GET READY!!! Babak 64 Besar
Family 100 ATE Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan tahun 2026
Kamis, 4 Juni 2026 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
PIC Match 1 & 2: Kk @withhardshipwillbeease (KC Baubau) dan Kk @putriutamiwulandari (KC Pekanbaru)
PIC Match 3 & 4: Kk @Ikaisnawati89 (KC Biak Numfor) dan Kk @anggaapriawarman (KC Samarinda)
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
--> Link Telegram
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
GET READY!!! Babak 64 Besar
Family 100 ATE Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan tahun 2026
Jum'at, 5 Juni 2026 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
PIC Match 1 & 2: Kk @mayungallo (KC Makale) dan Kk @Gildametadila (KC Tigaraksa)
PIC Match 3 & 4: Kk @papavesya (KC Jayapura) dan Kk @Rohbert0 (KC Parepare)
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
--> Link Telegram
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🕵️ "Menurutku jawabannya ini..." bisa jadi kalimat seperti ini yang akan membawa timmu menuju kemenangan 🇮🇩
Di Top 36 Number Detective, setiap clue harus dianalisis, setiap pendapat perlu didengar, dan setiap strategi harus dijalankan dengan kompak. Tetap sportif, percaya pada rekan timmu, dan tunjukkan bahwa kolaborasi yang baik bisa memecahkan misteri apa pun🚀
Di Top 36 Number Detective, setiap clue harus dianalisis, setiap pendapat perlu didengar, dan setiap strategi harus dijalankan dengan kompak. Tetap sportif, percaya pada rekan timmu, dan tunjukkan bahwa kolaborasi yang baik bisa memecahkan misteri apa pun
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
--> Link Telegram
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
GET READY!!! Babak 36 Besar
Number Detective ATE Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan tahun 2026
Rabu, 3 Juni 2026 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
PIC : @withhardshipwillbeease (KC Baubau) @Sonia_Fransiska (KC Batam)
Hanya akan ada 1 tim terbaik dari setiap match yang akan lolos ke babak selanjutnya (Top 12 Besar)
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
--> Link Telegram
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥1
Siap mengasah logika, adu strategi, dan mengungkap misteri angka lawan? 🔥
Sebelum masuk ke arena Number Detective, pastikan seluruh tim memahami aturan permainannya. Silakan pelajari juknis berikut, diskusikan strategi terbaik bersama tim, dan coba bersiaplah menghadapi tantangan yang membutuhkan lebih dari sekadar keberuntungan. Karena mulai Babak Top 36 ini dstnya, kemenangan tim adalah hasil dari analisis dan kerja sama yang solid💡 🔍
Sebelum masuk ke arena Number Detective, pastikan seluruh tim memahami aturan permainannya. Silakan pelajari juknis berikut, diskusikan strategi terbaik bersama tim, dan coba bersiaplah menghadapi tantangan yang membutuhkan lebih dari sekadar keberuntungan. Karena mulai Babak Top 36 ini dstnya, kemenangan tim adalah hasil dari analisis dan kerja sama yang solid
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
--> Link Telegram
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Oleh: Dedi Priadi
Seringkali, satu-satunya cara bagi kita untuk menyadari betapa pentingnya sesuatu adalah dengan kehilangannya secara tiba-tiba. Goncangan hebat dari ruang kosong itulah yang memaksa mata batin kita terbuka lebar untuk melihat nilai yang selama ini tersembunyi di balik tabir kepemilikan.
Sebelum sesuatu itu datang, kita merawat rindu yang membumbung tinggi, seolah ia adalah satu-satunya kepingan 𝘱𝘶𝘻𝘻𝘭𝘦 yang sanggup menyempurnakan kekosongan jiwa. Namun, harapan seringkali hanyalah proyeksi ego yang rakus, yang hanya mencintai bayangan kesempurnaan daripada hakikat sesungguhnya.
Begitu keinginan tersebut terwujud dalam genggaman, anehnya nilai itu justru merosot jatuh ke titik nadir. Kita menjadi terbiasa, menganggap kehadirannya sebagai kepastian yang abadi, sehingga hati pun mulai tumpul untuk mensyukuri detak-detak keberadaannya yang nyata.
Psikolog menyebutnya adaptasi, namun dalam kacamata spiritual, ini adalah kelalaian fatal saat kita membiarkan sesuatu menjadi biasa. Kita meremehkan apa yang ada di depan mata, seolah-olah waktu tidak akan pernah mengambilnya kembali dari dekapan kita.
Ketidakhadiran rasa syukur saat memiliki inilah yang membangun panggung bagi tragedi penyesalan di masa depan. Kita tidak pernah benar-benar menghargai oksigen sampai paru-paru kita dipaksa berhenti menghirupnya oleh takdir yang tidak bisa dinegosiasikan lagi.
Lalu, saat kehilangan itu benar-benar terjadi, nilai benda atau orang tersebut tiba-tiba melesat melampaui puncak gunung tertinggi. Kekosongan yang ditinggalkan menciptakan gema yang begitu keras, meneriakkan semua keindahan yang gagal kita apresiasi saat ia masih menetap.
Kita baru tersadar betapa hangatnya sebuah tegur sapa justru saat kesunyian mulai menyelimuti setiap sudut rumah. Kehilangan bertindak sebagai cahaya benderang yang menyinari setiap detail kebaikan yang dulu kita anggap sebagai hal yang remeh dan tak bermakna.
Hakikatnya, lonjakan nilai setelah kehilangan ini adalah cara Tuhan menghancurkan keangkuhan rasa memiliki kita yang semu. Dia mengambil apa yang kita puja agar kita menyadari bahwa hakikat keindahan sesungguhnya seringkali baru terpancar saat raga bendanya telah tiada.
Penderitaan yang muncul pasca kehilangan adalah guru spiritual yang sedang mengajari kita tentang makna "cukup". Ia menunjukkan bahwa keterikatan kita pada dunia seringkali lebih besar daripada kemampuan kita untuk benar-benar mencintai esensi dari apa yang kita miliki.
Setiap tetes air mata yang jatuh setelah kepergiannya adalah pengakuan jujur akan kelalaian kita di masa lalu. Kita menangis bukan hanya karena kehilangan objeknya, melainkan karena menyadari betapa miskinnya penghargaan kita saat objek itu masih setia menemani perjalanan hidup.
Melalui ruang hampa yang ditinggalkan, kita dipaksa belajar untuk tidak lagi menunda rasa terima kasih kepada semesta. Kehilangan adalah proses 𝘵𝘢𝘫𝘳𝘪𝘥, sebuah pengosongan paksa agar jiwa kita kembali jernih dalam memandang mana yang benar-benar berharga dan mana yang sekadar hiasan.
Maka, jadikanlah bayangan akan kehilangan sebagai cermin untuk senantiasa menghidupkan rasa kagum di setiap detik kepemilikan. Jangan tunggu sampai genggaman itu lepas hanya untuk sekadar berbisik bahwa apa yang kau miliki hari ini sesungguhnya adalah harta yang tak ternilai.
#INISIATIF
Seringkali, satu-satunya cara bagi kita untuk menyadari betapa pentingnya sesuatu adalah dengan kehilangannya secara tiba-tiba. Goncangan hebat dari ruang kosong itulah yang memaksa mata batin kita terbuka lebar untuk melihat nilai yang selama ini tersembunyi di balik tabir kepemilikan.
Sebelum sesuatu itu datang, kita merawat rindu yang membumbung tinggi, seolah ia adalah satu-satunya kepingan 𝘱𝘶𝘻𝘻𝘭𝘦 yang sanggup menyempurnakan kekosongan jiwa. Namun, harapan seringkali hanyalah proyeksi ego yang rakus, yang hanya mencintai bayangan kesempurnaan daripada hakikat sesungguhnya.
Begitu keinginan tersebut terwujud dalam genggaman, anehnya nilai itu justru merosot jatuh ke titik nadir. Kita menjadi terbiasa, menganggap kehadirannya sebagai kepastian yang abadi, sehingga hati pun mulai tumpul untuk mensyukuri detak-detak keberadaannya yang nyata.
Psikolog menyebutnya adaptasi, namun dalam kacamata spiritual, ini adalah kelalaian fatal saat kita membiarkan sesuatu menjadi biasa. Kita meremehkan apa yang ada di depan mata, seolah-olah waktu tidak akan pernah mengambilnya kembali dari dekapan kita.
Ketidakhadiran rasa syukur saat memiliki inilah yang membangun panggung bagi tragedi penyesalan di masa depan. Kita tidak pernah benar-benar menghargai oksigen sampai paru-paru kita dipaksa berhenti menghirupnya oleh takdir yang tidak bisa dinegosiasikan lagi.
Lalu, saat kehilangan itu benar-benar terjadi, nilai benda atau orang tersebut tiba-tiba melesat melampaui puncak gunung tertinggi. Kekosongan yang ditinggalkan menciptakan gema yang begitu keras, meneriakkan semua keindahan yang gagal kita apresiasi saat ia masih menetap.
Kita baru tersadar betapa hangatnya sebuah tegur sapa justru saat kesunyian mulai menyelimuti setiap sudut rumah. Kehilangan bertindak sebagai cahaya benderang yang menyinari setiap detail kebaikan yang dulu kita anggap sebagai hal yang remeh dan tak bermakna.
Hakikatnya, lonjakan nilai setelah kehilangan ini adalah cara Tuhan menghancurkan keangkuhan rasa memiliki kita yang semu. Dia mengambil apa yang kita puja agar kita menyadari bahwa hakikat keindahan sesungguhnya seringkali baru terpancar saat raga bendanya telah tiada.
Penderitaan yang muncul pasca kehilangan adalah guru spiritual yang sedang mengajari kita tentang makna "cukup". Ia menunjukkan bahwa keterikatan kita pada dunia seringkali lebih besar daripada kemampuan kita untuk benar-benar mencintai esensi dari apa yang kita miliki.
Setiap tetes air mata yang jatuh setelah kepergiannya adalah pengakuan jujur akan kelalaian kita di masa lalu. Kita menangis bukan hanya karena kehilangan objeknya, melainkan karena menyadari betapa miskinnya penghargaan kita saat objek itu masih setia menemani perjalanan hidup.
Melalui ruang hampa yang ditinggalkan, kita dipaksa belajar untuk tidak lagi menunda rasa terima kasih kepada semesta. Kehilangan adalah proses 𝘵𝘢𝘫𝘳𝘪𝘥, sebuah pengosongan paksa agar jiwa kita kembali jernih dalam memandang mana yang benar-benar berharga dan mana yang sekadar hiasan.
Maka, jadikanlah bayangan akan kehilangan sebagai cermin untuk senantiasa menghidupkan rasa kagum di setiap detik kepemilikan. Jangan tunggu sampai genggaman itu lepas hanya untuk sekadar berbisik bahwa apa yang kau miliki hari ini sesungguhnya adalah harta yang tak ternilai.
#INISIATIF
🙏1
Oleh: Teguh Arifiyadi
Tugas saya 'magang' sebagai direktur (kemungkinan) akan berakhir dalam beberapa hari ini. Sesuai aturan, maksimal perpanjangan menjadi pelaksana tugas direktur hanya dua kali.
Saya kembali ke barak saya di lab digital forensic, fokus mengurusi penyidikan siber, mengajar, dan memberikan bantuan ahli. Tugas saya lebih ringan karena 'hanya' dipasrahi tanggung jawab anggaran miliaran setahun dengan dukungan tim kecil yang jumlahnya tak lebih dari 30 an orang.
Sementara, menjadi pelaksana tugas direktur, saya 'dibebani' anggaran se-triliun lebih dengan dibantu lebih dari 230-an orang. Dengan kewenangan dan anggaran besar, saya dibayangi risiko yang tidak kalah besar. Deg-degan hampir setiap hari untuk memastikan tidak ada anggota tim yang main-main memanfaatkan anggaran sebesar itu.
Sejauh ini saya masih percaya, anggota kami bisa dijaga integritasnya. Yang sulit dikendalikan adalah pelaksanaan program di lapangan antar pihak ketiga dan 'para hantu' yang mencari keuntungan dengan cara yang saya mungkin tidak pernah tahu.
"Apa sih yang dikejar dari sebuah jabatan?" Pertanyaan awal-awal ketika saya 'magang' jadi direktur.
Kemudian, ketika saya menjabat, saya baru paham kenapa jabatan itu banyak diperjuangkan orang-orang.
