Ask The Experts
1.81K subscribers
4.73K photos
414 videos
188 files
2.91K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
Kartini hari iniโ€ฆ ada di sekitar kita. Semangatnya terus hidup dalam perempuan-perempuan hebat yang hari ini berkarya di BPJS Kesehatan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat ๐Ÿฅฐ

Mereka hadir dalam berbagai peran, menjalankan tanggung jawab dengan dedikasi, ketulusan, dan komitmen untuk melayani. Setiap langkah kecil yang dilakukan, menjadi bagian dari upaya besar menghadirkan akses kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Selamat Hari Kartini ๐ŸŒผ
Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh perempuan hebat di BPJS Kesehatan yang terus berkontribusi dan menginspirasi

Kartini hebat BPJS Kesehatan mana suaranya? yukkk sharing di sini๐Ÿ‘‡
https://www.instagram.com/p/DXZBWuyiZAV/?igsh=MWViaHNtMGNnOWt0ZQ==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Masih dalam semangat Hari Kartini. Ijin share tulisan dari salah satu Leader kita di BPJS Kesehatan yang berbagi kisah tentang Bundo Siti Rohana Kudus, sosok perempuan hebat yang kisahnya tetap relevan sampai sekarang ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

Semoga inspirasinya bisa jadi tambahan bahan bakar semangat bagi kita semua untuk terus melangkah dan berkarya ๐Ÿ”ฅ

Silakan ๐Ÿ‘‡
https://telegra.ph/Mengenal-lebih-dekat-Bundo-Siti-Rohana-Kudus-04-21

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2
๐Ÿ˜‚๐Ÿคฃ๐Ÿฅฒโ˜บ๏ธ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™‚

Kerja keras boleh, tapi sampai tumbang? Jangan. Di tengah rutinitas yang nggak ada pause, banyak dari kita lupa kalau produktif itu bukan soal seberapa sibuk, tapi seberapa sadar kita mengelola energi. Webinar ATE kali ini bakal ngebahas konsep Mindful Hustle, gimana tetap ngegas tanpa harus ngorbanin kesehatan mental. Karena kerja jalan itu penting, tapi mental tetap aman itu wajib ๐Ÿฅณ

Di kelas ini, kamu akan diajak memahami cara kerja tanpa burnout, mengenali batas diri, dan membangun ritme kerja yang lebih sehat dan sustain. Biar nggak cuma kejar target, tapi juga tetap waras sepanjang perjalanan. Yuk, upgrade cara kerjamu jadi lebih mindful ๐Ÿ‘

๐Ÿ“ฑ Stay tuned di Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1


๐ŸŽ Ilmu + 2 JP + Doorprize (3 orang beruntung di sesi kelas)

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ””๐Ÿ””๐Ÿ””๐Ÿ””

Kerjaan numpuk, tuntutan datang dari mana-mana, belum lagi drama relasi di rumah atau di kantor, rasanya capeknya bukan cuma fisik, tapi juga mental. Tanpa sadar, kita jadi terus โ€œbertahanโ€ tanpa tahu batas. Padahal, menjaga kewarasan itu sama pentingnya dengan mengejar target. Di webinar ATE kali ini, kita bakal ngobrolin gimana caranya tetap mental balance di tengah tekanan relasi yang datang dari dua dunia sekaligus ๐Ÿซฃ

Di kelas ini, kamu akan diajak memahami tanda-tanda toxic relationship, cara mengelola emosi, sampai gimana menetapkan boundaries tanpa rasa bersalah. Karena kamu berhak punya ruang yang sehat, baik di rumah maupun di tempat kerja. Yuk, mulai jaga diri dari sekarang โค๏ธ

๐Ÿ“ฑ Stay tuned di Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1


๐ŸŽ Ilmu + 2 JP + Doorprize (3 orang beruntung di sesi kelas)

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Oleh: Muhammad Farid Maricar

Dari video pak Anies Baswedan ini, saya baru tahu definisi rasional. Rasional sering kali disalahpahami sebagai sesuatu yang kaku, dingin, dan jauh dari emosi. Padahal, rasional bukan berarti tanpa perasaan. Rasional adalah kemampuan untuk membandingkan, menimbang, dan memilih dengan sadar.

Kata โ€œrasionalโ€ sendiri berasal dari rasio, yang berarti perbandingan. Artinya, seseorang disebut rasional bukan karena ia selalu benar, tetapi karena ia mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan. Karena itu, saya ingin membahas dengan menggunakan bahasa saya sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebenarnya terus dihadapkan pada pilihan. Pilihan A atau B, setuju atau tidak, percaya atau meragukan. Namun, tidak semua orang benar-benar membandingkan sebelum memilih.

Di sinilah letak perbedaannya. Orang yang rasional akan bertanya beberapa hal, semisal apa konsekuensinya? Apa alternatifnya? Mana yang lebih masuk akal? Sementara orang yang tidak rasional cenderung langsung memilih tanpa proses berpikir yang cukup.

Pertanyaannya, apakah memilih berdasarkan perasaan, semisal pasangan, tidak bisa dikategorikan dengan rasional? Sedangkan kita punya preferensi untuk memiliki perasaan lebih condong pada A atau B?

Justru di sinilah letak menariknya. Memilih berdasarkan perasaan tidak otomatis menjadi tidak rasional. Yang membuatnya tidak rasional bukan karena ada perasaan, tetapi karena tidak ada proses membandingkan di baliknya.

Perasaan itu sendiri adalah bagian dari diri kita. Ia memberi sinyal semisal rasa nyaman atau tidak, cocok atau tidak, tenang atau gelisah. Masalahnya, banyak orang berhenti di situ. Mereka merasa cocok, lalu langsung memutuskan. Padahal, perasaan seharusnya menjadi input, hanya salah satu dari banyak variabel, bukan sebagai parameter utama untuk langsung memutusan keputusan akhir.

Misalnya dalam memilih pasangan. Kita bisa saja merasa lebih nyaman dengan seseorang. Itu wajar. Tapi orang yang rasional tidak berhenti di โ€œsaya merasa cocokโ€. Ia akan lanjut dengan pertanyaan semisal :

1. Apakah nilai hidup kami sejalan?
2. Bagaimana cara dia menyelesaikan masalah?
3. Apa konsekuensi jangka panjangnya?

Dengan begitu, perasaan tetap ada, tapi diolah. Berbeda dengan kondisi ketika seseorang memilih hanya karena โ€œsaya sukaโ€, tanpa mau melihat alternatif lain, tanpa mau mempertimbangkan risiko, tanpa mau membandingkan, maka di situlah keputusan menjadi tidak rasional. Bukan karena ada perasaan, tapi karena perasaan dibiarkan mengambil alih tanpa pikir panjang.

Menariknya, dalam banyak keputusan penting di hidup, justru kombinasi antara perasaan dan rasionalitaslah yang paling kuat. Perasaan membantu kita memahami apa yang penting bagi diri kita, sementara rasionalitas membantu memastikan bahwa pilihan itu masuk akal untuk dijalani dalam jangka panjang atau tidak.

Jadi, mungkin yang perlu diubah bukanlah โ€œjangan pakai perasaanโ€, melainkan jangan berhenti di perasaan. Karena pada akhirnya, rasional bukan tentang menjadi dingin tanpa emosi, tapi tentang memastikan bahwa setiap keputusan, termasuk yang melibatkan perasaan, tetap melalui proses berpikir yang sadar.

Wallahu 'alam bish showab

#INISIATIF
Efisiensi bukan sekadar hemat, tapi cara kita bekerja lebih bijak ๐Ÿ˜‡

Di BPJS Kesehatan, efisiensi operasional adalah budaya. Bukan mengurangi kualitas, tapi memastikan energi, waktu, dan sumber daya digunakan untuk hasil yang optimal sekaligus berkelanjutan ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

Bagaimana denganmu? yuk share ๐Ÿ‘‡
https://www.instagram.com/p/DXeG_GQCTwU/?igsh=dnl5Nmx2czI4eXJ4
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
WATAK ASLI SESEORANG AKAN TERLIHAT SAAT IA BERADA DALAM 5 KONDISI INI:

Watak sejati sering tidak terlihat saat keadaan nyaman, tetapi muncul saat hidup menguji. Lima kondisi ini membantu kita membaca karakter orang lain, sekaligus bercermin pada diri.

1. Under Pressure
Saat seseorang berada di bawah tekanan, watak aslinya muncul. Apakah tetap tenang, jujur, dan bijak, atau mudah menyakiti, menyalahkan, dan panik.

2. Holding Power
Ketika seseorang memiliki kuasa, terlihat isi batinnya. Kekuasaan sering menyingkap apakah ia rendah hati, adil, atau justru cenderung mengendalikan.

3. Facing Loss
Saat kehilangan sesuatu yang berharga, terlihat kedalaman jiwanya. Ada yang tumbuh dalam penerimaan, ada yang berubah keras, pahit, dan penuh kemarahan.

4. Receiving Criticism
Ketika menerima kritik, watak asli teruji.

Orang dewasa bertumbuh lewat masukan, sementara ego yang rapuh sering bereaksi defensif, menyerang, atau menolak belajar.

5. Having Nothing to Gain
Saat tak ada keuntungan yang bisa diperoleh, terlihat ketulusan seseorang.

Apakah ia tetap berbuat baik, atau hanya hadir ketika ada manfaat pribadi.

#INISIATIF #TGIF
๐Ÿ”ฅ4๐Ÿฅฐ3
๐Ÿš€๐Ÿš€๐Ÿš€๐Ÿš€๐Ÿš€

Siap adu cepat, adu kompak, dan adu strategi? Saatnya tunjukkan versi terbaikmu di Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan Tahun 2026 ๐ŸŽ‰๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

Seperti tahun-tahun sebelumnya, COMMIT Ask The Experts (ATE) kembali menghadirkan lomba seru, fun, dan meaningful khusus untuk seluruh Duta BPJS Kesehatan se-Indonesia yang selalu kompetitif dan penuh semangat. Lomba favorit tahunan seperti Ranking 1 ATE dan Family 100 ATE kembali hadir untuk menguji pengetahuan, kekompakan, serta daya juangmu. Tahun ini semakin spesial dengan hadirnya lomba pendatang baru, yaitu Number Detective ATE ๐Ÿ•ต๏ธโ€โ™‚๏ธ, sebuah kompetisi penuh strategi dan penalaran yang siap bikin kamu berpikir keras, tapi tetap seru ๐Ÿ”ฅ

๐Ÿ”— Pendaftaran dibuka mulai hari ini hingga maks Kamis, 30 April 2026 melalui tautan berikut:

๐Ÿ† Family 100
https://forms.cloud.microsoft/r/sPkDusNFzA

๐Ÿ† Ranking 1
https://forms.cloud.microsoft/r/LdyVq46ZQr

๐Ÿ† Number Detective
https://forms.cloud.microsoft/r/Ut1x56vejB

Yuk, jangan cuma jadi penonton. Ajak tim terbaikmu, daftar sekarang, dan jadilah bagian dari kemeriahan terbesar HUT BPJS Kesehatan tahun ini ๐Ÿš€

#SemarakHUT58BPJSKesehatan
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Bagi yang penasaran cara main Number Detective, bisa melihat pada cuplikan YT di bawah berikut

Note: Akan ada penyesuaian teknis, aturan, dll oleh Tim ATE mempertimbangkan kearifan lokal Duta dan kebutuhan kita di organisasi dan juga panitia penyelenggara BPJS Kesehatan. Detail juknis panduan lengkap Number Detective versi ATE akan diumumkan kemudian ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ๐Ÿค


https://youtu.be/g2uriWXNYXI?si=uR9Iq0sQSfE6nxEy
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Oleh: Dedi Priadi

Betapa banyak ayam jantan yang percaya bahwa matahari terbit berkat suara kokok mereka.

Pepatah ini adalah sindiran halus bagi mereka yang terjebak dalam khayalan kepentingan diri. Banyak orang merasa dunia berputar karena kerja kerasnya, padahal ia hanyalah bagian kecil semesta.

Sering kali, keberhasilan yang terjadi secara alami kita klaim sebagai buah dari kehebatan pribadi. Kita merasa suara kita yang memanggil fajar, padahal fajar pasti datang tanpa diminta.

Ego sering kali membutakan mata hati kita dari kenyataan yang lebih besar. Seperti ayam jantan itu, kita sering kali terlalu sombong untuk mengakui bahwa ada kekuatan di luar kendali.

Merasa paling berjasa adalah racun yang membunuh kerendahan hati dalam jiwa. Ketika seseorang merasa menjadi pusat dari segala kejadian, ia sebenarnya sedang membangun penjara bagi kedamaian batinnya.

Dunia tetap akan berjalan dan matahari tetap akan terbit meski kita diam. Kesadaran ini bukan untuk mengecilkan peran kita, melainkan untuk menempatkan diri pada porsi yang tepat.

Banyak pemimpin atau individu hebat terjatuh karena merasa tak tergantikan oleh siapa pun. Mereka lupa bahwa panggung kehidupan tetap menyala, meski aktor utamanya telah berganti berulang kali.

Kemampuan untuk melihat diri secara objektif adalah kunci utama menuju kebijaksanaan. Kita perlu belajar membedakan mana kontribusi nyata dan mana sekadar kebetulan yang kita glorifikasi sendiri.

Mari kita belajar untuk berkarya dengan tulus tanpa perlu merasa menjadi pemilik matahari. Cukuplah menjadi saksi fajar yang bersyukur, tanpa perlu merasa fajar itu ada karena kita.

Keikhlasan adalah ketika kita mampu melakukan peran terbaik tanpa terjebak delusi pujian. Dengan begitu, kita akan menemukan ketenangan yang tidak bergantung pada pengakuan dunia yang semu.

#INISIATIF
โค2
Oleh: Dedi Priadi

Dunia ini sebenarnya adalah tempat yang netral, namun mata kita seringkali hanya menangkap apa yang selama ini sudah menjadi pola kuat di dalam pikiran kita sendiri.

Pernahkah Anda menyadari bahwa saat Anda mulai memikirkan mobil biru, tiba-tiba seluruh jalanan dipenuhi warna tersebut? Bukan dunianya yang berubah, melainkan filter batin Anda.

Begitu pula saat badai kesulitan datang menerjang. Jika perhatian Anda hanya terpaku pada luka, maka semesta seolah hanya akan mengirimkan bukti-bukti kegagalan yang kian memberatkan.

Kesulitan terasa seperti labirin tanpa ujung hanya karena kita terus menatap dinding penghalang, bukan mencari celah cahaya yang sebenarnya selalu hadir di sela-sela kegelapan.

Perhatian (๐˜ข๐˜ต๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ) adalah kemudi kapal nasib Anda. Di mana Anda meletakkan fokus perhatian, di sanalah energi kehidupan akan mengalir deras, menghidupkan benih-benih realitas yang Anda pilih secara sadar.

Latihlah perhatian Anda seperti petani yang memilih benih; jika Anda hanya menyiram rumput liar kecemasan, maka taman hidup Anda tidak akan pernah menumbuhkan bunga-bunga solusi yang indah.

Pindahkan sorot lampu batin Anda. Solusi seringkali ibarat bintang di siang hari; ia bukannya tidak ada, ia hanya tertutup oleh silaunya silau ego dan keluhan.

Jangan biarkan penderitaan mendikte pandangan Anda. Jadilah tuan atas perhatian sendiri, karena dengan mengubah apa yang Anda lihat, Anda secara otomatis akan mengubah apa yang Anda alami.

Dunia ini hanyalah cermin besar. Latihlah pandanganmu menemukan kebaikan, maka jalan keluar dari kesulitan akan menampakkan dirinya secara perlahan melalui celah-celah yang sebelumnya tak terlihat.

Ketahuilah, jalan keluar sebenarnya adalah cahaya kesadaran baru dalam batinmu. Saat perhatianmu tertuju pada kemungkinan positif, cahaya itu menjadi kompas yang menuntun langkahmu pulang menuju kedamaian.

Sebagai langkah nyata, cobalah hari ini untuk menuliskan tiga hal kecil yang masih berjalan baik di tengah kesulitan hidup Anda. Dengan sengaja mencari "mobil biru" berupa kebaikan ini, Anda sedang melatih otot perhatian untuk mulai melihat jalan keluar yang selama ini tersembunyi.

#INISIATIF
โค3