GET READY!!! Babak 36 Besar
Number Detective ATE Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan tahun 2026
Rabu, 10 Juni 2026 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
PIC MATCH 1: Kk @withhardshipwillbeease (KC Baubau), Kk @mumuamiruddin (KOMSI), & Kk @Sonia_Fransiska (KC Batam)
PIC MATCH 2 & 3: Kk @Gildametadila (KC Tigaraksa) & Kk @Ecikaaa (KC Tondano)
PIC MATCH 4 & 5: Kk @noviaaia (KC SIdoarjo) & Kk @aliamahoroe (KC Ambon)
Hanya akan ada 1 tim terbaik dari setiap match yang akan lolos ke babak selanjutnya (Top 12 Besar)
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
--> Link Telegram
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
GET READY!!! Babak 36 Besar
Number Detective ATE Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan tahun 2026
Jum'at, 12 Juni 2026 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
PIC MATCH 1 & 2 : Kk @mayungallo (KC Makale) & Kk @mirdaherlinda (KC Sidoarjo)
PIC MATCH 3 & 4 : Kk @Sonia_Fransiska (KC Batam) & Kk @Rohbert0 (KC Parepare)
Hanya akan ada 1 tim terbaik dari setiap match yang akan lolos ke babak selanjutnya (Top 12 Besar)
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
--> Link Telegram
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Kalau para ekonom punya model dan perhitungannya sendiri, Sobat ATE punya rumus apa untuk menentukan calon juara Piala Dunia 2026? π€ π
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Kalau para ekonom punya model dan perhitungannya sendiri, Sobat ATE punya rumus apa untuk menentukan calon juara Piala Dunia 2026? π€ π
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Saatnya Membuktikan Naluri Football Analyst-mu πβ½
Piala Dunia 2026 akan segera bergulir dengan 48 negara terbaik yang siap bertarung memperebutkan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola π
Kini giliran Sobat ATE untuk mengambil peran sebagai analis
π― Tugasmu:
Pilih maksimal 4 tim yang menurutmu memiliki peluang terbesar untuk mengakhiri turnamen di posisi 3 besar dunia (Juara 1, 2, dan 3)
π Di akhir kompetisi, 3 orang Sobat ATE dengan jumlah prediksi benar terbanyak akan mendapatkan souvenir menarik dari ATE
Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Sabtu, 13 Juni 2026 pukul 17.00 WIB
Syarat klaim: Memilih maksimal 4 nama tim aja di polling yang tersedia dan sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
Apakah pilihanmu akan mengikuti statistik, performa terkini, sejarah, atau sekadar feeling juara? cuss ke pollingnya
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN π
Turut Berduka Cita atas berpulangnya salah satu sobat ATE kakak @Layla_andayani. Semoga segala pengabdian dan dedikasi almarhumah kepada Organisasi, Nusa dan Bangsa dapat diterima oleh Tuhan YME menjadi amal jariyah dan mendapat tempat terbaik di Sisi-Nya, aamiinπ€²
Selamat jalan, Pahlawan JKNπ₯
Turut Berduka Cita atas berpulangnya salah satu sobat ATE kakak @Layla_andayani. Semoga segala pengabdian dan dedikasi almarhumah kepada Organisasi, Nusa dan Bangsa dapat diterima oleh Tuhan YME menjadi amal jariyah dan mendapat tempat terbaik di Sisi-Nya, aamiin
Selamat jalan, Pahlawan JKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
π’6
ASN Quiet Quitting
Oleh: Teguh Arifiyadi
Tahun lalu, saya diminta memimpin gerbong direktorat dengan jumlah tim sekitar 300 orang tenaga ASN dan kontrak. Tahun ini diminta melanjutkan lagi dengan kekuatan tim sekitar 100-an orang. Rata-rata usia tim saya sekitar 25-30 tahun. Ada fenomena menarik perihal kinerja mereka di 3 tahun terakhir ini.
Saya menyebutnya ASN golongan Quiet Quitting (QQ). Istilah QQ ini populer dalam beberapa artikel, khususnya sejak Amerika dan Jepang memperkenalkan fenomena ini yang menjadi trend pekerja muda mereka sejak tahun 2022.
ASN QQ tidak ada hubungannya dengan ASN yang quiet alias resign. Golongan ASN QQ ini memenuhi kriteria pegawai profesional! Mereka kerja sesuai aturan, tak ada yang dilanggar, hanya saja, tidak ada ketertarikan untuk memberikan sesuatu yang lebih kepada negara di luar kontrak kinerja yang diberikan. Delapan jam kerja per hari tidak pernah mereka langgar, setiap perintah mereka patuhi dan kerjakan dengan baik, prilaku santun dan hormat terhadap pimpinan tetap mereka jaga, tapi ya, hanya sebatas itu.
Selesai jam kerja, tak ada istilah lembur atau memperpanjang waktu kerja. Tak ada keinginan menggebu akan kenaikan pangkat atau jabatan. Perihal ini, di beberapa instansi, teori meritrokarasi alias βsistem yang memberikan posisi, jabatan, atau penghargaan kepada orang yang paling mampu atau paling berprestasiβ bisa dipatahkan dengan teori kepentingan atau darah biru politik. Simpelnya, cerdas dan kinerja top saja tidak cukup untuk meraih jabatan di pemerintahan. Selain garis tangan dan tanda tangan, kadang perlu juga ada campur tangan. Ini yang membuat para ASN QQ berpikir bahwa jabatan TAK LAGI menarik.
Mereka paham bahwa di tengah situasi negara dan dunia yang tidak menentu ini, hal yang paling berharga adalah waktu. Life balance menjadi prioritas mereka. Tak ada istilah mengorbankan waktu pribadi berlebih untuk kepentingan pekerjaan apalagi jabatan (kecuali terpaksa!). Menikmati hobi, misalnya berolah raga, jauh lebih menyenangkan selain menyehatkan. Toh jika mereka sakit, puncak perhatian atasan mereka hanya bisa bilang βGWS, BPJS ya..β. Setelah itu? Hening sampai kemudian mereka masuk kerja kembali.
Tak salah jika menikmati hobi, berkumpul dengan keluarga dan sahabat, atau sekedar rebahan bermain tiktok dan update story di kamar menjadi lebih membahagiakan. Passion kerja itu hanya untuk orang dengan gen ambisius. βIni bukan soal kemalasan, ini respon alami terhadap sistem kerja yang terlalu menekan!β, kata Profesor Izumi dari Jepang. Gaji dan tunjangan ASN yang cenderung stagnan, beban kerja yang terkadang berat, penghargaan yang minim, pola dan kebijakan karir yang tidak jelas dan berubah-ubah, menghapuskan bayangan cita-cita mereka untuk mengabdi dan melayani βpadamu negeriβ.
Saya, meski tak berlaku demikian, tak pernah sekalipun menyalahkan mereka. ASN QQ mengekspresikan kekecewaan atau frustasi mereka dengan cara yang tetap profesional dan rasional. Buat saya itu jauh lebih baik daripada ASN tak kompeten yang menabur puja puji terhadap pimpinan untuk meraih jabatan dan bersikap arogan.
#INISIATIF
Oleh: Teguh Arifiyadi
Tahun lalu, saya diminta memimpin gerbong direktorat dengan jumlah tim sekitar 300 orang tenaga ASN dan kontrak. Tahun ini diminta melanjutkan lagi dengan kekuatan tim sekitar 100-an orang. Rata-rata usia tim saya sekitar 25-30 tahun. Ada fenomena menarik perihal kinerja mereka di 3 tahun terakhir ini.
Saya menyebutnya ASN golongan Quiet Quitting (QQ). Istilah QQ ini populer dalam beberapa artikel, khususnya sejak Amerika dan Jepang memperkenalkan fenomena ini yang menjadi trend pekerja muda mereka sejak tahun 2022.
ASN QQ tidak ada hubungannya dengan ASN yang quiet alias resign. Golongan ASN QQ ini memenuhi kriteria pegawai profesional! Mereka kerja sesuai aturan, tak ada yang dilanggar, hanya saja, tidak ada ketertarikan untuk memberikan sesuatu yang lebih kepada negara di luar kontrak kinerja yang diberikan. Delapan jam kerja per hari tidak pernah mereka langgar, setiap perintah mereka patuhi dan kerjakan dengan baik, prilaku santun dan hormat terhadap pimpinan tetap mereka jaga, tapi ya, hanya sebatas itu.
Selesai jam kerja, tak ada istilah lembur atau memperpanjang waktu kerja. Tak ada keinginan menggebu akan kenaikan pangkat atau jabatan. Perihal ini, di beberapa instansi, teori meritrokarasi alias βsistem yang memberikan posisi, jabatan, atau penghargaan kepada orang yang paling mampu atau paling berprestasiβ bisa dipatahkan dengan teori kepentingan atau darah biru politik. Simpelnya, cerdas dan kinerja top saja tidak cukup untuk meraih jabatan di pemerintahan. Selain garis tangan dan tanda tangan, kadang perlu juga ada campur tangan. Ini yang membuat para ASN QQ berpikir bahwa jabatan TAK LAGI menarik.
Mereka paham bahwa di tengah situasi negara dan dunia yang tidak menentu ini, hal yang paling berharga adalah waktu. Life balance menjadi prioritas mereka. Tak ada istilah mengorbankan waktu pribadi berlebih untuk kepentingan pekerjaan apalagi jabatan (kecuali terpaksa!). Menikmati hobi, misalnya berolah raga, jauh lebih menyenangkan selain menyehatkan. Toh jika mereka sakit, puncak perhatian atasan mereka hanya bisa bilang βGWS, BPJS ya..β. Setelah itu? Hening sampai kemudian mereka masuk kerja kembali.
Tak salah jika menikmati hobi, berkumpul dengan keluarga dan sahabat, atau sekedar rebahan bermain tiktok dan update story di kamar menjadi lebih membahagiakan. Passion kerja itu hanya untuk orang dengan gen ambisius. βIni bukan soal kemalasan, ini respon alami terhadap sistem kerja yang terlalu menekan!β, kata Profesor Izumi dari Jepang. Gaji dan tunjangan ASN yang cenderung stagnan, beban kerja yang terkadang berat, penghargaan yang minim, pola dan kebijakan karir yang tidak jelas dan berubah-ubah, menghapuskan bayangan cita-cita mereka untuk mengabdi dan melayani βpadamu negeriβ.
Saya, meski tak berlaku demikian, tak pernah sekalipun menyalahkan mereka. ASN QQ mengekspresikan kekecewaan atau frustasi mereka dengan cara yang tetap profesional dan rasional. Buat saya itu jauh lebih baik daripada ASN tak kompeten yang menabur puja puji terhadap pimpinan untuk meraih jabatan dan bersikap arogan.
#INISIATIF
π₯2