Ask The Experts
1.85K subscribers
5K photos
420 videos
190 files
3.05K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
Kampus adalah tempat lahirnya ide, diskusi, dan masa depan ๐Ÿ“š

Melalui BPJS Kesehatan Goes to Campus di UIN Alauddin Makassar, Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan beserta jajaran menghadirkan ruang diskusi untuk memperluas pemahaman tentang gotong royong dalam sistem jaminan sosial sekaligus berbagi wawasan mengenai dunia kerja, kepemimpinan, dan semangat melayani ๐Ÿฅฐ

Kolaborasi ini menjadi langkah bersama untuk membangun generasi muda yang tidak hanya siap berkarya, tetapi juga memahami pentingnya jaminan sosial bagi masyarakat ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

https://www.instagram.com/p/DbIfDMyiWm-/?igsh=c3R0cXVubjQydGE0
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Oleh: Iwan Kusworo

Selamat pagi, Sahabat!

Kalau ditanya apa keterampilan komunikasi yang paling penting, kebanyakan orang mungkin akan menjawab: berbicara.

Padahal, menurut saya kemampuan yang jauh lebih langka adalah mendengarkan.

Bukan sekadar mendengar kata-kata yang keluar dari mulut seseorang, tetapi benar-benar hadir. Memberikan perhatian penuh. Berusaha memahami, bukan sibuk menyiapkan jawaban.

Ironisnya, saat lawan bicara sedang berbicara, pikiran kita sering kali sudah ke mana-mana. Kita memikirkan apa yang akan kita katakan berikutnya, mencari argumen balasan, atau bahkan menghubungkan ceritanya dengan pengalaman kita sendiri. Akibatnya, kita kehilangan bagian terpenting dari percakapan.

Padahal, orang yang mampu mendengarkan dengan rasa ingin tahu yang tulus memiliki daya tarik yang berbeda. Mereka membuat orang lain merasa dihargai, dipahami, dan aman untuk bercerita lebih banyak. Dari situlah kepercayaan mulai tumbuh.

Dan sering kali, peluang-peluang besar muncul justru dari hal-hal kecil yang hanya bisa ditangkap oleh orang yang benar-benar mendengarkan. Sebuah komentar yang terlontar sekilas, ide yang masih setengah matang, atau jeda sesaat sebelum seseorang melanjutkan kalimatnya. Bagi kebanyakan orang mungkin ini tidak berarti apa-apa. Namun bagi pendengar yang baik, di sanalah sering muncul inspirasi, kolaborasi, bahkan kesempatan yang tak terduga.

Lalu bagaimana cara menjadi pendengar yang lebih baik?

Ada empat kebiasaan sederhana yang menurut saya layak untuk dilatih.

Pertama, dengarkan sampai orang tersebut selesai berbicara.

Jangan terburu-buru memotong pembicaraan hanya karena kita merasa sudah tahu arahnya. Biarkan seluruh cerita selesai. Sering kali, inti dari sebuah pembicaraan justru muncul di bagian akhir.

Kedua, dengarkan untuk merangkum, bukan untuk membalas.

Sebelum memberikan pendapat, coba ulangi dengan kata-kata kita sendiri apa yang baru saja kita dengar.

โ€œKalau saya tidak salah menangkap, maksud Anda adalahโ€ฆโ€

Kalimat sederhana seperti ini membuat lawan bicara merasa benar-benar didengarkan, sekaligus mengurangi kemungkinan salah paham.

Ketiga, dengarkan untuk membangun hubungan.

Fokuslah pada orangnya, bukan hanya isi pembicaraannya. Terkadang yang dibutuhkan seseorang bukan solusi, tetapi perasaan bahwa ada orang yang benar-benar mau mendengarkan.

Keempat, dengarkan nilai yang ada di balik kata-kata.

Setiap orang berbicara berdasarkan apa yang mereka anggap penting. Di balik setiap cerita biasanya ada nilai, harapan, ketakutan, atau prioritas yang sedang mereka perjuangkan. Jika kita mampu menangkap itu, kita akan memahami mereka jauh lebih dalam daripada sekadar memahami isi kalimatnya.

Namun ada satu hal lagi yang sering mengganggu kemampuan kita untuk mendengarkan.

Gangguan tidak selalu berasal dari luar. Kadang justru berasal dari dalam diri kita sendiri.

Suara notifikasi smartphone memang mengganggu. Tetapi pikiran yang sibuk menghakimi, rasa iri, rasa ingin dianggap lebih penting, atau rasa lelah, juga bisa membuat kita tidak benar-benar hadir dalam sebuah percakapan.

Menjadi pendengar yang baik berarti mengurangi semua โ€œnoiseโ€ tersebut agar perhatian kita benar-benar tertuju kepada orang di depan kita.

Saya juga menyukai analogi di buku ini yang mengatakan bahwa saat seseorang sedang berbicara, dengarkanlah seolah-olah mereka adalah tokoh utama dalam film yang sedang Anda tonton.

Bayangkan jika setiap orang merasa diperlakukan seperti itu.

Percakapannya pasti akan terasa sangat berbeda.

Pada akhirnya, menjadi pendengar yang baik bukan hanya membuat hubungan kita dengan orang lain menjadi lebih erat. Kita juga belajar lebih banyak. Kita menangkap lebih banyak hal yang sebelumnya luput dari perhatian. Dan tanpa disadari, kita membuka pintu kepada berbagai kesempatan yang mungkin tidak pernah datang kepada orang yang hanya sibuk berbicara.

Karena sering kali, kita tidak menemukan sesuatu yang baru ketika sedang berbicara.

Kita menemukannya ketika kita benar-benar mendengarkan.

Buku apa yang sedang Anda baca hari ini?

#INISIATIF #TGIF
๐Ÿ‘Œ3
DARI MANA DATANGNYA KEBERUNTUNGAN SESEORANG?

Oleh: Muhammad Ahadun

Menurutku, keberuntungan yang sejati tidak pernah merupakan hadiah yang jatuh begitu saja, melainkan cara kamu berinteraksi dengan dunia ini.

Lao Tzu berkata :
"Jalan semesta tidak memihak, ia selalu menyertai orang yang berbudi baik. Alam semesta tidak berbicara , tetapi memiliki hukum alam yang mengatur segala sesuatu."

Mereka yang terlihat beruntung, hanyalah mereka yang lebih awal memahami 4 Rahasia Hukum Alam ini.๏ฟผ

1. KEBERUNTUNGAN DATANG DARI KETENANGAN BATIN

Capai lah kekosongan tertinggi, pertahankan ketenangan yang teguh.

Saat pikiran sedang kacau, bahkan ketika kesempatan datang mengetuk pintu, kita tidak akan bisa mendengarnya.

Coba lihat. Alasan mengapa sungai dan laut bisa menjadi muara dari semua lembah. Adalah karena mereka rela berada di posisi yang rendah. Alasan mengapa rerumputan dan pepohonan bisa menahan terpaan angin tanpa patah, adalah karena mereka mengerti arti kelenturan.๏ฟผ

Keberuntungan sejati, seringkali lahir pada saat kamu mampu menenangkan hati.

Saat orang lain masih gelisah mengejar berbagai hal , kamu telah memiliki hati yang jernih dan damai.๏ฟผ

2. KEBERUNTUNGAN DATANG DARI KERELAAN MEMBERI.

Semakin banyak kita berbuat untuk orang lain, semakin kaya diri kita. Semakin banyak kita memberi kepada orang lain, semakin banyak pula yang kita miliki.

Pun juga sebaliknya, Semakin erat kamu memegang air, semakin cepat ia tumpah. Mereka yang selalu memperhitungkan untung dan rugi, justru mengurung rezekinya sendiri.๏ฟผ

Orang yang berani berbagi, justru tanpa disadari telah merajut jaring takdirnya.

Mengutamakan orang lain adalah bentuk tertinggi dari menguntungkan diri sendiri.๏ฟผ

3. KEBERUNTUNGAN LAHIR DARI PERUBAHAN ARAH.

Kebijaksanaan dari pepatah : Dibalik musibah, selalu ada keberuntungan, dia tersembunyi di dalam semua sesuatu yang tampak merugikan.

Lamaran pekerjaan yang ditolak, mungkin saja menyelamatkanmu dari perusahaan yang akan merugikanmu.๏ฟผ

Hubungan asmara yang kandas, mungkin terjadi agar kamu bisa bertemu dengan pasangan jiwa yang lebih cocok.

Orang yang beruntung bukannya tidak pernah mengalami rintangan, melainkan mereka lebih awal belajar mengenali bentuk cahaya di dalam kegelapan.๏ฟผ

4. KEBERUNTUNGAN DATANG DARI KONSISTENSI

Jika kamu menjaga kehati-hatian di akhir sama seperti di awal, maka tidak akan ada kegagalan.

Semua keberuntungan yang datang tiba-tiba, selalu ada jejaknya.

Membaca 3 menit setiap pagi, tiga tahun kemudian menjadi kutipan brilian saat kamu bernegosiasi.

Sebuah bantuan kecil kepada orang asing, suatu hari mungkin berubah menjadi orang penting yang mengubah arah kariermu.๏ฟผ

Apa yang disebut kesempatan baik sebenarnya hanyalah hasil nyata dari akumulasi pembinaan diri yang dilakukan setiap hari.

Teman-teman, Keberuntungan sama sekali bukanlah hal yang mistis. Ia tersembunyi dalam kedewasaanmu yang tenang dan tidak terburu-buru, dalam pemberianmu yang tanpa pamrih, dan didalam kebijaksanaanmu mengubah keadaan buruk menjadi titik balik yang baik.

Jika saat ini kamu masih belum melihat tanda-tanda datangnya keberuntungan, ingatlah kalimat ini :๏ฟผ

Segala sesuatu mengandung dua sisi, keduanya saling berpadu dan mencapai keharmonisan melalui keseimbangan energi.

Kamu cukup fokus menjadikan dirimu sendiri sebagai pembawa hoki, maka alam semesta akan dengan sendirinya mengatur pertemuan yang indah untuk dirimu.๏ฟผ

#INISIATIF
Oleh: Risky Febrian

Ada yg pernah kepikiran buat nyimpen arsip foto keluarga sampai puluhan tahun kedepan tapi khawatir data hilang/rusak?

Dalam pengarsipan data digital, dikenal metode 3-2-1. Apa itu metode 3-2-1?

Metode 3-2-1 adalah aturan baku dlm strategi pencadangan (backup) & pengarsipan data. Aturan ini dirancang oleh pakar keamanan siber untuk memastikan bahwa datamu tidak memiliki "titik kegagalan tunggal" (single point of failure), sehingga data selalu bisa dipulihkan apapun skenario bencana yg terjadi.

Berikut adalah rincian dari metode 3-2-1:

1. Simpan 3 Salinan Data
Kamu harus memiliki setidaknya tiga salinan datamu
- Satu Salinan Primer (Utama): Ini adalah data asli yang sedang kamu kerjakan atau gunakan sehari-hari di komputer atau server utamamu.
- Dua Salinan Cadangan (Backup): Ini adalah dua duplikat dari data asli tersebut.

Kenapa 3? Karena jika data asli rusak, dan salah satu backup ternyata gagal berfungsi (korup), kamu masih memiliki satu cadangan terakhir sebagai penyelamat.

2. Gunakan 2 Jenis Media Penyimpanan yang Berbeda
Dua salinan cadangan yang kamu buat tidak boleh disimpan di jenis perangkat yang sama persis. Misalnya, jika kamu menyimpan satu cadangan di HDD Internal komputer, cadangan lainnya harus berada di External HDD, Network Attached Storage (NAS), Flashdisk, keping CD, atau pita magnetik (tape).

Kenapa 2 jenis media berbeda?
Perangkat keras dari jenis atau batch produksi yang sama memiliki kemungkinan mengalami kerusakan fisik dalam waktu yang berdekatan. Selain itu, masalah spesifik (seperti korsleting pada motherboard komputer) bisa merusak semua penyimpanan yang terpasang langsung di dalamnya secara
bersamaan.

3. Simpan 1 Salinan di Lokasi Offsite (Jauh/Berbeda Lokasi)
Setidaknya satu dari salinan cadangan tersebut harus disimpan di luar lokasi fisikmu saat ini. Ini bisa berupa layanan Cloud Storage (Google Drive, icloud, Dropbox) atau sekadar hard drive fisik yang kamu simpan di lemari rumah orang tua, rumah kerabat, atau kantor cabang lain.

Kenapa 1 lokasi offsite? Jika terjadi bencana fisik lokal yang menghancurkan peralatan di rumahmu (seperti kebakaran, banjir, atau pencurian), cadangan
offsite memastikan datamu tetap aman karena berada di lokasi geografis yang berbeda.

Metode 3-2-1 dirancang untuk memitigasi tiga ancaman utama terhadap data:

1. Kegagalan Perangkat Keras (Hardware Failure): Hard disk pasti akan rusak, pertanyaannya hanyalah "kapan". Menyimpan di dua media berbeda mengatasi masalah ini.

2. Bencana Alam dan Fisik: Kebakaran atau banjir di kantor akan menghancurkan data utama dan backup lokal. Salinan offsite (cloud) mengatasi masalah ini.

3. Serangan Ransomware dan Malware: Jika komputermu terkena virus yang mengenkripsi data, virus tersebut sering kali menyebar ke perangkat yang terhubung ke jaringan yang sama.

Jadi, mulai persiapkan dari sekarang sebelum terlambat. Semoga membantu.

#INISIATIF
Tebakan yang jitu itu keren, tapi sedikit keberuntungan bikin makin spesial ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Dalam challenge TTS yang digelar untuk memeriahkan Bootstrike Wasrik Nasional 2026 dan Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan, sebanyak 28 peserta berhasil menebak dengan tepat susunan Juara 1, 2, dan 3 Grand Final Cerdas Cermat ๐Ÿ‘

Karena yang benar lebih dari kuota hadiah, dilakukan pengundian untuk menentukan 4 pemenang beruntung. Selamat kepada:

๐Ÿ† Hafiz Fiqi D @Jayyek (Kakab Nagan Raya, KC Meulaboh)
๐Ÿ† Indah Sriwardani @Indahpurba_21 (PATT RO KC Pematangsiantar)
๐Ÿ† Wirda Yuliani @yuliani128 (PATT RO KC Meulaboh)
๐Ÿ† Fathin Nazhifa @fathinnazhifa (PATT Petugas Pemeriksa KC Lhokseumawe)

Terima kasih sudah ikut meramaikan polling ATE. Sampai bertemu di challenge berikutnya! Stay humble and stay competitive ๐Ÿ’™

Join Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1


#INISIATIF #Bootstrikewasrik2026
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Kreativitas itu menular. Terima kasih sudah menginspirasi lewat setiap pantun dan pose ๐Ÿ“ธ

Selamat kepada para pemenang Pantun & Pose Challenge dalam rangka Bootstrike Wasrik Nasional 2026 dan Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

๐Ÿฅ‡ Eigent Maulana @eigent (Kabag Kepser KC Gunungsitoli)
๐Ÿฅˆ Annisa Wira Mahkota @annisaais (Staf PMPF Kab. Luwu Timur, KC Palopo)
๐Ÿฅ‰ Al Hafiz Haritsyah @alhafff (PATT RO KC Lhokseumawe)
๐Ÿ… Inartry Mangiwa @inartrymangiwa (Verifikator Klaim KC Merauke)
๐Ÿ… Arhami Arief @arhamiarief (Staf PMPF Kab. Luwu Utara, KC Palopo)
โญ Diah Novianti Dwihapsari @dndhapsari (RO KC Pasuruan) (Top Favorite)

Selamat untuk seluruh pemenang! Stay humble and stay competitive ๐Ÿ’š

Join Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1


#INISIATIF #Bootstrikewasrik2026
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ”ฅ1
Tulisan yang baik bukan sekadar dibaca, tapi juga meninggalkan makna ๐Ÿ‘

Selamat kepada para pemenang Copywriting Competition dalam rangka Bootstrike Wasrik Nasional 2026 dan Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

๐Ÿฅ‡ Erni Ekawaty @ErniEkawaty (Staf Perencanaan dan Pembukuan KC Makassar)
๐Ÿฅˆ Mhd Afif Alim Nasution @apipns (PATT Penagihan KC Prabumulih)
๐Ÿฅ‰ Novi Tri Mega S (PATT RO KC Pamekasan)
๐Ÿ… Amelia Nila Sari @amelianilasari (RO KC Solok)
๐Ÿ… Dian Septyani @MrsHelloKitty (Staf Administrasi Klaim KC Biak Numfor)

Terima kasih untuk seluruh peserta yang telah menuangkan ide terbaiknya. Sampai jumpa di challenge berikutnya! Stay humble and stay competitive ๐Ÿ’™

Join Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1


#INISIATIF #Bootstrikewasrik2026
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ™1
Oleh: Iwan Kusworo

Selamat pagi, Sahabat!

Kita sering lelah bukan karena hari ini terlalu berat, tetapi mungkin karena kita sibuk memanggul beban yang bahkan belum terjadi.

Kita mengkhawatirkan pekerjaan tahun depan, memikirkan biaya yang belum harus dibayar, membayangkan berbagai kemungkinan buruk yang belum tentu datang. Tanpa sadar, kita membawa โ€œpersediaanโ€ untuk lima tahun ke depan di atas pundak hari ini.

Padahal hidup tidak pernah meminta kita menjalani lima tahun sekaligus.

Hidup hanya meminta kita menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya.

Esok akan membawa tantangannya sendiri, tetapi juga akan membawa kekuatan yang baru. Seperti tubuh yang hanya perlu membawa bekal untuk satu hari, hati kita pun diciptakan untuk menghadapi satu hari dalam satu waktu.

Bukan berarti kita tidak boleh merencanakan masa depan. Kita tetap perlu merancang arah, menabung, belajar, dan mempersiapkan diri. Namun ada perbedaan besar antara mempersiapkan masa depan dan membawa seluruh beban masa depan ke hari ini.

Perencanaan memberi kita arah. Kekhawatiran hanya menguras tenaga.

Mungkin kita tidak bisa mengendalikan apa yang akan terjadi besok. Tetapi kita selalu bisa memilih untuk hadir sepenuhnya hari ini, melakukan apa yang perlu dilakukan, mensyukuri apa yang sudah dimiliki, dan mempercayakan sisanya kepada Tuhan.

Pada akhirnya, hidup tidak dimenangkan oleh mereka yang berhasil memikul beban bertahun-tahun sekaligus, melainkan oleh mereka yang dengan setia menjalani hari satu demi satu.

Buku apa yang Anda baca hari ini?

Semoga WFA pekan ini berjalan lancar ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

#INISIATIF
โค3
Oleh: Arisdiansah

Disebuah sesi assesment dengan seorang manager beliau bercerita tentang masalah pribadinya dimana dia merasa dimanfaatkan oleh banyak orang. Dalam hal keuangan dan pekerjaan.

Dikeluarga, banyak famili yang pinjam uang tetapi tidak dikembalikan, dan jika menagih atau tidak memberikan pinjaman, dia takut diomongin orang yang ga punya kepedulian.

Dipekerjaan teamnya sering memanfaatkan. sehingga banyak pekerjaan menumpuk di doa, tidak enak untuk menegur atau memerintahkan orang lain.

Takut pada omongan atau opini orang lain adalah bentuk sikap ketidakcintaan terhadap diri sendiri. Kemudian mengambil langkah untuk mengikuti omongan orang dengan harapan dia mendapatkan "cinta" dari orang lain.

Padahal sering yang terjadi, justru dia yang akan terus dimanfaatkan, karena takut dengan opini orang lain. Akhirnya dia stuck dan terjebak di lobang yang ditanam oleh orang lain.

Banyak terjadi, orang yang terhenti karena mendengar omongan orang lain. Cara menyikapinya bukan dengan kemudian tidak mendengar sama sekali omongan orang, tetapi membangun kesadaran "filter" untuk memilah omongan orang.

Karena sebaliknya, ada orang yang akhirnya jatuh karena tidak mau mendengar omongan orang lain. itu jebakan yang sama dalam bentuk yang berbeda.

Permasalahannya adalah tidak semua orang punya kemampuan membedakan jenis perkataan orang lain, apakah itu opini apakah itu feedback. disini titik krusialnya.

Opini adalah "noise". ketika kita terus menerus mendengarnya, kita akan selalu salah. Sedangkan feedback adalah "voice", dengan mendengar feedback kita bisa terus memperbaiki diri dan bertumbuh.

Jangan jadi people pleaser dengan selalu mendengar opini orang lain, jangan pula menjadi orang yang bebal ketika tidak mau mendengar feedback.

Sadari semua. and keep going

#INISIATIF