Manajemen Kelas Berbasis Kebutuhan Dasar
"Pendidikan dengan hadiah dan hukuman hanya akan menghasilkan anak-anak nir karakter, anak-anak yang hanya taat ketika ada hadiah dan hukuman" -Ki Hajar Dewantara
Petuah tahun 1920 itu masih relevan hingga hari ini. Guru kesulitan mengasuh siswa di dalam kelas. Meski ribuan hadiah dan jutaan hukuman sudah diterapkan. Anak akan taat sementara, dan berulah kemudian ketika faktor penekan dicabut.
Anda merasakan itu juga ? Jika ya, maka pendekatan Anda dalam mengelola kelas perlu mengalami pembaruan.
Pendekatan kebutuhan dasar adalah pendekatan dengan basis sains yang jelas dan clear. Bahwa perilaku anak itu dimotivasi oleh kebutuhan dasarnya yang belum terpenuhi.
Ketika guru paham tentang ini, maka guru akan lebih sabar, dan mudah dalam mengendalikan perilaku siswa di dalam kelas tanpa marah-marah, tanpa teriakan, tanpa hukuman-hukuman yang akan membuat anak trauma.
Ikuti Online Public training "Manajemen Kelas" pada:
π 3 dan 5 Agustus 2023
π 08.00 - 10.00 WIB
π₯ Zoom Meeting
Fasilitas yang didapatkan
β Rekaman Pelatihan
β Handout Materi
β E-Sertifikat
Investasi π΅ 250K/ Peserta
Transfer ke Rekening BSI 105-263-1854 PT Indonesia pemimpin inovasi
Daftar kegiatan melalui link s.id/ikutwebinaredupro
Nara Hubung Majid wa.me/6285648972800
"Pendidikan dengan hadiah dan hukuman hanya akan menghasilkan anak-anak nir karakter, anak-anak yang hanya taat ketika ada hadiah dan hukuman" -Ki Hajar Dewantara
Petuah tahun 1920 itu masih relevan hingga hari ini. Guru kesulitan mengasuh siswa di dalam kelas. Meski ribuan hadiah dan jutaan hukuman sudah diterapkan. Anak akan taat sementara, dan berulah kemudian ketika faktor penekan dicabut.
Anda merasakan itu juga ? Jika ya, maka pendekatan Anda dalam mengelola kelas perlu mengalami pembaruan.
Pendekatan kebutuhan dasar adalah pendekatan dengan basis sains yang jelas dan clear. Bahwa perilaku anak itu dimotivasi oleh kebutuhan dasarnya yang belum terpenuhi.
Ketika guru paham tentang ini, maka guru akan lebih sabar, dan mudah dalam mengendalikan perilaku siswa di dalam kelas tanpa marah-marah, tanpa teriakan, tanpa hukuman-hukuman yang akan membuat anak trauma.
Ikuti Online Public training "Manajemen Kelas" pada:
π 3 dan 5 Agustus 2023
π 08.00 - 10.00 WIB
π₯ Zoom Meeting
Fasilitas yang didapatkan
β Rekaman Pelatihan
β Handout Materi
β E-Sertifikat
Investasi π΅ 250K/ Peserta
Transfer ke Rekening BSI 105-263-1854 PT Indonesia pemimpin inovasi
Daftar kegiatan melalui link s.id/ikutwebinaredupro
Nara Hubung Majid wa.me/6285648972800
WhatsApp.com
Abdul Majid
Business Account
Jika seorang guru tidak memahami kebutuhan dasar manusia, terutama dalam konteks pendidikan, berbagai konsekuensi negatif dapat terjadi, baik bagi siswa maupun proses belajar mengajar secara keseluruhan. Berikut beberapa dari dampak-dampak tersebut:
1. Ketidakmampuan mengenali perbedaan individual: Setiap siswa memiliki kebutuhan, minat, dan kemampuan belajar yang berbeda. Jika seorang guru tidak memahami kebutuhan dasar individu siswa, mereka mungkin kesulitan untuk memberikan pendekatan yang tepat dan relevan dalam pembelajaran, sehingga beberapa siswa mungkin merasa terabaikan atau tidak dihargai.
2. Kurangnya motivasi belajar: Pemahaman guru tentang kebutuhan dasar siswa dapat mempengaruhi tingkat motivasi mereka dalam belajar. Ketika guru tidak mampu merespons dengan baik kebutuhan siswa, siswa mungkin kehilangan minat untuk belajar karena merasa kurang terhubung dengan materi atau merasa kesulitan dalam memahami konsep-konsep yang diajarkan.
3. Kesulitan mengatasi masalah emosional: Kebutuhan dasar manusia juga mencakup aspek emosional dan sosial. Jika guru tidak memahami dan mendukung siswa dalam mengatasi masalah emosional mereka, seperti stres, kecemasan, atau masalah pribadi lainnya, hal ini dapat mengganggu kesejahteraan siswa dan kemampuan mereka untuk fokus dalam belajar.
4. Rendahnya pencapaian akademik: Dalam kondisi di mana kebutuhan dasar siswa tidak dipenuhi, mereka mungkin kesulitan mencapai potensi akademik penuh mereka. Hasilnya, pencapaian akademik siswa dapat menurun, dan mereka mungkin menghadapi kesulitan dalam mengatasi tantangan pembelajaran.
5. Rasa tidak aman dalam lingkungan belajar: Ketika guru tidak memahami kebutuhan dasar siswa, siswa mungkin merasa tidak nyaman atau bahkan terancam di lingkungan belajar. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya iklim kelas yang negatif, di mana siswa tidak merasa aman untuk berpartisipasi aktif atau berbicara tentang kekhawatiran mereka.
6. Konflik dan ketegangan antara guru dan siswa: Ketidakpahaman guru tentang kebutuhan dasar siswa dapat menyebabkan konflik dan ketegangan dalam hubungan guru-siswa. Siswa mungkin merasa frustrasi karena merasa guru tidak menghargai atau memahami mereka, sementara guru mungkin merasa kesulitan dalam mengelola kelas dengan baik karena ketidakpatuhan atau kurangnya partisipasi siswa.
Penting bagi guru untuk terus mengembangkan pemahaman tentang kebutuhan dasar manusia, termasuk kebutuhan akademik, emosional, dan sosial siswa. Pendidikan yang efektif memerlukan pendekatan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan beragam siswa agar mereka dapat mencapai potensi penuh mereka dalam pembelajaran.
#HumanCenteredEducation
#merdekabelajar
#gurumerdekabelajar
1. Ketidakmampuan mengenali perbedaan individual: Setiap siswa memiliki kebutuhan, minat, dan kemampuan belajar yang berbeda. Jika seorang guru tidak memahami kebutuhan dasar individu siswa, mereka mungkin kesulitan untuk memberikan pendekatan yang tepat dan relevan dalam pembelajaran, sehingga beberapa siswa mungkin merasa terabaikan atau tidak dihargai.
2. Kurangnya motivasi belajar: Pemahaman guru tentang kebutuhan dasar siswa dapat mempengaruhi tingkat motivasi mereka dalam belajar. Ketika guru tidak mampu merespons dengan baik kebutuhan siswa, siswa mungkin kehilangan minat untuk belajar karena merasa kurang terhubung dengan materi atau merasa kesulitan dalam memahami konsep-konsep yang diajarkan.
3. Kesulitan mengatasi masalah emosional: Kebutuhan dasar manusia juga mencakup aspek emosional dan sosial. Jika guru tidak memahami dan mendukung siswa dalam mengatasi masalah emosional mereka, seperti stres, kecemasan, atau masalah pribadi lainnya, hal ini dapat mengganggu kesejahteraan siswa dan kemampuan mereka untuk fokus dalam belajar.
4. Rendahnya pencapaian akademik: Dalam kondisi di mana kebutuhan dasar siswa tidak dipenuhi, mereka mungkin kesulitan mencapai potensi akademik penuh mereka. Hasilnya, pencapaian akademik siswa dapat menurun, dan mereka mungkin menghadapi kesulitan dalam mengatasi tantangan pembelajaran.
5. Rasa tidak aman dalam lingkungan belajar: Ketika guru tidak memahami kebutuhan dasar siswa, siswa mungkin merasa tidak nyaman atau bahkan terancam di lingkungan belajar. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya iklim kelas yang negatif, di mana siswa tidak merasa aman untuk berpartisipasi aktif atau berbicara tentang kekhawatiran mereka.
6. Konflik dan ketegangan antara guru dan siswa: Ketidakpahaman guru tentang kebutuhan dasar siswa dapat menyebabkan konflik dan ketegangan dalam hubungan guru-siswa. Siswa mungkin merasa frustrasi karena merasa guru tidak menghargai atau memahami mereka, sementara guru mungkin merasa kesulitan dalam mengelola kelas dengan baik karena ketidakpatuhan atau kurangnya partisipasi siswa.
Penting bagi guru untuk terus mengembangkan pemahaman tentang kebutuhan dasar manusia, termasuk kebutuhan akademik, emosional, dan sosial siswa. Pendidikan yang efektif memerlukan pendekatan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan beragam siswa agar mereka dapat mencapai potensi penuh mereka dalam pembelajaran.
#HumanCenteredEducation
#merdekabelajar
#gurumerdekabelajar
PART 2 - APA DAMPAK GURU TIDAK MEMAHAMI KEBUTUHAN DASAR
4. Rendahnya pencapaian akademik: Dalam kondisi di mana kebutuhan dasar siswa tidak dipenuhi, mereka mungkin kesulitan mencapai potensi akademik penuh mereka. Hasilnya, pencapaian akademik siswa dapat menurun, dan mereka mungkin menghadapi kesulitan dalam mengatasi tantangan pembelajaran.
5. Rasa tidak aman dalam lingkungan belajar: Ketika guru tidak memahami kebutuhan dasar siswa, siswa mungkin merasa tidak nyaman atau bahkan terancam di lingkungan belajar. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya iklim kelas yang negatif, di mana siswa tidak merasa aman untuk berpartisipasi aktif atau berbicara tentang kekhawatiran mereka.
6. Konflik dan ketegangan antara guru dan siswa: Ketidakpahaman guru tentang kebutuhan dasar siswa dapat menyebabkan konflik dan ketegangan dalam hubungan guru-siswa. Siswa mungkin merasa frustrasi karena merasa guru tidak menghargai atau memahami mereka, sementara guru mungkin merasa kesulitan dalam mengelola kelas dengan baik karena ketidakpatuhan atau kurangnya partisipasi siswa.
Penting bagi guru untuk terus mengembangkan pemahaman tentang kebutuhan dasar manusia, termasuk kebutuhan akademik, emosional, dan sosial siswa. Pendidikan yang efektif memerlukan pendekatan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan beragam siswa agar mereka dapat mencapai potensi penuh mereka dalam pembelajaran.
#HumanCenteredEducation
#merdekabelajar
#gurumerdekabelajar
4. Rendahnya pencapaian akademik: Dalam kondisi di mana kebutuhan dasar siswa tidak dipenuhi, mereka mungkin kesulitan mencapai potensi akademik penuh mereka. Hasilnya, pencapaian akademik siswa dapat menurun, dan mereka mungkin menghadapi kesulitan dalam mengatasi tantangan pembelajaran.
5. Rasa tidak aman dalam lingkungan belajar: Ketika guru tidak memahami kebutuhan dasar siswa, siswa mungkin merasa tidak nyaman atau bahkan terancam di lingkungan belajar. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya iklim kelas yang negatif, di mana siswa tidak merasa aman untuk berpartisipasi aktif atau berbicara tentang kekhawatiran mereka.
6. Konflik dan ketegangan antara guru dan siswa: Ketidakpahaman guru tentang kebutuhan dasar siswa dapat menyebabkan konflik dan ketegangan dalam hubungan guru-siswa. Siswa mungkin merasa frustrasi karena merasa guru tidak menghargai atau memahami mereka, sementara guru mungkin merasa kesulitan dalam mengelola kelas dengan baik karena ketidakpatuhan atau kurangnya partisipasi siswa.
Penting bagi guru untuk terus mengembangkan pemahaman tentang kebutuhan dasar manusia, termasuk kebutuhan akademik, emosional, dan sosial siswa. Pendidikan yang efektif memerlukan pendekatan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan beragam siswa agar mereka dapat mencapai potensi penuh mereka dalam pembelajaran.
#HumanCenteredEducation
#merdekabelajar
#gurumerdekabelajar
EDUPRO - Human Centered Education pinned Β«Manajemen Kelas Berbasis Kebutuhan Dasar "Pendidikan dengan hadiah dan hukuman hanya akan menghasilkan anak-anak nir karakter, anak-anak yang hanya taat ketika ada hadiah dan hukuman" -Ki Hajar Dewantara Petuah tahun 1920 itu masih relevan hingga hari ini.β¦Β»
Dampak dari seorang guru yang tidak menerapkan aturan kelas yang jelas dapat berdampak negatif pada lingkungan belajar dan perkembangan siswa. Beberapa dampaknya antara lain:
1. Ketidakdisiplinan siswa: Tanpa aturan yang jelas, siswa mungkin cenderung berperilaku tidak disiplin di dalam kelas. Mereka mungkin tidak menghargai waktu belajar, mengganggu teman sekelas, atau tidak mengikuti tugas dengan baik.
2. Gangguan pembelajaran: Aturan yang tidak konsisten atau tidak jelas dapat menyebabkan gangguan dalam proses pembelajaran. Siswa mungkin merasa bingung tentang apa yang diharapkan dari mereka, dan kelas dapat menjadi kurang terorganisir.
3. Rendahnya efektivitas pembelajaran: Tanpa aturan yang jelas, guru mungkin kesulitan dalam menjaga kelas tetap fokus dan siswa mungkin tidak dapat memaksimalkan potensi belajar mereka. Hal ini dapat berdampak pada prestasi akademik dan perkembangan kognitif siswa.
4. Ketidakadilan: Aturan yang tidak konsisten dapat menyebabkan perlakuan yang tidak adil terhadap siswa. Beberapa siswa mungkin merasa diuntungkan karena kurangnya batasan yang jelas, sementara yang lain mungkin merasa diabaikan atau tidak diperlakukan secara adil.
5. Tidak nyaman bagi siswa: Aturan kelas yang tidak jelas dapat menciptakan lingkungan yang tidak nyaman bagi siswa. Mereka mungkin merasa tidak aman atau tidak percaya diri dalam mengungkapkan pendapat mereka jika lingkungan kelas tidak teratur.
6. Rendahnya partisipasi: Siswa mungkin merasa enggan untuk berpartisipasi dalam diskusi atau aktivitas kelas jika aturan yang jelas tidak ada. Ini dapat menghambat pertukaran ide dan kolaborasi dalam lingkungan pembelajaran.
7. Menurunnya motivasi belajar: Siswa dapat kehilangan motivasi untuk belajar jika tidak ada aturan yang menantang mereka atau mendorong mereka untuk mencapai hasil yang lebih baik. Ketika lingkungan kelas kurang terstruktur, siswa mungkin kehilangan minat dalam belajar.
Penting bagi seorang guru untuk menetapkan aturan kelas yang jelas dan konsisten agar menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung perkembangan siswa secara optimal. Aturan yang jelas akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih teratur, disiplin, dan efektif dalam proses pembelajaran
https://t.me/eduproHCE/185
1. Ketidakdisiplinan siswa: Tanpa aturan yang jelas, siswa mungkin cenderung berperilaku tidak disiplin di dalam kelas. Mereka mungkin tidak menghargai waktu belajar, mengganggu teman sekelas, atau tidak mengikuti tugas dengan baik.
2. Gangguan pembelajaran: Aturan yang tidak konsisten atau tidak jelas dapat menyebabkan gangguan dalam proses pembelajaran. Siswa mungkin merasa bingung tentang apa yang diharapkan dari mereka, dan kelas dapat menjadi kurang terorganisir.
3. Rendahnya efektivitas pembelajaran: Tanpa aturan yang jelas, guru mungkin kesulitan dalam menjaga kelas tetap fokus dan siswa mungkin tidak dapat memaksimalkan potensi belajar mereka. Hal ini dapat berdampak pada prestasi akademik dan perkembangan kognitif siswa.
4. Ketidakadilan: Aturan yang tidak konsisten dapat menyebabkan perlakuan yang tidak adil terhadap siswa. Beberapa siswa mungkin merasa diuntungkan karena kurangnya batasan yang jelas, sementara yang lain mungkin merasa diabaikan atau tidak diperlakukan secara adil.
5. Tidak nyaman bagi siswa: Aturan kelas yang tidak jelas dapat menciptakan lingkungan yang tidak nyaman bagi siswa. Mereka mungkin merasa tidak aman atau tidak percaya diri dalam mengungkapkan pendapat mereka jika lingkungan kelas tidak teratur.
6. Rendahnya partisipasi: Siswa mungkin merasa enggan untuk berpartisipasi dalam diskusi atau aktivitas kelas jika aturan yang jelas tidak ada. Ini dapat menghambat pertukaran ide dan kolaborasi dalam lingkungan pembelajaran.
7. Menurunnya motivasi belajar: Siswa dapat kehilangan motivasi untuk belajar jika tidak ada aturan yang menantang mereka atau mendorong mereka untuk mencapai hasil yang lebih baik. Ketika lingkungan kelas kurang terstruktur, siswa mungkin kehilangan minat dalam belajar.
Penting bagi seorang guru untuk menetapkan aturan kelas yang jelas dan konsisten agar menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung perkembangan siswa secara optimal. Aturan yang jelas akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih teratur, disiplin, dan efektif dalam proses pembelajaran
https://t.me/eduproHCE/185
Telegram
EDUPRO - Human Centered Education
Manajemen Kelas Berbasis Kebutuhan Dasar
"Pendidikan dengan hadiah dan hukuman hanya akan menghasilkan anak-anak nir karakter, anak-anak yang hanya taat ketika ada hadiah dan hukuman" -Ki Hajar Dewantara
Petuah tahun 1920 itu masih relevan hingga hariβ¦
"Pendidikan dengan hadiah dan hukuman hanya akan menghasilkan anak-anak nir karakter, anak-anak yang hanya taat ketika ada hadiah dan hukuman" -Ki Hajar Dewantara
Petuah tahun 1920 itu masih relevan hingga hariβ¦
ππ Promo Eksklusif: Dapatkan E-Book Edukasi Gratis tentang Human-Centered Education! ππ
Hai para guru dan sekolah yang peduli dengan pendidikan berbasis manusia!
Kami dengan senang hati ingin mengundang Anda untuk mendapatkan akses eksklusif ke e-book edukasi terbaru kami yang berjudul "Menggali Kekuatan Pendidikan Berpusat pada Manusia: Panduan Praktis untuk Guru dan Sekolah". E-book ini dirancang khusus untuk membantu Anda memahami dan mengimplementasikan pendidikan berfokus pada manusia di lingkungan pembelajaran Anda.
Apa yang Anda akan temukan dalam e-book ini:
π§ Pemahaman Mendalam: Pelajari konsep inti dari human-centered education, mengapa itu penting, dan bagaimana pendekatan ini dapat meningkatkan pengalaman belajar siswa.
π« Strategi Implementasi: Temukan langkah-langkah praktis untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip human-centered education ke dalam kurikulum dan kegiatan sekolah Anda.
π‘ Studi Kasus Inspiratif: Jelajahi kisah sukses dari sekolah-sekolah yang telah sukses menerapkan pendidikan berbasis manusia, dan bagaimana hal itu telah mempengaruhi kualitas pembelajaran.
π Sumber Daya Tambahan: Dapatkan akses ke sumber daya online, alat pembelajaran, dan jaringan komunitas yang akan membantu Anda terus berkembang dalam mengadopsi pendekatan ini.
Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan metode mengajar Anda, memotivasi siswa, dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan bermakna.
Bagaimana cara mendapatkan e-book ini secara gratis? Cukup ikuti langkah-langkah berikut:
Kunjungi halaman https://s.id/EbookHCE
Daftar dengan alamat email Anda untuk menerima tautan unduhan e-book.
Dapatkan akses instan ke pengetahuan yang akan mengubah cara Anda memandang pendidikan!
Jadilah bagian dari gerakan menuju pendidikan yang lebih manusiawi dan berdampak. Dapatkan e-book ini sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju Human-Centered Education yang lebih baik!
Terima kasih atas dedikasi Anda terhadap masa depan pendidikan yang lebih baik.
Salam hangat,
[Tim Edupro]
Hai para guru dan sekolah yang peduli dengan pendidikan berbasis manusia!
Kami dengan senang hati ingin mengundang Anda untuk mendapatkan akses eksklusif ke e-book edukasi terbaru kami yang berjudul "Menggali Kekuatan Pendidikan Berpusat pada Manusia: Panduan Praktis untuk Guru dan Sekolah". E-book ini dirancang khusus untuk membantu Anda memahami dan mengimplementasikan pendidikan berfokus pada manusia di lingkungan pembelajaran Anda.
Apa yang Anda akan temukan dalam e-book ini:
π§ Pemahaman Mendalam: Pelajari konsep inti dari human-centered education, mengapa itu penting, dan bagaimana pendekatan ini dapat meningkatkan pengalaman belajar siswa.
π« Strategi Implementasi: Temukan langkah-langkah praktis untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip human-centered education ke dalam kurikulum dan kegiatan sekolah Anda.
π‘ Studi Kasus Inspiratif: Jelajahi kisah sukses dari sekolah-sekolah yang telah sukses menerapkan pendidikan berbasis manusia, dan bagaimana hal itu telah mempengaruhi kualitas pembelajaran.
π Sumber Daya Tambahan: Dapatkan akses ke sumber daya online, alat pembelajaran, dan jaringan komunitas yang akan membantu Anda terus berkembang dalam mengadopsi pendekatan ini.
Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan metode mengajar Anda, memotivasi siswa, dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan bermakna.
Bagaimana cara mendapatkan e-book ini secara gratis? Cukup ikuti langkah-langkah berikut:
Kunjungi halaman https://s.id/EbookHCE
Daftar dengan alamat email Anda untuk menerima tautan unduhan e-book.
Dapatkan akses instan ke pengetahuan yang akan mengubah cara Anda memandang pendidikan!
Jadilah bagian dari gerakan menuju pendidikan yang lebih manusiawi dan berdampak. Dapatkan e-book ini sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju Human-Centered Education yang lebih baik!
Terima kasih atas dedikasi Anda terhadap masa depan pendidikan yang lebih baik.
Salam hangat,
[Tim Edupro]
Google Docs
Daftar Free E-Book Edukasi Edupro
Media Sosial
Jangan lupa ikuti berita kami di:
Facebook
https://www.facebook.com/eduproindonesia
Instagram
https://www.instagram.com/eduproindonesia/
Website
https://eduproindonesia.id/
Jika Ada kendala silahkan menghubungi kami wa.me/6285648972800
Jangan lupa ikuti berita kami di:
https://www.facebook.com/eduproindonesia
https://www.instagram.com/eduproindonesia/
Website
https://eduproindonesia.id/
Jika Ada kendala silahkan menghubungi kami wa.me/6285648972800
Forwarded from Sahabat INALEAD (Rio)
WORKSHOP DUA JAM MEMBUAT KEPUTUSAN YANG LEBIH EFEKTIF DARI RAPAT TIGA HARI
Dalam pekerjaan dan/atau bisnis, kita pasti menemukan masalah. Jika masalah tersebut tidak diselesaikan, dapat mengganggu operasional dan dalam jangka panjang dapat merusak kinerja bisnis.
βJika saya punya waktu satu jam untuk menyelesaikan masalah, saya akan menghabiskan 55 menit untuk memikirkan masalah dan 5 menit untuk memikirkan solusi.β -Albert Einstein
Sebagai pemimpin, apakah anda benar-benar puas dengan kemampuan menyelesaikan masalah dan membuat keputusan?
Sekarang, saat yang tepat gunakan metode QuiPS untuk permudah anda membuat keputusan efektif dalam waktu cepat.
Hubungi 0812-7500-7400 untuk diskusi lebih lanjut.
Dalam pekerjaan dan/atau bisnis, kita pasti menemukan masalah. Jika masalah tersebut tidak diselesaikan, dapat mengganggu operasional dan dalam jangka panjang dapat merusak kinerja bisnis.
βJika saya punya waktu satu jam untuk menyelesaikan masalah, saya akan menghabiskan 55 menit untuk memikirkan masalah dan 5 menit untuk memikirkan solusi.β -Albert Einstein
Sebagai pemimpin, apakah anda benar-benar puas dengan kemampuan menyelesaikan masalah dan membuat keputusan?
Sekarang, saat yang tepat gunakan metode QuiPS untuk permudah anda membuat keputusan efektif dalam waktu cepat.
Hubungi 0812-7500-7400 untuk diskusi lebih lanjut.
Forwarded from Sahabat INALEAD (Rio)
Mengapa orang tidak membeli dari anda?
Ada penjual yang menyimpulkan bahwa kebanyakan orang tidak membeli semata-mata karena tidak punya uang. Benarkah demikian?
Berdasarkan pengalaman selama ini, tidak. Alasan tidak punya uang hanya kamuflase untuk menutup-nutupi alasan sebenarnya.
Zig Ziglar menyebutkan ada "Five No":
*) No Need (tidak butuh)
*) No Money (tidak ada duit)
*) No Desire (tidak ingin)
*) No Hurry (tidak ada ketergesaan)
*) No Trust (tidak ada kepercayaan)
* * *
Bayangkan, anda dapat mengatasi "kelima No" itu dan menerapkannya dalam PPDB. Akan seperti apa dampaknya?
Temukan wawasan dan cara praktis melejitkan kesuksesan PPDB sekolah anda, dengan hadiri "Preview Rahasia 3 Langkah Sukses PPDB Sekolah".
π Sabtu, 6 Januari 2024. Pukul 9-11 WIB
π Zoom Meeting
π Link Pendaftaran: bit.ly/PreviewPPDB
π Fasilitas:
- Cuplikan materi rahasia 3 langkah sukses PPDB sekolah.
- Tanya jawab dengan pemateri yang kompeten.
π Gratis untuk umum
π©βπΌ Contact Person: Annisa Dwi 0813-200-25-009
Ada penjual yang menyimpulkan bahwa kebanyakan orang tidak membeli semata-mata karena tidak punya uang. Benarkah demikian?
Berdasarkan pengalaman selama ini, tidak. Alasan tidak punya uang hanya kamuflase untuk menutup-nutupi alasan sebenarnya.
Zig Ziglar menyebutkan ada "Five No":
*) No Need (tidak butuh)
*) No Money (tidak ada duit)
*) No Desire (tidak ingin)
*) No Hurry (tidak ada ketergesaan)
*) No Trust (tidak ada kepercayaan)
* * *
Bayangkan, anda dapat mengatasi "kelima No" itu dan menerapkannya dalam PPDB. Akan seperti apa dampaknya?
Temukan wawasan dan cara praktis melejitkan kesuksesan PPDB sekolah anda, dengan hadiri "Preview Rahasia 3 Langkah Sukses PPDB Sekolah".
π Sabtu, 6 Januari 2024. Pukul 9-11 WIB
π Zoom Meeting
π Link Pendaftaran: bit.ly/PreviewPPDB
π Fasilitas:
- Cuplikan materi rahasia 3 langkah sukses PPDB sekolah.
- Tanya jawab dengan pemateri yang kompeten.
π Gratis untuk umum
π©βπΌ Contact Person: Annisa Dwi 0813-200-25-009