TRACING THE UNKNOWN
146 subscribers
39 photos
1 video
2 links
Download Telegram
TRACING THE UNKNOWN
Photo
ㅤᅠᅠ

06.48 WIB

Kriiinggg

Alarm bunyi.

Gue matiin.

Eh, dia bunyi lagi.

Gue matiin lagi.

Terus begitu berulang kali sampai akhirnya gue sadar kalau masalahnya bukan si alarm yang error. Masalahnya adalah gue yang punya kelas jam setengah delapan pagi. Siapa sih yang ngide bikin kelas sepagi ini?

Untungnya hari ini cuma ada satu matkul—Dasar-Dasar Dokumentasi Arkeologi. Kalau banyak, wah, udah enggak ketolong lagi. Matkul ini kedengarannya enggak seberat itu, TAPI, guys, don't judge a book by its cover itu nyata, alias matkul ini bakal bikin gue harus duduk manis di kelas selama beberapa jam, sambil mendengarkan berbagai macam detail dan istilah yang bahkan gue baru denger selama duduk di bangku perkuliahan ini, udah gitu dosennya killer lagi. Huft.

Berhubung waktunya udah mepet banget, jadi gue datang ke kampus agak buru buru dan dalam keadaan masih setengah sadar, tenaga setengah tangki energy, dan pikiran mending beli kopi aren atau kopi salted caramel habis kelas nanti.

Aslinya, ini adalah kelas yang cukup gue tunggu-tunggu karena gue suka memotret. Waktu awal masuk kelas, gue pikir punya kamera dan suka motret aja udah cukup untuk membuat materi ini terasa mudah.

Ternyata nggak.

Sampai di kelas, dosen mulai menjelaskan soal pencahayaan, sudut pengambilan gambar, skala, posisi objek, sampai bagaimana sebuah foto harus bisa membantu orang lain memahami kondisi objek tanpa harus melihatnya secara langsung.

Gue langsung melirik kamera yang dari tadi gue taruh di meja. Oh, jadi selama ini gue cuma motret, bukan mendokumentasikan.

Setelah teori selesai, kami dikasih tugas sederhana: memilih satu objek di sekitar kampus dan membuat dokumentasinya.

Awalnya gue mau motret patung yang ada di depan gedung fakultas. Tapi setelah muter beberapa menit, perhatian gue malah jatuh ke sebuah benda lama di salah satu sudut koridor. Nggak besar. Nggak mencolok. Bahkan kalau gue nggak sengaja lewat sambil bengong, mungkin gue juga nggak akan sadar benda itu ada disitu.

Gue jongkok.

Foto dari depan.

Foto dari samping.

Mundur sedikit.

Foto lagi.

Terus gue mulai mikir. Ini benda sebenarnya buat apa? Kenapa ada disini?

Akhirnya tugas dokumentasi gue berubah jadi sesi kepo terhadap benda yang bahkan belum tentu penting. Tapi kayanya memang begitu cara gue belajar. Gue gampang tertarik sama sesuatu yang kelihatannya biasa, lalu mulai bertanya-tanya tentang cerita di baliknya.

Arkeologi ngajarin gue satu hal, jangan buru-buru menganggap sesuatu nggak penting cuma karena kelihatannya biasa. Lagipula, kalau semua hal gue anggap biasa, gue nggak akan punya alasan buat motret sebanyak ini, kan?

ㅤ
❤6🔥6👍4
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from @eliasm_
❤8❤‍🔥5🔥5
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from @screwedrecords
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤5❤‍🔥4🔥4
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from @eliasm_
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥8❤‍🔥6❤6
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from @eliasm_
❤6
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from @eliasm_
❤7
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from @eliasm_
❤7
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from @eliasm_
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤11👍3🔥3
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from @eliasm_
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤12🔥2
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from @eliasm_
❤7❤‍🔥4
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from @eliasm_
❤7