Begini. Sebagai pejabat sekelas eselon 2, kita akan lebih sering mendapat prioritas bicara di banyak forum, pernyataan saya adalah atensi yang bisa menjadi perintah tanpa harus memerintah, kursi yang saya duduki lebih empuk dibanding kursi staf, saya mendapat kamar hotel yang lebih nyaman dibanding tim saya, saya tak pernah lagi kehujanan naik motor karena difasilitasi mobil dinas diatas 2000 cc lengkap beserta supirnya, parkir mobil pun mendapat tempat paling strategis di kantor. Selain itu pastinya, tambahan tunjangan jabatan saya cukup untuk membeli Iphone baru setiap bulannya.
Keuntungan tidak langsung lain adalah saya sering dianggap sebagai teman dekat oleh banyak orang, bahkan mereka yang tidak pernah mengenal saya secara pribadi. Saya sering disebut sebagai saudara oleh banyak orang, saya kerap disapa banyak orang baik langsung maupun melalui pesan di gawai saya. Singkatnya saya jadi dikenal dan punya banyak teman &saudara.
Saya tidak gede rumongso, saya sadar bahwa sebagian mereka menjadikan saya teman dan saudara karena kepentingan mereka. Mereka sangat baik dan ramah bukan karena pribadi saya, melainkan karena jabatan dan kewenangan saya. Sulit menemukan perkawanan sejati dalam bisnis dan kepentingan. Wajar saja.
Di lingkungan birokrasi, umumnya jabatan direktur itu dikompetisikan alias dilelangkan. Harapannya, dengan cara itu pemerintah akan mendapatkan kader terbaik.
Padahal katanya jabatan itu amanah. Kalau kata guru saya, amanah itu idealnya dipercayakan oleh pemberi amanah, bukan dicari, dan dikompetisikan.
Meski bisa dipahami, penunjukan pejabat tanpa lelang di pemerintahan itu hanya menciptakan nepotisme dan menghasilkan pejabat dengan kemampuan seadanya. Kalaupun harus ditunjuk, harusnya dibarengi standard minimal kompetensi dan pengalaman calon yang akan ditunjuk.
Suka tidak suka, aturan di pemerintahan memang begitu. Mau jadi direktur ya harus berani berkompetisi, kalau tidak mau atau tidak berani ya jangan berharap banyak. Toh lebih banyak positifnya melelangkan jabatan dibanding main tunjuk.
Dari hati terdalam, saya lebih senang tidak ikut berkompetisi di situ. Kenyamanan jabatan memang gurih, tapi ketenangan bekerja jauh lebih nikmat.
Eh tapi saya tidak tahu, mungkin suatu saat saya terpaksa jadi bagian dari persaingan itu. Jika itu terjadi, saya bisa pastikan jika itu saya lakukan atas perintah pemberi amanah dan persetujuan kuncen rumah (istri), bukan hasrat jabatan. Tanpa dua itu, saya tidak tertarik maju ke gelanggang persaingan ambisi.
Biar mereka yang terbaik saja.
Saya sadar diri, saya hanya ASN biasa pada umumnya. Kerja, rapat, kerja, rapat, rapat, rapat, rapat, dan terus rapat sampai kadang lupa kerja. :)
#INISIATIF
Tugas saya 'magang' sebagai direktur (kemungkinan) akan berakhir dalam beberapa hari ini. Sesuai aturan, maksimal perpanjangan menjadi pelaksana tugas direktur hanya dua kali.
Saya kembali ke barak saya di lab digital forensic, fokus mengurusi penyidikan siber, mengajar, dan memberikan bantuan ahli. Tugas saya lebih ringan karena 'hanya' dipasrahi tanggung jawab anggaran miliaran setahun dengan dukungan tim kecil yang jumlahnya tak lebih dari 30 an orang.
Sementara, menjadi pelaksana tugas direktur, saya 'dibebani' anggaran se-triliun lebih dengan dibantu lebih dari 230-an orang. Dengan kewenangan dan anggaran besar, saya dibayangi risiko yang tidak kalah besar. Deg-degan hampir setiap hari untuk memastikan tidak ada anggota tim yang main-main memanfaatkan anggaran sebesar itu.
Sejauh ini saya masih percaya, anggota kami bisa dijaga integritasnya. Yang sulit dikendalikan adalah pelaksanaan program di lapangan antar pihak ketiga dan 'para hantu' yang mencari keuntungan dengan cara yang saya mungkin tidak pernah tahu.
"Apa sih yang dikejar dari sebuah jabatan?" Pertanyaan awal-awal ketika saya 'magang' jadi direktur.
Kemudian, ketika saya menjabat, saya baru paham kenapa jabatan itu banyak diperjuangkan orang-orang.
Begini. Sebagai pejabat sekelas eselon 2, kita akan lebih sering mendapat prioritas bicara di banyak forum, pernyataan saya adalah atensi yang bisa menjadi perintah tanpa harus memerintah, kursi yang saya duduki lebih empuk dibanding kursi staf, saya mendapat kamar hotel yang lebih nyaman dibanding tim saya, saya tak pernah lagi kehujanan naik motor karena difasilitasi mobil dinas diatas 2000 cc lengkap beserta supirnya, parkir mobil pun mendapat tempat paling strategis di kantor. Selain itu pastinya, tambahan tunjangan jabatan saya cukup untuk membeli Iphone baru setiap bulannya.
Keuntungan tidak langsung lain adalah saya sering dianggap sebagai teman dekat oleh banyak orang, bahkan mereka yang tidak pernah mengenal saya secara pribadi. Saya sering disebut sebagai saudara oleh banyak orang, saya kerap disapa banyak orang baik langsung maupun melalui pesan di gawai saya. Singkatnya saya jadi dikenal dan punya banyak teman &saudara.
Saya tidak gede rumongso, saya sadar bahwa sebagian mereka menjadikan saya teman dan saudara karena kepentingan mereka. Mereka sangat baik dan ramah bukan karena pribadi saya, melainkan karena jabatan dan kewenangan saya. Sulit menemukan perkawanan sejati dalam bisnis dan kepentingan. Wajar saja.
Di lingkungan birokrasi, umumnya jabatan direktur itu dikompetisikan alias dilelangkan. Harapannya, dengan cara itu pemerintah akan mendapatkan kader terbaik.
Padahal katanya jabatan itu amanah. Kalau kata guru saya, amanah itu idealnya dipercayakan oleh pemberi amanah, bukan dicari, dan dikompetisikan.
Meski bisa dipahami, penunjukan pejabat tanpa lelang di pemerintahan itu hanya menciptakan nepotisme dan menghasilkan pejabat dengan kemampuan seadanya. Kalaupun harus ditunjuk, harusnya dibarengi standard minimal kompetensi dan pengalaman calon yang akan ditunjuk.
Suka tidak suka, aturan di pemerintahan memang begitu. Mau jadi direktur ya harus berani berkompetisi, kalau tidak mau atau tidak berani ya jangan berharap banyak. Toh lebih banyak positifnya melelangkan jabatan dibanding main tunjuk.
Dari hati terdalam, saya lebih senang tidak ikut berkompetisi di situ. Kenyamanan jabatan memang gurih, tapi ketenangan bekerja jauh lebih nikmat.
Eh tapi saya tidak tahu, mungkin suatu saat saya terpaksa jadi bagian dari persaingan itu. Jika itu terjadi, saya bisa pastikan jika itu saya lakukan atas perintah pemberi amanah dan persetujuan kuncen rumah (istri), bukan hasrat jabatan. Tanpa dua itu, saya tidak tertarik maju ke gelanggang persaingan ambisi.
Biar mereka yang terbaik saja.
Saya sadar diri, saya hanya ASN biasa pada umumnya. Kerja, rapat, kerja, rapat, rapat, rapat, rapat, dan terus rapat sampai kadang lupa kerja. :)
#INISIATIF
🙏2
Diskusi itu bagian dari proses. Eksekusi adalah komitmennya 🤝
Setiap keputusan yang baik perlu ruang untuk dipikirkan, diuji, dan diselaraskan. Bukan untuk berhenti di pembahasan, tapi supaya langkah yang dijalankan setelahnya benar-benar tepat sasaran. Karena yang kami bangun bukan sekadar percakapan, tapi aksi yang memberi manfaat nyata🇮🇩
Setiap proses yang baik selalu bertujuan menghadirkan dampak yang lebih baik
Gimana dengan unit kerjamu? drop cerita dan tag rekanmu disini👇
https://www.instagram.com/p/DZGs-WuCagk/?igsh=MmVocnd2dHEyZ3V1
Setiap keputusan yang baik perlu ruang untuk dipikirkan, diuji, dan diselaraskan. Bukan untuk berhenti di pembahasan, tapi supaya langkah yang dijalankan setelahnya benar-benar tepat sasaran. Karena yang kami bangun bukan sekadar percakapan, tapi aksi yang memberi manfaat nyata
Setiap proses yang baik selalu bertujuan menghadirkan dampak yang lebih baik
Gimana dengan unit kerjamu? drop cerita dan tag rekanmu disini
https://www.instagram.com/p/DZGs-WuCagk/?igsh=MmVocnd2dHEyZ3V1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Update Juknis Number Detective
Untuk memastikan pertandingan berjalan lebih adil dan nyaman bagi seluruh peserta, terdapat beberapa penyesuaian dan penegasan aturan sebagai berikut:
✅ Sesi Break
Break selama 5 menit akan diberikan setelah pertanyaan ke-6, kemudian dilanjutkan setiap selesai kelipatan 6 pertanyaan berikutnya.
✅ Jumlah Pertanyaan Maksimal
Jumlah pertanyaan maksimal dalam satu match adalah 21 pertanyaan, sehingga masing-masing tim memiliki kesempatan mengajukan pertanyaan sebanyak maksimal 7 kali.
✅ Panduan Menjawab Pertanyaan
Setiap tim wajib menjawab pertanyaan berdasarkan kondisi yang sebenarnya dan sesuai dengan bunyi pertanyaan yang diajukan.
Penyesuaian dan penegasan aturan ini dilakukan untuk memastikan seluruh tim memperoleh kesempatan yang setara serta menjaga sportivitas selama pertandingan berlangsung
Selamat menyiapkan strategi terbaik, asah kemampuan analisis dan komunikasi tim, serta sampai jumpa di arena Number Detective🔍 🕵️♀️
Untuk memastikan pertandingan berjalan lebih adil dan nyaman bagi seluruh peserta, terdapat beberapa penyesuaian dan penegasan aturan sebagai berikut:
✅ Sesi Break
Break selama 5 menit akan diberikan setelah pertanyaan ke-6, kemudian dilanjutkan setiap selesai kelipatan 6 pertanyaan berikutnya.
✅ Jumlah Pertanyaan Maksimal
Jumlah pertanyaan maksimal dalam satu match adalah 21 pertanyaan, sehingga masing-masing tim memiliki kesempatan mengajukan pertanyaan sebanyak maksimal 7 kali.
✅ Panduan Menjawab Pertanyaan
Setiap tim wajib menjawab pertanyaan berdasarkan kondisi yang sebenarnya dan sesuai dengan bunyi pertanyaan yang diajukan.
Contoh:
Jika angka rahasia suatu tim adalah 450, lalu terdapat pertanyaan "Apakah angka tim Anda lebih dari 450?", maka jawaban yang benar adalah "TIDAK", karena angka rahasia (450) tim itu memang tidak lebih besar dari 450.
