Forwarded from SALAFY PAPUA
TEMAN YANG BAIK DAN TEMAN YANG BURUK
Imam Malik rahimahullah berkata,
ุนููู ุจู ุฌุงูุณุฉ ู ู ูุฒูุฏ ูู ุนูู ู ูููููุ ููุฏุนูู ูุญุงู ุงูุขุฎุฑุฉ ูุนูููุ ูุฅูุงู ูู ุฌุงูุณุฉู ู ู ูุนูููููู ูููููุ ููุนูุจู ุฏููููุ ููุฏุนูู ุฅูู ุงูุฏููุง ูุนููู.
โHendaklah engkau duduk bersama orang yang ucapannya menambah ilmumu, dan perbuatannya mengajakmu kepada keadaan (kehidupan) akhirat.
Dan berhati-hatilah dari duduk bersama orang yang ucapannya hanya membuatmu sakit, agamanya membuatmu tercela, dan perbuatannya justru mengajakmu kepada dunia.โ
๐ Tartibul Madarik, I/180
https://t.me/Salafy_Papua
Imam Malik rahimahullah berkata,
ุนููู ุจู ุฌุงูุณุฉ ู ู ูุฒูุฏ ูู ุนูู ู ูููููุ ููุฏุนูู ูุญุงู ุงูุขุฎุฑุฉ ูุนูููุ ูุฅูุงู ูู ุฌุงูุณุฉู ู ู ูุนูููููู ูููููุ ููุนูุจู ุฏููููุ ููุฏุนูู ุฅูู ุงูุฏููุง ูุนููู.
โHendaklah engkau duduk bersama orang yang ucapannya menambah ilmumu, dan perbuatannya mengajakmu kepada keadaan (kehidupan) akhirat.
Dan berhati-hatilah dari duduk bersama orang yang ucapannya hanya membuatmu sakit, agamanya membuatmu tercela, dan perbuatannya justru mengajakmu kepada dunia.โ
๐ Tartibul Madarik, I/180
https://t.me/Salafy_Papua
Forwarded from SALAFY TABALONG
ALLAH TIDAK AKAN MENOLONG KITA JIKA ISLAM HANYA SEBATAS DI KARTU IDENTITAS
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata,
ููุช ุดุจุงุจูุง ูุนูู ูุนูุงู ุตุญูุญุง ุจุฃูู ูุง ูู ูู ุงูุฅูุชุตุงุฑ ุงูู ุทูู ุฅูุง ุจุงูุฅุณูุงู ุงูุญููููุ ูุง ุฅุณูุงู ุงููููุฉ ุจุงูุจุทุงูุฉ ุงูุดุฎุตูุฉ.
"Duhai kiranya para pemuda kita menyadari dengan pemahaman yang benar bahwa tidak mungkin meraih kemenangan yang mutlak kecuali dengan Islam yang sebenarnya, bukan Islam sebatas identitas pada kartu pribadi."
๐ Tafsir Surat al-Baqarah, I/170
https://t.me/salafytabalong
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata,
ููุช ุดุจุงุจูุง ูุนูู ูุนูุงู ุตุญูุญุง ุจุฃูู ูุง ูู ูู ุงูุฅูุชุตุงุฑ ุงูู ุทูู ุฅูุง ุจุงูุฅุณูุงู ุงูุญููููุ ูุง ุฅุณูุงู ุงููููุฉ ุจุงูุจุทุงูุฉ ุงูุดุฎุตูุฉ.
"Duhai kiranya para pemuda kita menyadari dengan pemahaman yang benar bahwa tidak mungkin meraih kemenangan yang mutlak kecuali dengan Islam yang sebenarnya, bukan Islam sebatas identitas pada kartu pribadi."
๐ Tafsir Surat al-Baqarah, I/170
https://t.me/salafytabalong
ุจุณู
ุงููู ุงูุฑุญู
ู ุงูุฑุญูู
โ๐ก๐
16 Zulkaidah 1447 H
SENIN, 4 Mei 2026
FAWAID SOLO
๐๐ก Menebar Fawaid Ilmiah Diatas Pemahaman Salaful Ummah
https://t.me/fawaidsolo
https://whatsapp.com/channel/0029VaExOnYKLaHrlawpdK3t
๐๐กโ
โ๐ก๐
16 Zulkaidah 1447 H
SENIN, 4 Mei 2026
FAWAID SOLO
๐๐ก Menebar Fawaid Ilmiah Diatas Pemahaman Salaful Ummah
https://t.me/fawaidsolo
https://whatsapp.com/channel/0029VaExOnYKLaHrlawpdK3t
๐๐กโ
Telegram
FAWAID SOLO
๐๐กMenebar Fawaid Ilmiah Diatas Pemahaman Salaful Ummah
https://t.me/fawaidsolo
Pembina: al Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin hafizhahullah
๐ฎEmail: abufarras125@gmail.com
https://t.me/fawaidsolo
Pembina: al Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin hafizhahullah
๐ฎEmail: abufarras125@gmail.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
WAJIBNYA SELALU MEMPERHATIKAN KEIKHLASAN DALAM SEMUA AMAL
....
๐๏ธ Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali rahimahullah
Saya berwasiat untuk diri saya sendiri dan untuk kalian agar ikhlas karena Allah pada semua ucapan dan perbuatan, sebagaimana Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman,
ููู ูุง ุฃูู ูุฑููุง ุฅููุง ููููุนูุจูุฏููุง ุงูููููู ู ูุฎูููุตูููู ูููู ุงูุฏููููู.
"Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar menyembah Allah dengan mengikhlaskan agama untuk-Nya."
(QS. Al-Bayyinah: 5)
Allah memerintahkan Nabi-Nya agar ikhlas, dan memerintahkan umat agar ikhlas. Dalil-dalil tentang itu banyak.
Tidak ada nilainya bagi amal apapun yang kosong dari keikhlasan, baik itu berupa shalat, puasa, zakat, haji, nasehat, dakwah atau mengajar.
Jika seorang hamba tidak bertujuan mengharapkan wajah Allah dengan mengerjakan amal-amal ini, maka kesudahannya adalah kerugian.
Kita berlindung kepada Allah darinya.
https://t.me/Salafy_Papua
....
๐๏ธ Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali rahimahullah
Saya berwasiat untuk diri saya sendiri dan untuk kalian agar ikhlas karena Allah pada semua ucapan dan perbuatan, sebagaimana Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman,
ููู ูุง ุฃูู ูุฑููุง ุฅููุง ููููุนูุจูุฏููุง ุงูููููู ู ูุฎูููุตูููู ูููู ุงูุฏููููู.
"Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar menyembah Allah dengan mengikhlaskan agama untuk-Nya."
(QS. Al-Bayyinah: 5)
Allah memerintahkan Nabi-Nya agar ikhlas, dan memerintahkan umat agar ikhlas. Dalil-dalil tentang itu banyak.
Tidak ada nilainya bagi amal apapun yang kosong dari keikhlasan, baik itu berupa shalat, puasa, zakat, haji, nasehat, dakwah atau mengajar.
Jika seorang hamba tidak bertujuan mengharapkan wajah Allah dengan mengerjakan amal-amal ini, maka kesudahannya adalah kerugian.
Kita berlindung kepada Allah darinya.
https://t.me/Salafy_Papua
Forwarded from Radio Syiar Islam
TERLENA: KETIKA IKHWAH & USTADZ MULAI SIBUK DENGAN DUNIA SEHINGGAโฆ
Al Ustadz Muhammad Afifuddin Hafizhahullah
๐๐๐ MUTIARA NASEHAT ASAATIDZAH
๐ฐ TERLENA: KETIKA IKHWAH & USTADZ MULAI SIBUK DENGAN DUNIA SEHINGGA LUPA DENGAN TARBIYAH DAN PERJUANGAN DAKWAHNYA
๐๏ธ Bersama:
Al Ustadz Muhammad Affifuddin As Sidawy ุญูุธู ุงููู
๐ Tap untuk mendengarkan:
https://t.me/syiarislam/6595
๐ Ikuti dan bagikan:
https://salafymagelang.com/channel
https://t.me/syarhussunnahlinnisa
๐ฐ TERLENA: KETIKA IKHWAH & USTADZ MULAI SIBUK DENGAN DUNIA SEHINGGA LUPA DENGAN TARBIYAH DAN PERJUANGAN DAKWAHNYA
๐๏ธ Bersama:
Al Ustadz Muhammad Affifuddin As Sidawy ุญูุธู ุงููู
๐ Tap untuk mendengarkan:
https://t.me/syiarislam/6595
๐ Ikuti dan bagikan:
https://salafymagelang.com/channel
https://t.me/syarhussunnahlinnisa
Forwarded from KAJIAN ISLAM SAMBON
Forwarded from SALAFY SOLO
RAMBU-RAMBU SYAR'I YANG BENAR DALAM MENJAUHI AHLI BID'AH
โขโขโขโข
๐๏ธ Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali rahimahullah
Pertanyaan:
Wahai Syaikh yang mulia, semoga Allah menjaga Anda, kami memperhatikan maraknya sikap saling menghajr (memutus hubungan) diantara ikhwah, yang mayoritasnya dilakukan tanpa rambu-rambu syariat yang benar. Maka apakah Anda berkenan untuk menjelaskan kaidah hajr syar'i yang benar?
Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.
Jawaban:
Salafus Shalih radhiyallahu 'anhum, sebagaimana diceritakan oleh al-Baghawi, Imam ash-Shabuni, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, dan lain-lain, mereka bersepakat untuk membenci ahli bid'ah, menghajr mereka, dan memboikot mereka. Lihat kembali ucapan ini dalam kitab I'tiqad Ahlis Sunnah karya Imam ash-Shabuni, dan kitab Syarhus Sunnah karya al-Baghawi di jilid pertama.
Beliau menukil setelah kalimat tersebut pendapat-pendapat dari Imam Malik dan imam-imam Islam lainnya bahwa ahli bidโah itu harus dijauhi. Tentu saja ini dilakukan setelah adanya nasihat kepada mereka, walaupun ulama Salaf tidak memberi batasan; jika suatu bidโah telah nyata pada seseorang, maka dia dihukumi sebagai ahli bidโah, barakallahu fik.
Namun keadaan telah sedikit berubah, Pemikiran orang-orang kini mulai tumpul, tabiat mereka mulai dingin, dan ada semacam kelemahan serta kerapuhan, wal'iyadzu billah. Kita butuh memberikan nasihat terlebih dahulu.
Bahkan Imam Ahmad pernah ditanya tentang seseorang yang bergaul dengan ahli bid'ah, apa yang harus dilakukan? Beliau menjawab, "Nasihati dia." Bagaimana jika dia menolak dan tetap bersikeras? Beliau menjawab, "Gabungkanlah dia dengannya!"
Jadi engkau menasihati orang yang bergaul dengan ahli bid'ah, atau mengambil ilmu dari mereka, atau membaca perkataan mereka. Jika dia menerima, alhamdulillah. Jika tidak, maka gabungkanlah dia dengan ahli bid'ah.
Kemudian setelah itu โsemoga Allah memberkahi kalianโ lakukanlah apa yang dilakukan oleh Salaf. Ibnu Taimiyyah berkata, "Sesuai dengan maslahat."
Saya ingatkan kalian bagaimana orang-orang menyalahgunakan perkataan Ibnu Taimiyyah ini. Ketika Ibnu Taimiyyah menyebutkan tentang memperhatikan maslahat dan mafsadat, apakah yang beliau maksud adalah maslahat bagi dirimu yang lemah, yang bisa saja terjerumus ke pelukan ahli bid'ah jika engkau bergaul dengan mereka?!
Apakah Ibnu Taimiyyah tidak memperhatikan maslahat para pemuda ini?
Mereka sekarang berpegang pada ucapan Ibnu Taimiyyah tentang pertimbangan maslahat dan mafsadat, namun mengabaikan maslahat para pemuda yang banyak dari mereka jatuh ke dalam pelukan ahli bid'ah.
Jadi kita wajib memperhatikan maslahat dan mafsadat, yang pertama kali harus diperhatikan adalah dirimu sendiri wahai pemuda.
Apakah termasuk kemaslahatan dirimu engkau bergaul dengan ahli bid'ah?! Atau kita menggunakan kaidah Saddudz Dzara'i (menutup jalan keburukan), dan menolak mafsadat lebih didahulukan atas usaha meraih maslahat?
Maksudnya tidak ada maslahat dalam bergaul dengan ahli bid'ah kecuali untuk engkau menasihati mereka dan menjelaskan kebenaran kepada mereka.
Adapun jika engkau duduk bersama mereka, tertawa-tawa, menjadikan mereka teman dekat, bahkan sampai pada tahap loyal terhadap mereka dan memusuhi Ahlus Sunnah, maka inilah kesesatan yang jauh yang banyak menimpa orang.
Maka setan menyeret mereka dengan tali "toleransi" dan tali "maslahat," sehingga akhirnya dia terjerumus ke pelukan bidโah dan berbalik menjadi musuh bebuyutan bagi Ahlu Sunnah.
Maka saya katakan:
Perhatikanlah maslahat dan mafsadat, namun wahai saudaraku, yang pertama kali yang harus engkau perhatikan adalah maslahat bagi dirimu sendiri. Sadarilah kapasitas dirimu dan seberapa jauh kekokohanmu di atas kebenaran dan penghormataanmu kepadanya.
Kemudian apa yang engkau inginkan dari bergaul dengan ahli bid'ah?! Apakah engkau ingin menasehati mereka atau ingin mengambil faedah dari mereka?!
Jika engkau ingin mengambil manfaat dari mereka, maka curigailah dirimu yang lemah dan menjauhlah dari mereka.
โขโขโขโข
๐๏ธ Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali rahimahullah
Pertanyaan:
Wahai Syaikh yang mulia, semoga Allah menjaga Anda, kami memperhatikan maraknya sikap saling menghajr (memutus hubungan) diantara ikhwah, yang mayoritasnya dilakukan tanpa rambu-rambu syariat yang benar. Maka apakah Anda berkenan untuk menjelaskan kaidah hajr syar'i yang benar?
Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.
Jawaban:
Salafus Shalih radhiyallahu 'anhum, sebagaimana diceritakan oleh al-Baghawi, Imam ash-Shabuni, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, dan lain-lain, mereka bersepakat untuk membenci ahli bid'ah, menghajr mereka, dan memboikot mereka. Lihat kembali ucapan ini dalam kitab I'tiqad Ahlis Sunnah karya Imam ash-Shabuni, dan kitab Syarhus Sunnah karya al-Baghawi di jilid pertama.
Beliau menukil setelah kalimat tersebut pendapat-pendapat dari Imam Malik dan imam-imam Islam lainnya bahwa ahli bidโah itu harus dijauhi. Tentu saja ini dilakukan setelah adanya nasihat kepada mereka, walaupun ulama Salaf tidak memberi batasan; jika suatu bidโah telah nyata pada seseorang, maka dia dihukumi sebagai ahli bidโah, barakallahu fik.
Namun keadaan telah sedikit berubah, Pemikiran orang-orang kini mulai tumpul, tabiat mereka mulai dingin, dan ada semacam kelemahan serta kerapuhan, wal'iyadzu billah. Kita butuh memberikan nasihat terlebih dahulu.
Bahkan Imam Ahmad pernah ditanya tentang seseorang yang bergaul dengan ahli bid'ah, apa yang harus dilakukan? Beliau menjawab, "Nasihati dia." Bagaimana jika dia menolak dan tetap bersikeras? Beliau menjawab, "Gabungkanlah dia dengannya!"
Jadi engkau menasihati orang yang bergaul dengan ahli bid'ah, atau mengambil ilmu dari mereka, atau membaca perkataan mereka. Jika dia menerima, alhamdulillah. Jika tidak, maka gabungkanlah dia dengan ahli bid'ah.
Kemudian setelah itu โsemoga Allah memberkahi kalianโ lakukanlah apa yang dilakukan oleh Salaf. Ibnu Taimiyyah berkata, "Sesuai dengan maslahat."
Saya ingatkan kalian bagaimana orang-orang menyalahgunakan perkataan Ibnu Taimiyyah ini. Ketika Ibnu Taimiyyah menyebutkan tentang memperhatikan maslahat dan mafsadat, apakah yang beliau maksud adalah maslahat bagi dirimu yang lemah, yang bisa saja terjerumus ke pelukan ahli bid'ah jika engkau bergaul dengan mereka?!
Apakah Ibnu Taimiyyah tidak memperhatikan maslahat para pemuda ini?
Mereka sekarang berpegang pada ucapan Ibnu Taimiyyah tentang pertimbangan maslahat dan mafsadat, namun mengabaikan maslahat para pemuda yang banyak dari mereka jatuh ke dalam pelukan ahli bid'ah.
Jadi kita wajib memperhatikan maslahat dan mafsadat, yang pertama kali harus diperhatikan adalah dirimu sendiri wahai pemuda.
Apakah termasuk kemaslahatan dirimu engkau bergaul dengan ahli bid'ah?! Atau kita menggunakan kaidah Saddudz Dzara'i (menutup jalan keburukan), dan menolak mafsadat lebih didahulukan atas usaha meraih maslahat?
Maksudnya tidak ada maslahat dalam bergaul dengan ahli bid'ah kecuali untuk engkau menasihati mereka dan menjelaskan kebenaran kepada mereka.
Adapun jika engkau duduk bersama mereka, tertawa-tawa, menjadikan mereka teman dekat, bahkan sampai pada tahap loyal terhadap mereka dan memusuhi Ahlus Sunnah, maka inilah kesesatan yang jauh yang banyak menimpa orang.
Maka setan menyeret mereka dengan tali "toleransi" dan tali "maslahat," sehingga akhirnya dia terjerumus ke pelukan bidโah dan berbalik menjadi musuh bebuyutan bagi Ahlu Sunnah.
Maka saya katakan:
Perhatikanlah maslahat dan mafsadat, namun wahai saudaraku, yang pertama kali yang harus engkau perhatikan adalah maslahat bagi dirimu sendiri. Sadarilah kapasitas dirimu dan seberapa jauh kekokohanmu di atas kebenaran dan penghormataanmu kepadanya.
Kemudian apa yang engkau inginkan dari bergaul dengan ahli bid'ah?! Apakah engkau ingin menasehati mereka atau ingin mengambil faedah dari mereka?!
Jika engkau ingin mengambil manfaat dari mereka, maka curigailah dirimu yang lemah dan menjauhlah dari mereka.
YouTube
ุถูุงุจุท ุงููุฌุฑ ุงูุดุฑุนู ุงูุตุญูุญ / ุงูุนูุงู
ุฉ ุฑุจูุน ุจู ูุงุฏู ุงูู
ุฏุฎูู ุญูุธู ุงููู
.
๐ ุถูุงุจุท ุงููุฌุฑ ุงูุดุฑุนู ุงูุตุญูุญ
โช๏ธ ููุดูุฎ ุงูุนูุงู ุฉ ุงูุฅู ุงู :
๐ ุฑุจูุน ุจู ูุงุฏู ุงูู ุฏุฎูู ุญูุธู ุงููู
๐ฒ
๐ฎ
๐ ุถูุงุจุท ุงููุฌุฑ ุงูุดุฑุนู ุงูุตุญูุญ
โช๏ธ ููุดูุฎ ุงูุนูุงู ุฉ ุงูุฅู ุงู :
๐ ุฑุจูุน ุจู ูุงุฏู ุงูู ุฏุฎูู ุญูุธู ุงููู
๐ฒ
๐ฎ
Forwarded from SALAFY SOLO
Namun jika engkau merasa memiliki kemampuan dan kekuatan untuk menasihati mereka, mempengaruhi mereka, dan mengembalikan mereka ke jalan yang benar, maka bergaullah dengan mereka dengan dasar ini, yaitu hanya untuk menasihati secara sembunyi maupun terang-terangan, bukan untuk tertawa, makan, minum, atau hal lain yang membuat Allah Tabaraka Ta'ala murka, atau hal-hal yang menyebabkannmu jatuh ke dalam kesesatan dan bidโah.
Menjauhi ahli bidโah adalah prinsip mendasar di kalangan Ahlus Sunnah yang senantiasa mereka jalankan.
Ibnu Taimiyyah memang berpendapat untuk mempertimbangkan maslahat dan mafsadat, tetapi hal ini disalahgunakan oleh orang-orang yang ingin menyeret pemuda umat ini โyang diharapkan Allah dapat membela Islam dan mengangkat kemuliaan kaum Musliminโ mereka ingin menyeret para pemuda ke arah ahli bidโah, lalu menggunakan kaidah ini dengan seburuk-buruknya penyalahgunaan.
Akibatnya, banyak orang terjatuh ke pelukan ahli bidโah dan menjadi korban mereka dengan alasan "menimbang maslahat" yang sebenarnya mereka tidak paham cara menimbangnya, dan mengabaikan maslahat orang yang lemah (ilmunya) ini yang justru mendorongnya ke jurang bidโah dan kesesatan.
Banyak yang telah terjatuh padanya karena sebab ini, dan juga karena kaidah kedua mereka, "Kami membaca kitab ahli bidโah atau kitab para pemikir; apa yang benar kami ambil, dan apa yang batil kami tinggalkan."
Datanglah orang lemah ilmunya ini, yang tidak punya latar belakang (ilmu) yang benar, tidak punya pemahaman tentang manhaj Salaf, tidak paham rambu-rambu, kaidah, dan prinsip-prinsip para Salaf. Dia dangkal ilmunya, masih di awal jalan, dia pergi membaca padahal dia tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang batil. Akhirnya, dia mengambil yang batil karena dia kira benar, dan menolak yang benar karena dia kira batil, dan begitulah akhirnya dia binasa.
Seorang penuntut ilmu juga harus waspada terhadap kitab-kitab ahli bid'ah dan kitab-kitab yang mengandung syubhat dan fitnah sampai dia kokoh di atas manhaj Salaf.
Jika dia merasa dalam dirinya memiliki kedewasaan, kekuatan, dan kemampuan untuk menelaah buku-buku tersebut, membantah kebatilan di dalamnya, dan menyuguhkan bantahan ini demi membela umat, maka silakan.
Namun jika dia merasa dalam dirinya ada kelemahan, betapapun tinggi ilmunya, maka jangan mendekati buku-buku itu, karena kami telah banyak membuktikan dahulu dan sekarang ada orang yang tertipu oleh buku-buku ahli bid'ah atau sosok ahli bid'ah lalu akhirnya jatuh ke dalam kubangan bid'ah.
Sejarah menjadi saksi atas hal ini. Abu Dzar al-Harawi dahulunya adalah seorang ahli hadits, lalu ada seseorang yang memuji salah satu imam Asy'ariyah, maka dia pun condong kepadanya dan akhirnya tersesat.
Abdur Razzaq ash-Shan'ani terperdaya oleh Ja'far bin Sulaiman adh-Dhuba'i sehingga membuatnya terjatuh ke dalam pemahaman Syiah.
Masih banyak contoh lain yang tidak ingin saya sebutkan namanya agar tidak melukai perasaan mereka; mereka berjalan bersama ahli bidโah lalu akhirnya jatuh ke pelukan mereka dan menjadi tentara mereka.
Jadi jika engkau menyadari kadar dirimu dan merasa memiliki kedewasaan seperti ucapanmu, memiliki kekuatan dan kemampuan untuk menghancurkan kebatilan, maka bacalah untuk memberikan manfaat kepada umat.
Jangan membaca buku-buku ahli bid'ah untuk mendapatkan faedah, karena kebenaran itu sudah ada dalam kitab-kitab Ahlus Sunnah wal Jama'ah! Waktu kita tidak cukup untuk mempelajari kitab-kitab Ahlus Sunnah, kapan lagi ada waktu luang hingga kita butuh untuk membaca buku-buku para pembawa syubhat dan orang-orang sesat, sementara kita belum mempelajari sepersepuluh dari kitab-kitab Salafus Shalih yang menjelaskan Kitabullah, Sunnah Rasul, dan manhaj Salafus Shalih.
๐ Sumber: https://youtu.be/9spBdZGpdAs?si=k7P0Sfk1PIfCGqQm
https://t.me/salafysolo
Menjauhi ahli bidโah adalah prinsip mendasar di kalangan Ahlus Sunnah yang senantiasa mereka jalankan.
Ibnu Taimiyyah memang berpendapat untuk mempertimbangkan maslahat dan mafsadat, tetapi hal ini disalahgunakan oleh orang-orang yang ingin menyeret pemuda umat ini โyang diharapkan Allah dapat membela Islam dan mengangkat kemuliaan kaum Musliminโ mereka ingin menyeret para pemuda ke arah ahli bidโah, lalu menggunakan kaidah ini dengan seburuk-buruknya penyalahgunaan.
Akibatnya, banyak orang terjatuh ke pelukan ahli bidโah dan menjadi korban mereka dengan alasan "menimbang maslahat" yang sebenarnya mereka tidak paham cara menimbangnya, dan mengabaikan maslahat orang yang lemah (ilmunya) ini yang justru mendorongnya ke jurang bidโah dan kesesatan.
Banyak yang telah terjatuh padanya karena sebab ini, dan juga karena kaidah kedua mereka, "Kami membaca kitab ahli bidโah atau kitab para pemikir; apa yang benar kami ambil, dan apa yang batil kami tinggalkan."
Datanglah orang lemah ilmunya ini, yang tidak punya latar belakang (ilmu) yang benar, tidak punya pemahaman tentang manhaj Salaf, tidak paham rambu-rambu, kaidah, dan prinsip-prinsip para Salaf. Dia dangkal ilmunya, masih di awal jalan, dia pergi membaca padahal dia tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang batil. Akhirnya, dia mengambil yang batil karena dia kira benar, dan menolak yang benar karena dia kira batil, dan begitulah akhirnya dia binasa.
Seorang penuntut ilmu juga harus waspada terhadap kitab-kitab ahli bid'ah dan kitab-kitab yang mengandung syubhat dan fitnah sampai dia kokoh di atas manhaj Salaf.
Jika dia merasa dalam dirinya memiliki kedewasaan, kekuatan, dan kemampuan untuk menelaah buku-buku tersebut, membantah kebatilan di dalamnya, dan menyuguhkan bantahan ini demi membela umat, maka silakan.
Namun jika dia merasa dalam dirinya ada kelemahan, betapapun tinggi ilmunya, maka jangan mendekati buku-buku itu, karena kami telah banyak membuktikan dahulu dan sekarang ada orang yang tertipu oleh buku-buku ahli bid'ah atau sosok ahli bid'ah lalu akhirnya jatuh ke dalam kubangan bid'ah.
Sejarah menjadi saksi atas hal ini. Abu Dzar al-Harawi dahulunya adalah seorang ahli hadits, lalu ada seseorang yang memuji salah satu imam Asy'ariyah, maka dia pun condong kepadanya dan akhirnya tersesat.
Abdur Razzaq ash-Shan'ani terperdaya oleh Ja'far bin Sulaiman adh-Dhuba'i sehingga membuatnya terjatuh ke dalam pemahaman Syiah.
Masih banyak contoh lain yang tidak ingin saya sebutkan namanya agar tidak melukai perasaan mereka; mereka berjalan bersama ahli bidโah lalu akhirnya jatuh ke pelukan mereka dan menjadi tentara mereka.
Jadi jika engkau menyadari kadar dirimu dan merasa memiliki kedewasaan seperti ucapanmu, memiliki kekuatan dan kemampuan untuk menghancurkan kebatilan, maka bacalah untuk memberikan manfaat kepada umat.
Jangan membaca buku-buku ahli bid'ah untuk mendapatkan faedah, karena kebenaran itu sudah ada dalam kitab-kitab Ahlus Sunnah wal Jama'ah! Waktu kita tidak cukup untuk mempelajari kitab-kitab Ahlus Sunnah, kapan lagi ada waktu luang hingga kita butuh untuk membaca buku-buku para pembawa syubhat dan orang-orang sesat, sementara kita belum mempelajari sepersepuluh dari kitab-kitab Salafus Shalih yang menjelaskan Kitabullah, Sunnah Rasul, dan manhaj Salafus Shalih.
๐ Sumber: https://youtu.be/9spBdZGpdAs?si=k7P0Sfk1PIfCGqQm
https://t.me/salafysolo
YouTube
ุถูุงุจุท ุงููุฌุฑ ุงูุดุฑุนู ุงูุตุญูุญ / ุงูุนูุงู
ุฉ ุฑุจูุน ุจู ูุงุฏู ุงูู
ุฏุฎูู ุญูุธู ุงููู
.
๐ ุถูุงุจุท ุงููุฌุฑ ุงูุดุฑุนู ุงูุตุญูุญ
โช๏ธ ููุดูุฎ ุงูุนูุงู ุฉ ุงูุฅู ุงู :
๐ ุฑุจูุน ุจู ูุงุฏู ุงูู ุฏุฎูู ุญูุธู ุงููู
๐ฒ
๐ฎ
๐ ุถูุงุจุท ุงููุฌุฑ ุงูุดุฑุนู ุงูุตุญูุญ
โช๏ธ ููุดูุฎ ุงูุนูุงู ุฉ ุงูุฅู ุงู :
๐ ุฑุจูุน ุจู ูุงุฏู ุงูู ุฏุฎูู ุญูุธู ุงููู
๐ฒ
๐ฎ
ุจุณู
ุงููู ุงูุฑุญู
ู ุงูุฑุญูู
โ๐ก๐
17 Zulkaidah 1447 H
SELASA, 5 Mei 2026
FAWAID SOLO
๐๐ก Menebar Fawaid Ilmiah Diatas Pemahaman Salaful Ummah
https://t.me/fawaidsolo
https://whatsapp.com/channel/0029VaExOnYKLaHrlawpdK3t
๐๐กโ
โ๐ก๐
17 Zulkaidah 1447 H
SELASA, 5 Mei 2026
FAWAID SOLO
๐๐ก Menebar Fawaid Ilmiah Diatas Pemahaman Salaful Ummah
https://t.me/fawaidsolo
https://whatsapp.com/channel/0029VaExOnYKLaHrlawpdK3t
๐๐กโ
Telegram
FAWAID SOLO
๐๐กMenebar Fawaid Ilmiah Diatas Pemahaman Salaful Ummah
https://t.me/fawaidsolo
Pembina: al Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin hafizhahullah
๐ฎEmail: abufarras125@gmail.com
https://t.me/fawaidsolo
Pembina: al Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin hafizhahullah
๐ฎEmail: abufarras125@gmail.com
Forwarded from SALAFY PAPUA
MEMIHAK SIAPAKAH YANG PALING MENGUNTUNGKAN?
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
ูู ูู ุงูุฌุงูุจ ุงูุฐู ูููู ููู ุงููู ูุฑุณููู ๏ทบุ ูุฅู ูุงู ุงููุงุณ ูููู ูู ุงูุฌุงูุจ ุงูุขุฎุฑุ ูุฅู ูุฐูู ุนูุงูุจ ูู ุฃุญู ุฏ ุงูุนูุงูุจ ูุฃูุถููุงุ ูููุณ ููุนุจุฏ ุฃููุน ู ู ุฐูู ูู ุฏููุงู ูุจู ุขุฎุฑุชู.
"Jadilah engkau berada di pihak yang padanya ada Allah dan Rasul-Nya ๏ทบ, walaupun manusia semuanya berada di pihak yang lain. Karena sesungguhnya hal itu memiliki kesudahan yang paling terpuji dan paling utama. Dan tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba dibandingkan dengan itu dalam urusan dunianya sebelum akhiratnya."
๐ Al-Fawaid, hlm. 167
https://t.me/Salafy_Papua
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
ูู ูู ุงูุฌุงูุจ ุงูุฐู ูููู ููู ุงููู ูุฑุณููู ๏ทบุ ูุฅู ูุงู ุงููุงุณ ูููู ูู ุงูุฌุงูุจ ุงูุขุฎุฑุ ูุฅู ูุฐูู ุนูุงูุจ ูู ุฃุญู ุฏ ุงูุนูุงูุจ ูุฃูุถููุงุ ูููุณ ููุนุจุฏ ุฃููุน ู ู ุฐูู ูู ุฏููุงู ูุจู ุขุฎุฑุชู.
"Jadilah engkau berada di pihak yang padanya ada Allah dan Rasul-Nya ๏ทบ, walaupun manusia semuanya berada di pihak yang lain. Karena sesungguhnya hal itu memiliki kesudahan yang paling terpuji dan paling utama. Dan tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba dibandingkan dengan itu dalam urusan dunianya sebelum akhiratnya."
๐ Al-Fawaid, hlm. 167
https://t.me/Salafy_Papua
HUKUM ORANG YANG MATI DALAM KEADAAN MEYAKINI BAHWA ALLAH BERADA DI MANA-MANA
========
๐๏ธMufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Orang yang meninggal di atas keyakinan bahwa Allah berada di semua tempat, namun dia tetap menjaga shalatnya dan kewajiban-kewajiban lainnya, maka apakah dikatakan bahwa dia termasuk penghuni surga atau penghuni neraka?
Jawaban:
Perkaranya dikembalikan kepada Allah. Namun dia bersandar pada takwil (penafsiran yang salah), taqlid, dan hal-hal yang dia sangka benar. Adapun jika dia melakukannya dengan sengaja (menyimpang), maka dia kafir. Tetapi bisa jadi dia tidak sengaja, dia hanya menyangka bahwa orang-orang sebelum dirinya dan para pendahulunya berada di atas kebenaran karena mereka adalah para ulama. Demikian pula dia menakwil ayat-ayat dan mengira bahwa hal itu benar. Allah lebih mengetahui, perkara ini dikembalikan kepada Allah Azza wa Jalla
๐ Sumber: https://youtu.be/hmOLeCtolz4?si=cPU2d1CE0jgZo7D3
https://t.me/fawaidsolo
https://whatsapp.com/channel/0029VaExOnYKLaHrlawpdK3t
โโโโโโโโ
========
๐๏ธMufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Orang yang meninggal di atas keyakinan bahwa Allah berada di semua tempat, namun dia tetap menjaga shalatnya dan kewajiban-kewajiban lainnya, maka apakah dikatakan bahwa dia termasuk penghuni surga atau penghuni neraka?
Jawaban:
Perkaranya dikembalikan kepada Allah. Namun dia bersandar pada takwil (penafsiran yang salah), taqlid, dan hal-hal yang dia sangka benar. Adapun jika dia melakukannya dengan sengaja (menyimpang), maka dia kafir. Tetapi bisa jadi dia tidak sengaja, dia hanya menyangka bahwa orang-orang sebelum dirinya dan para pendahulunya berada di atas kebenaran karena mereka adalah para ulama. Demikian pula dia menakwil ayat-ayat dan mengira bahwa hal itu benar. Allah lebih mengetahui, perkara ini dikembalikan kepada Allah Azza wa Jalla
๐ Sumber: https://youtu.be/hmOLeCtolz4?si=cPU2d1CE0jgZo7D3
https://t.me/fawaidsolo
https://whatsapp.com/channel/0029VaExOnYKLaHrlawpdK3t
โโโโโโโโ
YouTube
[3436/2628] ุญูู
ู
ู ู
ุงุช ุนูู ุนููุฏุฉ ุฃู ุงููู ูู ูู ู
ูุงู ู
ุน ู
ุญุงูุธุชู ุนูู ุงูุตูุงุฉ ูุงููุฑุงุฆุถ - ุตุงูุญ ุงูููุฒุงู
ุงูุณุคุงู: ู
ูู ู
ุงุชู ุนูู ุนููุฏุฉู ุฃู ุงูููู ูู ูููู ู
ูุงูู ููู ูู ููุณูู ู
ุญุงูุธู ุนูู ุตููุงุชูู ูุงููุฑุงุฆุถู ุงูุฃุฎุฑูุ ููู ูููุงูู: ุฅูู ู
ู ุฃููู ุงูุฌูุฉู ุฃู
ู
ู ุฃููู ุงููุงุฑูุ
ุงูุฌูููุงุจู: ุฃู ุฑู ุฅูู ุงูููุ ููู ูู ู ุนุชู ุฏ ุนูู ุงูุชุฃููู ูุนูู ุงูุชูููุฏ ูุนูู ุฃู ูุฑ ุธููุง ุตุญูุญุฉุ ุฃู ุง ุฅุฐุง ูุงู ู ุชุนู ุฏุงโฆ
ุงูุฌูููุงุจู: ุฃู ุฑู ุฅูู ุงูููุ ููู ูู ู ุนุชู ุฏ ุนูู ุงูุชุฃููู ูุนูู ุงูุชูููุฏ ูุนูู ุฃู ูุฑ ุธููุง ุตุญูุญุฉุ ุฃู ุง ุฅุฐุง ูุงู ู ุชุนู ุฏุงโฆ
ุจุณู
ุงููู ุงูุฑุญู
ู ุงูุฑุญูู
โ๐ก๐
18 Zulkaidah 1447 H
RABU, 6 Mei 2026
FAWAID SOLO
๐๐ก Menebar Fawaid Ilmiah Diatas Pemahaman Salaful Ummah
https://t.me/fawaidsolo
https://whatsapp.com/channel/0029VaExOnYKLaHrlawpdK3t
๐๐กโ
โ๐ก๐
18 Zulkaidah 1447 H
RABU, 6 Mei 2026
FAWAID SOLO
๐๐ก Menebar Fawaid Ilmiah Diatas Pemahaman Salaful Ummah
https://t.me/fawaidsolo
https://whatsapp.com/channel/0029VaExOnYKLaHrlawpdK3t
๐๐กโ
Telegram
FAWAID SOLO
๐๐กMenebar Fawaid Ilmiah Diatas Pemahaman Salaful Ummah
https://t.me/fawaidsolo
Pembina: al Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin hafizhahullah
๐ฎEmail: abufarras125@gmail.com
https://t.me/fawaidsolo
Pembina: al Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin hafizhahullah
๐ฎEmail: abufarras125@gmail.com
Forwarded from SALAFY PAPUA
MENINGGALKAN YANG HARAM LEBIH UTAMA DIBANDINGKAN SEDEKAH YANG BESAR
Malik bin Dinar rahimahullah berkata,
ูุฃู ูุชุฑู ุงูุฑุฌู ุฏุฑูู ุง ุญุฑุงู ุง ุฎูุฑ ูู ู ู ุฃู ูุชุตุฏู ุจู ุฆุฉ ุฃูู ุฏุฑูู .
"Sungguh seseorang meninggalkan satu dirham yang haram lebih baik baginya dibandingkan dia bersedekah dengan seratus ribu dirham."
๐ Al-Mujalasah wa Jawahirul 'Ilmi, V/125
https://t.me/Salafy_Papua
Malik bin Dinar rahimahullah berkata,
ูุฃู ูุชุฑู ุงูุฑุฌู ุฏุฑูู ุง ุญุฑุงู ุง ุฎูุฑ ูู ู ู ุฃู ูุชุตุฏู ุจู ุฆุฉ ุฃูู ุฏุฑูู .
"Sungguh seseorang meninggalkan satu dirham yang haram lebih baik baginya dibandingkan dia bersedekah dengan seratus ribu dirham."
๐ Al-Mujalasah wa Jawahirul 'Ilmi, V/125
https://t.me/Salafy_Papua
HUKUM BERDIRI KETIKA SEORANG ULAMA MASUK MAJELIS DAN KELUAR DARINYA UNTUK MENGHORMATINYA
========
๐๏ธMufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Ketika seorang ulama masuk ke dalam suatu majelis, orang-orang yang ada di majelis itu berdiri sebagai bentuk penghormatan kepadanya, demikian juga ketika dia keluar dari majelis, mereka juga berdiri, (bagaimana hukumnya)?
Jawaban:
Tidak, hal itu tidak tepat. Mereka berdiri untuk mengucapkan salam kepadanya tidak mengapa, untuk mengucapkan salam kepadanya tidak mengapa. Adapun mereka berdiri hanya untuk menghormati saja, maka tidak boleh.
๐ Sumber: https://youtu.be/op0E1zPGBKk?si=8uHWvj3b5PT3D1EM
https://t.me/fawaidsolo
https://whatsapp.com/channel/0029VaExOnYKLaHrlawpdK3t
โโโโโโโโ
========
๐๏ธMufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Ketika seorang ulama masuk ke dalam suatu majelis, orang-orang yang ada di majelis itu berdiri sebagai bentuk penghormatan kepadanya, demikian juga ketika dia keluar dari majelis, mereka juga berdiri, (bagaimana hukumnya)?
Jawaban:
Tidak, hal itu tidak tepat. Mereka berdiri untuk mengucapkan salam kepadanya tidak mengapa, untuk mengucapkan salam kepadanya tidak mengapa. Adapun mereka berdiri hanya untuk menghormati saja, maka tidak boleh.
๐ Sumber: https://youtu.be/op0E1zPGBKk?si=8uHWvj3b5PT3D1EM
https://t.me/fawaidsolo
https://whatsapp.com/channel/0029VaExOnYKLaHrlawpdK3t
โโโโโโโโ
YouTube
[3436/3217] ุญูู
ููุงู
ุฃูู ุงูู
ุฌูุณ ููุนุงููู
ุนูุฏ ุฏุฎููู ูุฎุฑูุฌู ุงุญุชุฑุงู
ูุง ูู - ุงูุดูุฎ ุตุงูุญ ุงูููุฒุงู
ุงูุณุคุงู: ุนูููุฏู ุฏูุฎูููู ุนูุงููู
ู ุฅูููู ู
ูุฌูููุณู ููุฅูููู ุงูููุฐูููู ููู ุงูู
ูุฌูููุณู ูููููู
ูููู ุงุญูุชูุฑูุงู
ูุง ูููู ููููุฐููููู ุนูููุฏู ุฎูุฑููุฌููู ู
ููู ุงูู
ูุฌูููุณู ูููููู
ููููุ
ุงูุฌูููุงุจู: ูุงุ ูุฐุง ู ุง ูุตูุญุ ูููู ูู ููุณูู ูุง ุนููู ู ุง ูู ุจุฃุณุ ููุณูู ูุง ุนููู ู ุง ูู ุจุฃุณุ ุฃู ุง ูููู ููโฆ
ุงูุฌูููุงุจู: ูุงุ ูุฐุง ู ุง ูุตูุญุ ูููู ูู ููุณูู ูุง ุนููู ู ุง ูู ุจุฃุณุ ููุณูู ูุง ุนููู ู ุง ูู ุจุฃุณุ ุฃู ุง ูููู ููโฆ