Ask The Experts
1.81K subscribers
4.73K photos
414 videos
188 files
2.91K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
Setiap pegawai punya cara sendiri untuk menjaga energi dan semangat saat bekerja 💪

Melalui spot favorit di kantor, kita belajar bahwa produktivitas juga butuh ruang untuk fokus, refleksi, dan recharge 🔥

Kalau kamu, di mana tempat favoritmu? Ceritain di bawah yah 👇
https://www.instagram.com/p/DUVLPiXiY3j/?igsh=Y2trMGtwcHVyYW1y
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
2🔥1
People Pleasing 🤝

Oleh: dr Dastin Andre

Dalam psikologi, People Pleasing seringkali adalah bentuk dari Fawn Response (Respon Menyenangkan Musuh). Ini berasal dari luka masa kecil (mungkin Father Hunger atau orang tua otoriter).

Otakmu belajar:
"Agar aku selamat dan dicintai, aku harus berguna. Aku nggak boleh punya keinginan sendiri. Aku harus bikin orang tua/orang lain senang."

Jadi, kamu berbuat baik karena TAKUT DITOLAK, bukan murni karena ingin memberi.

Bahayanya, People Pleaser sering punya Kontrak Terselubung dalam hati:
"Aku kan udah berkorban banyak buat kamu, harusnya kamu sadar diri dong balas kebaikanku."

Tapi orang lain nggak tahu kontrak itu!

Akhirnya, saat mereka nggak membalas setimpal, kamu jadi Dendam (Resentment).
Kamu meledak marah: "Kamu gak tau diri!"
Padahal salahmu sendiri yang nggak pernah bilang "Nggak".

Gimana cara berhentinya? Susah kan langsung bilang "Nggak"?

Pakai teknik "Beli Waktu".

Saat ada yang minta tolong, JANGAN langsung jawab.
Katakan ini:
- "Boleh aku cek jadwal dulu? Nanti aku kabari 1 jam lagi."
- "Aku pikir-pikir dulu ya."

Jeda waktu ini memutus refleks "Iya" otomatis kamu, dan memberi otakmu kesempatan mikir: "Aku beneran mau, atau cuma takut?"

Saat kamu pertama kali menolak (bilang "No"), rasanya bakal Gak Enak Banget.

Jantung deg-degan, merasa jahat, takut dia marah. Itu wajar. Itu namanya "Guilt Withdrawal".

Tahan rasa itu. Jangan buru-buru meralat jadi "Iya" cuma buat menghilangkan rasa cemasmu.
Rasa bersalah itu cuma sementara. Kebebasanmu itu selamanya.

Ingat mantra ini:
"No" is a complete sentence.
(Kata "Tidak" adalah kalimat lengkap).

Kamu nggak butuh alasan berbelit-belit, nggak perlu bohong sakit, nggak perlu minta maaf berlebihan. Kamu berhak menolak hanya karena kamu tidak mau. Dan itu cukup.

Menjadi baik itu bagus, tapi baiklah pada dirimu sendiri dulu.

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
😀😃😄😁

Sebagai anak perusahaan BPJS Kesehatan, PT CMS Duta Solusi senantiasa berfokus untuk menghadirkan solusi Business Edu Tech, Man Power Provider, dan IT Solution untuk mendukung kebutuhan seluruh unit kerja baik di kantor pusat, kedeputian wilayah, maupun di kantor cabang 🇲🇨

Layanan yang tersedia dirancang untuk membuat operasional makin efektif mencakup:
1. Pengadaan Seminar Kit
2. Tiket Perjalanan
3. Payment System
4. Sertifikasi Kompetensi dan Pelatihan
5. Event Management
6. WhatsApp Blast Payment
7. Sistem Rekonsiliasi
8. dll

Nggak perlu cari jauh, Mari manfaatkan layanan CMS sebagai solusi internal terpercaya untuk mendukung kinerja kita. Saatnya pilih solusi dari ekosistem kita sendiri karena CMS dari kita untuk kita 🤝

Info lebih lanjut kunjungi cmsdutasolusi.co.id
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
PACARAN SETELAH MENIKAH 🥰

Oleh: Budiman Hakim

“Kenapa suamiku berubah, ya?” kata Nani sambil mengaduk kopi yang sudah dingin.

"Berubah gimana?" tanya Sisca.

“Waktu pacaran dia baik banget. Kalo jalan tanganku digandeng, chat panjang-panjang, suka bawain bunga. Sekarang? Pulang kerja capek, main HP lalu tidur. Aku kayak gak kelihatan.”

Sisca cuma terdiam mendengarkan. Curhat seperti ini bukan hal baru. Hampir semua perempuan pernah mengucapkannya. Beda versi tapi hakikatnya sama.

Yang sering dijadikan kambing hitam selalu pernikahan. Padahal yang berubah bukan statusnya, tapi cara kerja otaknya. Yuk, kita eksplorasi, apa sebenernya yang terjadi.

Saat pacaran, otak cowok didominasi oleh sistem dopamin. Ini adalah sistem di masa berburu. Otak fokus pada sesuatu yang belum sepenuhnya dimiliki.

Dopamin membuat seseorang lebih perhatian, lebih sabar, lebih peka pada respons pasangan. Setiap senyum dan sentuhan terasa seperti hadiah.

Itu sebabnya cowok terlihat “berbeda” saat pacaran. Bukan karena pura-pura, tapi karena otaknya sedang dalam mode berburu.

Setelah menikah, sistem otak bergeser. Dopamin menurun, digantikan oleh oksitosin dan vasopresin, hormon keterikatan dan rasa aman. Otak berhenti mengejar, lalu mulai menetap. Hubungan berubah dari sensasi menjadi stabilitas.

Secara psikologis, ini fase yang sehat. Tapi memang ada efek sampingnya. Otak manusia suka efisiensi. Begitu sesuatu dianggap aman, otak menghemat energi. Gesture kecil yang dulu dilakukan dengan sadar, menggandeng tangan, menatap lama, berbicara lembut, dianggap tidak lagi krusial untuk bertahan hidup.

Masalahnya, banyak cowok tidak pernah diajari bahwa rasa aman tidak sama dengan berhenti berusaha.

Di sisi lain, perempuan tetap membaca cinta lewat simbol: sentuhan, perhatian, kehadiran emosional. Maka terjadilah benturan. Yang satu merasa sudah memberi, yang lain merasa ditinggalkan.

“Iya, itu terjadi sama semua cowok,” kata Sisca. "Suamiku juga berubah."

"Masak? berubah gimana?"

“Waktu baru nikah, suamiku kalo tidur maunya hadap-hadapan. Setelah 6 bulan, tidurnya punggung-punggungan. sampe sekarang.”

“Kalo suami juga berubah,” katanya pelan, “kenapa kamu kayaknya gak terganggu?”

Sisca tersenyum penuh simpati. “Karena kami punya ritual Jumat."

"Maksudnya?"

“Setiap Jumat malam, kami pacaran lagi.”

Nani mengangkat kepala.

“Kami pakai baju bagus, kayak dulu. Pergi ke bioskop yang dulu. Kadang ke tempat yang dulu sering kami datangi. Kadang cuma duduk, ngobrol, ketawa. Pernah juga ke diskotek lama, joget di dance floor, keringetan, pulang capek.”

"Wah, seru, tuh. Buat nostalgia ya?" kata Nani seraya menyeruput kopinya.

“Bukan buat nostalgia,” lanjut Sisca. “Tapi buat ngingetin otak bahwa orang ini pernah jadi sesuatu yang dikejar.”

Nani terdiam.

“Kami tahu cinta berubah,” kata Sisca. “Makanya keindahan waktu pacaran harus dipanggil pulang."

"Bisa ya?" tanya Nani takjub.

"Memang gak sama persis, tapi pacaran lagi setelah menikah itu bagus untuk membuat hubungan kita kembali membara.”

Kopi di depan Nani sudah dingin. Tapi untuk pertama kalinya sejak lama, kepalanya terasa hangat.

#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
😀😃😄😁

Inilah 5 peserta paling sat set, paling gacor, dan paling aktif di kegiatan NGED-ATE EDUC-ATE Edisi 419 🔥

1️⃣ @Nera2703 – KC Lubuk Linggau
2️⃣ @tiara19mustika - KC Lubuk Linggau
3️⃣ @Firdauscinghu - KC Bima
4️⃣ @khayamirrotul - KC Selong

Terima kasih buat semua peserta yang selalu semangat dalam rangkaian kegiatan. Sampai bertemu kembali di challenge ATE berikutnya. Stay tuned & stay competitive 🏆

https://www.instagram.com/p/DUX0gRREzQu/?igsh=ODBxZHlmb3Qzbnlu

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
👏1
ZERO ERROR MINDSET 👏

Kalau kamu pikir kerjaan kasir cuma “klik bayar”, wah… kamu perlu lihat proses di baliknya 😄

Jangan lupa berikan dukunganmu di sini 👇
https://www.instagram.com/p/DUaTlufCdX2/?igsh=MWdrcTI2NGlzdjBvaw==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥1
Oleh: Dedi Priadi

Apa yang menjadi milikmu tidak akan melewatkanmu, dan apa yang melewatkanmu memang bukan milikmu.

Cicak tidak memiliki sayap untuk terbang, namun ia tenang menunggu nyamuk yang terbang menghampirinya tanpa pernah merasa salah alamat.

Begitu pula kucing yang tak pandai menyelam, namun takdirnya tetap dipertemukan dengan ikan yang hidup di kedalaman air yang tak terjangkau olehnya.

Bagaikan sungai yang mengalir tenang, rezeki akan selalu menemukan jalannya sendiri melewati bebatuan rintangan menuju muara takdir yang telah ditetapkan tanpa pernah tertukar.

Dunia ini adalah panggung simfoni yang maha rapi, di mana setiap makhluk telah diatur jatah energinya oleh Sang Maha Pemberi tanpa ada yang tertukar.

Lantas, mengapa engkau yang dikaruniai akal budi dan kemuliaan batin masih sering merasa cemas dan ragu akan jaminan esok hari?
Rezeki bukanlah tentang apa yang kau kejar hingga sesak napas, melainkan tentang apa yang ditetapkan menjadi milikmu secara presisi dan abadi.

Harta itu seperti bayangan; jika kau kejar ia lari, namun jika kau berjalan menuju cahaya Sang Pencipta, bayangan itu yang akan mengikutimu.

Tugasmu hanyalah menyempurnakan ikhtiar lahiriah, sementara urusan hasil adalah wilayah Tuhan Sang Pengatur Rezeki yang tak pernah sekali pun tidur memantau kebutuhan hamba-Nya.

Para guru mulia mengajarkan kita untuk meletakkan dunia di tangan, bukan di hati, agar saat rezeki itu datang kita bersyukur dan saat pergi kita tak hancur.

Hiduplah dengan penuh keyakinan, karena rezekimu telah mencari alamatmu sejak sebelum kau lahir, melebihi caramu mencari rezeki itu sendiri setiap harinya.

Keajaiban rezeki akan selalu menghampiri jiwa yang pasrah namun tidak menyerah, yang percaya bahwa setiap tarikan napas sudah sepaket dengan jaminan hidupnya.

#INISIATIF
8🙏2
Jauhkan Perasaan dari Pekerjaan

Oleh: Hasanudin Abdurakhman

Di tempat kerja saya berdebat dengan anak muda. Untuk mempertahankan posisinya dia menyerang personal saya, yang tidak relevan dengan urusan pekerjaan. Saya langsung menghentikan perdebatan. Sudah, begitu saja, saya hanya berhenti berdebat, tanpa marah.

GM bawahan saya heran. "Kok Pak Hasan sabar banget?"

Saya tertawa saja. "Kenyamanan dan ketenangan saya terlalu mahal harganya, saya tidak mau kenyamanan itu terganggu oleh urusan sepele. Kita sama-sama cari makan, kok. Bekerjalah dengan tetap menjaga emosi kita," kata saya.

Dia kaget. Dia sendiri masih gregetan melihat saya diperlakukan tidak sopan. Saya malah santai saja. Bahkan selanjutnya saya tetap bekerja sama dengan anak muda tadi, tanpa ada perubahan sikap. Yang penting pekerjaan yang saya tugaskan dia jalankan.

Kok bisa begitu? Ya itu tadi. "Kerja itu pakai nalar. Solve the problems! Emosi kita hanya dipakai untuk hal-hal yang memang memerlukan emosi. Emosi (perasaan) itu tempat utamanya dalam hubungan pribadi," kata saya. Dia tercengang. Dia belajar merenungi resep saya itu. "Benar juga ya, Pak," kata GM saya tadi.

Dalam berbagai training saya bilang,"Jangan ada bestie, deh dalam hubungan kerja. Nanti kalian kehilangan objektivitas. Mau mengoreksi yang salah jadi segan."

Hubungan pribadi yang dekat sama bahayanya dengan permusuhan di tempat kerja. Keduanya tidak perlu ada, karena tempat kerja bukan ranah pribadi. Kerja dilakukan, keputusan dibuat, semua berbasis pada standar dan nalar, bukan atas perasaan suka atau tidak suka.

#INISIATIF
2👍1
Ada konten bagus nih ttg Penonaktifan PBI JK, tp koq konten bener dan mencerahkan seperti ini susah viralnya yaa... Yuk kita share biar makin banyak yang jadi paham 🤝🇲🇨

Algoritma please do your magic 🙏

https://www.instagram.com/p/DUmaV3NEqdN/?igsh=ODV4cnI1cGc0NjI1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥2