Oleh: Fahmi Hasan Nugroho
Dalam fikih harta orang lain adalah barang suci yang tak boleh diganggu. Ia hanya boleh dibiarkan terserah pemiliknya mau berbuat apa dengan barangnya. Jika ia salah bersalahlah ia, jika ia benar ya beruntunglah ia. Makanya Rasulullah bersabda, "Darah kalian, harta kalian haram bagi kalian seperti haramnya hari ini, di bulan ini, di tempat ini..." Maksudnya, haram untuk diganggu.
Jambu di dalam pekarangan itu ya punya pemiliknya. Meski ia berjatuhan dan mubadzir orang luar tak berhak untuk mengambil tanpa seizin pemiliknya.
Uang 20 ribu yang tergeletak di jalan, selamanya tetap menjadi milik pemilik aslinya. Jika anda menemukannya, anda tidak berhak untuk memilikinya kecuali setelah anda umumkan di tempat itu selama satu tahun dan tak ada yang merasa kehilangan uang itu. Kehilangan bukanlah sebab lepasnya hak seseorang dari suatu harta, dan penemuan bukanlah sebab munculnya hak kepemilikan terhadap barang yang pasti ada pemiliknya.
Hal ini sederhana, tapi semua orang patut untuk mengetahuinya. Sering kali karena bercanda kita mengambil hak orang lain, karena marah kita merusak hak orang lain. Jangan dibiasakan karena setiap pengambilan harta tanpa hak harus dikembalikan dan setiap pengrusakan harus diganti kerugiannya.
Ini cuplikan dari video. Orang mukul kaca mobil sampai pecah. Lumayan, ganti kaca doang bisa sampai 4 juta lebih. Kadang kalo emosi memang gitu, logika kita tersumbat sejenak oleh adrenalin, ketika adrenalin habis dan kita kena perkara barulah kita menyesal karena harus berurusan dengan hukum.
#INISIATIF
Dalam fikih harta orang lain adalah barang suci yang tak boleh diganggu. Ia hanya boleh dibiarkan terserah pemiliknya mau berbuat apa dengan barangnya. Jika ia salah bersalahlah ia, jika ia benar ya beruntunglah ia. Makanya Rasulullah bersabda, "Darah kalian, harta kalian haram bagi kalian seperti haramnya hari ini, di bulan ini, di tempat ini..." Maksudnya, haram untuk diganggu.
Jambu di dalam pekarangan itu ya punya pemiliknya. Meski ia berjatuhan dan mubadzir orang luar tak berhak untuk mengambil tanpa seizin pemiliknya.
Uang 20 ribu yang tergeletak di jalan, selamanya tetap menjadi milik pemilik aslinya. Jika anda menemukannya, anda tidak berhak untuk memilikinya kecuali setelah anda umumkan di tempat itu selama satu tahun dan tak ada yang merasa kehilangan uang itu. Kehilangan bukanlah sebab lepasnya hak seseorang dari suatu harta, dan penemuan bukanlah sebab munculnya hak kepemilikan terhadap barang yang pasti ada pemiliknya.
Hal ini sederhana, tapi semua orang patut untuk mengetahuinya. Sering kali karena bercanda kita mengambil hak orang lain, karena marah kita merusak hak orang lain. Jangan dibiasakan karena setiap pengambilan harta tanpa hak harus dikembalikan dan setiap pengrusakan harus diganti kerugiannya.
Ini cuplikan dari video. Orang mukul kaca mobil sampai pecah. Lumayan, ganti kaca doang bisa sampai 4 juta lebih. Kadang kalo emosi memang gitu, logika kita tersumbat sejenak oleh adrenalin, ketika adrenalin habis dan kita kena perkara barulah kita menyesal karena harus berurusan dengan hukum.
#INISIATIF
Ijin share #rekaman kegiatan ATE #Episode419 dengan Tema Tips Membuat Ide Cerita dalam Menulis Novel ataupun Film bersama Uray Dwiyanti SN
https://youtu.be/gzqpxruaT3Y
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤2
Setiap pegawai punya cara sendiri untuk menjaga energi dan semangat saat bekerja 💪
Melalui spot favorit di kantor, kita belajar bahwa produktivitas juga butuh ruang untuk fokus, refleksi, dan recharge🔥
Kalau kamu, di mana tempat favoritmu? Ceritain di bawah yah👇
https://www.instagram.com/p/DUVLPiXiY3j/?igsh=Y2trMGtwcHVyYW1y
Melalui spot favorit di kantor, kita belajar bahwa produktivitas juga butuh ruang untuk fokus, refleksi, dan recharge
Kalau kamu, di mana tempat favoritmu? Ceritain di bawah yah
https://www.instagram.com/p/DUVLPiXiY3j/?igsh=Y2trMGtwcHVyYW1y
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤2🔥1
People Pleasing 🤝
Oleh: dr Dastin Andre
Dalam psikologi, People Pleasing seringkali adalah bentuk dari Fawn Response (Respon Menyenangkan Musuh). Ini berasal dari luka masa kecil (mungkin Father Hunger atau orang tua otoriter).
Otakmu belajar:
"Agar aku selamat dan dicintai, aku harus berguna. Aku nggak boleh punya keinginan sendiri. Aku harus bikin orang tua/orang lain senang."
Jadi, kamu berbuat baik karena TAKUT DITOLAK, bukan murni karena ingin memberi.
Bahayanya, People Pleaser sering punya Kontrak Terselubung dalam hati:
"Aku kan udah berkorban banyak buat kamu, harusnya kamu sadar diri dong balas kebaikanku."
Tapi orang lain nggak tahu kontrak itu!
Akhirnya, saat mereka nggak membalas setimpal, kamu jadi Dendam (Resentment).
Kamu meledak marah: "Kamu gak tau diri!"
Padahal salahmu sendiri yang nggak pernah bilang "Nggak".
Gimana cara berhentinya? Susah kan langsung bilang "Nggak"?
Pakai teknik "Beli Waktu".
Saat ada yang minta tolong, JANGAN langsung jawab.
Katakan ini:
- "Boleh aku cek jadwal dulu? Nanti aku kabari 1 jam lagi."
- "Aku pikir-pikir dulu ya."
Jeda waktu ini memutus refleks "Iya" otomatis kamu, dan memberi otakmu kesempatan mikir: "Aku beneran mau, atau cuma takut?"
Saat kamu pertama kali menolak (bilang "No"), rasanya bakal Gak Enak Banget.
Jantung deg-degan, merasa jahat, takut dia marah. Itu wajar. Itu namanya "Guilt Withdrawal".
Tahan rasa itu. Jangan buru-buru meralat jadi "Iya" cuma buat menghilangkan rasa cemasmu.
Rasa bersalah itu cuma sementara. Kebebasanmu itu selamanya.
Ingat mantra ini:
"No" is a complete sentence.
(Kata "Tidak" adalah kalimat lengkap).
Kamu nggak butuh alasan berbelit-belit, nggak perlu bohong sakit, nggak perlu minta maaf berlebihan. Kamu berhak menolak hanya karena kamu tidak mau. Dan itu cukup.
Menjadi baik itu bagus, tapi baiklah pada dirimu sendiri dulu. ✨
#INISIATIF
Oleh: dr Dastin Andre
Dalam psikologi, People Pleasing seringkali adalah bentuk dari Fawn Response (Respon Menyenangkan Musuh). Ini berasal dari luka masa kecil (mungkin Father Hunger atau orang tua otoriter).
Otakmu belajar:
"Agar aku selamat dan dicintai, aku harus berguna. Aku nggak boleh punya keinginan sendiri. Aku harus bikin orang tua/orang lain senang."
Jadi, kamu berbuat baik karena TAKUT DITOLAK, bukan murni karena ingin memberi.
Bahayanya, People Pleaser sering punya Kontrak Terselubung dalam hati:
"Aku kan udah berkorban banyak buat kamu, harusnya kamu sadar diri dong balas kebaikanku."
Tapi orang lain nggak tahu kontrak itu!
Akhirnya, saat mereka nggak membalas setimpal, kamu jadi Dendam (Resentment).
Kamu meledak marah: "Kamu gak tau diri!"
Padahal salahmu sendiri yang nggak pernah bilang "Nggak".
Gimana cara berhentinya? Susah kan langsung bilang "Nggak"?
Pakai teknik "Beli Waktu".
Saat ada yang minta tolong, JANGAN langsung jawab.
Katakan ini:
- "Boleh aku cek jadwal dulu? Nanti aku kabari 1 jam lagi."
- "Aku pikir-pikir dulu ya."
Jeda waktu ini memutus refleks "Iya" otomatis kamu, dan memberi otakmu kesempatan mikir: "Aku beneran mau, atau cuma takut?"
Saat kamu pertama kali menolak (bilang "No"), rasanya bakal Gak Enak Banget.
Jantung deg-degan, merasa jahat, takut dia marah. Itu wajar. Itu namanya "Guilt Withdrawal".
Tahan rasa itu. Jangan buru-buru meralat jadi "Iya" cuma buat menghilangkan rasa cemasmu.
Rasa bersalah itu cuma sementara. Kebebasanmu itu selamanya.
Ingat mantra ini:
"No" is a complete sentence.
(Kata "Tidak" adalah kalimat lengkap).
Kamu nggak butuh alasan berbelit-belit, nggak perlu bohong sakit, nggak perlu minta maaf berlebihan. Kamu berhak menolak hanya karena kamu tidak mau. Dan itu cukup.
Menjadi baik itu bagus, tapi baiklah pada dirimu sendiri dulu. ✨
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Sebagai anak perusahaan BPJS Kesehatan, PT CMS Duta Solusi senantiasa berfokus untuk menghadirkan solusi Business Edu Tech, Man Power Provider, dan IT Solution untuk mendukung kebutuhan seluruh unit kerja baik di kantor pusat, kedeputian wilayah, maupun di kantor cabang
Layanan yang tersedia dirancang untuk membuat operasional makin efektif mencakup:
1. Pengadaan Seminar Kit
2. Tiket Perjalanan
3. Payment System
4. Sertifikasi Kompetensi dan Pelatihan
5. Event Management
6. WhatsApp Blast Payment
7. Sistem Rekonsiliasi
8. dll
Nggak perlu cari jauh, Mari manfaatkan layanan CMS sebagai solusi internal terpercaya untuk mendukung kinerja kita. Saatnya pilih solusi dari ekosistem kita sendiri karena CMS dari kita untuk kita
Info lebih lanjut kunjungi cmsdutasolusi.co.id
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
PACARAN SETELAH MENIKAH 🥰
Oleh: Budiman Hakim
“Kenapa suamiku berubah, ya?” kata Nani sambil mengaduk kopi yang sudah dingin.
"Berubah gimana?" tanya Sisca.
“Waktu pacaran dia baik banget. Kalo jalan tanganku digandeng, chat panjang-panjang, suka bawain bunga. Sekarang? Pulang kerja capek, main HP lalu tidur. Aku kayak gak kelihatan.”
Sisca cuma terdiam mendengarkan. Curhat seperti ini bukan hal baru. Hampir semua perempuan pernah mengucapkannya. Beda versi tapi hakikatnya sama.
Yang sering dijadikan kambing hitam selalu pernikahan. Padahal yang berubah bukan statusnya, tapi cara kerja otaknya. Yuk, kita eksplorasi, apa sebenernya yang terjadi.
Saat pacaran, otak cowok didominasi oleh sistem dopamin. Ini adalah sistem di masa berburu. Otak fokus pada sesuatu yang belum sepenuhnya dimiliki.
Dopamin membuat seseorang lebih perhatian, lebih sabar, lebih peka pada respons pasangan. Setiap senyum dan sentuhan terasa seperti hadiah.
Itu sebabnya cowok terlihat “berbeda” saat pacaran. Bukan karena pura-pura, tapi karena otaknya sedang dalam mode berburu.
Setelah menikah, sistem otak bergeser. Dopamin menurun, digantikan oleh oksitosin dan vasopresin, hormon keterikatan dan rasa aman. Otak berhenti mengejar, lalu mulai menetap. Hubungan berubah dari sensasi menjadi stabilitas.
Secara psikologis, ini fase yang sehat. Tapi memang ada efek sampingnya. Otak manusia suka efisiensi. Begitu sesuatu dianggap aman, otak menghemat energi. Gesture kecil yang dulu dilakukan dengan sadar, menggandeng tangan, menatap lama, berbicara lembut, dianggap tidak lagi krusial untuk bertahan hidup.
Masalahnya, banyak cowok tidak pernah diajari bahwa rasa aman tidak sama dengan berhenti berusaha.
Di sisi lain, perempuan tetap membaca cinta lewat simbol: sentuhan, perhatian, kehadiran emosional. Maka terjadilah benturan. Yang satu merasa sudah memberi, yang lain merasa ditinggalkan.
“Iya, itu terjadi sama semua cowok,” kata Sisca. "Suamiku juga berubah."
"Masak? berubah gimana?"
“Waktu baru nikah, suamiku kalo tidur maunya hadap-hadapan. Setelah 6 bulan, tidurnya punggung-punggungan. sampe sekarang.”
“Kalo suami juga berubah,” katanya pelan, “kenapa kamu kayaknya gak terganggu?”
Sisca tersenyum penuh simpati. “Karena kami punya ritual Jumat."
"Maksudnya?"
“Setiap Jumat malam, kami pacaran lagi.”
Nani mengangkat kepala.
“Kami pakai baju bagus, kayak dulu. Pergi ke bioskop yang dulu. Kadang ke tempat yang dulu sering kami datangi. Kadang cuma duduk, ngobrol, ketawa. Pernah juga ke diskotek lama, joget di dance floor, keringetan, pulang capek.”
"Wah, seru, tuh. Buat nostalgia ya?" kata Nani seraya menyeruput kopinya.
“Bukan buat nostalgia,” lanjut Sisca. “Tapi buat ngingetin otak bahwa orang ini pernah jadi sesuatu yang dikejar.”
Nani terdiam.
“Kami tahu cinta berubah,” kata Sisca. “Makanya keindahan waktu pacaran harus dipanggil pulang."
"Bisa ya?" tanya Nani takjub.
"Memang gak sama persis, tapi pacaran lagi setelah menikah itu bagus untuk membuat hubungan kita kembali membara.”
Kopi di depan Nani sudah dingin. Tapi untuk pertama kalinya sejak lama, kepalanya terasa hangat.
#INISIATIF #TGIF
Oleh: Budiman Hakim
“Kenapa suamiku berubah, ya?” kata Nani sambil mengaduk kopi yang sudah dingin.
"Berubah gimana?" tanya Sisca.
“Waktu pacaran dia baik banget. Kalo jalan tanganku digandeng, chat panjang-panjang, suka bawain bunga. Sekarang? Pulang kerja capek, main HP lalu tidur. Aku kayak gak kelihatan.”
Sisca cuma terdiam mendengarkan. Curhat seperti ini bukan hal baru. Hampir semua perempuan pernah mengucapkannya. Beda versi tapi hakikatnya sama.
Yang sering dijadikan kambing hitam selalu pernikahan. Padahal yang berubah bukan statusnya, tapi cara kerja otaknya. Yuk, kita eksplorasi, apa sebenernya yang terjadi.
Saat pacaran, otak cowok didominasi oleh sistem dopamin. Ini adalah sistem di masa berburu. Otak fokus pada sesuatu yang belum sepenuhnya dimiliki.
Dopamin membuat seseorang lebih perhatian, lebih sabar, lebih peka pada respons pasangan. Setiap senyum dan sentuhan terasa seperti hadiah.
Itu sebabnya cowok terlihat “berbeda” saat pacaran. Bukan karena pura-pura, tapi karena otaknya sedang dalam mode berburu.
Setelah menikah, sistem otak bergeser. Dopamin menurun, digantikan oleh oksitosin dan vasopresin, hormon keterikatan dan rasa aman. Otak berhenti mengejar, lalu mulai menetap. Hubungan berubah dari sensasi menjadi stabilitas.
Secara psikologis, ini fase yang sehat. Tapi memang ada efek sampingnya. Otak manusia suka efisiensi. Begitu sesuatu dianggap aman, otak menghemat energi. Gesture kecil yang dulu dilakukan dengan sadar, menggandeng tangan, menatap lama, berbicara lembut, dianggap tidak lagi krusial untuk bertahan hidup.
Masalahnya, banyak cowok tidak pernah diajari bahwa rasa aman tidak sama dengan berhenti berusaha.
Di sisi lain, perempuan tetap membaca cinta lewat simbol: sentuhan, perhatian, kehadiran emosional. Maka terjadilah benturan. Yang satu merasa sudah memberi, yang lain merasa ditinggalkan.
“Iya, itu terjadi sama semua cowok,” kata Sisca. "Suamiku juga berubah."
"Masak? berubah gimana?"
“Waktu baru nikah, suamiku kalo tidur maunya hadap-hadapan. Setelah 6 bulan, tidurnya punggung-punggungan. sampe sekarang.”
“Kalo suami juga berubah,” katanya pelan, “kenapa kamu kayaknya gak terganggu?”
Sisca tersenyum penuh simpati. “Karena kami punya ritual Jumat."
"Maksudnya?"
“Setiap Jumat malam, kami pacaran lagi.”
Nani mengangkat kepala.
“Kami pakai baju bagus, kayak dulu. Pergi ke bioskop yang dulu. Kadang ke tempat yang dulu sering kami datangi. Kadang cuma duduk, ngobrol, ketawa. Pernah juga ke diskotek lama, joget di dance floor, keringetan, pulang capek.”
"Wah, seru, tuh. Buat nostalgia ya?" kata Nani seraya menyeruput kopinya.
“Bukan buat nostalgia,” lanjut Sisca. “Tapi buat ngingetin otak bahwa orang ini pernah jadi sesuatu yang dikejar.”
Nani terdiam.
“Kami tahu cinta berubah,” kata Sisca. “Makanya keindahan waktu pacaran harus dipanggil pulang."
"Bisa ya?" tanya Nani takjub.
"Memang gak sama persis, tapi pacaran lagi setelah menikah itu bagus untuk membuat hubungan kita kembali membara.”
Kopi di depan Nani sudah dingin. Tapi untuk pertama kalinya sejak lama, kepalanya terasa hangat.
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Inilah 5 peserta paling sat set, paling gacor, dan paling aktif di kegiatan NGED-ATE EDUC-ATE Edisi 419
1️⃣ @Nera2703 – KC Lubuk Linggau
2️⃣ @tiara19mustika - KC Lubuk Linggau
3️⃣ @Firdauscinghu - KC Bima
4️⃣ @khayamirrotul - KC Selong
Terima kasih buat semua peserta yang selalu semangat dalam rangkaian kegiatan. Sampai bertemu kembali di challenge ATE berikutnya. Stay tuned & stay competitive
https://www.instagram.com/p/DUX0gRREzQu/?igsh=ODBxZHlmb3Qzbnlu
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
👏1
ZERO ERROR MINDSET 👏
Kalau kamu pikir kerjaan kasir cuma “klik bayar”, wah… kamu perlu lihat proses di baliknya😄
Jangan lupa berikan dukunganmu di sini👇
https://www.instagram.com/p/DUaTlufCdX2/?igsh=MWdrcTI2NGlzdjBvaw==
Kalau kamu pikir kerjaan kasir cuma “klik bayar”, wah… kamu perlu lihat proses di baliknya
Jangan lupa berikan dukunganmu di sini
https://www.instagram.com/p/DUaTlufCdX2/?igsh=MWdrcTI2NGlzdjBvaw==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥1