Forwarded from Tangkap suara
ㅤ @pradivthazeea
ㅤZea, aku gak ingat kalau kamu orang yang puitis dan pintar merangkai kata. Kanalmu penuh aura galau, padahal kalau berbincang gaul abiss.
ㅤZea, aku gak ingat kalau kamu orang yang puitis dan pintar merangkai kata. Kanalmu penuh aura galau, padahal kalau berbincang gaul abiss.
Forwarded from Tangkap suara
ㅤ @Twisely
ㅤSebagai moots dan teman kamu ini orangnya memang kaku dan menjaga perilaku. Aku jarang lihat kamu ngobrol di kanal, padahal bolehlah sekali-kali.
ㅤSebagai moots dan teman kamu ini orangnya memang kaku dan menjaga perilaku. Aku jarang lihat kamu ngobrol di kanal, padahal bolehlah sekali-kali.
ㅤㅤKata kunci
Lukisan. Keterampilan; Ilmu; Kapabilitas; Kapasitas; Keahlian; Kecakapan; Kefasihan; Kelihaian; Kemahiran; Kepandaian; Kompetensi.
Hidup. Berjiwa; Bernapas; Bernyawa; Membesar; Tumbuh; Usia; Hayat; Jiwa; Nyawa; Berkecambah; Bersemi; Bertunas; Keluar; Lahir; Muncul; Terbit; Timbul; Berkembang; Bertambah.
Mati. Tertutup; Bersimbur; Terselimuti; Terselubung; Buntet; Buntu; Pepet; Terkatup; Terkunci; Terpalang; Tersumbat; Bawah Tanah; Tewas; Wafat; Gugur; Meninggal; Mangkat.
Pesan. Catatan; Memo; Amaran; Perintah; Permintaan; Suruhan; Surat; Amanat; Petaruh; Wasiat; Nasihat; Petuah; Wejangan.
Agama. Keyakinan; Akidah; Anutan; Din; Dogma; Keimanan; Kepercayaan; Kredo; Religi; Tasdik; Itikad; Kepastian; Keseriusan; Kesung-Guhan; Keteguhan.
Pegangan. Tiang Penghidupan; Jalan Hidup; Karier; Pekerjaan; Pencahanan; Pijakan; Injakan; Tumpuan; Tunjal; Tinjak; Asas; Dasar; Patokan.
Cahaya. Terang; Bayan; Jelas; Kentara; Ketahuan; Nyata; Sabit; Tegas; Tersurat; Absolut; Eksplisit; Gamblang; Benderang; Calak; Cemerlang.
Lukisan. Keterampilan; Ilmu; Kapabilitas; Kapasitas; Keahlian; Kecakapan; Kefasihan; Kelihaian; Kemahiran; Kepandaian; Kompetensi.
Hidup. Berjiwa; Bernapas; Bernyawa; Membesar; Tumbuh; Usia; Hayat; Jiwa; Nyawa; Berkecambah; Bersemi; Bertunas; Keluar; Lahir; Muncul; Terbit; Timbul; Berkembang; Bertambah.
Mati. Tertutup; Bersimbur; Terselimuti; Terselubung; Buntet; Buntu; Pepet; Terkatup; Terkunci; Terpalang; Tersumbat; Bawah Tanah; Tewas; Wafat; Gugur; Meninggal; Mangkat.
Pesan. Catatan; Memo; Amaran; Perintah; Permintaan; Suruhan; Surat; Amanat; Petaruh; Wasiat; Nasihat; Petuah; Wejangan.
Agama. Keyakinan; Akidah; Anutan; Din; Dogma; Keimanan; Kepercayaan; Kredo; Religi; Tasdik; Itikad; Kepastian; Keseriusan; Kesung-Guhan; Keteguhan.
Pegangan. Tiang Penghidupan; Jalan Hidup; Karier; Pekerjaan; Pencahanan; Pijakan; Injakan; Tumpuan; Tunjal; Tinjak; Asas; Dasar; Patokan.
Cahaya. Terang; Bayan; Jelas; Kentara; Ketahuan; Nyata; Sabit; Tegas; Tersurat; Absolut; Eksplisit; Gamblang; Benderang; Calak; Cemerlang.
Cahaya hidup di bawah papan, tak berlanjut usianya
Petuah bijak mulai ditorehkan pada kertas hitam yang lelah
Wahai! Lihatlah, pandai ia berteriak tanpa nyawa
Sang pijakan tegas, pemilik ranah adiwidia jatuh lemah
Berdiri teguh menggenggam janji
Tangis injakan kaki di negeri fana sang putri
Lihat, bapakmu telah luruh rebah
Tak bisa lagi kau jadikan tumpuan indah.
Petuah bijak mulai ditorehkan pada kertas hitam yang lelah
Wahai! Lihatlah, pandai ia berteriak tanpa nyawa
Sang pijakan tegas, pemilik ranah adiwidia jatuh lemah
Berdiri teguh menggenggam janji
Tangis injakan kaki di negeri fana sang putri
Lihat, bapakmu telah luruh rebah
Tak bisa lagi kau jadikan tumpuan indah.
/memasang senyum termanis saat nama dipanggil ; berdiri tegak ; melangkah menuju panggung ; membungkuk sedikit sebagai tanda hormat ; menyesuaikan mikrofon/
Salam hangat untuk tuan dan nona sekalian. Tahukah ada pepatah mengatakan tak kenal maka ta'aruf (saling mengenal)? Maka perkenankan saya untuk berkenalan. Wanita cantik ini berasal dari himpunan Kelas Seni Sastra, menyandang nama Anaka Djaraki yang indah.
Saya berdiri di depan sini punya satu tujuan. Membacakan puisi berjudul Mangkatnya Bapak, bolehkah saya minta tuan dan nona untuk mendengarkan? Semoga pembacaannya menghibur dan menyentuh kalbu yang paling dalam sehingga artinya dapat dimengerti.
/menyesuaikan posisi berdiri ; memperbaiki postur tubuh ; menundukkan kepala ; mengambil napas dalam-dalam/
Salam hangat untuk tuan dan nona sekalian. Tahukah ada pepatah mengatakan tak kenal maka ta'aruf (saling mengenal)? Maka perkenankan saya untuk berkenalan. Wanita cantik ini berasal dari himpunan Kelas Seni Sastra, menyandang nama Anaka Djaraki yang indah.
Saya berdiri di depan sini punya satu tujuan. Membacakan puisi berjudul Mangkatnya Bapak, bolehkah saya minta tuan dan nona untuk mendengarkan? Semoga pembacaannya menghibur dan menyentuh kalbu yang paling dalam sehingga artinya dapat dimengerti.
/menyesuaikan posisi berdiri ; memperbaiki postur tubuh ; menundukkan kepala ; mengambil napas dalam-dalam/
/memasang senyum termanis saat nama dipanggil ; berdiri tegak ; melangkah menuju panggung ; melambaikan tangan ; membungkuk sedikit sebagai tanda hormat ; menyesuaikan mikrofon/
Assalamu'alaikum... Salam hangat untuk tuan dan nona sekalian. Tahukah ada pepatah mengatakan tak kenal maka ta'aruf (saling mengenal)? Maka perkenankan saya untuk berkenalan. Wanita cantik ini berasal dari himpunan Kelas Seni Sastra, menyandang nama Anaka Djaraki yang indah.
Saya berdiri di depan sini punya satu tujuan. Membacakan puisi berjudul Mangkatnya Bapak, bolehkah saya minta tuan dan nona untuk mendengarkan? Semoga pembacaannya menghibur dan menyentuh kalbu yang paling dalam sehingga artinya dapat dimengerti.
/menyesuaikan posisi berdiri ; memperbaiki postur tubuh ; menundukkan kepala ; mengambil napas dalam-dalam/
Assalamu'alaikum... Salam hangat untuk tuan dan nona sekalian. Tahukah ada pepatah mengatakan tak kenal maka ta'aruf (saling mengenal)? Maka perkenankan saya untuk berkenalan. Wanita cantik ini berasal dari himpunan Kelas Seni Sastra, menyandang nama Anaka Djaraki yang indah.
Saya berdiri di depan sini punya satu tujuan. Membacakan puisi berjudul Mangkatnya Bapak, bolehkah saya minta tuan dan nona untuk mendengarkan? Semoga pembacaannya menghibur dan menyentuh kalbu yang paling dalam sehingga artinya dapat dimengerti.
/menyesuaikan posisi berdiri ; memperbaiki postur tubuh ; menundukkan kepala ; mengambil napas dalam-dalam/
/mengangkat tangan kanan ke atas ; tangan kiri menggenggam naskah ; membuat suara yang jelas ; membaca perlahan-lahan/
Cahaya hidup di bawah papan, tak berlanjut usianya
Petuah bijak mulai ditorehkan pada kertas hitam yang lelah
/menurunkan tangan ; melangkah lebih dekat pada pendengar ; membaca dengan cepat dan kuat/
Cahaya hidup di bawah papan, tak berlanjut usianya
Petuah bijak mulai ditorehkan pada kertas hitam yang lelah
/menurunkan tangan ; melangkah lebih dekat pada pendengar ; membaca dengan cepat dan kuat/
Berdiri teguh menggenggam janji
Tangis injakan kaki di negeri fana sang putri
/berdiri tegak ; menepuk-nepuk dada dengan kuat ; menangis tanpa suara ; menunjuk ke belakang ; menguatkan suara ; membacakannya dengan lantang/
LIHAT! BAPAKMU TELAH LURUH REBAH....
/melihat ke belakang seolah-olah ada kuburan di sana/
Tak bisa lagi kau jadikan tumpuan indah.
/menjatuhkan diri ke lantai ; terduduk lemas ; bernapas lebih lega dan tenang/
Tangis injakan kaki di negeri fana sang putri
/berdiri tegak ; menepuk-nepuk dada dengan kuat ; menangis tanpa suara ; menunjuk ke belakang ; menguatkan suara ; membacakannya dengan lantang/
LIHAT! BAPAKMU TELAH LURUH REBAH....
/melihat ke belakang seolah-olah ada kuburan di sana/
Tak bisa lagi kau jadikan tumpuan indah.
/menjatuhkan diri ke lantai ; terduduk lemas ; bernapas lebih lega dan tenang/
/berdiri setelah para pendengar bertepuk tangan ; tersenyum lebar ; melipat naskah di tangan ; membungkuk beberapa kali/
Saya harap tuan dan nona paham tentang isi puisinya. Kisah singkat tentang seorang anak perempuan yang ditinggalkan ayah tercinta. Tentang bagaimana dia tidak lagi punya senderan dan harus berjuang melawan dunia sendirian. Tak bisa apa-apa selain menangis. Tapi ayahnya selalu mendukung di alam sana, mengawasi dan mendo'akan. Cahaya cintanya tak pernah hilang walau terkunci di bawah tanah.
Saya sangat senang jika puisi ini menyentuh hati tuan dan nona semua. Karena tujuan saya sudah tercapai, saya akan kembali ke tempat semula. Terima kasih telah mendengarkan, saya sangat menghargainya.
Langit biru turunkan hujan
Rintik-rintik terlihat aman
Sudah beres puisi ini
Anaka Djaraki pamit undur diri.
/nyengir karena pantunnya kurang nyambung ; mengembalikan mikrofon ; turun dari panggung ; duduk kembali di kursi awal/
Saya harap tuan dan nona paham tentang isi puisinya. Kisah singkat tentang seorang anak perempuan yang ditinggalkan ayah tercinta. Tentang bagaimana dia tidak lagi punya senderan dan harus berjuang melawan dunia sendirian. Tak bisa apa-apa selain menangis. Tapi ayahnya selalu mendukung di alam sana, mengawasi dan mendo'akan. Cahaya cintanya tak pernah hilang walau terkunci di bawah tanah.
Saya sangat senang jika puisi ini menyentuh hati tuan dan nona semua. Karena tujuan saya sudah tercapai, saya akan kembali ke tempat semula. Terima kasih telah mendengarkan, saya sangat menghargainya.
Langit biru turunkan hujan
Rintik-rintik terlihat aman
Sudah beres puisi ini
Anaka Djaraki pamit undur diri.
/nyengir karena pantunnya kurang nyambung ; mengembalikan mikrofon ; turun dari panggung ; duduk kembali di kursi awal/
Membuka fakta yang mereka bungkam bersama hujan yang tidak menjadikan bunga mekar.
Une fille de plage qui vit sous les étoiles. Aime écrire et lire, jusqu'à ce que cela paraisse étranger à l'œil.
Une fille de plage qui vit sous les étoiles. Aime écrire et lire, jusqu'à ce que cela paraisse étranger à l'œil.