Ask The Experts
1.81K subscribers
4.73K photos
414 videos
188 files
2.91K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
Kamu pernah ngalamin ini?
โ€œDokumennya ada kokโ€ฆ tapi kayaknya di folder yang lain simpannyaโ€ฆโ€ dan mulai panik
๐Ÿ˜ตโ€๐Ÿ’ซ

Di balik kerja yang lancar, ada arsip yang tertata. Di balik keputusan yang kuat, ada dokumen yang terdokumentasi ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

Jangan lupa mention rekan satu tim mu yang paling konsisten soal arsip di kolom komentar ๐Ÿ‘‡
https://www.instagram.com/p/DUqIKH7Ce5s/?igsh=ajc2MTg0cGQ2Njk3
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ˜€๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜

Managed Care
"Clinical Pathway & Utilization Review sebagai Pengendalian Mutu dan Biaya"


Ikuti webinar Managed Care PAMJAKI Edisi Ketiga tentang Clinical Pathway & Utilization Review sebagai Pengendalian Mutu dan Biaya.

๐Ÿ“… Kamis, 19 Februari 2026
โฐ 10.00 - 11.30 WIB
๐ŸŽ™ Speaker :
1. dr. Rosa Christiana Ginting, Betr, med, MHP, HIA, AAK
2. dr. Adian Fitria, M.HPM
3. dr. Novalina Gintings, MHPM AAK

Moderator: dr. A Mahathir Anas

๐Ÿ’ป Link zoom:
https://bit.ly/JoinZoomWebinar-EdisiKe-3
๐Ÿ’ป Virtual Background
https://bit.ly/VirtualBackgroundEdisi-ke3

GRATIS!
Bagi yang ingin mendapatkan e-sertifikat, biaya registrasi IDR 50.000

Daftar sekarang:
https://bit.ly/Registrasi-Webinar-Managedcare3
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
The Five Dysfunctions of a Team - EQ Spotlight 20260215.pdf
1.2 MB
THE FIVE DYSFUNCTIONS OF A TEAM โœ๏ธ

Oleh: Iwan Kusworo


Slide ini merangkum inti buku The Five Dysfunctions of a Team karya Patrick Lencioni, yang menjelaskan bahwa kegagalan tim bukan semata karena kurangnya kompetensi, tetapi karena cara anggota tim berinteraksi dan bekerja sama. Team dysfunction digambarkan sebagai hambatan yang membuat tim tidak mampu bekerja secara kohesif dan mencapai tujuan bersama. Masalah dalam tim bersifat seperti efek domino, bukan satu kesalahan tunggal, melainkan rangkaian persoalan yang saling berkaitan. Prinsipnya jelas: jika fondasi (bagian bawah) tidak kuat, maka bagian atas tidak akan bisa diperbaiki.

Disfungsi pertama adalah absence of trust (tidak adanya kepercayaan). Ini terjadi ketika anggota tim takut menunjukkan kelemahan, menyembunyikan kesalahan, dan enggan meminta bantuan. Trust yang dimaksud bukan sekadar rasa nyaman atau pertemanan, melainkan keamanan psikologis untuk bersikap terbuka dan rentan. Tanpa kepercayaan, muncul disfungsi kedua yaitu fear of conflict (ketakutan akan konflik). Tim cenderung menciptakan harmoni semu, menghindari perdebatan sehat, dan membicarakan masalah di luar forum resmi. Padahal konflik yang sehat adalah diskusi terbuka dan saling menghormati tentang ide, bukan serangan personal.

Ketika konflik sehat tidak terjadi, tim masuk pada disfungsi ketiga: lack of commitment (kurangnya komitmen). Keputusan menjadi tidak jelas, anggota tim tampak setuju di rapat tetapi tidak benar-benar mendukung, sehingga muncul resistensi pasif. Komitmen bukan berarti semua orang harus sepakat, melainkan semua orang memahami dan mendukung keputusan yang telah dibuat. Selanjutnya adalah avoidance of accountability (abai dari pertanggungjawaban), di mana anggota tim enggan saling menegur dan standar kerja perlahan menurun. Akibatnya, pemimpin menjadi satu-satunya pengawas. Puncaknya adalah inattention to results (ketidakpedulian terhadap hasil), yaitu ketika fokus bergeser ke pencapaian pribadi atau kepentingan departemen, bukan pada hasil kolektif tim.

