Ask The Experts
1.85K subscribers
5K photos
420 videos
190 files
3.04K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
"Halo, kami dari BPJS Kesehatan..." โ˜Ž๏ธ

Kalimat sederhana yang mungkin sering kamu dengar. Tapi di balik sapaan itu, ada peran dan tugas yang dijalankan dengan penuh kesabaran

Setiap hari, tim telekolekting BPJS Kesehatan menghubungi peserta untuk mengingatkan pembayaran iuran dan memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kepesertaan JKN tetap aktif. Meski dalam perjalanannya muncul berbagai respons, kami tetap percaya bahwa setiap percakapan adalah kesempatan untuk menghadirkan manfaat bagi lebih banyak orang ๐Ÿ‘

Yuk kepoin kisahnya
https://www.instagram.com/reel/Dbc54_GJNAn/?igsh=NXdhbGltODY5ZzR3

๐Ÿ“ธ @Alwi_Muammar
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Oleh: Dedi Priadi

Kereta itu tidak pernah memaksakan diri tiba sebelum relnya terbentang. Begitu pun doa; ia adalah perjalanan energi yang selalu menemukan stasiun pemberhentiannya pada momentum yang paling presisi.

Engkau mungkin merasa doamu tertahan di langit, seolah Tuhan abai. Namun, sadarilah bahwa penundaan bukanlah penolakan, melainkan cara semesta sedang merajut kekuatan agar pundakmu cukup kokoh memikul anugerah-Nya.

Seringkali kita mengejar sesuatu dengan nafsu, padahal yang kita kejar mungkin adalah api yang akan membakar tangan sendiri. Tuhan, dengan cinta-Nya, menahan langkahmu agar engkau tidak terperosok.

Ketahuilah, akal manusia hanyalah setitik air di samudera ilmu-Nya. Kita hanya melihat "hari ini", sedangkan Dia melihat "selamanya". Apa yang kau benci, bisa jadi adalah pintu keselamatan yang tersembunyi.

Keterlambatan kabulnya doa adalah masa inkubasi jiwa. Di sana, kesabaranmu ditempa, egomu diluruhkan, hingga akhirnya engkau bukan sekadar menerima pemberian, tapi menjadi pribadi yang siap menghargai setiap berkah.

Janganlah gelisah melihat kereta orang lain sampai lebih dulu. Setiap jiwa memiliki jadwal keberangkatannya masing-masing. Percayalah, Tuhan tidak pernah terlambat, dan Dia pun tidak pernah terlalu cepat.

Hikmah besar selalu terbungkus dalam bungkus yang sulit kita mengerti di awal. Seperti ulat yang harus terpenjara dalam kepompong, ada proses transformasi yang tidak boleh diganggu oleh ketergesa-gesaan.

Mari kita belajar berpasrah tanpa menyerah. Doa yang belum terkabul adalah cara Tuhan mengajakmu berdialog lebih lama, lebih dalam, hingga engkau menyadari bahwa kehadiran-Nya jauh lebih penting dari permintaanmu.

Jadikanlah "ketidaktahuanmu" sebagai dasar untuk bersandar total kepada "Pengetahuan-Nya". Pada akhirnya, engkau akan menoleh ke belakang dan tersenyum, menyadari betapa indahnya cara Tuhan menjaga dan mengatur segalanya.

#INISIATIF
โค9๐Ÿ™2๐Ÿ”ฅ1
Forwarded from Rizki Alfi Syahril
Forwarded from Rizki Alfi Syahril
Tur Sejarah Habibie
๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ” 2๏ธโƒฃ ๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ” 

Duel klasik kembali tersaji, saat Timnas Indonesia bakal menjamu salah satu rival utama, Timnas Vietnam, pada laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Senin (3/8/2026) malam pukul 20.30 WIB.

Kemenangan bagi Timnas Indonesia tidak hanya menegaskan dominasi atas Golden Star Warriors, tetapi juga langsung mengunci satu tiket ke babak semifinal Piala AFF 2026.

Nah, sembari menyaksikan dan memberi dukungan buat Timnas, kembali ada peluang seru-seruan juga buatmu untuk memenangkan Souvenir ATE INISIATIF masing-masing untuk 2 (dua) Sobat ATE beruntung yang berhasil menebak 2 opsi polling sekaligus dengan tepat ๐Ÿค”

Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Senin, 3 Agustus 2026 pukul 20.30 WIB ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

Syarat klaim : Sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1


#INISIATIFdukungTimnas
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Oleh: Iwan Kusworo

Selamat pagi, Sahabat!

Sebuah paragraf di buku Bird by Bird (Anne Lamott) ini tiba-tiba membuat saya merenung...

Sering kali kita berpikir, kalau Tuhan menolong, maka orang-orang di sekitar kita akan berubah.

Atasan akan menjadi lebih pengertian. Rekan kerja lebih kooperatif. Pasangan lebih memahami. Anak lebih menurut. Orang-orang akan lebih menghargai niat baik kita.

Ternyata, hidup sering berjalan sebaliknya.

Justru kita dipertemukan dengan orang yang sulit, menerima kritik yang tidak enak didengar, atau menghadapi situasi yang membuat kita bertanya, โ€œYa Tuhan, kenapa harus begini?โ€ ๐Ÿ˜–

Mungkin Tuhan memang tidak sedang mengubah mereka.

Mungkin Tuhan sedang mengubah diri kita.

Karena sering kali masalahnya bukan pada keadaan di luar, tetapi pada cara kita memandang keadaan itu.

Kita mengira semua orang harus memahami kita. Ternyata kitalah yang perlu belajar memahami orang lain.

Kita berharap setiap usaha kita dihargai. Ternyata kita sedang belajar melakukan yang benar tanpa bergantung pada pujian orang lain.

Kita ingin segala sesuatu berjalan sesuai rencana. Ternyata kita sedang belajar mempercayai rencana Tuhan yang jauh lebih besar untuk kita.

Perubahan seperti ini jauh lebih sulit. Mengubah keadaan itu menyenangkan. Tapi mengubah diri sendiri itu menyakitkan. Ada ego yang harus dilepaskan. Ada cara berpikir yang harus diperbarui. Ada keyakinan lama yang ternyata tidak lagi membuat kita bertumbuh.

Mungkin justru di situlah letak kasih sayang Tuhan.

Dia tidak sekadar membuat perjalanan kita lebih mudah. Dia sedang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Buku apa yang sedang Anda baca hari ini?

Have a nice day! โค๏ธ

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2
SI PALING JITU ๐Ÿ‘‘

Timnas Indonesia menelan kekalahan telak 0-3 dalam laga lanjutan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (3/8) malam WIB. Kekalahan ini membuat skuad asuhan John Herdman berada dalam posisi sulit dan wajib meraih kemenangan pada pertandingan terakhir melawan Singapura untuk menjaga peluang lolos ke babak semifinal


Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 2 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni:

- Timnas Vietnam menang selain opsi skor di atas

dan

- Menit ke 1 sd Menit 25 (Babak 1)

Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 3 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Selasa sore ini, 4 Agustus maks pukul 17.00 WIB ๐ŸŽ

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
CENNING RARA APA YANG DIPAKAI MARVINA SEHINGGA BISA MENIKAH 15 KALI?

Oleh: Dul Abdul Rahman

Peristiwa tentang Marvina, seorang perempuan di Sulawesi Selatan yang telah menikah hingga lima belas kali, mengundang rasa ingin tahu yang lebih dalam daripada sekadar sensasi. Ia bukan selebritas, bukan pula figur dengan daya tarik fisik yang dianggap luar biasa oleh standar umum.

Namun, fakta bahwa banyak lelaki datang dan pergi dalam lingkar hidupnya membuka satu pertanyaan filosofis: apa sebenarnya yang membuat seseorang โ€œmenarikโ€?

Di tengah masyarakat Bugis, muncul satu jawaban lama yang berbau kultural sekaligus mistis: CENNING RARA.

Sebuah istilah yang tidak sekadar merujuk pada kecantikan fisik, melainkan seni memperindah diri di hadapan orang lain, terutama lawan jenis. Namun, Cenning Rara bukan sekadar riasan wajah; ia adalah pertemuan antara kata, niat, simbol, dan harapan.

Salah satu bacaan CENNING RARA Bugis berbunyi:

Eru mata siduppa mata,
Iyapa naewa siduppa mata namanyameng atinna (sebut namanya)

Dari CENNING RARA tersebut menunjukkan bahwa daya tarik pertama memang kasat mata, tetapi yang mengikat adalah sesuatu yang lebih dalam: rasa, kesan, dan mungkin juga energi batin yang tidak terlihat.

Dalam praktik tradisional, bagi seorang perempuan, CENNING RARA dibacakan saat menggunakan bedak dari tepung beras, yang dianggap paling manjur adalah beras ketan.

Ketan sendiri bukan bahan yang dipilih secara kebetulan. Ia lengket, mudah menyatu, simbol dari harapan agar hubungan pun demikian: melekat, erat, dan sulit dipisahkan.

Bahkan dalam cerita lama, ada pula praktik menjampi makanan seperti songkolo untuk โ€œmenyatukan rasaโ€ antara dua insan.

Namun, di titik ini kita perlu berhenti sejenak. Apakah benar daya tarik manusia bisa direduksi menjadi mantra dan simbol semata?

Secara filosofis, CENNING RARA bisa dibaca bukan sebagai praktik magis literal, melainkan sebagai metafora. Ia adalah representasi dari usaha manusia untuk mengendalikan sesuatu yang pada dasarnya tidak bisa dikendalikan: cinta dan ketertarikan.

Manusia selalu mencari formula, entah itu dalam bentuk doa, ritual, penampilan, atau bahkan strategi psikologis, untuk membuat dirinya menarik dan dipuji.

Jika kita melihat Marvina dari sudut ini, mungkin pertanyaannya bergeser. Bukan lagi โ€œapa yang ia pakai,โ€ tetapi โ€œapa yang ia pancarkan.โ€

Bisa jadi daya tariknya bukan pada fisik, melainkan pada kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, atau cara ia membuat orang lain merasa berarti. Hal-hal seperti ini sering kali jauh lebih โ€œlengketโ€ daripada sekadar kecantikan luar.

Di era modern, praktik seperti CENNING RARA mulai ditinggalkan, terutama karena dianggap bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan, khususnya dalam Islam yang menekankan tauhid.

Namun, menariknya, esensinya tidak benar-benar hilang. Ia hanya berubah bentuk. Kini, orang menggunakan parfum mahal, belajar public speaking, membangun citra di media sosial. Semua itu, jika dipikirkan, adalah versi kontemporer dari CENNING RARA.

Dengan kata lain, manusia tetap berusaha โ€œmempercantik diri di mata orang lain,โ€ hanya medianya yang berbeda.

Maka, kisah Marvina bukan sekadar cerita tentang seorang perempuan yang menikah berkali-kali. Ia adalah cermin dari pertanyaan abadi: apa yang membuat seseorang dicintai? Apakah itu mantra, simbol, atau sesuatu yang lebih subtil seperti kehadiran yang hangat dan jiwa yang terbuka?

Barangkali, CENNING RARA yang paling ampuh bukanlah yang dibacakan di atas bedak atau makanan, melainkan yang tumbuh dari dalam diri: cara seseorang memahami dirinya, menghargai orang lain, dan membangun hubungan yang terasa hidup. Dan jika benar demikian, maka โ€œmantraโ€ itu sebenarnya tidak pernah hilang. Ia hanya berubah nama.

Tabek!

#INISIATIF
โค1โšก1
THE ONE AND ONLY ๐Ÿ’ฏ๐ŸŽ‰

Selamat kepada Kk Abriadi @Maaf_tolongyah (Staf PMPF Kab Kep Tanimbar KC Ambon) yang menjadi satu-satunya peserta dengan jawaban yang benar pada Tebak-Tebak Seru Polling Telegram ATE pada match Indonesia Vs Vietnam ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Terima kasih untuk seluruh Sobat ATE yang sudah ikut berpartisipasi. Sampai bertemu di challenge berikutnya ๐Ÿš€

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Oleh: Ronald Satria

Banyak pemimpin masih mengira tantangan terbesar saat membangun tim layanan Gen Z adalah soal disiplin. Mereka melihat keterlambatan, kurang inisiatif, atau respons yang dianggap kurang sigap sebagai masalah utama.

Padahal, sering kali akar persoalannya bukan disiplin, melainkan desain komunikasi yang tidak relevan. Gen Z bukan sulit diarahkan, mereka hanya tidak lagi terhubung dengan pola kepemimpinan lama yang terlalu instruktif dan minim konteks.

Dalam dunia service, komunikasi bukan hanya alat untuk memberi arahan. Komunikasi adalah mesin penggerak performa, karena kualitas layanan sangat bergantung pada bagaimana tim memahami, merespons, dan mengeksekusi ekspektasi.

Fondasi pertama adalah Precision. Bukan sekadar jelas, tetapi presisi. Instruksi yang kabur menciptakan interpretasi yang berbeda-beda dan akhirnya menghasilkan standar layanan yang tidak konsisten.

Kalimat seperti, โ€œTolong lebih perhatian pada customer,โ€ terdengar baik tetapi sulit dijalankan. Bandingkan dengan instruksi seperti, โ€œSetiap pelanggan yang menunggu lebih dari 7 menit wajib diberikan update status dan reassurance.โ€ Presisi menciptakan kepastian.

Fondasi kedua adalah Flow. Cara menyampaikan pesan sama pentingnya dengan isi pesan itu sendiri. Gen Z tumbuh di era kecepatan informasi, sehingga mereka lebih mudah merespons komunikasi yang runtut, singkat, dan langsung ke inti.

Briefing yang terlalu panjang sering kali justru kehilangan makna. Mereka membutuhkan alur berpikir yang mudah dipahami, bukan penjelasan berputar-putar. Bukan banyak bicara, tetapi pesan yang mudah diproses.

Fondasi ketiga adalah Role Certainty. Banyak kegagalan layanan bukan karena tim tidak kompeten, melainkan karena batas tanggung jawab tidak jelas. Ketidakjelasan ini membuat energi habis untuk saling menunggu dan saling melempar tugas.

Siapa yang follow up pelanggan? Siapa yang mengambil keputusan saat komplain terjadi? Siapa yang menjaga standar layanan tetap konsisten? Ketika peran jelas, tim bergerak lebih cepat dan lebih percaya diri.

Namun ada satu hal yang lebih penting dari semuanya, yaitu psychological safety. Gen Z tidak hanya membutuhkan arahan, tetapi juga rasa aman untuk bertanya, mencoba, bahkan melakukan kesalahan tanpa takut langsung dihakimi.

Leader yang hanya hadir saat evaluasi akan menciptakan ketegangan. Sebaliknya, leader yang hadir sebagai growth partner akan membangun loyalitas. Mereka tidak mencari atasan yang sempurna, tetapi pemimpin yang hadir, mendengar, dan membantu mereka berkembang.

Membangun tim service Gen Z bukan soal mengawasi lebih ketat, melainkan menciptakan lingkungan kerja yang membuat mereka ingin memberikan yang terbaik. Service excellence tidak lahir dari tekanan, tetapi dari trust, clarity, dan rasa memiliki.

Pada akhirnya, pengalaman pelanggan yang luar biasa selalu berawal dari pengalaman karyawan yang sehat. Jika ingin customer merasa dilayani dengan baik, mulailah dengan memastikan tim Anda merasa dipimpin dengan baik.

#INISIATIF
๐Ÿ™2
Oleh: Dedi Priadi

๐˜š๐˜ฆ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜š๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ง๐˜ด๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ด.

Peribahasa Afrika ini adalah panggilan jiwa untuk tujuan yang lebih tinggi, yakni memetakan jarak antara diri Anda saat ini dan potensi terbesar Anda.

Tikus melambangkan kepuasan instan dan kebiasaan Anda yang nyaman, tetapi merusak, seperti menunda pekerjaan penting, ๐˜ด๐˜ค๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ konten di sosial media dalam jangka waktu yang panjang, atau menyengaja bangun tidur kesiangan. Godaan kecil ini tanpa sadar menjebak Anda dalam siklus kemajuan yang biasa-biasa saja.

Secara psikologis, ketertarikan pada "tikus" adalah manifestasi dari ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ข๐˜ด ๐˜ด๐˜ต๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฒ๐˜ถ๐˜ฐโ€”perangkap zona nyaman. Ia menjanjikan kepastian dan keamanan emosional palsu di masa kini, namun harga yang dibayar adalah stagnasi dan terhambatnya pengaktifan potensi pertumbuhan dan ambisi jangka panjang.

Inilah medan pertempuran sesungguhnya. ๐˜›๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต๐˜ต๐˜ญ๐˜ฆ ๐˜ช๐˜ด ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ธ๐˜ฆ๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฅ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ช๐˜ต๐˜ด ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ ๐˜บ๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ธ ๐˜ด๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ด. Pergulatan batin yang paling sengit adalah pertentangan antara kebiasaan yang telah mendarah daging dengan batasan mutu diri yang baru Anda tetapkan.

Untuk menjadi Singa, Anda harus mentransformasi identitas inti Anda. Kurangi berpikir sebagai kucing; mulailah bertindak dan berpikir sesuai standar Raja hutan.

Kehilangan selera makan adalah medan perang psikologis antara tujuan jangka pendek dan jangka panjang, menuntut pengorbanan berupa penundaan kepuasan instan tikus demi imbalan jangka panjang yang signifikan โ€” menjadi Singa.

Sadari bahwa jalan menuju Singa penuh tantangan. Setiap kesulitan adalah alat untuk membentuk mental yang kuatโ€”inilah energi utama untuk mencapai hasil yang Anda impikan.

Ambil kendali penuh atas rutinitas Anda. Ganti perilaku bernilai rendahโ€”yang hanya menguntungkan kucingโ€”dengan tindakan bernilai tinggi yang diwujudkan oleh Singa. Setiap kebiasaan kecil yang konsisten (๐˜ข๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ค ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ช๐˜ต๐˜ด) akan membangun identitas baru yang Anda cita-citakan.

Setiap kali Anda menolak tikus, Anda bukan hanya melepaskan kebiasaan buruk, tetapi sedang merebut kedaulatan atas diri Anda sendiri. Tegakkan integritas Anda, melangkahlah dengan penuh keyakinan, karena keagungan sejatiโ€”takhta Sang Singaโ€”menanti jiwa yang siap memimpin dengan rendah hati dan bertanggung jawab.

#INISIATIF #TGIF
โค1๐Ÿ‘1
Di peta, Jayapura mungkin terlihat jauh, tapi bagi Duta BPJS Kesehatan, setiap perjalanan adalah cara untuk mendekatkan harapan โœˆ๏ธ

Selama ini, kami belajar bahwa melayani bukan hanya tentang hadir di tempat kerja. Melainkan tentang hadir untuk masyarakat, menjaga kepercayaan, dan memastikan Program JKN terus memberikan manfaat hingga ke ujung negeri ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

Terus semangat para Duta BPJS Kesehatan ๐Ÿ’ช
https://www.instagram.com/reel/DbvKOBMJUix/?igsh=MW9ub3J6bHQ3czFwNQ==

๐Ÿ“ธ @papavesya
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ‘Œ2โค1
Jangan sampai ketinggalan gaisss. Deadlinenya 31 Agustus 2026

Follow, like, share ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ
https://www.instagram.com/p/DbdILv2Hbgb/?igsh=MTl5aXp3ZHRtYzN0MQ==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ™2
Oleh: Iwan Kusworo

Selamat Pagi, Sahabat!

Hari ini saya mampir ngopi di Smiljan Emhalway di Blok M. Salah satu hal yang saya suka dari tempat ini adalah mereka menyediakan rak buku yang bebas dibaca oleh pengunjung. Sambil menikmati secangkir kopi, saya memilih buku berjudul Primary Greatness karya Stephen R. Covey untuk menemani saya.

Covey mengingatkan bahwa banyak orang mengejar apa yang ia sebut secondary greatness: jabatan, kekayaan, popularitas, penghargaan, atau berbagai bentuk keberhasilan yang terlihat dari luar. Semua itu tidak salah, tetapi sifatnya sementara dan sangat bergantung pada keadaan.

Sebaliknya, primary greatness dibangun dari karakter. Inilah yang menjadi fondasi kehidupan yang kokoh, apa pun situasi yang kita hadapi.

Covey kemudian menguraikan dua belas prinsip universal yang menjadi dasar primary greatness.

1. Integrity (Integritas), hidup selaras antara nilai, perkataan, dan tindakan.
2. Contribution (Kontribusi), lebih berfokus pada apa yang dapat kita berikan daripada apa yang bisa kita dapatkan.
3. Priority (Prioritas), mendahulukan hal-hal yang benar-benar penting.
4. Sacrifice (Pengorbanan), bersedia melepaskan kenyamanan sesaat demi sesuatu yang lebih bernilai.
5. Service (Pelayanan), menggunakan hidup untuk melayani dan membawa manfaat bagi orang lain.
6. Responsibility (Tanggung Jawab), memilih bertanggung jawab atas respons kita, bukan menyalahkan keadaan.
7. Continuous Learning (Pembelajaran Berkelanjutan), terus belajar dan bertumbuh sepanjang hidup.
8. Renewal (Pembaruan Diri), menjaga keseimbangan dengan memperbarui diri secara fisik, mental, emosional, dan spiritual.
9. Trust (Kepercayaan), membangun karakter yang dapat dipercaya.
10. Justice (Keadilan), memperlakukan setiap orang dengan adil dan penuh hormat.
11. Honesty (Kejujuran), hidup dalam kebenaran dan ketulusan.
12. Love (Cinta/Kasih), memilih mengasihi dan menginginkan kebaikan bagi sesama.

Yang menarik, Covey menyebut semuanya sebagai prinsip universal. Bukan sekedar nilai yang berlaku di budaya tertentu, melainkan prinsip-prinsip yang bekerja seperti hukum alam. Kita bebas memilih untuk mengikutinya atau mengabaikannya, tetapi kita tidak bebas memilih konsekuensinya.

Membaca beberapa halaman buku ini membuat saya kembali bertanya kepada diri sendiri. Selama ini, apakah saya lebih sibuk mengejar keberhasilan yang terlihat dari luar, atau justru sedang membangun karakter yang akan tetap bertahan ketika semua pencapaian itu suatu hari nanti hilang?

Pertanyaan yang sederhana, tetapi rasanya layak untuk kita renungkan bersama.

Buku apa yang Anda baca hari ini?

#INISIATIF
โค1
Forwarded from Chandra ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
pagi ini diingatkan oleh Ibu Ketua DJSN tentang pesan ini
semoga semakin menguatkan integritas duta BPJS Kesehatan

#jaga diri jaga teman jaga bpjs kesehatan
โœŠ๏ธ
Forwarded from Chandra ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
https://www.instagram.com/p/Da-GZdYlAM9/?img_index=2&igsh=YXhta282cmMyNXVr


Mohon doa dan dukungan untuk karya kolaborasi Duta BPJS Kesehatan
Semoga memberi manfaat untuk Indonesia

#salam integritas โœŠ
Oleh: Muhammad Farid Maricar

Dulu saya termasuk orang yang cenderung pesimis dan menganggap bahwa IQ adalah sesuatu yang stabil, tidak berubah, dan merupakan bawaan dari gen.

Tapi dari cerita Sabda PS, ada sudut pandang yang jauh lebih menarik, bahwa kecerdasan itu ternyata bisa dibentuk, bahkan ditingkatkan secara signifikan, jika kita tahu bagian mana yang perlu dilatih.

Sabda pernah tes IQ saat kecil dan hasilnya hanya sekitar 114, angka yang tergolong biasa saja. Namun seiring waktu, nilainya terus meningkat hingga mencapai 160. Kenaikan ini bukan karena โ€œtiba-tiba jadi jeniusโ€, tapi karena ada proses panjang yang melibatkan latihan yang tepat dan, yang paling penting, peran orang tua yang sangat aktif.

Ibunya, meskipun bukan psikolog, sangat tertarik pada personal development dan memperlakukan Sabda seperti sebuah โ€œprojectโ€.

Ia diarahkan untuk belajar banyak hal semisal bermain musik, coding, menulis esai setiap minggu, hingga mempresentasikan pikirannya secara rutin. Tanpa disadari, semua aktivitas ini melatih berbagai aspek kognitif, dari logika, kreativitas, hingga kemampuan komunikasi.

Yang menarik, pendekatan ini bukan sekadar menambah pengetahuan, tapi memperbaiki โ€œbottleneckโ€ dalam cara berpikir. Sabda menyadari bahwa kecerdasan itu tidak tunggal. Seseorang bisa kuat di satu sisi, tapi lemah di sisi lain.

Misalnya, ketika ketelitiannya rendah, ia dilatih dengan programming. Ketika cara bicaranya tidak terstruktur, ia dipaksa menulis dan presentasi. Dengan memperbaiki titik-titik lemah ini, kemampuan berpikir secara keseluruhan ikut meningkat. Di sinilah terlihat bahwa meningkatkan IQ bukan soal belajar lebih banyak, tapi belajar dengan cara yang lebih tepat.

Penjelasan ini juga sejalan dengan konsep Relational Frame Theory, yang menyebut bahwa kecerdasan bukan ditentukan oleh seberapa banyak informasi yang kita miliki, tetapi seberapa banyak hubungan yang bisa kita bangun antar informasi tersebut. Dua orang bisa punya pengetahuan yang sama, tapi yang satu terlihat lebih cerdas karena ia mampu menghubungkan berbagai konsep dengan lebih baik.

Kalau ditarik ke konsep berpikir, ini sangat berkaitan dengan second order thinking. Bukan hanya bertanya โ€œbagaimana cara jadi pintar?โ€, tapi โ€œapa yang membuat seseorang tidak berkembang, dan jika itu diperbaiki, apa efek jangka panjangnya?โ€.

Orang tua Sabda tidak hanya fokus pada hasil, tapi pada proses dan dampaknya ke depan. Mereka tidak sekadar menyuruh belajar, tapi mendesain lingkungan yang memaksa cara berpikirnya berkembang.

Dari sini kita bisa melihat bahwa kecerdasan bukan sesuatu yang sepenuhnya tetap. Ia lebih mirip sistem yang bisa di-upgrade, selama kita tahu bagian mana yang perlu diperbaiki. Dan mungkin, ini juga berlaku bukan hanya dalam konteks belajar, tapi dalam hidup secara keseluruhan bahwa bukan tentang seberapa cepat kita bergerak sekarang, tapi seberapa dalam kita memahami konsekuensi dari setiap langkah yang kita ambil.

Pada akhirnya, cerita ini mengingatkan kita bahwa kecerdasan bukanlah sesuatu yang statis atau ditentukan sekali seumur hidup. Ia bisa dilatih, diarahkan, dan ditingkatkan, selama kita mau melihat lebih dalam, bukan hanya di permukaan. Bukan sekadar belajar lebih banyak, tapi belajar dengan cara yang tepat, memperbaiki titik lemah, dan membangun koneksi antar pemahaman.

Wallahu 'alam bish showab

#INISIATIF
Di balik keberlanjutan Program JKN, ada banyak cerita yang mungkin belum pernah kamu dengar โœ…

Salah satunya adalah kisah Duta BPJS Kesehatan ini. Sebagai penyandang disabilitas tunadaksa yang berkarya di Kedeputian Bidang Aktuaria, ia membuktikan bahwa kontribusi tidak selalu terlihat, tetapi selalu bermakna ๐Ÿ‘

Bravo Duta BPJS Kesehatan ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ
https://www.instagram.com/reel/Db5YZoHJ5q2/?igsh=NXQ1ZG9rZ3FyYzdy

๐Ÿ“ธ@Bimavl
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2
Oleh: Hendy Mustiko Aji

Short talk sama istri sebelum sahur...

Kita berdua ngobrolin orang-orang yg belum bisa berdamai sama diri mereka sendiri karena gengsi dan tersandera validasi orang lain.

Orang-orang yg sangat berat hatinya mengakui kekurangan atau kesalahan, karena yg demikian berarti mendegradasi harga diri.

Orang-orang seperti ini sangat dekat dgn karakter arogan atau angkuh.

Padahal ketika mulut dipaksa bilang:

"Maaf saya memang salah..."
"Maaf saya gak tau..."
"Maaf....."

.... rasanya sangat melegakan di hati..

Ketika kata-kata tersebut terucap, niscaya seketika runtuh pondasi arogansi dan keangkuhan di hati.

Hati jadi terasa lebih bersih dan lembut. Nasihat akan lebih mudah masuk dan mengiluminasi sampai ke relung hati. Trust me!

Yes, ini pengalaman pribadi. Walhamdulillah โ˜บ๏ธ

Kalo salah, akui salah. Gak usah denial cari pembelaan diri.

Kalo gak bisa, akui gak bisa. Gak usah sok jago.

Kalo miskin, akui miskin. Gak usah sok kaya.

This is the art of berdamai dengan diri sendiri, lepas dari tersandera validasi orang lain โ˜บ๏ธ๐Ÿซฐ

#INISIATIF
๐Ÿ˜‚๐Ÿคฃ๐Ÿฅฒโ˜บ๏ธ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™‚

Pernah nggak sih, setelah ngobrol sama seseorang kamu malah jadi mikir, "Eh, jangan-jangan aku yang salah ingat?โ€ ๐Ÿ˜ตโ€๐Ÿ’ซ

Misalnya:
๐Ÿ’ฌ Kamu: โ€œKamu kemarin bilang akan datang jam 7โ€
๐Ÿ’ฌ Dia: โ€œAku nggak pernah bilang begitu. Kamu pasti salah ingatโ€

Atau kalimat-kalimat seperti:
โ€œKamu terlalu sensitifโ€
โ€œItu cuma bercanda, jangan lebayโ€
โ€œSemua ini cuma ada di kepalamuโ€

Sounds familiar? ๐Ÿ‘€
Bisa jadi kita sedang berhadapan dengan gaslighting, yaitu bentuk manipulasi psikologis yang membuat seseorang mulai meragukan ingatan, persepsi, perasaan, bahkan penilaiannya sendiri.


๐Ÿ“ขPanggilan untuk seluruh Sobat ATE para pemburu ilmu, pejuang 2 JP, pemburu doorprize, pengisi waktu LDR-an, atau apa pun motivasi rekan-rekanโ€ฆ ๐Ÿ˜†

Yuk, jangan lupa merapat di ATE Edisi 424 "Are You Gaslighting Me? Bedakan Konflik, Kritik, atau Manipulasi"
๐Ÿ—“ Rabu, 19 Agustus 2026
โฐ 19.00 WIB โ€“ selesai
๐Ÿ“ Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1

๐ŸŽ Ilmu + 2 JP + Doorprize

#INISIATIF #BecomingAnExpertWithATE
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM