Oleh: Izhhar Gemilang
Based on my personal experience, proses perjodohan itu ternyata bukan cuman soal usaha kita nyari, tapi juga soal usaha kita untuk memantaskan diri
Ceritanya gw ketemu sama istri dulu di apps. Kebetulan, dari awal doi emang udah tipe gw bgt, orangnya ceria dan supel, intinya bisa melengkapi dan mewarnai hidup gw yang saat itu sepi dan gitu2 aja
Cuman masalahnya, gw tuh pendiem dan pasif. ketika ketemu cewe yang "rame", gw langsung berniat utk jadi orang yg asik biar bisa ngimbanginnya selain ituοΏΌ gw juga ngepush diri gw untuk bisa jadi pendengar yang AKTIF, alias gak cuman "iya2" dan "ngangguk2" aja, soalnya istri gw suka cerita dan sharing tentang banyak hal. Bahkan dulu pas pdkt, doi tbtb pernah bahas ttg EKONOMI MAKRO yg untuk balesnya aja gw perlu googling dan baca jurnal duluπ
Itu dulu usahanya udah bukan susah lagi dah tapi SUSAH!
Tapi gw bersyukur gw bisa melaluinya, karena selain jadi dapet bini, gw juga merasa udah banyak dapet kemajuan dari diri gw dalam hal bersosialisasi.οΏΌ
Gw merasa usaha untuk memantaskan diri itu bukan berarti memaksakan diri kita untuk menjadi "orang lain", tapi lebih ke gimana kita jadiin momen perjodohan itu sebagai momentum untuk bisa mulai berubah. Karena simply ada urgensinya, alias kalo dibesokin ya paling si doi udah kegebet duluan sama yang lainπ
Setuju gak?οΏΌ
#INISIATIF
Based on my personal experience, proses perjodohan itu ternyata bukan cuman soal usaha kita nyari, tapi juga soal usaha kita untuk memantaskan diri
Ceritanya gw ketemu sama istri dulu di apps. Kebetulan, dari awal doi emang udah tipe gw bgt, orangnya ceria dan supel, intinya bisa melengkapi dan mewarnai hidup gw yang saat itu sepi dan gitu2 aja
Cuman masalahnya, gw tuh pendiem dan pasif. ketika ketemu cewe yang "rame", gw langsung berniat utk jadi orang yg asik biar bisa ngimbanginnya selain ituοΏΌ gw juga ngepush diri gw untuk bisa jadi pendengar yang AKTIF, alias gak cuman "iya2" dan "ngangguk2" aja, soalnya istri gw suka cerita dan sharing tentang banyak hal. Bahkan dulu pas pdkt, doi tbtb pernah bahas ttg EKONOMI MAKRO yg untuk balesnya aja gw perlu googling dan baca jurnal dulu
Itu dulu usahanya udah bukan susah lagi dah tapi SUSAH!
Tapi gw bersyukur gw bisa melaluinya, karena selain jadi dapet bini, gw juga merasa udah banyak dapet kemajuan dari diri gw dalam hal bersosialisasi.οΏΌ
Gw merasa usaha untuk memantaskan diri itu bukan berarti memaksakan diri kita untuk menjadi "orang lain", tapi lebih ke gimana kita jadiin momen perjodohan itu sebagai momentum untuk bisa mulai berubah. Karena simply ada urgensinya, alias kalo dibesokin ya paling si doi udah kegebet duluan sama yang lain
Setuju gak?οΏΌ
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
WELAS ASIH π₯°
Oleh: Hasanudin Abdurakhman
Ketika petugas security Hotel Aston Solo yang mengurus parkir mobil saya dengan datang memberi tahu bahwa kunci mobil saya belum ditemukan, saya sebenarnya cukup kesal. Saya sudah menunggu lebih dari 30 menit. Tapi dia datang dengan menunduk-nunduk. Dengan perasaan kesal saya akhirnya memilih pesan ojek pulang pergi ke Notosuman.
Saat kembali ternyata kunci mobil saya belum ditemukan. Marah? Tidak. Saya tanya,"Mana manager on duty?" Setahu saya manager on duty itu stand by 24 jam di hotel, ternyata tidak.
Menanyakan manajer itu bagian terpenting. Yang kita hadapi di lapangan itu adalah petugas paling bawah. Mereka kerap melakukan kesalahan. Bisa jadi itu karena mereka tidak kompeten atau tidak disiplin. Tapi situasinya bisa lebih buruk daripada itu. Mereka hanya menjalankan sebuah sistem yang buruk.
Dalam kedua kasus, mereka tak kompeten atau sistemnya buruk, tanggung jawab yang lebih besar ada pada manajer. Ketika bawahan tidak kompeten, manajer bertanggung jawab untuk melatih mereka. Ketika mereka tidak disiplin, manajer bertanggung jawab untuk membina dan mendisiplinkan mereka. Lebih dari itu, manajer bertanggung jawab atas kinerja mereka.
Karena itu saya minta tanggung jawab ke manajernya. Selalu begitu tindakan saya. Untungnya selama yang saya alami, para manajer ini menyadari kesalahan, dan tidak berdalih macam-macam. Saya biasanya beri tambahan kritik, mengingatkan dia soal apa yang penting dalam pelaksanaan tugas dia.
Ada kalanya justru mereka yang malah petantang-petenteng tidak terima. Saya memilih tidak melanjutkan keluhan. Pernah saya sedang antre check in Batik Air, beberapa tahun yang lalu. Petugas bekerja sambil ngobrol dengan temannya. Padahal antrean sudah panjang. Saya tegur. Eh dia malah melawan dengan suara tinggi.
"Saya memang ngobrol, Pak. Tapi tangan saya tetap kerja. Bapak antre aja," katanya ketus. Ya tidak heran. Ini kan Babik Air. Saya tidak melanjutkan keluhan. Memanggil manajer pun sepertinya tidak akan berefek apa-apa. Ini sudah soal corporate culture.
Bagaimana kalau mereka menolak melayani? Kemarin di Hotel Dafam Wonosobo satpam menolak memberikan kunci mobil saat saya mau mengambil barang di mobil. Kenapa? Saya tidak membawa karcis valet. Apakah saya marah? Tidak. Saya justru senang dia bersikap begitu. Dia sedang menjalankan standar. Itu bagus. Saya sebagai konsumen harus tahu diri.
Ya, itu bagian yang sangat penting. Sebagai kustomer yang membayar mahal sekali pun kita harus tahu bahwa pelayanan yang kita terima itu hanya bisa diberikan kalau ada standar yang dipatuhi. Jangan meminta, apalagi memaksa orang untuk melakukan hal-hal di luar standar pelayanan mereka. Jangan mentang-mentang, jangan pongah karena kita membayar.
Tentu saja saya tak meludahi pegawai atau pelayan. Tidak marah-marah. Tidak merendahkan. Sesederhana karena mereka itu manusia. Kita perlakukan mereka dengan welas asih.
Dosen yang kemarin meludahi kasir itu entah mendapat pendidikan di mana, kok bisa seperti itu kelakuannya.
#INISIATIF
Oleh: Hasanudin Abdurakhman
Ketika petugas security Hotel Aston Solo yang mengurus parkir mobil saya dengan datang memberi tahu bahwa kunci mobil saya belum ditemukan, saya sebenarnya cukup kesal. Saya sudah menunggu lebih dari 30 menit. Tapi dia datang dengan menunduk-nunduk. Dengan perasaan kesal saya akhirnya memilih pesan ojek pulang pergi ke Notosuman.
Saat kembali ternyata kunci mobil saya belum ditemukan. Marah? Tidak. Saya tanya,"Mana manager on duty?" Setahu saya manager on duty itu stand by 24 jam di hotel, ternyata tidak.
Menanyakan manajer itu bagian terpenting. Yang kita hadapi di lapangan itu adalah petugas paling bawah. Mereka kerap melakukan kesalahan. Bisa jadi itu karena mereka tidak kompeten atau tidak disiplin. Tapi situasinya bisa lebih buruk daripada itu. Mereka hanya menjalankan sebuah sistem yang buruk.
Dalam kedua kasus, mereka tak kompeten atau sistemnya buruk, tanggung jawab yang lebih besar ada pada manajer. Ketika bawahan tidak kompeten, manajer bertanggung jawab untuk melatih mereka. Ketika mereka tidak disiplin, manajer bertanggung jawab untuk membina dan mendisiplinkan mereka. Lebih dari itu, manajer bertanggung jawab atas kinerja mereka.
Karena itu saya minta tanggung jawab ke manajernya. Selalu begitu tindakan saya. Untungnya selama yang saya alami, para manajer ini menyadari kesalahan, dan tidak berdalih macam-macam. Saya biasanya beri tambahan kritik, mengingatkan dia soal apa yang penting dalam pelaksanaan tugas dia.
Ada kalanya justru mereka yang malah petantang-petenteng tidak terima. Saya memilih tidak melanjutkan keluhan. Pernah saya sedang antre check in Batik Air, beberapa tahun yang lalu. Petugas bekerja sambil ngobrol dengan temannya. Padahal antrean sudah panjang. Saya tegur. Eh dia malah melawan dengan suara tinggi.
"Saya memang ngobrol, Pak. Tapi tangan saya tetap kerja. Bapak antre aja," katanya ketus. Ya tidak heran. Ini kan Babik Air. Saya tidak melanjutkan keluhan. Memanggil manajer pun sepertinya tidak akan berefek apa-apa. Ini sudah soal corporate culture.
Bagaimana kalau mereka menolak melayani? Kemarin di Hotel Dafam Wonosobo satpam menolak memberikan kunci mobil saat saya mau mengambil barang di mobil. Kenapa? Saya tidak membawa karcis valet. Apakah saya marah? Tidak. Saya justru senang dia bersikap begitu. Dia sedang menjalankan standar. Itu bagus. Saya sebagai konsumen harus tahu diri.
Ya, itu bagian yang sangat penting. Sebagai kustomer yang membayar mahal sekali pun kita harus tahu bahwa pelayanan yang kita terima itu hanya bisa diberikan kalau ada standar yang dipatuhi. Jangan meminta, apalagi memaksa orang untuk melakukan hal-hal di luar standar pelayanan mereka. Jangan mentang-mentang, jangan pongah karena kita membayar.
Tentu saja saya tak meludahi pegawai atau pelayan. Tidak marah-marah. Tidak merendahkan. Sesederhana karena mereka itu manusia. Kita perlakukan mereka dengan welas asih.
Dosen yang kemarin meludahi kasir itu entah mendapat pendidikan di mana, kok bisa seperti itu kelakuannya.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
βManaged Care Dalam Credentialing & Contracting Providerβ
Ikuti Webinar Gratis PAMJAKI Edisi Kedua tentang Managed Care Dalam Credentialing & Contracting Provider.
π Jumat, 9 Januari 2026
β° 10.00 - 11.30 WIB
π Speaker :
1. Prof. Dr. Atikah Adyas, MHP, AAK, CHIA
2. dr. Donni Hendrawan, M.P.H, AAAK, CHRM, CHIA, CGRCP, CGP
3. Arpan Maulana, SE, AAK, CHIA, CHIP, QRGP
Moderator: Iqbal Adiyat, S.T., CPR, AAAK
π» Link zoom:
https://bit.ly/JoinZoomWebinarEdisiKe-2
π» Virtual Background
https://bit.ly/VirtualBckgroundEdisi-Ke2
GRATIS!
Daftar sekarang : https://bit.ly/Registrasi-Webinar-Managedcare2
Ikuti Webinar Gratis PAMJAKI Edisi Kedua tentang Managed Care Dalam Credentialing & Contracting Provider.
π Jumat, 9 Januari 2026
β° 10.00 - 11.30 WIB
π Speaker :
1. Prof. Dr. Atikah Adyas, MHP, AAK, CHIA
2. dr. Donni Hendrawan, M.P.H, AAAK, CHRM, CHIA, CGRCP, CGP
3. Arpan Maulana, SE, AAK, CHIA, CHIP, QRGP
Moderator: Iqbal Adiyat, S.T., CPR, AAAK
π» Link zoom:
https://bit.ly/JoinZoomWebinarEdisiKe-2
π» Virtual Background
https://bit.ly/VirtualBckgroundEdisi-Ke2
GRATIS!
Bagi yang ingin mendapatkan e-sertifikat, biaya registrasi IDR 50.000
Daftar sekarang : https://bit.ly/Registrasi-Webinar-Managedcare2
β€1
Oleh: Fahmi Hasan Nugroho
Kenikmatan ada pada keterbatasan, dan kenikmatan itu akan hilang jika batasan itu hilang.
Anda akan menikmati semangkuk mie ayam, anda masih bisa nambah satu mangkuk lagi dan masih menikmatinya, tapi kenikmatan itu akan hilang jika anda makan mangkuk yang ketiga.
Opor ayam itu nikmat, tapi kenikmatan itu akan hilang jika anda memakannya setiap hari, tiga kali sehari.
Hubungan seksual itu nikmat. Coba lakukan itu setiap hari, dua kali sehari. Nikmatnya akan hilang.
Rindu adalah bumbu dari cinta. Cinta menguat dengan adanya rindu. Setiap detik anda bersama, tak ada rindu, yang ada hanya bosan. Dia lagi, dia lagi.
Maka banyak ayat dalam Al-Qur'an yang melarang kita berbuat berlebihan, karena seluruh kenikmatan itu terletak pada keterbatasannya.
#INISIATIF #TGIF
Kenikmatan ada pada keterbatasan, dan kenikmatan itu akan hilang jika batasan itu hilang.
Anda akan menikmati semangkuk mie ayam, anda masih bisa nambah satu mangkuk lagi dan masih menikmatinya, tapi kenikmatan itu akan hilang jika anda makan mangkuk yang ketiga.
Opor ayam itu nikmat, tapi kenikmatan itu akan hilang jika anda memakannya setiap hari, tiga kali sehari.
Hubungan seksual itu nikmat. Coba lakukan itu setiap hari, dua kali sehari. Nikmatnya akan hilang.
Rindu adalah bumbu dari cinta. Cinta menguat dengan adanya rindu. Setiap detik anda bersama, tak ada rindu, yang ada hanya bosan. Dia lagi, dia lagi.
Maka banyak ayat dalam Al-Qur'an yang melarang kita berbuat berlebihan, karena seluruh kenikmatan itu terletak pada keterbatasannya.
#INISIATIF #TGIF
π₯°1
Siap-siap adu cepat dan adu tepat di Kuis Trivia COMMIT ATE
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
Stay tuned, pastikan kamu sudah standby sebelum jam mulai. See you on the leaderboard
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
π1
2026 baru mulai. Belum semuanya rapi, tapi niat sudah disiapkan πͺ
Di balik tulisan sederhana, ada harapan, komitmen, dan versi diri yang ingin kami perjuangkan. Karena perubahan besar dimulai dari satu kalimat: "2026 saya akanβ¦β
Kalau kamu, 2026 mau jadi versi apa? Tulis resolusimu di kolom komentar yah karena 3 orang dengan resolusi terbaik/terunik/terlucu/terkeren/ter-terlainnya pilihan minIGLife akan mendapatkan gift menarikπ₯° π
https://www.instagram.com/p/DTSb5dCiV7u/?igsh=MXA3cDBtb3BsbzM3bw==
Di balik tulisan sederhana, ada harapan, komitmen, dan versi diri yang ingin kami perjuangkan. Karena perubahan besar dimulai dari satu kalimat: "2026 saya akanβ¦β
Kalau kamu, 2026 mau jadi versi apa? Tulis resolusimu di kolom komentar yah karena 3 orang dengan resolusi terbaik/terunik/terlucu/terkeren/ter-terlainnya pilihan minIGLife akan mendapatkan gift menarik
https://www.instagram.com/p/DTSb5dCiV7u/?igsh=MXA3cDBtb3BsbzM3bw==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
2026 baru mulai. Belum semuanya rapi, tapi niat sudah disiapkan πͺ
Di balik tulisan sederhana, ada harapan, komitmen, dan versi diri yang ingin kami perjuangkan. Karena perubahan besar dimulai dari satu kalimat: "2026 saya akanβ¦β
Kalau kamu, 2026 mau jadi versi apa? Tulis resolusimu di kolom komentar yah karena 3 orang dengan resolusi terbaik/terunik/terlucu/terkeren/ter-terlainnya pilihan minIGLife akan mendapatkan gift menarikπ₯° π
https://www.instagram.com/p/DTSb5dCiV7u/?igsh=MXA3cDBtb3BsbzM3bw==
Di balik tulisan sederhana, ada harapan, komitmen, dan versi diri yang ingin kami perjuangkan. Karena perubahan besar dimulai dari satu kalimat: "2026 saya akanβ¦β
Kalau kamu, 2026 mau jadi versi apa? Tulis resolusimu di kolom komentar yah karena 3 orang dengan resolusi terbaik/terunik/terlucu/terkeren/ter-terlainnya pilihan minIGLife akan mendapatkan gift menarik
https://www.instagram.com/p/DTSb5dCiV7u/?igsh=MXA3cDBtb3BsbzM3bw==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
β€1