Ask The Experts
1.81K subscribers
4.73K photos
414 videos
188 files
2.91K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo πŸ‡²πŸ‡¨

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
Juara 3 kategori Headline ATE πŸ†
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Juara 1 kategori Headline Jabatan πŸ†
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
πŸ™1
Juara 2 kategori Headline Jabatan πŸ†
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Juara 3 kategori Headline Jabatan πŸ†
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Kadang, jalan yang kita kira β€œbukan pilihan utama”… justru jadi tempat terbaik untuk bertumbuh πŸ₯°

Seperti mereka, para dokter yang akhirnya menemukan makna baru di BPJS Kesehatan. Karena pada akhirnya, bukan cuma soal β€œdi mana kita bekerja”, tapi β€œseberapa besar dampak yang kita berikan” πŸ’ͺ

Gimana dengan ceritamu? drop di kolom komentar yahπŸ‘‡
https://www.instagram.com/p/DXG1hgkCf_p/?igsh=cm16dW5zbWFzZXhz
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Oleh: Dedi Priadi

Pasangan hidup bukan sekadar teman satu atap, melainkan cermin jujur yang memantulkan keindahan sekaligus kekurangan kita. Kehadirannya adalah undangan tulus untuk tumbuh melampaui ego dalam tarian hidup yang harmonis.

Ia adalah pelabuhan batin. Tempat kita menambatkan perahu hati setelah lelah mengarungi gejolak dunia, guna menemukan kedamaian dan kekuatan baru untuk melanjutkan perjalanan panjang sebagai manusia pembelajar.

Bayangkan ia sebagai akar yang kuat. Meski musim membuat daun dan dahan kita berguguran, akar ini tetap menyalurkan sari kehidupan dan nutrisi spiritual yang sangat penting bagi pertumbuhan jiwa kita.

Setiap hari adalah ritual suci untuk saling menyapa esensi jiwa. Di sini, kita belajar bahwa mencintai tanpa syarat dan memberi tanpa pamrih adalah kunci untuk menemukan keaslian diri yang paling dalam.

Terkadang, kehadirannya terasa seperti amplas kasar. Namun sadarilah, ia hanya sedang bekerja menghaluskan sudut-sudut tajam ego kita agar kilau permata karakter di dalam diri dapat terpancar sempurna.

Hubungan sejati mengajarkan bahwa memberi adalah bentuk tertinggi dari menerima. Pasangan adalah ladang pengabdian tempat kita mempraktikkan ketulusan, bukan sekadar ruang untuk menuntut pemenuhan keinginan pribadi.

Komunikasi adalah jembatan yang menghubungkan dua dunia hati. Dibutuhkan bata kesabaran dan semen ketulusan agar jembatan ini tetap kokoh, menjadi jalan bagi rasa untuk saling menyapa tanpa rasa takut.

Pasangan hidup bukan pengisi kekosongan, karena batin kita sejatinya sudah penuh dengan cahaya Ilahi. Kehadirannya adalah untuk merayakan kepenuhan itu bersama-sama, saling berbagi kelimpahan cinta yang tak pernah habis.

Jangan melihat perbedaan sebagai benturan, melainkan sebagai melodi yang unik. Jika diselaraskan dengan penuh kerendahan hati, perbedaan tersebut akan menciptakan simfoni kehidupan yang jauh lebih kaya dan merdu.

Memilih seseorang sebagai pasangan hidup berarti menerima paket utuh masa lalunya dan ketidakpastian masa depannya. Ini adalah komitmen jiwa yang terus diperbarui setiap hari. Karena pasangan hidup adalah guru terbaik yang mengajarkan pengampunan dan kerendahan hati. Melalui dirinya, kita memahami makna sejati dari "memilih untuk mencintai" di setiap detik kehidupan yang kita jalani bersama.

#INISIATIF
❀1
πŸ”΄πŸ”΄πŸ”΄πŸ”΄πŸ”΄

Ngobrol itu kelihatannya simpel, tapi nggak jarang jadi sumber salah paham. Niatnya pengen dekat, malah jadi canggung. Mau jujur, takut nyakitin. Akhirnya banyak yang dipendam, hubungan jadi hambar atau penuh drama πŸ˜…

Di kelas ini, kita bakal ngobrol santai soal cara membangun komunikasi yang nyaman dan sehat, mulai dari membuka obrolan tanpa kikuk, menyampaikan perasaan tanpa bikin tersinggung, sampai menjaga kedekatan tanpa harus nunggu momen besar. Biar ngobrol gak cuma ngalir, tapi juga bermakna 😍


Join ATE Edisi 421
πŸ—“ Rabu, 15 April 2026 (Malam ini)
⏰ 19.00 WIB – selesai
πŸ“± Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1

🎁 Ilmu + 2 JP + Doorprize (3 orang beruntung di sesi kelas)

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Inilah 3 nama yang terpilih paling all out di sesi NGED-ATE EDUC-ATE #Edisi420πŸ’₯

πŸ† The chosen ones:
1️⃣ @ranggafiatno – KC Solok
2️⃣ @aldyansyah03 – KC Padangsidimpuan
3️⃣ @vitrypardede – KC Sibolga

Terima kasih buat semua peserta yang selalu semangat dalam rangkaian kegiatan. Sampai bertemu kembali di event ATE berikutnya. Stay tuned & stay competitive πŸ†

https://www.instagram.com/p/DXIso3Tk8sc/?igsh=bzhwbHNieXAyZWh4

#INISIATIF
#BecomingAnExpertWithATE
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❀2πŸ‘1
Moving Through.pdf
5.5 MB
Ada satu jenis luka yang tidak terlihat, tapi diam-diam mengubah cara seseorang menjalani hidupnya. Ia tidak berisik, tidak selalu tampak, tapi hadir dalam bentuk yang β€œterlihat baik”, terlalu perfeksionis, terlalu defensif, terlalu sering menghindar. Banyak orang mengira itu sekadar karakter. Padahal, bisa jadi itu adalah hidden shame, rasa malu yang tersembunyi, yang membuat seseorang merasa dirinya tidak cukup, bahkan sebelum mencoba.

Seorang perempuan pernah berkata, β€œAku hanya ingin semuanya sempurna.” Tapi ketika ditanya lebih dalam, ternyata ia hanya takut dianggap gagal. Setiap revisi, setiap lembur, setiap standar tinggi yang ia pasang, bukan karena ia ingin hebat, tapi karena ia takut terlihat tidak layak. Ia tidak sedang mengejar keberhasilan, ia sedang berusaha menutupi rasa yang tidak pernah ia akui.

Di sudut lain, ada seseorang yang memilih diam. Bukan karena tidak mampu bicara, tapi karena satu pengalaman membuatnya percaya bahwa suaranya tidak berarti. Ia mulai menghindari kesempatan, menarik diri dari ruang-ruang yang dulu ia sukai. Tanpa sadar, ia tidak sedang melindungi diri, ia sedang mengurung dirinya sendiri dalam keyakinan yang belum tentu benar.

Yang lebih sulit lagi, kadang rasa malu itu tidak muncul sebagai diam, tapi sebagai marah. Ada orang yang terlihat keras, mudah tersinggung, bahkan menyerang. Padahal di balik itu, ada rasa gagal yang belum selesai. Ada ketakutan yang tidak pernah diberi ruang untuk dipahami. Amarah menjadi tameng, agar tidak ada yang melihat bahwa di dalamnya ada bagian yang rapuh.

Tapi satu hal yang perlu diingat, rasa malu bukanlah jati diri. Ia hanya emosi yang datang dan bisa diproses. Saat kita mulai berani menyebutnya, β€œini yang aku rasakan,” bukan β€œini siapa aku,” di situlah kita mulai mengambil kembali kendali. Kita belajar bahwa tidak semua pikiran harus dipercaya, tidak semua rasa harus dihindari.

Dan mungkin, proses terpenting dalam hidup bukan tentang menjadi tanpa cela, tapi tentang berani jujur pada luka yang kita punya. Karena saat kita berhenti melawan diri sendiri, kita mulai memberi ruang untuk bertumbuh. Tidak harus langsung kuat, tidak harus langsung sempurna, cukup terus bergerak, perlahan, dengan lebih sadar. Karena dari situlah, versi terbaik diri kita benar-benar lahir.

#INISIATIF