Oleh: Dedi Priadi
Kehidupan ini ibarat cuaca yang tak menentu; terkadang matahari bersinar terik, namun tak jarang mendung datang menyapa tanpa permintaan. Terimalah setiap musimnya dengan kesadaran penuh.
Masalah yang datang bertubi-tubi bukanlah hukuman, melainkan undangan dari Semesta agar engkau naik kelas. Tuhan tidak sedang mengujimu untuk kalah, melainkan menguatkan otot-otot spiritual dalam batinmu.
Ingatlah, engkau pernah melewati hari-hari indah yang penuh tawa. Jangan sampai satu awan gelap menghapus memori tentang ribuan cahaya yang pernah Tuhan anugerahkan dalam perjalanan hidupmu selama ini.
Kunci keluar dari labirin masalah bukanlah pada seberapa cepat engkau berlari, melainkan pada ketenangan hatimu saat melangkah. Respon batinmu adalah petunjuk utama yang menentukan arah jalan pulang.
Saat engkau merespon dengan keluhan, energi batinmu akan terkuras habis. Namun, saat engkau menyambutnya dengan syukur dan kesabaran, pintu-pintu solusi yang tadinya tertutup akan terbuka secara perlahan dan pasti.
Jadikan setiap persoalan sebagai sarana untuk semakin mendekat kepada Sang Pencipta. Sadarilah bahwa kekuatanmu sangat terbatas, namun kekuatan Tuhan yang bersamamu sungguh tidak memiliki batas untuk menolong hamba-Nya.
Sikap yang baik bukanlah tentang berpura-pura bahagia, melainkan tentang keberanian untuk tetap berbuat baik meski keadaan sedang tidak berpihak. Itulah integritas jiwa yang sesungguhnya di mata Sang Khalik.
Lihatlah ke jendela batinmu. Biarkan hujan membasahi bumi, namun pastikan di dalam ruangan hatimu tetap hangat dengan secangkir doa, cahaya lilin harapan, dan buku-buku hikmah yang menguatkan iman.
Tuhan tidak pernah tidur dan tidak pernah meninggalkanmu sendirian di tengah badai. Rasakan kehadiran-Nya dalam setiap tarikan napasmu, karena Dia jauh lebih dekat daripada urat lehermu yang paling kecil.
Tuntaskan hari ini dengan keyakinan bahwa esok akan membawa kabar baik. Teruslah berproses, teruslah berbenah, karena kemenangan jiwa yang sesungguhnya adalah ketika engkau mampu menjaga cahaya di tengah kelamnya ujian kehidupan.
#INISIATIF
Kehidupan ini ibarat cuaca yang tak menentu; terkadang matahari bersinar terik, namun tak jarang mendung datang menyapa tanpa permintaan. Terimalah setiap musimnya dengan kesadaran penuh.
Masalah yang datang bertubi-tubi bukanlah hukuman, melainkan undangan dari Semesta agar engkau naik kelas. Tuhan tidak sedang mengujimu untuk kalah, melainkan menguatkan otot-otot spiritual dalam batinmu.
Ingatlah, engkau pernah melewati hari-hari indah yang penuh tawa. Jangan sampai satu awan gelap menghapus memori tentang ribuan cahaya yang pernah Tuhan anugerahkan dalam perjalanan hidupmu selama ini.
Kunci keluar dari labirin masalah bukanlah pada seberapa cepat engkau berlari, melainkan pada ketenangan hatimu saat melangkah. Respon batinmu adalah petunjuk utama yang menentukan arah jalan pulang.
Saat engkau merespon dengan keluhan, energi batinmu akan terkuras habis. Namun, saat engkau menyambutnya dengan syukur dan kesabaran, pintu-pintu solusi yang tadinya tertutup akan terbuka secara perlahan dan pasti.
Jadikan setiap persoalan sebagai sarana untuk semakin mendekat kepada Sang Pencipta. Sadarilah bahwa kekuatanmu sangat terbatas, namun kekuatan Tuhan yang bersamamu sungguh tidak memiliki batas untuk menolong hamba-Nya.
Sikap yang baik bukanlah tentang berpura-pura bahagia, melainkan tentang keberanian untuk tetap berbuat baik meski keadaan sedang tidak berpihak. Itulah integritas jiwa yang sesungguhnya di mata Sang Khalik.
Lihatlah ke jendela batinmu. Biarkan hujan membasahi bumi, namun pastikan di dalam ruangan hatimu tetap hangat dengan secangkir doa, cahaya lilin harapan, dan buku-buku hikmah yang menguatkan iman.
Tuhan tidak pernah tidur dan tidak pernah meninggalkanmu sendirian di tengah badai. Rasakan kehadiran-Nya dalam setiap tarikan napasmu, karena Dia jauh lebih dekat daripada urat lehermu yang paling kecil.
Tuntaskan hari ini dengan keyakinan bahwa esok akan membawa kabar baik. Teruslah berproses, teruslah berbenah, karena kemenangan jiwa yang sesungguhnya adalah ketika engkau mampu menjaga cahaya di tengah kelamnya ujian kehidupan.
#INISIATIF
🙏6❤1
Jumlah dukungan masuk Final Copywriting Competition kategori Headline ATE
Last update : Senin, 13 April (11.30 WIB)
Di antara Top 25 Finalis di kategori Headline ATE ini, mana menurut Bapak/Ibu dan rekan2 Sobat ATE yang paling relate/ ngena/ gue banget? yuk beri dukungan anda disini:
https://t.me/c/1287712664/210485
NB: Data akhir dukungan jumlah emoji akan ditutup dan ditarik panitia maks malam ini pukul 20.00 WIB
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Jumlah dukungan masuk Final Copywriting Competition kategori Headline Jabatan
Last update : Senin, 13 April (11.30 WIB)
Di antara Top 25 Finalis di kategori Headline Jabatan ini, mana menurut Bapak/Ibu dan rekan2 Sobat ATE yang paling relate/ ngena/ gue banget? yuk beri dukungan anda disini:
https://t.me/c/1287712664/210457
NB: Data akhir dukungan jumlah emoji akan ditutup dan ditarik panitia maks malam ini pukul 20.00 WIB
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Yuliasman Chaniago
"Sustainability bukan cuma soal angka di atas kertas karbon..." 🌍✨
Halo member IS2P! 👋
Seringkali kita terlalu fokus pada emisi sampai lupa bahwa ekosistem kita jauh lebih kompleks. Namun edisi kali ini kita juga melihat dari aspek kesehatan dalam jaminan sosial. Apa saja yang terlewat? Dan bagaimana kita harus bersikap?
Yuk, kita bedah tuntas di Sharing Online NGULIK (Ngobrol Asik Seputar Sustainability) Edisi ke-9!
📌 Tema: "Beyond Carbon: Lingkungan Lebih dari Sekedar Emisi"
Menghadirkan Insight dari:
👤 Yuliasman Chaniago
👤 Rondang Siregar
🎤 Dipandu oleh: Tasyah Istitikah
SAVE THE DATE!
🗓 Sabtu, 18 April 2026
🕘 09.00 - 10.30 WIB
📍 Zoom Registrasi Meeting : https://bit.ly/Ngulik09
Spesial & Eksklusif untuk Anggota IS2P. 💎
Jangan cuma jadi pengamat, mari jadi bagian dari perubahan yang lebih luas! Sampai bertemu di ruang virtual! 🚀
Halo member IS2P! 👋
Seringkali kita terlalu fokus pada emisi sampai lupa bahwa ekosistem kita jauh lebih kompleks. Namun edisi kali ini kita juga melihat dari aspek kesehatan dalam jaminan sosial. Apa saja yang terlewat? Dan bagaimana kita harus bersikap?
Yuk, kita bedah tuntas di Sharing Online NGULIK (Ngobrol Asik Seputar Sustainability) Edisi ke-9!
📌 Tema: "Beyond Carbon: Lingkungan Lebih dari Sekedar Emisi"
Menghadirkan Insight dari:
👤 Yuliasman Chaniago
👤 Rondang Siregar
🎤 Dipandu oleh: Tasyah Istitikah
SAVE THE DATE!
🗓 Sabtu, 18 April 2026
🕘 09.00 - 10.30 WIB
📍 Zoom Registrasi Meeting : https://bit.ly/Ngulik09
Spesial & Eksklusif untuk Anggota IS2P. 💎
Jangan cuma jadi pengamat, mari jadi bagian dari perubahan yang lebih luas! Sampai bertemu di ruang virtual! 🚀
Oleh: Muhammad Farid Maricar
Waktu melamar istri...
Gaji masih 1,9 juta...
Tabungan nggak pernah lebih dari 10 juta...
Umur sudah 27 tahun...
Karir belum jelas, masih dosen NIDK...
Masih nyambi ngajar kursus bahasa Jepang...
Belum paham finance sama sekali...
Belum punya rumah dan akomodasi lainnya...
Tapi saya punya beberapa “privilege”...
Sudah S-2...
Orang tua bisa membantu biaya pernikahan...
Masih bisa tinggal di rumah orang tua/mertua...
Dan satu hal lagi yang menurut saya penting...
Tidak merokok...
Tidak judol/pinjol...
Bukan generasi sandwich...
IMHO, banyak orang luput memahami bahwa memilih pasangan hidup itu adalah keputusan jangka panjang, bahkan bisa disebut sebagai investasi hidup.
Banyak yang memilih pasangan yang sudah “jadi”, dengan harapan hidup ke depan akan lebih aman dan nyaman.
Padahal, kalau ditarik lebih dalam, cara pandang seperti itu sering membuat orang lupa bahwa pernikahan bukan sekadar menikmati hasil, tapi membangun proses bersama.
Kalau dianalogikan dengan investasi, orang cenderung ingin membeli “blue chip” yang sudah naik, yang terlihat stabil dan minim risiko. Tapi seringkali, potensi pertumbuhan justru ada pada fase awal pada sesuatu yang belum sempurna, tapi punya arah, nilai, dan kemauan untuk berkembang.
Sebaliknya, memilih pasangan yang masih “berproses” bukan berarti mengambil risiko tanpa arah.
Karena itulah disebut sebagai 'investasi'. Ketika dua orang sama-sama mau belajar, mau bertumbuh,
dan mau berjuang dari titik yang sederhana.
Masalahnya, banyak orang hanya menghitung nilai sekarang, tapi lupa menghitung nilai masa depan.
Padahal dalam kehidupan rumah tangga:
integritas > citra luar
arah hidup > pencapaian sesaat
komitmen > sekadar potensi
nilai diri > status saat ini
keselarasan tujuan > kenyamanan sementara
Karena pada akhirnya, yang membuat pernikahan bertahan bukanlah seberapa “jadi” seseorang di awal. Tapi seberapa kuat mereka berjalan bersama saat semuanya belum ideal.
Dan dalam proses itu, kita mulai sadar...
Bahwa memilih pasangan bukan sekadar mencari tempat bersandar, tapi memilih partner untuk berjuang.
Bukan sekadar mencari kenyamanan, tapi membangun ketahanan. Bukan sekadar investasi yang aman,
tapi investasi yang bertumbuh.
Wallahu’alam bishawab.
#INISIATIF
Waktu melamar istri...
Gaji masih 1,9 juta...
Tabungan nggak pernah lebih dari 10 juta...
Umur sudah 27 tahun...
Karir belum jelas, masih dosen NIDK...
Masih nyambi ngajar kursus bahasa Jepang...
Belum paham finance sama sekali...
Belum punya rumah dan akomodasi lainnya...
Tapi saya punya beberapa “privilege”...
Sudah S-2...
Orang tua bisa membantu biaya pernikahan...
Masih bisa tinggal di rumah orang tua/mertua...
Dan satu hal lagi yang menurut saya penting...
Tidak merokok...
Tidak judol/pinjol...
Bukan generasi sandwich...
IMHO, banyak orang luput memahami bahwa memilih pasangan hidup itu adalah keputusan jangka panjang, bahkan bisa disebut sebagai investasi hidup.
Banyak yang memilih pasangan yang sudah “jadi”, dengan harapan hidup ke depan akan lebih aman dan nyaman.
Padahal, kalau ditarik lebih dalam, cara pandang seperti itu sering membuat orang lupa bahwa pernikahan bukan sekadar menikmati hasil, tapi membangun proses bersama.
Kalau dianalogikan dengan investasi, orang cenderung ingin membeli “blue chip” yang sudah naik, yang terlihat stabil dan minim risiko. Tapi seringkali, potensi pertumbuhan justru ada pada fase awal pada sesuatu yang belum sempurna, tapi punya arah, nilai, dan kemauan untuk berkembang.
Sebaliknya, memilih pasangan yang masih “berproses” bukan berarti mengambil risiko tanpa arah.
Karena itulah disebut sebagai 'investasi'. Ketika dua orang sama-sama mau belajar, mau bertumbuh,
dan mau berjuang dari titik yang sederhana.
Masalahnya, banyak orang hanya menghitung nilai sekarang, tapi lupa menghitung nilai masa depan.
Padahal dalam kehidupan rumah tangga:
integritas > citra luar
arah hidup > pencapaian sesaat
komitmen > sekadar potensi
nilai diri > status saat ini
keselarasan tujuan > kenyamanan sementara
Karena pada akhirnya, yang membuat pernikahan bertahan bukanlah seberapa “jadi” seseorang di awal. Tapi seberapa kuat mereka berjalan bersama saat semuanya belum ideal.
Dan dalam proses itu, kita mulai sadar...
Bahwa memilih pasangan bukan sekadar mencari tempat bersandar, tapi memilih partner untuk berjuang.
Bukan sekadar mencari kenyamanan, tapi membangun ketahanan. Bukan sekadar investasi yang aman,
tapi investasi yang bertumbuh.
Wallahu’alam bishawab.
#INISIATIF
👍3
Topik ini sering dianggap tabu, padahal punya peran penting dalam kualitas hubungan. Niatnya ingin lebih dekat, tapi karena kurang paham atau sungkan dibahas, justru jadi jarak. Ujung-ujungnya, banyak yang dipendam dan hubungan terasa kurang maksimal😅
Di kelas ini, kita bakal ngobrol santai soal sexual wellness dan perannya dalam keharmonisan rumah tangga, mulai dari memahami kesehatan seksual pria, membangun intimasi yang sehat dengan pasangan, sampai mengatasi hal-hal yang sering bikin bingung tapi jarang dibicarakan. Biar gak cuma paham, tapi juga bisa dijalani dengan lebih nyaman dan percaya diri😍
Join ATE Edisi 420
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
NB: Materi ini disampaikan untuk tujuan edukasi dan diharapkan dapat disikapi dengan bijaksana
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
It’s not just writing… it’s about making people feel something ✍️ 🔥
Di kompetisi ini, kita nemuin banyak karya yang bukan cuma enak dibaca, tapi juga punya makna dan bisa connect ke banyak orang💭
Huge congrats untuk para pemenang Copywriting Competition🎉
Kategori Headline Jabatan
1. @ErniEkawaty – KC Makassar
2. @KhotimaPS – KC Solok
3. @widiaayulastri – KC Solok
Kategori Headline ATE
1. @KhotimaPS – KC Solok
2. @KhotimaPS – KC Solok
3. @AbyapajjhaHontu – KC Curup
Terima kasih untuk semua peserta & Sobat ATE yang sudah ikut meramaikan. Sampai bertemu di event berikutnya yang lebih fun, lebih meaningful, dan pastinya lebih seru❤️ 🇮🇩
#INISIATIF
Di kompetisi ini, kita nemuin banyak karya yang bukan cuma enak dibaca, tapi juga punya makna dan bisa connect ke banyak orang
Huge congrats untuk para pemenang Copywriting Competition
Kategori Headline Jabatan
1. @ErniEkawaty – KC Makassar
2. @KhotimaPS – KC Solok
3. @widiaayulastri – KC Solok
Kategori Headline ATE
1. @KhotimaPS – KC Solok
2. @KhotimaPS – KC Solok
3. @AbyapajjhaHontu – KC Curup
Terima kasih untuk semua peserta & Sobat ATE yang sudah ikut meramaikan. Sampai bertemu di event berikutnya yang lebih fun, lebih meaningful, dan pastinya lebih seru
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤2🙏1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🙏1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Kadang, jalan yang kita kira “bukan pilihan utama”… justru jadi tempat terbaik untuk bertumbuh 🥰
Seperti mereka, para dokter yang akhirnya menemukan makna baru di BPJS Kesehatan. Karena pada akhirnya, bukan cuma soal “di mana kita bekerja”, tapi “seberapa besar dampak yang kita berikan”💪
Gimana dengan ceritamu? drop di kolom komentar yah👇
https://www.instagram.com/p/DXG1hgkCf_p/?igsh=cm16dW5zbWFzZXhz
Seperti mereka, para dokter yang akhirnya menemukan makna baru di BPJS Kesehatan. Karena pada akhirnya, bukan cuma soal “di mana kita bekerja”, tapi “seberapa besar dampak yang kita berikan”
Gimana dengan ceritamu? drop di kolom komentar yah
https://www.instagram.com/p/DXG1hgkCf_p/?igsh=cm16dW5zbWFzZXhz
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM