Inilah 3 nama yang terpilih paling all out di sesi NGED-ATE EDUC-ATE #Edisi423๐ฅ
๐ The chosen ones:
1๏ธโฃ @ChillEnjoyRelaxxx โ KC Jayapura
2๏ธโฃ @aiupramez โ Kesekretariatan Dewas
3๏ธโฃ Didik Apri Yadi โ KC Bima
Terima kasih buat semua peserta yang selalu semangat dalam rangkaian kegiatan. Sampai bertemu kembali di event ATE berikutnya. Stay tuned & stay competitive๐
https://www.instagram.com/p/DYifVYGzowZ/?igsh=bjBlbzNvMXYzbjJs
#INISIATIF
#BecomingAnExpertWithATE
๐ The chosen ones:
1๏ธโฃ @ChillEnjoyRelaxxx โ KC Jayapura
2๏ธโฃ @aiupramez โ Kesekretariatan Dewas
3๏ธโฃ Didik Apri Yadi โ KC Bima
Terima kasih buat semua peserta yang selalu semangat dalam rangkaian kegiatan. Sampai bertemu kembali di event ATE berikutnya. Stay tuned & stay competitive
https://www.instagram.com/p/DYifVYGzowZ/?igsh=bjBlbzNvMXYzbjJs
#INISIATIF
#BecomingAnExpertWithATE
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Oleh: Gatot Widayanto
Tiba-tiba inget youtube yang saya buat dua tahun lalu setelah saya selesai leadership coaching salah seorang leader yang mengalami sendiri orang yang ia rekrut, ia gembleng kemudian ia dipromosikan di unit lain sehingga setara posisinya dengan dirinya. Eh beberapa tahun kemudian malah menjadi atasannya.
Kecewa? Sakit? Marah? Komplain? Resign?
Gak ada salahnya sih ... Tapi tunggu dulu .... Leader satu ini hebat, karena masih bertahan bahkan sampai saat ini (2026) ketika saya menulis ini, meskipun anak buahnya tersebut tidak lagi menjadi atasannya, promosi lagi.
Lalu? Bagaimana caranya agar seperti leader seperti ini?
Sikap Profesional!
1. Gratitude (syukur): Bersyukur karena anak buah tersebut berhasil berkembang.
2. Self-control (pengendalian diri): Tidak mengeluh, tidak iri, tidak mempersoalkan.
3. Acceptance (penerimaan): Keputusan penempatan orang adalah hak perusahaan, bukan hak pribadi.
4. Self-development (pengembangan diri): Terus belajar dan profesional, karena ini bagian dari perjalanan karier.
"Anak buah boleh jadi atasan, tapi karakter dan profesionalisme saya tetap harus terjaga. Saya syukuri keberhasilan mereka, kendalikan ego saya, dan terus berkembang.โ
https://www.youtube.com/watch?v=5cHZYvVo8tk&t=16s
#INISIATIF
Tiba-tiba inget youtube yang saya buat dua tahun lalu setelah saya selesai leadership coaching salah seorang leader yang mengalami sendiri orang yang ia rekrut, ia gembleng kemudian ia dipromosikan di unit lain sehingga setara posisinya dengan dirinya. Eh beberapa tahun kemudian malah menjadi atasannya.
Kecewa? Sakit? Marah? Komplain? Resign?
Gak ada salahnya sih ... Tapi tunggu dulu .... Leader satu ini hebat, karena masih bertahan bahkan sampai saat ini (2026) ketika saya menulis ini, meskipun anak buahnya tersebut tidak lagi menjadi atasannya, promosi lagi.
Lalu? Bagaimana caranya agar seperti leader seperti ini?
Sikap Profesional!
1. Gratitude (syukur): Bersyukur karena anak buah tersebut berhasil berkembang.
2. Self-control (pengendalian diri): Tidak mengeluh, tidak iri, tidak mempersoalkan.
3. Acceptance (penerimaan): Keputusan penempatan orang adalah hak perusahaan, bukan hak pribadi.
4. Self-development (pengembangan diri): Terus belajar dan profesional, karena ini bagian dari perjalanan karier.
"Anak buah boleh jadi atasan, tapi karakter dan profesionalisme saya tetap harus terjaga. Saya syukuri keberhasilan mereka, kendalikan ego saya, dan terus berkembang.โ
https://www.youtube.com/watch?v=5cHZYvVo8tk&t=16s
#INISIATIF
โค2โก1
Dalam setiap kompetisi, menang memang tujuan. Tapi saling menghargai dalam perjuangan adalah kemenangan yang sesungguhnya ๐ค
Hari pertama Babak 64 Besar Family 100 Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan 2026 resmi dimulai, dan 4 (empat) tim pertama berhasil mengamankan tiket menuju Top 32 Besar๐
Selamat kepada:
๐
Tim Tidak Pernah Salah (Read Aja!) โ Kepwil 9
๐
SIBUDI (Sing Penting Budal Disek) โ Kepwil 7
๐
Pontianak Juare โ Kepwil 4
๐
Gemilang โ Kepwil 9
Setiap pertandingan menghadirkan strategi, ketegangan, dan momen-momen seru. Tapi di balik kompetisi ini, ada satu hal yang tetap paling penting yakni saling respect antar tim, karena lawan hari ini tetaplah rekan seperjuangan yang sama-sama memberikan performa terbaiknya๐ฎ๐ฉ
Tim manakah yang akan menyusul ke Babak 32 Besar Family 100 ATE 2026?
Hari pertama Babak 64 Besar Family 100 Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan 2026 resmi dimulai, dan 4 (empat) tim pertama berhasil mengamankan tiket menuju Top 32 Besar
Selamat kepada:
Setiap pertandingan menghadirkan strategi, ketegangan, dan momen-momen seru. Tapi di balik kompetisi ini, ada satu hal yang tetap paling penting yakni saling respect antar tim, karena lawan hari ini tetaplah rekan seperjuangan yang sama-sama memberikan performa terbaiknya
Tim manakah yang akan menyusul ke Babak 32 Besar Family 100 ATE 2026?
๐ฑ Stay tuned di Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
SI PALING JITU ๐
Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 4 opsi sekaligus dengan tepat (atau minimal 3 benar) pada polling, yakni:
๐
Tim Tidak Pernah Salah (Read Aja!) โ Kepwil 9
๐
SIBUDI (Sing Penting Budal Disek) โ Kepwil 7
๐
Pontianak Juare โ Kepwil 4
๐
Gemilang โ Kepwil 9
Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar minimal 3 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu. Seperti biasa apabila jumlah penebak jitu melebihi kuota yang telah ditetapkan, maka penetapan pemenang akan melalui skema pengundian๐ฒ๐จ
Konfirmasi eviden tebakannya bisa kami tunggu sd Kamis siang ini, 21 Mei maks pukul 12.00 WIB๐
#INISIATIF #HUT58BPJSKesehatan
Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 4 opsi sekaligus dengan tepat (atau minimal 3 benar) pada polling, yakni:
Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar minimal 3 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu. Seperti biasa apabila jumlah penebak jitu melebihi kuota yang telah ditetapkan, maka penetapan pemenang akan melalui skema pengundian
Konfirmasi eviden tebakannya bisa kami tunggu sd Kamis siang ini, 21 Mei maks pukul 12.00 WIB
#INISIATIF #HUT58BPJSKesehatan
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
Kadang kemenangan dimulai bahkan sebelum pertandingan dimulai yakni ketika instingmu berhasil membaca siapa yang akan melangkah lebih dulu ๐
Pada hari kick off Family 100 2026 kemarin, kami mengajak rekan-rekan Sobat ATE untuk ikut dalam challenge seru menebak 4 tim pertama yang akan menembus Babak Top 32 Besar. Ternyata, ada loh Sobat ATE yang benar-benar berhasil membaca arah permainan sejak awal
Stay tuned buat pengumuman selanjutnya
Pada hari kick off Family 100 2026 kemarin, kami mengajak rekan-rekan Sobat ATE untuk ikut dalam challenge seru menebak 4 tim pertama yang akan menembus Babak Top 32 Besar. Ternyata, ada loh Sobat ATE yang benar-benar berhasil membaca arah permainan sejak awal
Tebak Benar 4 Opsi Sekaligus (otomatis berhak mendapatkan souvenir spesial)๐
The one and only Kk @edorinalde (Plh. Kepala Kabupaten Puncak KC Jayapura)
Tebak Benar 3 Opsi (akan diikutsertakan dalam pengundian untuk memilih 1 orang pemenang beruntung penerima souvenir)๐ฏ
1. Kk @dzulhijjahazis (PATT EP3RS KC Makassar)
2. Kk @Servinashrman (PATT Telekolekting KC Muara Bungo)
3. Kk @rakhapkp (PATT Petugas Pemeriksa KC Banyuwangi)
4. Kk @anggisutan1906 (Staf Promprev KC Cibinong)
5. Kk @PapaNyaRanger (Verifikator Klaim KC Tigaraksa)
6. Kk @Jennyanggraini (Staf Perencanaan dan Pembukuan KC Sampit)
7. Kk @rizeuka (PATT Penagihan KC Medan)
8. Kk @abniamz (PATT Staf Mutu Layanan Faskes KC Mataram)
9. Kk @fridavanny (Verifikator Klaim KC Gunungsitoli)
10. Ibu Mondang (Kepala KC Palu)
11. Kk @ErniEkawaty (Staf Perencanaan dan Pembukuan KC Makassar)
Stay tuned buat pengumuman selanjutnya
Tubuh itu ditemukan setelah pagi bergerak seperti biasa. Di sebuah sudut kampus di Makassar, ketika sebagian mahasiswa sedang bersiap masuk kelas, seorang mahasiswa ditemukan tak lagi bernyawa setelah diduga melompat dari sebuah gedung ๐ญ
Baca selengkapnya๐
https://www.timur-angin.com/2026/05/di-tengah-keramaian-anak-anak-itu.html?fbclid=IwdGRjcAR7S2JleHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZAo2NjI4NTY4Mzc5AAEeYRehc2u9RCgXEBpFcupLI9irEICXauglixZlES62GpqL-vkSK93KS-GQiEw_aem_si3EtqGQ0F_CIVhbaAa02Q&m=1
#INISIATIF #TGIF
Baca selengkapnya
https://www.timur-angin.com/2026/05/di-tengah-keramaian-anak-anak-itu.html?fbclid=IwdGRjcAR7S2JleHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZAo2NjI4NTY4Mzc5AAEeYRehc2u9RCgXEBpFcupLI9irEICXauglixZlES62GpqL-vkSK93KS-GQiEw_aem_si3EtqGQ0F_CIVhbaAa02Q&m=1
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Timur-Angin
Di Tengah Keramaian, Anak-Anak Itu Kesepian
Di Tengah Keramaian, Anak-Anak Itu Kesepian - Yusran Darmawan - https://www.timur-angin.com/
โค1
Saling Respect Antar Tim, karena lawan di arena hari ini tetaplah rekan seperjuangan yang sama-sama hadir dengan semangat, strategi, dan performa terbaiknya ๐ฎ๐ฉ
Selamat kepada 4 tim lainnya (Hasil Match day Kamis, 21 Mei 2026) yang berhasil menyusul menuju Babak Top 32 Family 100 Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan 2026๐
Terus jaga semangat kompetisi yang sehat dan tunjukkan nilai #INISIATIF dalam setiap pertandingan๐ฅ
Selamat kepada 4 tim lainnya (Hasil Match day Kamis, 21 Mei 2026) yang berhasil menyusul menuju Babak Top 32 Family 100 Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan 2026
Terus jaga semangat kompetisi yang sehat dan tunjukkan nilai #INISIATIF dalam setiap pertandingan
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐1
Behind every solid team, thereโs connection โค๏ธ
Kerja yang baik nggak cuma dibangun dari sistem, target, atau proses kerja yang rapi. Tapi juga dari trust, komunikasi yang sehat, dan chemistry yang tumbuh antartim. Karena saat orang-orang di dalamnya saling memahami dan punya energi yang sama, kolaborasi jadi lebih kuat, koordinasi jadi lebih efektif, dan layanan terbaik jadi lebih mungkin untuk diwujudkan๐ฎ๐ฉ ๐ค
Gimana dengan mu? kamu tipe yang bonding lewat apa?๐
https://www.instagram.com/p/DYoqDKYCWVz/?igsh=aDBrcXljeTdkN21t
Kerja yang baik nggak cuma dibangun dari sistem, target, atau proses kerja yang rapi. Tapi juga dari trust, komunikasi yang sehat, dan chemistry yang tumbuh antartim. Karena saat orang-orang di dalamnya saling memahami dan punya energi yang sama, kolaborasi jadi lebih kuat, koordinasi jadi lebih efektif, dan layanan terbaik jadi lebih mungkin untuk diwujudkan
Gimana dengan mu? kamu tipe yang bonding lewat apa?
https://www.instagram.com/p/DYoqDKYCWVz/?igsh=aDBrcXljeTdkN21t
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ฅฐ1
Sebagian orang menebak. Sebagian lagiโฆ seperti sudah lihat spoiler masa depan ๐ ๐ฎ
Inilah 2 penebak jitu yang berhasil membaca arah pertandingan dan menebak dengan tepat tim pemenang pada Kick Off Family 100 Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan 2026๐ฅ
๐ The chosen ones:
1๏ธโฃ @edorinalde โ KC Jayapura (Insting paling akurat dengan benar 4 opsi)
2๏ธโฃ Ibu Mondang โ KC Palu (Benar 3 opsi & terpilih sebagai lucky winner)
Terima kasih untuk seluruh peserta yang telah ikut berpartisipasi dan membawa energi positif dalam setiap rangkaian kegiatan ATE. Sampai bertemu kembali di event berikutnya. Stay tuned & stay competitive๐ฎ๐ฉ
https://www.instagram.com/p/DYqqgPLz_wo/?igsh=dHVnMXV0b3oyb2oy
#INISIATIF
Inilah 2 penebak jitu yang berhasil membaca arah pertandingan dan menebak dengan tepat tim pemenang pada Kick Off Family 100 Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan 2026
1๏ธโฃ @edorinalde โ KC Jayapura (Insting paling akurat dengan benar 4 opsi)
2๏ธโฃ Ibu Mondang โ KC Palu (Benar 3 opsi & terpilih sebagai lucky winner)
Terima kasih untuk seluruh peserta yang telah ikut berpartisipasi dan membawa energi positif dalam setiap rangkaian kegiatan ATE. Sampai bertemu kembali di event berikutnya. Stay tuned & stay competitive
https://www.instagram.com/p/DYqqgPLz_wo/?igsh=dHVnMXV0b3oyb2oy
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2
Selamat kepada 4 tim berikutnya hasil match day Jum'at, 22 Mei 2026 yang berhasil melangkah ke Babak Top 32 Family 100 Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan 2026. Arena boleh panas, persaingan boleh ketat, tapi rasa hormat harus tetap jadi juara ๐๐ฎ๐ฉ
#INISIATIF
#INISIATIF
Work-life balance check: kompetisi seru tetap jalan, quality time bareng keluarga juga tetap aman ๐
Biar momen Hari Raya & cuti bersama tetap bisa dinikmati dengan maksimal, jadwal Lomba-Lomba ATE Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan kami atur supaya semuanya tetap nyaman
Yang lagi ambil cuti silakan nikmati momennya, recharge baterainya, dan jangan lupa balik dengan energi juara๐ ๐ฅ
#INISIATIF
Biar momen Hari Raya & cuti bersama tetap bisa dinikmati dengan maksimal, jadwal Lomba-Lomba ATE Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan kami atur supaya semuanya tetap nyaman
Yang lagi ambil cuti silakan nikmati momennya, recharge baterainya, dan jangan lupa balik dengan energi juara
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
--> Link Telegram
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Oleh: Ranggie Ragatha
Saya termasuk orang yang ga hitungan soal kerjaan, dulu waktu masih sekolah Saya sering bantu-bantu senior kalau ada keperluan. Kadang nyuci piring pas hajatan, bantu pindahan, dll. Saat mulai kerja Saya juga ga pernah nolak disuruh bantuin ini itu. Pernah disuruh fotocopy 500 halaman, ngerjain kerjaan departemen lain, ngirim barang, dll. Saya selalu inisiatif nawarin diri ketika ada yang minta bantuan.
Semua hal itu bikin karir Saya lumayan lancar. Dalam 3 tahun Saya udah jadi Superintendent (Asst. Manager), 5 tahun jadi Manager, dan 7 tahun Saya udah Senior Manager/GM. Pernah dulu Saya naik jabatan gara-gara rekomendasi senior Saya yang temennya bos Saya. Pernah juga naik gaji karena jadi ketua panitia sebuah acara kantor.
Orang itu lupa, ada namanya SKA (Skill, Knowledge, Attitude) dalam penilaian di dunia kerja. Orang pinter, skill-nya bagus, tapi jutek dan ga bersosialisasi ya sulit juga. Ada yang skill-nya pas-pas tapi bisa ngebakar semangat tim. Kerja itu bukan soal siapa yang paling pinter, tapi siapa yang paling bisa membuat perusahaan untung. Gitu sih yaโฆโฆ.
#INISIATIF
Saya termasuk orang yang ga hitungan soal kerjaan, dulu waktu masih sekolah Saya sering bantu-bantu senior kalau ada keperluan. Kadang nyuci piring pas hajatan, bantu pindahan, dll. Saat mulai kerja Saya juga ga pernah nolak disuruh bantuin ini itu. Pernah disuruh fotocopy 500 halaman, ngerjain kerjaan departemen lain, ngirim barang, dll. Saya selalu inisiatif nawarin diri ketika ada yang minta bantuan.
Semua hal itu bikin karir Saya lumayan lancar. Dalam 3 tahun Saya udah jadi Superintendent (Asst. Manager), 5 tahun jadi Manager, dan 7 tahun Saya udah Senior Manager/GM. Pernah dulu Saya naik jabatan gara-gara rekomendasi senior Saya yang temennya bos Saya. Pernah juga naik gaji karena jadi ketua panitia sebuah acara kantor.
Orang itu lupa, ada namanya SKA (Skill, Knowledge, Attitude) dalam penilaian di dunia kerja. Orang pinter, skill-nya bagus, tapi jutek dan ga bersosialisasi ya sulit juga. Ada yang skill-nya pas-pas tapi bisa ngebakar semangat tim. Kerja itu bukan soal siapa yang paling pinter, tapi siapa yang paling bisa membuat perusahaan untung. Gitu sih yaโฆโฆ.
#INISIATIF
โก2โค2๐ฅ1
Legacy Is Not a Position (Tentang kekuasaan, umur, dan nilai yang tersisa setelah hidup selesai)
Oleh: Budiawan
---
Pagi tadi saya gowes melewati Pengkolan Jalan di sudut Perumahan Puri Cinere.
Di situ biasanya ada seorang penjahit. Orang sekitar memanggilnya Gondrong. Mesin jahitnya ditaruh di atas gerobak dorong. Sederhana sekali. Kadang saya ke sana hanya untuk membetulkan resleting tas yang rusak atau memotong celana jeans yang kepanjangan.
Sudah beberapa kali saya lewat dalam tiga bulan terakhir. Gondrong tidak ada. Gerobaknya masih di situ. Diam. Ditutup kain terpal biru yang mulai kusam.
Tadi pagi saya berhenti agak lama.
Muncul pikiran yang tidak nyaman: jangan-jangan ia sakit keras. Atau mungkin sudah meninggal. Meninggal dalam keadaan sangat miskin.
Lalu muncul pertanyaan lain yang lebih mengganggu.
Kalau Gondrong benar-benar sudah tidak ada โ apakah hidupnya berarti gagal?
Ia tidak punya jabatan. Tidak punya kekuasaan. Tidak punya LinkedIn profile. Tidak pernah masuk ruang direksi. Mungkin tidak pernah naik pesawat bisnis seumur hidupnya. Tetapi selama bertahun-tahun ia memperbaiki barang-barang kecil milik orang lain agar bisa dipakai kembali. Tas yang masih bisa dipakai kerja. Celana sekolah yang masih bisa dipakai anak seseorang. Resleting yang membuat orang tidak perlu membeli barang baru.
Kontribusi kecil. Berulang. Sunyi.
Dan pagi tadi saya sadar: saya bahkan tidak tahu nama aslinya. Tetapi saya mengingat keberadaannya.
Saya bekerja di dunia yang sangat pandai mengukur hal yang mudah diukur. Revenue per kuartal. Market share. Employee engagement score. Setiap orang punya title. Setiap title punya level. Setiap level punya angka kompensasi. Sistem ini konsisten, dapat diverifikasi, dan menjadi dasar keputusan bernilai miliaran.
Tetapi ada satu hal yang tidak bisa dibaca oleh semua sistem itu.
Dua orang bisa memiliki title yang identik, budget yang sama, tim yang sebanding. Satu meninggalkan organisasi dan orang-orang di dalamnya bernapas lega. Satu meninggalkan organisasi dan ada yang menangis โ bukan karena kehilangan kapasitas, tapi karena kehilangan orang.
Spreadsheet tidak bisa membedakan itu. Tapi semua orang di dalam ruangan itu bisa merasakannya.
Ada orang yang setiap kali hadir membuat ruangan jadi lebih sehat โ percakapan lebih jujur, keputusan lebih berani, orang-orang lebih berani mengatakan yang sebenarnya. Ada juga yang setiap kali naik jabatan membuat organisasi makin penuh ketakutan. Meeting makin banyak. Yang dikatakan dalam meeting makin sedikit yang sungguhan.
Perbedaan itu tidak muncul di annual report.
Kalau saya gambarkan ini sebagai grafik, ada dua sumbu.
Sumbu vertikal: jabatan, kekayaan, pengaruh, status sosial. Manusia dilatih sejak dini untuk mendaki ini. Rapor, ranking universitas, jalur karir โ semua adalah latihan untuk naik secara vertikal.
Sumbu horizontal: waktu. Ia berjalan terus tanpa pengecualian. Ujungnya adalah kematian. Tidak ada yang lolos dari sumbu ini, tidak peduli seberapa tinggi posisi seseorang di sumbu yang pertama.
Setiap manusia bergerak menuju satu titik akhir koordinat. Yang berbeda hanya di mana mereka berhenti โ dan apa yang tertinggal di sana.
Ada variabel ketiga yang hampir tidak pernah dibahas: ukuran dari titik itu sendiri. Seberapa besar jejak yang tersisa ketika koordinat akhir tercapai. Dalam kerangka Human Legacy Mapping, ini yang disebut bubble โ representasi dari moral dan spiritual legacy. Dampak. Kebaikan yang ditinggalkan. Nilai yang tidak bisa berpindah tangan melalui dokumen hukum.
Dan ukurannya tidak ditentukan oleh seberapa tinggi sumbu Y seseorang.
Lanjut part 2๐
Oleh: Budiawan
---
Pagi tadi saya gowes melewati Pengkolan Jalan di sudut Perumahan Puri Cinere.
Di situ biasanya ada seorang penjahit. Orang sekitar memanggilnya Gondrong. Mesin jahitnya ditaruh di atas gerobak dorong. Sederhana sekali. Kadang saya ke sana hanya untuk membetulkan resleting tas yang rusak atau memotong celana jeans yang kepanjangan.
Sudah beberapa kali saya lewat dalam tiga bulan terakhir. Gondrong tidak ada. Gerobaknya masih di situ. Diam. Ditutup kain terpal biru yang mulai kusam.
Tadi pagi saya berhenti agak lama.
Muncul pikiran yang tidak nyaman: jangan-jangan ia sakit keras. Atau mungkin sudah meninggal. Meninggal dalam keadaan sangat miskin.
Lalu muncul pertanyaan lain yang lebih mengganggu.
Kalau Gondrong benar-benar sudah tidak ada โ apakah hidupnya berarti gagal?
Ia tidak punya jabatan. Tidak punya kekuasaan. Tidak punya LinkedIn profile. Tidak pernah masuk ruang direksi. Mungkin tidak pernah naik pesawat bisnis seumur hidupnya. Tetapi selama bertahun-tahun ia memperbaiki barang-barang kecil milik orang lain agar bisa dipakai kembali. Tas yang masih bisa dipakai kerja. Celana sekolah yang masih bisa dipakai anak seseorang. Resleting yang membuat orang tidak perlu membeli barang baru.
Kontribusi kecil. Berulang. Sunyi.
Dan pagi tadi saya sadar: saya bahkan tidak tahu nama aslinya. Tetapi saya mengingat keberadaannya.
Saya bekerja di dunia yang sangat pandai mengukur hal yang mudah diukur. Revenue per kuartal. Market share. Employee engagement score. Setiap orang punya title. Setiap title punya level. Setiap level punya angka kompensasi. Sistem ini konsisten, dapat diverifikasi, dan menjadi dasar keputusan bernilai miliaran.
Tetapi ada satu hal yang tidak bisa dibaca oleh semua sistem itu.
Dua orang bisa memiliki title yang identik, budget yang sama, tim yang sebanding. Satu meninggalkan organisasi dan orang-orang di dalamnya bernapas lega. Satu meninggalkan organisasi dan ada yang menangis โ bukan karena kehilangan kapasitas, tapi karena kehilangan orang.
Spreadsheet tidak bisa membedakan itu. Tapi semua orang di dalam ruangan itu bisa merasakannya.
Ada orang yang setiap kali hadir membuat ruangan jadi lebih sehat โ percakapan lebih jujur, keputusan lebih berani, orang-orang lebih berani mengatakan yang sebenarnya. Ada juga yang setiap kali naik jabatan membuat organisasi makin penuh ketakutan. Meeting makin banyak. Yang dikatakan dalam meeting makin sedikit yang sungguhan.
Perbedaan itu tidak muncul di annual report.
Kalau saya gambarkan ini sebagai grafik, ada dua sumbu.
Sumbu vertikal: jabatan, kekayaan, pengaruh, status sosial. Manusia dilatih sejak dini untuk mendaki ini. Rapor, ranking universitas, jalur karir โ semua adalah latihan untuk naik secara vertikal.
Sumbu horizontal: waktu. Ia berjalan terus tanpa pengecualian. Ujungnya adalah kematian. Tidak ada yang lolos dari sumbu ini, tidak peduli seberapa tinggi posisi seseorang di sumbu yang pertama.
Setiap manusia bergerak menuju satu titik akhir koordinat. Yang berbeda hanya di mana mereka berhenti โ dan apa yang tertinggal di sana.
Ada variabel ketiga yang hampir tidak pernah dibahas: ukuran dari titik itu sendiri. Seberapa besar jejak yang tersisa ketika koordinat akhir tercapai. Dalam kerangka Human Legacy Mapping, ini yang disebut bubble โ representasi dari moral dan spiritual legacy. Dampak. Kebaikan yang ditinggalkan. Nilai yang tidak bisa berpindah tangan melalui dokumen hukum.
Dan ukurannya tidak ditentukan oleh seberapa tinggi sumbu Y seseorang.
Lanjut part 2
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2๐1๐1