Oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi, Sahabat!
Sebuah kalimat di buku What I Wish I Knew About Luck ini bagus banget.
โLife isnโt a sprint, itโs a marathon, and each mile will have different priorities.โ
Hidup bukan lari jarak pendek, melainkan marathon. Dan di setiap kilometer yang ditempuh, prioritas kita akan berubah.
Saat masih kuliah di Surabaya dulu, prioritas saya sederhana: lulus kuliah. That's it!
Ketika mulai bekerja, prioritasnya berubah. Saat itu saya ingin memiliki penghasilan yang cukup agar bisa melamar perempuan yang saya idamkan. ๐
Setelah menikah, garis finish-nya bergeser lagi. Salah satu prioritas terbesar saat itu adalah memiliki rumah sendiri.
Saya yakin banyak dari kita memiliki kisah yang mirip.
Ada fase ketika kita fokus mencari pekerjaan. Ada fase ketika kita fokus membina keluarga. Ada fase ketika kita fokus mengejar karir. Ada fase ketika kita fokus membesarkan anak. Ada fase ketika kita mulai memikirkan kesehatan, makna hidup, atau persiapan masa pensiun.
Sering kali kita melihat kehidupan seolah-olah hanya ada satu tujuan besar yang harus dicapai. Padahal ketika melihat ke belakang, perjalanan hidup ternyata terdiri dari banyak garis finish kecil yang silih berganti.
Kesuksesan tidak hanya ditentukan dari apakah kita akhirnya mencapai tujuan tertentu.
Seperti yang ditulis dalam buku ini:
โTrue success is measured not only by steady progress toward the goal but also by the personal and strategic growth that happens throughout the journey.โ
Kesuksesan sejati bukan hanya tentang terus bergerak menuju tujuan, tetapi juga tentang pertumbuhan pribadi (personal growth) dan kebijaksanaan (wisdom) yang kita peroleh selama perjalanan itu.
Karena pada akhirnya, yang membentuk dan mewarnai hidup kita bukan hanya tujuan yang berhasil kita capai, tetapi juga tentang siapa diri kita saat tiba di sana.
Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?
Happy a nice day! โค๏ธ
#INISIATIF
Selamat pagi, Sahabat!
Sebuah kalimat di buku What I Wish I Knew About Luck ini bagus banget.
โLife isnโt a sprint, itโs a marathon, and each mile will have different priorities.โ
Hidup bukan lari jarak pendek, melainkan marathon. Dan di setiap kilometer yang ditempuh, prioritas kita akan berubah.
Saat masih kuliah di Surabaya dulu, prioritas saya sederhana: lulus kuliah. That's it!
Ketika mulai bekerja, prioritasnya berubah. Saat itu saya ingin memiliki penghasilan yang cukup agar bisa melamar perempuan yang saya idamkan. ๐
Setelah menikah, garis finish-nya bergeser lagi. Salah satu prioritas terbesar saat itu adalah memiliki rumah sendiri.
Saya yakin banyak dari kita memiliki kisah yang mirip.
Ada fase ketika kita fokus mencari pekerjaan. Ada fase ketika kita fokus membina keluarga. Ada fase ketika kita fokus mengejar karir. Ada fase ketika kita fokus membesarkan anak. Ada fase ketika kita mulai memikirkan kesehatan, makna hidup, atau persiapan masa pensiun.
Sering kali kita melihat kehidupan seolah-olah hanya ada satu tujuan besar yang harus dicapai. Padahal ketika melihat ke belakang, perjalanan hidup ternyata terdiri dari banyak garis finish kecil yang silih berganti.
Kesuksesan tidak hanya ditentukan dari apakah kita akhirnya mencapai tujuan tertentu.
Seperti yang ditulis dalam buku ini:
โTrue success is measured not only by steady progress toward the goal but also by the personal and strategic growth that happens throughout the journey.โ
Kesuksesan sejati bukan hanya tentang terus bergerak menuju tujuan, tetapi juga tentang pertumbuhan pribadi (personal growth) dan kebijaksanaan (wisdom) yang kita peroleh selama perjalanan itu.
Karena pada akhirnya, yang membentuk dan mewarnai hidup kita bukan hanya tujuan yang berhasil kita capai, tetapi juga tentang siapa diri kita saat tiba di sana.
Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?
Happy a nice day! โค๏ธ
#INISIATIF
โค1
ABOUT GASLIGHTING โ
Oleh: Chiendu Putri
Gaslighting adalah tindakan yang menurut ku sangat amat gelap. Salah satu penyiksaan psikologi yang luar biasa efeknya pada "korban"
Gaslighter meyakinkan kamu, bahwa :
- apa yg kamu lihat tidak benar
- apa yg kamu dengar itu salah
- apa yg kamu rasakan itu ilusi
- apa yg kamu alami adalah completely "tidak benar"
Tujuannya adalah meyakinkanmu bahwa "realita" kamu bener-bener salah total. tidak ada. Absurd. Dan konyol.๏ฟผ
Ketika melakukannya Gaslighter tau benar dampak ini akan terjadi pada diri-mu karena gaslighting adalah salah satu "Taktik Psikologi" untuk menguasai seseorang, membuat seseorang tidak mengenali lagi apa yg dia rasakan, untuk sepenuhnya mengkontrol orang tersebut, memanfaatan, kemelekatan yg toxic, dan bentuk sebuah ekspresi narsistik yang selama ini kerap muncul dan merusak mentalitas para korban.
Sementara para korban cenderung adalah orang yang tidak mengenali dirinya sendiri dan sibuk melekatkan diri ke orang lain. Mencari validasi diri diluar diri. Sering mengorbankan dirinya sendiri dan menganggap hal ini bisa membuat dirinya penuh dan utuh.
Sementara jati dirinya terus digerus, pernyataannya terus disangkal dan apa yang ada disekelilingnya mulai "meragukan", apakah aku boleh punya rasa ini? Apakah benar ini suatu hal yg menyedihkan? Apakah ini hanya perasaanku saja?
Maka sejenak harus direnungkan apakah korban benar-benar korban? Atau secara tanpa sadar ia mengorbankan dirinya juga? Karna seorang korban yang terus menerus bersedia menjadi korban adalah pelaku sejati pada dirinya sendiri.
Seseorang tidak pernah benar-benar memiliki kontrol akan dirimu tanpa kamu memberikannya. Pelaku gaslighting akan dengan tanpa sadar mengenali energi para korban dan semakin berdaya dengan melakukan gaslighting tersebut.
Jadi apakah kamu adalah pelaku dan korban? Kamu adalah keduanya. Renungkan sejenak apa yang sudah terjadi, dan apakah kamu mau keluar dari situasi ini?
Hentikan semua validasi diluar diri dan belajarlah mengenali dan menemukan dirimu sendiri secara penuh & utuh. So no one can gaslight u ever again
#INISIATIF
Oleh: Chiendu Putri
Gaslighting adalah tindakan yang menurut ku sangat amat gelap. Salah satu penyiksaan psikologi yang luar biasa efeknya pada "korban"
Gaslighter meyakinkan kamu, bahwa :
- apa yg kamu lihat tidak benar
- apa yg kamu dengar itu salah
- apa yg kamu rasakan itu ilusi
- apa yg kamu alami adalah completely "tidak benar"
Tujuannya adalah meyakinkanmu bahwa "realita" kamu bener-bener salah total. tidak ada. Absurd. Dan konyol.๏ฟผ
Ketika melakukannya Gaslighter tau benar dampak ini akan terjadi pada diri-mu karena gaslighting adalah salah satu "Taktik Psikologi" untuk menguasai seseorang, membuat seseorang tidak mengenali lagi apa yg dia rasakan, untuk sepenuhnya mengkontrol orang tersebut, memanfaatan, kemelekatan yg toxic, dan bentuk sebuah ekspresi narsistik yang selama ini kerap muncul dan merusak mentalitas para korban.
Sementara para korban cenderung adalah orang yang tidak mengenali dirinya sendiri dan sibuk melekatkan diri ke orang lain. Mencari validasi diri diluar diri. Sering mengorbankan dirinya sendiri dan menganggap hal ini bisa membuat dirinya penuh dan utuh.
Sementara jati dirinya terus digerus, pernyataannya terus disangkal dan apa yang ada disekelilingnya mulai "meragukan", apakah aku boleh punya rasa ini? Apakah benar ini suatu hal yg menyedihkan? Apakah ini hanya perasaanku saja?
Maka sejenak harus direnungkan apakah korban benar-benar korban? Atau secara tanpa sadar ia mengorbankan dirinya juga? Karna seorang korban yang terus menerus bersedia menjadi korban adalah pelaku sejati pada dirinya sendiri.
Seseorang tidak pernah benar-benar memiliki kontrol akan dirimu tanpa kamu memberikannya. Pelaku gaslighting akan dengan tanpa sadar mengenali energi para korban dan semakin berdaya dengan melakukan gaslighting tersebut.
Jadi apakah kamu adalah pelaku dan korban? Kamu adalah keduanya. Renungkan sejenak apa yang sudah terjadi, dan apakah kamu mau keluar dari situasi ini?
Hentikan semua validasi diluar diri dan belajarlah mengenali dan menemukan dirimu sendiri secara penuh & utuh. So no one can gaslight u ever again
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐1
Perkenalan singkat narsum ATE malam hari ini ๐
Yuk, jangan lupa merapat di ATE Edisi 424 "Are You Gaslighting Me? Bedakan Konflik, Kritik, atau Manipulasi"
๐ Rabu, 19 Agustus 2026
โฐ 19.00 WIB โ selesai
๐ Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
๐ Ilmu + 2 JP + Doorprize
Yuk, jangan lupa merapat di ATE Edisi 424 "Are You Gaslighting Me? Bedakan Konflik, Kritik, atau Manipulasi"
๐ Rabu, 19 Agustus 2026
โฐ 19.00 WIB โ selesai
๐ Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Form bahan diskusi ๐
Form ATE ini bersifat anonim, jadi silakan dimanfaatkan sebaik mungkin. Sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia, bahan yang masuk akan kita bahas bersama narasumber๐ค
https://forms.cloud.microsoft/r/QzfvZRJ1nL
Form ATE ini bersifat anonim, jadi silakan dimanfaatkan sebaik mungkin. Sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia, bahan yang masuk akan kita bahas bersama narasumber
https://forms.cloud.microsoft/r/QzfvZRJ1nL
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Dari JKN, memperluas perspektif sampai ke Lemhannas RI ๐ฎ๐ฉ
Lewat pendidikan di Lemhannas, Duta BPJS Kesehatan memperkuat perspektif dengan lintas institusi dan melihat tantangan bangsa secara lebih utuh. Karena jago di satu bidang itu penting. Tapi tahu bagaimana bidang kita terhubung dengan yang lain? Itu yang bikin perspektif jadi lebih lengkap๐ค
Swipe sampai akhir yuk, jangan lupa like, share dan repost juga yah๐
https://www.instagram.com/p/DcOBmMvCaQZ/?igsh=aHFtbmowaHI4YXZs
Lewat pendidikan di Lemhannas, Duta BPJS Kesehatan memperkuat perspektif dengan lintas institusi dan melihat tantangan bangsa secara lebih utuh. Karena jago di satu bidang itu penting. Tapi tahu bagaimana bidang kita terhubung dengan yang lain? Itu yang bikin perspektif jadi lebih lengkap
Swipe sampai akhir yuk, jangan lupa like, share dan repost juga yah
https://www.instagram.com/p/DcOBmMvCaQZ/?igsh=aHFtbmowaHI4YXZs
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Ijin share link #rekaman kegiatan ATE Edisi 424 "Are You Gaslighting Me? Bedakan Konflik, Kritik, atau Manipulasi" bersama Eva Nur Khofifah. Semoga ilmunya bermanfaat โค๏ธ
https://youtu.be/j0tIEaFMUv8?si=15WnwGRuqqAb5aNF
https://youtu.be/j0tIEaFMUv8?si=15WnwGRuqqAb5aNF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
YouTube
ATE Edisi 424 Are You Gaslighting Me? Bedakan Konflik, Kritik/ Manipulasi bersama Eva Nur Khofifah
Pernah nggak sih, setelah ngobrol sama seseorang kamu malah jadi mikir, "Eh, jangan-jangan aku yang salah ingat?โ ๐ตโ๐ซ
Misalnya:
๐ฌ Kamu: โKamu kemarin bilang akan datang jam 7โ
๐ฌ Dia: โAku nggak pernah bilang begitu. Kamu pasti salah ingatโ
Atau kalimatโฆ
Misalnya:
๐ฌ Kamu: โKamu kemarin bilang akan datang jam 7โ
๐ฌ Dia: โAku nggak pernah bilang begitu. Kamu pasti salah ingatโ
Atau kalimatโฆ
๐ฅ1
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
Oleh: Parlindungan Marpaung
Pernahkah Anda mendengar atau membaca kisah tentang dua orang mandor?๐
Kisah ini mengingatkan kita bahwa setiap pekerjaan yang kita lakukan sejatinya sedang membangun sesuatu untuk diri kita sendiri. Karena itu, jangan bekerja hanya karena diminta, dan jangan terlalu sibuk menghitung apakah usaha yang kita berikan sudah sebanding dengan apa yang kita terima. Berikan yang terbaik, bahkan ketika tidak ada yang melihat.
Sebab, profesionalisme dan integritas bukan sekadar tentang menyelesaikan pekerjaan, tetapi tentang bagaimana kita memilih untuk memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan. Apa yang kita bangun hari ini melalui kerja keras, komitmen, dan sikap kita, bisa menjadi bagian penting dari masa depan yang sedang kita siapkan.
Jadi, mari bekerja dengan sepenuh hati, memberi lebih dari yang diharapkan, dan menghasilkan karya yang dapat kita banggakan. Jangan hitung-hitungan dalam memberikan yang terbaik, karena setiap kebaikan dan usaha yang kita tanam, pada waktunya akan kembali menjadi nilai bagi diri kita sendiri.
#INISIATIF
Pernahkah Anda mendengar atau membaca kisah tentang dua orang mandor?
Kisah ini mengingatkan kita bahwa setiap pekerjaan yang kita lakukan sejatinya sedang membangun sesuatu untuk diri kita sendiri. Karena itu, jangan bekerja hanya karena diminta, dan jangan terlalu sibuk menghitung apakah usaha yang kita berikan sudah sebanding dengan apa yang kita terima. Berikan yang terbaik, bahkan ketika tidak ada yang melihat.
Sebab, profesionalisme dan integritas bukan sekadar tentang menyelesaikan pekerjaan, tetapi tentang bagaimana kita memilih untuk memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan. Apa yang kita bangun hari ini melalui kerja keras, komitmen, dan sikap kita, bisa menjadi bagian penting dari masa depan yang sedang kita siapkan.
Jadi, mari bekerja dengan sepenuh hati, memberi lebih dari yang diharapkan, dan menghasilkan karya yang dapat kita banggakan. Jangan hitung-hitungan dalam memberikan yang terbaik, karena setiap kebaikan dan usaha yang kita tanam, pada waktunya akan kembali menjadi nilai bagi diri kita sendiri.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ฅ3๐1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค19๐ฅ3๐2๐ซก2
ILMU DAPAT, 2 JP DAPAT, GIVEAWAY JUGA DAPAT ๐ฅฐ ๐
Kata siapa datang ke kelas ATE cuma bawa pulang ilmu? seperti biasa, pasti akan ada yang pulang bawa bonus giveaway juga๐ฅ
Congratulations untuk dua Sobat ATE yang terpilih sebagai pemenang:
1. Kk Ditha Fradila @fradiladitha (Koordinator Frontliner KC Prabumulih)
2. Kk Meutia Elzami @meutiaelzami (Staf Komsek KC Jakarta Pusat)
Selamat untuk para pemenang dan terima kasih untuk seluruh sobat ATE selindo yang terus hadir, berpartisipasi, dan meramaikan. Sampai bertemu kembali di event fun and meaningful ATE lainnya๐ฎ๐ฉ
Jangan lupa stay humble and stay competitive๐
#INISIATIF
Kata siapa datang ke kelas ATE cuma bawa pulang ilmu? seperti biasa, pasti akan ada yang pulang bawa bonus giveaway juga
Congratulations untuk dua Sobat ATE yang terpilih sebagai pemenang:
1. Kk Ditha Fradila @fradiladitha (Koordinator Frontliner KC Prabumulih)
2. Kk Meutia Elzami @meutiaelzami (Staf Komsek KC Jakarta Pusat)
Selamat untuk para pemenang dan terima kasih untuk seluruh sobat ATE selindo yang terus hadir, berpartisipasi, dan meramaikan. Sampai bertemu kembali di event fun and meaningful ATE lainnya
Jangan lupa stay humble and stay competitive
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1๐ฅ1
Oleh: Chiendu Putri
Akhir-akhir ini aku sering melihat cerita seperti ini.
โKalau ada perempuan chat suamimu begini, kamu cemburu nggak?โ
Lalu ramai orang memperdebatkan emoji, kata โhuhuโ, โ๐ฅบโ, cara mengetik, sampai dianggap sebagai tanda seseorang sedang menggoda pasangan orang.
Yang membuatku gelisah justru bukan chat itu.
Tapi bagaimana hal-hal yang sebenarnya sangat kecil bisa berkembang menjadi sumber kecemasan yang begitu besar.๏ฟผ
Aku paham kenapa banyak perempuan menjadi lebih waspada.
Hari ini kita memang hidup di zaman ketika perselingkuhan, pelakor, ghosting, dan pengkhianatan begitu sering muncul di media sosial. Rasanya seperti setiap hari ada cerita baru.
Tidak heran jika banyak orang akhirnya mulai membaca segala sesuatu sebagai ancaman.๏ฟผ
Emoji menjadi mencurigakan. Cara mengetik menjadi mencurigakan. Sapaan menjadi mencurigakan. Padahal belum tentu ada apa-apa.๏ฟผ
Trauma memang bekerja seperti itu.
Saat seseorang pernah disakiti, otaknya belajar bahwa dunia tidak lagi aman. Akibatnya, ia akan terus mencari tanda-tanda bahaya, bahkan ketika bahaya itu belum tentu benar-benar ada.
Ini adalah cara sistem saraf mencoba melindungi dirinya. Tapiii kalau gak kita disadari, perlindungan ini justru bisa berubah menjadi penjara.๏ฟผ
Yang awalnya hanya kewaspadaanโฆ
perlahan berubah menjadi overthinking.
Lalu menjadi prasangka.
Kemudian menjadi interogasi.
Lalu menjadi pertengkaran.
Sampai akhirnya hubungan yang tadinya baik-baik saja jadi retak krna sesuatu yang belum tentu benar-benar terjadi.๏ฟผ
Sering kali kita tidak kehilangan pasangan karena orang ketiga.
Tetapi karena ketakutan yang terus diberi makan setiap hari.๏ฟผ
Bukan berarti kita harus naif.
Bukan berarti semua orang pasti baik.
Boundaries tetap penting.
Komunikasi tetap penting.
Komitmen tetap penting.
Kalau memang pasangan menunjukkan perilaku yang berulang, menyembunyikan sesuatu, atau melanggar kesepakatan hubungan, tentu itu perlu dibicarakan.
Tetapi jangan sampai kita hidup dengan menganggap semua orang adalah ancaman.
Karena hidup dalam kewaspadaan terus-menerus juga melelahkan.๏ฟผ
Hubungan yang sehat bukan hubungan yang dipenuhi pengawasan.
Melainkan hubungan yang dibangun dari dua orang yang sama-sama bertanggung jawab atas dirinya sendiri.
Seseorang yang memahami nilai dirinya tidak akan mudah runtuh hanya karena emoji.
Dan seseorang yang menjaga komitmennya tidak akan tergoda hanya karena ada yang mengetik โhuhu ๐ฅบโ.๏ฟผ
Menurutku, sebelum bertanya,
โPerempuan itu ada maksud apa ya?โ
Mungkin sesekali kita juga perlu bertanya,
โKenapa chat sesederhana ini bisa membuat tubuhku begitu gelisah?โ
Karena sering kali, jawaban itu tidak sedang berada di layar hape. Tapi ada pada luka yang belum selesai, atau pantulan arogansi diri saat melihat trend2 serupa menjamur.๏ฟผ
Kita boleh waspada.
Tapi jangan sampai kewaspadaan berubah menjadi cara hidup.
Karena ketika kita terus memandang dunia dari lensa ketakutan, kita bukan hanya kehilangan rasa aman.
Kita juga kehilangan kemampuan untuk menikmati cinta yang sebenarnya sedang tumbuh dengan sehat.
Sebab pada akhirnya, hubungan bukan hanya tentang menjaga pasangan dari orang lain.
Tetapi juga menjaga diri sendiri agar tidak dikendalikan oleh luka masa lalu.๏ฟผ
#INISIATIF #TGIF
Akhir-akhir ini aku sering melihat cerita seperti ini.
โKalau ada perempuan chat suamimu begini, kamu cemburu nggak?โ
Lalu ramai orang memperdebatkan emoji, kata โhuhuโ, โ๐ฅบโ, cara mengetik, sampai dianggap sebagai tanda seseorang sedang menggoda pasangan orang.
Yang membuatku gelisah justru bukan chat itu.
Tapi bagaimana hal-hal yang sebenarnya sangat kecil bisa berkembang menjadi sumber kecemasan yang begitu besar.๏ฟผ
Aku paham kenapa banyak perempuan menjadi lebih waspada.
Hari ini kita memang hidup di zaman ketika perselingkuhan, pelakor, ghosting, dan pengkhianatan begitu sering muncul di media sosial. Rasanya seperti setiap hari ada cerita baru.
Tidak heran jika banyak orang akhirnya mulai membaca segala sesuatu sebagai ancaman.๏ฟผ
Emoji menjadi mencurigakan. Cara mengetik menjadi mencurigakan. Sapaan menjadi mencurigakan. Padahal belum tentu ada apa-apa.๏ฟผ
Trauma memang bekerja seperti itu.
Saat seseorang pernah disakiti, otaknya belajar bahwa dunia tidak lagi aman. Akibatnya, ia akan terus mencari tanda-tanda bahaya, bahkan ketika bahaya itu belum tentu benar-benar ada.
Ini adalah cara sistem saraf mencoba melindungi dirinya. Tapiii kalau gak kita disadari, perlindungan ini justru bisa berubah menjadi penjara.๏ฟผ
Yang awalnya hanya kewaspadaanโฆ
perlahan berubah menjadi overthinking.
Lalu menjadi prasangka.
Kemudian menjadi interogasi.
Lalu menjadi pertengkaran.
Sampai akhirnya hubungan yang tadinya baik-baik saja jadi retak krna sesuatu yang belum tentu benar-benar terjadi.๏ฟผ
Sering kali kita tidak kehilangan pasangan karena orang ketiga.
Tetapi karena ketakutan yang terus diberi makan setiap hari.๏ฟผ
Bukan berarti kita harus naif.
Bukan berarti semua orang pasti baik.
Boundaries tetap penting.
Komunikasi tetap penting.
Komitmen tetap penting.
Kalau memang pasangan menunjukkan perilaku yang berulang, menyembunyikan sesuatu, atau melanggar kesepakatan hubungan, tentu itu perlu dibicarakan.
Tetapi jangan sampai kita hidup dengan menganggap semua orang adalah ancaman.
Karena hidup dalam kewaspadaan terus-menerus juga melelahkan.๏ฟผ
Hubungan yang sehat bukan hubungan yang dipenuhi pengawasan.
Melainkan hubungan yang dibangun dari dua orang yang sama-sama bertanggung jawab atas dirinya sendiri.
Seseorang yang memahami nilai dirinya tidak akan mudah runtuh hanya karena emoji.
Dan seseorang yang menjaga komitmennya tidak akan tergoda hanya karena ada yang mengetik โhuhu ๐ฅบโ.๏ฟผ
Menurutku, sebelum bertanya,
โPerempuan itu ada maksud apa ya?โ
Mungkin sesekali kita juga perlu bertanya,
โKenapa chat sesederhana ini bisa membuat tubuhku begitu gelisah?โ
Karena sering kali, jawaban itu tidak sedang berada di layar hape. Tapi ada pada luka yang belum selesai, atau pantulan arogansi diri saat melihat trend2 serupa menjamur.๏ฟผ
Kita boleh waspada.
Tapi jangan sampai kewaspadaan berubah menjadi cara hidup.
Karena ketika kita terus memandang dunia dari lensa ketakutan, kita bukan hanya kehilangan rasa aman.
Kita juga kehilangan kemampuan untuk menikmati cinta yang sebenarnya sedang tumbuh dengan sehat.
Sebab pada akhirnya, hubungan bukan hanya tentang menjaga pasangan dari orang lain.
Tetapi juga menjaga diri sendiri agar tidak dikendalikan oleh luka masa lalu.๏ฟผ
#INISIATIF #TGIF
๐1
Pernah gak kamu berada di situasi:
Atau pernah juga nggak sih lihat informasi yang kurang tepat di media sosial, terus bingungโฆ
โPerlu diluruskan nggak, ya?โ
Misalnya ketika:
Tapi, tentu saja, speak up juga perlu timing, cara, dan pertimbangan. Jangan sampai niatnya meluruskan, malah jadi memperkeruh keadaan
Nah, kapan saatnya speak up dan kapan sebaiknya shut up? Yuk, kita ngobrol bareng
Yuk, jangan lupa merapat di ATE Edisi 425 "Typing, Thinking, Posting: Kapan Harus Speak Up dan Kapan Harus Shut Up?"
๐ Rabu, 16 September 2026
โฐ 19.00 WIB โ selesai
๐ Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
๐ Ilmu + 2 JP + Doorprize
#INISIATIF #BecomingAnExpertWithATE
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
Oleh: Fahmi Hasan Nugroho
Mencicil itu menghabiskan uang masa depan anda di hari ini.
Di satu sisi, utang adalah salah satu instrumen penggerak ekonomi yang luar biasa. Bahkan bisa dibilang, kemajuan ekonomi yang dirasakan manusia modern ini pondasi utamanya adalah utang.
Utang memungkinkan orang untuk mengembangkan usahanya di luar batas kemampuan uang yang ia miliki. Dengan skala usaha kecil, anda hanya bisa memiliki satu aset usaha dan menggantungkan hidup dari sana.
Tapi melalui utang, anda bisa mengembangkan usaha anda lebih dari kemampuan finansial anda, anda bisa membuka dua, tiga, empat aset usaha di lokasi yang berbeda dan meningkatkan pendapatan anda dari banyaknya sumber pendapatan tadi.
Dengan perencanaan yang matang, banyak orang bisa sukses dan meningkat ekonominya melalui utang.
Tapi di sisi lain, utang berhasil menghancurkan kehidupan banyak orang, karena mereka tidak memiliki perhitungan yang cermat dan karena utangnya digunakan untuk suatu hal yang konsumtif.
Banyak orang hanya fokus pada besaran cicilan dan kemampuan membayar di hari saat cicilan itu diambil, tapi banyak yang tidak memikirkan dampak panjang dan potensi risiko yang mungkin muncul di kemudian hari.
Ketika anda mengambil cicilan motor 700ribu sebulan selama tiga tahun, itu berarti anda sedang menarik uang anda di masa depan untuk digunakan di hari ini. Apakah anda akan tetap mampu membayar cicilan itu dalam waktu tiga tahun? Apakah selama tiga tahun itu kondisi finansial tetap aman meski harus diambil sebesar 700ribu untuk cicilan?
Bayangkan jika itu dilakukan selama 15-20 tahun. Sepanjang waktu itu anda tidak lagi bisa menikmati 700ribu uang anda karena ia sudah diambil di hari ini. Syukur jika pendapatan anda meningkat dan besaran cicilannya tetap, bagaimana jika besaran cicilannya naik karena kenaikan suku bunga dan pendapatan anda justru menurun karena usaha sedang susah?
Ketika anda berutang, anda sebenarnya tidak mencicilnya dengan uang, anda mencicilnya dengan ketenangan hidup di masa depan, maka pertimbangkanlah dengan hati-hati.
#INISIATIF
Mencicil itu menghabiskan uang masa depan anda di hari ini.
Di satu sisi, utang adalah salah satu instrumen penggerak ekonomi yang luar biasa. Bahkan bisa dibilang, kemajuan ekonomi yang dirasakan manusia modern ini pondasi utamanya adalah utang.
Utang memungkinkan orang untuk mengembangkan usahanya di luar batas kemampuan uang yang ia miliki. Dengan skala usaha kecil, anda hanya bisa memiliki satu aset usaha dan menggantungkan hidup dari sana.
Tapi melalui utang, anda bisa mengembangkan usaha anda lebih dari kemampuan finansial anda, anda bisa membuka dua, tiga, empat aset usaha di lokasi yang berbeda dan meningkatkan pendapatan anda dari banyaknya sumber pendapatan tadi.
Dengan perencanaan yang matang, banyak orang bisa sukses dan meningkat ekonominya melalui utang.
Tapi di sisi lain, utang berhasil menghancurkan kehidupan banyak orang, karena mereka tidak memiliki perhitungan yang cermat dan karena utangnya digunakan untuk suatu hal yang konsumtif.
Banyak orang hanya fokus pada besaran cicilan dan kemampuan membayar di hari saat cicilan itu diambil, tapi banyak yang tidak memikirkan dampak panjang dan potensi risiko yang mungkin muncul di kemudian hari.
Ketika anda mengambil cicilan motor 700ribu sebulan selama tiga tahun, itu berarti anda sedang menarik uang anda di masa depan untuk digunakan di hari ini. Apakah anda akan tetap mampu membayar cicilan itu dalam waktu tiga tahun? Apakah selama tiga tahun itu kondisi finansial tetap aman meski harus diambil sebesar 700ribu untuk cicilan?
Bayangkan jika itu dilakukan selama 15-20 tahun. Sepanjang waktu itu anda tidak lagi bisa menikmati 700ribu uang anda karena ia sudah diambil di hari ini. Syukur jika pendapatan anda meningkat dan besaran cicilannya tetap, bagaimana jika besaran cicilannya naik karena kenaikan suku bunga dan pendapatan anda justru menurun karena usaha sedang susah?
Ketika anda berutang, anda sebenarnya tidak mencicilnya dengan uang, anda mencicilnya dengan ketenangan hidup di masa depan, maka pertimbangkanlah dengan hati-hati.
#INISIATIF
๐1
Bismillah, cabang Tartil menjadi pembuka perjuangan Kafilah BPJS Kesehatan. Tunjukkan yang terbaik, ganbatte @Bahdarsupardi ๐
Saksikan perjuangannya di live stream IG Life at BPJS Kesehatan (Stand bye 08.00 WITA)
https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsi=MWtwYWo4NXA3YjY1
Saksikan perjuangannya di live stream IG Life at BPJS Kesehatan (Stand bye 08.00 WITA)
https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsi=MWtwYWo4NXA3YjY1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ฅ7๐3๐1
Tanda-tanda akan Hidup Miskin di Hari Tua!
1) Usia 20-25 tahun, sudah punya penghasilan tetapi belum mengerti cara mengelola uang, tidak menabung, selalu menunda menabung jika diingatkan. Akhirnya sudah usia 30 tahun kehilangan waktu. Tidak terasa sudah kehilangan waktu selama 10 tahun tidak menabung, tidak investasi.
2) Usia 30 tahun, karir mulai bagus, gaji naik tetapi uang hanya numpang lewat saja. Selalu habis untuk kebutuhan yang semakin melonjak. Pengeluaran semakin membesar disebabkan oleh gaya hidup, cicilan hutang, biaya anak, perawatan kecantikan istri, komunitas, reuni, liburan, dll. Akhirnya hingga usia 40 tahun, posisi Keuangan tetap macet, pas-pasan, Saldo tabungan selalu minim, dan sering kosong, hidup ditopang oleh Kartu Kredit, KTA, Pay later, atau Pinjol.
3) Usia 40 tahun, kerja semakin keras, gaji naik tinggi, tetapi cicilan hutang semakin banyak, mulai membiayai gaya hidup istri dan anak. Tabungan dan Investasi terus saja tertunda, digeser nanti saja, hingga usia 50 tahun hasilnya Tidak pernah investasi apapun.
4) Usia 50 Tahun, Pensiun semakin dekat, tabungan pensiun masih minim, justru biaya hidup semakin besar, biaya sekolah anak-anak, gaya hidup anak, tubuh mulai tidak prima, stress tekanan ekonomi. Kegagalan hidup nyaman menikmati hari tua didepan mata. Ini serius!
Bagaimana cara menghindarinya? Agar Anda kelak bisa menikmati hari tuamu dengan nyaman?
1) Sejak usia 20 tahun, mulai belajar mengelola uang, buat cash flow positip, Pemasukan harus lebih besar daripada pengeluaran.
2) Selamatkan minimal 30% penghasilan masuk Tabungan, sisanya untuk kebutuhan hidup dan bersenang-senang. Jangan dibalik, yang ditabung sisanya.
3) Mulai investasi Emas dan Saham.
4) Lakukan secara konsisten dan disiplin.
R Noto Widjojo
Bersama Rektor UGM Ibu Prof. DR.Ova Emillia dan para Dekan.
#INISIATIF
1) Usia 20-25 tahun, sudah punya penghasilan tetapi belum mengerti cara mengelola uang, tidak menabung, selalu menunda menabung jika diingatkan. Akhirnya sudah usia 30 tahun kehilangan waktu. Tidak terasa sudah kehilangan waktu selama 10 tahun tidak menabung, tidak investasi.
2) Usia 30 tahun, karir mulai bagus, gaji naik tetapi uang hanya numpang lewat saja. Selalu habis untuk kebutuhan yang semakin melonjak. Pengeluaran semakin membesar disebabkan oleh gaya hidup, cicilan hutang, biaya anak, perawatan kecantikan istri, komunitas, reuni, liburan, dll. Akhirnya hingga usia 40 tahun, posisi Keuangan tetap macet, pas-pasan, Saldo tabungan selalu minim, dan sering kosong, hidup ditopang oleh Kartu Kredit, KTA, Pay later, atau Pinjol.
3) Usia 40 tahun, kerja semakin keras, gaji naik tinggi, tetapi cicilan hutang semakin banyak, mulai membiayai gaya hidup istri dan anak. Tabungan dan Investasi terus saja tertunda, digeser nanti saja, hingga usia 50 tahun hasilnya Tidak pernah investasi apapun.
4) Usia 50 Tahun, Pensiun semakin dekat, tabungan pensiun masih minim, justru biaya hidup semakin besar, biaya sekolah anak-anak, gaya hidup anak, tubuh mulai tidak prima, stress tekanan ekonomi. Kegagalan hidup nyaman menikmati hari tua didepan mata. Ini serius!
Bagaimana cara menghindarinya? Agar Anda kelak bisa menikmati hari tuamu dengan nyaman?
1) Sejak usia 20 tahun, mulai belajar mengelola uang, buat cash flow positip, Pemasukan harus lebih besar daripada pengeluaran.
2) Selamatkan minimal 30% penghasilan masuk Tabungan, sisanya untuk kebutuhan hidup dan bersenang-senang. Jangan dibalik, yang ditabung sisanya.
3) Mulai investasi Emas dan Saham.
4) Lakukan secara konsisten dan disiplin.
R Noto Widjojo
Bersama Rektor UGM Ibu Prof. DR.Ova Emillia dan para Dekan.
#INISIATIF
๐2
Bismillah, perjuangan Kafilah BPJS Kesehatan di hari ketiga pada cabang Tartil. Tunjukkan yang terbaik, ganbatte @sarah_basarang๐
Saksikan perjuangannya di live stream IG Life at BPJS Kesehatan (Stand bye 08.30 WITA)
https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsi=MWtwYWo4NXA3YjY1
Saksikan perjuangannya di live stream IG Life at BPJS Kesehatan (Stand bye 08.30 WITA)
https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsi=MWtwYWo4NXA3YjY1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐4๐1
Bukan cuma menjadi wajah pelayanan, tapi juga menjadi jembatan antara kebutuhan dan harapan peserta ๐ซถ
Buat frontliner BPJS Kesehatan, setiap interaksi bukan sekadar percakapan. Ada cerita, kekhawatiran, bahkan harapan yang datang bersama setiap peserta. Karena kadang, solusi dimulai dari hal sederhana yakni mau mendengarkan, mau memahami, dan mau peduli
Yuk mari simak cerita rekan kita melalui video berikut ini๐
https://www.instagram.com/reel/Dcf1poDpKSa/?igsi=MXY5anpmbm9hOXcxeQ==
๐ธ @rayindaaliya22
Buat frontliner BPJS Kesehatan, setiap interaksi bukan sekadar percakapan. Ada cerita, kekhawatiran, bahkan harapan yang datang bersama setiap peserta. Karena kadang, solusi dimulai dari hal sederhana yakni mau mendengarkan, mau memahami, dan mau peduli
Yuk mari simak cerita rekan kita melalui video berikut ini
https://www.instagram.com/reel/Dcf1poDpKSa/?igsi=MXY5anpmbm9hOXcxeQ==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1๐ฅ1๐ฅฐ1
ANTARA MAKECCI DAN MAKEMME
Oleh: Dul Abdul Rahman
โTidak apa-apa hidupmu MAKECCI, yang penting jangan MAKEMME!โ
Ungkapan ini bukan sekadar pepatah ringan; ia adalah salah satu bentuk kebijaksanaan Bugis yang mengajarkan keberanian merasakan hidup dalam seluruh spektrumnya, termasuk rasa kecut, pahit, getir, dan segala bentuk ketidaknyamanan yang seringkali kita hindari.
Dalam perspektif budaya Bugis, rasa bukan hanya soal indera, tetapi juga soal makna, daya tahan, dan arah hidup.
Hidup, kata orang Bugis, selalu bergerak antara MACENNING (manis) dan MAKECCI (kecut). Kita sering mendambakan yang manis, tetapi justru yang kecutlah yang memperkuat karakter. Rasa KECCI dihadirkan untuk menegaskan arti CENNING.
Bagaimana mungkin kita mengetahui manisnya keberhasilan bila kita tak pernah merasakan getirnya kegagalan? Bagaimana kita memahami keindahan kebahagiaan bila kita tak pernah diuji oleh kepahitan perjalanan?
Karena itu, orang Bugis tidak mengajarkan penolakan terhadap rasa MAKECCI. Justru sebaliknya, menerimanya sebagai bagian dari ritme hidup. MAKECCI itu tandanya hidup bergerak, hidup bergulat, hidup diuji. Seperti buah yang belum matang, kecutnya adalah tanda bahwa proses masih berjalan, dan pematangan masih mungkin terjadi.
Namun ada satu kondisi yang lebih ditakuti daripada MAKECCI, yaitu MAKEMME (hambar), tanpa rasa, tanpa arah, tanpa perjuangan.
MAKECCI adalah tanda kita sedang berjuang.
MAKEMME adalah tanda kita sedang menyerah.
Di sinilah makna perjuangan menjadi inti dari filsafat hidup Bugis. Kalau hidup kita terasa โMAKECCIโ (kurang berhasil, belum mencapai apa yang diinginkan) itu bukan alasan untuk berhenti. Dalam dunia Bugis, manusia dipandang sebagai makhluk yang harus MAKKARESO, berusaha, bergerak, dan menjaga martabat diri lewat kerja keras.
Filsuf Jerman, Friedrich Schiller, pernah berkata, โHidup yang tak diperjuangkan tak akan pernah dimenangkan.โ Ungkapan ini sejalan dengan jiwa SIRI' NA PESSE, dua pilar martabat dalam budaya Bugis. SIRI' memberi manusia harga diri untuk terus bangkit, sementara PESSE memberi empati dan kekuatan batin untuk menanggung rasa pedih dalam perjalanan.
Tetapi tetap saja, berbagai bentuk ikhtiar manusia selalu berhadapan dengan kenyataan kosmis: PADA LAO TEPPADA UPE, setiap orang berjalan di jalan yang sama, tetapi tidak dengan nasib yang sama. Ada yang cepat manis, ada yang lama kecut, ada yang diuji berkali-kali sebelum menemukan sedikit saja rasa CENNING. Dan semua itu bukan tanda kegagalan, melainkan bagian dari takaran hidup masing-masing.
Karena itu, MAKECCI boleh, sebab ia mendewasakan.
MAKECCI boleh, sebab itu tanda kau masih bergerak.
MAKECCI boleh, sebab ia mengajarkan makna manis yang sebenarnya.
Tetapi MAKEMME jangan. Jangan biarkan hidupmu hambar, tanpa upaya, tanpa makna, tanpa perjuangan. Hidup yang hambar adalah hidup yang tidak dijalani dengan sepenuh jiwa, hidup yang kehilangan arah, hidup tanpa keberanian merasakan pahit dan manisnya kehidupan.
Pada akhirnya, kehidupan bukan soal mencari rasa yang paling enak, melainkan menerima seluruh rasa yang hadir dan tetap melangkah dengan hati yang teguh. Sebab justru dari MAKECCI-lah kita belajar menjadi manusia yang lebih utuh, yang tahu bahwa setiap rasa memiliki arti dan setiap perjalanan memiliki pelajaran.
MAKECCI boleh!
MAKEMME jangan!
Tabek!
#INISIATIF
Oleh: Dul Abdul Rahman
โTidak apa-apa hidupmu MAKECCI, yang penting jangan MAKEMME!โ
Ungkapan ini bukan sekadar pepatah ringan; ia adalah salah satu bentuk kebijaksanaan Bugis yang mengajarkan keberanian merasakan hidup dalam seluruh spektrumnya, termasuk rasa kecut, pahit, getir, dan segala bentuk ketidaknyamanan yang seringkali kita hindari.
Dalam perspektif budaya Bugis, rasa bukan hanya soal indera, tetapi juga soal makna, daya tahan, dan arah hidup.
Hidup, kata orang Bugis, selalu bergerak antara MACENNING (manis) dan MAKECCI (kecut). Kita sering mendambakan yang manis, tetapi justru yang kecutlah yang memperkuat karakter. Rasa KECCI dihadirkan untuk menegaskan arti CENNING.
Bagaimana mungkin kita mengetahui manisnya keberhasilan bila kita tak pernah merasakan getirnya kegagalan? Bagaimana kita memahami keindahan kebahagiaan bila kita tak pernah diuji oleh kepahitan perjalanan?
Karena itu, orang Bugis tidak mengajarkan penolakan terhadap rasa MAKECCI. Justru sebaliknya, menerimanya sebagai bagian dari ritme hidup. MAKECCI itu tandanya hidup bergerak, hidup bergulat, hidup diuji. Seperti buah yang belum matang, kecutnya adalah tanda bahwa proses masih berjalan, dan pematangan masih mungkin terjadi.
Namun ada satu kondisi yang lebih ditakuti daripada MAKECCI, yaitu MAKEMME (hambar), tanpa rasa, tanpa arah, tanpa perjuangan.
MAKECCI adalah tanda kita sedang berjuang.
MAKEMME adalah tanda kita sedang menyerah.
Di sinilah makna perjuangan menjadi inti dari filsafat hidup Bugis. Kalau hidup kita terasa โMAKECCIโ (kurang berhasil, belum mencapai apa yang diinginkan) itu bukan alasan untuk berhenti. Dalam dunia Bugis, manusia dipandang sebagai makhluk yang harus MAKKARESO, berusaha, bergerak, dan menjaga martabat diri lewat kerja keras.
Filsuf Jerman, Friedrich Schiller, pernah berkata, โHidup yang tak diperjuangkan tak akan pernah dimenangkan.โ Ungkapan ini sejalan dengan jiwa SIRI' NA PESSE, dua pilar martabat dalam budaya Bugis. SIRI' memberi manusia harga diri untuk terus bangkit, sementara PESSE memberi empati dan kekuatan batin untuk menanggung rasa pedih dalam perjalanan.
Tetapi tetap saja, berbagai bentuk ikhtiar manusia selalu berhadapan dengan kenyataan kosmis: PADA LAO TEPPADA UPE, setiap orang berjalan di jalan yang sama, tetapi tidak dengan nasib yang sama. Ada yang cepat manis, ada yang lama kecut, ada yang diuji berkali-kali sebelum menemukan sedikit saja rasa CENNING. Dan semua itu bukan tanda kegagalan, melainkan bagian dari takaran hidup masing-masing.
Karena itu, MAKECCI boleh, sebab ia mendewasakan.
MAKECCI boleh, sebab itu tanda kau masih bergerak.
MAKECCI boleh, sebab ia mengajarkan makna manis yang sebenarnya.
Tetapi MAKEMME jangan. Jangan biarkan hidupmu hambar, tanpa upaya, tanpa makna, tanpa perjuangan. Hidup yang hambar adalah hidup yang tidak dijalani dengan sepenuh jiwa, hidup yang kehilangan arah, hidup tanpa keberanian merasakan pahit dan manisnya kehidupan.
Pada akhirnya, kehidupan bukan soal mencari rasa yang paling enak, melainkan menerima seluruh rasa yang hadir dan tetap melangkah dengan hati yang teguh. Sebab justru dari MAKECCI-lah kita belajar menjadi manusia yang lebih utuh, yang tahu bahwa setiap rasa memiliki arti dan setiap perjalanan memiliki pelajaran.
MAKECCI boleh!
MAKEMME jangan!
Tabek!
#INISIATIF
โค1๐1
Bismillah, hari keempat perjuangan Kafilah BPJS Kesehatan. Hari ini kita akan berjuang pada cabang Hafalan Juz 30. Tunjukkan yang terbaik, ganbatte @Firnanda56๐
Saksikan perjuangannya di live stream IG Life at BPJS Kesehatan (Stand bye 13.15 WITA)
https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsi=MWtwYWo4NXA3YjY1
Saksikan perjuangannya di live stream IG Life at BPJS Kesehatan (Stand bye 13.15 WITA)
https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsi=MWtwYWo4NXA3YjY1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ฅ2๐1
TEROR KEMATIAN DATANG BERTUBI-TUBI
Oleh: Budiman Hakim
Hanya dalam waktu tiga bulan, tiga teman baik saya meninggal dunia. Tiga loh. Bukan satu. Temen baik loh bukan cuma sekedar temen. Yang terakhir malahan usianya masih muda banget.
"Teror" kematian yang bertubi-tubi itu, membuat saya jadi sering merenung. Bukan karena takut mati. Tapi membuat saya sadar, ternyata kematian begitu dekat. Kemarin masih ngobrol. Masih bercanda. Besoknya, namanya sudah masuk dalam percakapan dengan kalimat, โInnalillahi...โ
Ada satu hal yang unik. Saat kita sedang bersedih, dunia sama sekali gak peduli. Coba lihat keluar; Jaklingko tetap beroperasi. Warteg Bahari tetap buka. Jalanan Jakarta tetap macet. Seolah-olah memang gak terjadi apa-apa.
Bagaimana dengan sosmed? Gak ada bedanya. Orang tetap saling berdebat tentang apakah Tuhan menciptakan manusia atau manusia menciptakan Tuhan. Surga itu dongeng atau bukan. Tetap saling maki tanpa peduli bahwa antrean kematian semakin dekat. Memang begitulah cara kehidupan bekerja.
Meninggal, bisa jadi, bukan tentang kehilangan. Meninggal adalah tentang memberi ruang bagi kehidupan berikutnya. Tentu saja, dari sisi yang ditinggalkan, kematian tetap menyakitkan. Kita kehilangan teman.
Tapi mungkin justru karena kematian itu pasti, hidup menjadi berharga. Bayangkan kalau tahu kita gak akan pernah mati. Mungkin gak ada alasan untuk buru-buru jatuh cinta. Gak ada alasan untuk meminta maaf. Gak ada alasan untuk berkarya. Kita bisa menundanya sampai kapan saja.
Sayangnya kita tidak punya kemewahan itu. Kita gak tahu berapa banyak waktu yang masih kita punya. Sempat terpikir, jangan-jangan yang paling menyedihkan bukan kematian. Yang paling menyedihkan adalah ketika kita menyadari bahwa selama hidup di dunia, kita tidak pernah benar-benar hidup. Tidak pernah melakukan apa-apa. Bukankah itu lebih menyakitkan dari kematian.
Tiga teman baik sudah pergi. Lalu giliran kita kapan? Bisa 10 tahun lagi, bisa juga besok pagi. Gak ada seorang pun yang tahu. Kita memang tidak bisa memilih kapan meninggal. Tapi Kita bisa memilih bagaimana menjalani hidup sebelum kematian datang. Bahwa kita tidak hanya mencari makan tapi juga mencari makna.
Bye, Guys. Semoga kalian bertiga masuk sorga. Kalau ada....
#INISIATIF #TGIF
Oleh: Budiman Hakim
Hanya dalam waktu tiga bulan, tiga teman baik saya meninggal dunia. Tiga loh. Bukan satu. Temen baik loh bukan cuma sekedar temen. Yang terakhir malahan usianya masih muda banget.
"Teror" kematian yang bertubi-tubi itu, membuat saya jadi sering merenung. Bukan karena takut mati. Tapi membuat saya sadar, ternyata kematian begitu dekat. Kemarin masih ngobrol. Masih bercanda. Besoknya, namanya sudah masuk dalam percakapan dengan kalimat, โInnalillahi...โ
Ada satu hal yang unik. Saat kita sedang bersedih, dunia sama sekali gak peduli. Coba lihat keluar; Jaklingko tetap beroperasi. Warteg Bahari tetap buka. Jalanan Jakarta tetap macet. Seolah-olah memang gak terjadi apa-apa.
Bagaimana dengan sosmed? Gak ada bedanya. Orang tetap saling berdebat tentang apakah Tuhan menciptakan manusia atau manusia menciptakan Tuhan. Surga itu dongeng atau bukan. Tetap saling maki tanpa peduli bahwa antrean kematian semakin dekat. Memang begitulah cara kehidupan bekerja.
Meninggal, bisa jadi, bukan tentang kehilangan. Meninggal adalah tentang memberi ruang bagi kehidupan berikutnya. Tentu saja, dari sisi yang ditinggalkan, kematian tetap menyakitkan. Kita kehilangan teman.
Tapi mungkin justru karena kematian itu pasti, hidup menjadi berharga. Bayangkan kalau tahu kita gak akan pernah mati. Mungkin gak ada alasan untuk buru-buru jatuh cinta. Gak ada alasan untuk meminta maaf. Gak ada alasan untuk berkarya. Kita bisa menundanya sampai kapan saja.
Sayangnya kita tidak punya kemewahan itu. Kita gak tahu berapa banyak waktu yang masih kita punya. Sempat terpikir, jangan-jangan yang paling menyedihkan bukan kematian. Yang paling menyedihkan adalah ketika kita menyadari bahwa selama hidup di dunia, kita tidak pernah benar-benar hidup. Tidak pernah melakukan apa-apa. Bukankah itu lebih menyakitkan dari kematian.
Tiga teman baik sudah pergi. Lalu giliran kita kapan? Bisa 10 tahun lagi, bisa juga besok pagi. Gak ada seorang pun yang tahu. Kita memang tidak bisa memilih kapan meninggal. Tapi Kita bisa memilih bagaimana menjalani hidup sebelum kematian datang. Bahwa kita tidak hanya mencari makan tapi juga mencari makna.
Bye, Guys. Semoga kalian bertiga masuk sorga. Kalau ada....
#INISIATIF #TGIF
๐1
KEP DEWAN HAKIM FINALIS MTQ VIII KORPRI 2026.pdf
312.9 KB
KEP DEWAN HAKIM FINALIS MTQ VIII KORPRI 2026.pdf
Sampai Di Sini Dulu Perjuangan Kami๐ค
Kafilah BPJS Kesehatan telah berjuang dan memberikan yang terbaik. Meski belum berhasil melaju ke Top 6 pada MTQ VIII KORPRI Nasional kali ini, kami semua tetap pulang membawa pengalaman dan kebanggaanโค๏ธ
Terima kasih untuk doa, dukungan, dan arahan Bapak/Ibu Direksi, Senior Leader, Ketua KORPRI, para Leaders, serta seluruh Duta BPJS Kesehatan se-Indonesia๐ฒ๐จ
Kalah hari ini bukan akhir. Sampai bertemu di perjuangan berikutnya๐ฅ ๐
Salam hormat๐
Pembina dan Pengarah
Pak @gusmustopa
Pak @siswandi_paeran
Pak @miqbalam
Ibu @asyraf_mursalina
Pak @adiocree
Ibu @elshetheresia
Pak @Daengsubkhan
Pak @Aqabah
Kafilah
Ketua kontingen: Pak @ancha87
Official: @mumuamiruddin
Official: @yusufsyahgani
Tartil: @Bahdarsupardi
Tartil: @sarah_basarang
Khutbah: @muhammadcudi
Juz 30: @Firnanda56
Azan: @fdhidayah
#INISIATIF
Sampai Di Sini Dulu Perjuangan Kami
Kafilah BPJS Kesehatan telah berjuang dan memberikan yang terbaik. Meski belum berhasil melaju ke Top 6 pada MTQ VIII KORPRI Nasional kali ini, kami semua tetap pulang membawa pengalaman dan kebanggaan
Terima kasih untuk doa, dukungan, dan arahan Bapak/Ibu Direksi, Senior Leader, Ketua KORPRI, para Leaders, serta seluruh Duta BPJS Kesehatan se-Indonesia
Kalah hari ini bukan akhir. Sampai bertemu di perjuangan berikutnya
Salam hormat
Pembina dan Pengarah
Pak @gusmustopa
Pak @siswandi_paeran
Pak @miqbalam
Ibu @asyraf_mursalina
Pak @adiocree
Ibu @elshetheresia
Pak @Daengsubkhan
Pak @Aqabah
Kafilah
Ketua kontingen: Pak @ancha87
Official: @mumuamiruddin
Official: @yusufsyahgani
Tartil: @Bahdarsupardi
Tartil: @sarah_basarang
Khutbah: @muhammadcudi
Juz 30: @Firnanda56
Azan: @fdhidayah
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐1๐ฅ1๐1
Forwarded from adi darmawan