Ask The Experts
1.81K subscribers
4.73K photos
414 videos
188 files
2.91K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo πŸ‡²πŸ‡¨

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
Pertumbuhanmu Ditentukan oleh Caramu Merespon Situasi 🀝

Oleh: Hasanudin Abdurahkman

Lulus kuliah tahun 1994, saya bekerja di sebuah BUMN kontraktor pertambangan minyak. Baru beberapa bulan bekerja, saya dipecat. Saya melakukan kesalahan, tidak disiplin, sehingga terjadi kecelakaan.

Waktu itu ada 2 pendapat tentang saya. Trainer saya, expatriat dari Perancis menilai kesalahan saya bisa dimaafkan, saya tidak perlu dipecat. Tapi Engineer in Cheif yang memimpin tim di lapangan merekomendasikan agar saya dipecat.

Waktu itu saya marah. Saya menyalahkan Engineer in Chief, yang menurut saya tidak bertenggang rasa. Tapi sampai di suatu titik saya harus menerima kenyataan. Saya marah pun tidak mengubah keadaan. Lagipula, secara fakta memang nyata-nyata saya melakukan kesalahan. Dia hanya menjalankan tugas dia sebagai pimpinan.

Saya lalu menerima kenyataan itu, berhenti meratapinya.

Saat mulai kuliah S2 di Jepang profesor pembimbing saya bukan orang yang ramah. Ia meremehkan orang Asia Tenggara yang dia anggap pemalas. Karena cara pandang begitu, setiap ada kesalahan kecil yang saya lakukan, dia marah secara berlebihan. Suasana riset saya sangat tidak nyaman.

Tapi saya bertahan, terus memperbaiki diri. Perlahan pandangan profesor saya berubah. Dari meremehkan, dia jadi mengandalkan saya. Saat saya baru tahun pertama S3, dia menawarkan kesempatan post-doctoral, yang sebenarnya baru relevan setelah saya selesai kuliah S3 kelak, 3 tahun kemudian. Saat dia pensiun, dalam tulisan kenangan di bulletin kampus, dia menulis tentang peran saya dalam karir dia. Hingga kini kami masih berkomunikasi dan sesekali bertemu.

Dalam dunia kerja kita tidak selalu bertemu dengan orang yang menyenangkan. Itulah kenyataan yang harus kita hadapi. Dunia memang tak selalu ramah pada kita.

Sebenarnya soal menyenangkan atau tidak itu hanya soal setting di otak kita. Otak kita merespon hal-hal yang sifatnya permukaan dengan cepat. Kata-kata kasar, wajah cemberut, dan sebagainya kita respon sebagai hal yang tidak menyenangkan. Tapi apakah hal-hal yang tidak menyenangkan itu berasal dari sesuatu yang buruk? Belum tentu.

Ada orang yang perilakunya tidak menyenangkan karena ia buruk. Ia korup, nepotis, suka dijilat, arogan, dan sebagainya. Tapi tidak selalu begitu. Ada orang yang tidak menyenangkan karena ia memegang prinsip. Ia ingin menegakkan disiplin, dan tidak memberi toleransi pada pelanggaran.

Fokus kita sebenarnya bukan pada perasaan kita, bukan pada senang atau tidak. Tapi pada pertumbuhan kita. Senang atau tidak itu sebenarnya pilihan, kalau kita mau mengendalikannya. Orang yang mampu mengendalikannya, disebut orang proaktif. Yang tidak mampu mengendalikan, akhirnya dikendalikan oleh perasaannya. Itu yang disebut orang reaktif.

Kalau kita fokus pada pertumbuhan, maka kita akan menyingkirkan rasa tidak senang tadi, dan mencari substansi-substansi pembelajaran dari pengalaman interaksi kita dengan orang lain. Dalam hal kedua orang yang saya ceritakan tadi, pada dasarnya keduanya orang baik. Tapi mereka bukan orang yang menyenangkan.

Banyak orang larut dalam keadaan menyenangkan. Atasan "baik" tidak pernah marah, tidak pernah menegur. Akibatnya, setiap kesalahan dimaafkan. Tanpa sadar orang itu tumbuh dengan membangun kebiasaan-kebiasaan buruk, yang pada suatu titik menjadi sangat sulit untuk diubah.

Orang cenderung suka mengeluh, meratap saat mendapat pengalaman tidak menyenangkan. Sumber ratapan adalah orang yang memperlakukan dia secara tidak menyenangkan. Ia lalu lupa pada subtansi, bahwa ada kesalahan yang harus dia koreksi.

Fokuslah pada pertumbuhan. Dalam setiap kejadian tidak menyenangkan temukan titik di mana kita harus melakukan koreksi. Kontribusi kesalahan orang lain dalam kejadian itu bisa saja ada. Tapi bukan urusan kita. Urusan kita adalah bagaimana agar kita tidak berkontribusi membuat kesalahan.

Tumbuhlah menjadi lebih baik dari setiap kejadian yang tidak menyenangkan.

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❀3πŸ™1
Oleh: Iwan Kusworo

Selamat Pagi, Sahabat! Dalam diskusi semalam, seorang rekan ada berbagi tentang dilema yang dihadapi ketika harus "let go" karyawan karena kondisi finansial perusahaan yang kurang baik.

Saya tertarik menyoroti tentang layoff yang terjadi di banyak perusahaan teknologi belakangan ini. Mulai dari Meta, Microsoft, Amazon, atau Oracle.

Menariknya, perusahaan-perusahaan ini tidak sedang dalam kesulitan finansial. Nyatanya, mereka masih tetap melakukan rekrutmen.

Yang terjadi adalah bahwa mereka sedang bertransformasi dan merubah fokus bisnisnya ke arah lain seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi AI.

Fokus bisnis yang berubah ini membutuhkan orang-orang dengan skillset yang berbeda pula. Dengan kata lain, karyawan yang mereka miliki saat ini secara skillset sudah "tidak relevan lagi" dengan arah bisnis yang mereka tuju sehingga harus "dilepas."

Mereka yang tidak bisa beradaptasi akan jadi kandidat utama untuk digantikan dengan orang-orang baru yang memiliki kemampuan yang dibutuhkan.

Bayangkan saja, skill programming yang mungkin dalam 5-10 tahun terakhir "merajai," tiba-tiba sebegitu mudahnya digantikan oleh AI (GitHub Copilot dan kawan-kawannya).

Pesan saya buat teman-teman di sini yang baru memulai karir: selalu miliki growth mindset, tumbuhkan rasa ingin tahu, pelajari skill dan keterampilan baru, sediakan waktu untuk terus belajar.

Saya selalu suka dan setuju dengan kalimat penutup di setiap video-nya Pak Rhenald Kasali:

"Stay relevant!"

Buku apa yang sedang Anda baca hari ini?

#INISIATIF
❀1πŸ™1
Pendaftar Lomba-lomba ATE Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan Tahun 2026

Family 100 = 163 tim (652 peserta) πŸ†

Data by name dapat dicek Klik Di sini
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Pendaftar Lomba-lomba ATE Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan Tahun 2026

Number Detective = 156 pasang/ tim (312 peserta) πŸ†

Data by name dapat dicek Klik Di sini
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Pendaftar Lomba-lomba ATE Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan Tahun 2026

Ranking 1 = 299 peserta πŸ†

Data by name dapat dicek Klik Di sini
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Awalnya kita semua mengira…
β€œAh, paling pesertanya sama kayak tahun lalu” Ternyata? πŸ‘€
Di luar ekspektasi, tahun 2026 ini tembus 1.107 peserta SelindoπŸ”₯πŸ‡²πŸ‡¨

Dari situ kita sadar, kalau masih mau coba pakai skema lama, kompetisinya bisa jadi terlalu panjang dan melelahkan (bahkan bisa-bisa sampai akhir tahun πŸ˜…). Nah, biar tetap fun & meaningful buat semua, harus ada yang di-upgrade. Makanya di 2026 ini ATE coba hadirkan Babak Seleksi Awal, sebuah babak awal untuk menyaring dan menghadirkan tim-tim terbaik yang siap bertarung di babak utama. Yuk cek info lengkapnya di infografis πŸš€

πŸ“± Stay tuned di Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1


#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Btw, Data by name seluruh peserta lomba dapat dicek Klik Di sini

Adapun pembagian Batch dan jadwal Babak Seleksi Awal untuk seluruh tim akan diumumkan kemudian

Terlampir Link Simulasi Babak Seleksi Awal Family 100 (silakan diujicoba)
https://forms.cloud.microsoft/r/A5ZWgS6ApD

Terlampir Link Simulasi Babak Seleksi Awal Number Detective (silakan diujicoba)
https://forms.cloud.microsoft/r/tLQgWT4Hs5
MEMBANGUN BISNIS DENGAN HATI β™₯️

Oleh: Ronald Satria

Banyak pemimpin yang terjebak dalam mitos bahwa untuk mencapai performa tinggi, kita harus bersikap dingin, kaku, dan hanya bicara soal angka. Kita mengejar KPI hingga lupa bahwa di balik angka-angka tersebut, ada manusia yang menggerakkannya.

Jika karyawan merasa diperlakukan seperti mesin, jangan kaget jika layanan mereka kepada pelanggan juga terasa kaku dan tanpa jiwa.

Inilah saatnya kita melakukan perubahan paradigma melalui konsep The LOVE Cultured Organization (LCO).

1. Urgensi: Mengapa Harus Sekarang?
Data dari Gallup menunjukkan bahwa perusahaan dengan tingkat employee engagement yang tinggi (berbasis budaya peduli) memiliki profit 21% lebih tinggi. Sebaliknya, riset O.C. Tanner mengungkap alasan pahit: 79% karyawan yang berhenti menyebut "kurangnya apresiasi" sebagai faktor utama.
Kepemimpinan modern bukan lagi soal mengelola proses, tapi mengelola manusia. Saat kita mengabaikan sisi kemanusiaan, kita sedang membakar biaya produktivitas melalui burnout dan tingginya angka turnover.

2. Belajar dari "Green Apron Magic" Anthony Cottan
Mari kita lihat kesuksesan Starbucks di Indonesia. Anthony Cottan tidak hanya menjual kopi; beliau membangun "The Third Place"β€”tempat ketiga setelah rumah dan kantor.

Rahasianya? Empowered Kindness.

Barista diberikan otonomi untuk mengganti minuman yang tumpah atau menghibur pelanggan yang sedih tanpa perlu birokrasi rumit. Ritual menulis nama di gelas pun bukan sekadar sistem operasional, melainkan bentuk pengakuan identitas.
Pelajaran pentingnya: Saat tim merasa "dicintai" oleh organisasinya, mereka akan membagikan cinta itu kepada pelanggan secara otomatis. Kebaikan adalah mesin pertumbuhan yang nyata.

3. Mengenal 4 Pilar "LOVE" dalam Kepemimpinan
Untuk membangun budaya ini, kita perlu menurunkan konsep "Love" ala Anthony Cottan menjadi langkah operasional yang konkret:

β€’ L - LISTEN (Mendengarkan): Bukan sekadar menunggu giliran bicara, tapi mendengar dengan niat untuk memahami beban dan tantangan tim.

β€’ O - OPEN (Terbuka): Menciptakan ruang aman. Transparansi membangun kepercayaan, sehingga tim berani jujur saat melakukan kesalahan atau memberikan ide gila.

β€’ V - VALUE (Menghargai): Memberikan apresiasi yang spesifik pada perilaku, bukan sekadar hasil akhir. Contoh: "Saya menghargai caramu tetap tenang saat menangani komplain pasien tadi pagi."

β€’ E - EXCEED (Melampaui): Bagaimana kita bisa melampaui ekspektasi? Di klinik, ini bisa sesederhana menghangatkan stetoskop sebelum menyentuh kulit pasien. Detail kecil inilah yang menciptakan emosi.

4. Bagaimana Memulainya Besok Pagi?
Budaya organisasi adalah cerminan perilaku pemimpinnya. Anda tidak perlu menunggu perubahan besar.

Mulailah dari rutinitas harian:
1. Morning Huddle: Tanyakan kondisi manusia di depan Anda sebelum menanyakan target tugas mereka.
2. Feedback Loop: Berikan masukan dengan semangat kasih sayang untuk memperbaiki, bukan hukuman untuk menjatuhkan.

Kepemimpinan bukan tentang menjadi yang terdepan atau yang paling berkuasa. Kepemimpinan adalah tentang bagaimana kita menjaga dan menumbuhkan mereka yang ada di belakang kita.

#INISIATIF
πŸ’―2πŸ†1
Webinar Managed Care
Value-Based Healthcare dan Outcome Measurement Membangun layanan berbasis nilai: Risk adjustment, di Rumah Sakit Indonesia.
Ikuti webinar Managed Care PAMJAKI Edisi Kelima dengan tema Value-Based Healthcare dan Outcome Measurement
πŸ“… Sabtu, 09 Mei 2026
⏰ 10.00 - 11.30 WIB
πŸŽ™οΈ Speaker :
1. dr. Taufik Hidayat, MM., AAK
2. Dr Sigit Riyarto M.Kes AAK
3. ⁠3.Dr.dr. Mahesa Paranadipa M, MH, MARS

Moderator: dr. A Mahathir Anas

πŸ’» Link zoom:
https://bit.ly/JoinZoomMeeting-Ed-Ke5
πŸ’» Virtual Background
https://bit.ly/VB-WebinarMC-Edisi-5

GRATIS!
Bagi yang ingin mendapatkan e-sertifikat, biaya registrasi IDR 50.000

Daftar sekarang :https://bit.ly/Registrasi-WebinarMC-Edisi-5

#healthinsurance #pamjaki #gelar
Teknis dan Tips lolos Babak Seleksi Awal bisa dicek disini yah: https://t.me/c/1287712664/211631

Data by name seluruh peserta lomba dapat dicek Klik Di sini

Terlampir Link Simulasi Babak Seleksi Awal Family 100 (silakan diujicoba)
https://forms.cloud.microsoft/r/A5ZWgS6ApD

Terlampir Link Simulasi Babak Seleksi Awal Number Detective (silakan diujicoba)
https://forms.cloud.microsoft/r/tLQgWT4Hs5
BATCH 1 (HANYA AKAN ADA 8 TIM YANG LOLOS KE BABAK UTAMA)

Kamis, 7 Mei 2026 (16.20 -16.30 WIB)

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”

1. YEBA CINO BARBAR
Kantor Pusat
Yoga Grahito (Kepala bagian Rumah Tangga KP)
a. Eco Silalahi (Staf Rumah Tangga KP)
b. Briam Abdullah (Staf Rumah Tangga KP)
c. Agung Widyanto Nugroho (Staf Perencanaan dan Evaluasi pengadaan)

2. Salak Berduri
Kepwil 1
Aldyansyah (Staf SDM & Umum KC Padangsidimpuan)
a. Hilman Wafi Nugroho (PATT SDM & Umum KC Padangsidimpuan
b. Rina Febriyanti (PATT Komunikasi & Kesekretariatan KC Padangsidimpuan)
c. Alwi Safriansyah Lubis (PATT Penagihan KC Padangsidimpuan)

3. THE GIFTED

Kepwil 1
REVINA NATALYA BR KARO UJUNG (PATT PENAGIHAN KC MEDAN)
a. Farhan Dannovan Pulungan (PATT Penagihan KC Medan)
b. Syifa Febria (PATT Penagihan KC Medan)
c. Aisyah Maharani Simamora (PATT Penagihan KC Medan)

4. Matcha Lova
Kepwil 2
Maya Satriani Ayuningtyas (Staf Komsek KC Batam)
Frans Firnando - Admin Kepser KC Batam
Miranda Ramadhanty - PATT Frontliner KC Batam
Sri Hastuti - Verifikator KC Batam

5. Bareh Solok

Kepwil 2
Roef Efindro (Staf UPK KC Solok)
a. Ilma Hudalina Fumasa (Staff Perencanaan dan Pembukuan KC Solok)
b. Khotima Permata Sari (Verifikator Klaim KC Solok)
c. Augia Hallifa Pratiwi Zelfi (SPMPF Kab. Solok Selatan)

6. Money Hunter
Kepwil 2
Muhammad Zulfikar (PATT PEMERIKSAAN KC MUARA BUNGO)
A. Elviza Rahmi (Staf Pembukuan KC Muara Bungo)
B. Alif Alfarabi.B (PATT Telekolekting KC Muara Bungo)
C. Siti Munawaroh (PATT Telekolekting KC Muara Bungo)

7. Yayaya Boombayah
Kepwil 3
Afif Nasution (PATT Penagihan KC Prabumulih)
A. Kalista Zhafira (PATT RO KC Prabumulih)
B. Deka Arensa (PATT Komsek KC Prabumulih)
C. Putria Friti Ichsani (PATT RO KC Prabumulih)

8. Anti Boncos Club
Kepwil 3
Ria Kemala Dewi (Kasir)
a. Della Ade (Staf PK)
b. Ulis Veraleka (Staf PK)
c. Yulina Gemala (Analis PK)

9. Yang Penting Yakin
Kepwil 4
Melani Tania Wijaya (PATT Frontliner)
Melani Tania Wijaya, Yohana Dwita Lidya, Yulia Indah Rahmawati, Ghuri Ghuryani

10. Merampot
Kepwil 4
Devi Rianti Sari (Staf Perencanaan dan Pembukuan)
1. Tuti Maisaroh (Kasir)
2. Dwiki Fahlevi (Staf Penagihan)
3. Merly Valentin (Staf Kepesertaan dan Penagihan Kabupaten Sanggau)

11. AADD
Kepwil 5
Ade Ally Rizky (PATT Telekolekting KC Cimahi)
Andi Iza Abelya F.S (PATT Telekolekting KC Cimahi)
Demita Dwi Rahayu (PATT Telekolekting KC Cimahi)
Dewina Alviani (PATT Telekolekting KC Cimahi)

12. Prikitiew
Kepwil 6
Rusdan Radifan (Staf Administrasi Kepesertaan KC Ungaran)
a. Hercahya Bangun Pratama (Staf Administrasi Kepesertaan KC Ungaran)
b. Mita Adelia Janati (PATT Administrasi Kepesertaan KC Ungaran)
c. Zinedine Avien Ryanar Putri (PATT Administrasi Kepesertaan KC Ungaran)

13. LEMBU PETENG
Kepwil 7
Hardi Ariawan (Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan)
Eko Prasetyo Utomo (Koordinator Frontliner)
Mei Risna Fadilah Muharrom (PATT Frontliner)
Mariska Sofya (PATT Frontliner)

14. SIBUDI (Sing penting budal disek)
Kepwil 7
Weni Srimaharani Wahyono (Staf Komsek KC Surabaya)
a. Melin Dwi Safitri (PATT Komsek KC Surabaya)
b. Villa Nur Avida Aprilianti (PATT SDMU KC Surabaya)
c. Hani Listya Anindita (Staf SDMU KC Surabaya)

15. Fiery SquadπŸ”₯
Kepwil 8
Hafid Mahesa Romulo (Staf SDM dan Umum KC Sampit)
a. Martha Lidya Roberta (Verifikator Klaim KC Sampit)
b. Elysabeth Silfia (Staf Kerja Sama Faskes KC Sampit)
c. Putri Meliana Ariani (PATT RO KC Sampit)

16. Tonrangeng Rangers
Kepwil 9
Dewi Purnamasakty (PATT)
a. Resti Alfina Safar (PATT SDM dan Umum KC Parepare)
b. Gabrillyanilam Agata (PATT Edukasi dan Penanganan Pengaduan Rumah Sakit KC Parepare)
c. Andi Indah Fajrina (PATT Frontliner KC Parepare)

17. Rompi Hijau
Kepwil 9
Aida Ramadani (PATT EP3RS KC Makassar)
a. Reski Aditia
b. Aidah Lutfiah
c. Riska Nurfadillah

18. Nyiur Melambai
Kepwil 10
Ngurifatul Khoiriyah (RO KCU Manado)
Stacey Loway (RO)
Astri Assa (Staff Administrasi)
Resa Sekeon (PATT RO)
BATCH 1 (HANYA AKAN ADA 8 TIM YANG LOLOS KE BABAK UTAMA)

Kamis, 7 Mei 2026 (16.20 -16.30 WIB)

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”

19. Enamora Enjoy
Kepwil 11
Pasek Aries Hendra Sidartha (Kasir KC Ende)
a. Desius Adrian V W Tade (Staf Perencanaan dan Pembukuan KC Ende)
b. Nasrul Zakaria (Staf Pemeriksa KC Ende)
c. Markus Mira (Staf Penagihan KC Ende)

20. RAMA SQUAD
Kepwil 12
Syahriani Ramadhani (PATT Frontliner KC Jayapura)
a. Tri Agatha Manullang (PATT Relationship Officer KC Jayapura)
b. Miftah Wulan (PATT Komsek KC Jayapura)
c. Alysa Maharani (PATT Telekolekting KC Jayapura)