Kartini hari iniโฆ ada di sekitar kita. Semangatnya terus hidup dalam perempuan-perempuan hebat yang hari ini berkarya di BPJS Kesehatan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat ๐ฅฐ
Mereka hadir dalam berbagai peran, menjalankan tanggung jawab dengan dedikasi, ketulusan, dan komitmen untuk melayani. Setiap langkah kecil yang dilakukan, menjadi bagian dari upaya besar menghadirkan akses kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia๐ฎ๐ฉ
Selamat Hari Kartini๐ผ
Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh perempuan hebat di BPJS Kesehatan yang terus berkontribusi dan menginspirasi
Kartini hebat BPJS Kesehatan mana suaranya? yukkk sharing di sini๐
https://www.instagram.com/p/DXZBWuyiZAV/?igsh=MWViaHNtMGNnOWt0ZQ==
Mereka hadir dalam berbagai peran, menjalankan tanggung jawab dengan dedikasi, ketulusan, dan komitmen untuk melayani. Setiap langkah kecil yang dilakukan, menjadi bagian dari upaya besar menghadirkan akses kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia
Selamat Hari Kartini
Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh perempuan hebat di BPJS Kesehatan yang terus berkontribusi dan menginspirasi
Kartini hebat BPJS Kesehatan mana suaranya? yukkk sharing di sini
https://www.instagram.com/p/DXZBWuyiZAV/?igsh=MWViaHNtMGNnOWt0ZQ==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Masih dalam semangat Hari Kartini. Ijin share tulisan dari salah satu Leader kita di BPJS Kesehatan yang berbagi kisah tentang Bundo Siti Rohana Kudus, sosok perempuan hebat yang kisahnya tetap relevan sampai sekarang ๐ฒ๐จ
Semoga inspirasinya bisa jadi tambahan bahan bakar semangat bagi kita semua untuk terus melangkah dan berkarya๐ฅ
Silakan๐
https://telegra.ph/Mengenal-lebih-dekat-Bundo-Siti-Rohana-Kudus-04-21
#INISIATIF
Semoga inspirasinya bisa jadi tambahan bahan bakar semangat bagi kita semua untuk terus melangkah dan berkarya
Silakan
https://telegra.ph/Mengenal-lebih-dekat-Bundo-Siti-Rohana-Kudus-04-21
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Telegraph
Mengenal lebih dekat Bundo Siti Rohana Kudus
Oleh: Deded Chandra (Deputi Direksi Bidang Akuntansi)
โค2
Kerja keras boleh, tapi sampai tumbang? Jangan. Di tengah rutinitas yang nggak ada pause, banyak dari kita lupa kalau produktif itu bukan soal seberapa sibuk, tapi seberapa sadar kita mengelola energi. Webinar ATE kali ini bakal ngebahas konsep Mindful Hustle, gimana tetap ngegas tanpa harus ngorbanin kesehatan mental. Karena kerja jalan itu penting, tapi mental tetap aman itu wajib
Di kelas ini, kamu akan diajak memahami cara kerja tanpa burnout, mengenali batas diri, dan membangun ritme kerja yang lebih sehat dan sustain. Biar nggak cuma kejar target, tapi juga tetap waras sepanjang perjalanan. Yuk, upgrade cara kerjamu jadi lebih mindful
๐ฑ Stay tuned di Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
๐ Ilmu + 2 JP + Doorprize (3 orang beruntung di sesi kelas)
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Kerjaan numpuk, tuntutan datang dari mana-mana, belum lagi drama relasi di rumah atau di kantor, rasanya capeknya bukan cuma fisik, tapi juga mental. Tanpa sadar, kita jadi terus โbertahanโ tanpa tahu batas. Padahal, menjaga kewarasan itu sama pentingnya dengan mengejar target. Di webinar ATE kali ini, kita bakal ngobrolin gimana caranya tetap mental balance di tengah tekanan relasi yang datang dari dua dunia sekaligus
Di kelas ini, kamu akan diajak memahami tanda-tanda toxic relationship, cara mengelola emosi, sampai gimana menetapkan boundaries tanpa rasa bersalah. Karena kamu berhak punya ruang yang sehat, baik di rumah maupun di tempat kerja. Yuk, mulai jaga diri dari sekarang
๐ฑ Stay tuned di Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
๐ Ilmu + 2 JP + Doorprize (3 orang beruntung di sesi kelas)
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Oleh: Muhammad Farid Maricar
Dari video pak Anies Baswedan ini, saya baru tahu definisi rasional. Rasional sering kali disalahpahami sebagai sesuatu yang kaku, dingin, dan jauh dari emosi. Padahal, rasional bukan berarti tanpa perasaan. Rasional adalah kemampuan untuk membandingkan, menimbang, dan memilih dengan sadar.
Kata โrasionalโ sendiri berasal dari rasio, yang berarti perbandingan. Artinya, seseorang disebut rasional bukan karena ia selalu benar, tetapi karena ia mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan. Karena itu, saya ingin membahas dengan menggunakan bahasa saya sendiri.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebenarnya terus dihadapkan pada pilihan. Pilihan A atau B, setuju atau tidak, percaya atau meragukan. Namun, tidak semua orang benar-benar membandingkan sebelum memilih.
Di sinilah letak perbedaannya. Orang yang rasional akan bertanya beberapa hal, semisal apa konsekuensinya? Apa alternatifnya? Mana yang lebih masuk akal? Sementara orang yang tidak rasional cenderung langsung memilih tanpa proses berpikir yang cukup.
Pertanyaannya, apakah memilih berdasarkan perasaan, semisal pasangan, tidak bisa dikategorikan dengan rasional? Sedangkan kita punya preferensi untuk memiliki perasaan lebih condong pada A atau B?
Justru di sinilah letak menariknya. Memilih berdasarkan perasaan tidak otomatis menjadi tidak rasional. Yang membuatnya tidak rasional bukan karena ada perasaan, tetapi karena tidak ada proses membandingkan di baliknya.
Perasaan itu sendiri adalah bagian dari diri kita. Ia memberi sinyal semisal rasa nyaman atau tidak, cocok atau tidak, tenang atau gelisah. Masalahnya, banyak orang berhenti di situ. Mereka merasa cocok, lalu langsung memutuskan. Padahal, perasaan seharusnya menjadi input, hanya salah satu dari banyak variabel, bukan sebagai parameter utama untuk langsung memutusan keputusan akhir.
Misalnya dalam memilih pasangan. Kita bisa saja merasa lebih nyaman dengan seseorang. Itu wajar. Tapi orang yang rasional tidak berhenti di โsaya merasa cocokโ. Ia akan lanjut dengan pertanyaan semisal :
1. Apakah nilai hidup kami sejalan?
2. Bagaimana cara dia menyelesaikan masalah?
3. Apa konsekuensi jangka panjangnya?
Dengan begitu, perasaan tetap ada, tapi diolah. Berbeda dengan kondisi ketika seseorang memilih hanya karena โsaya sukaโ, tanpa mau melihat alternatif lain, tanpa mau mempertimbangkan risiko, tanpa mau membandingkan, maka di situlah keputusan menjadi tidak rasional. Bukan karena ada perasaan, tapi karena perasaan dibiarkan mengambil alih tanpa pikir panjang.
Menariknya, dalam banyak keputusan penting di hidup, justru kombinasi antara perasaan dan rasionalitaslah yang paling kuat. Perasaan membantu kita memahami apa yang penting bagi diri kita, sementara rasionalitas membantu memastikan bahwa pilihan itu masuk akal untuk dijalani dalam jangka panjang atau tidak.
Jadi, mungkin yang perlu diubah bukanlah โjangan pakai perasaanโ, melainkan jangan berhenti di perasaan. Karena pada akhirnya, rasional bukan tentang menjadi dingin tanpa emosi, tapi tentang memastikan bahwa setiap keputusan, termasuk yang melibatkan perasaan, tetap melalui proses berpikir yang sadar.
Wallahu 'alam bish showab
#INISIATIF
Dari video pak Anies Baswedan ini, saya baru tahu definisi rasional. Rasional sering kali disalahpahami sebagai sesuatu yang kaku, dingin, dan jauh dari emosi. Padahal, rasional bukan berarti tanpa perasaan. Rasional adalah kemampuan untuk membandingkan, menimbang, dan memilih dengan sadar.
Kata โrasionalโ sendiri berasal dari rasio, yang berarti perbandingan. Artinya, seseorang disebut rasional bukan karena ia selalu benar, tetapi karena ia mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan. Karena itu, saya ingin membahas dengan menggunakan bahasa saya sendiri.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebenarnya terus dihadapkan pada pilihan. Pilihan A atau B, setuju atau tidak, percaya atau meragukan. Namun, tidak semua orang benar-benar membandingkan sebelum memilih.
Di sinilah letak perbedaannya. Orang yang rasional akan bertanya beberapa hal, semisal apa konsekuensinya? Apa alternatifnya? Mana yang lebih masuk akal? Sementara orang yang tidak rasional cenderung langsung memilih tanpa proses berpikir yang cukup.
Pertanyaannya, apakah memilih berdasarkan perasaan, semisal pasangan, tidak bisa dikategorikan dengan rasional? Sedangkan kita punya preferensi untuk memiliki perasaan lebih condong pada A atau B?
Justru di sinilah letak menariknya. Memilih berdasarkan perasaan tidak otomatis menjadi tidak rasional. Yang membuatnya tidak rasional bukan karena ada perasaan, tetapi karena tidak ada proses membandingkan di baliknya.
Perasaan itu sendiri adalah bagian dari diri kita. Ia memberi sinyal semisal rasa nyaman atau tidak, cocok atau tidak, tenang atau gelisah. Masalahnya, banyak orang berhenti di situ. Mereka merasa cocok, lalu langsung memutuskan. Padahal, perasaan seharusnya menjadi input, hanya salah satu dari banyak variabel, bukan sebagai parameter utama untuk langsung memutusan keputusan akhir.
Misalnya dalam memilih pasangan. Kita bisa saja merasa lebih nyaman dengan seseorang. Itu wajar. Tapi orang yang rasional tidak berhenti di โsaya merasa cocokโ. Ia akan lanjut dengan pertanyaan semisal :
1. Apakah nilai hidup kami sejalan?
2. Bagaimana cara dia menyelesaikan masalah?
3. Apa konsekuensi jangka panjangnya?
Dengan begitu, perasaan tetap ada, tapi diolah. Berbeda dengan kondisi ketika seseorang memilih hanya karena โsaya sukaโ, tanpa mau melihat alternatif lain, tanpa mau mempertimbangkan risiko, tanpa mau membandingkan, maka di situlah keputusan menjadi tidak rasional. Bukan karena ada perasaan, tapi karena perasaan dibiarkan mengambil alih tanpa pikir panjang.
Menariknya, dalam banyak keputusan penting di hidup, justru kombinasi antara perasaan dan rasionalitaslah yang paling kuat. Perasaan membantu kita memahami apa yang penting bagi diri kita, sementara rasionalitas membantu memastikan bahwa pilihan itu masuk akal untuk dijalani dalam jangka panjang atau tidak.
Jadi, mungkin yang perlu diubah bukanlah โjangan pakai perasaanโ, melainkan jangan berhenti di perasaan. Karena pada akhirnya, rasional bukan tentang menjadi dingin tanpa emosi, tapi tentang memastikan bahwa setiap keputusan, termasuk yang melibatkan perasaan, tetap melalui proses berpikir yang sadar.
Wallahu 'alam bish showab
#INISIATIF
Efisiensi bukan sekadar hemat, tapi cara kita bekerja lebih bijak ๐
Di BPJS Kesehatan, efisiensi operasional adalah budaya. Bukan mengurangi kualitas, tapi memastikan energi, waktu, dan sumber daya digunakan untuk hasil yang optimal sekaligus berkelanjutan๐ฒ๐จ
Bagaimana denganmu? yuk share๐
https://www.instagram.com/p/DXeG_GQCTwU/?igsh=dnl5Nmx2czI4eXJ4
Di BPJS Kesehatan, efisiensi operasional adalah budaya. Bukan mengurangi kualitas, tapi memastikan energi, waktu, dan sumber daya digunakan untuk hasil yang optimal sekaligus berkelanjutan
Bagaimana denganmu? yuk share
https://www.instagram.com/p/DXeG_GQCTwU/?igsh=dnl5Nmx2czI4eXJ4
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
WATAK ASLI SESEORANG AKAN TERLIHAT SAAT IA BERADA DALAM 5 KONDISI INI:
Watak sejati sering tidak terlihat saat keadaan nyaman, tetapi muncul saat hidup menguji. Lima kondisi ini membantu kita membaca karakter orang lain, sekaligus bercermin pada diri.
1. Under Pressure
Saat seseorang berada di bawah tekanan, watak aslinya muncul. Apakah tetap tenang, jujur, dan bijak, atau mudah menyakiti, menyalahkan, dan panik.
2. Holding Power
Ketika seseorang memiliki kuasa, terlihat isi batinnya. Kekuasaan sering menyingkap apakah ia rendah hati, adil, atau justru cenderung mengendalikan.
3. Facing Loss
Saat kehilangan sesuatu yang berharga, terlihat kedalaman jiwanya. Ada yang tumbuh dalam penerimaan, ada yang berubah keras, pahit, dan penuh kemarahan.
4. Receiving Criticism
Ketika menerima kritik, watak asli teruji.
Orang dewasa bertumbuh lewat masukan, sementara ego yang rapuh sering bereaksi defensif, menyerang, atau menolak belajar.
5. Having Nothing to Gain
Saat tak ada keuntungan yang bisa diperoleh, terlihat ketulusan seseorang.
Apakah ia tetap berbuat baik, atau hanya hadir ketika ada manfaat pribadi.
#INISIATIF #TGIF
Watak sejati sering tidak terlihat saat keadaan nyaman, tetapi muncul saat hidup menguji. Lima kondisi ini membantu kita membaca karakter orang lain, sekaligus bercermin pada diri.
1. Under Pressure
Saat seseorang berada di bawah tekanan, watak aslinya muncul. Apakah tetap tenang, jujur, dan bijak, atau mudah menyakiti, menyalahkan, dan panik.
2. Holding Power
Ketika seseorang memiliki kuasa, terlihat isi batinnya. Kekuasaan sering menyingkap apakah ia rendah hati, adil, atau justru cenderung mengendalikan.
3. Facing Loss
Saat kehilangan sesuatu yang berharga, terlihat kedalaman jiwanya. Ada yang tumbuh dalam penerimaan, ada yang berubah keras, pahit, dan penuh kemarahan.
4. Receiving Criticism
Ketika menerima kritik, watak asli teruji.
Orang dewasa bertumbuh lewat masukan, sementara ego yang rapuh sering bereaksi defensif, menyerang, atau menolak belajar.
5. Having Nothing to Gain
Saat tak ada keuntungan yang bisa diperoleh, terlihat ketulusan seseorang.
Apakah ia tetap berbuat baik, atau hanya hadir ketika ada manfaat pribadi.
#INISIATIF #TGIF
๐ฅ4๐ฅฐ3
Siap adu cepat, adu kompak, dan adu strategi? Saatnya tunjukkan versi terbaikmu di Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan Tahun 2026
Seperti tahun-tahun sebelumnya, COMMIT Ask The Experts (ATE) kembali menghadirkan lomba seru, fun, dan meaningful khusus untuk seluruh Duta BPJS Kesehatan se-Indonesia yang selalu kompetitif dan penuh semangat. Lomba favorit tahunan seperti Ranking 1 ATE dan Family 100 ATE kembali hadir untuk menguji pengetahuan, kekompakan, serta daya juangmu. Tahun ini semakin spesial dengan hadirnya lomba pendatang baru, yaitu Number Detective ATE ๐ต๏ธโโ๏ธ, sebuah kompetisi penuh strategi dan penalaran yang siap bikin kamu berpikir keras, tapi tetap seru
https://forms.cloud.microsoft/r/sPkDusNFzA
https://forms.cloud.microsoft/r/LdyVq46ZQr
https://forms.cloud.microsoft/r/Ut1x56vejB
Yuk, jangan cuma jadi penonton. Ajak tim terbaikmu, daftar sekarang, dan jadilah bagian dari kemeriahan terbesar HUT BPJS Kesehatan tahun ini ๐
#SemarakHUT58BPJSKesehatan
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Bagi yang penasaran cara main Number Detective, bisa melihat pada cuplikan YT di bawah berikut
https://youtu.be/g2uriWXNYXI?si=uR9Iq0sQSfE6nxEy
Note: Akan ada penyesuaian teknis, aturan, dll oleh Tim ATE mempertimbangkan kearifan lokal Duta dan kebutuhan kita di organisasi dan juga panitia penyelenggara BPJS Kesehatan. Detail juknis panduan lengkap Number Detective versi ATE akan diumumkan kemudian๐ฒ๐จ ๐ค
https://youtu.be/g2uriWXNYXI?si=uR9Iq0sQSfE6nxEy
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
YouTube
NUMBER DETECTIVE - GAME YANG SANGAT MENGURAS OTAK!!! SEBELAS DUA BELAS SAMA COC!!!
Join membership untuk nonton video lebih awal disini:
https://www.youtube.com/channel/UCJhvSOJ_g-_V2CBP1LXrrmQ/join
SUBSCRIBE MEREKA JUGA !! :
INDIRA KALISTHA
https://www.youtube.com/c/IndiraKalistha
CHACAKUMA:
https://www.youtube.com/@CHACAKUMA
ABUS:โฆ
https://www.youtube.com/channel/UCJhvSOJ_g-_V2CBP1LXrrmQ/join
SUBSCRIBE MEREKA JUGA !! :
INDIRA KALISTHA
https://www.youtube.com/c/IndiraKalistha
CHACAKUMA:
https://www.youtube.com/@CHACAKUMA
ABUS:โฆ