Penyesuaian dan penegasan aturan ini dilakukan untuk memastikan seluruh tim memperoleh kesempatan yang setara serta menjaga sportivitas selama pertandingan berlangsung
Selamat menyiapkan strategi terbaik, asah kemampuan analisis dan komunikasi tim, serta sampai jumpa di arena Number Detective
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
ALAT BANTU NUMBER DETECTIVE.pdf
3.3 MB
Berikut kami lampirkan kartu jawaban IYA/TIDAK yang akan digunakan oleh setiap Tim pada Kompetisi Number Detective 🇮🇩
Jika belum sempat mencetak kartu tersebut (misalnya karena sedang WFH), tidak perlu khawatir karena kartu dapat ditampilkan melalui layar smartphone dalam posisi landscape saat menjawab pertanyaan. Yang terpenting, tulisan IYA atau TIDAK dapat terlihat jelas oleh panitia dan seluruh peserta🤝
Jika belum sempat mencetak kartu tersebut (misalnya karena sedang WFH), tidak perlu khawatir karena kartu dapat ditampilkan melalui layar smartphone dalam posisi landscape saat menjawab pertanyaan. Yang terpenting, tulisan IYA atau TIDAK dapat terlihat jelas oleh panitia dan seluruh peserta
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🙏1
Dalam setiap kompetisi, menang memang tujuan. Tapi saling menghargai dalam perjuangan adalah kemenangan yang sesungguhnya 🤝
Selamat kepada tim-tim match hari Selasa kemarin yang berhasil mengamankan tiket lolos ke Babak Top 32 Besar Family 100 Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan 2026🏆
Selamat kepada tim-tim match hari Selasa kemarin yang berhasil mengamankan tiket lolos ke Babak Top 32 Besar Family 100 Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan 2026
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Bagaimana membangun personality dan kepercayaan diri yang baik? 🏆
Oleh: Arisdiansah
Jika dalam konsep terapi psikologi yang populer kita mengenal istilah CBT (Cognitive Behaviour Therapy). Konsep sederhananya adalah bagaimana Cognitive (pikiran) dan perilaku itu mempengaruhi emosi.
Gambarannya ada "trinitas" yaitu Emosi, Pikiran (Cognitive) dan perilaku (behaviour) yang ketiganya saling terhubung dan saling mempengaruhi satu sama lain.
Emosi mempengaruhi pikiran, pikiran mempengaruhi emosi. Emosi mempengaruhi perilaku, perilaku mempengaruhi emosi. pikiran mempengaruhi perilaku, perilaku mempengaruhi pikiran.
Masalahnya dari ketiga hal, emosi ini yang paling dominan mempengaruhi pikiran dan perilaku, daripada sebaliknya.
Maka terapi buat orang yang bermasalah psikologis adalah jangan membiarkan emosi mempengaruhi pikiran dan perilaku, tetapi pikiran dan perilaku kita yang mempengaruhi emosi. Di "cut" dengan konsep "if...than".
Contoh, jika aku marah, maka aku langsung duduk atau berbaring. biar perilaku yang meredakan marahku. atau jika aku anciety dan was was, maka aku akan berlari 30 menit. Kita potong jalur emosi yang akan mengendalikan perilaku kita, sebaliknya kita melakukan sesuatu untuk mengobati emosi kita.
Oke, kita kembali ke pertanyaan diatas tentang bagaimana cara kita memperbaiki personality dan kepercayaan diri?
Sama seperti konsep CBT, kita akan mulai dari perilaku untuk kita membangun personality dan juga kepercayaan diri.
Kepercayaan diri/confidence itu punya 3 bentuk. Yaitu rented confidence, earned confidence, dan owner confidence.
Banyak dari orang membangun confidence, dan itu ternyata masih level paling luar atau paling dangkal yaitu rented Confidence.
Dia hanya berpura2 percaya diri, atau juga justru menggunakan faktor eksternal untuk bisa percaya diri. Misalnya jabatan, kekayaan, baju bagus, mobil bagus, dll.
Tentunya ini kepercayaan diri yang rapuh. Dia seperti mobil sewaan (Rented), jika sudah waktunya mobil dikembalikan, kepercayaan dirinya akan habis. metaforanya seperti itu.
Di level ini orang juga bisa berpura2 untuk mencapainya. Istilah populernya "Fake it till you make it". Wes pokoknya pura2 dulu, sampai bisa benar2 bisa.
Ada sebuah istilah yang guru kami ajarkan, rubahlah konsep "fake it till you make it", menjadi "act it till you become it"
Konsep ini akan mengantarkan anda ke lapisan yang lebih dalam dari kepercayaan diri yaitu di level "earned Confidence".
Bagaimana contoh prakteknya?
Jika anda ingin jadi investor hebat seperti Warren buffet, maka berperilakulah seperti yang beliau lakukan, berapapun uang yang anda miliki.
Mulailah berinvestasi, walau start dari uang 500rb/bulan, dengan prinsip2 yang dilakukan oleh Buffet, dengan skala yang mampu kita lakukan.
Anda pingin jadi pembicara hebat, gali perilaku pembicara paling hebat, lakukan. Ini berlaku untuk seseorang yang pengin jadi artis, pengusaha, ustadz, manager hebat, apapun profesi yang ingin kita tuju.
Dengan konsisten menjalankan behaviour atau perilaku itu, maka seiring waktu, kita akan semakin dekat dengan personality dan kepercayaan diri yang kita tuju.
Sekali lagi, "Act till you become it", hingga behavior kita membentuk kita menjadi seperti apa.
#INISIATIF
Oleh: Arisdiansah
Jika dalam konsep terapi psikologi yang populer kita mengenal istilah CBT (Cognitive Behaviour Therapy). Konsep sederhananya adalah bagaimana Cognitive (pikiran) dan perilaku itu mempengaruhi emosi.
Gambarannya ada "trinitas" yaitu Emosi, Pikiran (Cognitive) dan perilaku (behaviour) yang ketiganya saling terhubung dan saling mempengaruhi satu sama lain.
Emosi mempengaruhi pikiran, pikiran mempengaruhi emosi. Emosi mempengaruhi perilaku, perilaku mempengaruhi emosi. pikiran mempengaruhi perilaku, perilaku mempengaruhi pikiran.
Masalahnya dari ketiga hal, emosi ini yang paling dominan mempengaruhi pikiran dan perilaku, daripada sebaliknya.
Maka terapi buat orang yang bermasalah psikologis adalah jangan membiarkan emosi mempengaruhi pikiran dan perilaku, tetapi pikiran dan perilaku kita yang mempengaruhi emosi. Di "cut" dengan konsep "if...than".
Contoh, jika aku marah, maka aku langsung duduk atau berbaring. biar perilaku yang meredakan marahku. atau jika aku anciety dan was was, maka aku akan berlari 30 menit. Kita potong jalur emosi yang akan mengendalikan perilaku kita, sebaliknya kita melakukan sesuatu untuk mengobati emosi kita.
Oke, kita kembali ke pertanyaan diatas tentang bagaimana cara kita memperbaiki personality dan kepercayaan diri?
Sama seperti konsep CBT, kita akan mulai dari perilaku untuk kita membangun personality dan juga kepercayaan diri.
Kepercayaan diri/confidence itu punya 3 bentuk. Yaitu rented confidence, earned confidence, dan owner confidence.
Banyak dari orang membangun confidence, dan itu ternyata masih level paling luar atau paling dangkal yaitu rented Confidence.
Dia hanya berpura2 percaya diri, atau juga justru menggunakan faktor eksternal untuk bisa percaya diri. Misalnya jabatan, kekayaan, baju bagus, mobil bagus, dll.
Tentunya ini kepercayaan diri yang rapuh. Dia seperti mobil sewaan (Rented), jika sudah waktunya mobil dikembalikan, kepercayaan dirinya akan habis. metaforanya seperti itu.
Di level ini orang juga bisa berpura2 untuk mencapainya. Istilah populernya "Fake it till you make it". Wes pokoknya pura2 dulu, sampai bisa benar2 bisa.
Ada sebuah istilah yang guru kami ajarkan, rubahlah konsep "fake it till you make it", menjadi "act it till you become it"
Konsep ini akan mengantarkan anda ke lapisan yang lebih dalam dari kepercayaan diri yaitu di level "earned Confidence".
Bagaimana contoh prakteknya?
Jika anda ingin jadi investor hebat seperti Warren buffet, maka berperilakulah seperti yang beliau lakukan, berapapun uang yang anda miliki.
Mulailah berinvestasi, walau start dari uang 500rb/bulan, dengan prinsip2 yang dilakukan oleh Buffet, dengan skala yang mampu kita lakukan.
Anda pingin jadi pembicara hebat, gali perilaku pembicara paling hebat, lakukan. Ini berlaku untuk seseorang yang pengin jadi artis, pengusaha, ustadz, manager hebat, apapun profesi yang ingin kita tuju.
Dengan konsisten menjalankan behaviour atau perilaku itu, maka seiring waktu, kita akan semakin dekat dengan personality dan kepercayaan diri yang kita tuju.
Sekali lagi, "Act till you become it", hingga behavior kita membentuk kita menjadi seperti apa.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM