Ask The Experts
1.81K subscribers
4.73K photos
414 videos
188 files
2.91K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
Oleh: Muhammad Farid Maricar

Mungkin kita sudah sering baca atau dengar, bahwa salah satu cara untuk meningkatkan IQ atau kecerdasan intelektual adalah dengan bermain game. Tapi, kali ini saya dapat insight baru dari video ini.

Selama ini, game sering dilihat hanya sebagai hiburan. Bahkan tidak jarang dianggap sebagai pengganggu produktivitas. Tapi kalau diperhatikan lebih dalam, ternyata ada cara melihat yang berbeda, bahwa game, dalam kondisi tertentu, justru bisa menjadi alat untuk melatih cara berpikir.

Ambil contoh yang paling klasik, permainan catur. Catur itu sederhana secara tampilan, tapi kompleks dalam proses berpikir. Di sana kita belajar membaca kondisi, memprediksi langkah lawan, dan memikirkan beberapa langkah ke depan.

Kita tidak hanya berpikir tentang apa yang harus dilakukan sekarang, tapi juga apa yang akan terjadi setelahnya. Dalam dunia berpikir, ini dikenal sebagai second order thinking. Bukan hanya, โ€œLangkah apa yang terbaik sekarang?โ€, tapi juga, โ€œKalau saya melakukan ini, apa yang akan terjadi berikutnya? Dan setelah itu?โ€

Kalau kita geser ke game yang lebih cepat seperti Mobile Legends atau Dota, latihannya sedikit berbeda. Kalau catur melatih kedalaman berpikir, game MOBA melatih kecepatan berpikir.

Dalam hitungan detik, kita harus membaca map, memahami posisi teman dan lawan, mengambil keputusan, dan langsung menerima konsekuensinya. Tidak ada waktu untuk terlalu lama berpikir, tapi tetap harus tepat.

Nah, menariknya, dalam video ini, Ferry Irwandi membahas tentang penggunaan hero Sun di Mobile Legends. Btw, hero Sun ini adalah hero andalan saya dalam bermain mobile legend dulu (Sudah hampir 3 tahun saya vakum bermain), dan anda bisa lihat screenshot record saya.

Hero ini bukan meta, bukan pilihan utama, dan bukan yang dianggap paling kuat. Kalau pakai cara berpikir umum, orang akan memilih hero yang kuat supaya peluang menang lebih besar.

Tapi, penggunaan Sun ini cukup berbeda dari hero pada umumnya. Kita tidak berbicara tentang siapa yang paling kuat, tapi tentang apa yang bisa saya maksimalkan dari kemampuan dan situasi yang ada.

Untuk orang ADHD, bermain dengan sistem war yang di dalamnya banyak crowd control akan sulit untuk bermain pada team fight, maka dari itu, saya cenderung mengincar kemenangan lewat split push. Kalau tidak bisa menang secara langsung, bukankah bisa menang lewat strategi. Dan ternyata, pola seperti ini bukan cuma berlaku di game.

Dalam kehidupan nyata, kita sering kali masih menggunakan cara berpikir sederhana. Misalnya dalam memilih beasiswa. Banyak orang memilih berdasarkan apa yang terlihat paling bagus di permukaan, yang paling terkenal, yang paling besar nominalnya, atau yang paling prestisius, yah sebut saja LPDP.

Tentunya, jika paham, punya self awareness, dan tahu bahwa untuk mencapainya itu sulit, karena dalam LPDP juga ada tes wawancara yang cenderung menguras EQ (dan saya tahu bahwa saya lemah di situ), saya tidak akan mau buang-buang waktu dan tenaga untuk apply beasiswa yang saya tahu probabilitasnya kecil untuk saya.

Banyak orang yang mengincar beasiswa yang mungkin jauh levelnya untuk dikejar. Sebenarnya tidak masalah. Yang menjadi masalah adalah jika tidak menggunakan second order thinking. Misalnya, menggunakan beasiswa dalam negeri untuk lanjut studi, tapi sejak awal tidak berpikir dengan kemungkinan lanjut di negara lain. Padahal, bisa saja mengambil opsi mengincar beasiswa luar negeri, dengan mencari peluang, siapa tahu bisa dilanjutkan kerja di luar negeri.

Dan mungkin ini yang sering terlupakan.

Kita terlalu fokus pada pilihan yang terlihat โ€œbesarโ€,
tanpa benar-benar memahami apakah kita bisa menjalaninya.

Padahal, seperti dalam game, memilih hero yang tepat untuk diri kita jauh lebih penting daripada memilih hero yang paling kuat.

Kadang kita lupa. pada akhirnya, bukan selalu yang paling kuat yang menang, tapi yang paling paham cara memainkan permainan.

Wallahuโ€™alam bish showab.

#INISIATIF
๐Ÿ’ฏ4
Oleh: Dedi Priadi

Pernahkah kamu merasa dunia seolah berhenti berputar hanya karena satu keinginanmu tidak terwujud? Kita seringkali terburu-buru, ingin segalanya terjadi detik ini juga, seolah-olah jika rencana kita gagal, maka selesailah segalanya. Kita terjebak dalam keriuhan pikiran kita sendiri, menuntut hidup harus berjalan sesuai garis lurus yang kita buat di atas kertas.

Kenyataannya hidup tidak pernah benar-benar lurus. Terkadang kita tersandung di jalan yang kita anggap paling aman. Kita terjatuh, lalu mulai bertanya lirih: "Kenapa harus aku? Kenapa sekarang?" Kita merasa dihukum oleh keadaan, padahal mungkin kita sedang diselamatkan dari sesuatu yang tidak kita lihat.

Bayangkan hidup ini seperti melihat bagian belakang kain sulaman. Yang terlihat hanyalah benang yang berantakan, simpul yang tidak rapi, dan warna yang tumpang tindih. Kita protes karena merasa polanya berantakan. Padahal, di sisi sebaliknya, Tuhan sedang merajut lukisan yang sangat indah, yang hanya bisa kita kagumi setelah semuanya selesai.

Kita sering menangis sedih saat kehilangan sesuatu yang kita sayangi, seperti kehilangan setangkai bunga. Padahal, mungkin Tuhan sedang menghindarkan tangan kita agar tidak tertusuk duri tajam yang tersembunyi di balik kelopaknya. Kita hanya melihat apa yang hilang, tapi Tuhan melihat apa yang akan melukai kita jika benda itu tetap tinggal bersama kita.

Tuhan bekerja dalam sunyi yang seringkali tidak masuk akal bagi logika kita yang terbatas. Dia tidak selalu memberi apa yang kita minta, tapi Dia selalu merajut apa yang kita butuhkan agar kita tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa dan kuat.

Keinginan kita terkadang mirip anak kecil yang menangis meminta dibelikan pisau tajam. Kita marah dan merasa tidak disayang saat permintaan itu ditolak. Padahal, Sang Ayah sedang menjauhkan kita dari luka besar yang belum sanggup kita sembuhkan sendiri.

Kita perlu belajar bahwa penolakan adalah bentuk kasih sayang. Kegagalan hari ini mungkin saja cara Tuhan membelokkan langkah kita agar tidak tersesat lebih jauh ke jalan yang sia-sia. Apa yang kita sebut musibah, seringkali adalah perlindungan diri yang menyamar.

Ketidaktahuan kita sebenarnya adalah ruang bagi iman untuk tumbuh. Kita mungkin hanya melihat pecahan kaca yang retak, tapi Tuhan sedang menyusun mosaik yang megah dan utuh. Kita hanya melihat potongan kecil, sedangkan Dia melihat gambaran besarnya.

Percayalah, saat satu pintu tertutup dengan keras, suaranya yang bising sebenarnya adalah aba-aba. Itu pertanda bahwa ada gerbang yang lebih luas sedang dibuka untuk menyambut langkahmu dengan kebaikan yang lebih segar.

Biarkan hidupmu mengalir seperti sungai yang tak berdebat dengan batu cadas, namun tenang mencari celah untuk terus melaju. Terimalah setiap kehilangan bukan sebagai hukuman, melainkan ruang baru agar sesuatu yang lebih selaras bisa bertamu. Kedamaian muncul saat kita berhenti mendikte cara Tuhan membentuk kebahagiaan kita.

Pada akhirnya, pintu yang tertutup sering kali merupakan bentuk perlindungan yang membawa ketenangan. Di balik kata "tidak" yang terasa menyesakkan, ada sebuah "ya" yang sedang dipersiapkanโ€”sebuah jawaban yang bukan sekadar memenuhi keinginan sesaat, namun benar-benar mencukupi kebutuhan jiwamu.

"...๐˜‰๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ช๐˜ข ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช (๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข) ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ช๐˜ข ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ; ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ช, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ช." (๐˜˜๐˜š. ๐˜ˆ๐˜ญ-๐˜‰๐˜ข๐˜ฒ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ: 216)

Sumber photo: Roadtrip

#INISIATIF
โค3
Kami paham, belum semua terasa maksimal. Tapi kami nggak berhenti di situ, kami terus belajar dan memperbaiki ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Yuk, sama-sama terus kita dukung perjalanan ini, Karena ini bukan tentang jadi sempurna seketika, tapi tentang terus bertumbuh di setiap prosesnya ๐Ÿ‘‡
https://www.instagram.com/p/DW3Z6Y6iaIH/?igsh=MW04YWZsZGplcnA1Ng==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Yuk kita dengarkan pesan Ibu Dirum sehubungan dengan telah berpulangnya salah satu rekan terbaik kita Kk Dian Jabar Syabani ๐Ÿ™๐Ÿ™

https://www.instagram.com/reel/DW3XBgngaL_/?igsh=MTk4dWo1bXhyenUxcg==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Oleh: Muhammad Farid Maricar

Kadang orang suka salah paham antara pelit dan hemat. Sekilas terlihat sama-sama โ€œnggak mau keluar uangโ€. Tapi kalau dipikir-pikir, dua hal ini sebenarnya berbeda jauh.

Hemat itu soal pengelolaan. Pelit itu soal penahanan.

Orang yang hemat tahu kapan harus menahan, dan kapan harus mengeluarkan. Dia bisa bilang โ€œtidakโ€ untuk hal-hal yang tidak perlu, tapi juga tidak ragu bilang โ€œiyaโ€ untuk hal yang memang penting, punya nilai.

Artinya, orang pelit nggak mau mengeluarkan duit untuk hal apapun bahkan yang sifatnya urgent, berbeda dengan orang hemat yang tetap rela mengeluarkan duit untuk hal yang dianggapnya penting, atau hal tertentu yang dirasa 'worth it'.

Hemat itu sadar prioritas. Pelit itu takut kehilangan.

Orang hemat bisa saja tidak membeli sesuatu yang mahal, tapi dia mau mengeluarkan uang untuk pendidikan, kesehatan, atau kebutuhan jangka panjang. Dia melihat nilai, bukan sekadar harga.

Sedangkan orang pelit sering terjebak di angka. Selama bisa lebih murah, itu yang dipilih, tanpa melihat kualitas atau dampaknya. Akhirnya seringkali harus bayar dua kali, atau bahkan kehilangan kesempatan yang lebih besar.

Orang hemat biasanya punya tujuan, orang pelit seringkali hanya menahan tanpa arah.

Bedakan antara orang yang menahan hari ini karena tahu ada sesuatu yang ingin dicapai di masa depan, dengan orang yang merasa yang penting duit tidak keluar, tanpa tahu sebenarnya untuk apa ditahan.

Jadi mungkin bukan soal seberapa sedikit kita mengeluarkan uang. Tapi seberapa sadar kita dalam menggunakannya. Karena pada akhirnya, uang itu bukan untuk dihabiskan sembaranganโ€ฆ tapi juga bukan untuk ditahan tanpa tujuan.

Wallahu'alam bish showab

#INISIATIF
โค2
Budget tipis, hasil tetap manis ๐Ÿ’ช

๐Ÿ“ธ Sore kemarin cek progres souvenir COMMIT ATE 2026 dan kabar baiknya udah beres semua โœ…

FYI, Tahun ini berbekal dengan support dari UKPF Pendukung (CORPU, MSDM, KOMSI, SDSU, dll), kita di komunitas lagi coba something new dengan kolaborasi bareng PT CMS Duta Solusi di sektor pengadaan

Yang bikin beda pengadaan di CMS:
โœ”๏ธ Bisa request sesuai selera (barang nggak ke-lock katalog)
โœ”๏ธ Harga aman di budget, tapi tetap dapet kualitas
โœ”๏ธ Prosesnya juga clear & sesuai tata kelola

Intinya: praktis, fleksibel, dan tetap secure ๐Ÿค

Kalau mau tanya-tanya, langsung aja ke Mas @lilidipura. Infonya CMS siap support buat kebutuhan unit kerja Selindo ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Dari kita, oleh kita, untuk kita
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ™3โค2๐Ÿ‘1
Di suatu siang yang terik, sebuah truk hijau melaju pelan di jalanan yang tak selalu mulus. Di belakangnya tertulis sederhana, โ€œDonโ€™t Panicโ€ dan kalimat yang seolah menenangkan siapa pun yang membacanya: Mustahil Tuhan membawamu sejauh ini hanya untuk gagal. Tulisan itu bukan sekadar cat di badan kendaraan, tapi seperti pesan yang sengaja ditinggalkan untuk siapa saja yang sedang lelah berjalan.

Kadang hidup memang terasa seperti perjalanan panjang tanpa peta. Kita melangkah, jatuh, bangkit, lalu ragu lagi. Ada hari-hari di mana semuanya terasa tidak pasti, usaha sudah maksimal, doa sudah dipanjatkan, tapi hasil belum juga terlihat. Di titik itu, panik sering datang tanpa diundang. Kita mulai mempertanyakan diri sendiri, bahkan mempertanyakan arah hidup.

Namun kalau dipikir lebih dalam, bukankah kita sudah melewati begitu banyak hal untuk sampai di titik ini? Hari-hari sulit yang dulu terasa mustahil, ternyata bisa kita lewati. Luka yang dulu terasa dalam, perlahan sembuh. Semua itu bukan kebetulan. Ada tangan yang menuntun, ada rencana yang mungkin belum kita pahami sepenuhnya.

โ€œDonโ€™t panicโ€ bukan berarti kita tidak boleh takut, tapi tentang tidak membiarkan rasa takut menguasai langkah kita. Karena saat kita berhenti terlalu lama dalam kepanikan, kita lupa bahwa perjalanan ini masih berjalan. Kita lupa bahwa setiap proses, sekecil apa pun, sedang membentuk versi diri kita yang lebih kuat.

Dan kalimat itu kembali terngiang, mustahil Tuhan membawamu sejauh ini hanya untuk gagal. Mungkin kegagalan yang kita takutkan sebenarnya hanyalah bagian dari cara-Nya mengarahkan kita ke jalan yang lebih tepat. Apa yang kita anggap akhir, bisa jadi hanya tikungan menuju sesuatu yang lebih baik.

Jadi, kalau hari ini terasa berat, tarik napas pelan. Ingat kembali sejauh apa kamu sudah melangkah. Kamu tidak sejauh ini untuk berhenti. Kamu tidak sejauh ini untuk kalah. Terus jalan, pelan tidak apa-apa yang penting jangan berhenti. Karena cerita terbaikmu mungkin sedang menunggu beberapa langkah lagi di depan.

#INISIATIF #TGIF
Dulu diragukan, sekarang dibuktikan. Bukan karena mereka paling hebatโ€ฆ tapi karena mereka gak pernah berhenti ๐Ÿ”ฅ

Di balik cerita ini, ada lelah, ada air mata, ada doa yang gak pernah putus dari mereka Eks PATT yang kini berhasil melangkah jadi Pegawai tetap ๐Ÿฅฐ

PATT Selindo mana suaranya? yuk saling menyemangati. Kalian pasti bisa ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
https://www.instagram.com/p/DW8rKt1CVSl/?igsh=MWxzeHA1anlteDB3cg==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค4