Kami paham, belum semua terasa maksimal. Tapi kami nggak berhenti di situ, kami terus belajar dan memperbaiki 🇮🇩
Yuk, sama-sama terus kita dukung perjalanan ini, Karena ini bukan tentang jadi sempurna seketika, tapi tentang terus bertumbuh di setiap prosesnya👇
https://www.instagram.com/p/DW3Z6Y6iaIH/?igsh=MW04YWZsZGplcnA1Ng==
Yuk, sama-sama terus kita dukung perjalanan ini, Karena ini bukan tentang jadi sempurna seketika, tapi tentang terus bertumbuh di setiap prosesnya
https://www.instagram.com/p/DW3Z6Y6iaIH/?igsh=MW04YWZsZGplcnA1Ng==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Yuk kita dengarkan pesan Ibu Dirum sehubungan dengan telah berpulangnya salah satu rekan terbaik kita Kk Dian Jabar Syabani 🙏 🙏
https://www.instagram.com/reel/DW3XBgngaL_/?igsh=MTk4dWo1bXhyenUxcg==
https://www.instagram.com/reel/DW3XBgngaL_/?igsh=MTk4dWo1bXhyenUxcg==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Oleh: Muhammad Farid Maricar
Kadang orang suka salah paham antara pelit dan hemat. Sekilas terlihat sama-sama “nggak mau keluar uang”. Tapi kalau dipikir-pikir, dua hal ini sebenarnya berbeda jauh.
Hemat itu soal pengelolaan. Pelit itu soal penahanan.
Orang yang hemat tahu kapan harus menahan, dan kapan harus mengeluarkan. Dia bisa bilang “tidak” untuk hal-hal yang tidak perlu, tapi juga tidak ragu bilang “iya” untuk hal yang memang penting, punya nilai.
Artinya, orang pelit nggak mau mengeluarkan duit untuk hal apapun bahkan yang sifatnya urgent, berbeda dengan orang hemat yang tetap rela mengeluarkan duit untuk hal yang dianggapnya penting, atau hal tertentu yang dirasa 'worth it'.
Hemat itu sadar prioritas. Pelit itu takut kehilangan.
Orang hemat bisa saja tidak membeli sesuatu yang mahal, tapi dia mau mengeluarkan uang untuk pendidikan, kesehatan, atau kebutuhan jangka panjang. Dia melihat nilai, bukan sekadar harga.
Sedangkan orang pelit sering terjebak di angka. Selama bisa lebih murah, itu yang dipilih, tanpa melihat kualitas atau dampaknya. Akhirnya seringkali harus bayar dua kali, atau bahkan kehilangan kesempatan yang lebih besar.
Orang hemat biasanya punya tujuan, orang pelit seringkali hanya menahan tanpa arah.
Bedakan antara orang yang menahan hari ini karena tahu ada sesuatu yang ingin dicapai di masa depan, dengan orang yang merasa yang penting duit tidak keluar, tanpa tahu sebenarnya untuk apa ditahan.
Jadi mungkin bukan soal seberapa sedikit kita mengeluarkan uang. Tapi seberapa sadar kita dalam menggunakannya. Karena pada akhirnya, uang itu bukan untuk dihabiskan sembarangan… tapi juga bukan untuk ditahan tanpa tujuan.
Wallahu'alam bish showab
#INISIATIF
Kadang orang suka salah paham antara pelit dan hemat. Sekilas terlihat sama-sama “nggak mau keluar uang”. Tapi kalau dipikir-pikir, dua hal ini sebenarnya berbeda jauh.
Hemat itu soal pengelolaan. Pelit itu soal penahanan.
Orang yang hemat tahu kapan harus menahan, dan kapan harus mengeluarkan. Dia bisa bilang “tidak” untuk hal-hal yang tidak perlu, tapi juga tidak ragu bilang “iya” untuk hal yang memang penting, punya nilai.
Artinya, orang pelit nggak mau mengeluarkan duit untuk hal apapun bahkan yang sifatnya urgent, berbeda dengan orang hemat yang tetap rela mengeluarkan duit untuk hal yang dianggapnya penting, atau hal tertentu yang dirasa 'worth it'.
Hemat itu sadar prioritas. Pelit itu takut kehilangan.
Orang hemat bisa saja tidak membeli sesuatu yang mahal, tapi dia mau mengeluarkan uang untuk pendidikan, kesehatan, atau kebutuhan jangka panjang. Dia melihat nilai, bukan sekadar harga.
Sedangkan orang pelit sering terjebak di angka. Selama bisa lebih murah, itu yang dipilih, tanpa melihat kualitas atau dampaknya. Akhirnya seringkali harus bayar dua kali, atau bahkan kehilangan kesempatan yang lebih besar.
Orang hemat biasanya punya tujuan, orang pelit seringkali hanya menahan tanpa arah.
Bedakan antara orang yang menahan hari ini karena tahu ada sesuatu yang ingin dicapai di masa depan, dengan orang yang merasa yang penting duit tidak keluar, tanpa tahu sebenarnya untuk apa ditahan.
Jadi mungkin bukan soal seberapa sedikit kita mengeluarkan uang. Tapi seberapa sadar kita dalam menggunakannya. Karena pada akhirnya, uang itu bukan untuk dihabiskan sembarangan… tapi juga bukan untuk ditahan tanpa tujuan.
Wallahu'alam bish showab
#INISIATIF
❤2
Budget tipis, hasil tetap manis 💪
📸 Sore kemarin cek progres souvenir COMMIT ATE 2026 dan kabar baiknya udah beres semua✅
FYI, Tahun ini berbekal dengan support dari UKPF Pendukung (CORPU, MSDM, KOMSI, SDSU, dll), kita di komunitas lagi coba something new dengan kolaborasi bareng PT CMS Duta Solusi di sektor pengadaan
Yang bikin beda pengadaan di CMS:
✔️ Bisa request sesuai selera (barang nggak ke-lock katalog)
✔️ Harga aman di budget, tapi tetap dapet kualitas
✔️ Prosesnya juga clear & sesuai tata kelola
Intinya: praktis, fleksibel, dan tetap secure🤝
Kalau mau tanya-tanya, langsung aja ke Mas @lilidipura. Infonya CMS siap support buat kebutuhan unit kerja Selindo🇮🇩
📸 Sore kemarin cek progres souvenir COMMIT ATE 2026 dan kabar baiknya udah beres semua
FYI, Tahun ini berbekal dengan support dari UKPF Pendukung (CORPU, MSDM, KOMSI, SDSU, dll), kita di komunitas lagi coba something new dengan kolaborasi bareng PT CMS Duta Solusi di sektor pengadaan
Yang bikin beda pengadaan di CMS:
✔️ Bisa request sesuai selera (barang nggak ke-lock katalog)
✔️ Harga aman di budget, tapi tetap dapet kualitas
✔️ Prosesnya juga clear & sesuai tata kelola
Intinya: praktis, fleksibel, dan tetap secure
Kalau mau tanya-tanya, langsung aja ke Mas @lilidipura. Infonya CMS siap support buat kebutuhan unit kerja Selindo
Dari kita, oleh kita, untuk kita
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🙏3❤2👍1
Di suatu siang yang terik, sebuah truk hijau melaju pelan di jalanan yang tak selalu mulus. Di belakangnya tertulis sederhana, “Don’t Panic” dan kalimat yang seolah menenangkan siapa pun yang membacanya: Mustahil Tuhan membawamu sejauh ini hanya untuk gagal. Tulisan itu bukan sekadar cat di badan kendaraan, tapi seperti pesan yang sengaja ditinggalkan untuk siapa saja yang sedang lelah berjalan.
Kadang hidup memang terasa seperti perjalanan panjang tanpa peta. Kita melangkah, jatuh, bangkit, lalu ragu lagi. Ada hari-hari di mana semuanya terasa tidak pasti, usaha sudah maksimal, doa sudah dipanjatkan, tapi hasil belum juga terlihat. Di titik itu, panik sering datang tanpa diundang. Kita mulai mempertanyakan diri sendiri, bahkan mempertanyakan arah hidup.
Namun kalau dipikir lebih dalam, bukankah kita sudah melewati begitu banyak hal untuk sampai di titik ini? Hari-hari sulit yang dulu terasa mustahil, ternyata bisa kita lewati. Luka yang dulu terasa dalam, perlahan sembuh. Semua itu bukan kebetulan. Ada tangan yang menuntun, ada rencana yang mungkin belum kita pahami sepenuhnya.
“Don’t panic” bukan berarti kita tidak boleh takut, tapi tentang tidak membiarkan rasa takut menguasai langkah kita. Karena saat kita berhenti terlalu lama dalam kepanikan, kita lupa bahwa perjalanan ini masih berjalan. Kita lupa bahwa setiap proses, sekecil apa pun, sedang membentuk versi diri kita yang lebih kuat.
Dan kalimat itu kembali terngiang, mustahil Tuhan membawamu sejauh ini hanya untuk gagal. Mungkin kegagalan yang kita takutkan sebenarnya hanyalah bagian dari cara-Nya mengarahkan kita ke jalan yang lebih tepat. Apa yang kita anggap akhir, bisa jadi hanya tikungan menuju sesuatu yang lebih baik.
Jadi, kalau hari ini terasa berat, tarik napas pelan. Ingat kembali sejauh apa kamu sudah melangkah. Kamu tidak sejauh ini untuk berhenti. Kamu tidak sejauh ini untuk kalah. Terus jalan, pelan tidak apa-apa yang penting jangan berhenti. Karena cerita terbaikmu mungkin sedang menunggu beberapa langkah lagi di depan.
#INISIATIF #TGIF
Kadang hidup memang terasa seperti perjalanan panjang tanpa peta. Kita melangkah, jatuh, bangkit, lalu ragu lagi. Ada hari-hari di mana semuanya terasa tidak pasti, usaha sudah maksimal, doa sudah dipanjatkan, tapi hasil belum juga terlihat. Di titik itu, panik sering datang tanpa diundang. Kita mulai mempertanyakan diri sendiri, bahkan mempertanyakan arah hidup.
Namun kalau dipikir lebih dalam, bukankah kita sudah melewati begitu banyak hal untuk sampai di titik ini? Hari-hari sulit yang dulu terasa mustahil, ternyata bisa kita lewati. Luka yang dulu terasa dalam, perlahan sembuh. Semua itu bukan kebetulan. Ada tangan yang menuntun, ada rencana yang mungkin belum kita pahami sepenuhnya.
“Don’t panic” bukan berarti kita tidak boleh takut, tapi tentang tidak membiarkan rasa takut menguasai langkah kita. Karena saat kita berhenti terlalu lama dalam kepanikan, kita lupa bahwa perjalanan ini masih berjalan. Kita lupa bahwa setiap proses, sekecil apa pun, sedang membentuk versi diri kita yang lebih kuat.
Dan kalimat itu kembali terngiang, mustahil Tuhan membawamu sejauh ini hanya untuk gagal. Mungkin kegagalan yang kita takutkan sebenarnya hanyalah bagian dari cara-Nya mengarahkan kita ke jalan yang lebih tepat. Apa yang kita anggap akhir, bisa jadi hanya tikungan menuju sesuatu yang lebih baik.
Jadi, kalau hari ini terasa berat, tarik napas pelan. Ingat kembali sejauh apa kamu sudah melangkah. Kamu tidak sejauh ini untuk berhenti. Kamu tidak sejauh ini untuk kalah. Terus jalan, pelan tidak apa-apa yang penting jangan berhenti. Karena cerita terbaikmu mungkin sedang menunggu beberapa langkah lagi di depan.
#INISIATIF #TGIF
Dulu diragukan, sekarang dibuktikan. Bukan karena mereka paling hebat… tapi karena mereka gak pernah berhenti 🔥
Di balik cerita ini, ada lelah, ada air mata, ada doa yang gak pernah putus dari mereka Eks PATT yang kini berhasil melangkah jadi Pegawai tetap🥰
PATT Selindo mana suaranya? yuk saling menyemangati. Kalian pasti bisa🇮🇩
https://www.instagram.com/p/DW8rKt1CVSl/?igsh=MWxzeHA1anlteDB3cg==
Di balik cerita ini, ada lelah, ada air mata, ada doa yang gak pernah putus dari mereka Eks PATT yang kini berhasil melangkah jadi Pegawai tetap
PATT Selindo mana suaranya? yuk saling menyemangati. Kalian pasti bisa
https://www.instagram.com/p/DW8rKt1CVSl/?igsh=MWxzeHA1anlteDB3cg==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤4