ev·o·ca·tion
107 photos
1 video
28 files
63 links
/ˌēvōˈkāSH(ə)n,ˌevəˈkāSH(ə)n/
the act of bringing or recalling a feeling, memory, or image to the conscious mind.
Download Telegram
Forwarded from Tangkap suara
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Tangkap suara
@cro4tian
ㅤAhh aku ingat pertama kita ketemu, kamu salah satu moots baru. Rasanya masih asing, kaku-kaku tapi keliatannya kamu keren dan asik.
Forwarded from Tangkap suara
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Tangkap suara
@pradivthazeea
ㅤZea, aku gak ingat kalau kamu orang yang puitis dan pintar merangkai kata. Kanalmu penuh aura galau, padahal kalau berbincang gaul abiss.
Forwarded from Tangkap suara
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Tangkap suara
@Twisely
ㅤSebagai moots dan teman kamu ini orangnya memang kaku dan menjaga perilaku. Aku jarang lihat kamu ngobrol di kanal, padahal bolehlah sekali-kali.
Forwarded from Tangkap suara
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤㅤKata kunci

Lukisan. Keterampilan; Ilmu; Kapabilitas; Kapasitas; Keahlian; Kecakapan; Kefasihan; Kelihaian; Kemahiran; Kepandaian; Kompetensi.

Hidup. Berjiwa; Bernapas; Bernyawa; Membesar; Tumbuh; Usia; Hayat; Jiwa; Nyawa; Berkecambah; Bersemi; Bertunas; Keluar; Lahir; Muncul; Terbit; Timbul; Berkembang; Bertambah.

Mati. Tertutup; Bersimbur; Terselimuti; Terselubung; Buntet; Buntu; Pepet; Terkatup; Terkunci; Terpalang; Tersumbat; Bawah Tanah; Tewas; Wafat; Gugur; Meninggal; Mangkat.

Pesan. Catatan; Memo; Amaran; Perintah; Permintaan; Suruhan; Surat; Amanat; Petaruh; Wasiat; Nasihat; Petuah; Wejangan.

Agama. Keyakinan; Akidah; Anutan; Din; Dogma; Keimanan; Kepercayaan; Kredo; Religi; Tasdik; Itikad; Kepastian; Keseriusan; Kesung-Guhan; Keteguhan.

Pegangan. Tiang Penghidupan; Jalan Hidup; Karier; Pekerjaan; Pencahanan; Pijakan; Injakan; Tumpuan; Tunjal; Tinjak; Asas; Dasar; Patokan.

Cahaya. Terang; Bayan; Jelas; Kentara; Ketahuan; Nyata; Sabit; Tegas; Tersurat; Absolut; Eksplisit; Gamblang; Benderang; Calak; Cemerlang.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Cahaya hidup di bawah papan, tak berlanjut usianya
Petuah bijak mulai ditorehkan pada kertas hitam yang lelah
Wahai! Lihatlah, pandai ia berteriak tanpa nyawa
Sang pijakan tegas, pemilik ranah adiwidia jatuh lemah

Berdiri teguh menggenggam janji
Tangis injakan kaki di negeri fana sang putri
Lihat, bapakmu telah luruh rebah
Tak bisa lagi kau jadikan tumpuan indah.
/memasang senyum termanis saat nama dipanggil ; berdiri tegak ; melangkah menuju panggung ; membungkuk sedikit sebagai tanda hormat ; menyesuaikan mikrofon/

Salam hangat untuk tuan dan nona sekalian. Tahukah ada pepatah mengatakan tak kenal maka ta'aruf (saling mengenal)? Maka perkenankan saya untuk berkenalan. Wanita cantik ini berasal dari himpunan Kelas Seni Sastra, menyandang nama Anaka Djaraki yang indah.

Saya berdiri di depan sini punya satu tujuan. Membacakan puisi berjudul Mangkatnya Bapak, bolehkah saya minta tuan dan nona untuk mendengarkan? Semoga pembacaannya menghibur dan menyentuh kalbu yang paling dalam sehingga artinya dapat dimengerti.

/menyesuaikan posisi berdiri ; memperbaiki postur tubuh ; menundukkan kepala ; mengambil napas dalam-dalam/
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
/memasang senyum termanis saat nama dipanggil ; berdiri tegak ; melangkah menuju panggung ; melambaikan tangan ; membungkuk sedikit sebagai tanda hormat ; menyesuaikan mikrofon/

Assalamu'alaikum... Salam hangat untuk tuan dan nona sekalian. Tahukah ada pepatah mengatakan tak kenal maka ta'aruf (saling mengenal)? Maka perkenankan saya untuk berkenalan. Wanita cantik ini berasal dari himpunan Kelas Seni Sastra, menyandang nama Anaka Djaraki yang indah.

Saya berdiri di depan sini punya satu tujuan. Membacakan puisi berjudul Mangkatnya Bapak, bolehkah saya minta tuan dan nona untuk mendengarkan? Semoga pembacaannya menghibur dan menyentuh kalbu yang paling dalam sehingga artinya dapat dimengerti.

/menyesuaikan posisi berdiri ; memperbaiki postur tubuh ; menundukkan kepala ; mengambil napas dalam-dalam/
/mengangkat tangan kanan ke atas ; tangan kiri menggenggam naskah ; membuat suara yang jelas ; membaca perlahan-lahan/

Cahaya hidup di bawah papan, tak berlanjut usianya

Petuah bijak mulai ditorehkan pada kertas hitam yang lelah

/menurunkan tangan ; melangkah lebih dekat pada pendengar ; membaca dengan cepat dan kuat/
Wahai!! Lihatlah, pandai ia berteriak tanpa nyawa

Sang pijakan tegas, pemilik ranah adiwidia jatuh lemah

/membalikkan badan ; bernapas lebih tenang ; menilik naskah ; mulai membacanya lagi/
Berdiri teguh menggenggam janji
Tangis injakan kaki di negeri fana sang putri

/berdiri tegak ; menepuk-nepuk dada dengan kuat ; menangis tanpa suara ; menunjuk ke belakang ; menguatkan suara ; membacakannya dengan lantang/

LIHAT! BAPAKMU TELAH LURUH REBAH....

/melihat ke belakang seolah-olah ada kuburan di sana/

Tak bisa lagi kau jadikan tumpuan indah.

/menjatuhkan diri ke lantai ; terduduk lemas ; bernapas lebih lega dan tenang/