Forwarded from Eka Chandra Sianipar
๐ฅ SIAP BERTANDING? SIAP JUARA? ๐ฅ
Saatnya seluruh KC di lingkungan Kedeputian Wilayah JatengโDIY menunjukkan kemampuan terbaiknya!
โฝ Adu strategi di lapangan
๐ธ Adu refleks di lapangan badminton
๐ Adu ketepatan di tenis meja
โ๏ธ Adu kecerdasan di papan catur
๐ฎ Adu skill di Mobile Legends & Stumble Guys
๐จโ๐ฉโ๐ง Adu kekompakan di Family 100
Karena kemenangan bukan hanya tentang trofi, tetapi tentang kebersamaan, persahabatan, dan semangat untuk terus tumbuh bersama.
๐ Satu Semangat, Satu Keluarga, Satu Prestasi ๐
Sampai bertemu di Metro Sport Center Semarang, 16โ17 Juli 2026!
#HUT58BPJSKesehatan #TurnamenAntarKC #JatengDIY #OneTeamOneSpirit #BPJSKesehatanJuara
Saatnya seluruh KC di lingkungan Kedeputian Wilayah JatengโDIY menunjukkan kemampuan terbaiknya!
โฝ Adu strategi di lapangan
๐ธ Adu refleks di lapangan badminton
๐ Adu ketepatan di tenis meja
โ๏ธ Adu kecerdasan di papan catur
๐ฎ Adu skill di Mobile Legends & Stumble Guys
๐จโ๐ฉโ๐ง Adu kekompakan di Family 100
Karena kemenangan bukan hanya tentang trofi, tetapi tentang kebersamaan, persahabatan, dan semangat untuk terus tumbuh bersama.
๐ Satu Semangat, Satu Keluarga, Satu Prestasi ๐
Sampai bertemu di Metro Sport Center Semarang, 16โ17 Juli 2026!
#HUT58BPJSKesehatan #TurnamenAntarKC #JatengDIY #OneTeamOneSpirit #BPJSKesehatanJuara
Oleh: Dedi Priadi
Kehidupan itu persis seperti sulaman kain yang indah ini. Di depan, tampak pola yang begitu rapi, simetris, dan mempesona mata.
Namun, cobalah engkau balikkan kain itu. Engkau akan menemukan benang yang saling silang, simpul yang semrawut, dan sisa potongan yang kasar. Itulah sisi dalam yang jarang diperlihatkan manusia.
Kita sering terpaku pada "tampak depan" orang lain. Kita melihat kesuksesan mereka, senyum yang merekah, dan hidup yang seolah tanpa cela. Kita pun mulai merasa kecil dan tak berdaya.
Padahal, setiap jiwa adalah sebuah samudra yang tenang di permukaan, namun menyimpan badai di kedalaman. Tak ada satu pun manusia di bumi ini yang luput dari sebuah ujian.
Ada yang tampak kaya raya, namun setiap malam air matanya membasahi bantal karena kesepian. Ada yang tampak sangat berkuasa, namun hatinya sedang dijajah oleh rasa ketakutan yang akut.
Dibalik wajah yang teguh itu, mungkin ada luka masa lalu yang belum sembuh. Ada benang-benang kusut berupa kegagalan, penolakan, dan pengkhianatan yang mereka simpan rapat di balik tirai.
Hidup ini memang keras, kawan. Ia ibarat tukang besi yang menempa baja dengan api membara. Tanpa panasnya ujian dan hantaman beban, jiwa kita takkan pernah menjadi pedang yang tajam.
Janganlah engkau menghakimi dirimu sendiri hanya karena melihat kekacauan di balik "kain" hidupmu. Ingatlah, kekusutan di bagian belakang itulah yang justru membentuk pola yang indah di bagian depannya.
Setiap orang sedang berjuang dalam pertempuran yang tidak engkau ketahui. Maka, berlakulah lembut kepada sesama. Karena di balik jubah kebanggaan mereka, ada lebam-lebam perjuangan yang sengaja mereka sembunyikan.
Jangan pernah membandingkan kekacauan di dalam dirimu dengan keindahan luar orang lain. Setiap orang memiliki musimnya sendiri, ada masa untuk menanam air mata dan ada masa untuk memanen cahaya.
Sulamlah terus hari-harimu dengan kesabaran. Meski benangmu terasa ruwet dan tanganmu terluka oleh jarum takdir, percayalah bahwa Sang Penenun Agung sedang merancang sebuah mahakarya yang luar biasa indah.
Terimalah sisi depan dan belakangmu dengan penuh syukur. Sebab, keindahan yang sejati bukanlah ketiadaan masalah, melainkan kemampuan untuk tetap terlihat tegar dan harmonis di tengah segala kekacauan hidup.
"๐๐ข๐ต๐ช ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ซ๐ข๐ฏ๐ข, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐จ (๐ฃ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฏ/๐ณ๐ข๐ฉ๐ข๐ด๐ช๐ข). ๐๐ข๐ฌ๐ข, ๐ด๐ช๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ฉ๐ข๐ต๐ช๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ต๐ถ๐ฏ๐ซ๐ถ๐ฌ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ฆ๐ณ๐ช๐ข๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ๐ฎ๐ถ."
~ Ali bin Abi Thalib
#INISIATIF
Kehidupan itu persis seperti sulaman kain yang indah ini. Di depan, tampak pola yang begitu rapi, simetris, dan mempesona mata.
Namun, cobalah engkau balikkan kain itu. Engkau akan menemukan benang yang saling silang, simpul yang semrawut, dan sisa potongan yang kasar. Itulah sisi dalam yang jarang diperlihatkan manusia.
Kita sering terpaku pada "tampak depan" orang lain. Kita melihat kesuksesan mereka, senyum yang merekah, dan hidup yang seolah tanpa cela. Kita pun mulai merasa kecil dan tak berdaya.
Padahal, setiap jiwa adalah sebuah samudra yang tenang di permukaan, namun menyimpan badai di kedalaman. Tak ada satu pun manusia di bumi ini yang luput dari sebuah ujian.
Ada yang tampak kaya raya, namun setiap malam air matanya membasahi bantal karena kesepian. Ada yang tampak sangat berkuasa, namun hatinya sedang dijajah oleh rasa ketakutan yang akut.
Dibalik wajah yang teguh itu, mungkin ada luka masa lalu yang belum sembuh. Ada benang-benang kusut berupa kegagalan, penolakan, dan pengkhianatan yang mereka simpan rapat di balik tirai.
Hidup ini memang keras, kawan. Ia ibarat tukang besi yang menempa baja dengan api membara. Tanpa panasnya ujian dan hantaman beban, jiwa kita takkan pernah menjadi pedang yang tajam.
Janganlah engkau menghakimi dirimu sendiri hanya karena melihat kekacauan di balik "kain" hidupmu. Ingatlah, kekusutan di bagian belakang itulah yang justru membentuk pola yang indah di bagian depannya.
Setiap orang sedang berjuang dalam pertempuran yang tidak engkau ketahui. Maka, berlakulah lembut kepada sesama. Karena di balik jubah kebanggaan mereka, ada lebam-lebam perjuangan yang sengaja mereka sembunyikan.
Jangan pernah membandingkan kekacauan di dalam dirimu dengan keindahan luar orang lain. Setiap orang memiliki musimnya sendiri, ada masa untuk menanam air mata dan ada masa untuk memanen cahaya.
Sulamlah terus hari-harimu dengan kesabaran. Meski benangmu terasa ruwet dan tanganmu terluka oleh jarum takdir, percayalah bahwa Sang Penenun Agung sedang merancang sebuah mahakarya yang luar biasa indah.
Terimalah sisi depan dan belakangmu dengan penuh syukur. Sebab, keindahan yang sejati bukanlah ketiadaan masalah, melainkan kemampuan untuk tetap terlihat tegar dan harmonis di tengah segala kekacauan hidup.
"๐๐ข๐ต๐ช ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ซ๐ข๐ฏ๐ข, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐จ (๐ฃ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฏ/๐ณ๐ข๐ฉ๐ข๐ด๐ช๐ข). ๐๐ข๐ฌ๐ข, ๐ด๐ช๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ฉ๐ข๐ต๐ช๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ต๐ถ๐ฏ๐ซ๐ถ๐ฌ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ฆ๐ณ๐ช๐ข๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ๐ฎ๐ถ."
~ Ali bin Abi Thalib
#INISIATIF
โค4
PRODUCT POSITIONING
Oleh: Ibrahim Vatih
Coba inget brand/produk yang dulu kamu pakai (hampir) tiap hari, tapi sekarang udah ngga.
Mungkin sabun mandi tertentu yang dulu favorit. Atau aplikasi yang dulu dibuka setiap pagi. Atau warung langganan yang selalu jadi tempat istirahat.
Apakah produk itu tiba-tiba jadi jelek? Ngga, kan?
Produknya masih sama, yang berubah adalah hidup kamu.
Ada sebuah konsep tentang "hire" dan "fire" produk.
Customer "mempekerjakan" produk untuk menyelesaikan problem dan kebutuhan tertentu di hidupnya.
Tapi ketika situasi hidup berubah, problem/kebutuhan juga berubah. Produk yang dulu cocok, sekarang ngga relevan lagi.
Jadi, customer "memecat" produk itu. Bukan karena salah produknya. Tapi karena udah ngga match sama kondisi terkini.
Contoh sederhana..
Banyak yang dulu pakai Ahrefs, sekarang udah ngga, apakah Ahrefs-nya memburuk? Ngga, kebutuhan kita yang berubah.
Dulu kamu mungkin sering banget mampir warung kopi tertentu. Pas masih single, masalah kamu sederhana, butuh tempat nongkrong yang nyaman dan chill. Warung itu bisa menjawab permasalahan kamu.
Sekarang kamu udah nikah, punya anak balita. Problem kamu udah beda. Kamu butuh tempat yang family-friendly, ada area main anak, kursi yang nyaman buat berlama-lama, dan makanan yang balita-able.
Warung kopi tadi ngga salah. Cuma udah ngga relate sama problem/kebutuhan kamu yang sekarang.
Contoh satu lagi yang lumayan bagus itu Nokia.
Nokia produknya bagus sampai detik-detik akhir. Tapi masalah customer udah berubah dari "telepon/SMS" jadi "akses internet kapan aja".
Nokia stuck di masalah lama. Customer "memecat" mereka.
Di awal kejatuhannya, petinggi Nokia sampe bingung, "Salah kami di mana?"
***
Kita mesti ngerti positioning.
Ada model bisnis yang memang customernya berubah-ubah, ada juga model bisnis yang era-nya berubah.
Nokia (dan mungkin juga Ahrefs) itu eranya yang berubah, sedangkan warung kopi itu customernya yang berubah-ubah.
Pindahnya customer itu keniscayaan. Hidup mereka terus berjalan, problem mereka berkembang, kebutuhan mereka bergeser. Itu sunnatullah yang ngga bisa dilawan.
Warung kopi tadi tetep relevan buat anak muda single yang baru kerja dan butuh tempat nongkrong yang chill. Problem itu ngga akan pernah hilang dari dunia. Cuma "siapa yang punya problem itu" yang terus berganti.
Bisnis yang sehat itu bukan yang berhasil menahan customer lama selamanya. Tapi yang terus berhasil tarik customer baru dengan problem yang sama.
***
Intinya di positioning sih. Harus jelas dan konsisten.
#INISIATIF
Oleh: Ibrahim Vatih
Coba inget brand/produk yang dulu kamu pakai (hampir) tiap hari, tapi sekarang udah ngga.
Mungkin sabun mandi tertentu yang dulu favorit. Atau aplikasi yang dulu dibuka setiap pagi. Atau warung langganan yang selalu jadi tempat istirahat.
Apakah produk itu tiba-tiba jadi jelek? Ngga, kan?
Produknya masih sama, yang berubah adalah hidup kamu.
Ada sebuah konsep tentang "hire" dan "fire" produk.
Customer "mempekerjakan" produk untuk menyelesaikan problem dan kebutuhan tertentu di hidupnya.
Tapi ketika situasi hidup berubah, problem/kebutuhan juga berubah. Produk yang dulu cocok, sekarang ngga relevan lagi.
Jadi, customer "memecat" produk itu. Bukan karena salah produknya. Tapi karena udah ngga match sama kondisi terkini.
Contoh sederhana..
Banyak yang dulu pakai Ahrefs, sekarang udah ngga, apakah Ahrefs-nya memburuk? Ngga, kebutuhan kita yang berubah.
Dulu kamu mungkin sering banget mampir warung kopi tertentu. Pas masih single, masalah kamu sederhana, butuh tempat nongkrong yang nyaman dan chill. Warung itu bisa menjawab permasalahan kamu.
Sekarang kamu udah nikah, punya anak balita. Problem kamu udah beda. Kamu butuh tempat yang family-friendly, ada area main anak, kursi yang nyaman buat berlama-lama, dan makanan yang balita-able.
Warung kopi tadi ngga salah. Cuma udah ngga relate sama problem/kebutuhan kamu yang sekarang.
Contoh satu lagi yang lumayan bagus itu Nokia.
Nokia produknya bagus sampai detik-detik akhir. Tapi masalah customer udah berubah dari "telepon/SMS" jadi "akses internet kapan aja".
Nokia stuck di masalah lama. Customer "memecat" mereka.
Di awal kejatuhannya, petinggi Nokia sampe bingung, "Salah kami di mana?"
***
Kita mesti ngerti positioning.
Ada model bisnis yang memang customernya berubah-ubah, ada juga model bisnis yang era-nya berubah.
Nokia (dan mungkin juga Ahrefs) itu eranya yang berubah, sedangkan warung kopi itu customernya yang berubah-ubah.
Pindahnya customer itu keniscayaan. Hidup mereka terus berjalan, problem mereka berkembang, kebutuhan mereka bergeser. Itu sunnatullah yang ngga bisa dilawan.
Warung kopi tadi tetep relevan buat anak muda single yang baru kerja dan butuh tempat nongkrong yang chill. Problem itu ngga akan pernah hilang dari dunia. Cuma "siapa yang punya problem itu" yang terus berganti.
Bisnis yang sehat itu bukan yang berhasil menahan customer lama selamanya. Tapi yang terus berhasil tarik customer baru dengan problem yang sama.
***
Intinya di positioning sih. Harus jelas dan konsisten.
#INISIATIF
โค1
#Rekaman kegiatan Partai Puncak Grand Final Kompetisi Family 100 ATE Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan ๐ฎ๐ฉ
https://youtu.be/kCPFMgEhHQs
https://youtu.be/kCPFMgEhHQs
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
YouTube
Partai Puncak Grand Final Kompetisi Family 100 ATE Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan
Supported by SESDEWAS, KDK, MSDM, CORPU, KOMSI, SDSU, dll
Oleh: Gatot Widayanto
Beberapa poin penting dari buku Leadership Transition:
1. Transisi Kepemimpinan Adalah โLaboratoriumโ Pertumbuhan Pribadi --> Buku ini mengajarkan bahwa transisiโbaik itu promosi, atasan baru, restrukturisasi, atau perubahan budaya perusahaanโbukanlah sekadar pergantian peran taktis, melainkan sebuah dorongan ke dalam โruang liminalโ atau ruang ketidakpastian. Alih-alih hanya berfokus pada โbertahanโ, transisi yang menghancurkan asumsi lama kita justru merupakan laboratorium terbaik untuk mencapai post-traumatic growth (pertumbuhan pascatrauma) dan pemahaman diri yang lebih dalam.
2. Memimpin di Antara โKeteraturanโ dan โKekacauanโ --> Kepemimpinan terjadi dalam ketegangan antara keteraturan (order) dan kekacauan (chaos). Terlalu banyak keteraturan akan mengarah pada stagnasi dan matinya inovasi. Sebaliknya, terlalu banyak kekacauan akan memicu trauma dan kelelahan mental (burnout). Pertumbuhan dan kreativitas yang sesungguhnya terjadi ketika seorang pemimpin berani bermain di batas antara keduanya secara sadar.
3. Menyelaraskan Pikiran Sadar dan Bawah Sadar --> Menggunakan metafora Jonathan Haidt, pikiran logis kita adalah โPenunggangโ dan alam bawah sadar kita (insting, intuisi, trauma masa lalu) adalah sang โGajahโ. Banyak keputusan buruk atau rasa takut dalam kepemimpinan terjadi karena kita membiarkan insting evolusioner kuno (seperti takut kehilangan status) mengendalikan Gajah kita. Untuk tumbuh, pemimpin harus menciptakan โnarasi bijakโ yang menyelaraskan tujuan rasional dengan emosi terdalam mereka.
4. Pentingnya โKompas Pemimpin" --> Agar tidak terombang-ambing oleh ekspektasi organisasi, pemimpin harus membangun kompas internal yang solid. Hal ini terdiri dari Orientasi (tujuan masa depan), Akar (nilai dan keyakinan inti), Hubungan (orang-orang yang menjadi jangkar aman kita), dan Sumber Daya (kekuatan karakter dan rasa syukur).
#INISIATIF
Beberapa poin penting dari buku Leadership Transition:
1. Transisi Kepemimpinan Adalah โLaboratoriumโ Pertumbuhan Pribadi --> Buku ini mengajarkan bahwa transisiโbaik itu promosi, atasan baru, restrukturisasi, atau perubahan budaya perusahaanโbukanlah sekadar pergantian peran taktis, melainkan sebuah dorongan ke dalam โruang liminalโ atau ruang ketidakpastian. Alih-alih hanya berfokus pada โbertahanโ, transisi yang menghancurkan asumsi lama kita justru merupakan laboratorium terbaik untuk mencapai post-traumatic growth (pertumbuhan pascatrauma) dan pemahaman diri yang lebih dalam.
2. Memimpin di Antara โKeteraturanโ dan โKekacauanโ --> Kepemimpinan terjadi dalam ketegangan antara keteraturan (order) dan kekacauan (chaos). Terlalu banyak keteraturan akan mengarah pada stagnasi dan matinya inovasi. Sebaliknya, terlalu banyak kekacauan akan memicu trauma dan kelelahan mental (burnout). Pertumbuhan dan kreativitas yang sesungguhnya terjadi ketika seorang pemimpin berani bermain di batas antara keduanya secara sadar.
3. Menyelaraskan Pikiran Sadar dan Bawah Sadar --> Menggunakan metafora Jonathan Haidt, pikiran logis kita adalah โPenunggangโ dan alam bawah sadar kita (insting, intuisi, trauma masa lalu) adalah sang โGajahโ. Banyak keputusan buruk atau rasa takut dalam kepemimpinan terjadi karena kita membiarkan insting evolusioner kuno (seperti takut kehilangan status) mengendalikan Gajah kita. Untuk tumbuh, pemimpin harus menciptakan โnarasi bijakโ yang menyelaraskan tujuan rasional dengan emosi terdalam mereka.
4. Pentingnya โKompas Pemimpin" --> Agar tidak terombang-ambing oleh ekspektasi organisasi, pemimpin harus membangun kompas internal yang solid. Hal ini terdiri dari Orientasi (tujuan masa depan), Akar (nilai dan keyakinan inti), Hubungan (orang-orang yang menjadi jangkar aman kita), dan Sumber Daya (kekuatan karakter dan rasa syukur).
#INISIATIF
SI PALING JITU ๐
Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 2 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni:
- Spanyol menang dengan skor 2-0
dan
- Babak 1 (Menit 21 hingga Menit Akhir babak 1)
Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 2 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu๐ฒ๐จ
Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Rabu siang ini, 15 Juli maks pukul 13.00 WIB๐
#INISIATIF
๐ซ๐ท BEST ATTACK 0 VS 2๐ช๐ธ BEST DEFENCE
Kemenangan atas Prancis di semifinal Piala Dunia 2026 membuat Spanyol mengukir rekor
Kini, tim berjuluk La Furia Roja itu tercatat tidak pernah kalah selama 37 pertandingan beruntun lewat permainan terbuka (bukan adu penalti). Terakhir kali Spanyol kalah lewat permainan terbuka ialah saat melawan Kolombia pada FIFA Matchday 2024 dengan skor 0-1, 23 Maret.
Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 2 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni:
- Spanyol menang dengan skor 2-0
dan
- Babak 1 (Menit 21 hingga Menit Akhir babak 1)
Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 2 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu
Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Rabu siang ini, 15 Juli maks pukul 13.00 WIB
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
"Balakhi Niha" dalam bahasa Nias dapat dimaknai sebagai semangat untuk bangkit, bertumbuh, dan menjadi lebih kuat bersama. Filosofi tersebut tampaknya tidak hanya menjadi nama tim, tetapi juga tercermin dalam perjalanan mereka sepanjang kompetisi. Dengan kekompakan, ketepatan membaca situasi, serta kemampuan menyatukan berbagai perspektif menjadi satu jawaban yang tepat, tim asal KC Gunungsitoli ini berhasil menorehkan prestasi tertinggi di ajang Family 100 ATE Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan Tahun 2026
Selamat kepada Tim Balakhi Niha (KC Gunungsitoli) yang berhasil meraih gelar Champion Family 100 ATE 2026
๐จโ๐ผ M. Alfian Yuliansyah @Fiansyah (Kepala Bagian PMU)
๐ฉโ๐ผ Vanny Frida @fridavanny (Verifikator Klaim)
๐จโ๐ผ Zainudin Polem @zainudin27 (Staf Perencanaan dan Pembukuan)
๐ฉโ๐ผ Sri Eva Susanti H @eve_hond (Staf Administrasi Kepesertaan)
#INISIATIF #HUT58BPJS
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โก2๐ฅ1
Webinar Managed Care Edisi ke 7
Digital Health & AI for Managed Care
Konsep AI, predictive analytics, dan health information meningkatkan mutu layanan..
Ikuti Webinar Managed Care PAMJAKI Edisi Ketujuh dengan tema Digital Health & AI for Managed Care
Kamis 16 Juli 2026
โฐ 10.00 - 12.00 WIB
๐๏ธ Speaker :
1. Heru Susmono, AAAIJ, AAK, CHIP
2. dr. Dwi Martiningsih, M.Kes, AAK
3. Prof, Dr. Kemal N. Siregar
Moderator: Iqbal Adiyat, AAAK
๐ป Link zoom:
https://bit.ly/JoinZoom-WebinarMC-Ed-7
๐ป Virtual Background
https://bit.ly/VB-WebinarMC-Ed7
GRATIS!
Bagi yang ingin mendapatkan e-sertifikat, biaya registrasi IDR 50.000
Daftar sekarang : https://bit.ly/Registrasi-WebinarMC-Edisi-7
#healthinsurance #asuransi #gelarprofesi #health #pamjakians
Digital Health & AI for Managed Care
Konsep AI, predictive analytics, dan health information meningkatkan mutu layanan..
Ikuti Webinar Managed Care PAMJAKI Edisi Ketujuh dengan tema Digital Health & AI for Managed Care
Kamis 16 Juli 2026
โฐ 10.00 - 12.00 WIB
๐๏ธ Speaker :
1. Heru Susmono, AAAIJ, AAK, CHIP
2. dr. Dwi Martiningsih, M.Kes, AAK
3. Prof, Dr. Kemal N. Siregar
Moderator: Iqbal Adiyat, AAAK
๐ป Link zoom:
https://bit.ly/JoinZoom-WebinarMC-Ed-7
๐ป Virtual Background
https://bit.ly/VB-WebinarMC-Ed7
GRATIS!
Bagi yang ingin mendapatkan e-sertifikat, biaya registrasi IDR 50.000
Daftar sekarang : https://bit.ly/Registrasi-WebinarMC-Edisi-7
#healthinsurance #asuransi #gelarprofesi #health #pamjakians
INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN ๐ญ
Turut Berduka Cita atas berpulangnya salah satu sobat ATE kakak @ayhieandini. Semoga segala pengabdian dan dedikasi almarhumah kepada Organisasi, Nusa dan Bangsa dapat diterima oleh Tuhan YME menjadi amal jariyah dan mendapat tempat terbaik di Sisi-Nya, aamiin๐คฒ
Selamat jalan, Pahlawan JKN๐ฅ
Turut Berduka Cita atas berpulangnya salah satu sobat ATE kakak @ayhieandini. Semoga segala pengabdian dan dedikasi almarhumah kepada Organisasi, Nusa dan Bangsa dapat diterima oleh Tuhan YME menjadi amal jariyah dan mendapat tempat terbaik di Sisi-Nya, aamiin
Selamat jalan, Pahlawan JKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ข5
Pada pertandingan Perancis Vs Spanyol kemarin, kami mengajak rekan-rekan Sobat ATE untuk ikut dalam challenge TTS (Tebak-Tebak Seru) via polling telegram ATE
Edisi kali ini cukup menantang krn yang benar cuma 3 orang aja nih. Mereka yang luar biasa adalah:
1. Fathin Nazhifa @fathinnazhifa (PATT Petugas Pemeriksa KC Lhokseumawe)
2. Imraatul Hasni @Iim1404 (PATT Staf Kepesertaan dan Penagihan Iuran Kab. Pasaman KC Bukittinggi)
3. Dwi Sandi A @FamilyKayyisa (Staf Kepesertaan Kantor Kota Bontang KC Samarinda)
Krn kuotanya cuma 2, nnti panitia akan lakukan pengundian dulu yah. Stay tuned buat pengumuman dan juga event TTS selanjutnya๐ค ๐ฎ๐ฉ
Edisi kali ini cukup menantang krn yang benar cuma 3 orang aja nih. Mereka yang luar biasa adalah:
1. Fathin Nazhifa @fathinnazhifa (PATT Petugas Pemeriksa KC Lhokseumawe)
2. Imraatul Hasni @Iim1404 (PATT Staf Kepesertaan dan Penagihan Iuran Kab. Pasaman KC Bukittinggi)
3. Dwi Sandi A @FamilyKayyisa (Staf Kepesertaan Kantor Kota Bontang KC Samarinda)
Krn kuotanya cuma 2, nnti panitia akan lakukan pengundian dulu yah. Stay tuned buat pengumuman dan juga event TTS selanjutnya
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
TUNAS YANG TERUS TUMBUH : FALSAFAH POHON PISANG DAN KIPRAH RACHMAT GOBEL
โWhat counts in life is not the mere fact that we have lived. It is what difference we have made to the lives of others.โ โ Nelson Mandela, sebagaimana dikutip dalam laman Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sejak kecil, nama Gobel bagi saya tidak pernah sekadar nama keluarga.
Ia seperti sebuah rumah besar.
Di dalamnya tersimpan cerita tentang orang-orang tua, kerja keras, keberanian merantau, kegigihan membangun usaha, persaudaraan, dan tentu saja tanggung jawab untuk menjaga nama baik keluarga.
Semakin bertambah usia, saya semakin memahami bahwa membawa sebuah nama bukan hanya perkara silsilah. Nama juga membawa amanah.
Di dalam keluarga besar kami, kisah tentang pohon pisang memiliki tempat yang istimewa.
Falsafah itu digagas oleh almarhum Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel, pendiri kelompok usaha Gobel. Dalam penjelasan resmi Gobel International mengenai sang pendiri, pohon pisang dipilih karena hampir seluruh bagiannya memberi manfaat. Buahnya dimakan. Daunnya digunakan. Jantungnya dapat diolah. Pelepahnya pun memiliki kegunaan. Ia tumbuh berkelompok dan, yang paling menggetarkan bagi saya, sebelum pohon induknya mati, tunas-tunas baru telah tumbuh di sekelilingnya.
Pohon itu seperti tahu bahwa hidupnya terbatas.
Maka sebelum pergi, ia memastikan kehidupan berlanjut.
Nilai tersebut kemudian menjadi dasar Banana Tree Philosophy yang diterjemahkan ke dalam prinsip-prinsip perusahaan sebagaimana dijelaskan melalui filosofi resmi Gobel Group. Namun bagi saya, falsafah pohon pisang jauh melampaui dunia perusahaan.
Ia adalah pelajaran tentang kehidupan.
Tentang bagaimana manusia seharusnya hadir.
Tentang bagaimana seorang pemimpin seharusnya bekerja.
Dan tentang bagaimana seseorang seharusnya pergi.
Hari Jumat, 10 Juli 2026, kabar itu datang.
H. Rachmat Gobel berpulang.
Sejumlah media memberitakan bahwa beliau meninggal dunia pada pukul 03.20 WIB di Jakarta dalam usia 63 tahun.
Saya membaca kabar itu dengan perasaan yang sulit diterjemahkan.
Dalam sebuah keluarga besar, terkadang seseorang tidak selalu hadir dalam keseharian kita. Tidak setiap minggu bertemu. Tidak setiap bulan berbincang. Bahkan mungkin jarak kehidupan membuat masing-masing sibuk dengan jalan sendiri.
Tetapi ketika satu nama besar dalam keluarga itu pergi, mendadak kita seperti ditarik kembali menuju akar.
Saya teringat pada nama Gobel.
Saya teringat kepada orang-orang tua kami.
Saya teringat kepada almarhum ayah saya, Karim van Gobel Bin Yusuf โSunโ Gobel.
Dan entah mengapa, saya teringat kepada pohon pisang.
Rachmat Gobel adalah putra kelima sekaligus putra pertama almarhum Thayeb Mohammad Gobel dan Annie Nento Gobel. Profil kepemimpinan Gobel International mencatat bagaimana ia menerima tanggung jawab kepemimpinan bisnis keluarga setelah ayahnya wafat pada 1984.
Saya sering berpikir, betapa berat menerima warisan seperti itu.
Orang mungkin melihat perusahaan.
Orang melihat merek.
Orang melihat jaringan bisnis.
Orang melihat gedung dan pabrik.
Tetapi seorang anak yang melanjutkan perjuangan ayahnya sesungguhnya menerima sesuatu yang jauh lebih berat: harapan.
Ia menerima nama baik yang harus dijaga.
Ia menerima mimpi seorang ayah yang tidak boleh berhenti hanya karena sang ayah telah pergi.
Saya bisa merasakan sedikit tentang itu.
Sebagai seorang anak yang juga telah kehilangan ayah, saya memahami bahwa setelah seorang ayah berpulang, hubungan kita dengannya tidak benar-benar selesai.
Justru setelah kepergiannya, nasihat-nasihat lama sering datang kembali. Kalimat yang dulu terdengar biasa tiba-tiba terasa dalam. Sikap yang dahulu mungkin tidak kita pahami mendadak menemukan maknanya.
Barangkali seperti itulah Rachmat Gobel membawa falsafah pohon pisang ayahnya.
Ia tidak sekadar menghafalnya.
Ia menjalaninya.
Baca selengkapnya๐
https://daengbattala.com/2026/07/12/tunas-yang-terus-tumbuh-falsafah-pohon-pisang-dan-kiprah-rachmat-gobel/
#INISIATIF
โWhat counts in life is not the mere fact that we have lived. It is what difference we have made to the lives of others.โ โ Nelson Mandela, sebagaimana dikutip dalam laman Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sejak kecil, nama Gobel bagi saya tidak pernah sekadar nama keluarga.
Ia seperti sebuah rumah besar.
Di dalamnya tersimpan cerita tentang orang-orang tua, kerja keras, keberanian merantau, kegigihan membangun usaha, persaudaraan, dan tentu saja tanggung jawab untuk menjaga nama baik keluarga.
Semakin bertambah usia, saya semakin memahami bahwa membawa sebuah nama bukan hanya perkara silsilah. Nama juga membawa amanah.
Di dalam keluarga besar kami, kisah tentang pohon pisang memiliki tempat yang istimewa.
Falsafah itu digagas oleh almarhum Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel, pendiri kelompok usaha Gobel. Dalam penjelasan resmi Gobel International mengenai sang pendiri, pohon pisang dipilih karena hampir seluruh bagiannya memberi manfaat. Buahnya dimakan. Daunnya digunakan. Jantungnya dapat diolah. Pelepahnya pun memiliki kegunaan. Ia tumbuh berkelompok dan, yang paling menggetarkan bagi saya, sebelum pohon induknya mati, tunas-tunas baru telah tumbuh di sekelilingnya.
Pohon itu seperti tahu bahwa hidupnya terbatas.
Maka sebelum pergi, ia memastikan kehidupan berlanjut.
Nilai tersebut kemudian menjadi dasar Banana Tree Philosophy yang diterjemahkan ke dalam prinsip-prinsip perusahaan sebagaimana dijelaskan melalui filosofi resmi Gobel Group. Namun bagi saya, falsafah pohon pisang jauh melampaui dunia perusahaan.
Ia adalah pelajaran tentang kehidupan.
Tentang bagaimana manusia seharusnya hadir.
Tentang bagaimana seorang pemimpin seharusnya bekerja.
Dan tentang bagaimana seseorang seharusnya pergi.
Hari Jumat, 10 Juli 2026, kabar itu datang.
H. Rachmat Gobel berpulang.
Sejumlah media memberitakan bahwa beliau meninggal dunia pada pukul 03.20 WIB di Jakarta dalam usia 63 tahun.
Saya membaca kabar itu dengan perasaan yang sulit diterjemahkan.
Dalam sebuah keluarga besar, terkadang seseorang tidak selalu hadir dalam keseharian kita. Tidak setiap minggu bertemu. Tidak setiap bulan berbincang. Bahkan mungkin jarak kehidupan membuat masing-masing sibuk dengan jalan sendiri.
Tetapi ketika satu nama besar dalam keluarga itu pergi, mendadak kita seperti ditarik kembali menuju akar.
Saya teringat pada nama Gobel.
Saya teringat kepada orang-orang tua kami.
Saya teringat kepada almarhum ayah saya, Karim van Gobel Bin Yusuf โSunโ Gobel.
Dan entah mengapa, saya teringat kepada pohon pisang.
Rachmat Gobel adalah putra kelima sekaligus putra pertama almarhum Thayeb Mohammad Gobel dan Annie Nento Gobel. Profil kepemimpinan Gobel International mencatat bagaimana ia menerima tanggung jawab kepemimpinan bisnis keluarga setelah ayahnya wafat pada 1984.
Saya sering berpikir, betapa berat menerima warisan seperti itu.
Orang mungkin melihat perusahaan.
Orang melihat merek.
Orang melihat jaringan bisnis.
Orang melihat gedung dan pabrik.
Tetapi seorang anak yang melanjutkan perjuangan ayahnya sesungguhnya menerima sesuatu yang jauh lebih berat: harapan.
Ia menerima nama baik yang harus dijaga.
Ia menerima mimpi seorang ayah yang tidak boleh berhenti hanya karena sang ayah telah pergi.
Saya bisa merasakan sedikit tentang itu.
Sebagai seorang anak yang juga telah kehilangan ayah, saya memahami bahwa setelah seorang ayah berpulang, hubungan kita dengannya tidak benar-benar selesai.
Justru setelah kepergiannya, nasihat-nasihat lama sering datang kembali. Kalimat yang dulu terdengar biasa tiba-tiba terasa dalam. Sikap yang dahulu mungkin tidak kita pahami mendadak menemukan maknanya.
Barangkali seperti itulah Rachmat Gobel membawa falsafah pohon pisang ayahnya.
Ia tidak sekadar menghafalnya.
Ia menjalaninya.
Baca selengkapnya
https://daengbattala.com/2026/07/12/tunas-yang-terus-tumbuh-falsafah-pohon-pisang-dan-kiprah-rachmat-gobel/
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค3๐1
Final Piala Dunia 2026 bakal mempertemukan Spanyol dan Argentina. Menjelang laga puncak itu, supercomputer Opta lebih mengunggulkan La Roja untuk mengangkat trofi juara.
Berdasarkan 10 ribu simulasi yang dilakukan supercomputer Opta, Spanyol memiliki peluang 56,31 persen untuk menjadi juara dunia. Sementara Argentina mendapat probabilitas 43,69 persen.
Prediksi tersebut menjadi pembaruan setelah Argentina memastikan tiket ke final. Sebelumnya, Opta masih memprediksi Inggris sedikit lebih berpeluang lolos dari semifinal dengan kemungkinan mencapai final sebesar 52,53 persen.
Namun, Argentina pada prosesnya berhasil membalikkan prediksi tersebut. Lionel Messi cs memastikan tempat di partai puncak, menyusul Spanyol yang lebih dulu lolos.
Nah, sembari menyaksikan dan memberi dukungan buat Tim jagoanmu, kembali ada peluang seru-seruan juga buatmu untuk memenangkan Souvenir ATE INISIATIF masing-masing untuk 2 (dua) Sobat ATE beruntung yang berhasil menebak 2 opsi polling sekaligus dengan tepat
Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Minggu, 19 Juli 2026 pukul 21.00 WIB
Syarat klaim : Sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
#INISIATIF #WorldCup2026
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
KESEHATAN LEBIH PENTING DARI HAL APAPUN ๐ช
Oleh: Dul Abdul Rahman
Orang Bugis memiliki banyak petuah yang lahir dari pengalaman hidup yang panjang. Petuah-petuah itu sederhana, tetapi mengandung kebijaksanaan yang tetap relevan sepanjang zaman.
Salah satunya berbunyi:
PUPPU' BUKU SAPPA BUJANG,
RICAPPA'NA, PUPPU' BUJANG MABBURA BUKU.
Maknanya sangat dalam, yaitu mengorbankan kesehatan demi mencari uang, kemudian ketika sakit justru uang itulah yang dihabiskan untuk mendapatkan kembali kesehatan.
Pepatah ini mengajarkan bahwa kesehatan bukanlah alat untuk mengejar kekayaan. Sebaliknya, kekayaan hanyalah alat untuk menjaga kehidupan yang sehat. Ketika urutan itu dibalik, manusia akan kehilangan keduanya sekaligus.
Harta memang penting. Bekerja keras bahkan merupakan bagian dari harga diri (SIRI') dan semangat pantang menyerah (RESO). Namun kerja keras tidak pernah dimaksudkan untuk merusak tubuh yang telah dititipkan oleh Allah. Sebab tubuh yang sehat adalah kendaraan untuk beribadah, mencari nafkah, mengabdi kepada keluarga, dan memberi manfaat kepada sesama.
Tidak sedikit orang yang sejak muda bekerja tanpa mengenal waktu. Tidur dikurangi, makan tidak teratur, olahraga dianggap membuang waktu, sementara pikiran dipenuhi beban pekerjaan. Mereka merasa sedang menabung masa depan. Namun ketika usia mulai bertambah, penyakit datang satu demi satu.
Saat itulah tabungan yang dikumpulkan bertahun-tahun habis untuk biaya pengobatan.
Pepatah Bugis tersebut seolah mengingatkan bahwa kehidupan bukan perlombaan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, melainkan menjaga keseimbangan. Rezeki dapat dicari kembali, jabatan dapat berganti, usaha dapat dibangun ulang. Akan tetapi kesehatan yang telah rusak sering kali tidak dapat kembali seperti semula.
Orang tua Bugis dahulu hidup dengan ritme yang lebih seimbang. Mereka bekerja di sawah, berkebun, melaut, lalu beristirahat ketika matahari tenggelam. Mereka makan secukupnya, berjalan kaki, menghirup udara segar, dan menjadikan kebersamaan keluarga sebagai obat bagi hati. Tanpa disadari, pola hidup seperti itulah yang menjaga kesehatan mereka.
Di zaman modern, tantangannya memang berbeda. Kemajuan teknologi membuat pekerjaan semakin mudah, tetapi juga membuat manusia semakin banyak duduk, kurang bergerak, kurang tidur, dan sulit melepaskan diri dari tekanan.
Karena itu, pesan leluhur Bugis justru menjadi semakin penting. Jangan sampai kita menjadi kaya dalam rekening, tetapi miskin dalam kesehatan.
Islam sendiri mengajarkan bahwa kesehatan merupakan salah satu nikmat terbesar yang sering dilupakan manusia. Nikmat sehat baru benar-benar terasa nilainya ketika ia telah hilang. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan sejatinya bukan hanya urusan fisik, tetapi juga bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta.
Pada akhirnya, PUPPU' BUKU SAPPA BUJANG, RICAPPA'NA, PUPPU' BUJANG MABBURA BUKU bukan sekadar pepatah tentang uang dan penyakit. Ia adalah nasihat agar manusia bijaksana menentukan prioritas hidup. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, tetapi jangan mengorbankan kesehatan. Carilah rezeki sebanyak mungkin, tetapi jangan kehilangan kesempatan menikmati hidup bersama orang-orang tercinta.
Sebab sesungguhnya, harta yang paling berharga bukanlah yang tersimpan di bank, melainkan tubuh yang sehat, hati yang tenang, dan umur yang dipenuhi keberkahan. Itulah kekayaan sejati yang diwariskan oleh kearifan orang Bugis kepada generasi berikutnya.
Tabek!
#INISIATIF #TGIF
Oleh: Dul Abdul Rahman
Orang Bugis memiliki banyak petuah yang lahir dari pengalaman hidup yang panjang. Petuah-petuah itu sederhana, tetapi mengandung kebijaksanaan yang tetap relevan sepanjang zaman.
Salah satunya berbunyi:
PUPPU' BUKU SAPPA BUJANG,
RICAPPA'NA, PUPPU' BUJANG MABBURA BUKU.
Maknanya sangat dalam, yaitu mengorbankan kesehatan demi mencari uang, kemudian ketika sakit justru uang itulah yang dihabiskan untuk mendapatkan kembali kesehatan.
Pepatah ini mengajarkan bahwa kesehatan bukanlah alat untuk mengejar kekayaan. Sebaliknya, kekayaan hanyalah alat untuk menjaga kehidupan yang sehat. Ketika urutan itu dibalik, manusia akan kehilangan keduanya sekaligus.
Harta memang penting. Bekerja keras bahkan merupakan bagian dari harga diri (SIRI') dan semangat pantang menyerah (RESO). Namun kerja keras tidak pernah dimaksudkan untuk merusak tubuh yang telah dititipkan oleh Allah. Sebab tubuh yang sehat adalah kendaraan untuk beribadah, mencari nafkah, mengabdi kepada keluarga, dan memberi manfaat kepada sesama.
Tidak sedikit orang yang sejak muda bekerja tanpa mengenal waktu. Tidur dikurangi, makan tidak teratur, olahraga dianggap membuang waktu, sementara pikiran dipenuhi beban pekerjaan. Mereka merasa sedang menabung masa depan. Namun ketika usia mulai bertambah, penyakit datang satu demi satu.
Saat itulah tabungan yang dikumpulkan bertahun-tahun habis untuk biaya pengobatan.
Pepatah Bugis tersebut seolah mengingatkan bahwa kehidupan bukan perlombaan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, melainkan menjaga keseimbangan. Rezeki dapat dicari kembali, jabatan dapat berganti, usaha dapat dibangun ulang. Akan tetapi kesehatan yang telah rusak sering kali tidak dapat kembali seperti semula.
Orang tua Bugis dahulu hidup dengan ritme yang lebih seimbang. Mereka bekerja di sawah, berkebun, melaut, lalu beristirahat ketika matahari tenggelam. Mereka makan secukupnya, berjalan kaki, menghirup udara segar, dan menjadikan kebersamaan keluarga sebagai obat bagi hati. Tanpa disadari, pola hidup seperti itulah yang menjaga kesehatan mereka.
Di zaman modern, tantangannya memang berbeda. Kemajuan teknologi membuat pekerjaan semakin mudah, tetapi juga membuat manusia semakin banyak duduk, kurang bergerak, kurang tidur, dan sulit melepaskan diri dari tekanan.
Karena itu, pesan leluhur Bugis justru menjadi semakin penting. Jangan sampai kita menjadi kaya dalam rekening, tetapi miskin dalam kesehatan.
Islam sendiri mengajarkan bahwa kesehatan merupakan salah satu nikmat terbesar yang sering dilupakan manusia. Nikmat sehat baru benar-benar terasa nilainya ketika ia telah hilang. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan sejatinya bukan hanya urusan fisik, tetapi juga bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta.
Pada akhirnya, PUPPU' BUKU SAPPA BUJANG, RICAPPA'NA, PUPPU' BUJANG MABBURA BUKU bukan sekadar pepatah tentang uang dan penyakit. Ia adalah nasihat agar manusia bijaksana menentukan prioritas hidup. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, tetapi jangan mengorbankan kesehatan. Carilah rezeki sebanyak mungkin, tetapi jangan kehilangan kesempatan menikmati hidup bersama orang-orang tercinta.
Sebab sesungguhnya, harta yang paling berharga bukanlah yang tersimpan di bank, melainkan tubuh yang sehat, hati yang tenang, dan umur yang dipenuhi keberkahan. Itulah kekayaan sejati yang diwariskan oleh kearifan orang Bugis kepada generasi berikutnya.
Tabek!
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค4
Gak semua orang bisa bikin kalimat yang langsung ngena. Kalau kamu salah satunya, ini saatnya unjuk karya ๐ฅ
Dalam rangka BOOTSTRIKE Wasrik Nasional BPJS Kesehatan 2026, COMMIT ATE menghadirkan Copywriting Competition: Battle of Words โ Biar Kata yang Bicara๐ฎ๐ฉ
Seperti biasa, Challenge ATE mudah aja untuk diikuti:
๐ Cukup buat 1 headline tentang peran Relationship Officer (RO) BPJS Kesehatan
Nggak perlu panjang, tapi harus:
โ
Kreatif
โ
Mudah diingat
โ
Bikin orang langsung bilang, "Wah, ini keren!"
5 (Lima) headline favorit dengan reaction terbanyak dari Sobat ATE akan mendapatkan souvenir eksklusif dari Kedeputian Bidang PKP๐
#INISIATIF
Dalam rangka BOOTSTRIKE Wasrik Nasional BPJS Kesehatan 2026, COMMIT ATE menghadirkan Copywriting Competition: Battle of Words โ Biar Kata yang Bicara
Seperti biasa, Challenge ATE mudah aja untuk diikuti:
Nggak perlu panjang, tapi harus:
Form hanya dibuka hari ini (Sabtu, 18/7) dan besok (Minggu, 19/7). Submit sekarang: https://forms.cloud.microsoft/r/E5DM0CYWL7 ๐
5 (Lima) headline favorit dengan reaction terbanyak dari Sobat ATE akan mendapatkan souvenir eksklusif dari Kedeputian Bidang PKP
Join Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2