Siap-siap adu cepat dan adu tepat di Kuis Trivia COMMIT ATE
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
Stay tuned, pastikan kamu sudah standby sebelum jam mulai. See you on the leaderboard
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤1
Ke kantor nggak cuma bawa tugas, tapi juga barang andalan 🤩
Ada yang buat jaga mood, ada yang bikin fokus, ada juga yang jadi pengingat buat tetap sayang sama diri sendiri.
Kalau versimu, barang wajib apa yang biasa kamu bawa pas berangkat kerja? tulis di sini👇
https://www.instagram.com/p/DTzsmqdErmY/?igsh=MmJkb2t5cGt3d2Vm
Ada yang buat jaga mood, ada yang bikin fokus, ada juga yang jadi pengingat buat tetap sayang sama diri sendiri.
Kalau versimu, barang wajib apa yang biasa kamu bawa pas berangkat kerja? tulis di sini
https://www.instagram.com/p/DTzsmqdErmY/?igsh=MmJkb2t5cGt3d2Vm
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤1
Oleh: Ranggie Ragatha
Dulu Saya itu punya insomnia akut, susah sekali tidur, sangat menyiksa. Sementara ada kawan yang tidurnya gampang banget. Dalam beberapa kesempatan Saya sering bilang ke dia, ambil semua Ducati Saya itu, asal sifat gampang tidur kamu pindah ke Saya 😅.
Saya dulu juga pernah iri ngeliat orang-orang bisa ketemu anak istrinya, sementara Saya hanya bisa ketemu setahun 4-5 kali. Saya ya juga iri sama orang yang bisa makan 2 piring tapi tetep kurus. Sementara Saya bertahun-tahun makan nasi cuma 3 sendok tiap makan, tapi ga kurus-kurus.
Seperti yang sering Saya bilang, ketika kita dikasih nikmat sama Tuhan, pasti ada nikmat lainnya yang dicabut. Jadi kunci hidup tenang itu jangan suka membanding-bandingkan nikmat kita dengan nikmat orang lain sih ya…..
#INISIATIF #TGIF
Dulu Saya itu punya insomnia akut, susah sekali tidur, sangat menyiksa. Sementara ada kawan yang tidurnya gampang banget. Dalam beberapa kesempatan Saya sering bilang ke dia, ambil semua Ducati Saya itu, asal sifat gampang tidur kamu pindah ke Saya 😅.
Saya dulu juga pernah iri ngeliat orang-orang bisa ketemu anak istrinya, sementara Saya hanya bisa ketemu setahun 4-5 kali. Saya ya juga iri sama orang yang bisa makan 2 piring tapi tetep kurus. Sementara Saya bertahun-tahun makan nasi cuma 3 sendok tiap makan, tapi ga kurus-kurus.
Seperti yang sering Saya bilang, ketika kita dikasih nikmat sama Tuhan, pasti ada nikmat lainnya yang dicabut. Jadi kunci hidup tenang itu jangan suka membanding-bandingkan nikmat kita dengan nikmat orang lain sih ya…..
#INISIATIF #TGIF
👍1
Ijin share #rekaman kegiatan ATE #Episode418 dengan Tema How to Overthinking in a Good Way bersama Ibu Ika Amalia Kusumawardhani
https://youtu.be/rAvLlTFC03M
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
YouTube
ATE 418 How to Overthinking in a Good Way bersama Ika Amalia Kusumawardhani
NGED-ATE EDUC-ATE (NGOBROL KAYAK NGEDATE, PULANGNYA BAWA INSIGHT)
Overthinking sering datang tanpa diundang. Pikiran muter terus, skenario kebanyakan, capek sendiri, padahal belum tentu kejadian. Bukannya bikin siap, malah bikin stuck dan nggak produktif.…
Overthinking sering datang tanpa diundang. Pikiran muter terus, skenario kebanyakan, capek sendiri, padahal belum tentu kejadian. Bukannya bikin siap, malah bikin stuck dan nggak produktif.…
Ijin meneruskan Info dari Ibu Tasya (Narsum ATE Edisi 417 kemarin). Siapa tahu ada diantara Bapak/Ibu dan rekan2 yang tertarik untuk diri sendiri atau mungkin buat rekan, keluarga, anak, atau saudara🤝
🚀 Bingung memetakan potensi dan arah karier? Psikotes Online Solusinya!
Jangan menebak-nebak! Dengan Psikotes Online, kamu bisa mengenali minat-bakat, kepribadian, dan potensi terbaikmu secara objektif (bukan sekedar feeling) hasilnya bisa langsung jadi bahan pengambilan keputusan pendidikan & karier kedepannya lho 🤩
✨ Cocok untuk:
- Individu yang ingin lebih yakin dengan minat dan bakat untuk menentukan arah karier
- Sekolah untuk membantu siswa memahami potensi dan kesiapan akademik
- Perusahaan/instansi untuk mendukung proses seleksi, pemetaan, dan pengembangan SDM yang tepat sasaran
🎁 DISKON 10% KHUSUS PESERTA BPJS
⏰ Kuota TERBATAS‼️
Yuk, jangan tunda! Klik WhatsApp & daftar sekarang untuk konsultasi! 👇
📞 wa.me/6285798371932 (WhatsApp Pojok MejaKursi)
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤1
Inilah 5 peserta paling sat set, paling gacor, dan paling aktif di kegiatan NGED-ATE EDUC-ATE Edisi 417
1️⃣ @Syrulrmdhan – KC Baubau
2️⃣ Pak @Erwinfa - KC Cikarang
3️⃣ @niskalmentari - KC Baubau
4️⃣ @mayflava - KC Surakarta
5️⃣ @BunaaMooDehJammiKapang - KC Bulukumba
Terima kasih buat semua peserta yang tetap sabar dan semangat dalam rangkaian kegiatan. Sampai bertemu kembali di challenge ATE berikutnya. Stay tuned & stay competitive
https://www.instagram.com/p/DT2QNNeE22v/?igsh=MWN2cnltZ3YwYW9uZw==
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Inilah 5 peserta paling sat set, paling gacor, dan paling aktif di kegiatan NGED-ATE EDUC-ATE Edisi 418
1️⃣ @andiyant – KC Baubau
2️⃣ @mauliid - KC Kendari
3️⃣ @KhotimaPS - KC Solok
4️⃣ @nilla_83 - KC Medan
5️⃣ @Fabioo_17 - KC Padang
Terima kasih buat semua peserta yang tetap sabar dan semangat dalam rangkaian kegiatan. Sampai bertemu kembali di challenge ATE berikutnya. Stay tuned & stay competitive
https://www.instagram.com/p/DT2QNNeE22v/?igsh=MWN2cnltZ3YwYW9uZw==
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
TERAPI MENCEGAH PENYAKIT MALAS ✊
Oleh: Budiman Hakim
"Saya dulu orang IT. Kalo mau belajar AI, saya pasti bisa, tapi buat apa?"
Kalimat di atas kedengarannya jujur, padahal bisa jadi itu cuma pembenaran untuk berhenti mengejar zaman. Yang ngomong gitu, sebenernya masih aktif dan produktif. Namun setiap kali berhadapan dengan hal baru, ia berhenti lalu memilih mundur. Bukan karena gak mampu, tapi karena merasa udah gak perlu.
Di situlah ciri-ciri umum penyakit malas mulai bekerja. Ia tidak membuat seseorang berhenti bergerak, tetapi membuat dia berhenti bertumbuh. Penyakit ini, biasanya, mulai terasa pada mereka yang udah terjebak di zona nyaman.
Secara biologis, otak adalah organ paling boros energi di tubuh manusia. Walaupun beratnya cuma sekitar 2% dari berat badan, otak bisa menghabiskan 20–25% total energi tubuh. Dan yang menarik, porsi ini relatif konstan, gak peduli kita lagi mikir berat atau cuma bengong doang.
Penyakit malas adalah strategi otak untuk menghemat energi. Otak selalu memilih yang aman dan nyaman, misalnya melakukan sesuatu yang kita udah bisa. Hal2 baru menuntut usaha dengan risiko gagal. Otak merasa gak nyaman dan langsung berusaha menghindarinya.
Yang bikin resek, setiap kali kita menghindari ketidaknyamanan itu, otak mencatatnya sebagai kemenangan. Lama-kelamaan, jalur dopamin hanya aktif saat kita mengulang hal yang sama, bukan saat belajar sesuatu yang baru. Bahaya tuh...
Bagaimana Cara Kita Mencegahnya
Terapi pertama untuk mencegah penyakit ini adalah memperkenalkan ketidaknyamanan kecil secara sengaja. Tindakan sederhana yang memaksa otak keluar dari ketidaknyamanan itu. Belajar hal baru mungkin gak nyaman tapi memberi sinyal ke otak bahwa kita masih perlu bekerja dan beradaptasi.
Terapi berikutnya. Banyak orang berhenti belajar karena takut terlihat bodoh. Padahal rasa bodoh adalah tanda otak sedang membangun jalur baru. Bertanya, mendengarkan dan menerima bahwa kita belum tahu memaksa neuroplastisitas bekerja. Otak tidak menua karena usia, tapi karena terlalu lama dibiarkan tidak bekerja
Terapi selanjutnya adalah mengubah sumber kepuasan. Terlalu banyak mengonsumsi konten2 receh membuat otak mendapatkan kepuasan palsu. Coba alihkan sebagian waktu dari konsumsi ke produksi. Mungkin sedikit capek tapi puas. Di situ fungsi alami dopamin bekerja sebagaimana mestinya.
Apa aja yang bisa dilakukan? Banyak! Menulis, belajar, mencoba, dan menyelesaikan sesuatu meskipun lambat, mengajarkan otak bahwa kepuasan sejati datang dari proses, bukan dari pelarian.
Terapi berikutnya. Umumkan pada semua teman. Otak manusia bergerak lebih efektif ketika merasa diawasi. Mengumumkan niat, berbagi progres, atau menaruh tanggung jawab kecil di hadapan orang lain menciptakan dorongan eksekusi. Dengan cara ini, otak tidak punya banyak ruang untuk bernegosiasi dengan kemalasan.
Terapi terakhir adalah terapi identitas. Penyakit malas sering menang ketika kita mulai meyakini bahwa belajar adalah fase hidup yang sudah lewat. Memproklamirkan diri bahwa kita adalah seorang murid yang selalu siap untuk belajar, membuat otak tetap hidup.
Penyakit malas tidak menyerang dengan keras. Ia membuat kita merasa aman, padahal sebenarnya sedang disingkirkan. Yang membuat manusia bertumbuh bukanlah yang paling pintar atau paling muda, tapi mereka yang berani merasa gak nyaman dan gak gengsi untuk mulai belajar dari awal.
Sama kayak jaman SD dulu. Waktu kelas 5, kita juara kelas... wah pasti bangga, dong! Nah, saat kita naik kelas 6, wajarlah kalo kita merasa bodoh, karena pelajaran yang kita terima adalah materi baru. Artinya ketika kita merasa bodoh lagi. itu tanda kita masuk ke level kepintaran berikutnya.
Btw, saya punya musuh karib, namanya Subiakto Priosoedarsono, usianya 77 tahun. Dia sangat update dengan gadget. Aktif di social media dan sangat ahli soal AI. Dia adalah saksi hidup bahwa usia tidak paralel dengan ketinggalan zaman.
Jadi, Guys. Hadapilah semua tantangan. Jangan takut pada hal-hal baru. Menjadi bodoh kembali itu menyenangkan...
#INISIATIF
Oleh: Budiman Hakim
"Saya dulu orang IT. Kalo mau belajar AI, saya pasti bisa, tapi buat apa?"
Kalimat di atas kedengarannya jujur, padahal bisa jadi itu cuma pembenaran untuk berhenti mengejar zaman. Yang ngomong gitu, sebenernya masih aktif dan produktif. Namun setiap kali berhadapan dengan hal baru, ia berhenti lalu memilih mundur. Bukan karena gak mampu, tapi karena merasa udah gak perlu.
Di situlah ciri-ciri umum penyakit malas mulai bekerja. Ia tidak membuat seseorang berhenti bergerak, tetapi membuat dia berhenti bertumbuh. Penyakit ini, biasanya, mulai terasa pada mereka yang udah terjebak di zona nyaman.
Secara biologis, otak adalah organ paling boros energi di tubuh manusia. Walaupun beratnya cuma sekitar 2% dari berat badan, otak bisa menghabiskan 20–25% total energi tubuh. Dan yang menarik, porsi ini relatif konstan, gak peduli kita lagi mikir berat atau cuma bengong doang.
Penyakit malas adalah strategi otak untuk menghemat energi. Otak selalu memilih yang aman dan nyaman, misalnya melakukan sesuatu yang kita udah bisa. Hal2 baru menuntut usaha dengan risiko gagal. Otak merasa gak nyaman dan langsung berusaha menghindarinya.
Yang bikin resek, setiap kali kita menghindari ketidaknyamanan itu, otak mencatatnya sebagai kemenangan. Lama-kelamaan, jalur dopamin hanya aktif saat kita mengulang hal yang sama, bukan saat belajar sesuatu yang baru. Bahaya tuh...
Bagaimana Cara Kita Mencegahnya
Terapi pertama untuk mencegah penyakit ini adalah memperkenalkan ketidaknyamanan kecil secara sengaja. Tindakan sederhana yang memaksa otak keluar dari ketidaknyamanan itu. Belajar hal baru mungkin gak nyaman tapi memberi sinyal ke otak bahwa kita masih perlu bekerja dan beradaptasi.
Terapi berikutnya. Banyak orang berhenti belajar karena takut terlihat bodoh. Padahal rasa bodoh adalah tanda otak sedang membangun jalur baru. Bertanya, mendengarkan dan menerima bahwa kita belum tahu memaksa neuroplastisitas bekerja. Otak tidak menua karena usia, tapi karena terlalu lama dibiarkan tidak bekerja
Terapi selanjutnya adalah mengubah sumber kepuasan. Terlalu banyak mengonsumsi konten2 receh membuat otak mendapatkan kepuasan palsu. Coba alihkan sebagian waktu dari konsumsi ke produksi. Mungkin sedikit capek tapi puas. Di situ fungsi alami dopamin bekerja sebagaimana mestinya.
Apa aja yang bisa dilakukan? Banyak! Menulis, belajar, mencoba, dan menyelesaikan sesuatu meskipun lambat, mengajarkan otak bahwa kepuasan sejati datang dari proses, bukan dari pelarian.
Terapi berikutnya. Umumkan pada semua teman. Otak manusia bergerak lebih efektif ketika merasa diawasi. Mengumumkan niat, berbagi progres, atau menaruh tanggung jawab kecil di hadapan orang lain menciptakan dorongan eksekusi. Dengan cara ini, otak tidak punya banyak ruang untuk bernegosiasi dengan kemalasan.
Terapi terakhir adalah terapi identitas. Penyakit malas sering menang ketika kita mulai meyakini bahwa belajar adalah fase hidup yang sudah lewat. Memproklamirkan diri bahwa kita adalah seorang murid yang selalu siap untuk belajar, membuat otak tetap hidup.
Penyakit malas tidak menyerang dengan keras. Ia membuat kita merasa aman, padahal sebenarnya sedang disingkirkan. Yang membuat manusia bertumbuh bukanlah yang paling pintar atau paling muda, tapi mereka yang berani merasa gak nyaman dan gak gengsi untuk mulai belajar dari awal.
Sama kayak jaman SD dulu. Waktu kelas 5, kita juara kelas... wah pasti bangga, dong! Nah, saat kita naik kelas 6, wajarlah kalo kita merasa bodoh, karena pelajaran yang kita terima adalah materi baru. Artinya ketika kita merasa bodoh lagi. itu tanda kita masuk ke level kepintaran berikutnya.
Btw, saya punya musuh karib, namanya Subiakto Priosoedarsono, usianya 77 tahun. Dia sangat update dengan gadget. Aktif di social media dan sangat ahli soal AI. Dia adalah saksi hidup bahwa usia tidak paralel dengan ketinggalan zaman.
Jadi, Guys. Hadapilah semua tantangan. Jangan takut pada hal-hal baru. Menjadi bodoh kembali itu menyenangkan...
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
💯2
Oleh: Dedi Priadi
Luka adalah cetak biru yang merancang ulang jiwa kita, tempat cahaya menyusup ke relung hati. Setiap kali kita diuji, kita sebenarnya diberi peluang untuk menjadi versi diri yang lebih baik.
Tidak semua orang sanggup melihat kepedihan sebagai berkah, sebab penderitaan sering memicu reaksi emosi yang kuat. Cara kita menyikapi kepedihan akan menentukan tingkat spiritual kita selanjutnya.
Ada yang 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘴𝘱𝘰𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘦𝘥𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘳𝘢𝘴, membiarkan kepahitan ujian menjadi tembok yang penuh amarah. Mereka menggunakan luka sebagai alasan untuk bersikap buruk pada orang lain.
Kelompok ini menjadi kasar, karena mereka berpikir menyerang lebih aman daripada terluka kembali. Kata-kata tajam mereka adalah cerminan dari hati yang menderita.
Sebaliknya, ada yang 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘩 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘯𝘺𝘪, menarik diri ke dalam ruang batin yang tenang tanpa komunikasi. Mereka memikul semua beban sendiri, menyembunyikan badai di balik wajah yang datar.
Keheningan ini adalah pertahanan diri mereka, sebab mereka takut dihakimi atau mendapatkan luka baru. Mereka merasa diam adalah cara terbaik untuk mengendalikan kekacauan batin.
Ada juga jiwa yang 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘬𝘦𝘱𝘦𝘥𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘢𝘳𝘪𝘧𝘢𝘯, menerima setiap kesulitan sebagai pelajaran berharga dari hidup. Mereka berhasil menyaring makna terdalam dari setiap air mata yang jatuh.
Kelompok ini memilih untuk tidak membiarkan luka-luka lama membusuk sebagai sumber kecemasan dan masalah dalam hidup mereka. Sebaliknya, mereka mencari jalan keluar yang baik saat menghadapi kesulitan, dan berusaha keras merangkai ulang kejadian pahit dalam pikiran mereka. Mereka sukses mengubah setiap pengalaman buruk menjadi pelajaran berharga, mengambil serpihan trauma itu dan menjadikannya bahan bakar untuk pertumbuhan.
Maka yakini, luka adalah undangan untuk mengukir kedewasaan. Esensi ujian bukanlah pada rasa sakitnya, melainkan pada kebebasan untuk memilih tanggapan. Pilihlah tanggapan yang merawat jiwa Anda tetap tumbuh, sebab hanya melalui penerimaan tulus, cahaya yang menyusup lewat luka itu akan mengubah Anda menjadi versi diri yang lebih baik, lebih damai, dan penuh kearifan.
#INISIATIF
Luka adalah cetak biru yang merancang ulang jiwa kita, tempat cahaya menyusup ke relung hati. Setiap kali kita diuji, kita sebenarnya diberi peluang untuk menjadi versi diri yang lebih baik.
Tidak semua orang sanggup melihat kepedihan sebagai berkah, sebab penderitaan sering memicu reaksi emosi yang kuat. Cara kita menyikapi kepedihan akan menentukan tingkat spiritual kita selanjutnya.
Ada yang 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘴𝘱𝘰𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘦𝘥𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘳𝘢𝘴, membiarkan kepahitan ujian menjadi tembok yang penuh amarah. Mereka menggunakan luka sebagai alasan untuk bersikap buruk pada orang lain.
Kelompok ini menjadi kasar, karena mereka berpikir menyerang lebih aman daripada terluka kembali. Kata-kata tajam mereka adalah cerminan dari hati yang menderita.
Sebaliknya, ada yang 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘩 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘯𝘺𝘪, menarik diri ke dalam ruang batin yang tenang tanpa komunikasi. Mereka memikul semua beban sendiri, menyembunyikan badai di balik wajah yang datar.
Keheningan ini adalah pertahanan diri mereka, sebab mereka takut dihakimi atau mendapatkan luka baru. Mereka merasa diam adalah cara terbaik untuk mengendalikan kekacauan batin.
Ada juga jiwa yang 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘬𝘦𝘱𝘦𝘥𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘢𝘳𝘪𝘧𝘢𝘯, menerima setiap kesulitan sebagai pelajaran berharga dari hidup. Mereka berhasil menyaring makna terdalam dari setiap air mata yang jatuh.
Kelompok ini memilih untuk tidak membiarkan luka-luka lama membusuk sebagai sumber kecemasan dan masalah dalam hidup mereka. Sebaliknya, mereka mencari jalan keluar yang baik saat menghadapi kesulitan, dan berusaha keras merangkai ulang kejadian pahit dalam pikiran mereka. Mereka sukses mengubah setiap pengalaman buruk menjadi pelajaran berharga, mengambil serpihan trauma itu dan menjadikannya bahan bakar untuk pertumbuhan.
Maka yakini, luka adalah undangan untuk mengukir kedewasaan. Esensi ujian bukanlah pada rasa sakitnya, melainkan pada kebebasan untuk memilih tanggapan. Pilihlah tanggapan yang merawat jiwa Anda tetap tumbuh, sebab hanya melalui penerimaan tulus, cahaya yang menyusup lewat luka itu akan mengubah Anda menjadi versi diri yang lebih baik, lebih damai, dan penuh kearifan.
#INISIATIF
🙏1