnah dua rakaat atau tahiyatul masjid, apakah dia menghentikan shalatnya agar bisa shalat wajib berjamaah? Apabila jawabannya ya, apakah dia harus salam dua kali ketika menghentikan shalatnya atau dia hentikan tanpa salam?
๐Jawab: Yang benar di antara dua pendapat ulama, hendaknya dia menghentikan shalat tersebut dan tidak perlu salam untuk keluar dari shalat tersebut. Dia langsung bergabung dengan imam.
Wabillahit taufiq washallallahu โala nabiyyina Muhammad wa shahbihi wa sallam.
๐Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz; Wakil: Abdur Razzaq Afifi; Anggota: Abdullah bin Ghudayyan, Abdullah bin Quโud. [Fatawa al-Lajnah, 7/315]
๐ http://asysyariah.com/fatwa-fatwa-seputar-shalat-berjamaah/
โช WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net/?p=11279
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
ใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐ
๐ช Pertanyaan: Apabila iqamat dikumandangkan dan seseorang sedang melakukan shalat sunnah dua rakaat atau tahiyatul masjid, apakah dia menghentikan shalatnya agar bisa shalat wajib berjamaah? Apabila jawabannya ya, apakah dia harus salam dua kali ketika menghentikan shalatnya atau dia hentikan tanpa salam?
๐Jawab: Yang benar di antara dua pendapat ulama, hendaknya dia menghentikan shalat tersebut dan tidak perlu salam untuk keluar dari shalat tersebut. Dia langsung bergabung dengan imam.
Wabillahit taufiq washallallahu โala nabiyyina Muhammad wa shahbihi wa sallam.
๐Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz; Wakil: Abdur Razzaq Afifi; Anggota: Abdullah bin Ghudayyan, Abdullah bin Quโud. [Fatawa al-Lajnah, 7/315]
๐ http://asysyariah.com/fatwa-fatwa-seputar-shalat-berjamaah/
โช WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net/?p=11279
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
ใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐ
๐ก๐๐ฐ๐ธ BOLEHKAH BERSEDEKAH KEPADA SELAIN MUSLIM
โAsy Syaikh Ubaid bin Abdillah al Jabiry hafizhahullah
๐ช Pertanyaan : Semoga Allah berbuat baik kepada anda, pertanyaan keenam belas dari Kuwait:
๐กBolehkah bersedekah kepada orang selain muslim?
๐Jawaban : Kalau sedekah wajib maka tidak boleh kepada selain muslim, kecuali :
โโDalam rangka taโlif (melembutkan hatinya untuk masuk islam). Dikarenakan melihat kecintaan dia kepada islam, akan tetapi dia belum masuk islam, maka boleh memberikan dia sedekah wajib tersebut.
โโAtau diberikan kepada pemuka kaum yang ditaati ditengah kaumnya dan diharapkan dia bisa melembutkan hati kaumnya (untuk menerima islam).
๐Adapun sedekah sunnah maka boleh diberikan kepada selain muslim.
โAkan tetapi saya berpandangan, kalau dia seorang kafir yang keras permusuhannya terhadap islam, dan dia menampakkan permusuhan terhadap islam dan kaum muslimin, maka tidak boleh memberikan sedekah kepadanya, baik itu sedekah sunnah atau sedekah wajib
๐ Alihbahasa : Syabab Forum Salafy
๐ http://ar.alnahj.net/fatawah/open-session-with-sh-obaid-al-jabri/08/01-08-1435h
โช๏ธ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
โฏ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
ใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐ
โAsy Syaikh Ubaid bin Abdillah al Jabiry hafizhahullah
๐ช Pertanyaan : Semoga Allah berbuat baik kepada anda, pertanyaan keenam belas dari Kuwait:
๐กBolehkah bersedekah kepada orang selain muslim?
๐Jawaban : Kalau sedekah wajib maka tidak boleh kepada selain muslim, kecuali :
โโDalam rangka taโlif (melembutkan hatinya untuk masuk islam). Dikarenakan melihat kecintaan dia kepada islam, akan tetapi dia belum masuk islam, maka boleh memberikan dia sedekah wajib tersebut.
โโAtau diberikan kepada pemuka kaum yang ditaati ditengah kaumnya dan diharapkan dia bisa melembutkan hati kaumnya (untuk menerima islam).
๐Adapun sedekah sunnah maka boleh diberikan kepada selain muslim.
โAkan tetapi saya berpandangan, kalau dia seorang kafir yang keras permusuhannya terhadap islam, dan dia menampakkan permusuhan terhadap islam dan kaum muslimin, maka tidak boleh memberikan sedekah kepadanya, baik itu sedekah sunnah atau sedekah wajib
๐ Alihbahasa : Syabab Forum Salafy
๐ http://ar.alnahj.net/fatawah/open-session-with-sh-obaid-al-jabri/08/01-08-1435h
โช๏ธ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
โฏ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
ใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐ
๐ฅ๐กโ ๐ฅ MAKNA MUTALAWWIN
๐ช Pertanyaan : Siapakah Mutalawwin itu? Apakah makar mereka berbahaya bagi Ahlussunnah?
๐บ Dijawab oleh:
Al-Ustadz Muhammad bin 'Umar as Sewed hafizhahullah
๐ Tanya Jawab ll Kajian Islam Ilmiah ll Berakhlak dengan Akhlak Para Ulama ll Masjid Ibnu Taimiyah ll Solo ll 25 Rajab 1436 H ll 14 Mei 2015 M
******
โช WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
โชโชโช๐๐โชโชโช
๐ช Pertanyaan : Siapakah Mutalawwin itu? Apakah makar mereka berbahaya bagi Ahlussunnah?
