⠀
Sumpahku, atas batang-batang lilin yang terbengkalai, lepas membawa tubuhnya terbang ke kusen jendela—lalu dengan tololnya menabrakkan diri hingga padam. Tewas, serentak.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀( ☥.. )
⠀
Sumpahku, atas batang-batang lilin yang terbengkalai, lepas membawa tubuhnya terbang ke kusen jendela—lalu dengan tololnya menabrakkan diri hingga padam. Tewas, serentak.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀( ☥.. )
⠀
⠀
Teruslah menghuyung jiwaku dengan waktu. Hingga batas belas kasihanku sudah tak ‘kan dapat lagi aku pangku. Congkak, kau! Selalu berlagak paling sangar, namun kabur paling kencang kalau mendengar kata ajal! ─── ݃♱🩸
⠀
Teruslah menghuyung jiwaku dengan waktu. Hingga batas belas kasihanku sudah tak ‘kan dapat lagi aku pangku. Congkak, kau! Selalu berlagak paling sangar, namun kabur paling kencang kalau mendengar kata ajal! ─── ݃♱🩸
Tapi, kau tak lupa, ‘kan, kalau aku ini kauseret dari semesta lain—di mana sepatutnya aku tak keluar dari sana?
⠀
⠀
Apa-apa yang kaucetak ini cuma fana.
Perihal menenggelamkannya kelewat mudah. Akan kuseret balik engkau ke tempat di mana tanganku leluasa ‘tuk mencekikmu persis bak dalam mimpi yang kujemput semalam, yang penuh dengan pemaksaan, menghentak aku agar sadar. Selekasnya. Misalkan aku diperbolehkan berkata jujur, sungguh, aku sudah sangat-sangatlah tak kuat. Aku berani bersumpah, bahwa nyawa pula batinku tidak sebuas ujung lidah apinya yang mencumbui udara penuh nafsu. Aku tak ‘kan dendam kalaupun aku akan kaumaki-maki esok Minggu, di bibir sumur yang makin buram itu.
⠀
Apa-apa yang kaucetak ini cuma fana.
Perihal menenggelamkannya kelewat mudah. Akan kuseret balik engkau ke tempat di mana tanganku leluasa ‘tuk mencekikmu persis bak dalam mimpi yang kujemput semalam, yang penuh dengan pemaksaan, menghentak aku agar sadar. Selekasnya. Misalkan aku diperbolehkan berkata jujur, sungguh, aku sudah sangat-sangatlah tak kuat. Aku berani bersumpah, bahwa nyawa pula batinku tidak sebuas ujung lidah apinya yang mencumbui udara penuh nafsu. Aku tak ‘kan dendam kalaupun aku akan kaumaki-maki esok Minggu, di bibir sumur yang makin buram itu.
⠀
⠀
“AKU REMUK DIBALUT LEBAM.”
Tepat. Persis. Selayak dalam nubuatku malam itu. Rintihku di tepi danau yang kau abaikan. (&. Sengaja kau abaikan.)
⠀⠀⠀KAUTAHU BAHWA ITU AKU!
⠀⠀ ⠀⠀JELAS-JELAS, ITU AKU! ⠀
⠀⠀⠀ ⠀⠀ ITU AKU! ITU AKU!
🫀⡱ Tamatlah serta kelanaku ini. Dari satu semesta ke semesta lainnya. Bui dunia memantik ujung syaraf mataku, yang sempat dibutakan sorot bintang besar yang terlalu terang. Aku pulang bukan karena rindu yang mengerang. Aku pulang karena muak. Memahami bahwa konsep atas waktu juga ruang itu abstrak menyobek lelahku. Paham bahwa mereka sebatas khayal, hanya menyuntikkan jengah dalam hidupku. Mengapa? Mengapa? MENGAPA???? Nihil sesal aku membalas dendamku. Jauh jarakmu menyembuhkanku. Ada beberapa keping bulan purnama yang masih aku bawa s’lama kelana. Moga benda bulat yang aku damba itu tiada rontok buat yang kedua kalinya akibat patah hati. Air mataku habis. Peranku s’bagai kawannya sudah tamat, miris.
⠀
“AKU REMUK DIBALUT LEBAM.”
Tepat. Persis. Selayak dalam nubuatku malam itu. Rintihku di tepi danau yang kau abaikan. (&. Sengaja kau abaikan.)
⠀⠀⠀KAUTAHU BAHWA ITU AKU!
⠀⠀ ⠀⠀JELAS-JELAS, ITU AKU! ⠀
⠀⠀⠀ ⠀⠀ ITU AKU! ITU AKU!
🫀⡱ Tamatlah serta kelanaku ini. Dari satu semesta ke semesta lainnya. Bui dunia memantik ujung syaraf mataku, yang sempat dibutakan sorot bintang besar yang terlalu terang. Aku pulang bukan karena rindu yang mengerang. Aku pulang karena muak. Memahami bahwa konsep atas waktu juga ruang itu abstrak menyobek lelahku. Paham bahwa mereka sebatas khayal, hanya menyuntikkan jengah dalam hidupku. Mengapa? Mengapa? MENGAPA???? Nihil sesal aku membalas dendamku. Jauh jarakmu menyembuhkanku. Ada beberapa keping bulan purnama yang masih aku bawa s’lama kelana. Moga benda bulat yang aku damba itu tiada rontok buat yang kedua kalinya akibat patah hati. Air mataku habis. Peranku s’bagai kawannya sudah tamat, miris.
⠀
❤1
Apple Music - Web Player
aMakna (feat. Raissa Anggiani) - Single by Mantra Vutura on Apple Music
Album · 2022 · 1 Song
⠀
⠀
⠀⠀⠀⠀
Simpatiku cuma akan menjadi jenaka di dalam indra pendengaranmu. Jadi, mengapa tak sekalian saja, aku kuras habis riuhnya darah yang mendidih di dalam ragamu? Tiada pantas baginya kalau-kalau harus berdiam diri, hanya untuk mengendap lebih lama lagi, tak pantas. Ia terlalu suci untuk sosokmu yang terlalu busuk.
⠀
⠀
( ( * * *⠀⠀⠀⠀
Lagipula, hidup
⠀⠀⠀⠀ akan berakhir, ‘kan?Simpatiku cuma akan menjadi jenaka di dalam indra pendengaranmu. Jadi, mengapa tak sekalian saja, aku kuras habis riuhnya darah yang mendidih di dalam ragamu? Tiada pantas baginya kalau-kalau harus berdiam diri, hanya untuk mengendap lebih lama lagi, tak pantas. Ia terlalu suci untuk sosokmu yang terlalu busuk.
⠀
⠀
BURAM NETRAKU TERKOYAK. 🪓˚.⋆ 𐀼
───────────────────────
Nanar menjulang lantas ia bersulang. Agun menyodor gerah, jua bersimpuh dalam relung penuh gelebah atas nur yang dilambai sesaknya benak. Sang madar absah menepis tapi aku apatis. Jabaran daripada sisi-sisi yang diraih lampau siuh terhenyak. Pada anomali dunia yang kerap membanting kepala yang penuh sarang laba-laba hitam di dalam rongganya ini. Aroma cercaan, gemerincing hasutan, menggeliat ruh milikku yang hampir mengabu karena dalam waktu rentan juga lamat-lamat berkarat ini sudah terseok oleh cincin api jamak yang terus-terusan bergulir tiada acuh. Ogah ia peduli pada diriku jua tapak-tapak langkahku yang kaku.
⠀⠀⠀ 𝒦 . NOKTAH: @DLISTOPIA
⠀⠀⠀⠀⠀@maangu ✶ @aqkad
⠀
BURAM NETRAKU TERKOYAK. 🪓˚.⋆ 𐀼
───────────────────────
Nanar menjulang lantas ia bersulang. Agun menyodor gerah, jua bersimpuh dalam relung penuh gelebah atas nur yang dilambai sesaknya benak. Sang madar absah menepis tapi aku apatis. Jabaran daripada sisi-sisi yang diraih lampau siuh terhenyak. Pada anomali dunia yang kerap membanting kepala yang penuh sarang laba-laba hitam di dalam rongganya ini. Aroma cercaan, gemerincing hasutan, menggeliat ruh milikku yang hampir mengabu karena dalam waktu rentan juga lamat-lamat berkarat ini sudah terseok oleh cincin api jamak yang terus-terusan bergulir tiada acuh. Ogah ia peduli pada diriku jua tapak-tapak langkahku yang kaku.
⠀⠀⠀ 𝒦 . NOKTAH: @DLISTOPIA
⠀⠀⠀⠀⠀@maangu ✶ @aqkad
⠀
