Ask The Experts
1.81K subscribers
4.73K photos
414 videos
188 files
2.91K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
Oleh: Ahmad Rifai Rifan

Mengapa ada orang yang saat sekolah ranking 1, tapi saat kuliah prestasinya biasa, bahkan tenggelam?

Mengapa ada orang yang saat kuliah akademisnya bagus, IPK nya cumlaude, tetapi setelah lulus, kesulitan cari kerja?

Atau mengapa ada orang yang saat kuliah prestasinya hebat, berhasil masuk perusahaan besar, tapi lantas di perusahaan, karirnya sulit berkembang?

(Ingat ya, saya mengatakan "ada". Jumlahnya bisa saja minoritas. Tapi faktanya, memang "ada".)

Jawaban mudahnya, "Ya karena udah takdir." Jawaban nakalnya, "Karena kita hidup di Konoha." Atau mungkin ada saja yang jawab, "Karena gak punya orang dalem." Atau bisa juga ada yang jawab, "Gak punya priviliage."

Tapi kali ini, mari sejenak mengabaikan faktor-faktor eksternal itu. Kita fokus pada yang bisa kita ubah. Karena nasehat klasik mengatakan, "Orang gagal suka cari alasan. Dan orang yang bertumbuh lebih suka cari solusi."

Jadi kali ini kita fokus pada faktor yang bisa kita ubah. Yakni faktor internal, yang ada dalam diri kita. Artinya, kita kini membahas yang disebut growth mindset.

Mari kembali ke pertanyaan: Mengapa ADA orang yang hebat, pintar, berprestasi di masa lalu, bisa menjadi seseorang yang biasa saja di masa depannya?

"Biasa" dalam arti: ilmunya, skillnya, karirnya, keluarganya, finansialnya, karakternya, pengaruhnya, atau manfaatnya bagi sesama.

Salah satu alasan klasiknya adalah kepintarannya di masa lalu menjadikannya terperangkap dalam bayang-bayang kejayaan lama.

Ia hidup dalam nostalgia prestasi, sehingga tanpa sadar menganggap masa kini akan selalu tunduk pada hukum yang sama seperti dulu: belajar โ†’ ujian โ†’ juara.

Maka tak heran, ada lulusan cumlaude yang gagap menghadapi dunia kerja. Ia mengira ijazah dengan tinta emas akan otomatis membuka pintu ke mana saja.

Ada pula yang berhasil lolos seleksi kerja, namun karirnya stagnan karena ia terlalu sibuk membuktikan bahwa dirinya โ€œpintarโ€, bukan berusaha menjadi berguna bagi tim dan organisasinya.

Padahal dunia profesional lebih menghargai jejaring, kepribadian, integritas, dan keterampilan praktis. Tak penting lagi kamu lulusan mana, tapi kamu bisa apa?

Ketika masih sekolah, sistem penilaian relatif jelas, terukur, bahkan kaku. Siapa yang menghafal lebih banyak, lebih rajin mencatat, lebih disiplin mengerjakan tugas, dialah yang mendapat angka terbaik.

Namun, ketika memasuki jenjang kuliah, terlebih setelah keluar ke dunia kerja, rumus tersebut kehilangan daya magisnya. Dunia profesional tidak lagi menanyakan berapa panjang catatanmu, melainkan sejauh mana daya tahanmu terhadap tekanan, kreativitasmu dalam menyelesaikan masalah, serta kemampuanmu bekerja sama dengan orang yang tidak selalu sepemikiran.

Banyak orang yang tumbuh besar dengan label โ€œcerdasโ€ akhirnya terjebak dalam paradoks psikologis: merasa sudah cukup dengan kecerdasan yang pernah membawanya berhasil.

Ia lantas menolak untuk terus-menerus belajar, bereksperimen, berubah, dan berupaya melampaui dirinya yang lama. Ia sibuk menjadi pengagum masa lalu. Ia bersembunyi di balik piagam-piagam lama. Ia terus membanggakan prestasi dan trophy di masa lalu.

Padahal, yang hadir dan muncul adalah mereka yang terus belajar dan mau beradaptasi dengan perubahan yang ada. Jadikan semua prestasi dan pencapaian di masa lalu sebagai anak tangga untuk meraih pencapaian yang lebih baik.

Karena sebagaimana petuah klasik, kalau hari ini sama dengan kemarin, kita termasuk merugi. Tak ada pilihan lain kecuali terus bertumbuh. Ya ilmunya, prestasinya, ibadahnya, akhlaknya, dan kualitas hubungannya dengan sesama.

#INISIATIF
โค1๐Ÿ‘1
INFO PODIUM ๐Ÿ†

Selamat kepada kk @ilhamakbarw (Staf Kesekretariatan Dewan Pengawas) yang berhasil keluar sebagai Juara 1 Kategori Tunggal Putra dalam Kejuaraan Tenis Lapangan ILTL support dari MyBCA yang dilaksanakan di Homeground Signature Pluit pada 8-9 November

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Kadang, alasan seseorang mengambil cuti bisa lebih dalam dari sekadar โ€œbutuh istirahat.โ€ Yang penting bukan seberapa lama cutinya, tapi seberapa utuh hati kita setelahnya. ๐Ÿฅฐ

Kalau kamu, biasanya ambil cuti buat apa? Yuk drop komentarmu di sini
https://www.instagram.com/p/DQ348ZmCfl_/?igsh=MWR1MjhrbGNjdHVxaA==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค3
Oleh : Iwan Kusworo

Selamat pagi, Sahabat!

Pagi ini skip olah raga dulu. Menyempatkan diri untuk melanjutkan baca buku โ€œThanks for the Feedback.โ€

Saya mulai baca buku ini gara-gara terinspirasi sharing di EQ Spotlight yang bertema โ€œUnhelpful Feedbackโ€ yang diasuh oleh Three Coaches.

Seringkali kita di-encourage oleh organisasi untuk selalu rajin memberikan feedback kepada tim, rekan kerja, atau bahkan atasan.

Namun seringkali pula, ketidakmampuan seseorang dalam menerima feedback menjadi isu tersendiri yang akan sangat berpengaruh dalam efektifnya budaya memberikan feedback di organisasi kita.

Buku ini mengulas tentang hal ini. Kita akan diajak mengenali faktor-faktor apa saja yang mencegah kita โ€œlegowoโ€ dalam menerima feedback, dan menyiasati agar kita bisa semaksimal mungkin mengambil intisari dan kebermanfaatan dari feedback orang lain.

Feedback is a gift. ๐Ÿฅฐ


Have a nice day, everyone!

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ŸŽฅ Cikagooo lagi LIVE di TikTok nihh

https://www.tiktok.com/@cikagooo_news?_r=1&_t=ZS-91HIfv6fpT8

๐Ÿ‘‰ Jangan sampai kelewatan yaa

Bantu join, tap2, like n share yaa bapak/ibu, mas/mba. Hatur nuhunn๐Ÿ™๐Ÿป
๐Ÿ™1
Oleh: Dedi Priadi

Siapa yang bersikap ๐˜ฒ๐˜ข๐˜ฏฤ'๐˜ข๐˜ฉโ€”menerima dan merasa cukup dengan apa yang telah Tuhan berikan, tanpa ambisi duniawi berlebihanโ€”ialah Raja dunia sesungguhnya. Takhtanya tidak terletak pada singgasana emas, melainkan bersemayam di dalam hati yang telah menemukan kedamaian.

Di tengah perjalanan hidup, jiwa kita rentan menerima godaan halus berupa keinginan untuk selalu menaikkan standar (๐˜ณ๐˜ข๐˜ช๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ). Bisikan ini sering kita anggap sebagai "ambisi sehat," padahal ia perlahan bergeser menjadi keinginan berlebih yang mengikis ketenangan jiwa kita.

Keinginan yang tak terpuaskan ini menjelma menjadi standar-standar fisik yang terus-menerus meminta pemenuhan lebih. Kita mengharapkan sekolah anak berlabel Internasional, rumah tinggal di kawasan elit, berkendara dengan mobil termahal, hingga gawai terbaru di genggaman tangan.

Tanpa disadari, kita terjebak dalam putaran yang melelahkan. Kita terus berlari seolah di atas ๐˜ต๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ญ, tetapi kita tidak pernah merasa benar-benar sampai. Target kita adalah ilusi yang selalu bergerak menjauh, semakin kita kejar semakin ia meninggi.

Pencapaian materi yang besar jarang memberi jeda, apalagi rasa cukup. Kemewahan yang kita rasakan hari ini akan terasa biasa esok hari. Sebab itu, kita merasa terdorong untuk memiliki ๐˜ค๐˜ช๐˜ณ๐˜ค๐˜ญ๐˜ฆ pertemanan yang berkelas, sesuai dengan standar kemewahan yang baru saja kita ciptakan.

Pada titik ini, cahaya syukur yang tadinya bersinar, spontan mulai meredup. Cahaya syukur menghilang begitu saja dari jiwa kita. Yang tertinggal hanyalah dorongan terus menerus untuk menjaga citra diri, agar sesuai dengan standar yang kian meninggi.

Kenali sisi pahit "Raising the Bar" ini. Di mata orang lain, kita mungkin terlihat sukses dan gemilang. Tapi, di lubuk hati, tersembunyi kekosongan dan rasa khawatir yang tidak bisa dibeli dengan kekayaan dunia.

Dus, jika kita ingin menjadi Raja dunia, kita harus lebih dulu menjadi Raja atas keinginan dan hati kita sendiri. Jadilah ๐˜ฒ๐˜ข๐˜ฏฤ'๐˜ข๐˜ฉ. Hentikan kebiasaan kita menaikkan standar ekspektasi yang "panas" ini. Perlombaan ini tak berujung, hanya membuat pikiran kita kalut dan taman hati kita menjadi subur ditumbuhi rasa kufur.

#INISIATIF
๐Ÿ™2
Dari keringat, lahir semangat. Dari tawa, tumbuh kebersamaan ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Awalnya cuma ajakan kecil sepulang kerja. Sekarang, jadi komunitas besar yang nyatuin semangat sehat dan solidaritas ๐Ÿค

https://www.instagram.com/p/DQ89zdIicRz/?igsh=MXJjZ3k0eGprNHl3ZA==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ”ฅ1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Tahanโ€ฆ tahanโ€ฆ ๐Ÿฅบ

Sehubungan dengan Hari Ayah kemarin, Tuhan sedang menasihati kita lewat anak 5 tahun.

โ€œBahagia atas kebahagiaan orang lain, dan bahagia dan bersyukur atas kondisi apapun yang ada pada diri dan keluarga yang ada, what a mature person! Bukan anak anak lagi sebutannya.โ€
(Adlil Umarat)

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Katanya Produktivitas itu nggak selalu soal niat, tapi kadang soal โ€œteman kerjaโ€ juga ๐Ÿ˜†

Ada yang butuh kopi biar melek, musik biar fokus, cemilan biar happy, atau malah suasana tenang biar ide ngalir.

Kamu tim yang mana nih? Langsung vote
https://www.instagram.com/stories/lifeatbpjskesehatan/3764574371462687684?utm_source=ig_story_item_share&igsh=Mm5wOGMya3B0ZW9y
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Oleh: Sucipto Hadi Saputro

Ustadz Firanda pernah menasihati bahwa salah satu adab dalam berkomunikasi lewat chat adalah langsung berbicara to the point bila memang ada kebutuhan. Jangan berbelit-belit atau berputar-putar, karena setiap orang memiliki kesibukan dan waktunya sendiri.

Namun, kadang saya temukan ada orang yang cara meminta tolongnya justru terkesan menjebak, entah sadar atau tidak, dia menggiring lawan bicara agar sulit menolak permintaannya. Pola chatnya kurang lebih seperti ini:

๐Ÿ‘ณ : Assalamualaikum
๐Ÿง’ : Waalaikumussalam, iya ada apa?
๐Ÿ‘ณ : Lagi di mana sekarang?
๐Ÿง’ : Di rumah, kenapa?
๐Ÿ‘ณ : Sibuk nggak?
๐Ÿง’ : Nggak terlalu, kenapa emangnya?
๐Ÿ‘ณ : Bisa tolong belikan pulpen di toko Berkah?

Nah, di sini terlihat bagaimana lawan chat โ€œdigiringโ€ untuk tidak bisa menolak. Karena sudah menjawab โ€œtidak sibukโ€, akhirnya ia merasa sungkan menolak permintaan tersebut. Padahal, mungkin sebenarnya ia sedang tidak dalam kondisi memungkinkan untuk membantu.

Dalam perihal adab, cara seperti ini jelas tidak terpuji. Adab yang baik adalah bersikap jelas, jujur, dan tidak memaksa dalam meminta bantuan. Jika niat kita meminta tolong, maka caranya pun harus baik, tidak menodong secara halus, tidak memanipulasi, dan tidak membuat orang lain merasa terpaksa.

Maka, adab yang benar ketika ingin meminta tolong lewat chat adalah:
1. Awali dengan salam dan basa-basi secukupnya.
2. Langsung jelaskan keperluannya dengan sopan dan terbuka.
3. Berikan kebebasan bagi orang lain untuk menolak tanpa merasa bersalah.

Contohnya:
"Assalamualaikum, gimana kabarnya? Semoga senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan oleh Allah. Maaf kalau mengganggu. Bila berkenan, boleh minta tolong belikan pulpen di toko Berkah? Kalau sedang tidak memungkinkan juga tidak apa-apa, terima kasih, mohon maaf sebelumnya."

Dengan cara seperti ini, komunikasi menjadi lebih jujur, santun, dan beradab. Orang lain pun merasa dihargai, bukan dijebak. Karena bukan hanya isi pesan yang dinilai, tapi juga adab dan niat di baliknya.

#INISIATIF #TGIF
โค4๐Ÿ‘1
Forwarded from BPJS Kesehatan Chess Club (BKC)
๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ”  ๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ”  ๐Ÿ†

Sebanyak 246 pemain dari 35 Kampus Top Nasional & BPJS Kesehatan siap adu strategi di Ultimate Chess Battle Vol. 2. Dengan semangat โ€œJKN Hero in Actionโ€, para pecatur muda ini akan buktikan kalau jadi sehat itu juga bentuk perjuangan. ๐Ÿ’ชโ™Ÿ

Seiring kualitas layanan BPJS Kesehatan yang terus meningkat, kita tetap perlu langkah yang strategis dengan menjaga keaktifan kepesertaan JKN agar perlindungan tetap berjalan tanpa celah ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

Catat Waktu & Tglnya:
๐Ÿ“… Selasa, 18 November 2025
๐Ÿ•– Pukul 18.45 WIB โ€“ selesai
๐Ÿ“ Lichess
https://lichess.org/swiss/gZu1Q15Y
Password: DownloadMobileJKN

Join di Grup Telegram BKC (Grup Terbuka Untuk Pegawai Tetap, PATT, TAD di Lingkup BPJS Kesehatan):
https://t.me/+XqeaySjUeWg4NzQ1


#INISIATIF #BerpikirSebelumBertindak
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
Don't Make it Original, Make it Yours ๐Ÿ’ช

Semua orang mulai dari meniru orang lain, karena gak ada yang benar-benar baru di dunia ini ๐Ÿค

credit: anandarsf

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ‘1
Di garis depan pelayanan, ada para Frontliner yang bekerja dengan hati kuat dan dedikasi tanpa batas. Mereka yang setiap harinya menyapa peserta dengan senyum, mendengarkan dengan empati, dan membantu dengan penuh ketulusan.

Skill mereka terasah oleh waktu, semangat mereka tumbuh dari setiap pengalaman, dan kehadiran mereka menjadi wajah terbaik pelayanan BPJS Kesehatan ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

Big respect untuk kalian semua ๐Ÿ”ฅ
https://www.instagram.com/p/DRJt0uIiZ4T/?igsh=eWE2a3M2N2ZnZGUw
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2๐Ÿฅฐ1