Coracist
gils semua fans nya, udah jelas jelas racist sok sok an di bela, itu cortis kalo bukan boygrup juga nasib nya bakal sama kaya kiof 😂😂
I will say this over and over again sih, gausah muak, karna memang pasti begitu. 🤣🤣
🔥85💩43🤮13🥱12🖕12💯7👍6❤3😈2
CORTIS PLAGIARISME SONG'S
1. TNT, cortis > 223 DA WORLD, 233
2. REDRED INSTRUMENTAL, cortis > FAKEMINK, INSTRUMENTAL, easter pink
3. GO! & FaSHioN cortis > FE!N, Travis scott & PRAISE THE LORD, a$ap rocky
4. JOYRIDE, cortis > CIRCLES, post malone
DAN MASIH BANYAK LAINNYA.
1. TNT, cortis > 223 DA WORLD, 233
2. REDRED INSTRUMENTAL, cortis > FAKEMINK, INSTRUMENTAL, easter pink
3. GO! & FaSHioN cortis > FE!N, Travis scott & PRAISE THE LORD, a$ap rocky
4. JOYRIDE, cortis > CIRCLES, post malone
DAN MASIH BANYAK LAINNYA.
🔥224🤮88💩37❤21👎20🤣19🖕8👍6😭6💯5🥰2
dari awal debut aja cortis udah dapet banyak cancelled dari beberapa orang luar karna lagu nya btw. lu liat aja di tiktok, Instagram dsb about cortis plagiarisme, cortis black culture. dari awal mereka udah di cancelled ya, gak usah ambigu & denial deh. 🤣🤣
🔥176🤮61💩22👎13❤10💋9🖕7👍5😭2
"tapi mereka masih di terima tuh, konser pypd rame" lah, kan beberapa, ada yang suka ada yang engga. kebebasan orang memang mau pilih siapa aja, tapi gua disini menyuarakan sebagai manusia kalo dari sejarahnya tau kalo black culture itu se sensitif itu buat white culture, esp asians. korea juga termasuk negara dengan rasisme tertinggi di dunia iywtk. gak semua orang satu pendapat kayak lu, pendapat A belum tentu sama kayak B. kalo A terima, yaudah terima, kalo B ga terima, gak usah maksa B buat beropini kayak A. the funny thing is that the majority of people here follow because of FOMO.
❤144💩43🔥31👎25🤮18🖕15👍12💯5
itu yang react tai sama muntah, semangat ngejilatin idol nya, toh jilat nya juga cuman di layar sama ketikan, rispek gua mah
🤣346🗿318🤮87🔥65💩47💯21🖕17❤14🙈5👻4👍2
They themselves chose to become PUBLIC FIGURES, where public figures have to accept a lot of criticism and they cannot freely express themselves in public. they also need to be aware of other things, including the culture they're using. they're not just kids who just use things without asking questions; they've definitely done some research. If you don't accept criticism from fans, then you don't need to be a public figure. Public figures are PAID to ENTERTAIN. "gak usah ngatur hidup mereka lah kalo gitu" yaudah mereka gak usah jadi idol aka publik figur dah.
simply atau bahasa kasarnya, IDOL / ARTIS itu BADUT yang di kasih PANGGUNG. dan IDOL adalah entertainer profesional yang pekerjaannya bergantung pada perhatian publik.
🔥151💩136🥱49🤮23❤19🖕16🤣8💯4👏3🌭1😭1
basi bat itu gua denger "mereka masih bayi" / "mereka kan anak anak" / "jangan gituin bayi" / "mereka ga ngerti apa apa" blok, ya pilihan mereka mau jadi publik figur di umur segitu, gak ada yang larang memang, tapi tanggung jawab nya berat. udah berapa idol yang bilang mereka capek jadi idol karna jadi idol sesusah itu, dan mereka masih kecil udah debut. seharusnya ada jg yang bantu nge didik & ngebimbing mereka, ya yes just say fans nya memang isi nya fomo semua cuman buat nge bayi bayiin idol nya, make mereka sebagai Muse biar keliatan "tengil". pentingnya debut di umur legal, biar gak kemakan omongan sih. ya both idol & fans are wrong, agensi nya jg salah. siapa yang mau di salahin? bingung kan? ya salah mereka sih kurang memahami cultural appropiation. fans nya juga salah memahami. war dah tuh.
#CANCELLEDCortis.
ㅤ
#CANCELLEDCortis.
ㅤ
🔥166🤣63🖕55💩42❤12💯7😭3😢2🕊2
CW // TW HARSHWORDS
stop saying mereka masih bayi, mereka dh jmbt an cok.
😐719😭611💩176🖕62🔥52👎38🥱37💯27🤨24❤8😁5
"ga usah ngomong kasar juga lah" yaudah ga usah ngebayi bayiin idol, fair enough
🔥284😐104🖕78🤣61💯35🤮28💩19❤18🥱12👍3🥰2
Coracist
their case 1. scene Coca-Cola di MV nya (debuted) 2. Redbull 3. do WYM sign 4. WYM sign + ski mask (yang jadi khas nya culture mereka) 5. plagiarisme lagu. about TNT, go dll 6. juhoon do Indian signs 7. reclaim culture black ppl notes. gue dapet dari…
ini masih banyak, cari aja sendiri, jangan minta di suapin terus ya mamah mamah papah papah nya bayi bayi kortis
🖕144🔥98😭52💩40🤮27👎11🥱10❤7😐7👏6🥰2
komen bebas bebas dah disini, terserah, tapi kondusif
🤣274🤮95💩62🔥25❤17🖕14🤷13👎11🗿7🥰3😁3
Pada akhirnya, semua yang gua tulis di atas adalah opini dan kritik pribadi gua terkait cultural appropriation, rasisme, dan penghargaan terhadap karya kreator lain. Gua nggak mengharapkan semua orang setuju, karena setiap orang punya sudut pandang masing-masing. Kalau ada penyampaian yang terlalu keras atau emosional, gua minta maaf. Fokus gua tetap pada isu dan tindakan yang dibahas, bukan untuk mengajak hate terhadap siapa pun. Kalau ada fakta, bukti, atau klarifikasi baru di kemudian hari, gua terbuka untuk memperbarui pendapat gua. Kritik bukan berarti benci, dan dukungan bukan berarti harus menutup mata terhadap kesalahan. Setuju atau tidak setuju itu hak kalian. Cari sumbernya, pelajari konteksnya, dan bentuk opini kalian sendiri.
🤣422💩190🤮133❤82👎67🔥33👏22🗿18🤡14🍌10🤷8
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
VIDEO BY @jasminedepqua ON TIKTOK.
😱191🤮133🤣101💩81🥱68🖕46❤38🔥19🤡14😐12😭9
Gua nggak pakai tiktok sebagai sumber fakta utama. Gua pake tiktok buat ngumpulin reaksi, opini, dan diskusi publik soal isu ini. Yang gua tunjukin adalah adanya perdebatan dan kritik yang memang sudah beredar, bukan menjadikan setiap video tiktok sebagai bukti mutlak. Kalau ngomong soal opini publik atau respons komunitas, media sosial memang salah satu tempat yang relevan untuk melihatnya. Tapi tentu opini publik dan fakta objektif itu dua hal yang berbeda.
💩635🤮277❤210🖕151🤣85💯50🔥34🗿29🤨27🤪15🤡7
akhir akhir ini rame, soal pembahasan "Cortis dijadikan kambing hitam", ya menurut gua karna ada sedikit benarnya. banyak diskusi tentang Black culture di K-pop yang akhirnya selalu berpusat pada cortis, padahal isu ini sudah ada jauh sebelum mereka debut dan jelas tidak berhenti hanya pada mereka. tapi, mengakui bahwa cortis mungkin mendapat sorotan yang lebih besar tidak otomatis membuat semua kritik terhadap mereka menjadi tidak valid. dua hal bisa benar dalam waktu yang sama, industri K-pop memang punya sejarah panjang mengambil inspirasi dari Black culture, dan cortis juga tetap bisa dikritik atas tindakan tertentu yang dianggap bermasalah oleh sebagian orang.
menurut gua yang juga perlu diingat adalah bahwasannya bekerja sama dengan produser, penulis lagu, atau kreator Black tidak otomatis berarti seseorang diterima sepenuhnya oleh seluruh komunitas Black atau terbebas dari kritik terkait cultural appropriation. komunitas Black bukan monolit. persetujuan, dukungan, atau kolaborasi dari beberapa individu tidak bisa dianggap sebagai representasi pandangan seluruh komunitas.
sebaliknya, kritik dari beberapa individu juga tidak otomatis mewakili seluruh komunitas Black. karna itu, menurut gua diskusinya seharusnya tidak berhenti pada "ada orang Black yang setuju" atau "ada orang Black yang tidak setuju", melainkan melihat konteks, sejarah, tindakan yang dipermasalahkan, dan bagaimana pihak yang bersangkutan merespons kritik tersebut.
maka dari itu gua memberikan beberapa video influencer yang merasa tidak setuju dengan cortis, agar beberapa pihak juga dapat melihat mengapa ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. pentingnya mengambil perspektif setiap orang yang memiliki pendapat berbeda, bukan sebagai bahan perdebatan, namun untuk pandangan baru pengetahuan.
pada akhirnya, menurut gua masalah ini lebih besar dari satu grup. tapi fakta bahwa masalahnya lebih besar dari cortis juga bukan berarti cortis kebal dari kritik. ini kembali pada konteks, karena apa yang di katakan Martin tanpa konteks lebih lanjut walau sebelumnya mereka membahas tentang konser mereka.
menurut gua yang juga perlu diingat adalah bahwasannya bekerja sama dengan produser, penulis lagu, atau kreator Black tidak otomatis berarti seseorang diterima sepenuhnya oleh seluruh komunitas Black atau terbebas dari kritik terkait cultural appropriation. komunitas Black bukan monolit. persetujuan, dukungan, atau kolaborasi dari beberapa individu tidak bisa dianggap sebagai representasi pandangan seluruh komunitas.
sebaliknya, kritik dari beberapa individu juga tidak otomatis mewakili seluruh komunitas Black. karna itu, menurut gua diskusinya seharusnya tidak berhenti pada "ada orang Black yang setuju" atau "ada orang Black yang tidak setuju", melainkan melihat konteks, sejarah, tindakan yang dipermasalahkan, dan bagaimana pihak yang bersangkutan merespons kritik tersebut.
maka dari itu gua memberikan beberapa video influencer yang merasa tidak setuju dengan cortis, agar beberapa pihak juga dapat melihat mengapa ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. pentingnya mengambil perspektif setiap orang yang memiliki pendapat berbeda, bukan sebagai bahan perdebatan, namun untuk pandangan baru pengetahuan.
pada akhirnya, menurut gua masalah ini lebih besar dari satu grup. tapi fakta bahwa masalahnya lebih besar dari cortis juga bukan berarti cortis kebal dari kritik. ini kembali pada konteks, karena apa yang di katakan Martin tanpa konteks lebih lanjut walau sebelumnya mereka membahas tentang konser mereka.
🤮126🔥43🗿20💩15❤14👎8🤨7💯3💊1
hal yang sama berlaku untuk kontroversi lain yang sering dibahas,
Soal Coca-Cola dan Red Bull, kritik yang muncul biasanya bukan semata-mata karna produknya terlihat atau dipromosikan, melainkan karna kedua brand tersebut dikaitkan oleh sebagian orang dengan gerakan boikot tertentu. karna cortis adalah publik figur dengan audiens yang besar, sebagian orang berpendapat bahwa mereka dan tim di belakang mereka seharusnya lebih berhati hati terhadap isu yang sedang sensitif. apakah itu dilakukan dengan sengaja atau tidak, itu masih bisa diperdebatkan. namun menurut gua, wajar jika ada orang yang mempertanyakan keputusan tersebut.
soal Juhoon dan gerakan tangan yang dianggap berasal dari budaya India, perdebatan yang muncul bukan hanya tentang gerakannya sendiri, tetapi tentang konteks penggunaannya. jika memang gerakan tersebut tidak termasuk dalam koreografi resmi lagu yang sedang dibawakan, sebagian orang bisa mempertanyakan mengapa gerakan itu dilakukan dan apakah ada pemahaman terhadap makna budaya di baliknya. bagi sebagian orang mungkin itu hanya gestur biasa, tetapi bagi yang lain hal itu bisa dianggap sebagai penggunaan elemen budaya tanpa konteks yang jelas. namun mayoritas mengatakan bahwa gerakan itu sama sekali tidak ada dalam koreografi, membuat gerakan itu masih di perdebatkan.
dan menurut gua, poin utamanya adalah bahwasannya setiap kritik perlu dibahas berdasarkan kasusnya masing masing. molaborasi dengan kreator dari komunitas tertentu tidak otomatis menjawab semua kritik yang muncul, sama seperti satu kontroversi juga tidak otomatis membuktikan bahwa seseorang memiliki niat buruk. yang perlu dilihat adalah konteks, tindakan, dan bagaimana mereka merespons kritik yang diberikan.
Soal Coca-Cola dan Red Bull, kritik yang muncul biasanya bukan semata-mata karna produknya terlihat atau dipromosikan, melainkan karna kedua brand tersebut dikaitkan oleh sebagian orang dengan gerakan boikot tertentu. karna cortis adalah publik figur dengan audiens yang besar, sebagian orang berpendapat bahwa mereka dan tim di belakang mereka seharusnya lebih berhati hati terhadap isu yang sedang sensitif. apakah itu dilakukan dengan sengaja atau tidak, itu masih bisa diperdebatkan. namun menurut gua, wajar jika ada orang yang mempertanyakan keputusan tersebut.
soal Juhoon dan gerakan tangan yang dianggap berasal dari budaya India, perdebatan yang muncul bukan hanya tentang gerakannya sendiri, tetapi tentang konteks penggunaannya. jika memang gerakan tersebut tidak termasuk dalam koreografi resmi lagu yang sedang dibawakan, sebagian orang bisa mempertanyakan mengapa gerakan itu dilakukan dan apakah ada pemahaman terhadap makna budaya di baliknya. bagi sebagian orang mungkin itu hanya gestur biasa, tetapi bagi yang lain hal itu bisa dianggap sebagai penggunaan elemen budaya tanpa konteks yang jelas. namun mayoritas mengatakan bahwa gerakan itu sama sekali tidak ada dalam koreografi, membuat gerakan itu masih di perdebatkan.
dan menurut gua, poin utamanya adalah bahwasannya setiap kritik perlu dibahas berdasarkan kasusnya masing masing. molaborasi dengan kreator dari komunitas tertentu tidak otomatis menjawab semua kritik yang muncul, sama seperti satu kontroversi juga tidak otomatis membuktikan bahwa seseorang memiliki niat buruk. yang perlu dilihat adalah konteks, tindakan, dan bagaimana mereka merespons kritik yang diberikan.
🤮81❤35💩18🔥9🗿9👎7🤷3👍2💯2😱1
dan soal kemiripan lagu lagu cortis dengan karya musisi lain. menurut gua masalahnya bukan sekadar ada kemiripan atau tidak, melainkan seberapa besar kemiripan tersebut dan bagaimana pihak terkait meresponsnya.
dalam industri musik, kemiripan memang bisa terjadi. genre yang sama sering kali memiliki pola drum, flow, struktur, atau gaya produksi yang mirip. karna itu kemiripan saja tidak otomatis membuktikan plagiarisme.
namun, ketika banyak pendengar menemukan kemiripan yang dianggap sangat signifikan pada beberapa elemen sekaligus seperti beat, instrumental, flow, ritme, struktur lagu, atau keseluruhan nuansa musik, maka wajar jika muncul pertanyaan dari publik.
Contohnya, beberapa lagu yang sering dibandingkan adalah:
- FaSHioN dengan Praise The Lord (A$AP Rocky)
- GO! dengan FE!N (Travis Scott)
- TNT dengan 223 (223 Da World)
- REDRED Instrumental dengan Easter Pink Instrumental (Fakemink)
Dan masih ada beberapa perbandingan lain yang sering dibahas oleh pendengar.
menurut gua, yang membuat perdebatan ini terus berlanjut bukan hanya kemiripannya, tetapi juga karena tidak ada penjelasan, klarifikasi, atau informasi yang cukup jelas mengenai kemiripan tersebut. Ketika sebuah karya dianggap terlalu mirip untuk diabaikan oleh sebagian pendengar, tetapi tidak ada respons yang menjelaskan apakah itu inspirasi, sampling, lisensi, kolaborasi, atau hal lainnya, publik tentu akan membentuk interpretasinya sendiri.
gua pribadi tidak bisa memastikan apakah itu plagiarisme atau bukan. namun menurut gua, beberapa kemiripan yang diperdebatkan memang cukup signifikan sehingga wajar jika orang mempertanyakannya. selama belum ada penjelasan yang jelas, perdebatan tersebut kemungkinan akan terus ada.
karna itu menurut gua fokus pembahasannya bukan pada membuat vonis tanpa bukti, melainkan pada pentingnya transparansi dan klarifikasi ketika muncul pertanyaan yang dianggap cukup serius oleh publik.
dalam industri musik, kemiripan memang bisa terjadi. genre yang sama sering kali memiliki pola drum, flow, struktur, atau gaya produksi yang mirip. karna itu kemiripan saja tidak otomatis membuktikan plagiarisme.
namun, ketika banyak pendengar menemukan kemiripan yang dianggap sangat signifikan pada beberapa elemen sekaligus seperti beat, instrumental, flow, ritme, struktur lagu, atau keseluruhan nuansa musik, maka wajar jika muncul pertanyaan dari publik.
Contohnya, beberapa lagu yang sering dibandingkan adalah:
- FaSHioN dengan Praise The Lord (A$AP Rocky)
- GO! dengan FE!N (Travis Scott)
- TNT dengan 223 (223 Da World)
- REDRED Instrumental dengan Easter Pink Instrumental (Fakemink)
Dan masih ada beberapa perbandingan lain yang sering dibahas oleh pendengar.
menurut gua, yang membuat perdebatan ini terus berlanjut bukan hanya kemiripannya, tetapi juga karena tidak ada penjelasan, klarifikasi, atau informasi yang cukup jelas mengenai kemiripan tersebut. Ketika sebuah karya dianggap terlalu mirip untuk diabaikan oleh sebagian pendengar, tetapi tidak ada respons yang menjelaskan apakah itu inspirasi, sampling, lisensi, kolaborasi, atau hal lainnya, publik tentu akan membentuk interpretasinya sendiri.
gua pribadi tidak bisa memastikan apakah itu plagiarisme atau bukan. namun menurut gua, beberapa kemiripan yang diperdebatkan memang cukup signifikan sehingga wajar jika orang mempertanyakannya. selama belum ada penjelasan yang jelas, perdebatan tersebut kemungkinan akan terus ada.
karna itu menurut gua fokus pembahasannya bukan pada membuat vonis tanpa bukti, melainkan pada pentingnya transparansi dan klarifikasi ketika muncul pertanyaan yang dianggap cukup serius oleh publik.
🗿76❤50🥴19👎16🔥12🙉10🤡7😭6🍌5🤨4👍3
and last but not least, stop dah membayi bayikan idol yang kalian suka, termasuk cortis. mereka bukan anak kecil yang gak ngerti apapun, sebagian besar dari mereka udah di usia remaja akhir atau menuju dewasa dan mereka juga memilih untuk menjadi publik figur dengan segala tanggung jawab yang menyertainya.
mendukung idol bukan berarti harus membenarkan semua tindakan mereka, mengkritik mereka juga bukan berarti membenci mereka. semakin dewasa seorang idol, semakin penting bagi fans untuk melihat mereka sebagai manusia biasa yang bisa berbuat baik sekaligus melakukan kesalahan, bukan sebagai "bayi" yang harus terus dilindungi dari setiap kritik.
mendukung idol bukan berarti harus membenarkan semua tindakan mereka, mengkritik mereka juga bukan berarti membenci mereka. semakin dewasa seorang idol, semakin penting bagi fans untuk melihat mereka sebagai manusia biasa yang bisa berbuat baik sekaligus melakukan kesalahan, bukan sebagai "bayi" yang harus terus dilindungi dari setiap kritik.
🗿97❤62💯15🔥9😴9👎7🤪7🍌6🤷2🥰1
intinya, gua gak ada di posisi "cortis pasti salah" ataupun "cortis pasti bener". menurut gua banyak hal yang masih abu abu dan perlu dilihat per kasus. yang jelas, jadi fans bukan berarti harus membela semuanya, dan mengkritik bukan berarti membenci. cari konteksnya, dengarkan berbagai perspektif, lalu bentuk opini kalian sendiri. setuju tidak setujunya, kembali ke kalian sendiri sebagai orang yang melihat kasus nya.
🗿105❤38🔥7👍6👎5😱5🤷4🤷♀3😴2🥰1
mungkin ada beberapa bagian yang berbeda dari apa yang gua tulis di awal, itu karna seiring berjalannya diskusi, gua juga membaca lebih banyak perspektif, argumen, dan pendapat dari berbagai pihak.
argumen awal gua lebih banyak dipengaruhi oleh apa yang saat itu gua lihat dan pahami dari sebagian orang yang membahas isu ini. sedangkan sekarang gua mencoba melihatnya dari sudut pandang yang lebih luas setelah membaca pendapat dari pihak yang setuju, yang tidak setuju, yang mengkritik, maupun yang membela.
buat gua, mengubah atau menyempurnakan argumen setelah mendapat informasi dan perspektif baru bukan berarti inkonsisten, justru itu bagian dari proses memahami suatu isu dengan lebih utuh. kalo ada bagian yang sekarang terdengar lebih netral atau lebih kompleks dibanding sebelumnya, itu karna gua berusaha memasukkan lebih banyak konteks daripada yang gua punya di awal
argumen awal gua lebih banyak dipengaruhi oleh apa yang saat itu gua lihat dan pahami dari sebagian orang yang membahas isu ini. sedangkan sekarang gua mencoba melihatnya dari sudut pandang yang lebih luas setelah membaca pendapat dari pihak yang setuju, yang tidak setuju, yang mengkritik, maupun yang membela.
buat gua, mengubah atau menyempurnakan argumen setelah mendapat informasi dan perspektif baru bukan berarti inkonsisten, justru itu bagian dari proses memahami suatu isu dengan lebih utuh. kalo ada bagian yang sekarang terdengar lebih netral atau lebih kompleks dibanding sebelumnya, itu karna gua berusaha memasukkan lebih banyak konteks daripada yang gua punya di awal
🗿101🥱75❤28🍌7🔥6😴6💯3🙉3👎2👍1🤗1
if yall think my writing is AI text-based, gua cuma ngumpulin banyak opini, perspektif, dan pemahaman dari berbagai orang. if my writing is different from before, karna sekarang gua udah ngeliat lebih banyak sisi dibanding pas awal bahas kasus ini. bukan karna ganti pendapat total, tapi karena konteks yang gua punya sekarang lebih luas
🥱105❤45🗿17😴8🙊6🔥4😡4🙉2🤷1