Dunia Agrobisnis , Pertanian Dan Peternakan
37 subscribers
344 photos
704 links
Dunia Agrobisnis , Pertanian Dan Peternakan
Download Telegram
Dunia Agrobisnis , Pertanian Dan Peternakan
Photo
Anggrek bulan di Baju sang Perancang

Label Milo’s kadung identik dengan busana menawan rancangan Emilio Migliavacca. Hasil karya desainer kondang asal Italia yang kini bermukim di Bali itu jadi incaran wanita penggemar pakaian indah dan eksklusif. Namun, Milo yang satu ini bukan baju malam nan anggun atau kemeja batik berpotongan elegan. Nama itu disematkan untuk sesosok dendrobium berwarna pink dengan antena…

https://www.mitrausahatani.com/2020/10/anggrek-bulan-di-baju-sang-perancang.html
Dunia Agrobisnis , Pertanian Dan Peternakan
Photo
Langkah Menghasilkan Ranchu Berkualitas Dan Bermutu

Selain Jepang, Thailand dikenal piawai menghasilkan ranchu bermutu. Tak heran bila maskoki keluaran negeri Siam itu diminati berbagai negara. Itu buah kerja keras pemulia di sana selama 5 tahun terakhir. Inilah rahasia mereka membidani kelahiran ranchu bermutu. Dalam keluarga besar maskoki, ranchu memang superstar. Bersosok elegan, penuh gumpalan lemak- begitu sebutan penangkar Jepang-di kedua pipi.…

https://www.mitrausahatani.com/2020/10/langkah-menghasilkan-ranchu.html
Dendrobium Belang Tak Perlu Bunga

Bagi Joseph, pekebun tanaman hias di Bogor, dendrobium ini begitu disayangi. Ia menjadi salah satu koleksi andalan di antara ratusan jenis tanaman eksklusif lain. Uniknya, yang jadi daya tarik justru daun. Jumlahnya tak banyak, masih 3—5 daun. Namun jangan tanya harganya, Rp300-ribu—Rp600-ribu, berlipat tak karuan daripada dendrobium silangan terbaru sekalipun. Maklum saja, yang dimiliki pecinta…

https://www.mitrausahatani.com/2020/10/dendrobium-belang-tak-perlu-bunga.html
Dunia Agrobisnis , Pertanian Dan Peternakan
Photo
Dendrobium Keriting nan Cantik

Datanglah ke Royal Orchids di Prigen. Atau ke Sien Orchids, Frans & Edward Orchids, dan Handoyoharjo Orchids. Mata Anda akan dimanjakan aneka jenis anggrek keriting. Sekitar 70% isi kebun-kebun itu didominasi anggrek keriting. Sepuluh tahun lalu ia tak dilirik orang. Floris enggan karena petal kecil. Kolektor tidak tertarik karena bentuk dan corak warna terbatas. Sekarang…

https://www.mitrausahatani.com/2020/10/dendrobium-keriting-nan-cantik.html
Dunia Agrobisnis , Pertanian Dan Peternakan
Photo
Hanaya Orchid Sukses Bidik Pasar Berbunga

Esa Sirat dengan jeli membidik segmen flowering size sebagai kartu as usaha anggrek. Dari kebun 6.500 m2 setiap bulan ia memproduksi 1.500 pot berbunga. Pemilik Hanaya Orchid itu bisa mematok harga Rp20.000—Rp30.000/pot, karena kualitas pilihan Padahal biaya produksi paling banter Rp5.000/pot. Keuntungan yang diraup mencapai Rp 20-juta bahkan lebih! S Margin tinggi itu memang bukan…

https://www.mitrausahatani.com/2020/10/hanaya-orchid-sukses-bidik-pasar.html
Dunia Agrobisnis , Pertanian Dan Peternakan
Photo
Tanaman Golok Elok Si Penghias Ruangan

Sosok pendek, daun kaku memanjang dengan pinggiran berlekuk mirip golok. Pola daun beragam, mulai polos sampai bergaris dengan paduan 2 —3 warna. Sifatnya lumayan tahan banting, sehingga cocok untuk pengisi terarium, pot indoor, atau border taman sekalipun. Itulah cryptanthus, keluarga bromelia asli Brazil. Sifatnya memang luar biasa bandel. Ia bisa hidup di segala tipe tanah…

https://www.mitrausahatani.com/2020/10/tanaman-golok-elok-si-penghias-ruangan.html
Dunia Agrobisnis , Pertanian Dan Peternakan
Photo
Aglaonema: Empat Daun, Rp14-juta

Semburat merah pada aglaonema bak variegatanya tanaman hias. Poin itu demikian bernilai, sehingga banyak hobiis berlomba memburu corak paling sempurna. Semakin dominan warna merah, maka harga pun makin menjulang. Setelah “era” aglaonema Pride Sumatera, kini menyusul aglaonema Adelia Angelen dan silangan super merah dari Thailand. Mendengar obrolan para hobiis tentang harga aglaonema rilisan baru memang…

https://www.mitrausahatani.com/2020/10/aglaonema-empat-daun-rp14-juta.html
Dunia Agrobisnis , Pertanian Dan Peternakan
Photo
Yellow Pitaya Columbia di Wonosobo

Walau sama-sama menyandang gelar pitaya, sosok kaktus ini berbeda dengan red pitaya alias dragon fruit berkulit merah. Sosok pitaya kuning jauh lebih kecil, sekitar 80 — 100 g/buah. Namun jangan tanya rasanya. “Benar-benar manis. Sekali makan pasti ingin lagi,” ujar Jack Craig, kolektornya. Sayangnya, Selenicerus megalanthus agak malas berbuah. Jack butuh waktu 3 tahun mulai…

https://www.mitrausahatani.com/2020/10/yellow-pitaya-columbia-di-wonosobo.html
Dunia Agrobisnis , Pertanian Dan Peternakan
Photo
Yang Manis Langsat Singosari

Anda mungkin pernah kecewa saat membeli duku rasanya tak seragam. Suapan pertama rasa manis masih menggoyang lidah, tapi berikutnya Anda menyeringai karena buah asam. Itu lantaran pada tumpukan duku dicampur langsat yang biasanya asam. Lain halnya kalau langsat singosari yang dimasukkan. Dijamin tak rugi karena ia tak kalah manis dibanding duku. Nilai ekonomis langsat Lansium…

https://www.mitrausahatani.com/2020/10/yang-manis-langsat-singosari.html
Dunia Agrobisnis , Pertanian Dan Peternakan
Photo
Cara Cepat Buahkan Manggis

Queen of fruit terkenal lama berbuah. Tanaman dari biji baru bisa dipanen setelah berumur 8—15 tahun. Malah ada yang lebih. Penggunaan pupuk berimbang, zat pengatur tumbuh, perlakuan mekanis dengan penjeratan batang dan kombinasinya mampu memacu produksi manggis. Umur 9 tahun “mutiara hutan belantara” itu berbuah. Kebanyakan manggis Garcinia mangostana masih tumbuh liar di hutan-hutan. Sebagian…

https://www.mitrausahatani.com/2020/10/cara-cepat-buahkan-manggis.html
Dunia Agrobisnis , Pertanian Dan Peternakan
Photo
Kesempatan Berinvestasi Nanas di Pulau Bintan

“Singapura dan Malaysia butuh nanas dalam jumlah besar” ungkap John Madyautama, direktur PT Mahkota Agro Purbamas. Itulah sebabnya perusahaan investasi di bidang agribisnis itu telah membuka kebun seluas 140 ha di Pulau Bintan, Riau. Seluas 40 ha tengah digarap. Nanas madu asal Subang, Jawa Barat, yang ditanamnya akan dipasarkan dalam bentuk segar. Nanas termasuk komoditas…

https://www.mitrausahatani.com/2020/10/kesempatan-berinvestasi-nanas-di-pulau.html