Jika kemarin kita belajar tentang peta kepemilikan saham BUMI saham yang sering dianggap sangat berbahaya, hari ini mari kita bahas tentang saham yang sudah jauh lebih banyak membuat Pahlawan Bursa Nyangkut nyangkut, yaitu BBCA.
Hanya 42.55% saham BBCA yang bisa diperjual belikan di bursa saham, sisanya saham yang dimiliki Group Djarum tidak bisa diperjual belikan karena hanya berupa dokumen di notaris, bukan berupa kepemilikan saham Scriptless.
Bulan lalu ketika data kepemilikan 1% dirilis oleh BEI, kepemilikan Investor Asing di BBCA tiba-tiba menghilang, dan hanya muncul nama Bapak Antoni Salim sebagai saham BBCA terbesar di BEI dengan total kepemilikan sebesar 2.78% dari seluruh saham scriptless.
Itu sebabnya pada post ini kami ingin mengungkat data kepemilikan Investor Asing di BBCA yang sebelumnya coba ditutupi oleh BEI.
Sampai penutupan bulan Maret 2026, total kepemilikan Asing di BBCA masih sebesar 72.73% dari saham beredar.
Reksadana Asing seperti Blackrock, Vanguard dan beberapa lainnya menguasai 36.9%, selanjutnya masih ada Dana Pensiun Asing, dan berbagai institusi lainnya yang total memiliki lebih dari 25% saham BBCA.
Itu sebabnya kemarin ketika saham BBCA jatuh, kejatuhan tersebut bukan disebabkan karena Pak Antoni Salim menjual saham BBCA, tetapi karena Asing yang membandari saham ini melakukan aksi jual besar-besaran pada para Pahlawan Bursa.
Kepemilikan Investor Ritel (Pahlawan Bursa) sendiri sebenarnya sudah cukup besar, passion nyangkut mereka membuat dari bulan ke bulan jumalh investor nyangkut di saham BBCA terus melonjak drastis.
Saat ini nilai kepemilikan PB di BBCA sudah mencapai 16.02% atau senilai 54.2 Triliun Rupiah, kepemilikan sebesar ini terbagi menjadi lebih dari 650 Ribu Jiwa Pahlawan Bursa yang selama ini sudah dengan gagah berani memberikan uangnya kepada investor asing untuk bisa nyangkut besama-sama di saham BBCA.
Jika hal ini terus berlanjut maka kemungkinan Investor Asing masih bisa jualan saham BBCA selama 5 - 10 tahun kedepan, dan dalam periode tersebut harga saham BBCA akan terus turun, dan jumlah investor ritel yang nyangkut di saham ini juga akan terus meningkat.
Jadi buat teman-teman yang saat ini nyangkut harap bersabar, karena selama Investor Ritel belum cutloss saham ini tidak akan bisa bangkit.
Hanya 42.55% saham BBCA yang bisa diperjual belikan di bursa saham, sisanya saham yang dimiliki Group Djarum tidak bisa diperjual belikan karena hanya berupa dokumen di notaris, bukan berupa kepemilikan saham Scriptless.
Bulan lalu ketika data kepemilikan 1% dirilis oleh BEI, kepemilikan Investor Asing di BBCA tiba-tiba menghilang, dan hanya muncul nama Bapak Antoni Salim sebagai saham BBCA terbesar di BEI dengan total kepemilikan sebesar 2.78% dari seluruh saham scriptless.
Itu sebabnya pada post ini kami ingin mengungkat data kepemilikan Investor Asing di BBCA yang sebelumnya coba ditutupi oleh BEI.
Sampai penutupan bulan Maret 2026, total kepemilikan Asing di BBCA masih sebesar 72.73% dari saham beredar.
Reksadana Asing seperti Blackrock, Vanguard dan beberapa lainnya menguasai 36.9%, selanjutnya masih ada Dana Pensiun Asing, dan berbagai institusi lainnya yang total memiliki lebih dari 25% saham BBCA.
Itu sebabnya kemarin ketika saham BBCA jatuh, kejatuhan tersebut bukan disebabkan karena Pak Antoni Salim menjual saham BBCA, tetapi karena Asing yang membandari saham ini melakukan aksi jual besar-besaran pada para Pahlawan Bursa.
Kepemilikan Investor Ritel (Pahlawan Bursa) sendiri sebenarnya sudah cukup besar, passion nyangkut mereka membuat dari bulan ke bulan jumalh investor nyangkut di saham BBCA terus melonjak drastis.
Saat ini nilai kepemilikan PB di BBCA sudah mencapai 16.02% atau senilai 54.2 Triliun Rupiah, kepemilikan sebesar ini terbagi menjadi lebih dari 650 Ribu Jiwa Pahlawan Bursa yang selama ini sudah dengan gagah berani memberikan uangnya kepada investor asing untuk bisa nyangkut besama-sama di saham BBCA.
Jika hal ini terus berlanjut maka kemungkinan Investor Asing masih bisa jualan saham BBCA selama 5 - 10 tahun kedepan, dan dalam periode tersebut harga saham BBCA akan terus turun, dan jumlah investor ritel yang nyangkut di saham ini juga akan terus meningkat.
Jadi buat teman-teman yang saat ini nyangkut harap bersabar, karena selama Investor Ritel belum cutloss saham ini tidak akan bisa bangkit.
🤣32👍19👎6😁2💔1
Menurut anda bagaiamana nasib BBCA dalam 2 tahun kedepan ?
Anonymous Poll
45%
Terus turun, karena Asing terus jualan.
14%
Bisa bangkit, digoreng oleh Investor Lokal
46%
Pahlawan Bursa Cutloss, sehingga harganya Bangkit Lagi.
👍9👎7
Market Report Sesi 1 by www.creative-trader.id
IHSG mengalami kenaikan 2.02 %.
Top Gainer
PADI, 30%
BPTR, 27.7%
TRUK, 24.7%
PIPA, 20.8%
MEGA, 19.4%
Top Loser
KUAS,-8.5%
PPRO,-7.1%
BDMN,-3.8%
BRRC,-3.7%
FILM,-1.9%
Naik setelah Investor Asing Beli kemarin:
CUAN 7.5% / 81.4M
CPIN 0.7% / 37.4M
TPIA 13% / 22.6M
TAPG 1.4% / 19.6M
Naik setelah turun 3 hari:
-
Lonjakan volume:
PIPA 30x
PADI 12x
KIOS 6x
PADA 6x
PANI 5x
IHSG mengalami kenaikan 2.02 %.
Top Gainer
PADI, 30%
BPTR, 27.7%
TRUK, 24.7%
PIPA, 20.8%
MEGA, 19.4%
Top Loser
KUAS,-8.5%
PPRO,-7.1%
BDMN,-3.8%
BRRC,-3.7%
FILM,-1.9%
Naik setelah Investor Asing Beli kemarin:
CUAN 7.5% / 81.4M
CPIN 0.7% / 37.4M
TPIA 13% / 22.6M
TAPG 1.4% / 19.6M
Naik setelah turun 3 hari:
-
Lonjakan volume:
PIPA 30x
PADI 12x
KIOS 6x
PADA 6x
PANI 5x
👍5👎3💔1
Pada penutupan bulan Maret lalu, nilai saham Konglomerasi di BEI turun drastis sehingga bobotnya turun sampai 47% dari bobot keseluruhan IHSG.
Hal ini tentunya merupakan pencapaian yang memprihatinkan ketika saham Non Fundamental kalah besar dibanding saham-saham berfundamental.
Namun untungnya bulan ini saham Konglo kembali digoreng, dan market capnya sudah kembali menyusul market cap saham berfundamental.
Catatan : BBCA tidak masuk kategori saham Konglomerasi karena pergerakan harga sahamnya tidak diatur oleh Djarum Group/
Hal ini tentunya merupakan pencapaian yang memprihatinkan ketika saham Non Fundamental kalah besar dibanding saham-saham berfundamental.
Namun untungnya bulan ini saham Konglo kembali digoreng, dan market capnya sudah kembali menyusul market cap saham berfundamental.
Catatan : BBCA tidak masuk kategori saham Konglomerasi karena pergerakan harga sahamnya tidak diatur oleh Djarum Group/
👍24👎4💔2
Harap waspada yaa, meskiipun banyak saham fundamental yang ikut rebound, tetapi tidak semua saham yang rebound kenaikannya diserai oleh pengorbanan Pahlawan Bursa.
Salah satu contohnya adalah saham di atas, berdasarkan data Foreign Flow Mid Day hari ini, meskipun harganya rebound minggu ini, tetapi Investor Asing malah melanjutkan aksi jual mereka di tengah kenaikan harga. 😢
Salah satu contohnya adalah saham di atas, berdasarkan data Foreign Flow Mid Day hari ini, meskipun harganya rebound minggu ini, tetapi Investor Asing malah melanjutkan aksi jual mereka di tengah kenaikan harga. 😢
🤣15👎3💔1
Creative Trader Channel
Meskipun kelihatan kurang sehat, bapak ini tetap lucu dan menghibur.
Mungkin karena Bank Dunia belum minta maaf ke Konten Kreator. 😅
🤣27😁15👎3💔2
Market Report akhir sesi by www.creative-trader.id
IHSG mengalami kenaikan 2.07% yang dimotori oleh pembelian investor asing sebesar 239.88 Miliar rupiah.
Berikut report penutupan sesi kedua:
Top Foreign Buy
BBCA, 302.1M
ASII, 147.1M
UNTR, 111.2M
BMRI, 107.9M
BBNI, 52M
Top Local Buy
BUMI, 184M
BRPT, 129M
ANTM, 92.6M
BREN, 67.5M
BNBR, 44.7M
Top Gainer
DIVA, 34.5%
OPMS, 34.4%
PADI, 29%
TRUK, 24.7%
BNBR, 19.4%
Top Loser
KUAS,-14%
HILL,-8.3%
PPRO,-7.1%
MSKY,-6.2%
BRRC,-4.9%
IHSG mengalami kenaikan 2.07% yang dimotori oleh pembelian investor asing sebesar 239.88 Miliar rupiah.
Berikut report penutupan sesi kedua:
Top Foreign Buy
BBCA, 302.1M
ASII, 147.1M
UNTR, 111.2M
BMRI, 107.9M
BBNI, 52M
Top Local Buy
BUMI, 184M
BRPT, 129M
ANTM, 92.6M
BREN, 67.5M
BNBR, 44.7M
Top Gainer
DIVA, 34.5%
OPMS, 34.4%
PADI, 29%
TRUK, 24.7%
BNBR, 19.4%
Top Loser
KUAS,-14%
HILL,-8.3%
PPRO,-7.1%
MSKY,-6.2%
BRRC,-4.9%
🤔7👍3👎3🤣1💔1