Slide ini juga menekankan solusi, baik bagi individu maupun pemimpin. Individu perlu berani mengakui kesalahan, meminta bantuan, berbicara dengan rasa hormat, serta fokus pada tujuan bersama. Pemimpin harus memberi contoh, mendorong terjadinya debat sehat, memperjelas keputusan, dan menghargai hasil tim dibanding sekadar bintang individu. Intinya, tim hebat tidak dibangun hanya oleh kecerdasan, tetapi oleh keberanian emosional, kesadaran diri, kerendahan hati, empati, dan keberanian memilih kejujuran dibanding sekadar terlihat baik.

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ’ฏ1
Oleh: Dedi Priadi

Dunia ini tempat menanam, bukan memanen. Setiap langkah yang kita ambil adalah benih yang kita sebar, dan setiap interaksi adalah sebuah vibrasi yang kita lepaskan ke semesta raya.

Kita tidak hanya meninggalkan jejak fisik berupa tapak kaki, tetapi juga ๐˜ข๐˜ต๐˜ด๐˜ข๐˜ณโ€”jejak perbuatan dan niatโ€”yang melekat pada jiwa. Atsar inilah yang menentukan kualitas panen rohani kita kelak.

Penting diingat, setiap tindakan yang muncul dari keangkuhan atau harapan pujian akan merusak atsar itu. Tugas pertama kita adalah ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ๐˜ญ๐˜ช, membersihkan hati dari debu-debu riya' dan penyakit egoisme.

Setelah bersih, barulah kita memasuki fase ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ๐˜ญ๐˜ช: menghiasi diri dengan budi pekerti mulia. Kebaikan sejati bukanlah perbuatan yang dipaksakan, melainkan pancaran dari jiwa yang tulus dan ikhlas.

Maka, jadikan keikhlasan sebagai pondasi terkuat. Kebaikan yang paling bernilai adalah yang tersembunyi, yang hanya diketahui oleh kita dan Sang Pencipta, bebas dari pengakuan manusia.

Jejak kebaikan sejati adalah cahaya yang menyertai, bahkan saat diri kita telah tiada. Jadilah pembawa rahmat ke mana pun Anda melangkah, menabur kedamaian tanpa menghitung-hitung imbalan.

Cita-cita tertinggi kita adalah mencapai ๐˜ต๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ญ๐˜ช, di mana atsar yang kita tinggalkan hanyalah manifestasi sifat-sifat Tuhan. Hilangnya keakuan membuat kebaikan menjadi murni dan sempurna.

Oleh karena itu, bertekadlah untuk hanya meninggalkan bunga di tempat Anda berpijak. Ke mana pun Anda pergi, pastikan satu-satunya jejak yang tertinggal adalah kebaikan yang tak terhitung dan tak terhapuskan.

๐˜—๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ (๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ช) ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข (๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ด๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข). ๐˜’๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ (๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ) ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. (Q.S Az-Zalzalah: 4-5).

๐˜ž๐˜ข๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ข'๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ.

#INISIATIF
๐Ÿ”ฅ4โค1โšก1
๐Ÿ˜€๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜

Behind every big system, ada tim hebat yang kerja tanpa lelah ๐Ÿ‘

Terima kasih untuk setiap keputusan, diskusi panjang, dan perjuangan yang mungkin nggak selalu terlihat, tapi dampaknya sangat terasa. Semoga semua pengabdian ini jadi ladang kebaikan yang terus bertumbuh. Aamiin Ya Rabb ๐Ÿคฒ

https://www.instagram.com/p/DU73qsqE7Eb/?igsh=MTBsNWN2emVlcXp0bQ==

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ™6โšก2๐Ÿค1
SABAR ๐Ÿ™

Oleh: Raymond Arief


Pernah kepikiran, kenapa anak-anak hari ini lebih mudah frustrasi, padahal hidup mereka jauh lebih mudah? Jaman sekarang semua serba mudah dan cepat, tanpa sadar, kita sedang mencabut satu kemampuan penting untuk bertahan hidup.๏ฟผ

Jaman sekarang, anak-anak tumbuh di dunia yang serba instan. Mau nonton video, tinggal klik. Dulu, kita harus menunggu seminggu untuk satu episode serial favorit.

Mau kirim pesan, tinggal tekan tombol send di email / WhatsApp. Dulu, kita menulis surat dan menunggu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, untuk sebuah balasan.๏ฟผ

Internet hari ini sudah 5G, super cepat. Dulu, sekadar terhubung ke internet saja perlu proses yang panjang.

Bahkan, dulu menyalakan komputer pun gak langsung bisa dipakai. Harus masukin floppy disk & nunggu loading DOS.๏ฟผ

Tanpa sadar, menunggu bukan lagi bagian dari kebiasaan hidup anak-anak hari ini. Mereka semakin jarang memiliki satu skill dasar yang dulu terasa sangat alami bagi kita :
SABAR. Lalu, apa bahayanya ke depan?๏ฟผ

Bukan soal nostalgia. Bukan juga soal menyalahkan teknologi.

Tanpa SABAR, mereka akan kesulitan:
โ€ข Menghadapi proses
โ€ข Menerima kegagalan
โ€ข Bertahan saat sesuatu tidak langsung berhasil
โ€ข Mengelola emosi ketika keinginan tidak terpenuhi saat itu juga.

Mereka tumbuh tanpa terbiasa menahan diri.๏ฟผ

Dunia nyata tidak bekerja secepat koneksi internet. Kesuksesan tidak bisa di-skip. Karakter tidak bisa di-download.

Jika semua harus cepat, maka frustrasi juga datang lebih cepat. Jika semua harus instan, maka daya tahan mental menjadi rapuh. Sabar bukan sekadar menunggu. Sabar adalah kemampuan untuk tetap tenang, tetap berusaha, dan tetap percaya pada proses, meskipun hasil belum terlihat.๏ฟผ

Dan mungkin inilah poin terpentingnya.

Di masa depan yang akan semakin didominasi oleh AI, ketika mesin bisa berpikir lebih cepat, bekerja lebih efisien, dan mengambil keputusan dalam hitungan detik, SABAR justru menjadi skill kunci agar manusia tetap menjadi manusia.

Karena empati, kedewasaan emosi, dan ketangguhan mental tidak lahir dari kecepatan, tetapi dari proses yang dijalani dengan SABAR.๏ฟผ

#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค3๐Ÿ™3
Setiap jabatan punya tantangan. Setiap tantangan butuh ketegasan, ketelitian, dan integritas. Itulah mengapa di BPJS Kesehatan, kita punya PANGLIMA di setiap lini ๐Ÿซก

Ada banyak panglima di BPJS Kesehatan, coba tag PANGLIMA versi kamu๐Ÿ‘‡
https://www.instagram.com/p/DU-C2cpCd8h/?igsh=dmQ1NXF2OGl6eWVq
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2๐Ÿ”ฅ2โšก1
๐Ÿ˜‚๐Ÿคฃ๐Ÿฅฒโ˜บ๏ธ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™‚

Update sementara (H-4) peserta lomba BPJS Kesehatan Ramadan Fest (BRF) 2026
๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

Lomba Tilawah

1. KC Payakumbuh
https://www.instagram.com/reel/DU96ZPTD_-9/?igsh=MXhib2pyYTBpemc4dw==

2. CORPU
https://www.instagram.com/reel/DU7HycGE318/?igsh=a201czFnajB0eXcw

3. KC Tangerang
https://www.instagram.com/reel/DU7CMFtk6Lv/?igsh=MW1iOTFyMDVkaDRqZQ==

4. CORPU
https://www.instagram.com/reel/DU-IJW5AebV/?igsh=dWU1cjR3djBiY2I3

5. KC Jember
https://www.instagram.com/reel/DVAbkucE-d2/?igsh=aXNhYjJ0cDA2Y2x0

6. KC Solok
https://www.instagram.com/reel/DVBKydoCWVo/?igsh=MWtyMWNqOGM2cmhreg==

7. KC Biak Numfor
https://www.instagram.com/reel/DVFQl4wknI3/?igsh=eXI2OW8zb2lkMzFw

8. KC Luwuk
https://www.instagram.com/reel/DVFlWe8knbJ/?igsh=MXNpY2VrZzBiN2VrdA==

9. KC Muara Teweh
https://www.instagram.com/reel/DVIk8slAc_s/?igsh=YnB1Zm9oNW92dmgy

--------------------

Lomba Vlog Ramadan
1. KC Kediri
https://www.instagram.com/reel/DU9BLtnkteQ/?igsh=MWRjZmg0am52ZW56eQ==

2. KC Jember
https://www.instagram.com/reel/DVBH94rk9Y_/?igsh=Z2UzZHFybThvdjhu

3. KC Jayapura
https://www.instagram.com/reel/DVD8H8XEnqt/?igsh=Y3Y4bnlqcDkwbXZo

4. KC Surakarta
https://www.instagram.com/reel/DVGjGe2gLu1/?igsh=MTZ6Y3I0YnhzMmdjbA==

5. KC Langsa
https://www.instagram.com/reel/DVGmbUUCYGF/?igsh=ZjM0YjJkdHhndnFl

6. KC Sukabumi
https://www.instagram.com/reel/DVH5VP1k3dy/?igsh=eG1pNGd4eWx1cTl4

7. KC Jayapura
https://www.instagram.com/reel/DVItcWTiakQ/?igsh=dnNmaWNhbnVhZGFn

8. KC Biak Numfor
https://www.instagram.com/reel/DVH80dVEvyq/?igsh=MXUyaTJ1cXBvdzF5ZA==

--------------------

Lomba Azan
1. SDSU
https://www.instagram.com/reel/DU61Sg0E0RU/?igsh=c3M0aHducGtqMW8=

2. CORPU
https://www.instagram.com/reel/DU-XdjMiejN/?igsh=dXVxbTRwcXRhamVo

3. KC Jember
https://www.instagram.com/reel/DVAX_6Ak3df/?igsh=MTk0YjFwaDQ3Ym9lMg==

4. KC Solok
https://www.instagram.com/reel/DVBI98kiS-S/?igsh=ems4NHRtZWRobDJl

5. KC Surakarta
https://www.instagram.com/reel/DVF-RtmCSte/?igsh=cWJhMDliYm5pajJj

--------------------

Lomba Peragaan Busana Muslim
1. KC Sibolga
https://www.instagram.com/reel/DU7hnLEEljK/?igsh=bHBxNGRoOXF6ZWlx

2. KC Dumai
https://www.instagram.com/reel/DVBOaprk65s/?igsh=aXV1d3ZuZW5ib3E4

3. KC Dumai
https://www.instagram.com/reel/DVCy-pBkmYt/?igsh=MTVtczVsOHlrdzVidw==

4. KC Makassar
https://www.instagram.com/reel/DVD0cGkj2A3/?igsh=MXZpNWNndGl4ODAz

5. KC Purwokerto
https://www.instagram.com/reel/DVDcoPxEZyx/?igsh=MTk4N2liZ3FkZjg3Mg==

6. KC Bulukumba
https://www.instagram.com/reel/DVDTryMEuOx/?igsh=MWY0a2NoYno5dmlibw==

7. KC Tasikmalaya
https://www.instagram.com/reel/DVFUvKGCSIY/?igsh=MWh6NW4yamlzM2dobA==

8. KC Bulukumba
https://www.instagram.com/reel/DVFIDbBk7BZ/?igsh=Y3UxeHhvOHd5MnFv

9. KC Kendari
https://www.instagram.com/reel/DVFa02DCZ1S/?igsh=MWM0dzVwczY4d2JiaQ==

10. KC Solok
https://www.instagram.com/reel/DVECXLbksoZ/?igsh=MTFkYXZpb3FrOTNlOA==

11. Kepwil 3
https://www.instagram.com/reel/DVI1yTPEidw/?igsh=bHF3Y2VzZHZlcmpx

12. Kepwil 3
https://www.instagram.com/reel/DVI1aYCkk7v/?igsh=MTh2bWxjd3Z2a2ltaA==

13. KC Singkawang
https://www.instagram.com/reel/DVI7cU0kz3n/?igsh=Ymc4NzU3NTIwNnRx

14. KC Singkawang
https://www.instagram.com/reel/DVJQp_tk2kC/?igsh=MXI0eXlodjBhbTB0cA==

--------------------

Lomba Menyanyi Lagu Islami
1. SDSU
https://www.instagram.com/reel/DU60z3_E0Gw/?igsh=cW1na3o4ajNxbXYx

2. KC Jakarta Barat
https://www.instagram.com/reel/DVDKXmZETZY/?igsh=eXI5YnlqcThxeHUx

3. KC Jember
https://www.instagram.com/reel/DVDlsjyk6X7/?igsh=MWlubXBlY280NWVoag==

4. KC Bandung
https://www.instagram.com/reel/DVGqsgegDdw/?igsh=amxrbjgzcWlvZ3Q3

5. KC Magelang
https://www.instagram.com/reel/DVILw_QkeWH/?igsh=aW9pa3l3dXJzcHJw

--------------------

Lomba Da'i Cilik

1. KC Luwuk
https://www.instagram.com/reel/DVFpu3-kqT-/?igsh=MXNpcHU3MHJ0bGpvaA==

2. TINVEST
https://www.instagram.com/reel/DVF_p-HAUT_/?igsh=Y2RjcHJlZmUzMnV5

3. KC Lubuklinggau
https://www.instagram.com/reel/DVGBtmIE2yA/?igsh=b2VzZWdyODZkbThv

4. KC Palembang
https://www.instagram.com/reel/DVIHCuwE3l7/?igsh=MXRkNWwzYm9iOXF0dg==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
TEAM OF TEAMS ๐Ÿค

Oleh: Raymond Arief

Pernah banget gue ngerasa di company kok banyak SILO dan kayanya kok para leaders sibuk dengan KPI masing2. Bikin banyak bottleneck dan konflik antar team. Barulah terjawab pas gue lagi di mata kuliah "Strategic Leadership" nih. Ketemu buku 'Team of Teams' karya penulis General Stanley McChrystal (Special Task Force US Army 2004). Ini beberapa hal kunci yang bisa gue share :๏ฟผ

1. Ternyata, hiring talented people kalau tidak diberikan struktur yang benar, ujung2nya bikin stuck dan malah bahaya buat culture di company. Banyak organisasi itu isinya orang-orang pintar. Tapi tetap lambat dan cenderung SILO. Bukan karena kurang effort. Tapi karena tiap tim fokusnya ke target masing-masing, bukan ke gambaran besar yang sama.

2. Struktur hierarki itu penting. Tapi kalau terlalu kaku, di dunia sekarang ini yang geraknya sangat dinamis dan perlu cepat, malah bikin bottleneck.๏ฟผ

Nah, konsep โ€œteam of teamsโ€ ini menjadi sangat menarik. Karena Transparansi, Komunikasi kebuka, dan Keputusan bisa diambil sama orang yang paling dekat sama masalahnya.

Dulu: Command (Semua lewat atas. Rapi, tapi lambat)

Lalu mulai naik level: Command of Teams (Sudah ada tim-tim kecil, tapi masih banyak sekat)

Yang jadi relevan sekarang: Team of Teams (Tim-tim saling terkoneksi langsung. Informasi jalan cepat.
Keputusan diambil oleh yang paling dekat dengan masalah)

Peran leader juga jadi berubah. Bukan yang paling banyak ngatur, tapi jadi yang bikin arah jelas, bangun trust, dan ngilangin hambatan.

Di company kalian gimana? Apakah menurut kalian ini bisa di apply di Indonesia?๏ฟผ

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ”ฅ3โค1
ChatGPT Bisa Koreksi Typo?

Oleh: Ahmad Sarwat

Sebagai seorang penulis musuh utama saya adalah salah ketik alias typo. Kesalahan seperti ini bukannya tidak bisa saya perbaiki secara manual, tapi yang sering terjadi adalah disorientasi.

Bukannya memperbaiki yang salah ketik tapi malah mengubah paragraf. Itu yang seringkali terjadi.

Urusan salah ketik ini seharusnya bisa diselesaikan oleh Microsoft word sendiri. Kan sudah ada fasilitas spelling and grammar. Tapi nampaknya itu hanya untuk bahasa Inggris saja. Sedangkan untuk bahasa Indonesia tidak ada niat.

Pernah saya menggunakan Google docs. Caranya dengan mengupload file word ke Google Drive, dan memang mampu mengenali kesalahan-kesalahan lalu sambil memberikan alternatifnya.

Hanya masalahnya ketika harus di save, semua style dan aturan yang sudah rapi di dalam file word file word-nya hancur semuanya. Jadi kalaupun sudah dikoreksi secara ejaan, ternyata saya harus melakukan layout ulang. Sungguh pekerjaan yang tidak berguna dan sia-sia.

Akhirnya saya sampai pada sebuah kesimpulan bahwa typo itu memang sebuah kutukan. Satu-satunya yang bisa memperbaiki hanya manusia yang mengerjakan secara manual. Dan jangan penulis aslinya.

Ketika 10 buku saya diterbitkan oleh Gramedia, ternyata Gramedia pun mempekerjakan karyawan khusus untuk memeriksa semua teks dari saya.

Lalu secara manual dicoret-coret di sebelah sana-sini untuk dikirim kembali ke saya agar diperbaiki.

***

Sampai akhirnya saya ketemu solusinya hari ini. Ternyata solusinya adalah chatGPT.

Saya upload file Word saya ke ChatGPT. Lalu saya bilang santai:

โ€œTolong cek typo-nya.โ€

Awalnya saya kira dia cuma bakal kasih daftar kata yang salah. Ternyata tidak. ChatGPT membaca seluruh halaman, pelan-pelan tapi pasti, dari atas sampai bawah.

Kemudian dia tunjukkan typo yang saya sendiri tidak sadar pernah saya ketik.

Masalahnya: saya ingin lebih.
Saya bilang lagi:

โ€œSekarang tolong perbaiki langsung di file Word-nya, dan beri highlight kuning pada semua perubahan.โ€

Jujur, waktu mengucapkan itu, saya sendiri tidak yakin dia bisa.
Ternyataโ€ฆ

Dia bisa!

ChatGPT membuat salinan file Word saya, memperbaiki kata-katanya satu per satu, dan semua perubahan diberi highlight kuningโ€”rapi, bersih, tidak merusak layout. Teks Arab aman, heading aman, nomor halaman aman.

Saya bengong sebentar.
Lalu saya tertawa.

โ€œWahโ€ฆ keren juga kamu ini.โ€

Rasanya seperti punya editor pribadi yang tidak pernah tidur dan tidak pernah capek.
Saya cuma upload file, dia kerjakan semua, dan saya tinggal menikmati hasilnya.

***

Bagian lucunya mulai di sini. Saya penasaran, lalu saya tanya:

โ€œChatGPT, sejak kapan kamu bisa begini?โ€

Jawabannya lucu juga. ChatGPT bilang kira-kira begini:

> โ€˜Saya sendiri tidak tahu, Pak Ustaz. Kemampuan ini memang baru muncul. Saya juga baru sadar saya bisa hari ini.โ€™

Jadi rupanya ChatGPT ini seperti seseorang yang bangun tidur tiba-tiba jago main piano.
Dia bisa, tapi tidak ingat kapan belajar.

Lucu tapi benar.

Dan ternyataโ€ฆ belum semua pengguna dapat fitur ini

Saya baru sadar, banyak pengguna lain yang belum bisa mengedit file Word langsung, atau memperbaiki typo otomatis, atau memberi highlight perubahan, atau menghasilkan file .docx sebagai hasil edit.

Sebagian akun masih hanya bisa membaca dokumen, tidak bisa mengedit. Sebagian lagi baru bisa analisis tanpa perbaikan.
Sebagian justru tidak bisa mengembalikan file sama sekali.

Artinya kemampuan ini memang masih baru, dan OpenAI tampaknya meluncurkannya bertahap.

Makanya saya merasa, โ€œLho kok sekarang bisa? Kemarin mana bisa?โ€ Dan ChatGPT pun tampaknya merasakan hal yang sama.

***

Bagi penulis, editor, mahasiswa, peneliti, atau siapa pun yang mengolah naskah tebal, kemampuan seperti ini benar-benar terasa manfaatnya.

Kerjaan yang biasanya makan waktu berjam-jam, sekarang selesai dalam hitungan detik.

Dan yang paling menarik:
Setiap hari selalu ada โ€œkeajaiban baruโ€ yang tiba-tiba bisa dilakukan ChatGPT.

Kadang saya sendiri tidak tahu siapa yang lebih kagetโ€”saya atau ChatGPT.

#INISIATIF
๐Ÿ‘3
OUR FRIEND LOIS ๐Ÿค๐Ÿฅฐ

Oleh: Budiman Hakim

Ada tetangga kami namanya Lois. Orang Manado. Agamanya Kristen. Gara2 bersahabat dengan istri saya, keluarga kami dan keluarga Lois ikut menjadi dekat.

Suatu hari, saya berangkat ke masjid untuk sholat Jumat bersama Si Bungsu. Lois sedang ngobrol di rumah bersama istri. Melihat kami hendak berangkat, istri saya berkata pada Si Bungsu, "Doy, Bunda nitip uang buat disumbangin ke mesjid."

"Okay," sahut Si Bungsu sambil menerima uang sebesar 50 ribu.

"Eh, gue juga mau, dong, nyumbang mesjid," kata Lois sambil meraih dompetnya dan mengeluarkan uang dengan jumlah sama.

"Hahahaha... lo ngapain nyumbang mesjid? Kalo mau nyumbang ke gereja dong." celetuk saya.

"Ke gereja gue juga nyumbang." Lois tersenyum.

"Oh gitu. OK deh," Saya tersenyum dan menganggap itu cuma bentuk toleransi biasa. Nggak ada yang luar biasa.

Lama-lama saya mulai memperhatikan sesuatu yang aneh. Lois jadi makin sering nitip. Bahkan dia sampe menyempatkan diri datang ke rumah sebelum saya berangkat jumatan. Bukan cuma itu, jumlahnya juga makin hari makin besar.

Karena penasaran, akhirnya saya tanya, โ€œLo kenapa jadi rajin banget nyumbang ke masjid?โ€

โ€œGue juga nggak ngerti, tapi sejak gue rajin nitip, bisnis gue jadi makin profit.โ€

"Hah? Sumpe lo?"

Saya langsung mikir, ini menarik. Pola seperti ini sering kejadian. Sudah banyak saya mendengar cerita bahwa orang yang sering beramal semakin rezekinya bertambah. Karena gak pernah percaya pada mistis, saya mencoba menganalisis dengan cara yang lebih rasional.

Saat seseorang terbiasa memberi, apalagi lintas keyakinan seperti Lois, ada perubahan cara berpikir yang terjadi. Lois tidak lagi fokus pada rasa takut kehilangan. Dia mulai merasa cukup. Perasaan cukup ini penting karena memengaruhi cara otak mengambil keputusan.

Kita perlu memahami bahwa dalam kondisi tertekan, bagian otak seperti amygdala akan lebih dominan sehingga membuat orang cenderung defensif, ragu, dan sering takut mengambil keputusan sempit.

Sebaliknya, saat orang merasa aman dan cukup, prefrontal cortex bekerja lebih optimal. Di sini orang bisa berpikir lebih jernih, melihat peluang lebih luas, dan berani mengambil keputusan yang terukur.

Itu baru dari sisi internal. Dari sisi luar juga ada efeknya. Orang yang ringan memberi biasanya lebih enak diajak kerja sama. Dia tidak kaku, tidak terlalu hitung-hitungan, dan lebih dipercaya.

Dalam bisnis, trust itu mahal. Begitu orang percaya, urusan jadi lebih lancar, peluang lebih banyak, dan transaksi lebih mudah terjadi.

Tapi Ini bukan rumus pasti. Bukan berarti setiap ngasih otomatis bikin profit naik. Apalagi kayak itung-itungan ustad gemblung yang punya metode matematika sedekah. Hahahaha...itu mah penipuan. Sedekah itu harus ikhlas. Sedekah itu jangan diperlakukan kayak lagi main forex atau saham.

Semuanya berpulang dari pelakunya juga, Kalau cara bisnisnya salah, ya tetap bisa rugi. Kalau pengambilan keputusannya ngawur, ya tetap jatuh.

Yang terjadi pada Lois bukan sulap. Yang berubah adalah cara dia memandang uang, risiko, dan orang lain. Dari situ cara dia bertindak ikut berubah, dan hasilnya mengikuti.

Yang menarik justru di sini. Dia Kristen, tapi dia dengan sadar nitip uang untuk masjid. Dia tidak sedang menjalankan ritualnya sendiri, tapi dia memilih untuk tetap memberi. Di situ ada kelapangan. Dan kelapangan seperti itu jarang dimiliki orang.

Kesimpulannya begini: Bukan sedekahnya yang langsung bikin bisnis naik. Tapi orang yang tidak takut memberi biasanya juga tidak takut mengambil peluang. Dan di dunia usaha, yang sering menang bukan yang paling pintar, tapi yang paling lapang dan jernih cara berpikirnya.

Selamat berpuasa, Guys.

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ™4