Forwarded from Catatan tertinggal
ㅤHi Hi Hiiiiii, aku potong dulu sebentar buat konten ya. Gimana nih kabarnya mendengar besok hari Senin? Selamat beraktivitas kembali, pasti kangen juga kan sama temen-temen di sekolah setelah liburr.
ㅤMalam ini Anaka mau bagi rekomendasi buku fiksi yang latarnya perjuangan. Kebetulan belakangan ini Laut Bercerita lagi booming banget, sinii ngumpul kita cek bareng-bareng.
🦫. #KONTENSAO
ㅤMalam ini Anaka mau bagi rekomendasi buku fiksi yang latarnya perjuangan. Kebetulan belakangan ini Laut Bercerita lagi booming banget, sinii ngumpul kita cek bareng-bareng.
🦫. #KONTENSAO
36393774.jpg
121.9 KB
Untuk awalan, seperti yang sudah disebutkan tadi kita ambil dulu nih yang lagi terkenal dan semua orang rata-rata tahulahh.
Judulnya Laut Bercerita, buku yang ditulis oleh Leila S. Chudori ini mengangkat kisah perjuangan para pemuda pemudi di era orde baru untuk menegakkan demokrasi di zaman itu. Berbagai kisahnya mulai dari cinta, pengkhianatan hingga isu sosial buat emosi bercampur aduk seakan pembaca merasakan lika-liku yang dihadapi para tokohnya, terutama Biru Laut yang menjadi sudut pandang utama dalam buku ini.
Kata-katanya yang dikemas dengan sederhana tetap mampu menyentil pembaca hingga melekat dipikiran. "Pengkhianatan ada di mana-mana, bahkan di depan hidung kita, Laut. Kita tidak pernah tahu dorongan setiap orang untuk berkhianat: bisa saja duit, kekuasaan, dendam, atau sekadar rasa takut dan tekanan penguasa".
Judulnya Laut Bercerita, buku yang ditulis oleh Leila S. Chudori ini mengangkat kisah perjuangan para pemuda pemudi di era orde baru untuk menegakkan demokrasi di zaman itu. Berbagai kisahnya mulai dari cinta, pengkhianatan hingga isu sosial buat emosi bercampur aduk seakan pembaca merasakan lika-liku yang dihadapi para tokohnya, terutama Biru Laut yang menjadi sudut pandang utama dalam buku ini.
Kata-katanya yang dikemas dengan sederhana tetap mampu menyentil pembaca hingga melekat dipikiran. "Pengkhianatan ada di mana-mana, bahkan di depan hidung kita, Laut. Kita tidak pernah tahu dorongan setiap orang untuk berkhianat: bisa saja duit, kekuasaan, dendam, atau sekadar rasa takut dan tekanan penguasa".
1025834.jpg
41.8 KB
Yang kedua ini ada Saksi Mata (kumpulan cerpen) karya Seno Gumira Ajidarma. Kebetulan aku lagi baca buku yang satu ini, beneran dehh bahasa lebih mudah dimengerti dan biasanya gak gantung.
Mengambil latar Timor Leste, Saksi Mata adalah bacaan yang tepat untukmu yang ingin mengetahui gambaran sejarah Indonesia secara singkat. Tertuama mengenai konflik yang berada di Timor Timur atau Konflik Dili.
"Barangkali memang belum waktunya bagi kita untuk merasa bahagia. Rupa-rupanya bumi ini memang sudah bukan rumah kita lagi", ini kutipan dari cerpen favorit aku di buku Saksi Mata.
Mengambil latar Timor Leste, Saksi Mata adalah bacaan yang tepat untukmu yang ingin mengetahui gambaran sejarah Indonesia secara singkat. Tertuama mengenai konflik yang berada di Timor Timur atau Konflik Dili.
"Barangkali memang belum waktunya bagi kita untuk merasa bahagia. Rupa-rupanya bumi ini memang sudah bukan rumah kita lagi", ini kutipan dari cerpen favorit aku di buku Saksi Mata.
15995172.jpg
29 KB
Ketiga aku ambil Amba karya Laksmi Pamuntjak, baru kali ini aku denger nama penulisnya dan Amba ini juga jadi salah satu novel yang patut untuk dibaca.
Buku ini menggambarkan situasi yang menegangkan saat kedua tokoh Amba dan Bhisma menghadapi kekerasan politik pada persitiwa G30S 1965.
Dibumbui dengan kisah cinta buat novel ini tak hanya menceritakan sejarah Indonesia pada masa itu, tapi juga cerita romansa yang mendebarkan dan sayang untuk dilewatkan.
Buku ini menggambarkan situasi yang menegangkan saat kedua tokoh Amba dan Bhisma menghadapi kekerasan politik pada persitiwa G30S 1965.
Dibumbui dengan kisah cinta buat novel ini tak hanya menceritakan sejarah Indonesia pada masa itu, tapi juga cerita romansa yang mendebarkan dan sayang untuk dilewatkan.
13487229.jpg
78.3 KB
Buku terakhir ini karya Ratih Kumala yaitu Gadis Kretek. Rencananya aku mau baca buku ini setelah Saksi Mata beres.
Masih bertema sejarah Indonesia, si penulis yang menggambarkan lika-liku industri kretek pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Dibumbui dengan berbagai kisah cinta, pengkhianatan dan rahasia di dalam keluarga, buku ini membangunkan emosi kala dibaca.
Menyinggung beberapa tempat di pulau Jawa, Gadis Kretek bisa jadi salah satu teman bacaan saat merayakan 17 Agustus nanti.
Masih bertema sejarah Indonesia, si penulis yang menggambarkan lika-liku industri kretek pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Dibumbui dengan berbagai kisah cinta, pengkhianatan dan rahasia di dalam keluarga, buku ini membangunkan emosi kala dibaca.
Menyinggung beberapa tempat di pulau Jawa, Gadis Kretek bisa jadi salah satu teman bacaan saat merayakan 17 Agustus nanti.
ㅤThat's it for tonight! Masih banyaakk banget buku yang mau aku rekomendasiin buat kalian tapi nanti kemaleman, kalau kalian tertarik sama pembicaraan yang buku-buku gini dan mau dilanjut ke roomchat jangan sungkan ya.
ㅤOkayy, sampai nanti lagi Anaka undur diri dulu. Jangan lupa jaga kesehatan, makan dan minum yang sehat juga istirahat yang cukup. Semoga buku-bukunya menarik, byee! 👏👋
🦫. #KONTENSAO
ㅤOkayy, sampai nanti lagi Anaka undur diri dulu. Jangan lupa jaga kesehatan, makan dan minum yang sehat juga istirahat yang cukup. Semoga buku-bukunya menarik, byee! 👏👋
🦫. #KONTENSAO
📻 I believe that everything has to
start with an introduction, right? Well
let me start, this girl who likes Circus books by Andrea Hirata is definitely Anaka Djaraki. Not many know me
but —hopefully everyone is grateful to meet me including you.
start with an introduction, right? Well
let me start, this girl who likes Circus books by Andrea Hirata is definitely Anaka Djaraki. Not many know me
but —hopefully everyone is grateful to meet me including you.
🎬. Semua konten di dalam saluran ini jika berupa tulisan adalah karya saya sendiri, dan jika berupa gambar bersumber dari sosial media. Tolong pengertiannya untuk tidak menyalin
dan menggunakan tulisan saya.
—Anaka @evaniscence.
dan menggunakan tulisan saya.
—Anaka @evaniscence.