Ask The Experts
1.81K subscribers
4.73K photos
414 videos
188 files
2.91K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo πŸ‡²πŸ‡¨

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
Kepwil 3 dan Kepwil 4 (Ranking 1)
❀2πŸ”₯1
Kepwil 5 dan Kepwil 6 (Ranking 1)
Kepwil 7 dan Kepwil 8 (Ranking 1)
Kepwil 9 (Ranking 1)
Kepwil 10, Kepwil 11, dan Kepwil 12 (Ranking 1)
πŸ”₯1
Last Day. Update pendaftar Lomba-lomba ATE Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan Tahun 2026

Number Detective = 88 Tim/ Pasang (176 peserta) πŸ†

Last update Kamis, 30 April 2026
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
KP, Kepwil 1, dan Kepwil 2 (Number Detective)
Kepwil 3, Kepwil 4, Kepwil 5, Kepwil 6, Kepwil 7, dan Kepwil 8 (Number Detective)
Kepwil 9 ,Kepwil 10, Kepwil 11, dan Kepwil 12 (Number Detective)
Cerita seperti ini adalah pengingat kalau apa yang semua Duta BPJS Kesehatan telah kerjakan itu bukan hanya sekadar sistem, tapi benar-benar terbukti telah menghadirkan rasa aman bagi banyak orang πŸ‡²πŸ‡¨

#BanggaJadiDutaBPJS
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❀6πŸ‘63πŸ₯°1
πŸ˜‚πŸ€£πŸ₯²β˜ΊοΈπŸ˜ŠπŸ™‚

Kerja keras boleh, tapi sampai tumbang? Jangan. Di tengah rutinitas yang nggak ada pause, banyak dari kita lupa kalau produktif itu bukan soal seberapa sibuk, tapi seberapa sadar kita mengelola energi. Webinar ATE kali ini bakal ngebahas konsep Mindful Hustle, gimana tetap ngegas tanpa harus ngorbanin kesehatan mental. Karena kerja jalan itu penting, tapi mental tetap aman itu wajib πŸ₯³

Di kelas ini, kamu akan diajak memahami cara kerja tanpa burnout, mengenali batas diri, dan membangun ritme kerja yang lebih sehat dan sustain. Biar nggak cuma kejar target, tapi juga tetap waras sepanjang perjalanan. Yuk, upgrade cara kerjamu jadi lebih mindful πŸ‘

πŸ“± Stay tuned di Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1


🎁 Ilmu + 2 JP + Doorprize (3 orang beruntung di sesi kelas)

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Pertumbuhanmu Ditentukan oleh Caramu Merespon Situasi 🀝

Oleh: Hasanudin Abdurahkman

Lulus kuliah tahun 1994, saya bekerja di sebuah BUMN kontraktor pertambangan minyak. Baru beberapa bulan bekerja, saya dipecat. Saya melakukan kesalahan, tidak disiplin, sehingga terjadi kecelakaan.

Waktu itu ada 2 pendapat tentang saya. Trainer saya, expatriat dari Perancis menilai kesalahan saya bisa dimaafkan, saya tidak perlu dipecat. Tapi Engineer in Cheif yang memimpin tim di lapangan merekomendasikan agar saya dipecat.

Waktu itu saya marah. Saya menyalahkan Engineer in Chief, yang menurut saya tidak bertenggang rasa. Tapi sampai di suatu titik saya harus menerima kenyataan. Saya marah pun tidak mengubah keadaan. Lagipula, secara fakta memang nyata-nyata saya melakukan kesalahan. Dia hanya menjalankan tugas dia sebagai pimpinan.

Saya lalu menerima kenyataan itu, berhenti meratapinya.

Saat mulai kuliah S2 di Jepang profesor pembimbing saya bukan orang yang ramah. Ia meremehkan orang Asia Tenggara yang dia anggap pemalas. Karena cara pandang begitu, setiap ada kesalahan kecil yang saya lakukan, dia marah secara berlebihan. Suasana riset saya sangat tidak nyaman.

Tapi saya bertahan, terus memperbaiki diri. Perlahan pandangan profesor saya berubah. Dari meremehkan, dia jadi mengandalkan saya. Saat saya baru tahun pertama S3, dia menawarkan kesempatan post-doctoral, yang sebenarnya baru relevan setelah saya selesai kuliah S3 kelak, 3 tahun kemudian. Saat dia pensiun, dalam tulisan kenangan di bulletin kampus, dia menulis tentang peran saya dalam karir dia. Hingga kini kami masih berkomunikasi dan sesekali bertemu.

Dalam dunia kerja kita tidak selalu bertemu dengan orang yang menyenangkan. Itulah kenyataan yang harus kita hadapi. Dunia memang tak selalu ramah pada kita.

Sebenarnya soal menyenangkan atau tidak itu hanya soal setting di otak kita. Otak kita merespon hal-hal yang sifatnya permukaan dengan cepat. Kata-kata kasar, wajah cemberut, dan sebagainya kita respon sebagai hal yang tidak menyenangkan. Tapi apakah hal-hal yang tidak menyenangkan itu berasal dari sesuatu yang buruk? Belum tentu.

Ada orang yang perilakunya tidak menyenangkan karena ia buruk. Ia korup, nepotis, suka dijilat, arogan, dan sebagainya. Tapi tidak selalu begitu. Ada orang yang tidak menyenangkan karena ia memegang prinsip. Ia ingin menegakkan disiplin, dan tidak memberi toleransi pada pelanggaran.

Fokus kita sebenarnya bukan pada perasaan kita, bukan pada senang atau tidak. Tapi pada pertumbuhan kita. Senang atau tidak itu sebenarnya pilihan, kalau kita mau mengendalikannya. Orang yang mampu mengendalikannya, disebut orang proaktif. Yang tidak mampu mengendalikan, akhirnya dikendalikan oleh perasaannya. Itu yang disebut orang reaktif.

Kalau kita fokus pada pertumbuhan, maka kita akan menyingkirkan rasa tidak senang tadi, dan mencari substansi-substansi pembelajaran dari pengalaman interaksi kita dengan orang lain. Dalam hal kedua orang yang saya ceritakan tadi, pada dasarnya keduanya orang baik. Tapi mereka bukan orang yang menyenangkan.

Banyak orang larut dalam keadaan menyenangkan. Atasan "baik" tidak pernah marah, tidak pernah menegur. Akibatnya, setiap kesalahan dimaafkan. Tanpa sadar orang itu tumbuh dengan membangun kebiasaan-kebiasaan buruk, yang pada suatu titik menjadi sangat sulit untuk diubah.

Orang cenderung suka mengeluh, meratap saat mendapat pengalaman tidak menyenangkan. Sumber ratapan adalah orang yang memperlakukan dia secara tidak menyenangkan. Ia lalu lupa pada subtansi, bahwa ada kesalahan yang harus dia koreksi.

Fokuslah pada pertumbuhan. Dalam setiap kejadian tidak menyenangkan temukan titik di mana kita harus melakukan koreksi. Kontribusi kesalahan orang lain dalam kejadian itu bisa saja ada. Tapi bukan urusan kita. Urusan kita adalah bagaimana agar kita tidak berkontribusi membuat kesalahan.

Tumbuhlah menjadi lebih baik dari setiap kejadian yang tidak menyenangkan.

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❀3πŸ™1
Oleh: Iwan Kusworo

Selamat Pagi, Sahabat! Dalam diskusi semalam, seorang rekan ada berbagi tentang dilema yang dihadapi ketika harus "let go" karyawan karena kondisi finansial perusahaan yang kurang baik.

Saya tertarik menyoroti tentang layoff yang terjadi di banyak perusahaan teknologi belakangan ini. Mulai dari Meta, Microsoft, Amazon, atau Oracle.

Menariknya, perusahaan-perusahaan ini tidak sedang dalam kesulitan finansial. Nyatanya, mereka masih tetap melakukan rekrutmen.

Yang terjadi adalah bahwa mereka sedang bertransformasi dan merubah fokus bisnisnya ke arah lain seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi AI.

Fokus bisnis yang berubah ini membutuhkan orang-orang dengan skillset yang berbeda pula. Dengan kata lain, karyawan yang mereka miliki saat ini secara skillset sudah "tidak relevan lagi" dengan arah bisnis yang mereka tuju sehingga harus "dilepas."

Mereka yang tidak bisa beradaptasi akan jadi kandidat utama untuk digantikan dengan orang-orang baru yang memiliki kemampuan yang dibutuhkan.

Bayangkan saja, skill programming yang mungkin dalam 5-10 tahun terakhir "merajai," tiba-tiba sebegitu mudahnya digantikan oleh AI (GitHub Copilot dan kawan-kawannya).

Pesan saya buat teman-teman di sini yang baru memulai karir: selalu miliki growth mindset, tumbuhkan rasa ingin tahu, pelajari skill dan keterampilan baru, sediakan waktu untuk terus belajar.

Saya selalu suka dan setuju dengan kalimat penutup di setiap video-nya Pak Rhenald Kasali:

"Stay relevant!"

Buku apa yang sedang Anda baca hari ini?

#INISIATIF
❀1πŸ™1
Pendaftar Lomba-lomba ATE Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan Tahun 2026

Family 100 = 163 tim (652 peserta) πŸ†

Data by name dapat dicek Klik Di sini
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Pendaftar Lomba-lomba ATE Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan Tahun 2026

Number Detective = 156 pasang/ tim (312 peserta) πŸ†

Data by name dapat dicek Klik Di sini
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Pendaftar Lomba-lomba ATE Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan Tahun 2026

Ranking 1 = 299 peserta πŸ†

Data by name dapat dicek Klik Di sini
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Awalnya kita semua mengira…
β€œAh, paling pesertanya sama kayak tahun lalu” Ternyata? πŸ‘€
Di luar ekspektasi, tahun 2026 ini tembus 1.107 peserta SelindoπŸ”₯πŸ‡²πŸ‡¨

Dari situ kita sadar, kalau masih mau coba pakai skema lama, kompetisinya bisa jadi terlalu panjang dan melelahkan (bahkan bisa-bisa sampai akhir tahun πŸ˜…). Nah, biar tetap fun & meaningful buat semua, harus ada yang di-upgrade. Makanya di 2026 ini ATE coba hadirkan Babak Seleksi Awal, sebuah babak awal untuk menyaring dan menghadirkan tim-tim terbaik yang siap bertarung di babak utama. Yuk cek info lengkapnya di infografis πŸš€

πŸ“± Stay tuned di Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1


#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM