Oleh: Dedi Priadi
Seperti keimanan kita yang kembang dan kempis, alur kehidupan kita pun demikian: naik dan turun, selalu ada riak, dan tidak pernah datar.
Kebanyakan kita terbuai mengejar ilusi kebahagiaan yang konstan, garis lurus tanpa goncangan. Realitanya, alur kehidupan bergerak ibarat sungai yang mengalir, memunculkan jeram, riak, bahkan gelombang yang justru menguatkan makna kehidupan.
Mari kita cermati perjalanan ini dengan seksama: awalnya kita menikmati momentum puncak (𝘸𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘩𝘪𝘫𝘢𝘶) —penuh sukacita, keberhasilan, dan harapan. Lalu diikuti oleh penurunan (𝘸𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘩) yang wajar, fase alami yang menyiapkan kita untuk lompatan berikutnya.
Lembah-lembah ini—masa-masa tantangan, kerugian, atau kesedihan—adalah tempat kita paling banyak belajar. Keadaan ini bukan kehampaan, tetapi ruang tempaan yang menguji dan menguatkan batin kita.
Dari kedalaman itu, kita akan menemukan energi baru. Kurva pasti akan menanjak lagi, dan kita akan mendapati diri lebih tabah, lebih bijaksana, dan lebih menghargai setiap anugerah kecil yang Tuhan berikan.
Inilah rahasia keseimbangan hidup: menerima bahwa hidup terdiri dari ayunan antara terang dan gelap. Keragaman emosi inilah yang menjadikan kisah kita kaya dan bermakna.
Dengan pandangan ini, masa-masa sulit hanyalah persinggahan sementara. Periode ini adalah jeda penting untuk perenungan, yang akan menyiapkan kita untuk momentum baru dan pemahaman diri yang lebih mendalam.
Peluklah setiap gelombang, anggap kesulitan sebagai guru. Fokuslah pada arah jangka panjang kita.
Karena sungguh, hidup yang baik pada akhirnya bukan tentang menghindari rasa sakit atau menjaga kurva tetap tinggi. Melainkan tentang keberanian untuk bangkit setelah berkali-kali terjatuh, dan terus bergerak maju menuju akhir yang baik dalam keadaan jiwa yang tenang dan diridhoi.
#INISIATIF
Seperti keimanan kita yang kembang dan kempis, alur kehidupan kita pun demikian: naik dan turun, selalu ada riak, dan tidak pernah datar.
Kebanyakan kita terbuai mengejar ilusi kebahagiaan yang konstan, garis lurus tanpa goncangan. Realitanya, alur kehidupan bergerak ibarat sungai yang mengalir, memunculkan jeram, riak, bahkan gelombang yang justru menguatkan makna kehidupan.
Mari kita cermati perjalanan ini dengan seksama: awalnya kita menikmati momentum puncak (𝘸𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘩𝘪𝘫𝘢𝘶) —penuh sukacita, keberhasilan, dan harapan. Lalu diikuti oleh penurunan (𝘸𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘩) yang wajar, fase alami yang menyiapkan kita untuk lompatan berikutnya.
Lembah-lembah ini—masa-masa tantangan, kerugian, atau kesedihan—adalah tempat kita paling banyak belajar. Keadaan ini bukan kehampaan, tetapi ruang tempaan yang menguji dan menguatkan batin kita.
Dari kedalaman itu, kita akan menemukan energi baru. Kurva pasti akan menanjak lagi, dan kita akan mendapati diri lebih tabah, lebih bijaksana, dan lebih menghargai setiap anugerah kecil yang Tuhan berikan.
Inilah rahasia keseimbangan hidup: menerima bahwa hidup terdiri dari ayunan antara terang dan gelap. Keragaman emosi inilah yang menjadikan kisah kita kaya dan bermakna.
Dengan pandangan ini, masa-masa sulit hanyalah persinggahan sementara. Periode ini adalah jeda penting untuk perenungan, yang akan menyiapkan kita untuk momentum baru dan pemahaman diri yang lebih mendalam.
Peluklah setiap gelombang, anggap kesulitan sebagai guru. Fokuslah pada arah jangka panjang kita.
Karena sungguh, hidup yang baik pada akhirnya bukan tentang menghindari rasa sakit atau menjaga kurva tetap tinggi. Melainkan tentang keberanian untuk bangkit setelah berkali-kali terjatuh, dan terus bergerak maju menuju akhir yang baik dalam keadaan jiwa yang tenang dan diridhoi.
#INISIATIF
❤3
Di balik senyum Duta BPJS Kesehatan, ada banyak alasan kenapa mereka betah banget kerja di sini ❤️
Yuk kepoin, siapa tahu alasan mereka juga jadi alasan kamu!
https://www.instagram.com/reel/DQS4Ag-CVTV/?igsh=MWN6Mzlsa3VyOXM4bQ==
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Yuk kepoin, siapa tahu alasan mereka juga jadi alasan kamu!
https://www.instagram.com/reel/DQS4Ag-CVTV/?igsh=MWN6Mzlsa3VyOXM4bQ==
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🕊2❤1
Syukur sebagai Kunci Kebahagiaan 😇
Oleh: Muhammad Ahadun
Pernahkah kamu merasa hidupmu baik-baik saja, tapi entah kenapa… tetap terasa kosong?
Semua berjalan, tapi hati tetap sepi.
Kau punya cukup banyak hal untuk disyukuri, tapi yang muncul justru keluhan kecil yang tak pernah habis.
Aku pun dulu begitu.
Bangun pagi, mengejar banyak hal, merasa kekurangan terus. Sampai suatu hari aku melihat seorang penjual teh di pinggir jalan.
Ia duduk di bawah terik matahari, wajahnya berkeringat, tapi senyum itu… jujur sekali.
Ia menyerahkan segelas teh sambil berkata pelan, “Alhamdulillah, hari ini ramai, Mas.”
Aku diam cukup lama. Saat itu aku sadar. Mungkin kebahagiaan bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tapi seberapa dalam kita mampu menyadari bahwa hidup ini sudah cukup.
Dalam tasawuf, syukur bukan sekadar ucapan terima kasih, tetapi kesadaran batin bahwa setiap detik adalah anugerah.
Ketika hati benar-benar melihat, tidak ada yang terlalu kecil untuk disyukuri. Bahkan udara yang kita hirup, langkah yang masih bisa kita ambil, adalah keajaiban yang sering terlupakan.
Filsafat Timur mengajarkan bahwa penderitaan sering muncul bukan karena kita kekurangan sesuatu, tapi karena kita gagal melihat betapa banyak yang sudah kita miliki.
Dan di situlah letak rahasia kebahagiaan yang paling sederhana. Syukur mengubah kekurangan menjadi kelimpahan, mengubah kesibukan menjadi ketenangan, dan mengubah hidup biasa menjadi sesuatu yang sakral.
Seperti yang pernah dikatakan Meister Eckhart, seorang mistikus:
“Jika satu-satunya doa yang kamu ucapkan dalam hidupmu adalah ‘Terima kasih’, itu sudah cukup.”
Kita tidak perlu menunggu sesuatu yang besar untuk bahagia. Cukup berhenti sejenak, menatap apa yang sudah ada di depan mata,
dan berkata lembut dari hati:
“Terima kasih, Tuhan. Aku sudah cukup.”
#INISIATIF
Oleh: Muhammad Ahadun
Pernahkah kamu merasa hidupmu baik-baik saja, tapi entah kenapa… tetap terasa kosong?
Semua berjalan, tapi hati tetap sepi.
Kau punya cukup banyak hal untuk disyukuri, tapi yang muncul justru keluhan kecil yang tak pernah habis.
Aku pun dulu begitu.
Bangun pagi, mengejar banyak hal, merasa kekurangan terus. Sampai suatu hari aku melihat seorang penjual teh di pinggir jalan.
Ia duduk di bawah terik matahari, wajahnya berkeringat, tapi senyum itu… jujur sekali.
Ia menyerahkan segelas teh sambil berkata pelan, “Alhamdulillah, hari ini ramai, Mas.”
Aku diam cukup lama. Saat itu aku sadar. Mungkin kebahagiaan bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tapi seberapa dalam kita mampu menyadari bahwa hidup ini sudah cukup.
Dalam tasawuf, syukur bukan sekadar ucapan terima kasih, tetapi kesadaran batin bahwa setiap detik adalah anugerah.
Ketika hati benar-benar melihat, tidak ada yang terlalu kecil untuk disyukuri. Bahkan udara yang kita hirup, langkah yang masih bisa kita ambil, adalah keajaiban yang sering terlupakan.
Filsafat Timur mengajarkan bahwa penderitaan sering muncul bukan karena kita kekurangan sesuatu, tapi karena kita gagal melihat betapa banyak yang sudah kita miliki.
Dan di situlah letak rahasia kebahagiaan yang paling sederhana. Syukur mengubah kekurangan menjadi kelimpahan, mengubah kesibukan menjadi ketenangan, dan mengubah hidup biasa menjadi sesuatu yang sakral.
Seperti yang pernah dikatakan Meister Eckhart, seorang mistikus:
“Jika satu-satunya doa yang kamu ucapkan dalam hidupmu adalah ‘Terima kasih’, itu sudah cukup.”
Kita tidak perlu menunggu sesuatu yang besar untuk bahagia. Cukup berhenti sejenak, menatap apa yang sudah ada di depan mata,
dan berkata lembut dari hati:
“Terima kasih, Tuhan. Aku sudah cukup.”
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤1
Bekerja dalam melayani Peserta JKN bukan hanya mencari solusi, tapi juga menanam kebaikan, dalam setiap senyum yang kembali, ada nilai ibadah yang abadi. @randotcom (KC Solok)
Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQWQFRFEtW5/?igsh=MWs4c2xrdmQ1YXZxNw==
Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQWQFRFEtW5/?igsh=MWs4c2xrdmQ1YXZxNw==
Miskin, Menengah dan Kaya menurut Robert Kiyosaki 💰
Oleh: Fahmi Hasan Nugroho
Orang menjadi miskin ketika semua uang yang ia dapatkan habis menjadi pengeluaran, apalagi jika pengeluarannya lebih besar ketimbang pendapatannya. Ia tak punya aset dan ia hanya memiliki satu sumber penghasilan sebagai tumpuan hidup.
Orang kelas menengah mencoba untuk membeli barang yang ia anggap sebagai aset untuk masa depan, namun ternyata aset yang ia beli justru menjadi beban keuangan baru. Rumah dan mobil adalah contoh beban keuangan baru, karena ia akan terus meminta uang dari anda untuk pajak, biaya perawatan, bensin, dsb. Kendaraan akan menjadi aset produktif jika ia menghasilkan uang.
Orang kaya semakin kaya dengan membeli dan mengumpulkan aset produktif yang bisa memberikannya uang. Semakin banyak aset produktif itu maka semakin banyak juga aset itu memberikannya uang yang kemudian mereka gunakan untuk hidup dan membeli aset lagi. Saham, kontrakan, hak cipta, itu termasuk ke dalam bagian ini.
Ia menjelaskan: aset adalah yang akan memberimu uang, sedangkan liabilitas (beban keuangan) adalah yang meminta uang darimu, agar bisa mendapatkan kebebasan keuangan perbanyaklah asetmu dan batasi beban keuanganmu.
#INISIATIF
Oleh: Fahmi Hasan Nugroho
Orang menjadi miskin ketika semua uang yang ia dapatkan habis menjadi pengeluaran, apalagi jika pengeluarannya lebih besar ketimbang pendapatannya. Ia tak punya aset dan ia hanya memiliki satu sumber penghasilan sebagai tumpuan hidup.
Orang kelas menengah mencoba untuk membeli barang yang ia anggap sebagai aset untuk masa depan, namun ternyata aset yang ia beli justru menjadi beban keuangan baru. Rumah dan mobil adalah contoh beban keuangan baru, karena ia akan terus meminta uang dari anda untuk pajak, biaya perawatan, bensin, dsb. Kendaraan akan menjadi aset produktif jika ia menghasilkan uang.
Orang kaya semakin kaya dengan membeli dan mengumpulkan aset produktif yang bisa memberikannya uang. Semakin banyak aset produktif itu maka semakin banyak juga aset itu memberikannya uang yang kemudian mereka gunakan untuk hidup dan membeli aset lagi. Saham, kontrakan, hak cipta, itu termasuk ke dalam bagian ini.
Ia menjelaskan: aset adalah yang akan memberimu uang, sedangkan liabilitas (beban keuangan) adalah yang meminta uang darimu, agar bisa mendapatkan kebebasan keuangan perbanyaklah asetmu dan batasi beban keuanganmu.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
⚡2
Dari meja kerja ku, detail dan jatuh tempo klaim ku perhatikan dengan teliti 👍
Tumpukan berkas jadi teman sejati
Demi klaim cair tepat waktu dan pasti @deyaaaq (KC Sidoarjo)
Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQYVmr8kvKn/?igsh=ODR4YnlkbDRoOTVn
Tumpukan berkas jadi teman sejati
Demi klaim cair tepat waktu dan pasti @deyaaaq (KC Sidoarjo)
Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQYVmr8kvKn/?igsh=ODR4YnlkbDRoOTVn
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥3
Ada yang bilang, semangat itu menular dan kami setuju 💥
Bareng komunitas ini, semangat hidup aktif dan sehat terus menyebar dari satu langkah ke langkah berikutnya.🏃♂️
Mari kita sapa rekan-rekan COMMIT BPJS Kesehatan Runner🇲🇨
https://www.instagram.com/p/DQYgGtriVsm/?igsh=MW5kcGVuOHltd3F5bg==
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Bareng komunitas ini, semangat hidup aktif dan sehat terus menyebar dari satu langkah ke langkah berikutnya.
Mari kita sapa rekan-rekan COMMIT BPJS Kesehatan Runner
https://www.instagram.com/p/DQYgGtriVsm/?igsh=MW5kcGVuOHltd3F5bg==
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥2
Forwarded from A. Fardianto
FUN RUN BARENG “JEJAK JUJUR”
21 Desember 2025
Dalam rangka International Fraud Awareness Week,
ACFE Indonesia Chapter mengajak kamu ikut Fun Run “Jejak Jujur” — simbol perjalanan menjaga nilai kejujuran, sportivitas, dan gaya hidup sehat.
Acara ini jadi ruang kebersamaan bagi masyarakat, komunitas antikorupsi, dan profesional lintas sektor untuk berlari bersama dalam semangat positif dan bersih! 💪
🎟️ Daftar sekarang: https://acfe-indonesia.myr.id/pl/Jejak-Jujur
📱 Info lebih lanjut:
IG @jejakjujur_acfeic
#JejakJujur #FunRun #FraudAwarenessWeek #ACFEIndonesia #SobatBersih #KorupsiOut #GenerasiUp
21 Desember 2025
Dalam rangka International Fraud Awareness Week,
ACFE Indonesia Chapter mengajak kamu ikut Fun Run “Jejak Jujur” — simbol perjalanan menjaga nilai kejujuran, sportivitas, dan gaya hidup sehat.
Acara ini jadi ruang kebersamaan bagi masyarakat, komunitas antikorupsi, dan profesional lintas sektor untuk berlari bersama dalam semangat positif dan bersih! 💪
🎟️ Daftar sekarang: https://acfe-indonesia.myr.id/pl/Jejak-Jujur
📱 Info lebih lanjut:
IG @jejakjujur_acfeic
#JejakJujur #FunRun #FraudAwarenessWeek #ACFEIndonesia #SobatBersih #KorupsiOut #GenerasiUp
Bekerja dengan seimbang bukan berarti bekerja lebih sedikit, tapi bekerja dengan bahagia. Saat kerja dan kesenangan berjalan beriringan, hasil terbaik pun tercipta. @fadhilakbarrrr (KC Solok)
Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQY3y1JE5_J/?igsh=MWJqd2Vxczk5dms4bw==
Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQY3y1JE5_J/?igsh=MWJqd2Vxczk5dms4bw==
Kadang capek, tapi selalu ada rasa bangga karena bisa jadi manfaat untuk sesama. Karena bekerja dengan hati, bukan sekadar tentang profesi, tapi tentang arti. @pianhervian (KC Ungaran)
Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQZHyypk12v/?igsh=MTBsbTJkbXg4dDA2Zw==
Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQZHyypk12v/?igsh=MTBsbTJkbXg4dDA2Zw==
🔥1
oleh: Suluksalik
Kalimat ini sarat filosofi — sederhana, tapi dalam jika direnungkan. Ia berbicara tentang arah, cita-cita, dan transformasi diri. Seekor kucing yang bercita-cita menjadi singa bukan hanya bermimpi menjadi lebih kuat, tapi juga sedang mengubah cara pandangnya terhadap dunia.
Ketika seseorang memiliki visi yang besar, hal-hal kecil yang dulu tampak penting menjadi tak lagi menggoda. “Tikus” di sini melambangkan gangguan-gangguan kecil: drama hidup, ejekan, gosip, ambisi rendah, atau kesenangan sesaat. Sementara “singa” melambangkan kemuliaan, keberanian, dan tujuan hidup yang lebih tinggi. Maka, seseorang yang menapaki jalan menuju kebesaran sejati akan mulai kehilangan selera terhadap hal-hal remeh — bukan karena sombong, tapi karena jiwanya tumbuh melampaui itu.
Inilah cara alam bekerja dalam proses pendewasaan. Saat cita-cita dan kesadaran kita meninggi, fokus pun mengerucut. Kita tidak lagi mengejar validasi, tapi nilai. Tidak lagi ingin menang dalam perdebatan kecil, tapi ingin menang melawan diri sendiri.
Dan pada akhirnya, menjadi “singa” bukan soal mengaum lebih keras dari yang lain — tapi tentang mencapai ketenangan batin di puncak kekuatan yang tak lagi butuh pembuktian.
#INISIATIF
Kalimat ini sarat filosofi — sederhana, tapi dalam jika direnungkan. Ia berbicara tentang arah, cita-cita, dan transformasi diri. Seekor kucing yang bercita-cita menjadi singa bukan hanya bermimpi menjadi lebih kuat, tapi juga sedang mengubah cara pandangnya terhadap dunia.
Ketika seseorang memiliki visi yang besar, hal-hal kecil yang dulu tampak penting menjadi tak lagi menggoda. “Tikus” di sini melambangkan gangguan-gangguan kecil: drama hidup, ejekan, gosip, ambisi rendah, atau kesenangan sesaat. Sementara “singa” melambangkan kemuliaan, keberanian, dan tujuan hidup yang lebih tinggi. Maka, seseorang yang menapaki jalan menuju kebesaran sejati akan mulai kehilangan selera terhadap hal-hal remeh — bukan karena sombong, tapi karena jiwanya tumbuh melampaui itu.
Inilah cara alam bekerja dalam proses pendewasaan. Saat cita-cita dan kesadaran kita meninggi, fokus pun mengerucut. Kita tidak lagi mengejar validasi, tapi nilai. Tidak lagi ingin menang dalam perdebatan kecil, tapi ingin menang melawan diri sendiri.
Dan pada akhirnya, menjadi “singa” bukan soal mengaum lebih keras dari yang lain — tapi tentang mencapai ketenangan batin di puncak kekuatan yang tak lagi butuh pembuktian.
#INISIATIF
❤2
Kadang, kita butuh “kacamata baru”… Bukan untuk gaya. Tapi melihat dampak dari kebiasaan kita sendiri. Plastik sekali pakai memang praktis. Tapi kalau kita bisa memilih lebih bijak, kenapa harus jadi bagian dari masalah? @tyan_taka (KC Atambua)
Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQanyUtDxyT/?igsh=dzB1MW9uODdmYWs=
Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQanyUtDxyT/?igsh=dzB1MW9uODdmYWs=
Kata-kata sederhana tapi sangat bermakna 🥹
To Bude, bukan hanya bude dan Ayah yang bangga, tapi kita semua bangga dengan kiprah dan dedikasi rekan2 seluruh Duta BPJS Kesehatan🇲🇨
To Bude, bukan hanya bude dan Ayah yang bangga, tapi kita semua bangga dengan kiprah dan dedikasi rekan2 seluruh Duta BPJS Kesehatan
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤7
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
Terima Kasih Pak Dirum 🫡
Dua dekade lebih bersama BPJS Kesehatan bukan sekadar perjalanan karier, tapi perjalanan hidup. Penuh cerita, pelajaran, dan kebersamaan yang tak ternilai. Terima kasih untuk semua yang telah menjadi bagian dari kisah ini. Saya memohon maaf atas segala kekurangan dan ketidaksempurnaan selama mengabdi. Saya pamit dengan hati yang tenang dan penuh rasa syukur, karena pernah menjadi bagian dari perjuangan besar untuk negeri ini.
Dua dekade lebih bersama BPJS Kesehatan bukan sekadar perjalanan karier, tapi perjalanan hidup. Penuh cerita, pelajaran, dan kebersamaan yang tak ternilai. Terima kasih untuk semua yang telah menjadi bagian dari kisah ini. Saya memohon maaf atas segala kekurangan dan ketidaksempurnaan selama mengabdi. Saya pamit dengan hati yang tenang dan penuh rasa syukur, karena pernah menjadi bagian dari perjuangan besar untuk negeri ini.
Yuk Sobat ATE mari kita beri komen kesan dan pesan terbaik kita buat Pak Dirum di kolom komentar:
https://www.instagram.com/reel/DQatzo3D2wF/?igsh=ejF1NnZ5a2JzaG56
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤5
Think your small action doesn’t matter? Think again! Sustainability starts with simple habits at work. @tiara19mustika (KC Lubuk Linggau)
Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQa5tb9kquD/?igsh=MWY3c2EzNHh1NzM3ag==
Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQa5tb9kquD/?igsh=MWY3c2EzNHh1NzM3ag==
❤1🔥1
Dengan tanggung jawab dan ikhlas untuk melayani masyarakat. Kita hadir memberikan yang terbaik, agar pelayanan kesehatan dapat dinikmati oleh segenap masyarakat. @ardi_kurniawan26 (KC Pekanbaru)
Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQbYe4ekTO4/?igsh=MTJqcmlqa2puYnNybQ==
Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQbYe4ekTO4/?igsh=MTJqcmlqa2puYnNybQ==
Keberanian untuk keluar dari zona nyaman bukan hanya tentang menghadapi tantangan baru, tetapi juga tentang menemukan makna dan kontribusi yang lebih dalam. @KhotimaPS (KC Solok)
Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQbZq3wEgF9/?igsh=MWh4bDJuamRzMW8xeQ==
Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQbZq3wEgF9/?igsh=MWh4bDJuamRzMW8xeQ==
❤1
Karena kehidupan yang seimbang akan berdampak pada produktivitas. Yuk, Bekerja dengan semangat, bersenang-senang dengan bijak. @Rahmadiniyp (KC Lubuk Linggau)
https://www.instagram.com/reel/DQb0GZfARtw/?igsh=MWI2MmZlNTZnc3pveA==
https://www.instagram.com/reel/DQb0GZfARtw/?igsh=MWI2MmZlNTZnc3pveA==
🔥1
Berdasarkan Laporan State of the Global Workplace 2025 pada April 2025, sebanyak 21% karyawan di Indonesia sering marah dalam sehari dan 29% responden sering merasa sedih. Jadi, bisa dibilang hampir 1 dari 3 karyawan sering merasa sedih. But, come on baby! Jangan biarin burnout nguasain kamu 🙃🙃 @mitsalnya (KC Purwokerto)
Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQb5PPhkzfu/?igsh=MXcxdWphMG9tNThqcg==
Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQb5PPhkzfu/?igsh=MXcxdWphMG9tNThqcg==
❤1🔥1
INI ADALAH GAMBAR BOTOL 🤯
Oleh: Budiman Hakim
Coba liat gambar ini. Banyak orang cuma ngeliat gambar sepasang sendal jepit di atas latar merah. Tapi ketika kita bilangin, "Coba liat baik2. Ada gambar botol di sana."
Setelah merhatiin lebih lama, aneh bin ajaib. Tiba-tiba muncul gambar botol di tengahnya.
Yang menarik, gambar itu gak pernah berubah.Yang berubah justru cara otak kita menafsirkannya.
Inilah yang disebut optical illusion. Fenomena ketika otak salah menafsirkan sinyal visual yang diterimanya.
Yang mata tangkap itu cuma cahaya dan bentuk. Tapi maknanya ditentukan oleh neokorteks, terutama bagian visual association area di lobus oksipital.
Kalo otak seseorang belum punya pola pengalaman visual yang cocok atau belum pernah melihat bentuk botol dengan konteks negative space, dia gak akan “melihat” botol itu.
Jadi bukan karena neokorteksnya kurang aktif, tapi justru karena neokorteksnya terlalu cepat membuat asumsi bahwa itu cuma sendal.
Otak terburu-buru menyimpulkan sebelum memberi kesempatan untuk melihat ulang.
Padahal di situlah keindahan dari ilusi ini: mata gak pernah berbohong, tapi otak sering salah menafsirkan.
Otak berusaha melengkapi pola yang ia kenal, lalu menyunting realitas supaya terasa masuk akal.
Dalam hal ini, otak bertindak sebagai editor, selalu berusaha membuat dunia tampak logis, meski harus mengubah ceritanya sedikit.
Ps: Ada yang belom berhasil menemukan botolnya?
#INISIATIF #TGIF
Oleh: Budiman Hakim
Coba liat gambar ini. Banyak orang cuma ngeliat gambar sepasang sendal jepit di atas latar merah. Tapi ketika kita bilangin, "Coba liat baik2. Ada gambar botol di sana."
Setelah merhatiin lebih lama, aneh bin ajaib. Tiba-tiba muncul gambar botol di tengahnya.
Yang menarik, gambar itu gak pernah berubah.Yang berubah justru cara otak kita menafsirkannya.
Inilah yang disebut optical illusion. Fenomena ketika otak salah menafsirkan sinyal visual yang diterimanya.
Yang mata tangkap itu cuma cahaya dan bentuk. Tapi maknanya ditentukan oleh neokorteks, terutama bagian visual association area di lobus oksipital.
Kalo otak seseorang belum punya pola pengalaman visual yang cocok atau belum pernah melihat bentuk botol dengan konteks negative space, dia gak akan “melihat” botol itu.
Jadi bukan karena neokorteksnya kurang aktif, tapi justru karena neokorteksnya terlalu cepat membuat asumsi bahwa itu cuma sendal.
Otak terburu-buru menyimpulkan sebelum memberi kesempatan untuk melihat ulang.
Padahal di situlah keindahan dari ilusi ini: mata gak pernah berbohong, tapi otak sering salah menafsirkan.
Otak berusaha melengkapi pola yang ia kenal, lalu menyunting realitas supaya terasa masuk akal.
Dalam hal ini, otak bertindak sebagai editor, selalu berusaha membuat dunia tampak logis, meski harus mengubah ceritanya sedikit.
Ps: Ada yang belom berhasil menemukan botolnya?
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM