Tulisan yang baik bukan sekadar dibaca, tapi juga meninggalkan makna ๐
Selamat kepada para pemenang Copywriting Competition dalam rangka Bootstrike Wasrik Nasional 2026 dan Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan๐ฎ๐ฉ
๐ฅ Erni Ekawaty @ErniEkawaty (Staf Perencanaan dan Pembukuan KC Makassar)
๐ฅ Mhd Afif Alim Nasution @apipns (PATT Penagihan KC Prabumulih)
๐ฅ Novi Tri Mega S (PATT RO KC Pamekasan)
๐ Amelia Nila Sari @amelianilasari (RO KC Solok)
๐ Dian Septyani @MrsHelloKitty (Staf Administrasi Klaim KC Biak Numfor)
Terima kasih untuk seluruh peserta yang telah menuangkan ide terbaiknya. Sampai jumpa di challenge berikutnya! Stay humble and stay competitive๐
#INISIATIF #Bootstrikewasrik2026
Selamat kepada para pemenang Copywriting Competition dalam rangka Bootstrike Wasrik Nasional 2026 dan Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan
๐ฅ Erni Ekawaty @ErniEkawaty (Staf Perencanaan dan Pembukuan KC Makassar)
๐ฅ Mhd Afif Alim Nasution @apipns (PATT Penagihan KC Prabumulih)
๐ฅ Novi Tri Mega S (PATT RO KC Pamekasan)
๐ Amelia Nila Sari @amelianilasari (RO KC Solok)
๐ Dian Septyani @MrsHelloKitty (Staf Administrasi Klaim KC Biak Numfor)
Terima kasih untuk seluruh peserta yang telah menuangkan ide terbaiknya. Sampai jumpa di challenge berikutnya! Stay humble and stay competitive
Join Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
#INISIATIF #Bootstrikewasrik2026
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐1
Oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi, Sahabat!
Kita sering lelah bukan karena hari ini terlalu berat, tetapi mungkin karena kita sibuk memanggul beban yang bahkan belum terjadi.
Kita mengkhawatirkan pekerjaan tahun depan, memikirkan biaya yang belum harus dibayar, membayangkan berbagai kemungkinan buruk yang belum tentu datang. Tanpa sadar, kita membawa โpersediaanโ untuk lima tahun ke depan di atas pundak hari ini.
Padahal hidup tidak pernah meminta kita menjalani lima tahun sekaligus.
Hidup hanya meminta kita menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya.
Esok akan membawa tantangannya sendiri, tetapi juga akan membawa kekuatan yang baru. Seperti tubuh yang hanya perlu membawa bekal untuk satu hari, hati kita pun diciptakan untuk menghadapi satu hari dalam satu waktu.
Bukan berarti kita tidak boleh merencanakan masa depan. Kita tetap perlu merancang arah, menabung, belajar, dan mempersiapkan diri. Namun ada perbedaan besar antara mempersiapkan masa depan dan membawa seluruh beban masa depan ke hari ini.
Perencanaan memberi kita arah. Kekhawatiran hanya menguras tenaga.
Mungkin kita tidak bisa mengendalikan apa yang akan terjadi besok. Tetapi kita selalu bisa memilih untuk hadir sepenuhnya hari ini, melakukan apa yang perlu dilakukan, mensyukuri apa yang sudah dimiliki, dan mempercayakan sisanya kepada Tuhan.
Pada akhirnya, hidup tidak dimenangkan oleh mereka yang berhasil memikul beban bertahun-tahun sekaligus, melainkan oleh mereka yang dengan setia menjalani hari satu demi satu.
Buku apa yang Anda baca hari ini?
Semoga WFA pekan ini berjalan lancar ๐๐
#INISIATIF
Selamat pagi, Sahabat!
Kita sering lelah bukan karena hari ini terlalu berat, tetapi mungkin karena kita sibuk memanggul beban yang bahkan belum terjadi.
Kita mengkhawatirkan pekerjaan tahun depan, memikirkan biaya yang belum harus dibayar, membayangkan berbagai kemungkinan buruk yang belum tentu datang. Tanpa sadar, kita membawa โpersediaanโ untuk lima tahun ke depan di atas pundak hari ini.
Padahal hidup tidak pernah meminta kita menjalani lima tahun sekaligus.
Hidup hanya meminta kita menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya.
Esok akan membawa tantangannya sendiri, tetapi juga akan membawa kekuatan yang baru. Seperti tubuh yang hanya perlu membawa bekal untuk satu hari, hati kita pun diciptakan untuk menghadapi satu hari dalam satu waktu.
Bukan berarti kita tidak boleh merencanakan masa depan. Kita tetap perlu merancang arah, menabung, belajar, dan mempersiapkan diri. Namun ada perbedaan besar antara mempersiapkan masa depan dan membawa seluruh beban masa depan ke hari ini.
Perencanaan memberi kita arah. Kekhawatiran hanya menguras tenaga.
Mungkin kita tidak bisa mengendalikan apa yang akan terjadi besok. Tetapi kita selalu bisa memilih untuk hadir sepenuhnya hari ini, melakukan apa yang perlu dilakukan, mensyukuri apa yang sudah dimiliki, dan mempercayakan sisanya kepada Tuhan.
Pada akhirnya, hidup tidak dimenangkan oleh mereka yang berhasil memikul beban bertahun-tahun sekaligus, melainkan oleh mereka yang dengan setia menjalani hari satu demi satu.
Buku apa yang Anda baca hari ini?
Semoga WFA pekan ini berjalan lancar ๐๐
#INISIATIF
โค3
Oleh: Arisdiansah
Disebuah sesi assesment dengan seorang manager beliau bercerita tentang masalah pribadinya dimana dia merasa dimanfaatkan oleh banyak orang. Dalam hal keuangan dan pekerjaan.
Dikeluarga, banyak famili yang pinjam uang tetapi tidak dikembalikan, dan jika menagih atau tidak memberikan pinjaman, dia takut diomongin orang yang ga punya kepedulian.
Dipekerjaan teamnya sering memanfaatkan. sehingga banyak pekerjaan menumpuk di doa, tidak enak untuk menegur atau memerintahkan orang lain.
Takut pada omongan atau opini orang lain adalah bentuk sikap ketidakcintaan terhadap diri sendiri. Kemudian mengambil langkah untuk mengikuti omongan orang dengan harapan dia mendapatkan "cinta" dari orang lain.
Padahal sering yang terjadi, justru dia yang akan terus dimanfaatkan, karena takut dengan opini orang lain. Akhirnya dia stuck dan terjebak di lobang yang ditanam oleh orang lain.
Banyak terjadi, orang yang terhenti karena mendengar omongan orang lain. Cara menyikapinya bukan dengan kemudian tidak mendengar sama sekali omongan orang, tetapi membangun kesadaran "filter" untuk memilah omongan orang.
Karena sebaliknya, ada orang yang akhirnya jatuh karena tidak mau mendengar omongan orang lain. itu jebakan yang sama dalam bentuk yang berbeda.
Permasalahannya adalah tidak semua orang punya kemampuan membedakan jenis perkataan orang lain, apakah itu opini apakah itu feedback. disini titik krusialnya.
Opini adalah "noise". ketika kita terus menerus mendengarnya, kita akan selalu salah. Sedangkan feedback adalah "voice", dengan mendengar feedback kita bisa terus memperbaiki diri dan bertumbuh.
Jangan jadi people pleaser dengan selalu mendengar opini orang lain, jangan pula menjadi orang yang bebal ketika tidak mau mendengar feedback.
Sadari semua. and keep going
#INISIATIF
Disebuah sesi assesment dengan seorang manager beliau bercerita tentang masalah pribadinya dimana dia merasa dimanfaatkan oleh banyak orang. Dalam hal keuangan dan pekerjaan.
Dikeluarga, banyak famili yang pinjam uang tetapi tidak dikembalikan, dan jika menagih atau tidak memberikan pinjaman, dia takut diomongin orang yang ga punya kepedulian.
Dipekerjaan teamnya sering memanfaatkan. sehingga banyak pekerjaan menumpuk di doa, tidak enak untuk menegur atau memerintahkan orang lain.
Takut pada omongan atau opini orang lain adalah bentuk sikap ketidakcintaan terhadap diri sendiri. Kemudian mengambil langkah untuk mengikuti omongan orang dengan harapan dia mendapatkan "cinta" dari orang lain.
Padahal sering yang terjadi, justru dia yang akan terus dimanfaatkan, karena takut dengan opini orang lain. Akhirnya dia stuck dan terjebak di lobang yang ditanam oleh orang lain.
Banyak terjadi, orang yang terhenti karena mendengar omongan orang lain. Cara menyikapinya bukan dengan kemudian tidak mendengar sama sekali omongan orang, tetapi membangun kesadaran "filter" untuk memilah omongan orang.
Karena sebaliknya, ada orang yang akhirnya jatuh karena tidak mau mendengar omongan orang lain. itu jebakan yang sama dalam bentuk yang berbeda.
Permasalahannya adalah tidak semua orang punya kemampuan membedakan jenis perkataan orang lain, apakah itu opini apakah itu feedback. disini titik krusialnya.
Opini adalah "noise". ketika kita terus menerus mendengarnya, kita akan selalu salah. Sedangkan feedback adalah "voice", dengan mendengar feedback kita bisa terus memperbaiki diri dan bertumbuh.
Jangan jadi people pleaser dengan selalu mendengar opini orang lain, jangan pula menjadi orang yang bebal ketika tidak mau mendengar feedback.
Sadari semua. and keep going
#INISIATIF
TRAINING YANG MERUBAH HIDUPKU....
Oleh: Agung Prasetyo Utomo
ASTRA BASIC MANAGEMENT PROGRAM
Juli sd Agustus 2001
Astra Basic Management Program (ABMP) adalah program pelatihan dan pengembangan kepemimpinan (Leadership Development Program). Program ini dirancang khusus oleh Astra untuk membekali karyawan baru atau supervisor dengan knowledge, skill, dan mentalitas manajerial agar siap menghadapi tantangan operasional di lingkungan Grup Astra.
Usia asaya kala itu 2001, 23 tahun dan saya baru lulus dari Teknik Mesin ITS Surabaya sebagai Best Graduate yang langsung di rekrut tanpa tes oleh Toyota Astra Motor sebagai Management Trainee.
Training ini merubah hidup saya, dengan full matery Seven Habits For Highly Effective People karya Steven Covey....termasuk salah satu yang membuat saya memiliki mindset seperti sekarang ini...
Habis training disuruh nulis surat ke diri sendiri dan dikirimkan oleh HRD ke orang tua kita buat dibaca bareng bareng, apa impian kita setelah training ini
Kayaknya saya salah nulis :
Saya nulisnya salah satunya sebelum usia 40 tahun saya akan resign, jadi itu tahun 2018, dan akhirnya saya resign beneran usia 38 tahun 2016. Menjadi seorang financial freedom...
Itulah mungkin akhirnya membuat saya secara karir di kantor tidak moncer dibandingkan teman teman saya yang ada di foto training ini .....
Apa itu buku 7 Habit :
"The 7 Habits of Highly Effective People" karya Stephen R. Covey adalah salah satu karya pengembangan diri paling berpengaruh di dunia. Buku ini mengajarkan bahwa kesuksesan sejati tidak hanya bergantung pada kepribadian atau trik, melainkan pada prinsip karakter yang berpusat pada integritas, kejujuran, dan martabat manusia.
Tiga Kebiasaan Pertama: Kemenangan Pribadi (Private Victory)
Fase ini berfokus pada transisi dari kondisi bergantung (dependence) menuju kemandirian (independence) dengan menguasai diri sendiri.
Jadilah Proaktif (Be Proactive): Individu yang efektif bertanggung jawab atas pilihan dan tindakan mereka sendiri. Daripada menyalahkan keadaan atau lingkungan, mereka fokus pada energi positif untuk merespons dan beradaptasi.
Mulai dari Hasil Akhir (Begin with the End in Mind): Kebiasaan ini menekankan pentingnya memiliki visi yang jelas tentang tujuan hidup Anda. Ini memastikan bahwa apa yang Anda lakukan setiap hari sejalan dengan nilai-nilai dan tujuan akhir yang ingin dicapai.
Dahulukan yang Utama (Put First Things First): Praktik manajemen diri yang berfokus pada prioritas. Anda diajak untuk memilah antara hal yang mendesak (urgent) dan hal yang benar-benar penting (important) agar waktu tidak habis untuk hal-hal yang tidak produktif
Tiga Kebiasaan Berikutnya: Kemenangan Publik (Public Victory)
Setelah menguasai kemandirian, Anda didorong untuk beralih ke fase saling ketergantungan (interdependence) untuk membangun relasi yang harmonis dan kolaboratif dengan orang lain
Berpikir Menang-Menang (Think Win-Win): Pola pikir yang mencari keuntungan dan kesuksesan bersama. Ini bukan tentang menjatuhkan orang lain, melainkan mencari solusi di mana semua pihak merasa dihargai dan diuntungkan
Berusaha Memahami Orang Lain Terlebih Dahulu, Baru Dipahami (Seek First to Understand, Then to Be Understood): Komunikasi yang efektif membutuhkan empati. Anda harus benar-benar mendengarkan untuk memahami sudut pandang orang lain sebelum meminta mereka mendengarkan atau memahami ide Anda
Bersinergi (Synergize): Prinsip kerja sama tim yang kreatif. Menghargai perbedaan dan menggabungkan kekuatan masing-masing individu untuk menciptakan hasil yang jauh lebih besar daripada bekerja sendirian
Kebiasaan Ketujuh: Pembaruan Diri (Renewal)
Mengasah Gergaji (Sharpen the Saw): Kebiasaan ini memastikan keenam kebiasaan lainnya tetap dapat berjalan dengan baik. Covey mengibaratkannya dengan mengasah gergaji agar tetap tajam. Ini berarti meluangkan waktu secara seimbang untuk memperbarui empat dimensi diri: fisik, spiritual, mental, dan sosial/emosional
Buku ini sangat holistik karena tidak sekadar memberikan tips praktis, melainkan mengubah paradigma berpikir
#INISIATIF #TGIF
Oleh: Agung Prasetyo Utomo
ASTRA BASIC MANAGEMENT PROGRAM
Juli sd Agustus 2001
Astra Basic Management Program (ABMP) adalah program pelatihan dan pengembangan kepemimpinan (Leadership Development Program). Program ini dirancang khusus oleh Astra untuk membekali karyawan baru atau supervisor dengan knowledge, skill, dan mentalitas manajerial agar siap menghadapi tantangan operasional di lingkungan Grup Astra.
Usia asaya kala itu 2001, 23 tahun dan saya baru lulus dari Teknik Mesin ITS Surabaya sebagai Best Graduate yang langsung di rekrut tanpa tes oleh Toyota Astra Motor sebagai Management Trainee.
Training ini merubah hidup saya, dengan full matery Seven Habits For Highly Effective People karya Steven Covey....termasuk salah satu yang membuat saya memiliki mindset seperti sekarang ini...
Habis training disuruh nulis surat ke diri sendiri dan dikirimkan oleh HRD ke orang tua kita buat dibaca bareng bareng, apa impian kita setelah training ini
Kayaknya saya salah nulis :
Saya nulisnya salah satunya sebelum usia 40 tahun saya akan resign, jadi itu tahun 2018, dan akhirnya saya resign beneran usia 38 tahun 2016. Menjadi seorang financial freedom...
Itulah mungkin akhirnya membuat saya secara karir di kantor tidak moncer dibandingkan teman teman saya yang ada di foto training ini .....
Apa itu buku 7 Habit :
"The 7 Habits of Highly Effective People" karya Stephen R. Covey adalah salah satu karya pengembangan diri paling berpengaruh di dunia. Buku ini mengajarkan bahwa kesuksesan sejati tidak hanya bergantung pada kepribadian atau trik, melainkan pada prinsip karakter yang berpusat pada integritas, kejujuran, dan martabat manusia.
Tiga Kebiasaan Pertama: Kemenangan Pribadi (Private Victory)
Fase ini berfokus pada transisi dari kondisi bergantung (dependence) menuju kemandirian (independence) dengan menguasai diri sendiri.
Jadilah Proaktif (Be Proactive): Individu yang efektif bertanggung jawab atas pilihan dan tindakan mereka sendiri. Daripada menyalahkan keadaan atau lingkungan, mereka fokus pada energi positif untuk merespons dan beradaptasi.
Mulai dari Hasil Akhir (Begin with the End in Mind): Kebiasaan ini menekankan pentingnya memiliki visi yang jelas tentang tujuan hidup Anda. Ini memastikan bahwa apa yang Anda lakukan setiap hari sejalan dengan nilai-nilai dan tujuan akhir yang ingin dicapai.
Dahulukan yang Utama (Put First Things First): Praktik manajemen diri yang berfokus pada prioritas. Anda diajak untuk memilah antara hal yang mendesak (urgent) dan hal yang benar-benar penting (important) agar waktu tidak habis untuk hal-hal yang tidak produktif
Tiga Kebiasaan Berikutnya: Kemenangan Publik (Public Victory)
Setelah menguasai kemandirian, Anda didorong untuk beralih ke fase saling ketergantungan (interdependence) untuk membangun relasi yang harmonis dan kolaboratif dengan orang lain
Berpikir Menang-Menang (Think Win-Win): Pola pikir yang mencari keuntungan dan kesuksesan bersama. Ini bukan tentang menjatuhkan orang lain, melainkan mencari solusi di mana semua pihak merasa dihargai dan diuntungkan
Berusaha Memahami Orang Lain Terlebih Dahulu, Baru Dipahami (Seek First to Understand, Then to Be Understood): Komunikasi yang efektif membutuhkan empati. Anda harus benar-benar mendengarkan untuk memahami sudut pandang orang lain sebelum meminta mereka mendengarkan atau memahami ide Anda
Bersinergi (Synergize): Prinsip kerja sama tim yang kreatif. Menghargai perbedaan dan menggabungkan kekuatan masing-masing individu untuk menciptakan hasil yang jauh lebih besar daripada bekerja sendirian
Kebiasaan Ketujuh: Pembaruan Diri (Renewal)
Mengasah Gergaji (Sharpen the Saw): Kebiasaan ini memastikan keenam kebiasaan lainnya tetap dapat berjalan dengan baik. Covey mengibaratkannya dengan mengasah gergaji agar tetap tajam. Ini berarti meluangkan waktu secara seimbang untuk memperbarui empat dimensi diri: fisik, spiritual, mental, dan sosial/emosional
Buku ini sangat holistik karena tidak sekadar memberikan tips praktis, melainkan mengubah paradigma berpikir
#INISIATIF #TGIF
"Halo, kami dari BPJS Kesehatan..." โ๏ธ
Kalimat sederhana yang mungkin sering kamu dengar. Tapi di balik sapaan itu, ada peran dan tugas yang dijalankan dengan penuh kesabaran
Setiap hari, tim telekolekting BPJS Kesehatan menghubungi peserta untuk mengingatkan pembayaran iuran dan memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kepesertaan JKN tetap aktif. Meski dalam perjalanannya muncul berbagai respons, kami tetap percaya bahwa setiap percakapan adalah kesempatan untuk menghadirkan manfaat bagi lebih banyak orang๐
Yuk kepoin kisahnya
https://www.instagram.com/reel/Dbc54_GJNAn/?igsh=NXdhbGltODY5ZzR3
๐ธ @Alwi_Muammar
Kalimat sederhana yang mungkin sering kamu dengar. Tapi di balik sapaan itu, ada peran dan tugas yang dijalankan dengan penuh kesabaran
Setiap hari, tim telekolekting BPJS Kesehatan menghubungi peserta untuk mengingatkan pembayaran iuran dan memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kepesertaan JKN tetap aktif. Meski dalam perjalanannya muncul berbagai respons, kami tetap percaya bahwa setiap percakapan adalah kesempatan untuk menghadirkan manfaat bagi lebih banyak orang
Yuk kepoin kisahnya
https://www.instagram.com/reel/Dbc54_GJNAn/?igsh=NXdhbGltODY5ZzR3
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Oleh: Dedi Priadi
Kereta itu tidak pernah memaksakan diri tiba sebelum relnya terbentang. Begitu pun doa; ia adalah perjalanan energi yang selalu menemukan stasiun pemberhentiannya pada momentum yang paling presisi.
Engkau mungkin merasa doamu tertahan di langit, seolah Tuhan abai. Namun, sadarilah bahwa penundaan bukanlah penolakan, melainkan cara semesta sedang merajut kekuatan agar pundakmu cukup kokoh memikul anugerah-Nya.
Seringkali kita mengejar sesuatu dengan nafsu, padahal yang kita kejar mungkin adalah api yang akan membakar tangan sendiri. Tuhan, dengan cinta-Nya, menahan langkahmu agar engkau tidak terperosok.
Ketahuilah, akal manusia hanyalah setitik air di samudera ilmu-Nya. Kita hanya melihat "hari ini", sedangkan Dia melihat "selamanya". Apa yang kau benci, bisa jadi adalah pintu keselamatan yang tersembunyi.
Keterlambatan kabulnya doa adalah masa inkubasi jiwa. Di sana, kesabaranmu ditempa, egomu diluruhkan, hingga akhirnya engkau bukan sekadar menerima pemberian, tapi menjadi pribadi yang siap menghargai setiap berkah.
Janganlah gelisah melihat kereta orang lain sampai lebih dulu. Setiap jiwa memiliki jadwal keberangkatannya masing-masing. Percayalah, Tuhan tidak pernah terlambat, dan Dia pun tidak pernah terlalu cepat.
Hikmah besar selalu terbungkus dalam bungkus yang sulit kita mengerti di awal. Seperti ulat yang harus terpenjara dalam kepompong, ada proses transformasi yang tidak boleh diganggu oleh ketergesa-gesaan.
Mari kita belajar berpasrah tanpa menyerah. Doa yang belum terkabul adalah cara Tuhan mengajakmu berdialog lebih lama, lebih dalam, hingga engkau menyadari bahwa kehadiran-Nya jauh lebih penting dari permintaanmu.
Jadikanlah "ketidaktahuanmu" sebagai dasar untuk bersandar total kepada "Pengetahuan-Nya". Pada akhirnya, engkau akan menoleh ke belakang dan tersenyum, menyadari betapa indahnya cara Tuhan menjaga dan mengatur segalanya.
#INISIATIF
Kereta itu tidak pernah memaksakan diri tiba sebelum relnya terbentang. Begitu pun doa; ia adalah perjalanan energi yang selalu menemukan stasiun pemberhentiannya pada momentum yang paling presisi.
Engkau mungkin merasa doamu tertahan di langit, seolah Tuhan abai. Namun, sadarilah bahwa penundaan bukanlah penolakan, melainkan cara semesta sedang merajut kekuatan agar pundakmu cukup kokoh memikul anugerah-Nya.
Seringkali kita mengejar sesuatu dengan nafsu, padahal yang kita kejar mungkin adalah api yang akan membakar tangan sendiri. Tuhan, dengan cinta-Nya, menahan langkahmu agar engkau tidak terperosok.
Ketahuilah, akal manusia hanyalah setitik air di samudera ilmu-Nya. Kita hanya melihat "hari ini", sedangkan Dia melihat "selamanya". Apa yang kau benci, bisa jadi adalah pintu keselamatan yang tersembunyi.
Keterlambatan kabulnya doa adalah masa inkubasi jiwa. Di sana, kesabaranmu ditempa, egomu diluruhkan, hingga akhirnya engkau bukan sekadar menerima pemberian, tapi menjadi pribadi yang siap menghargai setiap berkah.
Janganlah gelisah melihat kereta orang lain sampai lebih dulu. Setiap jiwa memiliki jadwal keberangkatannya masing-masing. Percayalah, Tuhan tidak pernah terlambat, dan Dia pun tidak pernah terlalu cepat.
Hikmah besar selalu terbungkus dalam bungkus yang sulit kita mengerti di awal. Seperti ulat yang harus terpenjara dalam kepompong, ada proses transformasi yang tidak boleh diganggu oleh ketergesa-gesaan.
Mari kita belajar berpasrah tanpa menyerah. Doa yang belum terkabul adalah cara Tuhan mengajakmu berdialog lebih lama, lebih dalam, hingga engkau menyadari bahwa kehadiran-Nya jauh lebih penting dari permintaanmu.
Jadikanlah "ketidaktahuanmu" sebagai dasar untuk bersandar total kepada "Pengetahuan-Nya". Pada akhirnya, engkau akan menoleh ke belakang dan tersenyum, menyadari betapa indahnya cara Tuhan menjaga dan mengatur segalanya.
#INISIATIF
โค9๐2๐ฅ1
Forwarded from Rizki Alfi Syahril
Duel klasik kembali tersaji, saat Timnas Indonesia bakal menjamu salah satu rival utama, Timnas Vietnam, pada laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Senin (3/8/2026) malam pukul 20.30 WIB.
Kemenangan bagi Timnas Indonesia tidak hanya menegaskan dominasi atas Golden Star Warriors, tetapi juga langsung mengunci satu tiket ke babak semifinal Piala AFF 2026.
Nah, sembari menyaksikan dan memberi dukungan buat Timnas, kembali ada peluang seru-seruan juga buatmu untuk memenangkan Souvenir ATE INISIATIF masing-masing untuk 2 (dua) Sobat ATE beruntung yang berhasil menebak 2 opsi polling sekaligus dengan tepat
Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Senin, 3 Agustus 2026 pukul 20.30 WIB
Syarat klaim : Sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
#INISIATIFdukungTimnas
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi, Sahabat!
Sebuah paragraf di buku Bird by Bird (Anne Lamott) ini tiba-tiba membuat saya merenung...
Sering kali kita berpikir, kalau Tuhan menolong, maka orang-orang di sekitar kita akan berubah.
Atasan akan menjadi lebih pengertian. Rekan kerja lebih kooperatif. Pasangan lebih memahami. Anak lebih menurut. Orang-orang akan lebih menghargai niat baik kita.
Ternyata, hidup sering berjalan sebaliknya.
Justru kita dipertemukan dengan orang yang sulit, menerima kritik yang tidak enak didengar, atau menghadapi situasi yang membuat kita bertanya, โYa Tuhan, kenapa harus begini?โ๐
Mungkin Tuhan memang tidak sedang mengubah mereka.
Mungkin Tuhan sedang mengubah diri kita.
Karena sering kali masalahnya bukan pada keadaan di luar, tetapi pada cara kita memandang keadaan itu.
Kita mengira semua orang harus memahami kita. Ternyata kitalah yang perlu belajar memahami orang lain.
Kita berharap setiap usaha kita dihargai. Ternyata kita sedang belajar melakukan yang benar tanpa bergantung pada pujian orang lain.
Kita ingin segala sesuatu berjalan sesuai rencana. Ternyata kita sedang belajar mempercayai rencana Tuhan yang jauh lebih besar untuk kita.
Perubahan seperti ini jauh lebih sulit. Mengubah keadaan itu menyenangkan. Tapi mengubah diri sendiri itu menyakitkan. Ada ego yang harus dilepaskan. Ada cara berpikir yang harus diperbarui. Ada keyakinan lama yang ternyata tidak lagi membuat kita bertumbuh.
Mungkin justru di situlah letak kasih sayang Tuhan.
Dia tidak sekadar membuat perjalanan kita lebih mudah. Dia sedang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik.
Buku apa yang sedang Anda baca hari ini?
Have a nice day!โค๏ธ
#INISIATIF
Selamat pagi, Sahabat!
Sebuah paragraf di buku Bird by Bird (Anne Lamott) ini tiba-tiba membuat saya merenung...
Sering kali kita berpikir, kalau Tuhan menolong, maka orang-orang di sekitar kita akan berubah.
Atasan akan menjadi lebih pengertian. Rekan kerja lebih kooperatif. Pasangan lebih memahami. Anak lebih menurut. Orang-orang akan lebih menghargai niat baik kita.
Ternyata, hidup sering berjalan sebaliknya.
Justru kita dipertemukan dengan orang yang sulit, menerima kritik yang tidak enak didengar, atau menghadapi situasi yang membuat kita bertanya, โYa Tuhan, kenapa harus begini?โ
Mungkin Tuhan memang tidak sedang mengubah mereka.
Mungkin Tuhan sedang mengubah diri kita.
Karena sering kali masalahnya bukan pada keadaan di luar, tetapi pada cara kita memandang keadaan itu.
Kita mengira semua orang harus memahami kita. Ternyata kitalah yang perlu belajar memahami orang lain.
Kita berharap setiap usaha kita dihargai. Ternyata kita sedang belajar melakukan yang benar tanpa bergantung pada pujian orang lain.
Kita ingin segala sesuatu berjalan sesuai rencana. Ternyata kita sedang belajar mempercayai rencana Tuhan yang jauh lebih besar untuk kita.
Perubahan seperti ini jauh lebih sulit. Mengubah keadaan itu menyenangkan. Tapi mengubah diri sendiri itu menyakitkan. Ada ego yang harus dilepaskan. Ada cara berpikir yang harus diperbarui. Ada keyakinan lama yang ternyata tidak lagi membuat kita bertumbuh.
Mungkin justru di situlah letak kasih sayang Tuhan.
Dia tidak sekadar membuat perjalanan kita lebih mudah. Dia sedang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik.
Buku apa yang sedang Anda baca hari ini?
Have a nice day!
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2
SI PALING JITU ๐
Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 2 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni:
- Timnas Vietnam menang selain opsi skor di atas
dan
- Menit ke 1 sd Menit 25 (Babak 1)
Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 3 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu๐ฒ๐จ
Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Selasa sore ini, 4 Agustus maks pukul 17.00 WIB๐
#INISIATIF
Timnas Indonesia menelan kekalahan telak 0-3 dalam laga lanjutan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (3/8) malam WIB. Kekalahan ini membuat skuad asuhan John Herdman berada dalam posisi sulit dan wajib meraih kemenangan pada pertandingan terakhir melawan Singapura untuk menjaga peluang lolos ke babak semifinal
Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 2 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni:
- Timnas Vietnam menang selain opsi skor di atas
dan
- Menit ke 1 sd Menit 25 (Babak 1)
Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 3 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu
Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Selasa sore ini, 4 Agustus maks pukul 17.00 WIB
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
CENNING RARA APA YANG DIPAKAI MARVINA SEHINGGA BISA MENIKAH 15 KALI?
Oleh: Dul Abdul Rahman
Peristiwa tentang Marvina, seorang perempuan di Sulawesi Selatan yang telah menikah hingga lima belas kali, mengundang rasa ingin tahu yang lebih dalam daripada sekadar sensasi. Ia bukan selebritas, bukan pula figur dengan daya tarik fisik yang dianggap luar biasa oleh standar umum.
Namun, fakta bahwa banyak lelaki datang dan pergi dalam lingkar hidupnya membuka satu pertanyaan filosofis: apa sebenarnya yang membuat seseorang โmenarikโ?
Di tengah masyarakat Bugis, muncul satu jawaban lama yang berbau kultural sekaligus mistis: CENNING RARA.
Sebuah istilah yang tidak sekadar merujuk pada kecantikan fisik, melainkan seni memperindah diri di hadapan orang lain, terutama lawan jenis. Namun, Cenning Rara bukan sekadar riasan wajah; ia adalah pertemuan antara kata, niat, simbol, dan harapan.
Salah satu bacaan CENNING RARA Bugis berbunyi:
Eru mata siduppa mata,
Iyapa naewa siduppa mata namanyameng atinna (sebut namanya)
Dari CENNING RARA tersebut menunjukkan bahwa daya tarik pertama memang kasat mata, tetapi yang mengikat adalah sesuatu yang lebih dalam: rasa, kesan, dan mungkin juga energi batin yang tidak terlihat.
Dalam praktik tradisional, bagi seorang perempuan, CENNING RARA dibacakan saat menggunakan bedak dari tepung beras, yang dianggap paling manjur adalah beras ketan.
Ketan sendiri bukan bahan yang dipilih secara kebetulan. Ia lengket, mudah menyatu, simbol dari harapan agar hubungan pun demikian: melekat, erat, dan sulit dipisahkan.
Bahkan dalam cerita lama, ada pula praktik menjampi makanan seperti songkolo untuk โmenyatukan rasaโ antara dua insan.
Namun, di titik ini kita perlu berhenti sejenak. Apakah benar daya tarik manusia bisa direduksi menjadi mantra dan simbol semata?
Secara filosofis, CENNING RARA bisa dibaca bukan sebagai praktik magis literal, melainkan sebagai metafora. Ia adalah representasi dari usaha manusia untuk mengendalikan sesuatu yang pada dasarnya tidak bisa dikendalikan: cinta dan ketertarikan.
Manusia selalu mencari formula, entah itu dalam bentuk doa, ritual, penampilan, atau bahkan strategi psikologis, untuk membuat dirinya menarik dan dipuji.
Jika kita melihat Marvina dari sudut ini, mungkin pertanyaannya bergeser. Bukan lagi โapa yang ia pakai,โ tetapi โapa yang ia pancarkan.โ
Bisa jadi daya tariknya bukan pada fisik, melainkan pada kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, atau cara ia membuat orang lain merasa berarti. Hal-hal seperti ini sering kali jauh lebih โlengketโ daripada sekadar kecantikan luar.
Di era modern, praktik seperti CENNING RARA mulai ditinggalkan, terutama karena dianggap bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan, khususnya dalam Islam yang menekankan tauhid.
Namun, menariknya, esensinya tidak benar-benar hilang. Ia hanya berubah bentuk. Kini, orang menggunakan parfum mahal, belajar public speaking, membangun citra di media sosial. Semua itu, jika dipikirkan, adalah versi kontemporer dari CENNING RARA.
Dengan kata lain, manusia tetap berusaha โmempercantik diri di mata orang lain,โ hanya medianya yang berbeda.
Maka, kisah Marvina bukan sekadar cerita tentang seorang perempuan yang menikah berkali-kali. Ia adalah cermin dari pertanyaan abadi: apa yang membuat seseorang dicintai? Apakah itu mantra, simbol, atau sesuatu yang lebih subtil seperti kehadiran yang hangat dan jiwa yang terbuka?
Barangkali, CENNING RARA yang paling ampuh bukanlah yang dibacakan di atas bedak atau makanan, melainkan yang tumbuh dari dalam diri: cara seseorang memahami dirinya, menghargai orang lain, dan membangun hubungan yang terasa hidup. Dan jika benar demikian, maka โmantraโ itu sebenarnya tidak pernah hilang. Ia hanya berubah nama.
Tabek!
#INISIATIF
Oleh: Dul Abdul Rahman
Peristiwa tentang Marvina, seorang perempuan di Sulawesi Selatan yang telah menikah hingga lima belas kali, mengundang rasa ingin tahu yang lebih dalam daripada sekadar sensasi. Ia bukan selebritas, bukan pula figur dengan daya tarik fisik yang dianggap luar biasa oleh standar umum.
Namun, fakta bahwa banyak lelaki datang dan pergi dalam lingkar hidupnya membuka satu pertanyaan filosofis: apa sebenarnya yang membuat seseorang โmenarikโ?
Di tengah masyarakat Bugis, muncul satu jawaban lama yang berbau kultural sekaligus mistis: CENNING RARA.
Sebuah istilah yang tidak sekadar merujuk pada kecantikan fisik, melainkan seni memperindah diri di hadapan orang lain, terutama lawan jenis. Namun, Cenning Rara bukan sekadar riasan wajah; ia adalah pertemuan antara kata, niat, simbol, dan harapan.
Salah satu bacaan CENNING RARA Bugis berbunyi:
Eru mata siduppa mata,
Iyapa naewa siduppa mata namanyameng atinna (sebut namanya)
Dari CENNING RARA tersebut menunjukkan bahwa daya tarik pertama memang kasat mata, tetapi yang mengikat adalah sesuatu yang lebih dalam: rasa, kesan, dan mungkin juga energi batin yang tidak terlihat.
Dalam praktik tradisional, bagi seorang perempuan, CENNING RARA dibacakan saat menggunakan bedak dari tepung beras, yang dianggap paling manjur adalah beras ketan.
Ketan sendiri bukan bahan yang dipilih secara kebetulan. Ia lengket, mudah menyatu, simbol dari harapan agar hubungan pun demikian: melekat, erat, dan sulit dipisahkan.
Bahkan dalam cerita lama, ada pula praktik menjampi makanan seperti songkolo untuk โmenyatukan rasaโ antara dua insan.
Namun, di titik ini kita perlu berhenti sejenak. Apakah benar daya tarik manusia bisa direduksi menjadi mantra dan simbol semata?
Secara filosofis, CENNING RARA bisa dibaca bukan sebagai praktik magis literal, melainkan sebagai metafora. Ia adalah representasi dari usaha manusia untuk mengendalikan sesuatu yang pada dasarnya tidak bisa dikendalikan: cinta dan ketertarikan.
Manusia selalu mencari formula, entah itu dalam bentuk doa, ritual, penampilan, atau bahkan strategi psikologis, untuk membuat dirinya menarik dan dipuji.
Jika kita melihat Marvina dari sudut ini, mungkin pertanyaannya bergeser. Bukan lagi โapa yang ia pakai,โ tetapi โapa yang ia pancarkan.โ
Bisa jadi daya tariknya bukan pada fisik, melainkan pada kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, atau cara ia membuat orang lain merasa berarti. Hal-hal seperti ini sering kali jauh lebih โlengketโ daripada sekadar kecantikan luar.
Di era modern, praktik seperti CENNING RARA mulai ditinggalkan, terutama karena dianggap bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan, khususnya dalam Islam yang menekankan tauhid.
Namun, menariknya, esensinya tidak benar-benar hilang. Ia hanya berubah bentuk. Kini, orang menggunakan parfum mahal, belajar public speaking, membangun citra di media sosial. Semua itu, jika dipikirkan, adalah versi kontemporer dari CENNING RARA.
Dengan kata lain, manusia tetap berusaha โmempercantik diri di mata orang lain,โ hanya medianya yang berbeda.
Maka, kisah Marvina bukan sekadar cerita tentang seorang perempuan yang menikah berkali-kali. Ia adalah cermin dari pertanyaan abadi: apa yang membuat seseorang dicintai? Apakah itu mantra, simbol, atau sesuatu yang lebih subtil seperti kehadiran yang hangat dan jiwa yang terbuka?
Barangkali, CENNING RARA yang paling ampuh bukanlah yang dibacakan di atas bedak atau makanan, melainkan yang tumbuh dari dalam diri: cara seseorang memahami dirinya, menghargai orang lain, dan membangun hubungan yang terasa hidup. Dan jika benar demikian, maka โmantraโ itu sebenarnya tidak pernah hilang. Ia hanya berubah nama.
Tabek!
#INISIATIF
โค1โก1
THE ONE AND ONLY ๐ฏ ๐
Selamat kepada Kk Abriadi @Maaf_tolongyah (Staf PMPF Kab Kep Tanimbar KC Ambon) yang menjadi satu-satunya peserta dengan jawaban yang benar pada Tebak-Tebak Seru Polling Telegram ATE pada match Indonesia Vs Vietnam๐ฎ๐ฉ
Terima kasih untuk seluruh Sobat ATE yang sudah ikut berpartisipasi. Sampai bertemu di challenge berikutnya๐
#INISIATIF
Selamat kepada Kk Abriadi @Maaf_tolongyah (Staf PMPF Kab Kep Tanimbar KC Ambon) yang menjadi satu-satunya peserta dengan jawaban yang benar pada Tebak-Tebak Seru Polling Telegram ATE pada match Indonesia Vs Vietnam
Terima kasih untuk seluruh Sobat ATE yang sudah ikut berpartisipasi. Sampai bertemu di challenge berikutnya
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Oleh: Ronald Satria
Banyak pemimpin masih mengira tantangan terbesar saat membangun tim layanan Gen Z adalah soal disiplin. Mereka melihat keterlambatan, kurang inisiatif, atau respons yang dianggap kurang sigap sebagai masalah utama.
Padahal, sering kali akar persoalannya bukan disiplin, melainkan desain komunikasi yang tidak relevan. Gen Z bukan sulit diarahkan, mereka hanya tidak lagi terhubung dengan pola kepemimpinan lama yang terlalu instruktif dan minim konteks.
Dalam dunia service, komunikasi bukan hanya alat untuk memberi arahan. Komunikasi adalah mesin penggerak performa, karena kualitas layanan sangat bergantung pada bagaimana tim memahami, merespons, dan mengeksekusi ekspektasi.
Fondasi pertama adalah Precision. Bukan sekadar jelas, tetapi presisi. Instruksi yang kabur menciptakan interpretasi yang berbeda-beda dan akhirnya menghasilkan standar layanan yang tidak konsisten.
Kalimat seperti, โTolong lebih perhatian pada customer,โ terdengar baik tetapi sulit dijalankan. Bandingkan dengan instruksi seperti, โSetiap pelanggan yang menunggu lebih dari 7 menit wajib diberikan update status dan reassurance.โ Presisi menciptakan kepastian.
Fondasi kedua adalah Flow. Cara menyampaikan pesan sama pentingnya dengan isi pesan itu sendiri. Gen Z tumbuh di era kecepatan informasi, sehingga mereka lebih mudah merespons komunikasi yang runtut, singkat, dan langsung ke inti.
Briefing yang terlalu panjang sering kali justru kehilangan makna. Mereka membutuhkan alur berpikir yang mudah dipahami, bukan penjelasan berputar-putar. Bukan banyak bicara, tetapi pesan yang mudah diproses.
Fondasi ketiga adalah Role Certainty. Banyak kegagalan layanan bukan karena tim tidak kompeten, melainkan karena batas tanggung jawab tidak jelas. Ketidakjelasan ini membuat energi habis untuk saling menunggu dan saling melempar tugas.
Siapa yang follow up pelanggan? Siapa yang mengambil keputusan saat komplain terjadi? Siapa yang menjaga standar layanan tetap konsisten? Ketika peran jelas, tim bergerak lebih cepat dan lebih percaya diri.
Namun ada satu hal yang lebih penting dari semuanya, yaitu psychological safety. Gen Z tidak hanya membutuhkan arahan, tetapi juga rasa aman untuk bertanya, mencoba, bahkan melakukan kesalahan tanpa takut langsung dihakimi.
Leader yang hanya hadir saat evaluasi akan menciptakan ketegangan. Sebaliknya, leader yang hadir sebagai growth partner akan membangun loyalitas. Mereka tidak mencari atasan yang sempurna, tetapi pemimpin yang hadir, mendengar, dan membantu mereka berkembang.
Membangun tim service Gen Z bukan soal mengawasi lebih ketat, melainkan menciptakan lingkungan kerja yang membuat mereka ingin memberikan yang terbaik. Service excellence tidak lahir dari tekanan, tetapi dari trust, clarity, dan rasa memiliki.
Pada akhirnya, pengalaman pelanggan yang luar biasa selalu berawal dari pengalaman karyawan yang sehat. Jika ingin customer merasa dilayani dengan baik, mulailah dengan memastikan tim Anda merasa dipimpin dengan baik.
#INISIATIF
Banyak pemimpin masih mengira tantangan terbesar saat membangun tim layanan Gen Z adalah soal disiplin. Mereka melihat keterlambatan, kurang inisiatif, atau respons yang dianggap kurang sigap sebagai masalah utama.
Padahal, sering kali akar persoalannya bukan disiplin, melainkan desain komunikasi yang tidak relevan. Gen Z bukan sulit diarahkan, mereka hanya tidak lagi terhubung dengan pola kepemimpinan lama yang terlalu instruktif dan minim konteks.
Dalam dunia service, komunikasi bukan hanya alat untuk memberi arahan. Komunikasi adalah mesin penggerak performa, karena kualitas layanan sangat bergantung pada bagaimana tim memahami, merespons, dan mengeksekusi ekspektasi.
Fondasi pertama adalah Precision. Bukan sekadar jelas, tetapi presisi. Instruksi yang kabur menciptakan interpretasi yang berbeda-beda dan akhirnya menghasilkan standar layanan yang tidak konsisten.
Kalimat seperti, โTolong lebih perhatian pada customer,โ terdengar baik tetapi sulit dijalankan. Bandingkan dengan instruksi seperti, โSetiap pelanggan yang menunggu lebih dari 7 menit wajib diberikan update status dan reassurance.โ Presisi menciptakan kepastian.
Fondasi kedua adalah Flow. Cara menyampaikan pesan sama pentingnya dengan isi pesan itu sendiri. Gen Z tumbuh di era kecepatan informasi, sehingga mereka lebih mudah merespons komunikasi yang runtut, singkat, dan langsung ke inti.
Briefing yang terlalu panjang sering kali justru kehilangan makna. Mereka membutuhkan alur berpikir yang mudah dipahami, bukan penjelasan berputar-putar. Bukan banyak bicara, tetapi pesan yang mudah diproses.
Fondasi ketiga adalah Role Certainty. Banyak kegagalan layanan bukan karena tim tidak kompeten, melainkan karena batas tanggung jawab tidak jelas. Ketidakjelasan ini membuat energi habis untuk saling menunggu dan saling melempar tugas.
Siapa yang follow up pelanggan? Siapa yang mengambil keputusan saat komplain terjadi? Siapa yang menjaga standar layanan tetap konsisten? Ketika peran jelas, tim bergerak lebih cepat dan lebih percaya diri.
Namun ada satu hal yang lebih penting dari semuanya, yaitu psychological safety. Gen Z tidak hanya membutuhkan arahan, tetapi juga rasa aman untuk bertanya, mencoba, bahkan melakukan kesalahan tanpa takut langsung dihakimi.
Leader yang hanya hadir saat evaluasi akan menciptakan ketegangan. Sebaliknya, leader yang hadir sebagai growth partner akan membangun loyalitas. Mereka tidak mencari atasan yang sempurna, tetapi pemimpin yang hadir, mendengar, dan membantu mereka berkembang.
Membangun tim service Gen Z bukan soal mengawasi lebih ketat, melainkan menciptakan lingkungan kerja yang membuat mereka ingin memberikan yang terbaik. Service excellence tidak lahir dari tekanan, tetapi dari trust, clarity, dan rasa memiliki.
Pada akhirnya, pengalaman pelanggan yang luar biasa selalu berawal dari pengalaman karyawan yang sehat. Jika ingin customer merasa dilayani dengan baik, mulailah dengan memastikan tim Anda merasa dipimpin dengan baik.
#INISIATIF
๐2
Oleh: Dedi Priadi
๐๐ฆ๐ฆ๐ฌ๐ฐ๐ณ ๐ฌ๐ถ๐ค๐ช๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ช๐ฎ๐ฑ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐๐ช๐ฏ๐จ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฏ๐ข๐ง๐ด๐ถ ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ ๐ต๐ช๐ฌ๐ถ๐ด.
Peribahasa Afrika ini adalah panggilan jiwa untuk tujuan yang lebih tinggi, yakni memetakan jarak antara diri Anda saat ini dan potensi terbesar Anda.
Tikus melambangkan kepuasan instan dan kebiasaan Anda yang nyaman, tetapi merusak, seperti menunda pekerjaan penting, ๐ด๐ค๐ณ๐ฐ๐ญ๐ญ๐ช๐ฏ๐จ konten di sosial media dalam jangka waktu yang panjang, atau menyengaja bangun tidur kesiangan. Godaan kecil ini tanpa sadar menjebak Anda dalam siklus kemajuan yang biasa-biasa saja.
Secara psikologis, ketertarikan pada "tikus" adalah manifestasi dari ๐ฃ๐ช๐ข๐ด ๐ด๐ต๐ข๐ต๐ถ๐ด ๐ฒ๐ถ๐ฐโperangkap zona nyaman. Ia menjanjikan kepastian dan keamanan emosional palsu di masa kini, namun harga yang dibayar adalah stagnasi dan terhambatnya pengaktifan potensi pertumbuhan dan ambisi jangka panjang.
Inilah medan pertempuran sesungguhnya. ๐๐ฉ๐ฆ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ฅ๐ฆ๐ด๐ต ๐ฃ๐ข๐ต๐ต๐ญ๐ฆ ๐ช๐ด ๐ฃ๐ฆ๐ต๐ธ๐ฆ๐ฆ๐ฏ ๐บ๐ฐ๐ถ๐ณ ๐ฐ๐ญ๐ฅ ๐ฉ๐ข๐ฃ๐ช๐ต๐ด ๐ข๐ฏ๐ฅ ๐บ๐ฐ๐ถ๐ณ ๐ฏ๐ฆ๐ธ ๐ด๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ณ๐ฅ๐ด. Pergulatan batin yang paling sengit adalah pertentangan antara kebiasaan yang telah mendarah daging dengan batasan mutu diri yang baru Anda tetapkan.
Untuk menjadi Singa, Anda harus mentransformasi identitas inti Anda. Kurangi berpikir sebagai kucing; mulailah bertindak dan berpikir sesuai standar Raja hutan.
Kehilangan selera makan adalah medan perang psikologis antara tujuan jangka pendek dan jangka panjang, menuntut pengorbanan berupa penundaan kepuasan instan tikus demi imbalan jangka panjang yang signifikan โ menjadi Singa.
Sadari bahwa jalan menuju Singa penuh tantangan. Setiap kesulitan adalah alat untuk membentuk mental yang kuatโinilah energi utama untuk mencapai hasil yang Anda impikan.
Ambil kendali penuh atas rutinitas Anda. Ganti perilaku bernilai rendahโyang hanya menguntungkan kucingโdengan tindakan bernilai tinggi yang diwujudkan oleh Singa. Setiap kebiasaan kecil yang konsisten (๐ข๐ต๐ฐ๐ฎ๐ช๐ค ๐ฉ๐ข๐ฃ๐ช๐ต๐ด) akan membangun identitas baru yang Anda cita-citakan.
Setiap kali Anda menolak tikus, Anda bukan hanya melepaskan kebiasaan buruk, tetapi sedang merebut kedaulatan atas diri Anda sendiri. Tegakkan integritas Anda, melangkahlah dengan penuh keyakinan, karena keagungan sejatiโtakhta Sang Singaโmenanti jiwa yang siap memimpin dengan rendah hati dan bertanggung jawab.
#INISIATIF #TGIF
๐๐ฆ๐ฆ๐ฌ๐ฐ๐ณ ๐ฌ๐ถ๐ค๐ช๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ช๐ฎ๐ฑ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐๐ช๐ฏ๐จ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฏ๐ข๐ง๐ด๐ถ ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ ๐ต๐ช๐ฌ๐ถ๐ด.
Peribahasa Afrika ini adalah panggilan jiwa untuk tujuan yang lebih tinggi, yakni memetakan jarak antara diri Anda saat ini dan potensi terbesar Anda.
Tikus melambangkan kepuasan instan dan kebiasaan Anda yang nyaman, tetapi merusak, seperti menunda pekerjaan penting, ๐ด๐ค๐ณ๐ฐ๐ญ๐ญ๐ช๐ฏ๐จ konten di sosial media dalam jangka waktu yang panjang, atau menyengaja bangun tidur kesiangan. Godaan kecil ini tanpa sadar menjebak Anda dalam siklus kemajuan yang biasa-biasa saja.
Secara psikologis, ketertarikan pada "tikus" adalah manifestasi dari ๐ฃ๐ช๐ข๐ด ๐ด๐ต๐ข๐ต๐ถ๐ด ๐ฒ๐ถ๐ฐโperangkap zona nyaman. Ia menjanjikan kepastian dan keamanan emosional palsu di masa kini, namun harga yang dibayar adalah stagnasi dan terhambatnya pengaktifan potensi pertumbuhan dan ambisi jangka panjang.
Inilah medan pertempuran sesungguhnya. ๐๐ฉ๐ฆ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ฅ๐ฆ๐ด๐ต ๐ฃ๐ข๐ต๐ต๐ญ๐ฆ ๐ช๐ด ๐ฃ๐ฆ๐ต๐ธ๐ฆ๐ฆ๐ฏ ๐บ๐ฐ๐ถ๐ณ ๐ฐ๐ญ๐ฅ ๐ฉ๐ข๐ฃ๐ช๐ต๐ด ๐ข๐ฏ๐ฅ ๐บ๐ฐ๐ถ๐ณ ๐ฏ๐ฆ๐ธ ๐ด๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ณ๐ฅ๐ด. Pergulatan batin yang paling sengit adalah pertentangan antara kebiasaan yang telah mendarah daging dengan batasan mutu diri yang baru Anda tetapkan.
Untuk menjadi Singa, Anda harus mentransformasi identitas inti Anda. Kurangi berpikir sebagai kucing; mulailah bertindak dan berpikir sesuai standar Raja hutan.
Kehilangan selera makan adalah medan perang psikologis antara tujuan jangka pendek dan jangka panjang, menuntut pengorbanan berupa penundaan kepuasan instan tikus demi imbalan jangka panjang yang signifikan โ menjadi Singa.
Sadari bahwa jalan menuju Singa penuh tantangan. Setiap kesulitan adalah alat untuk membentuk mental yang kuatโinilah energi utama untuk mencapai hasil yang Anda impikan.
Ambil kendali penuh atas rutinitas Anda. Ganti perilaku bernilai rendahโyang hanya menguntungkan kucingโdengan tindakan bernilai tinggi yang diwujudkan oleh Singa. Setiap kebiasaan kecil yang konsisten (๐ข๐ต๐ฐ๐ฎ๐ช๐ค ๐ฉ๐ข๐ฃ๐ช๐ต๐ด) akan membangun identitas baru yang Anda cita-citakan.
Setiap kali Anda menolak tikus, Anda bukan hanya melepaskan kebiasaan buruk, tetapi sedang merebut kedaulatan atas diri Anda sendiri. Tegakkan integritas Anda, melangkahlah dengan penuh keyakinan, karena keagungan sejatiโtakhta Sang Singaโmenanti jiwa yang siap memimpin dengan rendah hati dan bertanggung jawab.
#INISIATIF #TGIF
โค1๐1
Di peta, Jayapura mungkin terlihat jauh, tapi bagi Duta BPJS Kesehatan, setiap perjalanan adalah cara untuk mendekatkan harapan โ๏ธ
Selama ini, kami belajar bahwa melayani bukan hanya tentang hadir di tempat kerja. Melainkan tentang hadir untuk masyarakat, menjaga kepercayaan, dan memastikan Program JKN terus memberikan manfaat hingga ke ujung negeri๐ฒ๐จ
Terus semangat para Duta BPJS Kesehatan๐ช
https://www.instagram.com/reel/DbvKOBMJUix/?igsh=MW9ub3J6bHQ3czFwNQ==
๐ธ @papavesya
Selama ini, kami belajar bahwa melayani bukan hanya tentang hadir di tempat kerja. Melainkan tentang hadir untuk masyarakat, menjaga kepercayaan, dan memastikan Program JKN terus memberikan manfaat hingga ke ujung negeri
Terus semangat para Duta BPJS Kesehatan
https://www.instagram.com/reel/DbvKOBMJUix/?igsh=MW9ub3J6bHQ3czFwNQ==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐2โค1