ANTARA MAKECCI DAN MAKEMME
Oleh: Dul Abdul Rahman
โTidak apa-apa hidupmu MAKECCI, yang penting jangan MAKEMME!โ
Ungkapan ini bukan sekadar pepatah ringan; ia adalah salah satu bentuk kebijaksanaan Bugis yang mengajarkan keberanian merasakan hidup dalam seluruh spektrumnya, termasuk rasa kecut, pahit, getir, dan segala bentuk ketidaknyamanan yang seringkali kita hindari.
Dalam perspektif budaya Bugis, rasa bukan hanya soal indera, tetapi juga soal makna, daya tahan, dan arah hidup.
Hidup, kata orang Bugis, selalu bergerak antara MACENNING (manis) dan MAKECCI (kecut). Kita sering mendambakan yang manis, tetapi justru yang kecutlah yang memperkuat karakter. Rasa KECCI dihadirkan untuk menegaskan arti CENNING.
Bagaimana mungkin kita mengetahui manisnya keberhasilan bila kita tak pernah merasakan getirnya kegagalan? Bagaimana kita memahami keindahan kebahagiaan bila kita tak pernah diuji oleh kepahitan perjalanan?
Karena itu, orang Bugis tidak mengajarkan penolakan terhadap rasa MAKECCI. Justru sebaliknya, menerimanya sebagai bagian dari ritme hidup. MAKECCI itu tandanya hidup bergerak, hidup bergulat, hidup diuji. Seperti buah yang belum matang, kecutnya adalah tanda bahwa proses masih berjalan, dan pematangan masih mungkin terjadi.
Namun ada satu kondisi yang lebih ditakuti daripada MAKECCI, yaitu MAKEMME (hambar), tanpa rasa, tanpa arah, tanpa perjuangan.
MAKECCI adalah tanda kita sedang berjuang.
MAKEMME adalah tanda kita sedang menyerah.
Di sinilah makna perjuangan menjadi inti dari filsafat hidup Bugis. Kalau hidup kita terasa โMAKECCIโ (kurang berhasil, belum mencapai apa yang diinginkan) itu bukan alasan untuk berhenti. Dalam dunia Bugis, manusia dipandang sebagai makhluk yang harus MAKKARESO, berusaha, bergerak, dan menjaga martabat diri lewat kerja keras.
Filsuf Jerman, Friedrich Schiller, pernah berkata, โHidup yang tak diperjuangkan tak akan pernah dimenangkan.โ Ungkapan ini sejalan dengan jiwa SIRI' NA PESSE, dua pilar martabat dalam budaya Bugis. SIRI' memberi manusia harga diri untuk terus bangkit, sementara PESSE memberi empati dan kekuatan batin untuk menanggung rasa pedih dalam perjalanan.
Tetapi tetap saja, berbagai bentuk ikhtiar manusia selalu berhadapan dengan kenyataan kosmis: PADA LAO TEPPADA UPE, setiap orang berjalan di jalan yang sama, tetapi tidak dengan nasib yang sama. Ada yang cepat manis, ada yang lama kecut, ada yang diuji berkali-kali sebelum menemukan sedikit saja rasa CENNING. Dan semua itu bukan tanda kegagalan, melainkan bagian dari takaran hidup masing-masing.
Karena itu, MAKECCI boleh, sebab ia mendewasakan.
MAKECCI boleh, sebab itu tanda kau masih bergerak.
MAKECCI boleh, sebab ia mengajarkan makna manis yang sebenarnya.
Tetapi MAKEMME jangan. Jangan biarkan hidupmu hambar, tanpa upaya, tanpa makna, tanpa perjuangan. Hidup yang hambar adalah hidup yang tidak dijalani dengan sepenuh jiwa, hidup yang kehilangan arah, hidup tanpa keberanian merasakan pahit dan manisnya kehidupan.
Pada akhirnya, kehidupan bukan soal mencari rasa yang paling enak, melainkan menerima seluruh rasa yang hadir dan tetap melangkah dengan hati yang teguh. Sebab justru dari MAKECCI-lah kita belajar menjadi manusia yang lebih utuh, yang tahu bahwa setiap rasa memiliki arti dan setiap perjalanan memiliki pelajaran.
MAKECCI boleh!
MAKEMME jangan!
Tabek!
#INISIATIF
Oleh: Dul Abdul Rahman
โTidak apa-apa hidupmu MAKECCI, yang penting jangan MAKEMME!โ
Ungkapan ini bukan sekadar pepatah ringan; ia adalah salah satu bentuk kebijaksanaan Bugis yang mengajarkan keberanian merasakan hidup dalam seluruh spektrumnya, termasuk rasa kecut, pahit, getir, dan segala bentuk ketidaknyamanan yang seringkali kita hindari.
Dalam perspektif budaya Bugis, rasa bukan hanya soal indera, tetapi juga soal makna, daya tahan, dan arah hidup.
Hidup, kata orang Bugis, selalu bergerak antara MACENNING (manis) dan MAKECCI (kecut). Kita sering mendambakan yang manis, tetapi justru yang kecutlah yang memperkuat karakter. Rasa KECCI dihadirkan untuk menegaskan arti CENNING.
Bagaimana mungkin kita mengetahui manisnya keberhasilan bila kita tak pernah merasakan getirnya kegagalan? Bagaimana kita memahami keindahan kebahagiaan bila kita tak pernah diuji oleh kepahitan perjalanan?
Karena itu, orang Bugis tidak mengajarkan penolakan terhadap rasa MAKECCI. Justru sebaliknya, menerimanya sebagai bagian dari ritme hidup. MAKECCI itu tandanya hidup bergerak, hidup bergulat, hidup diuji. Seperti buah yang belum matang, kecutnya adalah tanda bahwa proses masih berjalan, dan pematangan masih mungkin terjadi.
Namun ada satu kondisi yang lebih ditakuti daripada MAKECCI, yaitu MAKEMME (hambar), tanpa rasa, tanpa arah, tanpa perjuangan.
MAKECCI adalah tanda kita sedang berjuang.
MAKEMME adalah tanda kita sedang menyerah.
Di sinilah makna perjuangan menjadi inti dari filsafat hidup Bugis. Kalau hidup kita terasa โMAKECCIโ (kurang berhasil, belum mencapai apa yang diinginkan) itu bukan alasan untuk berhenti. Dalam dunia Bugis, manusia dipandang sebagai makhluk yang harus MAKKARESO, berusaha, bergerak, dan menjaga martabat diri lewat kerja keras.
Filsuf Jerman, Friedrich Schiller, pernah berkata, โHidup yang tak diperjuangkan tak akan pernah dimenangkan.โ Ungkapan ini sejalan dengan jiwa SIRI' NA PESSE, dua pilar martabat dalam budaya Bugis. SIRI' memberi manusia harga diri untuk terus bangkit, sementara PESSE memberi empati dan kekuatan batin untuk menanggung rasa pedih dalam perjalanan.
Tetapi tetap saja, berbagai bentuk ikhtiar manusia selalu berhadapan dengan kenyataan kosmis: PADA LAO TEPPADA UPE, setiap orang berjalan di jalan yang sama, tetapi tidak dengan nasib yang sama. Ada yang cepat manis, ada yang lama kecut, ada yang diuji berkali-kali sebelum menemukan sedikit saja rasa CENNING. Dan semua itu bukan tanda kegagalan, melainkan bagian dari takaran hidup masing-masing.
Karena itu, MAKECCI boleh, sebab ia mendewasakan.
MAKECCI boleh, sebab itu tanda kau masih bergerak.
MAKECCI boleh, sebab ia mengajarkan makna manis yang sebenarnya.
Tetapi MAKEMME jangan. Jangan biarkan hidupmu hambar, tanpa upaya, tanpa makna, tanpa perjuangan. Hidup yang hambar adalah hidup yang tidak dijalani dengan sepenuh jiwa, hidup yang kehilangan arah, hidup tanpa keberanian merasakan pahit dan manisnya kehidupan.
Pada akhirnya, kehidupan bukan soal mencari rasa yang paling enak, melainkan menerima seluruh rasa yang hadir dan tetap melangkah dengan hati yang teguh. Sebab justru dari MAKECCI-lah kita belajar menjadi manusia yang lebih utuh, yang tahu bahwa setiap rasa memiliki arti dan setiap perjalanan memiliki pelajaran.
MAKECCI boleh!
MAKEMME jangan!
Tabek!
#INISIATIF
โค1๐1
Bismillah, hari keempat perjuangan Kafilah BPJS Kesehatan. Hari ini kita akan berjuang pada cabang Hafalan Juz 30. Tunjukkan yang terbaik, ganbatte @Firnanda56๐
Saksikan perjuangannya di live stream IG Life at BPJS Kesehatan (Stand bye 13.15 WITA)
https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsi=MWtwYWo4NXA3YjY1
Saksikan perjuangannya di live stream IG Life at BPJS Kesehatan (Stand bye 13.15 WITA)
https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsi=MWtwYWo4NXA3YjY1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ฅ2๐1
TEROR KEMATIAN DATANG BERTUBI-TUBI
Oleh: Budiman Hakim
Hanya dalam waktu tiga bulan, tiga teman baik saya meninggal dunia. Tiga loh. Bukan satu. Temen baik loh bukan cuma sekedar temen. Yang terakhir malahan usianya masih muda banget.
"Teror" kematian yang bertubi-tubi itu, membuat saya jadi sering merenung. Bukan karena takut mati. Tapi membuat saya sadar, ternyata kematian begitu dekat. Kemarin masih ngobrol. Masih bercanda. Besoknya, namanya sudah masuk dalam percakapan dengan kalimat, โInnalillahi...โ
Ada satu hal yang unik. Saat kita sedang bersedih, dunia sama sekali gak peduli. Coba lihat keluar; Jaklingko tetap beroperasi. Warteg Bahari tetap buka. Jalanan Jakarta tetap macet. Seolah-olah memang gak terjadi apa-apa.
Bagaimana dengan sosmed? Gak ada bedanya. Orang tetap saling berdebat tentang apakah Tuhan menciptakan manusia atau manusia menciptakan Tuhan. Surga itu dongeng atau bukan. Tetap saling maki tanpa peduli bahwa antrean kematian semakin dekat. Memang begitulah cara kehidupan bekerja.
Meninggal, bisa jadi, bukan tentang kehilangan. Meninggal adalah tentang memberi ruang bagi kehidupan berikutnya. Tentu saja, dari sisi yang ditinggalkan, kematian tetap menyakitkan. Kita kehilangan teman.
Tapi mungkin justru karena kematian itu pasti, hidup menjadi berharga. Bayangkan kalau tahu kita gak akan pernah mati. Mungkin gak ada alasan untuk buru-buru jatuh cinta. Gak ada alasan untuk meminta maaf. Gak ada alasan untuk berkarya. Kita bisa menundanya sampai kapan saja.
Sayangnya kita tidak punya kemewahan itu. Kita gak tahu berapa banyak waktu yang masih kita punya. Sempat terpikir, jangan-jangan yang paling menyedihkan bukan kematian. Yang paling menyedihkan adalah ketika kita menyadari bahwa selama hidup di dunia, kita tidak pernah benar-benar hidup. Tidak pernah melakukan apa-apa. Bukankah itu lebih menyakitkan dari kematian.
Tiga teman baik sudah pergi. Lalu giliran kita kapan? Bisa 10 tahun lagi, bisa juga besok pagi. Gak ada seorang pun yang tahu. Kita memang tidak bisa memilih kapan meninggal. Tapi Kita bisa memilih bagaimana menjalani hidup sebelum kematian datang. Bahwa kita tidak hanya mencari makan tapi juga mencari makna.
Bye, Guys. Semoga kalian bertiga masuk sorga. Kalau ada....
#INISIATIF #TGIF
Oleh: Budiman Hakim
Hanya dalam waktu tiga bulan, tiga teman baik saya meninggal dunia. Tiga loh. Bukan satu. Temen baik loh bukan cuma sekedar temen. Yang terakhir malahan usianya masih muda banget.
"Teror" kematian yang bertubi-tubi itu, membuat saya jadi sering merenung. Bukan karena takut mati. Tapi membuat saya sadar, ternyata kematian begitu dekat. Kemarin masih ngobrol. Masih bercanda. Besoknya, namanya sudah masuk dalam percakapan dengan kalimat, โInnalillahi...โ
Ada satu hal yang unik. Saat kita sedang bersedih, dunia sama sekali gak peduli. Coba lihat keluar; Jaklingko tetap beroperasi. Warteg Bahari tetap buka. Jalanan Jakarta tetap macet. Seolah-olah memang gak terjadi apa-apa.
Bagaimana dengan sosmed? Gak ada bedanya. Orang tetap saling berdebat tentang apakah Tuhan menciptakan manusia atau manusia menciptakan Tuhan. Surga itu dongeng atau bukan. Tetap saling maki tanpa peduli bahwa antrean kematian semakin dekat. Memang begitulah cara kehidupan bekerja.
Meninggal, bisa jadi, bukan tentang kehilangan. Meninggal adalah tentang memberi ruang bagi kehidupan berikutnya. Tentu saja, dari sisi yang ditinggalkan, kematian tetap menyakitkan. Kita kehilangan teman.
Tapi mungkin justru karena kematian itu pasti, hidup menjadi berharga. Bayangkan kalau tahu kita gak akan pernah mati. Mungkin gak ada alasan untuk buru-buru jatuh cinta. Gak ada alasan untuk meminta maaf. Gak ada alasan untuk berkarya. Kita bisa menundanya sampai kapan saja.
Sayangnya kita tidak punya kemewahan itu. Kita gak tahu berapa banyak waktu yang masih kita punya. Sempat terpikir, jangan-jangan yang paling menyedihkan bukan kematian. Yang paling menyedihkan adalah ketika kita menyadari bahwa selama hidup di dunia, kita tidak pernah benar-benar hidup. Tidak pernah melakukan apa-apa. Bukankah itu lebih menyakitkan dari kematian.
Tiga teman baik sudah pergi. Lalu giliran kita kapan? Bisa 10 tahun lagi, bisa juga besok pagi. Gak ada seorang pun yang tahu. Kita memang tidak bisa memilih kapan meninggal. Tapi Kita bisa memilih bagaimana menjalani hidup sebelum kematian datang. Bahwa kita tidak hanya mencari makan tapi juga mencari makna.
Bye, Guys. Semoga kalian bertiga masuk sorga. Kalau ada....
#INISIATIF #TGIF
๐1
KEP DEWAN HAKIM FINALIS MTQ VIII KORPRI 2026.pdf
312.9 KB
KEP DEWAN HAKIM FINALIS MTQ VIII KORPRI 2026.pdf
Sampai Di Sini Dulu Perjuangan Kami๐ค
Kafilah BPJS Kesehatan telah berjuang dan memberikan yang terbaik. Meski belum berhasil melaju ke Top 6 pada MTQ VIII KORPRI Nasional kali ini, kami semua tetap pulang membawa pengalaman dan kebanggaanโค๏ธ
Terima kasih untuk doa, dukungan, dan arahan Bapak/Ibu Direksi, Senior Leader, Ketua KORPRI, para Leaders, serta seluruh Duta BPJS Kesehatan se-Indonesia๐ฒ๐จ
Kalah hari ini bukan akhir. Sampai bertemu di perjuangan berikutnya๐ฅ ๐
Salam hormat๐
Pembina dan Pengarah
Pak @gusmustopa
Pak @siswandi_paeran
Pak @miqbalam
Ibu @asyraf_mursalina
Pak @adiocree
Ibu @elshetheresia
Pak @Daengsubkhan
Pak @Aqabah
Kafilah
Ketua kontingen: Pak @ancha87
Official: @mumuamiruddin
Official: @yusufsyahgani
Tartil: @Bahdarsupardi
Tartil: @sarah_basarang
Khutbah: @muhammadcudi
Juz 30: @Firnanda56
Azan: @fdhidayah
#INISIATIF
Sampai Di Sini Dulu Perjuangan Kami
Kafilah BPJS Kesehatan telah berjuang dan memberikan yang terbaik. Meski belum berhasil melaju ke Top 6 pada MTQ VIII KORPRI Nasional kali ini, kami semua tetap pulang membawa pengalaman dan kebanggaan
Terima kasih untuk doa, dukungan, dan arahan Bapak/Ibu Direksi, Senior Leader, Ketua KORPRI, para Leaders, serta seluruh Duta BPJS Kesehatan se-Indonesia
Kalah hari ini bukan akhir. Sampai bertemu di perjuangan berikutnya
Salam hormat
Pembina dan Pengarah
Pak @gusmustopa
Pak @siswandi_paeran
Pak @miqbalam
Ibu @asyraf_mursalina
Pak @adiocree
Ibu @elshetheresia
Pak @Daengsubkhan
Pak @Aqabah
Kafilah
Ketua kontingen: Pak @ancha87
Official: @mumuamiruddin
Official: @yusufsyahgani
Tartil: @Bahdarsupardi
Tartil: @sarah_basarang
Khutbah: @muhammadcudi
Juz 30: @Firnanda56
Azan: @fdhidayah
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐1๐ฅ1๐1
Forwarded from adi darmawan
Forwarded from adi darmawan
Assalamu'alaikum wr wb,pagi Kawan2 ijin share dan berkenan like and repost yah
Forwarded from Hafid Mahesa
Hai, ketemu lagi di Sudut Meja. โ๏ธ
Pernahkah sebuah film terus terlintas di pikiranmu bahkan setelah selesai ditonton?
Bukan karena adegan aksinya, melainkan karena ada pesan yang terasa begitu dekat dengan kehidupan kita sendiri.
Di edisi kali ini, mari sejenak melihat The Prestige, bukan sebagai tontonan, tetapi sebagai cermin untuk memahami ambisi, persaingan, dan diri kita sendiri.
Pernahkah sebuah film terus terlintas di pikiranmu bahkan setelah selesai ditonton?
Bukan karena adegan aksinya, melainkan karena ada pesan yang terasa begitu dekat dengan kehidupan kita sendiri.
Di edisi kali ini, mari sejenak melihat The Prestige, bukan sebagai tontonan, tetapi sebagai cermin untuk memahami ambisi, persaingan, dan diri kita sendiri.
SIXTH TONE
Why Chinaโs Universities Are Ditching Their Engineering Programs
Universities are revamping their degree offerings in line with the governmentโs economic priorities.
Menarik utk disimak, bagi persiapan putra-putri kita ๐ค
Oleh: Andi Thahir
Ketika China Menutup Ratusan Program Studi: Tanda Besar Perubahan Dunia Kerja dan Pendidikan Global
Gelombang penutupan program studi di berbagai universitas besar di China menjadi sinyal kuat bahwa dunia pendidikan tinggi sedang memasuki fase transformasi paling drastis dalam beberapa dekade terakhir. Negara yang selama ini dikenal sangat agresif membangun kekuatan teknologi, manufaktur, dan riset ternyata mulai memangkas banyak jurusan lama yang dianggap tidak lagi selaras dengan kebutuhan industri masa depan.
Salah satu kasus paling mencolok datang dari Sichuan University yang pada tahun 2024 mengumumkan penghentian 31 program studi sekaligus. Langkah ini bukan kasus tunggal, melainkan bagian dari restrukturisasi pendidikan nasional China yang jauh lebih besar. Menurut laporan [Sixth Tone](https://www.sixthtone.com/news/1015732?utm_source=chatgpt.com), sepanjang tahun 2024 terdapat 19 universitas di China yang menghentikan total 99 program studi. Bahkan Ministry of Education of the People's Republic of China mengonfirmasi bahwa pemerintah China menghapus sekitar 1.670 program studi dan pada saat yang sama membuka 1.673 program baru yang dianggap lebih relevan dengan arah ekonomi masa depan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi di China kini bergerak sangat adaptif terhadap perubahan pasar kerja, perkembangan teknologi, dan transformasi industri global.
Jurusan yang Ditutup Bukan Sekadar Jurusan โLemah"
Yang menarik, banyak program studi yang dihentikan justru berasal dari bidang teknik, sains, dan industri yang dahulu dianggap strategis. Beberapa di antaranya meliputi:
* Teknik Metalurgi
* Teknik Tekstil
* Teknik Lingkungan
* Teknik Hidrologi dan Sumber Daya Air
* Teknik Keamanan (Safety Engineering)
* Teknik Jaringan
* Information Security
* Electronic Science and Technology
* Bioteknologi
* Fisika Nuklir
* Fisika Material
* Kimia Material
Selain itu, sejumlah jurusan bisnis dan sosial juga terkena dampak:
* Administrasi Publik
* Asuransi
* E-Commerce
* Information Management
* Public Administration
Bahkan bidang seni kreatif seperti Animasi, Penyiaran Televisi, Musicology, dan Seni Pertunjukan ikut dihentikan di beberapa kampus.
Langkah ini memperlihatkan bahwa masalah utama bukan sekadar โjurusan bagus atau tidak bagusโ, melainkan apakah kompetensi yang diajarkan masih sesuai dengan kebutuhan ekonomi baru berbasis AI, otomasi, digitalisasi, green economy, dan industrial intelligence.
China Sedang Mengubah Mesin Produksi SDM Nasional
Selama puluhan tahun, China membangun kekuatan industrinya melalui pendidikan massal berbasis teknik dan manufaktur konvensional. Namun kini, arah pembangunan berubah sangat cepat.
China mulai mengurangi program-program yang:
* lulusannya berlebih,
* tingkat penganggurannya tinggi,
* mudah digantikan AI dan otomasi,
* atau tidak lagi memiliki daya saing industri tinggi.
Sebagai gantinya, China membuka program-program baru seperti:
* Artificial Intelligence
* Intelligent Manufacturing
* New Energy Engineering
* Integrated Circuits
* Robotics
* Data Science
* Smart Agriculture
* Digital Economy
* Low Carbon Technology
* Quantum Information
* Industrial AI
* Smart Transportation
* Cyber-Physical Systems
Artinya, fokus pendidikan tidak lagi sekadar menghasilkan sarjana, tetapi menghasilkan tenaga kerja yang benar-benar sesuai dengan arah transformasi industri nasional.
Lanjut part 2๐
Oleh: Andi Thahir
Ketika China Menutup Ratusan Program Studi: Tanda Besar Perubahan Dunia Kerja dan Pendidikan Global
Gelombang penutupan program studi di berbagai universitas besar di China menjadi sinyal kuat bahwa dunia pendidikan tinggi sedang memasuki fase transformasi paling drastis dalam beberapa dekade terakhir. Negara yang selama ini dikenal sangat agresif membangun kekuatan teknologi, manufaktur, dan riset ternyata mulai memangkas banyak jurusan lama yang dianggap tidak lagi selaras dengan kebutuhan industri masa depan.
Salah satu kasus paling mencolok datang dari Sichuan University yang pada tahun 2024 mengumumkan penghentian 31 program studi sekaligus. Langkah ini bukan kasus tunggal, melainkan bagian dari restrukturisasi pendidikan nasional China yang jauh lebih besar. Menurut laporan [Sixth Tone](https://www.sixthtone.com/news/1015732?utm_source=chatgpt.com), sepanjang tahun 2024 terdapat 19 universitas di China yang menghentikan total 99 program studi. Bahkan Ministry of Education of the People's Republic of China mengonfirmasi bahwa pemerintah China menghapus sekitar 1.670 program studi dan pada saat yang sama membuka 1.673 program baru yang dianggap lebih relevan dengan arah ekonomi masa depan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi di China kini bergerak sangat adaptif terhadap perubahan pasar kerja, perkembangan teknologi, dan transformasi industri global.
Jurusan yang Ditutup Bukan Sekadar Jurusan โLemah"
Yang menarik, banyak program studi yang dihentikan justru berasal dari bidang teknik, sains, dan industri yang dahulu dianggap strategis. Beberapa di antaranya meliputi:
* Teknik Metalurgi
* Teknik Tekstil
* Teknik Lingkungan
* Teknik Hidrologi dan Sumber Daya Air
* Teknik Keamanan (Safety Engineering)
* Teknik Jaringan
* Information Security
* Electronic Science and Technology
* Bioteknologi
* Fisika Nuklir
* Fisika Material
* Kimia Material
Selain itu, sejumlah jurusan bisnis dan sosial juga terkena dampak:
* Administrasi Publik
* Asuransi
* E-Commerce
* Information Management
* Public Administration
Bahkan bidang seni kreatif seperti Animasi, Penyiaran Televisi, Musicology, dan Seni Pertunjukan ikut dihentikan di beberapa kampus.
Langkah ini memperlihatkan bahwa masalah utama bukan sekadar โjurusan bagus atau tidak bagusโ, melainkan apakah kompetensi yang diajarkan masih sesuai dengan kebutuhan ekonomi baru berbasis AI, otomasi, digitalisasi, green economy, dan industrial intelligence.
China Sedang Mengubah Mesin Produksi SDM Nasional
Selama puluhan tahun, China membangun kekuatan industrinya melalui pendidikan massal berbasis teknik dan manufaktur konvensional. Namun kini, arah pembangunan berubah sangat cepat.
China mulai mengurangi program-program yang:
* lulusannya berlebih,
* tingkat penganggurannya tinggi,
* mudah digantikan AI dan otomasi,
* atau tidak lagi memiliki daya saing industri tinggi.
Sebagai gantinya, China membuka program-program baru seperti:
* Artificial Intelligence
* Intelligent Manufacturing
* New Energy Engineering
* Integrated Circuits
* Robotics
* Data Science
* Smart Agriculture
* Digital Economy
* Low Carbon Technology
* Quantum Information
* Industrial AI
* Smart Transportation
* Cyber-Physical Systems
Artinya, fokus pendidikan tidak lagi sekadar menghasilkan sarjana, tetapi menghasilkan tenaga kerja yang benar-benar sesuai dengan arah transformasi industri nasional.
Lanjut part 2
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Lanjutan Part 2
Dunia Sedang Bergerak dari โKnowledge Economyโ ke โIntelligence Economyโ
Perubahan ini sesungguhnya mencerminkan transisi global yang lebih besar. Dunia kini bergerak dari ekonomi berbasis pengetahuan menuju ekonomi berbasis kecerdasan.
Pada era sebelumnya, universitas cukup menghasilkan lulusan yang memahami teori dan prosedur kerja. Namun di era AI, kemampuan seperti itu semakin mudah digantikan mesin.
Yang kini dibutuhkan adalah manusia yang mampu:
* berpikir lintas disiplin,
* menggabungkan teknologi dengan kreativitas,
* memecahkan masalah kompleks,
* memahami data,
* mengintegrasikan AI dengan dunia nyata,
* serta mampu beradaptasi cepat terhadap perubahan.
Karena itu, banyak jurusan lama mulai dianggap terlalu sempit, terlalu teoritis, atau tidak cukup fleksibel menghadapi revolusi industri baru.
Indonesia Perlu Membaca Sinyal Ini dengan Serius
Apa yang terjadi di China sebenarnya menjadi peringatan penting bagi perguruan tinggi di Indonesia. Banyak kampus di Indonesia masih menggunakan struktur kurikulum yang dibangun untuk kebutuhan industri 20โ30 tahun lalu, sementara dunia kerja berubah jauh lebih cepat dibanding kemampuan kampus beradaptasi.
Ancaman terbesar bukan hanya pengangguran lulusan, tetapi munculnya โirrelevant graduatesโ โ lulusan yang memiliki ijazah tetapi kompetensinya tidak lagi dibutuhkan industri.
Kondisi ini sangat berbahaya karena:
* teknologi AI berkembang eksponensial,
* otomasi industri semakin murah,
* perusahaan semakin mengurangi middle skill jobs,
* dan kebutuhan industri bergeser ke talenta multidisiplin.
Perguruan tinggi yang tidak cepat bertransformasi berisiko menghasilkan lulusan dengan daya saing rendah.
Jurusan Masa Depan Tidak Lagi Berdiri Sendiri
Model pendidikan masa depan kemungkinan besar tidak lagi berbasis jurusan yang kaku seperti sekarang. Yang berkembang adalah model hybrid interdisciplinary programs, misalnya:
* AI + Energi
* AI + Kesehatan
* AI + Pertanian
* AI + Manajemen Risiko
* AI + Pendidikan
* AI + Psikologi
* Green Energy + Digital System
* Robotics + Manufacturing
* Data Science + Public Policy
Dengan kata lain, masa depan bukan hanya tentang โapa jurusannyaโ, tetapi seberapa mampu seseorang menggabungkan teknologi, kreativitas, data, dan problem solving dalam satu kompetensi terpadu.
Penutupan Jurusan Bukan Tanda Kemunduran
Banyak orang salah memahami bahwa penutupan jurusan berarti kegagalan pendidikan. Padahal justru sebaliknya. Dalam banyak kasus, itu menunjukkan keberanian melakukan adaptasi.
China tampaknya menyadari bahwa mempertahankan jurusan yang tidak relevan hanya akan memperbesar pengangguran terdidik dan membebani ekonomi nasional.
Karena itu, restrukturisasi pendidikan tinggi dilakukan secara agresif agar universitas benar-benar menjadi mesin penghasil talenta strategis bagi masa depan negara.
Pertanyaannya sekarang bukan lagi:
โJurusan apa yang populer hari ini?โ
Tetapi:
"Kompetensi apa yang tetap dibutuhkan manusia ketika AI, robotika, dan otomasi mengambil alih sebagian besar pekerjaan rutin dunia?โ
๐๐๐
#INISIATIF #HappyWeekend
Dunia Sedang Bergerak dari โKnowledge Economyโ ke โIntelligence Economyโ
Perubahan ini sesungguhnya mencerminkan transisi global yang lebih besar. Dunia kini bergerak dari ekonomi berbasis pengetahuan menuju ekonomi berbasis kecerdasan.
Pada era sebelumnya, universitas cukup menghasilkan lulusan yang memahami teori dan prosedur kerja. Namun di era AI, kemampuan seperti itu semakin mudah digantikan mesin.
Yang kini dibutuhkan adalah manusia yang mampu:
* berpikir lintas disiplin,
* menggabungkan teknologi dengan kreativitas,
* memecahkan masalah kompleks,
* memahami data,
* mengintegrasikan AI dengan dunia nyata,
* serta mampu beradaptasi cepat terhadap perubahan.
Karena itu, banyak jurusan lama mulai dianggap terlalu sempit, terlalu teoritis, atau tidak cukup fleksibel menghadapi revolusi industri baru.
Indonesia Perlu Membaca Sinyal Ini dengan Serius
Apa yang terjadi di China sebenarnya menjadi peringatan penting bagi perguruan tinggi di Indonesia. Banyak kampus di Indonesia masih menggunakan struktur kurikulum yang dibangun untuk kebutuhan industri 20โ30 tahun lalu, sementara dunia kerja berubah jauh lebih cepat dibanding kemampuan kampus beradaptasi.
Ancaman terbesar bukan hanya pengangguran lulusan, tetapi munculnya โirrelevant graduatesโ โ lulusan yang memiliki ijazah tetapi kompetensinya tidak lagi dibutuhkan industri.
Kondisi ini sangat berbahaya karena:
* teknologi AI berkembang eksponensial,
* otomasi industri semakin murah,
* perusahaan semakin mengurangi middle skill jobs,
* dan kebutuhan industri bergeser ke talenta multidisiplin.
Perguruan tinggi yang tidak cepat bertransformasi berisiko menghasilkan lulusan dengan daya saing rendah.
Jurusan Masa Depan Tidak Lagi Berdiri Sendiri
Model pendidikan masa depan kemungkinan besar tidak lagi berbasis jurusan yang kaku seperti sekarang. Yang berkembang adalah model hybrid interdisciplinary programs, misalnya:
* AI + Energi
* AI + Kesehatan
* AI + Pertanian
* AI + Manajemen Risiko
* AI + Pendidikan
* AI + Psikologi
* Green Energy + Digital System
* Robotics + Manufacturing
* Data Science + Public Policy
Dengan kata lain, masa depan bukan hanya tentang โapa jurusannyaโ, tetapi seberapa mampu seseorang menggabungkan teknologi, kreativitas, data, dan problem solving dalam satu kompetensi terpadu.
Penutupan Jurusan Bukan Tanda Kemunduran
Banyak orang salah memahami bahwa penutupan jurusan berarti kegagalan pendidikan. Padahal justru sebaliknya. Dalam banyak kasus, itu menunjukkan keberanian melakukan adaptasi.
China tampaknya menyadari bahwa mempertahankan jurusan yang tidak relevan hanya akan memperbesar pengangguran terdidik dan membebani ekonomi nasional.
Karena itu, restrukturisasi pendidikan tinggi dilakukan secara agresif agar universitas benar-benar menjadi mesin penghasil talenta strategis bagi masa depan negara.
Pertanyaannya sekarang bukan lagi:
โJurusan apa yang populer hari ini?โ
Tetapi:
"Kompetensi apa yang tetap dibutuhkan manusia ketika AI, robotika, dan otomasi mengambil alih sebagian besar pekerjaan rutin dunia?โ
๐๐๐
#INISIATIF #HappyWeekend
๐1
Oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi, Sahabat!
Ada satu kalimat menarik yang saya temukan pagi ini, masih dari buku What I Wish I Knew About Luck.
โPeople tend to engage more deeply when they feel understood, and showing that youโve taken the time to learn about their perspectives creates a foundation of trust and mutual interest.โ
Orang cenderung lebih merasa engage dalam sebuah percakapan ketika mereka merasa dipahami.
Kalimat ini mengingatkan saya pada sebuah kebiasaan yang saya lakukan setiap kali akan bertemu orang baru, entah itu untuk meeting, training, interview, atau sekadar diskusi santai.
Saya biasanya akan meluangkan waktu untuk melakukan riset kecil terlebih dahulu.
Riset kecil yang saya maksud bukan sesuatu yang rumit. Hanya berbekal smartphone yang ada di genggaman saja.
Yang saya lakukan adalah googling nama mereka. Dari sana saya bisa melihat profil LinkedIn mereka untuk mengetahui perjalanan karirnya. Bisa juga dengan membuka media sosialnya untuk melihat hal-hal yang mereka sukai.
Dan kalau beruntung, terkadang saya menemukan artikel yang pernah mereka tulis atau video yang pernah mereka buat.
Dengan melakukan ini, akan membantu saya dalam memahami perspektif mereka.
Hal-hal apa yang penting bagi mereka. Apa yang mereka kerjakan sehari-hari. Bahasa seperti apa yang biasa mereka gunakan. Topik apa yang membuat mereka bersemangat. Bahkan terkadang, hal-hal apa yang membuat mereka kesal.
Salah satu contoh yang pernah saya alami adalah ketika saya mengetahui dari media sosial seorang peserta training bahwa yang bersangkutan memiliki hobi bersepeda.
Saat sesi berlangsung, saya menggunakan contoh kasus yang berkaitan dengan sepeda.
Kelihatannya sederhana. Tetapi efeknya luar biasa.
Percakapan menjadi lebih hidup. Peserta lebih mudah terhubung dengan materi yang sedang dibahas. Dan saya merasa ada hubungan yang lebih personal yang terbangun di dalam ruangan.
Menurut saya, ini bukan sekadar bentuk persiapan.
Ini adalah bentuk penghormatan.
Kita menunjukkan bahwa waktu mereka cukup berharga sehingga kita mau meluangkan waktu untuk mengenal mereka terlebih dahulu.
Sebagian orang mungkin menyebut ini stalking.
Tetapi dalam kamus saya, ini namanya research. ๐
Dan semakin sering saya melakukannya, semakin saya menyadari bahwa hubungan yang baik sering kali tidak dimulai dari kemampuan berbicara.
Melainkan dari kesediaan untuk mendengarkan dan memahami terlebih dahulu.
Jadi kalau dalam waktu dekat Anda akan bertemu seseorang yang baru, mungkin pesan yang ingin saya sampaikan:
Do your homework first.
Kenali orangnya sebelum Anda menjabat tangannya.
Karena terkadang connection yang paling kuat justru dibangun bahkan sebelum pertemuan itu dimulai.
Buku apa yang sedang Anda baca hari ini?
Happy a nice day! โค๏ธ
#INISIATIF
Selamat pagi, Sahabat!
Ada satu kalimat menarik yang saya temukan pagi ini, masih dari buku What I Wish I Knew About Luck.
โPeople tend to engage more deeply when they feel understood, and showing that youโve taken the time to learn about their perspectives creates a foundation of trust and mutual interest.โ
Orang cenderung lebih merasa engage dalam sebuah percakapan ketika mereka merasa dipahami.
Kalimat ini mengingatkan saya pada sebuah kebiasaan yang saya lakukan setiap kali akan bertemu orang baru, entah itu untuk meeting, training, interview, atau sekadar diskusi santai.
Saya biasanya akan meluangkan waktu untuk melakukan riset kecil terlebih dahulu.
Riset kecil yang saya maksud bukan sesuatu yang rumit. Hanya berbekal smartphone yang ada di genggaman saja.
Yang saya lakukan adalah googling nama mereka. Dari sana saya bisa melihat profil LinkedIn mereka untuk mengetahui perjalanan karirnya. Bisa juga dengan membuka media sosialnya untuk melihat hal-hal yang mereka sukai.
Dan kalau beruntung, terkadang saya menemukan artikel yang pernah mereka tulis atau video yang pernah mereka buat.
Dengan melakukan ini, akan membantu saya dalam memahami perspektif mereka.
Hal-hal apa yang penting bagi mereka. Apa yang mereka kerjakan sehari-hari. Bahasa seperti apa yang biasa mereka gunakan. Topik apa yang membuat mereka bersemangat. Bahkan terkadang, hal-hal apa yang membuat mereka kesal.
Salah satu contoh yang pernah saya alami adalah ketika saya mengetahui dari media sosial seorang peserta training bahwa yang bersangkutan memiliki hobi bersepeda.
Saat sesi berlangsung, saya menggunakan contoh kasus yang berkaitan dengan sepeda.
Kelihatannya sederhana. Tetapi efeknya luar biasa.
Percakapan menjadi lebih hidup. Peserta lebih mudah terhubung dengan materi yang sedang dibahas. Dan saya merasa ada hubungan yang lebih personal yang terbangun di dalam ruangan.
Menurut saya, ini bukan sekadar bentuk persiapan.
Ini adalah bentuk penghormatan.
Kita menunjukkan bahwa waktu mereka cukup berharga sehingga kita mau meluangkan waktu untuk mengenal mereka terlebih dahulu.
Sebagian orang mungkin menyebut ini stalking.
Tetapi dalam kamus saya, ini namanya research. ๐
Dan semakin sering saya melakukannya, semakin saya menyadari bahwa hubungan yang baik sering kali tidak dimulai dari kemampuan berbicara.
Melainkan dari kesediaan untuk mendengarkan dan memahami terlebih dahulu.
Jadi kalau dalam waktu dekat Anda akan bertemu seseorang yang baru, mungkin pesan yang ingin saya sampaikan:
Do your homework first.
Kenali orangnya sebelum Anda menjabat tangannya.
Karena terkadang connection yang paling kuat justru dibangun bahkan sebelum pertemuan itu dimulai.
Buku apa yang sedang Anda baca hari ini?
Happy a nice day! โค๏ธ
#INISIATIF
๐1
Oleh: Dedi Priadi
Ini adalah kisah nyata, bagaimana kejujuran dapat menyebar berkah dan sekaligus menuntut pengorbanan.
Kemarin sore, selepas saya mengajar kelas Kepemimpinan & Integritas di Lemhannas RI, ada seorang peserta -- katakan namanya Pak T-- tak sengaja bertemu saat kami berdua hendak memesan transportasi online di pelataran depan kantor Lemhannas.
Beliau menyapa saya terlebih dahulu. Setelah memperkenalkan diri, beliau langsung curhat dan mendiskusikan salah satu bahasan materi yang baru saya ajarkan.
"Pak Dedi, apa yang bapak sampaikan tadi benar sekali. Kita harus mengusahakan apa yang keluarga makan itu bersumber dari rezeki yang halal, tidak abu-abu," tutur Pak T.
"Saya merasakan hasilnya, Pak. Anak-anak saya pintar-pintar, Pak. Salah satu anak saya bahkan beberapa kali mendapatkan medali olimpiade sains di tingkat nasional. Tahun lalu ia malah jadi perwakilan Indonesia dalam olimpiade sains tingkat Internasional. Sekarang dia sedang persiapan ujian SAT, karena rencananya dia akan kuliah S1 di Eropa." tambah Pak T dengan nada bangga.
"Oh alhamdulillah, Pak. Bersyukur, anak-anak Bapak cerdas," timbal saya yang mencoba mendengar seksama curhatan Pak T.
Setelah curhat tentang anaknya, Pak T kemudian menceritakan bagaimana ia berjuang untuk jujur.
"Saya pernah dua periode menjabat Ketua Bawaslu daerah. Saya tahu, ada banyak "uang aneh" mungkin masuk kalau kita tidak kuat iman. Maka, di hari pertama saya bilang ke teman-teman anggota lainnya "Rezeki kita itu sudah Allah tentukan, maka jangan aneh-aneh urusan uang ya, kita bekerja profesional saja. Allah nanti pasti bantu," tegas Pak T.
"Alhamdulillah, setelah dua periode saya menjabat, tidak satu pun di antara kami memiliki masalah karena korupsi. Padahal banyak Bawaslu lain setelah menjabat kena kasus korupsi," sambung Pak T.
"Sampai suatu ketika, saya tertarik memiliki jabatan lebih tinggi lagi: menjadi Ketua KPU daerah. Maka saya ikuti semua proses menjadi Ketua KPU daerah, termasuk ๐ง๐ช๐ต ๐ข๐ฏ๐ฅ ๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ฑ๐ฆ๐ณ ๐ต๐ฆ๐ด๐ต. Singkat cerita, saya berpotensi kuat untuk menjadi ketua. Sampai di ujung tes, saya diminta panitia untuk kesanggupan membayar uang 500 Juta ke partai. Di titik itu saya ragu: saya lanjutkan atau mundur," tambah Pak T.
"Seketika itu saya telpon istri saya, saya ceritakan perihal permintaan uang itu. Dan istri saya menjawab, "๐๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐๐ฆ๐ต๐ถ๐ข ๐๐๐, ๐ถ๐ข๐ฏ๐จ ๐จ๐ข๐ซ๐ช๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ฉ๐ข๐ญ๐ข๐ญ ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐จ๐ข?" Mendengar kata-kata istri saya merasa terpukul. Dan saat itu juga saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai calon Ketua KPU daerah." tutur Pak T dengan sedikit lantang.
Dalam sela waktu yang singkat itu, saya kemudian menimpali cerita Pak T itu dengan sebuah kutipan materi saya di ruang kelas:
"Banyak hikmah memelihara kejujuran ya, Pak. Dengan mencoba bertindak jujur, Bapak mungkin tidak akan memiliki banyak teman, tetapi yakinlah Bapak akan akan selalu mendapatkan kawan-kawan yang tepat karena kejujuran Bapak."
Pesanan motor online Pak T keburu sampai, dan percakapan kami berakhir dengan memori pengalaman yang indah malam itu.
#INISIATIF
Ini adalah kisah nyata, bagaimana kejujuran dapat menyebar berkah dan sekaligus menuntut pengorbanan.
Kemarin sore, selepas saya mengajar kelas Kepemimpinan & Integritas di Lemhannas RI, ada seorang peserta -- katakan namanya Pak T-- tak sengaja bertemu saat kami berdua hendak memesan transportasi online di pelataran depan kantor Lemhannas.
Beliau menyapa saya terlebih dahulu. Setelah memperkenalkan diri, beliau langsung curhat dan mendiskusikan salah satu bahasan materi yang baru saya ajarkan.
"Pak Dedi, apa yang bapak sampaikan tadi benar sekali. Kita harus mengusahakan apa yang keluarga makan itu bersumber dari rezeki yang halal, tidak abu-abu," tutur Pak T.
"Saya merasakan hasilnya, Pak. Anak-anak saya pintar-pintar, Pak. Salah satu anak saya bahkan beberapa kali mendapatkan medali olimpiade sains di tingkat nasional. Tahun lalu ia malah jadi perwakilan Indonesia dalam olimpiade sains tingkat Internasional. Sekarang dia sedang persiapan ujian SAT, karena rencananya dia akan kuliah S1 di Eropa." tambah Pak T dengan nada bangga.
"Oh alhamdulillah, Pak. Bersyukur, anak-anak Bapak cerdas," timbal saya yang mencoba mendengar seksama curhatan Pak T.
Setelah curhat tentang anaknya, Pak T kemudian menceritakan bagaimana ia berjuang untuk jujur.
"Saya pernah dua periode menjabat Ketua Bawaslu daerah. Saya tahu, ada banyak "uang aneh" mungkin masuk kalau kita tidak kuat iman. Maka, di hari pertama saya bilang ke teman-teman anggota lainnya "Rezeki kita itu sudah Allah tentukan, maka jangan aneh-aneh urusan uang ya, kita bekerja profesional saja. Allah nanti pasti bantu," tegas Pak T.
"Alhamdulillah, setelah dua periode saya menjabat, tidak satu pun di antara kami memiliki masalah karena korupsi. Padahal banyak Bawaslu lain setelah menjabat kena kasus korupsi," sambung Pak T.
"Sampai suatu ketika, saya tertarik memiliki jabatan lebih tinggi lagi: menjadi Ketua KPU daerah. Maka saya ikuti semua proses menjadi Ketua KPU daerah, termasuk ๐ง๐ช๐ต ๐ข๐ฏ๐ฅ ๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ฑ๐ฆ๐ณ ๐ต๐ฆ๐ด๐ต. Singkat cerita, saya berpotensi kuat untuk menjadi ketua. Sampai di ujung tes, saya diminta panitia untuk kesanggupan membayar uang 500 Juta ke partai. Di titik itu saya ragu: saya lanjutkan atau mundur," tambah Pak T.
"Seketika itu saya telpon istri saya, saya ceritakan perihal permintaan uang itu. Dan istri saya menjawab, "๐๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐๐ฆ๐ต๐ถ๐ข ๐๐๐, ๐ถ๐ข๐ฏ๐จ ๐จ๐ข๐ซ๐ช๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ฉ๐ข๐ญ๐ข๐ญ ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐จ๐ข?" Mendengar kata-kata istri saya merasa terpukul. Dan saat itu juga saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai calon Ketua KPU daerah." tutur Pak T dengan sedikit lantang.
Dalam sela waktu yang singkat itu, saya kemudian menimpali cerita Pak T itu dengan sebuah kutipan materi saya di ruang kelas:
"Banyak hikmah memelihara kejujuran ya, Pak. Dengan mencoba bertindak jujur, Bapak mungkin tidak akan memiliki banyak teman, tetapi yakinlah Bapak akan akan selalu mendapatkan kawan-kawan yang tepat karena kejujuran Bapak."
Pesanan motor online Pak T keburu sampai, dan percakapan kami berakhir dengan memori pengalaman yang indah malam itu.
#INISIATIF
๐1
Oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi, Sahabat!
Tidak semua hal perlu dijawab. Tidak semua perdebatan perlu dimenangkan. Dan tidak setiap keheningan harus diisi dengan kata-kata.
Seiring bertambahnya pengalaman, kita belajar bahwa diam bukan berarti lemah. Justru kemampuan untuk tetap tenang ketika orang lain ingin memancing emosi adalah bentuk kekuatan.
Dalam sebuah konflik, sampaikan apa yang perlu disampaikan dengan tenang, lalu berhenti. Dalam sebuah percakapan, dengarkan tanpa terburu-buru memikirkan jawaban. Dalam sebuah wawancara atau presentasi, jangan takut pada jeda. Kadang, beberapa detik keheningan justru membuat kata-kata kita memiliki bobot lebih besar.
Orang yang selalu berbicara mungkin terlihat percaya diri. Tetapi orang yang tahu kapan harus berbicara dan kapan harus diam menunjukkan sesuatu yang lebih dalam, yaitu kendali atas dirinya sendiri.
Kekuatan bukan hanya tentang seberapa baik kita berbicara.
Kekuatan juga tentang kemampuan untuk tetap diam ketika diam adalah pilihan yang paling bijaksana.
Buku apa yang Anda baca hari ini?
Have a nice day! โค๏ธ
#INISIATIF
Selamat pagi, Sahabat!
Tidak semua hal perlu dijawab. Tidak semua perdebatan perlu dimenangkan. Dan tidak setiap keheningan harus diisi dengan kata-kata.
Seiring bertambahnya pengalaman, kita belajar bahwa diam bukan berarti lemah. Justru kemampuan untuk tetap tenang ketika orang lain ingin memancing emosi adalah bentuk kekuatan.
Dalam sebuah konflik, sampaikan apa yang perlu disampaikan dengan tenang, lalu berhenti. Dalam sebuah percakapan, dengarkan tanpa terburu-buru memikirkan jawaban. Dalam sebuah wawancara atau presentasi, jangan takut pada jeda. Kadang, beberapa detik keheningan justru membuat kata-kata kita memiliki bobot lebih besar.
Orang yang selalu berbicara mungkin terlihat percaya diri. Tetapi orang yang tahu kapan harus berbicara dan kapan harus diam menunjukkan sesuatu yang lebih dalam, yaitu kendali atas dirinya sendiri.
Kekuatan bukan hanya tentang seberapa baik kita berbicara.
Kekuatan juga tentang kemampuan untuk tetap diam ketika diam adalah pilihan yang paling bijaksana.
Buku apa yang Anda baca hari ini?
Have a nice day! โค๏ธ
#INISIATIF
๐ฅ4
Dari 126 Kantor Cabang, kini 10 terbaik melaju ke Grand Final CX126 ๐
Perjalanan ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi tentang bagaimana setiap Kantor Cabang terus bertumbuh, melakukan improvement, dan menghadirkan Customer Excellence yang semakin berdampak
Kini, 10 finalis siap memberikan yang terbaik di babak terakhir. Siapa yang akan menjadi The Best of The Best?๐
Siapa jagoanmu? Drop nama KC pilihanmu di kolom komentar yah๐
https://www.instagram.com/p/Dcw9HeHgYu3/?igsi=MWVyZ2VscmN2eWp3aA==
Perjalanan ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi tentang bagaimana setiap Kantor Cabang terus bertumbuh, melakukan improvement, dan menghadirkan Customer Excellence yang semakin berdampak
Kini, 10 finalis siap memberikan yang terbaik di babak terakhir. Siapa yang akan menjadi The Best of The Best?
Siapa jagoanmu? Drop nama KC pilihanmu di kolom komentar yah
https://www.instagram.com/p/Dcw9HeHgYu3/?igsi=MWVyZ2VscmN2eWp3aA==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ฅ4