TRACING THE UNKNOWN
146 subscribers
39 photos
1 video
2 links
Download Telegram
Channel created
ㅤㅤㅤㅤㅤ

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ FIELD NOTE / 001


this is a fictional SNS Original Character account
created solely for roleplay purposes.


every name, character, story, and narrative
presented here is a work of fiction and
belongs entirely to the creator.


this character bears no connection,
affiliation, or relation to Martin CORTIS
or CORTIS in any form.


read every story with care;
any resemblance to real people, events,
or circumstances is purely coincidental.



ㅤㅤㅤㅤㅤ
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Channel photo updated
Channel name was changed to «TRACING THE UNKNOWN»
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Archaeologist's Notes
ㅤ
Somewhere between the trails beneath his feet and the stories buried beneath the earth, he found a reason to keep wandering. As a first-semester archaeology student, he is still learning how to read the traces left by those who came before, while every mountain trail teaches him to appreciate the paths he chooses for himself. For him, every journey has something to uncover and every place has a story waiting to be remembered.

ㅤ
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
TRACING THE UNKNOWN
Photo
ㅤㅤ

Dulu, waktu karya wisata ke tempat-tempat bersejarah, gue sering kepikiran, “Kok bisa, ya, orang-orang tahu benda ini berasal dari zaman apa? Terus, gimana mereka bisa tahu benda itu dulunya dipakai buat apa?” Yang bikin gue makin penasaran, ternyata semua informasi itu bukan sekadar asumsi atau tebakan belaka. Ada penelitian dan bukti yang jadi dasar buat mereka sampai pada kesimpulan itu. Soalnya, kalau cuma asumsi, nggak mungkin juga dijadikan informasi dan dipercaya banyak orang, kan?

ㅤㅤ
ㅤㅤ

Hai, gue Elias Mahen. Kalian bisa panggil gue Elias, atau kalau mau lebih santai, Iyas juga boleh. Tahun ini jadi tahun pertama gue resmi jadi bagian dari Universitas Arcapada, Fakultas Humaniora, Program Studi Arkeologi. Masih anak baru, masih belajar banyak hal, dan masih berusaha beradaptasi sama kehidupan kampus yang ternyata nggak sesederhana yang gue bayangin.

Kalau lagi senggang, biasanya kegiatan gue cuma muter di dua hal: muncak atau jalan-jalan random sambil bawa kamera. Gue suka naik gunung bukan cuma karena pemandangannya, tapi karena rasanya selalu ada sesuatu yang bisa ditemukan di setiap perjalanan. Begitu juga dengan kamera—kadang gue cuma keluar tanpa tujuan yang jelas, lalu pulang dengan galeri penuh foto yang bahkan nggak gue rencanain sebelumnya.

Mungkin itu juga alasan kenapa gue akhirnya memilih Arkeologi. Gue suka mencari sesuatu yang mungkin dilewatkan orang lain; jejak kecil, cerita lama, atau benda sederhana yang ternyata punya kisah panjang di baliknya. Jadi, kalau nanti kalian nemu gue lagi sibuk memperhatikan sesuatu yang kelihatannya nggak penting, kemungkinan besar gue lagi penasaran sama ceritanya.

Well, gue masih semester satu, jadi perjalanan gue di sini baru aja dimulai. Masih banyak tempat yang belum gue datangi, cerita yang belum gue temukan, dan mungkin beberapa jejak yang bakal membawa gue ke arah yang nggak pernah gue duga sebelumnya.

ㅤㅤ
❤15🥰4
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
TRACING THE UNKNOWN
Photo
ㅤᅠᅠ

06.48 WIB

Kriiinggg

Alarm bunyi.

Gue matiin.

Eh, dia bunyi lagi.

Gue matiin lagi.

Terus begitu berulang kali sampai akhirnya gue sadar kalau masalahnya bukan si alarm yang error. Masalahnya adalah gue yang punya kelas jam setengah delapan pagi. Siapa sih yang ngide bikin kelas sepagi ini?

Untungnya hari ini cuma ada satu matkul—Dasar-Dasar Dokumentasi Arkeologi. Kalau banyak, wah, udah enggak ketolong lagi. Matkul ini kedengarannya enggak seberat itu, TAPI, guys, don't judge a book by its cover itu nyata, alias matkul ini bakal bikin gue harus duduk manis di kelas selama beberapa jam, sambil mendengarkan berbagai macam detail dan istilah yang bahkan gue baru denger selama duduk di bangku perkuliahan ini, udah gitu dosennya killer lagi. Huft.

Berhubung waktunya udah mepet banget, jadi gue datang ke kampus agak buru buru dan dalam keadaan masih setengah sadar, tenaga setengah tangki energy, dan pikiran mending beli kopi aren atau kopi salted caramel habis kelas nanti.

Aslinya, ini adalah kelas yang cukup gue tunggu-tunggu karena gue suka memotret. Waktu awal masuk kelas, gue pikir punya kamera dan suka motret aja udah cukup untuk membuat materi ini terasa mudah.

Ternyata nggak.

Sampai di kelas, dosen mulai menjelaskan soal pencahayaan, sudut pengambilan gambar, skala, posisi objek, sampai bagaimana sebuah foto harus bisa membantu orang lain memahami kondisi objek tanpa harus melihatnya secara langsung.

Gue langsung melirik kamera yang dari tadi gue taruh di meja. Oh, jadi selama ini gue cuma motret, bukan mendokumentasikan.

Setelah teori selesai, kami dikasih tugas sederhana: memilih satu objek di sekitar kampus dan membuat dokumentasinya.

Awalnya gue mau motret patung yang ada di depan gedung fakultas. Tapi setelah muter beberapa menit, perhatian gue malah jatuh ke sebuah benda lama di salah satu sudut koridor. Nggak besar. Nggak mencolok. Bahkan kalau gue nggak sengaja lewat sambil bengong, mungkin gue juga nggak akan sadar benda itu ada disitu.

Gue jongkok.

Foto dari depan.

Foto dari samping.

Mundur sedikit.

Foto lagi.

Terus gue mulai mikir. Ini benda sebenarnya buat apa? Kenapa ada disini?

Akhirnya tugas dokumentasi gue berubah jadi sesi kepo terhadap benda yang bahkan belum tentu penting. Tapi kayanya memang begitu cara gue belajar. Gue gampang tertarik sama sesuatu yang kelihatannya biasa, lalu mulai bertanya-tanya tentang cerita di baliknya.

Arkeologi ngajarin gue satu hal, jangan buru-buru menganggap sesuatu nggak penting cuma karena kelihatannya biasa. Lagipula, kalau semua hal gue anggap biasa, gue nggak akan punya alasan buat motret sebanyak ini, kan?

ㅤ
❤6🔥6👍4
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from @eliasm_
❤8❤‍🔥5🔥5
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from @screwedrecords
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤5❤‍🔥4🔥4
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from @eliasm_
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥8❤‍🔥6❤6
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM