Menjadi Staf Promotif Preventif ngajarin kami satu hal bahwa kesehatan itu bukan cuma soal mengobati, tapi soal mencegah sejak dini ๐ฒ๐จ
Beri dukunganmu kepada rekan-rekan staf Promprev๐
https://www.instagram.com/p/DUIQaCeCQUA/?igsh=MzE1aHQ4ODVsNml6
Beri dukunganmu kepada rekan-rekan staf Promprev
https://www.instagram.com/p/DUIQaCeCQUA/?igsh=MzE1aHQ4ODVsNml6
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค4๐ฅ2๐1
BERUNTUNG ๐
Oleh: Hasanudin Abdurakhman
Kita sering salah lihat. Salah melihat kesuksesan orang. Dia sukses karena beruntung. Dia beruntung. Saya tidak. Dia sukses, wajar saja karena dia orang beruntung. Saya tidak sukses, wajar saja, karena saya bukan orang beruntung. Ini takdir.
Masa sih? Iya, benar. Dia itu selalu beruntung. Selalu ada saja kesempatan dia untuk sukses, lebih maju lagi. Saya ini sangat jarang dapat kesempatan bagus.
Kenapa Tuhan begitu pilih kasih?
Ah, ini bukan soal Tuhan yang pilih kasih. Ini soal salah lihat.
Sebenarnya kita mendapat banyak kesempatan. Kesempatan kita untuk sukses selalu datang seperti oksigen mendatangi hidung kita, atau seperti titik-titik air hujan menerpa tubuh kota. Soalnya tinggal, apakah kita menghela napas menghirup oksigen atau tidak. Apakah kita membuka mulut untuk minum air atau tidak.
Tapi kenapa ada orang-orang tertentu yang selalu dapat kesempatan bagus, yang kemudian mengantarkan mereka ke jenjang sukses berkali-kali, sedangkan orang lain tidak? Begini. Ini sekali lagi soal salah lihat.
Orang yang kita sangka beruntung itu mendapat peluang atau kesempatan. Ia siap menerima peluang itu. Ia mempersiapkan diri, ia mengolah kesempatan itu. Persiapannya sungguh panjang sehingga kita bahkan tidak bisa mendeteksi bahwa ia sudah melakukan persiapan. Kita hanya sekedar melihat ia, sama seperti kita. Padahal berbeda.
Pemenang bahkan mencari kesempatan itu, menciptakan kesempatan. Peluang yang sebenarnya tidak begitu besar ia olah menjadi peluang dan kesempatan besar. Yang agak mustahil ia ubah menjadi kenyataan. Maka setiap peluang meninggalkan jejak dalam sejarah hidupnya, karena peluang itu menjadi faktor sukses dia.
Adapun para pecundang, mereka tidak siap mengolah kesempatan. Ada kesempatan datang, ia biarkan berlalu, karena tak sanggup mengolahnya. Bahkan sering kali ia tak sadar bahwa ia berhadapan dengan kesempatan bagus. Maka kesempatan itu lewat begitu saja. Kesempatan itu tidak meninggalkan jejak apapun dalam hidupnya. Kita melihat seakan ia tak pernah mendapat kesempatan. Ia pun merasa tak pernah mendapat kesempatan. Padahal kesempatan itu selalu datang.
Sejak kecil saya bermimpi untuk bisa sekolah ke luar negeri. Sejak SMP saya sadar bahwa saya harus fasih berbahasa Inggris untuk mewujudkan mimpi saya. Orang tua saya tidak punya uang untuk membiayai kursus bahasa Inggris. Tapi saya selalu mencari jalan agar bisa belajar. Akhirnya ada guru saya yang mau membiayai kursus itu sampai saya mahir.
Saat mulai bekerja sebagai dosen, saya selalu mencari informasi beasiswa. Saya sudah siap dengan proposal riset. Ketika ada kesempatan melamar, saya langsung masukkan. Saya ingat, pada kesempatan pertama wawancara beasiswa, saya berangkat berdua dengan rekan sekampus. Dia diwawancarai terlebih dahulu. Tak sampai 5 menit dia sudah keluar, karena bahasa Inggrisnya tak lancar. Saya masuk setelah dia, diwawancara hampir 1 jam. Saya lulus, dia tidak.
Kami mendapat kesempatan wawancara. Saya siap, dia tidak. Saya lulus, dia tidak. Saya mengenang kesempatan itu sebagai kesempatan berharga. Dia mungkin sudah lupa bahwa dia pernah ikut wawancara, karena wawancara itu tidak meninggalkan bekas bagi sejarah hidupnya.
Luck = Preparation + Opportunity!
#INISIATIF
Oleh: Hasanudin Abdurakhman
Kita sering salah lihat. Salah melihat kesuksesan orang. Dia sukses karena beruntung. Dia beruntung. Saya tidak. Dia sukses, wajar saja karena dia orang beruntung. Saya tidak sukses, wajar saja, karena saya bukan orang beruntung. Ini takdir.
Masa sih? Iya, benar. Dia itu selalu beruntung. Selalu ada saja kesempatan dia untuk sukses, lebih maju lagi. Saya ini sangat jarang dapat kesempatan bagus.
Kenapa Tuhan begitu pilih kasih?
Ah, ini bukan soal Tuhan yang pilih kasih. Ini soal salah lihat.
Sebenarnya kita mendapat banyak kesempatan. Kesempatan kita untuk sukses selalu datang seperti oksigen mendatangi hidung kita, atau seperti titik-titik air hujan menerpa tubuh kota. Soalnya tinggal, apakah kita menghela napas menghirup oksigen atau tidak. Apakah kita membuka mulut untuk minum air atau tidak.
Tapi kenapa ada orang-orang tertentu yang selalu dapat kesempatan bagus, yang kemudian mengantarkan mereka ke jenjang sukses berkali-kali, sedangkan orang lain tidak? Begini. Ini sekali lagi soal salah lihat.
Orang yang kita sangka beruntung itu mendapat peluang atau kesempatan. Ia siap menerima peluang itu. Ia mempersiapkan diri, ia mengolah kesempatan itu. Persiapannya sungguh panjang sehingga kita bahkan tidak bisa mendeteksi bahwa ia sudah melakukan persiapan. Kita hanya sekedar melihat ia, sama seperti kita. Padahal berbeda.
Pemenang bahkan mencari kesempatan itu, menciptakan kesempatan. Peluang yang sebenarnya tidak begitu besar ia olah menjadi peluang dan kesempatan besar. Yang agak mustahil ia ubah menjadi kenyataan. Maka setiap peluang meninggalkan jejak dalam sejarah hidupnya, karena peluang itu menjadi faktor sukses dia.
Adapun para pecundang, mereka tidak siap mengolah kesempatan. Ada kesempatan datang, ia biarkan berlalu, karena tak sanggup mengolahnya. Bahkan sering kali ia tak sadar bahwa ia berhadapan dengan kesempatan bagus. Maka kesempatan itu lewat begitu saja. Kesempatan itu tidak meninggalkan jejak apapun dalam hidupnya. Kita melihat seakan ia tak pernah mendapat kesempatan. Ia pun merasa tak pernah mendapat kesempatan. Padahal kesempatan itu selalu datang.
Sejak kecil saya bermimpi untuk bisa sekolah ke luar negeri. Sejak SMP saya sadar bahwa saya harus fasih berbahasa Inggris untuk mewujudkan mimpi saya. Orang tua saya tidak punya uang untuk membiayai kursus bahasa Inggris. Tapi saya selalu mencari jalan agar bisa belajar. Akhirnya ada guru saya yang mau membiayai kursus itu sampai saya mahir.
Saat mulai bekerja sebagai dosen, saya selalu mencari informasi beasiswa. Saya sudah siap dengan proposal riset. Ketika ada kesempatan melamar, saya langsung masukkan. Saya ingat, pada kesempatan pertama wawancara beasiswa, saya berangkat berdua dengan rekan sekampus. Dia diwawancarai terlebih dahulu. Tak sampai 5 menit dia sudah keluar, karena bahasa Inggrisnya tak lancar. Saya masuk setelah dia, diwawancara hampir 1 jam. Saya lulus, dia tidak.
Kami mendapat kesempatan wawancara. Saya siap, dia tidak. Saya lulus, dia tidak. Saya mengenang kesempatan itu sebagai kesempatan berharga. Dia mungkin sudah lupa bahwa dia pernah ikut wawancara, karena wawancara itu tidak meninggalkan bekas bagi sejarah hidupnya.
Luck = Preparation + Opportunity!
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
Punya banyak ide tapi bingung mulai dari mana? Atau sering ngerasa idenya mentok di kepala tapi susah dituangkan jadi cerita utuh? Tenang, kamu nggak sendirian, proses kreatif memang sering penuh kebingungan di awal.
Di kelas ini, kita bakal ngobrol santai bareng Kk @uraydwi salah satu tim penulis Film Ipar adalah Maut the Series tentang cara menemukan dan mengembangkan ide cerita, menyusun plot yang kuat, hingga membuat draft skenario yang rapi, praktis, dan aplikatif untuk novel maupun film
Join ATE Edisi 419
๐ Selasa, 3 Februari 2026
โฐ 18.45 WIB โ selesai
๐ Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
๐ Ilmu + 2 JP + Doorprize
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2
CV Uray Dwiyanti Siska Nurhayati.pdf
1.3 MB
Perkenalan singkat narsum ๐
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2๐1
Oleh: Dedi Priadi
Coba tatap ilustrasi itu dengan rasa. Ada samudera merah yang begitu luas berisi ribuan masukan positif dan apresiasi, namun mengapa batinmu justru terpasung pada satu titik biru mungil yang berisi kritik atau cemoohan?
Masukan negatif itu ibarat setetes tinta di dalam segelas air bening. Ia tak sanggup mengubah volume kebaikanmu, namun ia mampu mengubah seluruh warna harimu jika kau biarkan hatimu terus-menerus mengaduknya tanpa henti.
Bayangkan dirimu adalah pemilik kebun mawar yang sangat luas. Ribuan bunga mekar indah mewakili dukungan tulus dari orang-orang sekitarmu, namun di sudut pagar ada sebatang benalu kecil berupa satu komentar pedas yang menyakitkan.
Jika kau menghabiskan seluruh harimu hanya dengan meratapi benalu itu tanpa menyirami mawar-mawarmu, maka perlahan keindahan jiwamu akan layu. Jangan biarkan satu kata negatif mencuri kebahagiaan yang dibangun dari ribuan doa dan dukungan.
Secara naluriah, ego kita memang lebih "haus" pada ancaman atau kritik demi melindungi harga diri. Namun, saat kau memberikan seluruh perhatianmu pada titik biru itu, kau sedang membiarkan satu masukan negatif mencekik akar kedamaianmu.
Untuk menghadapinya, gunakan teknik "Jeda Kesadaran". Saat kritikan tajam menyerang, berhentilah sejenak, tarik nafas dalam, dan katakan: "๐๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ณ ๐ด๐ถ๐ข๐ณ๐ข ๐ช๐ต๐ถ, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฏ๐ช๐ญ๐ข๐ช๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข." Berikan jarak antara dirimu dan kata-kata mereka.
Tenangkan batinmu dengan berdzikir memanggil nama-Nya, ๐ ๐ข ๐๐ถ๐ฅ๐ข๐ฃ๐ฃ๐ช๐ณ, wahai Dzat Yang Maha Mengatur segala urusan manusia. Serahkan penilaian orang lain kepada-Nya, karena hanya Dia yang benar-benar tahu niat dan tulusnya perjuanganmu.
Biarkan masukan negatif itu menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri tanpa perlu merusak harga dirimu. Saat kau melepaskan kendali atas pendapat orang lain, kau sedang membiarkan Tuhan menata kedamaianmu.
Janganlah terlalu keras menghukum diri hanya karena satu penilaian buruk dari manusia, padahal Tuhan saja selalu memandangmu dengan kasih sayang. Mengapa kau memilih mengurung diri dalam rasa malu, bukannya melangkah maju dengan hati yang tenang?
Jadilah pribadi yang tenang dan penuh penerimaan. Saat kau mampu mensyukuri masukan positif sekaligus memilah masukan negatif dengan bijak tanpa rasa dendam, maka tak ada lagi "titik biru" yang mampu melukai cahaya jiwamu.
#INISIATIF
Coba tatap ilustrasi itu dengan rasa. Ada samudera merah yang begitu luas berisi ribuan masukan positif dan apresiasi, namun mengapa batinmu justru terpasung pada satu titik biru mungil yang berisi kritik atau cemoohan?
Masukan negatif itu ibarat setetes tinta di dalam segelas air bening. Ia tak sanggup mengubah volume kebaikanmu, namun ia mampu mengubah seluruh warna harimu jika kau biarkan hatimu terus-menerus mengaduknya tanpa henti.
Bayangkan dirimu adalah pemilik kebun mawar yang sangat luas. Ribuan bunga mekar indah mewakili dukungan tulus dari orang-orang sekitarmu, namun di sudut pagar ada sebatang benalu kecil berupa satu komentar pedas yang menyakitkan.
Jika kau menghabiskan seluruh harimu hanya dengan meratapi benalu itu tanpa menyirami mawar-mawarmu, maka perlahan keindahan jiwamu akan layu. Jangan biarkan satu kata negatif mencuri kebahagiaan yang dibangun dari ribuan doa dan dukungan.
Secara naluriah, ego kita memang lebih "haus" pada ancaman atau kritik demi melindungi harga diri. Namun, saat kau memberikan seluruh perhatianmu pada titik biru itu, kau sedang membiarkan satu masukan negatif mencekik akar kedamaianmu.
Untuk menghadapinya, gunakan teknik "Jeda Kesadaran". Saat kritikan tajam menyerang, berhentilah sejenak, tarik nafas dalam, dan katakan: "๐๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ณ ๐ด๐ถ๐ข๐ณ๐ข ๐ช๐ต๐ถ, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฏ๐ช๐ญ๐ข๐ช๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข." Berikan jarak antara dirimu dan kata-kata mereka.
Tenangkan batinmu dengan berdzikir memanggil nama-Nya, ๐ ๐ข ๐๐ถ๐ฅ๐ข๐ฃ๐ฃ๐ช๐ณ, wahai Dzat Yang Maha Mengatur segala urusan manusia. Serahkan penilaian orang lain kepada-Nya, karena hanya Dia yang benar-benar tahu niat dan tulusnya perjuanganmu.
Biarkan masukan negatif itu menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri tanpa perlu merusak harga dirimu. Saat kau melepaskan kendali atas pendapat orang lain, kau sedang membiarkan Tuhan menata kedamaianmu.
Janganlah terlalu keras menghukum diri hanya karena satu penilaian buruk dari manusia, padahal Tuhan saja selalu memandangmu dengan kasih sayang. Mengapa kau memilih mengurung diri dalam rasa malu, bukannya melangkah maju dengan hati yang tenang?
Jadilah pribadi yang tenang dan penuh penerimaan. Saat kau mampu mensyukuri masukan positif sekaligus memilah masukan negatif dengan bijak tanpa rasa dendam, maka tak ada lagi "titik biru" yang mampu melukai cahaya jiwamu.
#INISIATIF
โค2๐1
Siap-siap adu cepat dan adu tepat di Kuis Trivia COMMIT ATE
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
Stay tuned, pastikan kamu sudah standby sebelum jam mulai. See you on the leaderboard
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Oleh: Fahmi Hasan Nugroho
Dalam fikih harta orang lain adalah barang suci yang tak boleh diganggu. Ia hanya boleh dibiarkan terserah pemiliknya mau berbuat apa dengan barangnya. Jika ia salah bersalahlah ia, jika ia benar ya beruntunglah ia. Makanya Rasulullah bersabda, "Darah kalian, harta kalian haram bagi kalian seperti haramnya hari ini, di bulan ini, di tempat ini..." Maksudnya, haram untuk diganggu.
Jambu di dalam pekarangan itu ya punya pemiliknya. Meski ia berjatuhan dan mubadzir orang luar tak berhak untuk mengambil tanpa seizin pemiliknya.
Uang 20 ribu yang tergeletak di jalan, selamanya tetap menjadi milik pemilik aslinya. Jika anda menemukannya, anda tidak berhak untuk memilikinya kecuali setelah anda umumkan di tempat itu selama satu tahun dan tak ada yang merasa kehilangan uang itu. Kehilangan bukanlah sebab lepasnya hak seseorang dari suatu harta, dan penemuan bukanlah sebab munculnya hak kepemilikan terhadap barang yang pasti ada pemiliknya.
Hal ini sederhana, tapi semua orang patut untuk mengetahuinya. Sering kali karena bercanda kita mengambil hak orang lain, karena marah kita merusak hak orang lain. Jangan dibiasakan karena setiap pengambilan harta tanpa hak harus dikembalikan dan setiap pengrusakan harus diganti kerugiannya.
Ini cuplikan dari video. Orang mukul kaca mobil sampai pecah. Lumayan, ganti kaca doang bisa sampai 4 juta lebih. Kadang kalo emosi memang gitu, logika kita tersumbat sejenak oleh adrenalin, ketika adrenalin habis dan kita kena perkara barulah kita menyesal karena harus berurusan dengan hukum.
#INISIATIF
Dalam fikih harta orang lain adalah barang suci yang tak boleh diganggu. Ia hanya boleh dibiarkan terserah pemiliknya mau berbuat apa dengan barangnya. Jika ia salah bersalahlah ia, jika ia benar ya beruntunglah ia. Makanya Rasulullah bersabda, "Darah kalian, harta kalian haram bagi kalian seperti haramnya hari ini, di bulan ini, di tempat ini..." Maksudnya, haram untuk diganggu.
Jambu di dalam pekarangan itu ya punya pemiliknya. Meski ia berjatuhan dan mubadzir orang luar tak berhak untuk mengambil tanpa seizin pemiliknya.
Uang 20 ribu yang tergeletak di jalan, selamanya tetap menjadi milik pemilik aslinya. Jika anda menemukannya, anda tidak berhak untuk memilikinya kecuali setelah anda umumkan di tempat itu selama satu tahun dan tak ada yang merasa kehilangan uang itu. Kehilangan bukanlah sebab lepasnya hak seseorang dari suatu harta, dan penemuan bukanlah sebab munculnya hak kepemilikan terhadap barang yang pasti ada pemiliknya.
Hal ini sederhana, tapi semua orang patut untuk mengetahuinya. Sering kali karena bercanda kita mengambil hak orang lain, karena marah kita merusak hak orang lain. Jangan dibiasakan karena setiap pengambilan harta tanpa hak harus dikembalikan dan setiap pengrusakan harus diganti kerugiannya.
Ini cuplikan dari video. Orang mukul kaca mobil sampai pecah. Lumayan, ganti kaca doang bisa sampai 4 juta lebih. Kadang kalo emosi memang gitu, logika kita tersumbat sejenak oleh adrenalin, ketika adrenalin habis dan kita kena perkara barulah kita menyesal karena harus berurusan dengan hukum.
#INISIATIF
Ijin share #rekaman kegiatan ATE #Episode419 dengan Tema Tips Membuat Ide Cerita dalam Menulis Novel ataupun Film bersama Uray Dwiyanti SN
https://youtu.be/gzqpxruaT3Y
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2
Setiap pegawai punya cara sendiri untuk menjaga energi dan semangat saat bekerja ๐ช
Melalui spot favorit di kantor, kita belajar bahwa produktivitas juga butuh ruang untuk fokus, refleksi, dan recharge๐ฅ
Kalau kamu, di mana tempat favoritmu? Ceritain di bawah yah๐
https://www.instagram.com/p/DUVLPiXiY3j/?igsh=Y2trMGtwcHVyYW1y
Melalui spot favorit di kantor, kita belajar bahwa produktivitas juga butuh ruang untuk fokus, refleksi, dan recharge
Kalau kamu, di mana tempat favoritmu? Ceritain di bawah yah
https://www.instagram.com/p/DUVLPiXiY3j/?igsh=Y2trMGtwcHVyYW1y
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2๐ฅ1
People Pleasing ๐ค
Oleh: dr Dastin Andre
Dalam psikologi, People Pleasing seringkali adalah bentuk dari Fawn Response (Respon Menyenangkan Musuh). Ini berasal dari luka masa kecil (mungkin Father Hunger atau orang tua otoriter).
Otakmu belajar:
"Agar aku selamat dan dicintai, aku harus berguna. Aku nggak boleh punya keinginan sendiri. Aku harus bikin orang tua/orang lain senang."
Jadi, kamu berbuat baik karena TAKUT DITOLAK, bukan murni karena ingin memberi.๏ฟผ
Bahayanya, People Pleaser sering punya Kontrak Terselubung dalam hati:
"Aku kan udah berkorban banyak buat kamu, harusnya kamu sadar diri dong balas kebaikanku."
Tapi orang lain nggak tahu kontrak itu!
Akhirnya, saat mereka nggak membalas setimpal, kamu jadi Dendam (Resentment).
Kamu meledak marah: "Kamu gak tau diri!"
Padahal salahmu sendiri yang nggak pernah bilang "Nggak".๏ฟผ
Gimana cara berhentinya? Susah kan langsung bilang "Nggak"?
Pakai teknik "Beli Waktu".
Saat ada yang minta tolong, JANGAN langsung jawab.
Katakan ini:
- "Boleh aku cek jadwal dulu? Nanti aku kabari 1 jam lagi."
- "Aku pikir-pikir dulu ya."
Jeda waktu ini memutus refleks "Iya" otomatis kamu, dan memberi otakmu kesempatan mikir: "Aku beneran mau, atau cuma takut?"๏ฟผ
Saat kamu pertama kali menolak (bilang "No"), rasanya bakal Gak Enak Banget.
Jantung deg-degan, merasa jahat, takut dia marah. Itu wajar. Itu namanya "Guilt Withdrawal".
Tahan rasa itu. Jangan buru-buru meralat jadi "Iya" cuma buat menghilangkan rasa cemasmu.
Rasa bersalah itu cuma sementara. Kebebasanmu itu selamanya.๏ฟผ
Ingat mantra ini:
"No" is a complete sentence.
(Kata "Tidak" adalah kalimat lengkap).
Kamu nggak butuh alasan berbelit-belit, nggak perlu bohong sakit, nggak perlu minta maaf berlebihan. Kamu berhak menolak hanya karena kamu tidak mau. Dan itu cukup.
Menjadi baik itu bagus, tapi baiklah pada dirimu sendiri dulu. โจ๏ฟผ
#INISIATIF
Oleh: dr Dastin Andre
Dalam psikologi, People Pleasing seringkali adalah bentuk dari Fawn Response (Respon Menyenangkan Musuh). Ini berasal dari luka masa kecil (mungkin Father Hunger atau orang tua otoriter).
Otakmu belajar:
"Agar aku selamat dan dicintai, aku harus berguna. Aku nggak boleh punya keinginan sendiri. Aku harus bikin orang tua/orang lain senang."
Jadi, kamu berbuat baik karena TAKUT DITOLAK, bukan murni karena ingin memberi.๏ฟผ
Bahayanya, People Pleaser sering punya Kontrak Terselubung dalam hati:
"Aku kan udah berkorban banyak buat kamu, harusnya kamu sadar diri dong balas kebaikanku."
Tapi orang lain nggak tahu kontrak itu!
Akhirnya, saat mereka nggak membalas setimpal, kamu jadi Dendam (Resentment).
Kamu meledak marah: "Kamu gak tau diri!"
Padahal salahmu sendiri yang nggak pernah bilang "Nggak".๏ฟผ
Gimana cara berhentinya? Susah kan langsung bilang "Nggak"?
Pakai teknik "Beli Waktu".
Saat ada yang minta tolong, JANGAN langsung jawab.
Katakan ini:
- "Boleh aku cek jadwal dulu? Nanti aku kabari 1 jam lagi."
- "Aku pikir-pikir dulu ya."
Jeda waktu ini memutus refleks "Iya" otomatis kamu, dan memberi otakmu kesempatan mikir: "Aku beneran mau, atau cuma takut?"๏ฟผ
Saat kamu pertama kali menolak (bilang "No"), rasanya bakal Gak Enak Banget.
Jantung deg-degan, merasa jahat, takut dia marah. Itu wajar. Itu namanya "Guilt Withdrawal".
Tahan rasa itu. Jangan buru-buru meralat jadi "Iya" cuma buat menghilangkan rasa cemasmu.
Rasa bersalah itu cuma sementara. Kebebasanmu itu selamanya.๏ฟผ
Ingat mantra ini:
"No" is a complete sentence.
(Kata "Tidak" adalah kalimat lengkap).
Kamu nggak butuh alasan berbelit-belit, nggak perlu bohong sakit, nggak perlu minta maaf berlebihan. Kamu berhak menolak hanya karena kamu tidak mau. Dan itu cukup.
Menjadi baik itu bagus, tapi baiklah pada dirimu sendiri dulu. โจ๏ฟผ
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Sebagai anak perusahaan BPJS Kesehatan, PT CMS Duta Solusi senantiasa berfokus untuk menghadirkan solusi Business Edu Tech, Man Power Provider, dan IT Solution untuk mendukung kebutuhan seluruh unit kerja baik di kantor pusat, kedeputian wilayah, maupun di kantor cabang
Layanan yang tersedia dirancang untuk membuat operasional makin efektif mencakup:
1. Pengadaan Seminar Kit
2. Tiket Perjalanan
3. Payment System
4. Sertifikasi Kompetensi dan Pelatihan
5. Event Management
6. WhatsApp Blast Payment
7. Sistem Rekonsiliasi
8. dll
Nggak perlu cari jauh, Mari manfaatkan layanan CMS sebagai solusi internal terpercaya untuk mendukung kinerja kita. Saatnya pilih solusi dari ekosistem kita sendiri karena CMS dari kita untuk kita
Info lebih lanjut kunjungi cmsdutasolusi.co.id
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
PACARAN SETELAH MENIKAH ๐ฅฐ
Oleh: Budiman Hakim
โKenapa suamiku berubah, ya?โ kata Nani sambil mengaduk kopi yang sudah dingin.
"Berubah gimana?" tanya Sisca.
โWaktu pacaran dia baik banget. Kalo jalan tanganku digandeng, chat panjang-panjang, suka bawain bunga. Sekarang? Pulang kerja capek, main HP lalu tidur. Aku kayak gak kelihatan.โ
Sisca cuma terdiam mendengarkan. Curhat seperti ini bukan hal baru. Hampir semua perempuan pernah mengucapkannya. Beda versi tapi hakikatnya sama.
Yang sering dijadikan kambing hitam selalu pernikahan. Padahal yang berubah bukan statusnya, tapi cara kerja otaknya. Yuk, kita eksplorasi, apa sebenernya yang terjadi.
Saat pacaran, otak cowok didominasi oleh sistem dopamin. Ini adalah sistem di masa berburu. Otak fokus pada sesuatu yang belum sepenuhnya dimiliki.
Dopamin membuat seseorang lebih perhatian, lebih sabar, lebih peka pada respons pasangan. Setiap senyum dan sentuhan terasa seperti hadiah.
Itu sebabnya cowok terlihat โberbedaโ saat pacaran. Bukan karena pura-pura, tapi karena otaknya sedang dalam mode berburu.
Setelah menikah, sistem otak bergeser. Dopamin menurun, digantikan oleh oksitosin dan vasopresin, hormon keterikatan dan rasa aman. Otak berhenti mengejar, lalu mulai menetap. Hubungan berubah dari sensasi menjadi stabilitas.
Secara psikologis, ini fase yang sehat. Tapi memang ada efek sampingnya. Otak manusia suka efisiensi. Begitu sesuatu dianggap aman, otak menghemat energi. Gesture kecil yang dulu dilakukan dengan sadar, menggandeng tangan, menatap lama, berbicara lembut, dianggap tidak lagi krusial untuk bertahan hidup.
Masalahnya, banyak cowok tidak pernah diajari bahwa rasa aman tidak sama dengan berhenti berusaha.
Di sisi lain, perempuan tetap membaca cinta lewat simbol: sentuhan, perhatian, kehadiran emosional. Maka terjadilah benturan. Yang satu merasa sudah memberi, yang lain merasa ditinggalkan.
โIya, itu terjadi sama semua cowok,โ kata Sisca. "Suamiku juga berubah."
"Masak? berubah gimana?"
โWaktu baru nikah, suamiku kalo tidur maunya hadap-hadapan. Setelah 6 bulan, tidurnya punggung-punggungan. sampe sekarang.โ
โKalo suami juga berubah,โ katanya pelan, โkenapa kamu kayaknya gak terganggu?โ
Sisca tersenyum penuh simpati. โKarena kami punya ritual Jumat."
"Maksudnya?"
โSetiap Jumat malam, kami pacaran lagi.โ
Nani mengangkat kepala.
โKami pakai baju bagus, kayak dulu. Pergi ke bioskop yang dulu. Kadang ke tempat yang dulu sering kami datangi. Kadang cuma duduk, ngobrol, ketawa. Pernah juga ke diskotek lama, joget di dance floor, keringetan, pulang capek.โ
"Wah, seru, tuh. Buat nostalgia ya?" kata Nani seraya menyeruput kopinya.
โBukan buat nostalgia,โ lanjut Sisca. โTapi buat ngingetin otak bahwa orang ini pernah jadi sesuatu yang dikejar.โ
Nani terdiam.
โKami tahu cinta berubah,โ kata Sisca. โMakanya keindahan waktu pacaran harus dipanggil pulang."
"Bisa ya?" tanya Nani takjub.
"Memang gak sama persis, tapi pacaran lagi setelah menikah itu bagus untuk membuat hubungan kita kembali membara.โ
Kopi di depan Nani sudah dingin. Tapi untuk pertama kalinya sejak lama, kepalanya terasa hangat.
#INISIATIF #TGIF
Oleh: Budiman Hakim
โKenapa suamiku berubah, ya?โ kata Nani sambil mengaduk kopi yang sudah dingin.
"Berubah gimana?" tanya Sisca.
โWaktu pacaran dia baik banget. Kalo jalan tanganku digandeng, chat panjang-panjang, suka bawain bunga. Sekarang? Pulang kerja capek, main HP lalu tidur. Aku kayak gak kelihatan.โ
Sisca cuma terdiam mendengarkan. Curhat seperti ini bukan hal baru. Hampir semua perempuan pernah mengucapkannya. Beda versi tapi hakikatnya sama.
Yang sering dijadikan kambing hitam selalu pernikahan. Padahal yang berubah bukan statusnya, tapi cara kerja otaknya. Yuk, kita eksplorasi, apa sebenernya yang terjadi.
Saat pacaran, otak cowok didominasi oleh sistem dopamin. Ini adalah sistem di masa berburu. Otak fokus pada sesuatu yang belum sepenuhnya dimiliki.
Dopamin membuat seseorang lebih perhatian, lebih sabar, lebih peka pada respons pasangan. Setiap senyum dan sentuhan terasa seperti hadiah.
Itu sebabnya cowok terlihat โberbedaโ saat pacaran. Bukan karena pura-pura, tapi karena otaknya sedang dalam mode berburu.
Setelah menikah, sistem otak bergeser. Dopamin menurun, digantikan oleh oksitosin dan vasopresin, hormon keterikatan dan rasa aman. Otak berhenti mengejar, lalu mulai menetap. Hubungan berubah dari sensasi menjadi stabilitas.
Secara psikologis, ini fase yang sehat. Tapi memang ada efek sampingnya. Otak manusia suka efisiensi. Begitu sesuatu dianggap aman, otak menghemat energi. Gesture kecil yang dulu dilakukan dengan sadar, menggandeng tangan, menatap lama, berbicara lembut, dianggap tidak lagi krusial untuk bertahan hidup.
Masalahnya, banyak cowok tidak pernah diajari bahwa rasa aman tidak sama dengan berhenti berusaha.
Di sisi lain, perempuan tetap membaca cinta lewat simbol: sentuhan, perhatian, kehadiran emosional. Maka terjadilah benturan. Yang satu merasa sudah memberi, yang lain merasa ditinggalkan.
โIya, itu terjadi sama semua cowok,โ kata Sisca. "Suamiku juga berubah."
"Masak? berubah gimana?"
โWaktu baru nikah, suamiku kalo tidur maunya hadap-hadapan. Setelah 6 bulan, tidurnya punggung-punggungan. sampe sekarang.โ
โKalo suami juga berubah,โ katanya pelan, โkenapa kamu kayaknya gak terganggu?โ
Sisca tersenyum penuh simpati. โKarena kami punya ritual Jumat."
"Maksudnya?"
โSetiap Jumat malam, kami pacaran lagi.โ
Nani mengangkat kepala.
โKami pakai baju bagus, kayak dulu. Pergi ke bioskop yang dulu. Kadang ke tempat yang dulu sering kami datangi. Kadang cuma duduk, ngobrol, ketawa. Pernah juga ke diskotek lama, joget di dance floor, keringetan, pulang capek.โ
"Wah, seru, tuh. Buat nostalgia ya?" kata Nani seraya menyeruput kopinya.
โBukan buat nostalgia,โ lanjut Sisca. โTapi buat ngingetin otak bahwa orang ini pernah jadi sesuatu yang dikejar.โ
Nani terdiam.
โKami tahu cinta berubah,โ kata Sisca. โMakanya keindahan waktu pacaran harus dipanggil pulang."
"Bisa ya?" tanya Nani takjub.
"Memang gak sama persis, tapi pacaran lagi setelah menikah itu bagus untuk membuat hubungan kita kembali membara.โ
Kopi di depan Nani sudah dingin. Tapi untuk pertama kalinya sejak lama, kepalanya terasa hangat.
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM