Ask The Experts
1.85K subscribers
5.03K photos
421 videos
192 files
3.06K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
Oleh: Parlindungan Marpaung

Pernahkah Anda mendengar atau membaca kisah tentang dua orang mandor? ๐ŸŒŸ

Kisah ini mengingatkan kita bahwa setiap pekerjaan yang kita lakukan sejatinya sedang membangun sesuatu untuk diri kita sendiri. Karena itu, jangan bekerja hanya karena diminta, dan jangan terlalu sibuk menghitung apakah usaha yang kita berikan sudah sebanding dengan apa yang kita terima. Berikan yang terbaik, bahkan ketika tidak ada yang melihat.

Sebab, profesionalisme dan integritas bukan sekadar tentang menyelesaikan pekerjaan, tetapi tentang bagaimana kita memilih untuk memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan. Apa yang kita bangun hari ini melalui kerja keras, komitmen, dan sikap kita, bisa menjadi bagian penting dari masa depan yang sedang kita siapkan.

Jadi, mari bekerja dengan sepenuh hati, memberi lebih dari yang diharapkan, dan menghasilkan karya yang dapat kita banggakan. Jangan hitung-hitungan dalam memberikan yang terbaik, karena setiap kebaikan dan usaha yang kita tanam, pada waktunya akan kembali menjadi nilai bagi diri kita sendiri.

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ”ฅ3๐Ÿ‘1
Bekasi pride ๐Ÿ†
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค19๐Ÿ”ฅ3๐ŸŽ‰2๐Ÿซก2
ILMU DAPAT, 2 JP DAPAT, GIVEAWAY JUGA DAPAT ๐Ÿฅฐ๐ŸŽ

Kata siapa datang ke kelas ATE cuma bawa pulang ilmu? seperti biasa, pasti akan ada yang pulang bawa bonus giveaway juga ๐Ÿ”ฅ

Congratulations untuk dua Sobat ATE yang terpilih sebagai pemenang:
1. Kk Ditha Fradila @fradiladitha (Koordinator Frontliner KC Prabumulih)
2. Kk Meutia Elzami @meutiaelzami (Staf Komsek KC Jakarta Pusat)

Selamat untuk para pemenang dan terima kasih untuk seluruh sobat ATE selindo yang terus hadir, berpartisipasi, dan meramaikan. Sampai bertemu kembali di event fun and meaningful ATE lainnya ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Jangan lupa stay humble and stay competitive ๐Ÿ†

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1๐Ÿ”ฅ1
Oleh: Chiendu Putri

Akhir-akhir ini aku sering melihat cerita seperti ini.

โ€œKalau ada perempuan chat suamimu begini, kamu cemburu nggak?โ€

Lalu ramai orang memperdebatkan emoji, kata โ€œhuhuโ€, โ€œ๐Ÿฅบโ€, cara mengetik, sampai dianggap sebagai tanda seseorang sedang menggoda pasangan orang.

Yang membuatku gelisah justru bukan chat itu.

Tapi bagaimana hal-hal yang sebenarnya sangat kecil bisa berkembang menjadi sumber kecemasan yang begitu besar.๏ฟผ

Aku paham kenapa banyak perempuan menjadi lebih waspada.

Hari ini kita memang hidup di zaman ketika perselingkuhan, pelakor, ghosting, dan pengkhianatan begitu sering muncul di media sosial. Rasanya seperti setiap hari ada cerita baru.

Tidak heran jika banyak orang akhirnya mulai membaca segala sesuatu sebagai ancaman.๏ฟผ

Emoji menjadi mencurigakan. Cara mengetik menjadi mencurigakan. Sapaan menjadi mencurigakan. Padahal belum tentu ada apa-apa.๏ฟผ

Trauma memang bekerja seperti itu.

Saat seseorang pernah disakiti, otaknya belajar bahwa dunia tidak lagi aman. Akibatnya, ia akan terus mencari tanda-tanda bahaya, bahkan ketika bahaya itu belum tentu benar-benar ada.

Ini adalah cara sistem saraf mencoba melindungi dirinya. Tapiii kalau gak kita disadari, perlindungan ini justru bisa berubah menjadi penjara.๏ฟผ

Yang awalnya hanya kewaspadaanโ€ฆ

perlahan berubah menjadi overthinking.

Lalu menjadi prasangka.

Kemudian menjadi interogasi.

Lalu menjadi pertengkaran.

Sampai akhirnya hubungan yang tadinya baik-baik saja jadi retak krna sesuatu yang belum tentu benar-benar terjadi.๏ฟผ

Sering kali kita tidak kehilangan pasangan karena orang ketiga.

Tetapi karena ketakutan yang terus diberi makan setiap hari.๏ฟผ

Bukan berarti kita harus naif.

Bukan berarti semua orang pasti baik.
Boundaries tetap penting.
Komunikasi tetap penting.
Komitmen tetap penting.

Kalau memang pasangan menunjukkan perilaku yang berulang, menyembunyikan sesuatu, atau melanggar kesepakatan hubungan, tentu itu perlu dibicarakan.

Tetapi jangan sampai kita hidup dengan menganggap semua orang adalah ancaman.

Karena hidup dalam kewaspadaan terus-menerus juga melelahkan.๏ฟผ

Hubungan yang sehat bukan hubungan yang dipenuhi pengawasan.

Melainkan hubungan yang dibangun dari dua orang yang sama-sama bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Seseorang yang memahami nilai dirinya tidak akan mudah runtuh hanya karena emoji.

Dan seseorang yang menjaga komitmennya tidak akan tergoda hanya karena ada yang mengetik โ€œhuhu ๐Ÿฅบโ€.๏ฟผ

Menurutku, sebelum bertanya,

โ€œPerempuan itu ada maksud apa ya?โ€

Mungkin sesekali kita juga perlu bertanya,

โ€œKenapa chat sesederhana ini bisa membuat tubuhku begitu gelisah?โ€

Karena sering kali, jawaban itu tidak sedang berada di layar hape. Tapi ada pada luka yang belum selesai, atau pantulan arogansi diri saat melihat trend2 serupa menjamur.๏ฟผ

Kita boleh waspada.

Tapi jangan sampai kewaspadaan berubah menjadi cara hidup.

Karena ketika kita terus memandang dunia dari lensa ketakutan, kita bukan hanya kehilangan rasa aman.

Kita juga kehilangan kemampuan untuk menikmati cinta yang sebenarnya sedang tumbuh dengan sehat.

Sebab pada akhirnya, hubungan bukan hanya tentang menjaga pasangan dari orang lain.

Tetapi juga menjaga diri sendiri agar tidak dikendalikan oleh luka masa lalu.๏ฟผ

#INISIATIF #TGIF
๐Ÿ™1
๐Ÿ”๐Ÿ”๐Ÿ”

Pernah gak kamu berada di situasi:
๐Ÿ’ฌ Ini perlu di-share atau cukup gue simpan sendiri?
๐Ÿ’ฌ Boleh nggak sih ngomong begini di media sosial?

Atau pernah juga nggak sih lihat informasi yang kurang tepat di media sosial, terus bingungโ€ฆ
โ€œPerlu diluruskan nggak, ya?โ€ ๐Ÿ‘€
Misalnya ketika:
๐Ÿ’ฌ Ada informasi yang keliru dan bisa bikin orang salah paham
๐Ÿ’ฌ Ada konteks yang belum lengkap dan perlu dijelaskan

Tapi, tentu saja, speak up juga perlu timing, cara, dan pertimbangan. Jangan sampai niatnya meluruskan, malah jadi memperkeruh keadaan ๐Ÿ˜…

Nah, kapan saatnya speak up dan kapan sebaiknya shut up? Yuk, kita ngobrol bareng ๐Ÿ—ฃ๏ธ๐Ÿง 

๐Ÿ“ขPanggilan untuk seluruh Sobat ATE para pemburu ilmu, pejuang 2 JP, pemburu doorprize, pengisi waktu LDR-an, atau apa pun motivasi rekan-rekanโ€ฆ ๐Ÿ˜†

Yuk, jangan lupa merapat di ATE Edisi 425 "Typing, Thinking, Posting: Kapan Harus Speak Up dan Kapan Harus Shut Up?"
๐Ÿ—“ Rabu, 16 September 2026
โฐ 19.00 WIB โ€“ selesai
๐Ÿ“ Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1

๐ŸŽ Ilmu + 2 JP + Doorprize

#INISIATIF #BecomingAnExpertWithATE
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
Oleh: Fahmi Hasan Nugroho

Mencicil itu menghabiskan uang masa depan anda di hari ini.

Di satu sisi, utang adalah salah satu instrumen penggerak ekonomi yang luar biasa. Bahkan bisa dibilang, kemajuan ekonomi yang dirasakan manusia modern ini pondasi utamanya adalah utang.

Utang memungkinkan orang untuk mengembangkan usahanya di luar batas kemampuan uang yang ia miliki. Dengan skala usaha kecil, anda hanya bisa memiliki satu aset usaha dan menggantungkan hidup dari sana.

Tapi melalui utang, anda bisa mengembangkan usaha anda lebih dari kemampuan finansial anda, anda bisa membuka dua, tiga, empat aset usaha di lokasi yang berbeda dan meningkatkan pendapatan anda dari banyaknya sumber pendapatan tadi.

Dengan perencanaan yang matang, banyak orang bisa sukses dan meningkat ekonominya melalui utang.

Tapi di sisi lain, utang berhasil menghancurkan kehidupan banyak orang, karena mereka tidak memiliki perhitungan yang cermat dan karena utangnya digunakan untuk suatu hal yang konsumtif.

Banyak orang hanya fokus pada besaran cicilan dan kemampuan membayar di hari saat cicilan itu diambil, tapi banyak yang tidak memikirkan dampak panjang dan potensi risiko yang mungkin muncul di kemudian hari.

Ketika anda mengambil cicilan motor 700ribu sebulan selama tiga tahun, itu berarti anda sedang menarik uang anda di masa depan untuk digunakan di hari ini. Apakah anda akan tetap mampu membayar cicilan itu dalam waktu tiga tahun? Apakah selama tiga tahun itu kondisi finansial tetap aman meski harus diambil sebesar 700ribu untuk cicilan?

Bayangkan jika itu dilakukan selama 15-20 tahun. Sepanjang waktu itu anda tidak lagi bisa menikmati 700ribu uang anda karena ia sudah diambil di hari ini. Syukur jika pendapatan anda meningkat dan besaran cicilannya tetap, bagaimana jika besaran cicilannya naik karena kenaikan suku bunga dan pendapatan anda justru menurun karena usaha sedang susah?

Ketika anda berutang, anda sebenarnya tidak mencicilnya dengan uang, anda mencicilnya dengan ketenangan hidup di masa depan, maka pertimbangkanlah dengan hati-hati.

#INISIATIF
๐Ÿ‘1
Bismillah, cabang Tartil menjadi pembuka perjuangan Kafilah BPJS Kesehatan. Tunjukkan yang terbaik, ganbatte @Bahdarsupardi ๐Ÿ†

Saksikan perjuangannya di live stream IG Life at BPJS Kesehatan (Stand bye 08.00 WITA)
https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsi=MWtwYWo4NXA3YjY1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ”ฅ7๐ŸŽ‰3๐Ÿ˜1
Tanda-tanda akan Hidup Miskin di Hari Tua!

1) Usia 20-25 tahun, sudah punya penghasilan tetapi belum mengerti cara mengelola uang, tidak menabung, selalu menunda menabung jika diingatkan. Akhirnya sudah usia 30 tahun kehilangan waktu. Tidak terasa sudah kehilangan waktu selama 10 tahun tidak menabung, tidak investasi.

2) Usia 30 tahun, karir mulai bagus, gaji naik tetapi uang hanya numpang lewat saja. Selalu habis untuk kebutuhan yang semakin melonjak. Pengeluaran semakin membesar disebabkan oleh gaya hidup, cicilan hutang, biaya anak, perawatan kecantikan istri, komunitas, reuni, liburan, dll. Akhirnya hingga usia 40 tahun, posisi Keuangan tetap macet, pas-pasan, Saldo tabungan selalu minim, dan sering kosong, hidup ditopang oleh Kartu Kredit, KTA, Pay later, atau Pinjol.

3) Usia 40 tahun, kerja semakin keras, gaji naik tinggi, tetapi cicilan hutang semakin banyak, mulai membiayai gaya hidup istri dan anak. Tabungan dan Investasi terus saja tertunda, digeser nanti saja, hingga usia 50 tahun hasilnya Tidak pernah investasi apapun.

4) Usia 50 Tahun, Pensiun semakin dekat, tabungan pensiun masih minim, justru biaya hidup semakin besar, biaya sekolah anak-anak, gaya hidup anak, tubuh mulai tidak prima, stress tekanan ekonomi. Kegagalan hidup nyaman menikmati hari tua didepan mata. Ini serius!

Bagaimana cara menghindarinya? Agar Anda kelak bisa menikmati hari tuamu dengan nyaman?

1) Sejak usia 20 tahun, mulai belajar mengelola uang, buat cash flow positip, Pemasukan harus lebih besar daripada pengeluaran.

2) Selamatkan minimal 30% penghasilan masuk Tabungan, sisanya untuk kebutuhan hidup dan bersenang-senang. Jangan dibalik, yang ditabung sisanya.

3) Mulai investasi Emas dan Saham.

4) Lakukan secara konsisten dan disiplin.

R Noto Widjojo
Bersama Rektor UGM Ibu Prof. DR.Ova Emillia dan para Dekan.

#INISIATIF
๐Ÿ‘2
Bismillah, perjuangan Kafilah BPJS Kesehatan di hari ketiga pada cabang Tartil. Tunjukkan yang terbaik, ganbatte @sarah_basarang๐Ÿ†

Saksikan perjuangannya di live stream IG Life at BPJS Kesehatan (Stand bye 08.30 WITA)
https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsi=MWtwYWo4NXA3YjY1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ†4๐Ÿ‘1
Bukan cuma menjadi wajah pelayanan, tapi juga menjadi jembatan antara kebutuhan dan harapan peserta ๐Ÿซถ

Buat frontliner BPJS Kesehatan, setiap interaksi bukan sekadar percakapan. Ada cerita, kekhawatiran, bahkan harapan yang datang bersama setiap peserta. Karena kadang, solusi dimulai dari hal sederhana yakni mau mendengarkan, mau memahami, dan mau peduli

Yuk mari simak cerita rekan kita melalui video berikut ini ๐Ÿ‘‡
https://www.instagram.com/reel/Dcf1poDpKSa/?igsi=MXY5anpmbm9hOXcxeQ==

๐Ÿ“ธ @rayindaaliya22
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1๐Ÿ”ฅ1๐Ÿฅฐ1
ANTARA MAKECCI DAN MAKEMME

Oleh: Dul Abdul Rahman

โ€œTidak apa-apa hidupmu MAKECCI, yang penting jangan MAKEMME!โ€

Ungkapan ini bukan sekadar pepatah ringan; ia adalah salah satu bentuk kebijaksanaan Bugis yang mengajarkan keberanian merasakan hidup dalam seluruh spektrumnya, termasuk rasa kecut, pahit, getir, dan segala bentuk ketidaknyamanan yang seringkali kita hindari.

Dalam perspektif budaya Bugis, rasa bukan hanya soal indera, tetapi juga soal makna, daya tahan, dan arah hidup.

Hidup, kata orang Bugis, selalu bergerak antara MACENNING (manis) dan MAKECCI (kecut). Kita sering mendambakan yang manis, tetapi justru yang kecutlah yang memperkuat karakter. Rasa KECCI dihadirkan untuk menegaskan arti CENNING.

Bagaimana mungkin kita mengetahui manisnya keberhasilan bila kita tak pernah merasakan getirnya kegagalan? Bagaimana kita memahami keindahan kebahagiaan bila kita tak pernah diuji oleh kepahitan perjalanan?

Karena itu, orang Bugis tidak mengajarkan penolakan terhadap rasa MAKECCI. Justru sebaliknya, menerimanya sebagai bagian dari ritme hidup. MAKECCI itu tandanya hidup bergerak, hidup bergulat, hidup diuji. Seperti buah yang belum matang, kecutnya adalah tanda bahwa proses masih berjalan, dan pematangan masih mungkin terjadi.

Namun ada satu kondisi yang lebih ditakuti daripada MAKECCI, yaitu MAKEMME (hambar), tanpa rasa, tanpa arah, tanpa perjuangan.
MAKECCI adalah tanda kita sedang berjuang.
MAKEMME adalah tanda kita sedang menyerah.

Di sinilah makna perjuangan menjadi inti dari filsafat hidup Bugis. Kalau hidup kita terasa โ€œMAKECCIโ€ (kurang berhasil, belum mencapai apa yang diinginkan) itu bukan alasan untuk berhenti. Dalam dunia Bugis, manusia dipandang sebagai makhluk yang harus MAKKARESO, berusaha, bergerak, dan menjaga martabat diri lewat kerja keras.

Filsuf Jerman, Friedrich Schiller, pernah berkata, โ€œHidup yang tak diperjuangkan tak akan pernah dimenangkan.โ€ Ungkapan ini sejalan dengan jiwa SIRI' NA PESSE, dua pilar martabat dalam budaya Bugis. SIRI' memberi manusia harga diri untuk terus bangkit, sementara PESSE memberi empati dan kekuatan batin untuk menanggung rasa pedih dalam perjalanan.

Tetapi tetap saja, berbagai bentuk ikhtiar manusia selalu berhadapan dengan kenyataan kosmis: PADA LAO TEPPADA UPE, setiap orang berjalan di jalan yang sama, tetapi tidak dengan nasib yang sama. Ada yang cepat manis, ada yang lama kecut, ada yang diuji berkali-kali sebelum menemukan sedikit saja rasa CENNING. Dan semua itu bukan tanda kegagalan, melainkan bagian dari takaran hidup masing-masing.

Karena itu, MAKECCI boleh, sebab ia mendewasakan.

MAKECCI boleh, sebab itu tanda kau masih bergerak.

MAKECCI boleh, sebab ia mengajarkan makna manis yang sebenarnya.

Tetapi MAKEMME jangan. Jangan biarkan hidupmu hambar, tanpa upaya, tanpa makna, tanpa perjuangan. Hidup yang hambar adalah hidup yang tidak dijalani dengan sepenuh jiwa, hidup yang kehilangan arah, hidup tanpa keberanian merasakan pahit dan manisnya kehidupan.

Pada akhirnya, kehidupan bukan soal mencari rasa yang paling enak, melainkan menerima seluruh rasa yang hadir dan tetap melangkah dengan hati yang teguh. Sebab justru dari MAKECCI-lah kita belajar menjadi manusia yang lebih utuh, yang tahu bahwa setiap rasa memiliki arti dan setiap perjalanan memiliki pelajaran.

MAKECCI boleh!
MAKEMME jangan!

Tabek!

#INISIATIF
โค1๐Ÿ‘Œ1
Bismillah, hari keempat perjuangan Kafilah BPJS Kesehatan. Hari ini kita akan berjuang pada cabang Hafalan Juz 30. Tunjukkan yang terbaik, ganbatte @Firnanda56๐Ÿ†

Saksikan perjuangannya di live stream IG Life at BPJS Kesehatan (Stand bye 13.15 WITA)
https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsi=MWtwYWo4NXA3YjY1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ”ฅ2๐Ÿ‘1
TEROR KEMATIAN DATANG BERTUBI-TUBI

Oleh: Budiman Hakim

Hanya dalam waktu tiga bulan, tiga teman baik saya meninggal dunia. Tiga loh. Bukan satu. Temen baik loh bukan cuma sekedar temen. Yang terakhir malahan usianya masih muda banget.

"Teror" kematian yang bertubi-tubi itu, membuat saya jadi sering merenung. Bukan karena takut mati. Tapi membuat saya sadar, ternyata kematian begitu dekat. Kemarin masih ngobrol. Masih bercanda. Besoknya, namanya sudah masuk dalam percakapan dengan kalimat, โ€œInnalillahi...โ€

Ada satu hal yang unik. Saat kita sedang bersedih, dunia sama sekali gak peduli. Coba lihat keluar; Jaklingko tetap beroperasi. Warteg Bahari tetap buka. Jalanan Jakarta tetap macet. Seolah-olah memang gak terjadi apa-apa.

Bagaimana dengan sosmed? Gak ada bedanya. Orang tetap saling berdebat tentang apakah Tuhan menciptakan manusia atau manusia menciptakan Tuhan. Surga itu dongeng atau bukan. Tetap saling maki tanpa peduli bahwa antrean kematian semakin dekat. Memang begitulah cara kehidupan bekerja.

Meninggal, bisa jadi, bukan tentang kehilangan. Meninggal adalah tentang memberi ruang bagi kehidupan berikutnya. Tentu saja, dari sisi yang ditinggalkan, kematian tetap menyakitkan. Kita kehilangan teman.

Tapi mungkin justru karena kematian itu pasti, hidup menjadi berharga. Bayangkan kalau tahu kita gak akan pernah mati. Mungkin gak ada alasan untuk buru-buru jatuh cinta. Gak ada alasan untuk meminta maaf. Gak ada alasan untuk berkarya. Kita bisa menundanya sampai kapan saja.

Sayangnya kita tidak punya kemewahan itu. Kita gak tahu berapa banyak waktu yang masih kita punya. Sempat terpikir, jangan-jangan yang paling menyedihkan bukan kematian. Yang paling menyedihkan adalah ketika kita menyadari bahwa selama hidup di dunia, kita tidak pernah benar-benar hidup. Tidak pernah melakukan apa-apa. Bukankah itu lebih menyakitkan dari kematian.

Tiga teman baik sudah pergi. Lalu giliran kita kapan? Bisa 10 tahun lagi, bisa juga besok pagi. Gak ada seorang pun yang tahu. Kita memang tidak bisa memilih kapan meninggal. Tapi Kita bisa memilih bagaimana menjalani hidup sebelum kematian datang. Bahwa kita tidak hanya mencari makan tapi juga mencari makna.

Bye, Guys. Semoga kalian bertiga masuk sorga. Kalau ada....

#INISIATIF #TGIF
๐Ÿ™1
KEP DEWAN HAKIM FINALIS MTQ VIII KORPRI 2026.pdf
312.9 KB
KEP DEWAN HAKIM FINALIS MTQ VIII KORPRI 2026.pdf

Sampai Di Sini Dulu Perjuangan Kami ๐Ÿค

Kafilah BPJS Kesehatan telah berjuang dan memberikan yang terbaik. Meski belum berhasil melaju ke Top 6 pada MTQ VIII KORPRI Nasional kali ini, kami semua tetap pulang membawa pengalaman dan kebanggaanโค๏ธ

Terima kasih untuk doa, dukungan, dan arahan Bapak/Ibu Direksi, Senior Leader, Ketua KORPRI, para Leaders, serta seluruh Duta BPJS Kesehatan se-Indonesia ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

Kalah hari ini bukan akhir. Sampai bertemu di perjuangan berikutnya๐Ÿ”ฅ๐Ÿ†

Salam hormat ๐Ÿ™

Pembina dan Pengarah
Pak @gusmustopa
Pak @siswandi_paeran
Pak @miqbalam
Ibu @asyraf_mursalina
Pak @adiocree
Ibu @elshetheresia
Pak @Daengsubkhan
Pak @Aqabah

Kafilah
Ketua kontingen: Pak @ancha87
Official: @mumuamiruddin
Official: @yusufsyahgani
Tartil: @Bahdarsupardi
Tartil: @sarah_basarang
Khutbah: @muhammadcudi
Juz 30: @Firnanda56
Azan: @fdhidayah

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ‘1๐Ÿ”ฅ1๐Ÿ™1
Forwarded from adi darmawan
Assalamu'alaikum wr wb,pagi Kawan2 ijin share dan berkenan like and repost yah
Forwarded from Hafid Mahesa
Hai, ketemu lagi di Sudut Meja. โ˜•๏ธ

Pernahkah sebuah film terus terlintas di pikiranmu bahkan setelah selesai ditonton?
Bukan karena adegan aksinya, melainkan karena ada pesan yang terasa begitu dekat dengan kehidupan kita sendiri.
Di edisi kali ini, mari sejenak melihat The Prestige, bukan sebagai tontonan, tetapi sebagai cermin untuk memahami ambisi, persaingan, dan diri kita sendiri.
Menarik utk disimak, bagi persiapan putra-putri kita ๐Ÿค

Oleh: Andi Thahir

Ketika China Menutup Ratusan Program Studi: Tanda Besar Perubahan Dunia Kerja dan Pendidikan Global

Gelombang penutupan program studi di berbagai universitas besar di China menjadi sinyal kuat bahwa dunia pendidikan tinggi sedang memasuki fase transformasi paling drastis dalam beberapa dekade terakhir. Negara yang selama ini dikenal sangat agresif membangun kekuatan teknologi, manufaktur, dan riset ternyata mulai memangkas banyak jurusan lama yang dianggap tidak lagi selaras dengan kebutuhan industri masa depan.

Salah satu kasus paling mencolok datang dari Sichuan University yang pada tahun 2024 mengumumkan penghentian 31 program studi sekaligus. Langkah ini bukan kasus tunggal, melainkan bagian dari restrukturisasi pendidikan nasional China yang jauh lebih besar. Menurut laporan [Sixth Tone](https://www.sixthtone.com/news/1015732?utm_source=chatgpt.com), sepanjang tahun 2024 terdapat 19 universitas di China yang menghentikan total 99 program studi. Bahkan Ministry of Education of the People's Republic of China mengonfirmasi bahwa pemerintah China menghapus sekitar 1.670 program studi dan pada saat yang sama membuka 1.673 program baru yang dianggap lebih relevan dengan arah ekonomi masa depan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi di China kini bergerak sangat adaptif terhadap perubahan pasar kerja, perkembangan teknologi, dan transformasi industri global.

Jurusan yang Ditutup Bukan Sekadar Jurusan โ€œLemah"

Yang menarik, banyak program studi yang dihentikan justru berasal dari bidang teknik, sains, dan industri yang dahulu dianggap strategis. Beberapa di antaranya meliputi:

* Teknik Metalurgi
* Teknik Tekstil
* Teknik Lingkungan
* Teknik Hidrologi dan Sumber Daya Air
* Teknik Keamanan (Safety Engineering)
* Teknik Jaringan
* Information Security
* Electronic Science and Technology
* Bioteknologi
* Fisika Nuklir
* Fisika Material
* Kimia Material

Selain itu, sejumlah jurusan bisnis dan sosial juga terkena dampak:

* Administrasi Publik
* Asuransi
* E-Commerce
* Information Management
* Public Administration

Bahkan bidang seni kreatif seperti Animasi, Penyiaran Televisi, Musicology, dan Seni Pertunjukan ikut dihentikan di beberapa kampus.

Langkah ini memperlihatkan bahwa masalah utama bukan sekadar โ€œjurusan bagus atau tidak bagusโ€, melainkan apakah kompetensi yang diajarkan masih sesuai dengan kebutuhan ekonomi baru berbasis AI, otomasi, digitalisasi, green economy, dan industrial intelligence.

China Sedang Mengubah Mesin Produksi SDM Nasional

Selama puluhan tahun, China membangun kekuatan industrinya melalui pendidikan massal berbasis teknik dan manufaktur konvensional. Namun kini, arah pembangunan berubah sangat cepat.

China mulai mengurangi program-program yang:

* lulusannya berlebih,
* tingkat penganggurannya tinggi,
* mudah digantikan AI dan otomasi,
* atau tidak lagi memiliki daya saing industri tinggi.

Sebagai gantinya, China membuka program-program baru seperti:

* Artificial Intelligence
* Intelligent Manufacturing
* New Energy Engineering
* Integrated Circuits
* Robotics
* Data Science
* Smart Agriculture
* Digital Economy
* Low Carbon Technology
* Quantum Information
* Industrial AI
* Smart Transportation
* Cyber-Physical Systems

Artinya, fokus pendidikan tidak lagi sekadar menghasilkan sarjana, tetapi menghasilkan tenaga kerja yang benar-benar sesuai dengan arah transformasi industri nasional.

Lanjut part 2 ๐Ÿ‘‡
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Lanjutan Part 2

Dunia Sedang Bergerak dari โ€œKnowledge Economyโ€ ke โ€œIntelligence Economyโ€

Perubahan ini sesungguhnya mencerminkan transisi global yang lebih besar. Dunia kini bergerak dari ekonomi berbasis pengetahuan menuju ekonomi berbasis kecerdasan.

Pada era sebelumnya, universitas cukup menghasilkan lulusan yang memahami teori dan prosedur kerja. Namun di era AI, kemampuan seperti itu semakin mudah digantikan mesin.

Yang kini dibutuhkan adalah manusia yang mampu:

* berpikir lintas disiplin,
* menggabungkan teknologi dengan kreativitas,
* memecahkan masalah kompleks,
* memahami data,
* mengintegrasikan AI dengan dunia nyata,
* serta mampu beradaptasi cepat terhadap perubahan.

Karena itu, banyak jurusan lama mulai dianggap terlalu sempit, terlalu teoritis, atau tidak cukup fleksibel menghadapi revolusi industri baru.

Indonesia Perlu Membaca Sinyal Ini dengan Serius

Apa yang terjadi di China sebenarnya menjadi peringatan penting bagi perguruan tinggi di Indonesia. Banyak kampus di Indonesia masih menggunakan struktur kurikulum yang dibangun untuk kebutuhan industri 20โ€“30 tahun lalu, sementara dunia kerja berubah jauh lebih cepat dibanding kemampuan kampus beradaptasi.

Ancaman terbesar bukan hanya pengangguran lulusan, tetapi munculnya โ€œirrelevant graduatesโ€ โ€” lulusan yang memiliki ijazah tetapi kompetensinya tidak lagi dibutuhkan industri.

Kondisi ini sangat berbahaya karena:

* teknologi AI berkembang eksponensial,
* otomasi industri semakin murah,
* perusahaan semakin mengurangi middle skill jobs,
* dan kebutuhan industri bergeser ke talenta multidisiplin.

Perguruan tinggi yang tidak cepat bertransformasi berisiko menghasilkan lulusan dengan daya saing rendah.

Jurusan Masa Depan Tidak Lagi Berdiri Sendiri

Model pendidikan masa depan kemungkinan besar tidak lagi berbasis jurusan yang kaku seperti sekarang. Yang berkembang adalah model hybrid interdisciplinary programs, misalnya:

* AI + Energi
* AI + Kesehatan
* AI + Pertanian
* AI + Manajemen Risiko
* AI + Pendidikan
* AI + Psikologi
* Green Energy + Digital System
* Robotics + Manufacturing
* Data Science + Public Policy

Dengan kata lain, masa depan bukan hanya tentang โ€œapa jurusannyaโ€, tetapi seberapa mampu seseorang menggabungkan teknologi, kreativitas, data, dan problem solving dalam satu kompetensi terpadu.

Penutupan Jurusan Bukan Tanda Kemunduran

Banyak orang salah memahami bahwa penutupan jurusan berarti kegagalan pendidikan. Padahal justru sebaliknya. Dalam banyak kasus, itu menunjukkan keberanian melakukan adaptasi.

China tampaknya menyadari bahwa mempertahankan jurusan yang tidak relevan hanya akan memperbesar pengangguran terdidik dan membebani ekonomi nasional.

Karena itu, restrukturisasi pendidikan tinggi dilakukan secara agresif agar universitas benar-benar menjadi mesin penghasil talenta strategis bagi masa depan negara.

Pertanyaannya sekarang bukan lagi:
โ€œJurusan apa yang populer hari ini?โ€

Tetapi:
"Kompetensi apa yang tetap dibutuhkan manusia ketika AI, robotika, dan otomasi mengambil alih sebagian besar pekerjaan rutin dunia?โ€

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

#INISIATIF #HappyWeekend
๐Ÿ™1
Oleh: Iwan Kusworo

Selamat pagi, Sahabat!

Ada satu kalimat menarik yang saya temukan pagi ini, masih dari buku What I Wish I Knew About Luck.

โ€œPeople tend to engage more deeply when they feel understood, and showing that youโ€™ve taken the time to learn about their perspectives creates a foundation of trust and mutual interest.โ€

Orang cenderung lebih merasa engage dalam sebuah percakapan ketika mereka merasa dipahami.

Kalimat ini mengingatkan saya pada sebuah kebiasaan yang saya lakukan setiap kali akan bertemu orang baru, entah itu untuk meeting, training, interview, atau sekadar diskusi santai.

Saya biasanya akan meluangkan waktu untuk melakukan riset kecil terlebih dahulu.

Riset kecil yang saya maksud bukan sesuatu yang rumit. Hanya berbekal smartphone yang ada di genggaman saja.

Yang saya lakukan adalah googling nama mereka. Dari sana saya bisa melihat profil LinkedIn mereka untuk mengetahui perjalanan karirnya. Bisa juga dengan membuka media sosialnya untuk melihat hal-hal yang mereka sukai.

Dan kalau beruntung, terkadang saya menemukan artikel yang pernah mereka tulis atau video yang pernah mereka buat.

Dengan melakukan ini, akan membantu saya dalam memahami perspektif mereka.

Hal-hal apa yang penting bagi mereka. Apa yang mereka kerjakan sehari-hari. Bahasa seperti apa yang biasa mereka gunakan. Topik apa yang membuat mereka bersemangat. Bahkan terkadang, hal-hal apa yang membuat mereka kesal.

Salah satu contoh yang pernah saya alami adalah ketika saya mengetahui dari media sosial seorang peserta training bahwa yang bersangkutan memiliki hobi bersepeda.

Saat sesi berlangsung, saya menggunakan contoh kasus yang berkaitan dengan sepeda.

Kelihatannya sederhana. Tetapi efeknya luar biasa.

Percakapan menjadi lebih hidup. Peserta lebih mudah terhubung dengan materi yang sedang dibahas. Dan saya merasa ada hubungan yang lebih personal yang terbangun di dalam ruangan.

Menurut saya, ini bukan sekadar bentuk persiapan.

Ini adalah bentuk penghormatan.

Kita menunjukkan bahwa waktu mereka cukup berharga sehingga kita mau meluangkan waktu untuk mengenal mereka terlebih dahulu.

Sebagian orang mungkin menyebut ini stalking.

Tetapi dalam kamus saya, ini namanya research. ๐Ÿ˜Š

Dan semakin sering saya melakukannya, semakin saya menyadari bahwa hubungan yang baik sering kali tidak dimulai dari kemampuan berbicara.

Melainkan dari kesediaan untuk mendengarkan dan memahami terlebih dahulu.

Jadi kalau dalam waktu dekat Anda akan bertemu seseorang yang baru, mungkin pesan yang ingin saya sampaikan:

Do your homework first.

Kenali orangnya sebelum Anda menjabat tangannya.

Karena terkadang connection yang paling kuat justru dibangun bahkan sebelum pertemuan itu dimulai.

Buku apa yang sedang Anda baca hari ini?

Happy a nice day! โค๏ธ

#INISIATIF
๐Ÿ™1
Oleh: Dedi Priadi

Ini adalah kisah nyata, bagaimana kejujuran dapat menyebar berkah dan sekaligus menuntut pengorbanan.

Kemarin sore, selepas saya mengajar kelas Kepemimpinan & Integritas di Lemhannas RI, ada seorang peserta -- katakan namanya Pak T-- tak sengaja bertemu saat kami berdua hendak memesan transportasi online di pelataran depan kantor Lemhannas.

Beliau menyapa saya terlebih dahulu. Setelah memperkenalkan diri, beliau langsung curhat dan mendiskusikan salah satu bahasan materi yang baru saya ajarkan.

"Pak Dedi, apa yang bapak sampaikan tadi benar sekali. Kita harus mengusahakan apa yang keluarga makan itu bersumber dari rezeki yang halal, tidak abu-abu," tutur Pak T.

"Saya merasakan hasilnya, Pak. Anak-anak saya pintar-pintar, Pak. Salah satu anak saya bahkan beberapa kali mendapatkan medali olimpiade sains di tingkat nasional. Tahun lalu ia malah jadi perwakilan Indonesia dalam olimpiade sains tingkat Internasional. Sekarang dia sedang persiapan ujian SAT, karena rencananya dia akan kuliah S1 di Eropa." tambah Pak T dengan nada bangga.

"Oh alhamdulillah, Pak. Bersyukur, anak-anak Bapak cerdas," timbal saya yang mencoba mendengar seksama curhatan Pak T.

Setelah curhat tentang anaknya, Pak T kemudian menceritakan bagaimana ia berjuang untuk jujur.

"Saya pernah dua periode menjabat Ketua Bawaslu daerah. Saya tahu, ada banyak "uang aneh" mungkin masuk kalau kita tidak kuat iman. Maka, di hari pertama saya bilang ke teman-teman anggota lainnya "Rezeki kita itu sudah Allah tentukan, maka jangan aneh-aneh urusan uang ya, kita bekerja profesional saja. Allah nanti pasti bantu," tegas Pak T.

"Alhamdulillah, setelah dua periode saya menjabat, tidak satu pun di antara kami memiliki masalah karena korupsi. Padahal banyak Bawaslu lain setelah menjabat kena kasus korupsi," sambung Pak T.

"Sampai suatu ketika, saya tertarik memiliki jabatan lebih tinggi lagi: menjadi Ketua KPU daerah. Maka saya ikuti semua proses menjadi Ketua KPU daerah, termasuk ๐˜ง๐˜ช๐˜ต ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ด๐˜ต. Singkat cerita, saya berpotensi kuat untuk menjadi ketua. Sampai di ujung tes, saya diminta panitia untuk kesanggupan membayar uang 500 Juta ke partai. Di titik itu saya ragu: saya lanjutkan atau mundur," tambah Pak T.

"Seketika itu saya telpon istri saya, saya ceritakan perihal permintaan uang itu. Dan istri saya menjawab, "๐˜’๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช ๐˜’๐˜ฆ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข ๐˜’๐˜—๐˜œ, ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜จ๐˜ข๐˜ซ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜‰๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜จ๐˜ข?" Mendengar kata-kata istri saya merasa terpukul. Dan saat itu juga saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai calon Ketua KPU daerah." tutur Pak T dengan sedikit lantang.

Dalam sela waktu yang singkat itu, saya kemudian menimpali cerita Pak T itu dengan sebuah kutipan materi saya di ruang kelas:

"Banyak hikmah memelihara kejujuran ya, Pak. Dengan mencoba bertindak jujur, Bapak mungkin tidak akan memiliki banyak teman, tetapi yakinlah Bapak akan akan selalu mendapatkan kawan-kawan yang tepat karena kejujuran Bapak."

Pesanan motor online Pak T keburu sampai, dan percakapan kami berakhir dengan memori pengalaman yang indah malam itu.

#INISIATIF
๐Ÿ™1