๐บ Dijawab oleh:
Al-Ustadz Muhammad bin 'Umar as Sewed hafizhahullah
๐ Tanya Jawab ll Kajian Islam Ilmiah ll Berakhlak dengan Akhlak Para Ulama ll Masjid Ibnu Taimiyah ll Solo ll 25 Rajab 1436 H ll 14 Mei 2015 M
******
โช WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
โชโชโช๐๐โชโชโช
โ ๐ก๐๐ก HUKUM MELEPAS SANDAL KETIKA MASUK PEKUBURAN
๐ Asy Syaikh Ubaid bin Abdillah al Jabiry ุญูุธู ุงููู
๐ช Pertanyaan: Apakah melepaskan sendal ketika masuk area pemakaman hukumnya sunnah atau wajib?
๐ Jawaban: Yang nampak bahwa hukumnya adalah berbeda beda, sesuai keadaan.
โฉ Jika dikhawatirkan dia akan menginjak permukaan kuburan, maka wajib baginya melepas sendalnya, dikarenakan kehormatan yang ada pada kuburan.
โฉ Adapun kalau dia tidak menginjak kuburan, dan bisa berjalan disela-sela lorong kecil, maka saya berharap ini tidak mengapa -dia menggunakan sendal-. Dikarenakan adanya beberapa perbedaan riwayat hadits.
๐ Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=152469
๐ Alih bahasa: Syabab Forum Salafy
โช WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
โซโซโซโซโซโซโซโซโซ
๐ Asy Syaikh Ubaid bin Abdillah al Jabiry ุญูุธู ุงููู
๐ช Pertanyaan: Apakah melepaskan sendal ketika masuk area pemakaman hukumnya sunnah atau wajib?
๐ Jawaban: Yang nampak bahwa hukumnya adalah berbeda beda, sesuai keadaan.
โฉ Jika dikhawatirkan dia akan menginjak permukaan kuburan, maka wajib baginya melepas sendalnya, dikarenakan kehormatan yang ada pada kuburan.
โฉ Adapun kalau dia tidak menginjak kuburan, dan bisa berjalan disela-sela lorong kecil, maka saya berharap ini tidak mengapa -dia menggunakan sendal-. Dikarenakan adanya beberapa perbedaan riwayat hadits.
๐ Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=152469
๐ Alih bahasa: Syabab Forum Salafy
โช WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
โซโซโซโซโซโซโซโซโซ
๐บ๐ฅโ๐ปโ MEMETIK PELAJARAN DARI KISAH TAUBATNYA SHABIGH BIN โASL
โ๐ป Kenalkah kita terhadap SHABIGH (Shabigh bin โAsl dari Bashrah)โฆ???
๐๐ป Dikatakan beliau adalah orang yang TERHORMAT di kaumnya.. Cuma beliau memiliki kebiasaan bertanya tentang ayat-ayat yang mutasyaabih.
โ๐ป Amirul mukminin, Umar Ibnu Khattab Radhiyalahu โanhu melihat kebiasaan seperti ini sangat BERBAHAYA (jika dibiarkan, pen) sehingga beliau menunggu kapan ada kesempatan untuk menemui orang yang namanya SHABIGH ini..
๐ก Disuatu hari akhirnya muncul SHABIGH ini di hadapan amirul mukminin dan Subhanallah disaat itu pula SHABIGH bertanya tentang sebuah ayat (seperti kebiasaannya, pen), yang akhirnya Amirul mukminin (Umar ibnu Khattab) mengatakan: โAnda orangnya yang saya tunggu-tungguโ,
โ๐ป kemudian SHABIGH dipukul dengan pelepah kurma berulang kali sampai pukulan itu benar-benar membekas dibadannya.
๐๐ป Tidak berhenti setelah itu, SHABIGH dikirim pula ke negeri Bashrah dan mewasiatkan kaum muslimin di situ agar tidak berbicara dan bermajelis dengannya..
โSiapa SHABIGH??
โ๐ป Beliau tidak sama dengan: Ali Hasan Al-Halabi, Abul Hasan, dan yang semisalnya dari kalangan ahlul bidโah zaman ini, Tidak sama.. Jauh beda kedudukannya..
๐ SHABIGH ini walaupun beliau benar-benar telah bertaubat, yang awalnya beliau adalah orang yang disegani di kaumnya, akibat perbuatan (kesalahannya) itu, dan TAHDZIR Umar Ibnul Khattab dan para ulama yang ada pada masa itu terhadap SHABIGH ini, posisinya masih tetap saja rendah dan terhina di kaumnya hingga beliau wafat.
๐ง Namun itu semua tidak membuat SHABIGH putus asa. Beliau pada suatu hari, ketika diajak ikut bersama KHAWARIJ,
๐ข.. SHABIGH menjawab:
โPukulan khalifah Umar Ibnul Khattab yang ditimpakan ke atas diriku benar-benar bermanfaat untukku dan aku tidak akan pernah ingin berkumpul dengan Ahlul Bidโah.!!โ
๐๐ป Demikianlah kondisi SHABIGH, walaupun dicampakkan oleh kaumnya (kerana perintah khalifah),
โฉ Tetap tidak DENDAM,
โฉ Tetap JUJUR dalam TAUBATNYA,
โฉ Tetap BERSABAR,
โฉ Tidak merasa TERZHALIMI,
Tidak SOMBONG (menolak AL-HAQ)
โ๐ป karena taubatnya itu antara dirinya dengan Allah, bukan mengharapkan PUJIAN atau SANJUNGAN MANUSIA.. Tidakโฆ
๐ฅ Itulah SHABIGH (Shabigh bin โAsl) yang kesalahannya tidak seberapa jika dibandingkan dengan KESESATAN-KESESATAN ahlul bidโah (namun hukuman yang ditimpakan ke atasnya cukup berat untuk ditanggung, pen).
๐๐ป Namun begitu, beliau tetap tidak pernah mau diajak (berpaling, pen) untuk berkawan dengan KHAWARIJ, apalagi orang yang semisal.
๐ป๐ Baca Selengkapnya || http://forumsalafy.net/memetik-faedah-dari-kisah-taubatnya-shabigh-bin-asl/
โช๏ธ WhatsApp Salafy Indonesia
โฏ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
ใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐ
โ๐ป Kenalkah kita terhadap SHABIGH (Shabigh bin โAsl dari Bashrah)โฆ???
๐๐ป Dikatakan beliau adalah orang yang TERHORMAT di kaumnya.. Cuma beliau memiliki kebiasaan bertanya tentang ayat-ayat yang mutasyaabih.
โ๐ป Amirul mukminin, Umar Ibnu Khattab Radhiyalahu โanhu melihat kebiasaan seperti ini sangat BERBAHAYA (jika dibiarkan, pen) sehingga beliau menunggu kapan ada kesempatan untuk menemui orang yang namanya SHABIGH ini..
๐ก Disuatu hari akhirnya muncul SHABIGH ini di hadapan amirul mukminin dan Subhanallah disaat itu pula SHABIGH bertanya tentang sebuah ayat (seperti kebiasaannya, pen), yang akhirnya Amirul mukminin (Umar ibnu Khattab) mengatakan: โAnda orangnya yang saya tunggu-tungguโ,
โ๐ป kemudian SHABIGH dipukul dengan pelepah kurma berulang kali sampai pukulan itu benar-benar membekas dibadannya.
๐๐ป Tidak berhenti setelah itu, SHABIGH dikirim pula ke negeri Bashrah dan mewasiatkan kaum muslimin di situ agar tidak berbicara dan bermajelis dengannya..
โSiapa SHABIGH??
โ๐ป Beliau tidak sama dengan: Ali Hasan Al-Halabi, Abul Hasan, dan yang semisalnya dari kalangan ahlul bidโah zaman ini, Tidak sama.. Jauh beda kedudukannya..
๐ SHABIGH ini walaupun beliau benar-benar telah bertaubat, yang awalnya beliau adalah orang yang disegani di kaumnya, akibat perbuatan (kesalahannya) itu, dan TAHDZIR Umar Ibnul Khattab dan para ulama yang ada pada masa itu terhadap SHABIGH ini, posisinya masih tetap saja rendah dan terhina di kaumnya hingga beliau wafat.
๐ง Namun itu semua tidak membuat SHABIGH putus asa. Beliau pada suatu hari, ketika diajak ikut bersama KHAWARIJ,
๐ข.. SHABIGH menjawab:
โPukulan khalifah Umar Ibnul Khattab yang ditimpakan ke atas diriku benar-benar bermanfaat untukku dan aku tidak akan pernah ingin berkumpul dengan Ahlul Bidโah.!!โ
๐๐ป Demikianlah kondisi SHABIGH, walaupun dicampakkan oleh kaumnya (kerana perintah khalifah),
โฉ Tetap tidak DENDAM,
โฉ Tetap JUJUR dalam TAUBATNYA,
โฉ Tetap BERSABAR,
โฉ Tidak merasa TERZHALIMI,
Tidak SOMBONG (menolak AL-HAQ)
โ๐ป karena taubatnya itu antara dirinya dengan Allah, bukan mengharapkan PUJIAN atau SANJUNGAN MANUSIA.. Tidakโฆ
๐ฅ Itulah SHABIGH (Shabigh bin โAsl) yang kesalahannya tidak seberapa jika dibandingkan dengan KESESATAN-KESESATAN ahlul bidโah (namun hukuman yang ditimpakan ke atasnya cukup berat untuk ditanggung, pen).
๐๐ป Namun begitu, beliau tetap tidak pernah mau diajak (berpaling, pen) untuk berkawan dengan KHAWARIJ, apalagi orang yang semisal.
๐ป๐ Baca Selengkapnya || http://forumsalafy.net/memetik-faedah-dari-kisah-taubatnya-shabigh-bin-asl/
โช๏ธ WhatsApp Salafy Indonesia
โฏ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
ใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐ
โ๐ป๐ง๐บ๐ KEUTAMAAN SALING MENGUNJUNGI KARENA ALLAH
๐ก... Malik bin Dinar rahimahullah berkata:
๐ก"Berapa banyak seorang saudara ingin menjumpai saudaranya yang lain, namun kesibukan menghalanginya dari perkara tersebut. Mudah-mudahan Allah mengumpulkan keduanya di negeri yang tidak ada perpisahan padanya."
๐ Shifatul Jannah, karya Ibnu Abid Dunya, hal. 58
-------------------
๐ ูุงู ู ุงูู ุจู ุฏููุงุฑ ุฑุญู ู ุงููู:
"ูู ู ู ุฃุฎ ูุญุจ ุฃู ูููู ุฃุฎุงู ูู ูุนู ู ู ุฐูู ุดุบูุ ุนุณู ุงููู ุฃู ูุฌู ุน ุจูููู ุง ูู ุฏุงุฑ ูุง ูุฑูุฉ ูููุง"
๐ ุตูุฉ ุงูุฌูุฉ ูุงุจู ุฃุจู ุงูุฏููุง 58
โช WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
โซโซโซโซโซโซโซโซโซโซ
๐ก... Malik bin Dinar rahimahullah berkata:
๐ก"Berapa banyak seorang saudara ingin menjumpai saudaranya yang lain, namun kesibukan menghalanginya dari perkara tersebut. Mudah-mudahan Allah mengumpulkan keduanya di negeri yang tidak ada perpisahan padanya."
๐ Shifatul Jannah, karya Ibnu Abid Dunya, hal. 58
-------------------
๐ ูุงู ู ุงูู ุจู ุฏููุงุฑ ุฑุญู ู ุงููู:
"ูู ู ู ุฃุฎ ูุญุจ ุฃู ูููู ุฃุฎุงู ูู ูุนู ู ู ุฐูู ุดุบูุ ุนุณู ุงููู ุฃู ูุฌู ุน ุจูููู ุง ูู ุฏุงุฑ ูุง ูุฑูุฉ ูููุง"
๐ ุตูุฉ ุงูุฌูุฉ ูุงุจู ุฃุจู ุงูุฏููุง 58
โช WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
โซโซโซโซโซโซโซโซโซโซ
โ๐ป๐ฅ๐ฃ๐ฅ TEROR BOM THAMRIN BENTUK NYATA KEBODOHAN DALAM BERAGAMA
๐ฅ Teror bom kembali terjadi di Jakarta, Kamis (14/1/2016) lalu. Mabes Polri menyatakan, insiden yang menarget pos polisi di jalan Thamrin itu mengakibatkan 7 orang tewas, termasuk para pelaku teror dan belasan lainnya luka-luka.
โ๐ป Aksi teror kali ini tergolong nekat. Selain terjadi di siang bolong, para teroris juga secara terang-terangan melakukan aksinya di tengah kerumunan massa. Mereka menembak membabi buta serta melemparkan bom-bom rakitan. Hanya dengan pertolongan Allah-lah, mereka tidak sempat menyelesaikan aksinya melempar bom yang lebih besar setelah dilumpuhkan polisi. 4 orang terduga teroris tewas dengan sebagian di antara mereka meledakkan bom yang dipasang di tubuh mereka. Bom bunuh diri.
โ๐ป Sudah kesekian kalinya, teror demi teror seakan enggan meninggalkan negeri ini. Aksi besar maupun kecil, dengan pelaku dari berbagai jaringan teroris, baik lokal maupun internasional, seperti menemukan habitat yang tepat untuk berkembangbiak di Indonesia. Namun dari sekian banyak jaringan atau organisasi yang membekingi aksi mereka, semuanya bermuara para satu pemahaman, yaitu Khawarij. Sekte kuno yang menyimpang dari ajaran Islam untuk pertama kalinya yang memiliki keyakinan takfir, yaitu mengkafirkan sesama muslim.
๐๐ป Seperti yang kita ketahui bersama, mayoritas para pelaku teror itu, baik yang tewas maupun yang tertangkap aparat, mayoritasnya adalah dari kalangan muda. Generasi yang begitu bersemangat dalam membela Islam, namun lemah dalam menuntut ilmu syarโi. Generasi yang begitu kritis dalam melihat kemungkaran-kemungkaran di masyarakat namun tidak dibarengi dengan upaya mencari bimbingan para ulama.
๐ก Memang, kita tidak dapat menutup mata, bahwa di masyarakat kita kemungkaran menyebarluas. Minum khamr, zina, mencuri, riba dan berbagai dosa besar lainnya tersebar luas di masyarakat. Bahkan sebagiannya dilakukan secara terang-terangan. Namun perilaku masyarakat tersebut tidaklah kemungkinan membuat darah mereka halal untuk ditumpahkan. Tidak berarti mereka boleh dibunuh dengan sebab dosa besar yang mereka lakukan.
๐ง Ketika munculnya kelompok khawarij di masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu anhu, mereka juga menyebarkan isu-isu penyimpangan yang terjadi dalam jajaran birokrasi pada waktu itu. Hingga massa terprovokasi dan berakhir dengan tertumpahnya darah Utsman bin Affan. Begitu pula dengan Khalifah Ali bin Abi Thalib. Yang menjadi titik perhatian kita adalah, jika pemerintahan khalifah sekelas Utsman bin Affan maupun Ali bin Abi Thalib saja mereka berani menumpahkan darah muslimin, lalu bagaimana halnya dengan pemerintahan di masa kita?
๐ฃ๐ฅ Khawarij, ISIS, Al Qaeda, Jaringan Santoso, Jaringan Imam Samudra atau apapun namanya, yang tewas dalam aksinya, mereka adalah sejelek-jelek mayat yang ada di kolong langit. Abu Umamah radhiyallahu โanhu, menyebutkan mereka adalah orang-orang yang paling besar kejelekannya bagi kaum muslimin. Bahkan melabeli mereka dengan sebutan yang mengerikan, yaitu anjing-anjing neraka, seperti yang beliau dengar dari Rasulullah Shalallahu โAlaihi Wasallam.
โ Al Imam Wahb bin Munabbih mewanti-wanti para pemuda untuk mewaspai kaum Haruraโ (Khawarij) karena mereka memiliki ideologi yang menyimpang dan mereka adalah orang terjelek dari umat ini. Sementara Al Imam al-Ajurri menyatakan, Khawarij adalah orang-orang jelek, najis, dan kotor. Orang yang berjalan di atas paham Khawarij saling mewariskan paham tersebut baik dulu maupun sekarang.
๐๐ป๐จ Mereka, para khawarij meyakini aksi teror yang mereka lakukan adalah jihad syarโi padahal salah besar. Teror bukan jihad sedikitpun, apalagi syarโi. Adakah seorang saja ulama yang dikenal kokoh ilmunya yang bersama mereka? Tidak ada. Yang ada hanyalah orator-orator ulung yang pandai membakar emosi para pemuda.
โ๐ป Lalu apa yang semestinya dilakukan oleh para pemuda Islam? Thalabul ilmi, kembali kepada bimbingan para ulama, dan waspadai gerakan-gerakan atau kajian-kajian rahasia yang berisi hasutan untuk menjatuhkan pemerintah, mengkafirkan kaum musl
๐ฅ Teror bom kembali terjadi di Jakarta, Kamis (14/1/2016) lalu. Mabes Polri menyatakan, insiden yang menarget pos polisi di jalan Thamrin itu mengakibatkan 7 orang tewas, termasuk para pelaku teror dan belasan lainnya luka-luka.
โ๐ป Aksi teror kali ini tergolong nekat. Selain terjadi di siang bolong, para teroris juga secara terang-terangan melakukan aksinya di tengah kerumunan massa. Mereka menembak membabi buta serta melemparkan bom-bom rakitan. Hanya dengan pertolongan Allah-lah, mereka tidak sempat menyelesaikan aksinya melempar bom yang lebih besar setelah dilumpuhkan polisi. 4 orang terduga teroris tewas dengan sebagian di antara mereka meledakkan bom yang dipasang di tubuh mereka. Bom bunuh diri.
โ๐ป Sudah kesekian kalinya, teror demi teror seakan enggan meninggalkan negeri ini. Aksi besar maupun kecil, dengan pelaku dari berbagai jaringan teroris, baik lokal maupun internasional, seperti menemukan habitat yang tepat untuk berkembangbiak di Indonesia. Namun dari sekian banyak jaringan atau organisasi yang membekingi aksi mereka, semuanya bermuara para satu pemahaman, yaitu Khawarij. Sekte kuno yang menyimpang dari ajaran Islam untuk pertama kalinya yang memiliki keyakinan takfir, yaitu mengkafirkan sesama muslim.
๐๐ป Seperti yang kita ketahui bersama, mayoritas para pelaku teror itu, baik yang tewas maupun yang tertangkap aparat, mayoritasnya adalah dari kalangan muda. Generasi yang begitu bersemangat dalam membela Islam, namun lemah dalam menuntut ilmu syarโi. Generasi yang begitu kritis dalam melihat kemungkaran-kemungkaran di masyarakat namun tidak dibarengi dengan upaya mencari bimbingan para ulama.
๐ก Memang, kita tidak dapat menutup mata, bahwa di masyarakat kita kemungkaran menyebarluas. Minum khamr, zina, mencuri, riba dan berbagai dosa besar lainnya tersebar luas di masyarakat. Bahkan sebagiannya dilakukan secara terang-terangan. Namun perilaku masyarakat tersebut tidaklah kemungkinan membuat darah mereka halal untuk ditumpahkan. Tidak berarti mereka boleh dibunuh dengan sebab dosa besar yang mereka lakukan.
๐ง Ketika munculnya kelompok khawarij di masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu anhu, mereka juga menyebarkan isu-isu penyimpangan yang terjadi dalam jajaran birokrasi pada waktu itu. Hingga massa terprovokasi dan berakhir dengan tertumpahnya darah Utsman bin Affan. Begitu pula dengan Khalifah Ali bin Abi Thalib. Yang menjadi titik perhatian kita adalah, jika pemerintahan khalifah sekelas Utsman bin Affan maupun Ali bin Abi Thalib saja mereka berani menumpahkan darah muslimin, lalu bagaimana halnya dengan pemerintahan di masa kita?
๐ฃ๐ฅ Khawarij, ISIS, Al Qaeda, Jaringan Santoso, Jaringan Imam Samudra atau apapun namanya, yang tewas dalam aksinya, mereka adalah sejelek-jelek mayat yang ada di kolong langit. Abu Umamah radhiyallahu โanhu, menyebutkan mereka adalah orang-orang yang paling besar kejelekannya bagi kaum muslimin. Bahkan melabeli mereka dengan sebutan yang mengerikan, yaitu anjing-anjing neraka, seperti yang beliau dengar dari Rasulullah Shalallahu โAlaihi Wasallam.
โ Al Imam Wahb bin Munabbih mewanti-wanti para pemuda untuk mewaspai kaum Haruraโ (Khawarij) karena mereka memiliki ideologi yang menyimpang dan mereka adalah orang terjelek dari umat ini. Sementara Al Imam al-Ajurri menyatakan, Khawarij adalah orang-orang jelek, najis, dan kotor. Orang yang berjalan di atas paham Khawarij saling mewariskan paham tersebut baik dulu maupun sekarang.
๐๐ป๐จ Mereka, para khawarij meyakini aksi teror yang mereka lakukan adalah jihad syarโi padahal salah besar. Teror bukan jihad sedikitpun, apalagi syarโi. Adakah seorang saja ulama yang dikenal kokoh ilmunya yang bersama mereka? Tidak ada. Yang ada hanyalah orator-orator ulung yang pandai membakar emosi para pemuda.
โ๐ป Lalu apa yang semestinya dilakukan oleh para pemuda Islam? Thalabul ilmi, kembali kepada bimbingan para ulama, dan waspadai gerakan-gerakan atau kajian-kajian rahasia yang berisi hasutan untuk menjatuhkan pemerintah, mengkafirkan kaum musl
imin dan memberontak terhadap pemerintah muslim. Karena itu propaganda kaum Khawarij sejak dahulu, yaitu memberontak terhadap pemerintah dan menghalalkan pembunuhan kaum muslimin.
๐ก.. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menegaskan, tidak ada satu pun yang lebih jahat terhadap kaum muslimin dibanding mereka, tidak Yahudi tidak pula Nashara. Sungguh, mereka sangat serius untuk membunuh setiap muslim yang tidak sependapat dengan mereka, menghalalkan darah dan harta muslimin, membunuh anak-anak kaum muslimin yang mereka vonis sebagai kafir. Khawarij beragama seperti itu, akibat besarnya kejahilan mereka dan kebidโahan mereka yang menyesatkan. Oleh karena itu, tidak berlebihan kiranya bila kita katakan, bahwa teror-teror yang terjadi sejak dahulu hingga saat ini, adalah bentuk nyata dari kebodohan dalam memahami agama Islam. fs
๐ Sumber : http://serambiharamain.com/teror-bom-thamrin-bentuk-nyata-kebodohan-dalam-beragama/
โช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
โซโซโซโซโซโซโซโซโซโซ
๐ก.. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menegaskan, tidak ada satu pun yang lebih jahat terhadap kaum muslimin dibanding mereka, tidak Yahudi tidak pula Nashara. Sungguh, mereka sangat serius untuk membunuh setiap muslim yang tidak sependapat dengan mereka, menghalalkan darah dan harta muslimin, membunuh anak-anak kaum muslimin yang mereka vonis sebagai kafir. Khawarij beragama seperti itu, akibat besarnya kejahilan mereka dan kebidโahan mereka yang menyesatkan. Oleh karena itu, tidak berlebihan kiranya bila kita katakan, bahwa teror-teror yang terjadi sejak dahulu hingga saat ini, adalah bentuk nyata dari kebodohan dalam memahami agama Islam. fs
๐ Sumber : http://serambiharamain.com/teror-bom-thamrin-bentuk-nyata-kebodohan-dalam-beragama/
โช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
โซโซโซโซโซโซโซโซโซโซ
๐ก๐โ ๐บ APA YANG DILAKUKAN JIKA IMAM MEMBACA QUNUT SHUBUH
๐ Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah
๐ช Pertanyaan: Apakah boleh shalat di belakang imam masjid yang melakukan qunut pada shalat Fajar (shubuh) dan berdoa serta mengangkat tangannya, apakah imam tersebut diikuti, dan jika mengerjakan shalat istisqa' (minta hujan) apakah kita boleh shalat bersama mereka?
๐ Jawaban: Jika imam shalat dan melakukan qunut maka lakukan qunut bersamanya. Menyelisihi imam yang dilakukan oleh ma'mum sekalipun dia berpendapat bahwa shalat imam tidak sah menurut madzhabnya, yaitu shalat tersebut sah menurut imam ini tetapi tidak sah menurutmu, maka tetap shalatlah di belakangnya. Rasul shallallahu alaihi was sallam memerintahkan agar shalat di belakangnya dan beliau bersabda:
ููุตููููููู ููููู ู ููุฅููู ุฃูุตูุงุจููุง ููููููู ู ููุฅููู ุฃุฎุทุคูุง ููููููู ู ููุนูููููููู .
๐บ "Mereka mengerjakan shalat untuk kalian, jika mereka benar maka kalian mendapatkan pahala, dan jika mereka salah maka kalian tetap mendapatkan pahala dan mereka sendiri yang berdosa."
(HR. Al-Bukhary no. 662)
โ๐ป Dahulu Salaf ketika ar-Rasyid (Khalifah Harun -pent) menunaikan ibadah haji dan singgah di Madinah serta berbekam, beliau bertanya kepada Malik, "Aku habis berbekam, apakah aku boleh shalat tanpa berwudhu (apakah bekam membatalkan wudhu sebelumnya -pent)?" Malik menjawab, "Ya, silahkan shalat." Maka beliau mengimami manusia dan tidak berwudhu setelah berbekam."
๐๐ป Sedangkan menurut madzhab Hanafi, berbekam membatalkan wudhu. Maka ada yang bertanya kepada Abu Yusuf, "Bagaimana Anda mengerjakan shalat di belakang ar-Rasyid, padahal beliau berbekam dan tidak berwudhu lagi?!" Abu Yusuf (Ya'qub bin Ibrahim, murid Abu Hanifah -pent) menjawab, "Subhanallah, beliau ini Amirul Mu'minin."
๐ก... Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah memiliki pendapat, "Engkau tetap mengerjakan shalat di belakang imam walaupun engkau dan dia berbeda pendapat dalam sebuah permasalahan. Engkau menganggap pendapatnya bathil dan shalatnya tidak sah, tetapi dia memiliki ushul dan dalil-dalil sehingga dia berpendapat bahwa shalatnya sah, maka tetap shalatlah di belakangnya walaupun engkau menganggap shalatnya sah. Kecuali jika engkau memastikan bahwa dia tidak berwudhu karena dia mengatakan kepadamu, "Aku tidak berwudhu dan aku akan shalat tanpa wudhu." Maka shalatnya bathil menurut madzhabmu dan madzhabnya."
๐ป๐ Sumber || http://www.rabee.net/ar/articles.php?cat=11&id=276
โช WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
โซโซโซโซโซโซโซโซโซโซโซ
๐ Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah
๐ช Pertanyaan: Apakah boleh shalat di belakang imam masjid yang melakukan qunut pada shalat Fajar (shubuh) dan berdoa serta mengangkat tangannya, apakah imam tersebut diikuti, dan jika mengerjakan shalat istisqa' (minta hujan) apakah kita boleh shalat bersama mereka?
๐ Jawaban: Jika imam shalat dan melakukan qunut maka lakukan qunut bersamanya. Menyelisihi imam yang dilakukan oleh ma'mum sekalipun dia berpendapat bahwa shalat imam tidak sah menurut madzhabnya, yaitu shalat tersebut sah menurut imam ini tetapi tidak sah menurutmu, maka tetap shalatlah di belakangnya. Rasul shallallahu alaihi was sallam memerintahkan agar shalat di belakangnya dan beliau bersabda:
ููุตููููููู ููููู ู ููุฅููู ุฃูุตูุงุจููุง ููููููู ู ููุฅููู ุฃุฎุทุคูุง ููููููู ู ููุนูููููููู .
๐บ "Mereka mengerjakan shalat untuk kalian, jika mereka benar maka kalian mendapatkan pahala, dan jika mereka salah maka kalian tetap mendapatkan pahala dan mereka sendiri yang berdosa."
(HR. Al-Bukhary no. 662)
โ๐ป Dahulu Salaf ketika ar-Rasyid (Khalifah Harun -pent) menunaikan ibadah haji dan singgah di Madinah serta berbekam, beliau bertanya kepada Malik, "Aku habis berbekam, apakah aku boleh shalat tanpa berwudhu (apakah bekam membatalkan wudhu sebelumnya -pent)?" Malik menjawab, "Ya, silahkan shalat." Maka beliau mengimami manusia dan tidak berwudhu setelah berbekam."
๐๐ป Sedangkan menurut madzhab Hanafi, berbekam membatalkan wudhu. Maka ada yang bertanya kepada Abu Yusuf, "Bagaimana Anda mengerjakan shalat di belakang ar-Rasyid, padahal beliau berbekam dan tidak berwudhu lagi?!" Abu Yusuf (Ya'qub bin Ibrahim, murid Abu Hanifah -pent) menjawab, "Subhanallah, beliau ini Amirul Mu'minin."
๐ก... Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah memiliki pendapat, "Engkau tetap mengerjakan shalat di belakang imam walaupun engkau dan dia berbeda pendapat dalam sebuah permasalahan. Engkau menganggap pendapatnya bathil dan shalatnya tidak sah, tetapi dia memiliki ushul dan dalil-dalil sehingga dia berpendapat bahwa shalatnya sah, maka tetap shalatlah di belakangnya walaupun engkau menganggap shalatnya sah. Kecuali jika engkau memastikan bahwa dia tidak berwudhu karena dia mengatakan kepadamu, "Aku tidak berwudhu dan aku akan shalat tanpa wudhu." Maka shalatnya bathil menurut madzhabmu dan madzhabnya."
๐ป๐ Sumber || http://www.rabee.net/ar/articles.php?cat=11&id=276
โช WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
โซโซโซโซโซโซโซโซโซโซโซ
๐ฅ PUNCAK ILMU ADALAH RASA TAKUT KEPADA ALLAH ๐ฅ
Abdullah bin Ahmad bertanya kepada ayahnya, al-Imam Ahmad bin Hanbal, "Apakah Ma'ruf al-Karakhy memiliki sesuatu ilmu?"
Maka beliau menjawab, "Wahai anakku, beliau memiliki puncak ilmu, yaitu rasa takut kepada Allah."
๐ Tarikh Baghdad, VII/419
ุณุฃู ุนุจุฏุงููู ุฃุจุงู ุงูุฅู ุงู ุฃุญู ุฏ ุจู ุญูุจู:
ูู ูุงู ู ุน ู ุนุฑูู ุงููุฑุฎู ุดูุก ู ู ุงูุนูู ุ
ููุงู: ูุง ุจูู ูุงู ู ุนู ุฑุฃุณ ุงูุนูู ุ ุฎุดูุฉ ุงููู.
ุชุงุฑูุฎ ุจุบุฏุงุฏุ ูคูกูฉ/ูง
๐ Majmu'ah an-Nahjul Audhah
โช๏ธ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
โฏ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
ใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐ
Abdullah bin Ahmad bertanya kepada ayahnya, al-Imam Ahmad bin Hanbal, "Apakah Ma'ruf al-Karakhy memiliki sesuatu ilmu?"
Maka beliau menjawab, "Wahai anakku, beliau memiliki puncak ilmu, yaitu rasa takut kepada Allah."
๐ Tarikh Baghdad, VII/419
ุณุฃู ุนุจุฏุงููู ุฃุจุงู ุงูุฅู ุงู ุฃุญู ุฏ ุจู ุญูุจู:
ูู ูุงู ู ุน ู ุนุฑูู ุงููุฑุฎู ุดูุก ู ู ุงูุนูู ุ
ููุงู: ูุง ุจูู ูุงู ู ุนู ุฑุฃุณ ุงูุนูู ุ ุฎุดูุฉ ุงููู.
ุชุงุฑูุฎ ุจุบุฏุงุฏุ ูคูกูฉ/ูง
๐ Majmu'ah an-Nahjul Audhah
โช๏ธ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
โฏ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
ใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐใฐ
โ ๐ ๐บ๐ฅ BOLEHKAH SHALAT DI MASJID AHLI BIDโAH
๐ Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhary hafizhahullah
๐ช Pertanyaan: Semoga Allah melimpahkan kebaikannya kepada Anda, wahai syaikh kami, di negeri kami terdapat dua masjid, salah satu dari keduanya milik Ahlus Sunnah sedangkan yang lainnya milik ahli bidโah, maka bolehkah bagi saya untuk mengerjakan shalat di masjid ahli bidโah kadang-kadang saja, tujuannya untuk menasehati orang-orang awam? Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.
๐ Jawaban: Orang-orang awam yang ingin engkau nasehati itu โbaarakallahu fiikumโ jika mereka tidak mengetahui keadaan ahli bidโah tersebut berupa kesesatan yang ada pada mereka dan engkau orang yang memiliki kemampuan untuk menyampaikan nasehat dan menjelaskan kebenaran kepada mereka serta mengingatkan mereka dengan ajaran As-Sunnah, maka tidak mengapa engkau menasehati mereka jika engkau benar-benar memiliki kemampuan untuk melakukannya, jika orang-orang awam tersebut tidak mampu untuk membedakan dan tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang bathil. Tetapi jika ahli bidโah akan memanfaatkan keberadaanmu di masjid tersebut sehingga jumlah mereka menjadi bertambah banyak atau mereka semakin meramaikannya, maka keselamatan itu sesuatu yang tidak bisa digantikan dengan apapun.
โ๐ป๐ฅ Jangan engkau masukkan dirimu ke dalam tempat yang membahayakan dan jangan membingungkan dirimu dan saudara-saudaramu (sesama Ahlus Sunnah โpent). Siapa yang engkau kenal dari orang-orang awam tersebut maka datanglah ke rumahnya dan nasehatilah dia! Namun jika keberadaanmu tidak akan dimanfaatkan, mereka tidak mempedulikan dirimu, dan mereka tidak mengenal sama sekali siapa engkau, maka demi tujuan yang mulia ini jika engkau benar-benar memiliki kemampuan untuk menyampaikan nasehat dan engkau memiliki sebab yang menuntut untuk menyampaikannya, maka tidak masalah in syaa Allah Taโala.
๐ป๐ Sumber || http://forumsalafy.net/bolehkah-shalat-di-masjid-ahli-bidah/
โช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
โซโซโซโซโซโซโซโซโซโซ
๐ Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhary hafizhahullah
๐ช Pertanyaan: Semoga Allah melimpahkan kebaikannya kepada Anda, wahai syaikh kami, di negeri kami terdapat dua masjid, salah satu dari keduanya milik Ahlus Sunnah sedangkan yang lainnya milik ahli bidโah, maka bolehkah bagi saya untuk mengerjakan shalat di masjid ahli bidโah kadang-kadang saja, tujuannya untuk menasehati orang-orang awam? Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.
๐ Jawaban: Orang-orang awam yang ingin engkau nasehati itu โbaarakallahu fiikumโ jika mereka tidak mengetahui keadaan ahli bidโah tersebut berupa kesesatan yang ada pada mereka dan engkau orang yang memiliki kemampuan untuk menyampaikan nasehat dan menjelaskan kebenaran kepada mereka serta mengingatkan mereka dengan ajaran As-Sunnah, maka tidak mengapa engkau menasehati mereka jika engkau benar-benar memiliki kemampuan untuk melakukannya, jika orang-orang awam tersebut tidak mampu untuk membedakan dan tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang bathil. Tetapi jika ahli bidโah akan memanfaatkan keberadaanmu di masjid tersebut sehingga jumlah mereka menjadi bertambah banyak atau mereka semakin meramaikannya, maka keselamatan itu sesuatu yang tidak bisa digantikan dengan apapun.
โ๐ป๐ฅ Jangan engkau masukkan dirimu ke dalam tempat yang membahayakan dan jangan membingungkan dirimu dan saudara-saudaramu (sesama Ahlus Sunnah โpent). Siapa yang engkau kenal dari orang-orang awam tersebut maka datanglah ke rumahnya dan nasehatilah dia! Namun jika keberadaanmu tidak akan dimanfaatkan, mereka tidak mempedulikan dirimu, dan mereka tidak mengenal sama sekali siapa engkau, maka demi tujuan yang mulia ini jika engkau benar-benar memiliki kemampuan untuk menyampaikan nasehat dan engkau memiliki sebab yang menuntut untuk menyampaikannya, maka tidak masalah in syaa Allah Taโala.
๐ป๐ Sumber || http://forumsalafy.net/bolehkah-shalat-di-masjid-ahli-bidah/
โช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
โซโซโซโซโซโซโซโซโซโซ
โ๐ป๐ฅ๐ก๐ฅ BENARKAH DAKWAH SALAFIYYAH DAKWAH YANG KERAS DAN EKSTRIM
๐ Asy Syaikh Rabiโ bin Hadi Al Madkhaly Hafizhahullahu wa ra'aahu.
๐ช Pertanyaan : โ Telah muncul suatu kaedah baru yang bertujuan menjauhkan kaum muslimin dari Ahlul Ilmi (Ulamaโ), yaitu metode yang mengklasifikasikan Ulama menjadi dua jenis. Ada Ulama yang Mutasahil (bermudah-mudahan) dan ada juga Ulama yang Mutasyadid (ekstrim). Terkadang mereka katakan bahwa Ulama di daerah โiniโ Mutasyaddid dan Ulama di daerah โituโ Mutasahil. Bagaimanakah Arahan Anda tentang hal ini ?
๐ Asy Syaikh : โ Ini merupakan kaedah-kaedah palsu yang muncul dari musuh-musuh dakwah Salafiyyah. Salafush Shalih dahulu, sebagian diantara mereka ada yang bersikap โkerasโ dan adapula sebagian lainnya yang bersikap tenang. Tidaklah hal itu menjadi sebab mereka saling menjatuhkan satu sama lainnya.
โ๐ป Bahkan mereka (yang bersikap keras) ini dihargai, dihormati karena sebab telah bersikap keras terhadap Ahlul Bathil.
โ๐ป๐ฅ Sebagai contoh bagimu adalah sikap dari Hammad bin Salamah yang menuai pujian dari Al Imam Ahmad dengan pujian yang harum. Bahkan Imam Ahmad menaruh curiga atas siapa saja yang mengkritisi Hammad bin Salamah, (Beliau katakan):โBarangsiapa yang mengkritisi Hammad bin Salamah dengan kritikan yang buruk, maka hendaknya kalian curiga atas keadaan agama orang tersebutโ.
Hal ini dikarenakan Hammad bin Salamah adalah seorang yang โkerasโ terhadap Ahlul Bidโah.
๐ป๐ Baca Selengkapnya || http://forumsalafy.net/benarkah-dakwah-salafiyyah-dakwah-yang-keras-dan-ekstrim/
โช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
โซโซโซโซโซโซโซโซโซโซโซ
๐ Asy Syaikh Rabiโ bin Hadi Al Madkhaly Hafizhahullahu wa ra'aahu.
๐ช Pertanyaan : โ Telah muncul suatu kaedah baru yang bertujuan menjauhkan kaum muslimin dari Ahlul Ilmi (Ulamaโ), yaitu metode yang mengklasifikasikan Ulama menjadi dua jenis. Ada Ulama yang Mutasahil (bermudah-mudahan) dan ada juga Ulama yang Mutasyadid (ekstrim). Terkadang mereka katakan bahwa Ulama di daerah โiniโ Mutasyaddid dan Ulama di daerah โituโ Mutasahil. Bagaimanakah Arahan Anda tentang hal ini ?
๐ Asy Syaikh : โ Ini merupakan kaedah-kaedah palsu yang muncul dari musuh-musuh dakwah Salafiyyah. Salafush Shalih dahulu, sebagian diantara mereka ada yang bersikap โkerasโ dan adapula sebagian lainnya yang bersikap tenang. Tidaklah hal itu menjadi sebab mereka saling menjatuhkan satu sama lainnya.
โ๐ป Bahkan mereka (yang bersikap keras) ini dihargai, dihormati karena sebab telah bersikap keras terhadap Ahlul Bathil.
โ๐ป๐ฅ Sebagai contoh bagimu adalah sikap dari Hammad bin Salamah yang menuai pujian dari Al Imam Ahmad dengan pujian yang harum. Bahkan Imam Ahmad menaruh curiga atas siapa saja yang mengkritisi Hammad bin Salamah, (Beliau katakan):โBarangsiapa yang mengkritisi Hammad bin Salamah dengan kritikan yang buruk, maka hendaknya kalian curiga atas keadaan agama orang tersebutโ.
Hal ini dikarenakan Hammad bin Salamah adalah seorang yang โkerasโ terhadap Ahlul Bidโah.
๐ป๐ Baca Selengkapnya || http://forumsalafy.net/benarkah-dakwah-salafiyyah-dakwah-yang-keras-dan-ekstrim/
โช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
โซโซโซโซโซโซโซโซโซโซโซ