2026 baru mulai. Belum semuanya rapi, tapi niat sudah disiapkan πͺ
Di balik tulisan sederhana, ada harapan, komitmen, dan versi diri yang ingin kami perjuangkan. Karena perubahan besar dimulai dari satu kalimat: "2026 saya akanβ¦β
Kalau kamu, 2026 mau jadi versi apa? Tulis resolusimu di kolom komentar yah karena 3 orang dengan resolusi terbaik/terunik/terlucu/terkeren/ter-terlainnya pilihan minIGLife akan mendapatkan gift menarikπ₯° π
https://www.instagram.com/p/DTSb5dCiV7u/?igsh=MXA3cDBtb3BsbzM3bw==
Di balik tulisan sederhana, ada harapan, komitmen, dan versi diri yang ingin kami perjuangkan. Karena perubahan besar dimulai dari satu kalimat: "2026 saya akanβ¦β
Kalau kamu, 2026 mau jadi versi apa? Tulis resolusimu di kolom komentar yah karena 3 orang dengan resolusi terbaik/terunik/terlucu/terkeren/ter-terlainnya pilihan minIGLife akan mendapatkan gift menarik
https://www.instagram.com/p/DTSb5dCiV7u/?igsh=MXA3cDBtb3BsbzM3bw==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
2026 baru mulai. Belum semuanya rapi, tapi niat sudah disiapkan πͺ
Di balik tulisan sederhana, ada harapan, komitmen, dan versi diri yang ingin kami perjuangkan. Karena perubahan besar dimulai dari satu kalimat: "2026 saya akanβ¦β
Kalau kamu, 2026 mau jadi versi apa? Tulis resolusimu di kolom komentar yah karena 3 orang dengan resolusi terbaik/terunik/terlucu/terkeren/ter-terlainnya pilihan minIGLife akan mendapatkan gift menarikπ₯° π
https://www.instagram.com/p/DTSb5dCiV7u/?igsh=MXA3cDBtb3BsbzM3bw==
Di balik tulisan sederhana, ada harapan, komitmen, dan versi diri yang ingin kami perjuangkan. Karena perubahan besar dimulai dari satu kalimat: "2026 saya akanβ¦β
Kalau kamu, 2026 mau jadi versi apa? Tulis resolusimu di kolom komentar yah karena 3 orang dengan resolusi terbaik/terunik/terlucu/terkeren/ter-terlainnya pilihan minIGLife akan mendapatkan gift menarik
https://www.instagram.com/p/DTSb5dCiV7u/?igsh=MXA3cDBtb3BsbzM3bw==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
β€1
CONGRATULATION π²π¨
Meski sempat ada drama di awal yang membuat kita nunggu sambil senyum-senyum tipisπ
, akhirnya Kuis Trivia UPDATE, Jumat 9 Januari 2026 tetap jalan lancar dan meriah
Dari semua yang stay strong sampai akhir, inilah 3 peserta paling sat set & paling gacorπ₯
π @Sury4AW β KC Pangkalpinang
π₯ @tiara19mustika - KC Lubuk linggau
π₯ Dewi Rahmawati - KC Baubau
Terima kasih buat semua peserta yang tetap sabar, tetap semangat, dan nggak kabur walau sempat diuji oleh bot dan juga beberapa peserta yang terlalu bersemangatπ€
Buat para pemenang, hadiahnya siap meluncur. Sementara buat yang belum, tenangβ¦ karena kita akan bertemu di challenge ATE berikutnya. Stay tuned & stay competitiveπ
https://www.instagram.com/p/DTX1BbHE_3z/?igsh=MXNpMXlrdGRsZDlidw==
#INISIATIF
Meski sempat ada drama di awal yang membuat kita nunggu sambil senyum-senyum tipis
Dari semua yang stay strong sampai akhir, inilah 3 peserta paling sat set & paling gacor
π @Sury4AW β KC Pangkalpinang
π₯ @tiara19mustika - KC Lubuk linggau
π₯ Dewi Rahmawati - KC Baubau
Terima kasih buat semua peserta yang tetap sabar, tetap semangat, dan nggak kabur walau sempat diuji oleh bot dan juga beberapa peserta yang terlalu bersemangat
Buat para pemenang, hadiahnya siap meluncur. Sementara buat yang belum, tenang⦠karena kita akan bertemu di challenge ATE berikutnya. Stay tuned & stay competitive
https://www.instagram.com/p/DTX1BbHE_3z/?igsh=MXNpMXlrdGRsZDlidw==
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
SEBUTKAN WARNANYA. JANGAN BACA TULISANNYA π
Oleh: Budiman Hakim
Tes kayak gini sering banget kita temukan. Entah di WhatsApp, di Instagram atau di FB. Kita diminta menyebutkan warna, bukan membaca tulisannya. Kedengarannya sepele namun ternyata gak semudah itu.
begitu dicoba, lidah sering terpeleset, mata terasa ragu, dan kepala seperti mengalami jeda singkat yang aneh. Lalu kita tertawa kecil dan berkata, βEh iya, loh, ternyata susah.β Setelah itu selesai. Tes ini lewat sebagai hiburan. Kita terlalu malas untuk mencari tau apa sebabnya.
Kebingungan kecil itu bukan kesalahan mata, bukan pula tanda bodoh. Yang terjadi sesungguhnya adalah konflik neurokognitif di dalam otak. Konflik antara sistem yang bekerja otomatis dan sistem yang bekerja sadar.
Saat mata membaca kata βKUNINGβ, otak otomatis langsung menghadirkan warna kuning. Padahal warna tulisannya hitam. Kok bisa?
Karena informasi visual pertama kali diproses di korteks visual primer, lalu dengan sangat cepat diteruskan ke jalur pemrosesan bahasa di area temporoparietal, termasuk wilayah yang berkaitan dengan pengenalan kata dan makna.
Proses ini berjalan otomatis tanpa perlu kesadaran penuh. Membaca adalah keterampilan yang telah dipelajari bertahun-tahun dan disimpan sebagai kebiasaan saraf. Jalur ini sering dikaitkan dengan sistem pemrosesan cepat yang bersifat implisit, dekat dengan kerja sistem limbik dan jaringan asosiasi lama yang bertugas mengenali pola dan makna.
Di saat yang sama, korteks visual juga memproses warna hurf yang nyata. Bagian otak ini bertanggung jawab atas kontrol kognitif, inhibisi impuls, dan pengambilan keputusan sadar. Ia mengingat instruksi yaitu: menyebutkan warna. Maka prefrontal cortex mencoba menekan respons otomatis yang sudah terlanjur aktif.
Terjadilah konflik yang biasa disebut Stroop Effect, sebuah contoh klasik dari cognitive interference. Dua jalur pemrosesan aktif secara bersamaan dan saling bertabrakan. Jalur otomatis yang cepat, efisien, dan impulsif berhadapan dengan jalur eksekutif yang lebih lambat, lebih berat, dan boros energi.
Jadi Itulah sebabnya kita ragu, salah ucap, atau merasa perlu berhenti sejenak sebelum menjawab. Berpikir sadar itu memang melelahkan, karena secara biologis otak dirancang untuk lebih mencintai autopilot daripada berpikir secara sadar
Tes sederhana ini sebetulnya adalah miniatur cara dunia bekerja. Ia memperlihatkan betapa seringnya kita dikendalikan oleh pemrosesan otomatis, oleh asosiasi lama, oleh sistem yang ingin cepat dan hemat energi. Dan betapa jarangnya kita benar-benar memberi ruang bagi kontrol kognitif untuk mengambil alih.
Maka masalahnya bukan pada tes ini. Masalahnya ada pada kebiasaan kita membiarkan otak berjalan tanpa disadari. Karena di dunia yang penuh kata-kata, slogan, dan simbol, bahaya terbesar bukanlah kurangnya informasi, melainkan kegagalan kita membedakan antara apa yang tertulis dan apa yang benar-benar terlihat.
#INISIATIF
Oleh: Budiman Hakim
Tes kayak gini sering banget kita temukan. Entah di WhatsApp, di Instagram atau di FB. Kita diminta menyebutkan warna, bukan membaca tulisannya. Kedengarannya sepele namun ternyata gak semudah itu.
begitu dicoba, lidah sering terpeleset, mata terasa ragu, dan kepala seperti mengalami jeda singkat yang aneh. Lalu kita tertawa kecil dan berkata, βEh iya, loh, ternyata susah.β Setelah itu selesai. Tes ini lewat sebagai hiburan. Kita terlalu malas untuk mencari tau apa sebabnya.
Kebingungan kecil itu bukan kesalahan mata, bukan pula tanda bodoh. Yang terjadi sesungguhnya adalah konflik neurokognitif di dalam otak. Konflik antara sistem yang bekerja otomatis dan sistem yang bekerja sadar.
Saat mata membaca kata βKUNINGβ, otak otomatis langsung menghadirkan warna kuning. Padahal warna tulisannya hitam. Kok bisa?
Karena informasi visual pertama kali diproses di korteks visual primer, lalu dengan sangat cepat diteruskan ke jalur pemrosesan bahasa di area temporoparietal, termasuk wilayah yang berkaitan dengan pengenalan kata dan makna.
Proses ini berjalan otomatis tanpa perlu kesadaran penuh. Membaca adalah keterampilan yang telah dipelajari bertahun-tahun dan disimpan sebagai kebiasaan saraf. Jalur ini sering dikaitkan dengan sistem pemrosesan cepat yang bersifat implisit, dekat dengan kerja sistem limbik dan jaringan asosiasi lama yang bertugas mengenali pola dan makna.
Di saat yang sama, korteks visual juga memproses warna hurf yang nyata. Bagian otak ini bertanggung jawab atas kontrol kognitif, inhibisi impuls, dan pengambilan keputusan sadar. Ia mengingat instruksi yaitu: menyebutkan warna. Maka prefrontal cortex mencoba menekan respons otomatis yang sudah terlanjur aktif.
Terjadilah konflik yang biasa disebut Stroop Effect, sebuah contoh klasik dari cognitive interference. Dua jalur pemrosesan aktif secara bersamaan dan saling bertabrakan. Jalur otomatis yang cepat, efisien, dan impulsif berhadapan dengan jalur eksekutif yang lebih lambat, lebih berat, dan boros energi.
Jadi Itulah sebabnya kita ragu, salah ucap, atau merasa perlu berhenti sejenak sebelum menjawab. Berpikir sadar itu memang melelahkan, karena secara biologis otak dirancang untuk lebih mencintai autopilot daripada berpikir secara sadar
Tes sederhana ini sebetulnya adalah miniatur cara dunia bekerja. Ia memperlihatkan betapa seringnya kita dikendalikan oleh pemrosesan otomatis, oleh asosiasi lama, oleh sistem yang ingin cepat dan hemat energi. Dan betapa jarangnya kita benar-benar memberi ruang bagi kontrol kognitif untuk mengambil alih.
Maka masalahnya bukan pada tes ini. Masalahnya ada pada kebiasaan kita membiarkan otak berjalan tanpa disadari. Karena di dunia yang penuh kata-kata, slogan, dan simbol, bahaya terbesar bukanlah kurangnya informasi, melainkan kegagalan kita membedakan antara apa yang tertulis dan apa yang benar-benar terlihat.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Micro cheating sering kelihatan sepele padahal dampaknya bisa panjang. Mulai dari chat βsekadar bercandaβ, kedekatan emosional yang kebablasan, sampai interaksi digital yang sengaja disembunyikan.
Karena ada di zona abu-abu, perilaku ini sering nggak terasa salah. Padahal, pelan-pelan bisa mengikis kepercayaan dan integritas.
Join ATE Edisi 417
π Rabu, 21 Januari 2026
β° 18.45 WIB β selesai
π Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
π Ilmu + 2 JP + Doorprize
https://www.instagram.com/p/DTl_lDfk5YI/?igsh=bjAyaDFsZGVjOGY5
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Overthinking sering datang tanpa diundang. Pikiran muter terus, skenario kebanyakan, capek sendiri, padahal belum tentu kejadian. Bukannya bikin siap, malah bikin stuck dan nggak produktif.
Di kelas ini, kita bakal ngobrol santai soal overthinking, kenapa pikiran susah berhenti, gimana cara mengarahkannya jadi lebih sehat dan berguna, sampai tips membangun mental clarity.
Join ATE Edisi 418
π Kamis, 22 Januari 2026
β° 18.45 WIB β selesai
π Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
π Ilmu + 2 JP + Doorprize
https://www.instagram.com/p/DTrwt-nkz5X/?igsh=MThldjd1ZDRvOXMwYg==
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Punya banyak ide tapi bingung mulai dari mana? Atau sering ngerasa idenya mentok di kepala tapi susah dituangkan jadi cerita utuh? Tenang, kamu nggak sendirian, proses kreatif memang sering penuh kebingungan di awal.
Di kelas ini, kita bakal ngobrol santai bareng Kk @uraydwi salah satu tim penulis Film Ipar adalah Maut the Series tentang cara menemukan dan mengembangkan ide cerita, menyusun plot yang kuat, hingga membuat draft skenario yang rapi, praktis, dan aplikatif untuk novel maupun film
Join ATE Edisi 419
π Selasa, 3 Februari 2026
β° 18.45 WIB β selesai
π Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
π Ilmu + 2 JP + Doorprize
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
π₯3β‘1