tetaplah kecil, ramping, mudah digerakkan, dan cepat...

Cilik-Kesit

#software #moto #motto #cilikkesit #quantum #kaidah
Power of IT-Bisa pinned «tetaplah kecil, ramping, mudah digerakkan, dan cepat... Cilik-Kesit #software #moto #motto #cilikkesit #quantum #kaidah»
CSS
~~~~

:root {
$value: 10px;
}

.radius {
border-radius: $value;
}

@media screen and (min-width: 600px) {
$value: 50px;
}

#css #html #dinamis #variabel #interface #tag #java #script #www
:root {
currentColor: #D3D3D3;
}

.section {
background: var(currentColor);
}

#css #html #dinamis #variabel #interface #tag #java #script #www
Apa fungsi session?
Fungsi dari session adalah untuk mempertahankan data pengguna di seluruh sesi interaksi dengan aplikasi web. Dengan session, data pengguna seperti preferensi, status login, dan riwayat belanja dapat disimpan sementara di sisi server dan diakses di seluruh aplikasi web tanpa perlu meminta pengguna untuk memasukkan ...


#sinau #php #belajar
Fungsi $_GET dalam PHP adalah variabel superglobal yang digunakan untuk mengumpulkan data yang dikirimkan ke halaman PHP melalui metode HTTP GET. Metode GET mengirimkan data melalui URL dan dapat dilihat pada tautan atau parameter URL.

Ketika sebuah halaman PHP menerima data melalui metode GET, data tersebut tersedia dalam array $_GET. Nama variabel dan nilai yang dikirimkan melalui URL ditangkap dan disimpan dalam array ini. Setiap elemen dalam array $_GET berupa pasangan "nama_variabel => nilai" yang dikirimkan melalui URL.

Berikut adalah contoh penggunaan $_GET dalam PHP:

URL: http://www.example.com/index.php?nama=John&usia=25

php
<?php
// Mendapatkan nilai dari parameter "nama" dan "usia"
$nama = $_GET['nama'];
$usia = $_GET['usia'];

// Menampilkan nilai yang diterima
echo "Nama: " . $nama . "<br>";
echo "Usia: " . $usia . "<br>";
?>


Output:

Nama: John
Usia: 25


Dalam contoh di atas, data "nama" dan "usia" dikirim melalui URL. Kemudian, nilai-nilai tersebut diambil dari array $_GET dan ditampilkan dalam halaman PHP.

Perlu diingat bahwa data yang dikirim melalui metode GET terlihat di URL dan bisa diketahui oleh pengguna. Oleh karena itu, penting untuk tidak mengirimkan data sensitif seperti kata sandi melalui metode GET. Sebaliknya, penggunaan metode POST lebih disarankan untuk mengirim data sensitif.

#sinau #php #belajar
Fungsi $_POST dalam PHP digunakan untuk mengumpulkan data yang dikirimkan melalui metode HTTP POST dari formulir HTML atau permintaan HTTP lainnya. Ketika Anda mengirimkan data dari formulir menggunakan metode POST, data tersebut dikirimkan secara tersembunyi dan tidak terlihat di URL.

Anda dapat menggunakan $_POST untuk mengakses nilai-nilai yang dikirimkan melalui formulir dan melakukan manipulasi data yang diterima. Misalnya, jika Anda memiliki formulir dengan input teks bernama "nama" dan "email", Anda dapat mengakses nilai-nilai tersebut menggunakan $_POST['nama'] dan $_POST['email'].

Berikut adalah contoh penggunaan $_POST dalam PHP:

php
<form method="post" action="proses.php">
<input type="text" name="nama" placeholder="Nama">
<input type="email" name="email" placeholder="Email">
<button type="submit">Kirim</button>
</form>


Di file proses.php, Anda dapat mengakses nilai-nilai yang dikirimkan melalui $_POST seperti berikut:

php
$nama = $_POST['nama'];
$email = $_POST['email'];

// Lakukan sesuatu dengan data yang diterima
// Contoh: Menyimpan data ke database atau memprosesnya

echo "Halo, $nama! Email Anda adalah $email.";


Perlu diingat bahwa penggunaan $_POST dapat berpotensi menyebabkan kerentanan keamanan jika tidak dikelola dengan benar. Selalu lakukan validasi dan pembersihan data yang diterima sebelum menggunakannya dalam operasi lain, seperti menyimpan ke database atau menampilkan ke pengguna lain.

#sinau #php #belajar
Fungsi session() dalam PHP digunakan untuk mengelola sesi atau data yang berhubungan dengan pengguna selama mereka menjelajahi situs web Anda. Dengan menggunakan sesi, Anda dapat menyimpan informasi khusus pengguna, seperti nama, alamat email, preferensi, atau status login.

Fungsi session() dapat digunakan dalam beberapa cara yang berbeda:

1. Memulai Sesi: Anda dapat menggunakan session_start() untuk memulai sesi baru atau melanjutkan sesi yang sudah ada. Ini harus dipanggil di awal setiap halaman yang membutuhkan sesi.

2. Menyimpan Data Sesi: Anda dapat menyimpan data dalam sesi menggunakan sintaks $ _SESSION ['key'] = 'value';. Data yang disimpan dalam sesi akan tersedia di seluruh halaman yang terkait dengan sesi tersebut.

3. Mengakses Data Sesi: Anda dapat mengakses data sesi dengan menggunakan sintaks $ _SESSION ['key'];. Anda dapat menggunakan nilai yang disimpan dalam sesi untuk menampilkan informasi khusus pengguna atau melakukan operasi lain yang berkaitan dengan sesi tersebut.

4. Menghapus Data Sesi: Jika Anda ingin menghapus data spesifik dari sesi, Anda dapat menggunakan unset($_SESSION['key']);. Ini akan menghapus nilai yang terkait dengan kunci yang diberikan dari sesi.

5. Menghapus Seluruh Sesi: Untuk menghapus seluruh sesi dan data yang terkait dengan sesi tersebut, Anda dapat menggunakan session_destroy(). Namun, perlu diingat bahwa ini akan menghapus semua data sesi dari pengguna saat ini dan memulai sesi baru ketika halaman selanjutnya dimuat.

Dengan menggunakan fungsi session() dan fungsi terkait lainnya, Anda dapat mengelola dan menyimpan informasi pengguna secara efektif selama mereka menjelajahi situs web Anda. Ini berguna, misalnya, untuk menjaga keadaan login pengguna, menyimpan preferensi pengguna, atau melacak aktivitas pengguna di situs web Anda.

#sinau #php #belajar
Fungsi isset() pada PHP digunakan untuk memeriksa apakah sebuah variabel telah dideklarasikan dan memiliki nilai yang tidak null. Fungsi ini mengembalikan true jika variabel telah dideklarasikan dan memiliki nilai, dan false jika variabel belum dideklarasikan atau memiliki nilai null.

Berikut adalah sintaksis umum dari fungsi isset():

php
isset($variabel);


Contoh penggunaan isset():

php
$nama = "John Doe";

if (isset($nama)) {
echo "Variabel 'nama' telah dideklarasikan.";
} else {
echo "Variabel 'nama' belum dideklarasikan.";
}


Output:
Variabel 'nama' telah dideklarasikan.


Dalam contoh di atas, kita menggunakan isset() untuk memeriksa apakah variabel $nama telah dideklarasikan. Jika variabel tersebut telah dideklarasikan, maka pesan "Variabel 'nama' telah dideklarasikan." akan ditampilkan. Jika variabel belum dideklarasikan atau memiliki nilai null, maka pesan "Variabel 'nama' belum dideklarasikan." akan ditampilkan.

Fungsi isset() juga dapat digunakan untuk memeriksa apakah beberapa variabel telah dideklarasikan dalam satu kali pemanggilan fungsi:

php
if (isset($variabel1, $variabel2, $variabel3)) {
// Lakukan sesuatu jika semua variabel telah dideklarasikan
} else {
// Lakukan sesuatu jika salah satu variabel belum dideklarasikan
}


Dalam contoh di atas, isset() akan mengembalikan true jika semua variabel $variabel1, $variabel2, dan $variabel3 telah dideklarasikan dan memiliki nilai. Jika salah satu variabel belum dideklarasikan atau memiliki nilai null, maka isset() akan mengembalikan false.

#sinau #php #belajar