Ask The Experts
1.81K subscribers
4.73K photos
414 videos
188 files
2.91K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
Oleh: Suluk Salik

Kalimat itu menegaskan satu kebenaran sederhana tapi sering kita hindari: segala hasil punya harga. Karakter yang kuat —keteguhan, disiplin, integritas, ketahanan—tidak tumbuh dari kenyamanan. Ia dibentuk oleh latihan, pengorbanan, kegagalan yang dipelajari, dan pilihan berulang untuk melakukan hal yang benar meski mudahnya adalah mengambil jalan pintas.

Secara praktis ini berarti ada opportunity cost: waktu, kenyamanan, dan kesenangan sesaat yang kau korbankan untuk membentuk kebiasaan yang membawamu ke kedewasaan. Atlet yang tangguh menolak pesta demi latihan; pemimpin yang bertanggung jawab menanggung keputusan sulit yang membuatnya sepi dipuji; orang berakhlak menahan godaan yang merusak relasi demi martabat jangka panjang. Bila kau memilih hidup yang “mudah” sepanjang waktu, kemungkinan besar kau juga memilih agar banyak kesempatan pendewasaan berlalu tanpa diambil.

Tapi penting juga membedakan dua jenis kesulitan. Ada penderitaan konstruktif —latihan yang meningkatkan kapasitas, ujian yang mengajarkan kearifan—dan ada penderitaan sia-sia yang merusak tanpa memberi pelajaran (eksploitasi, trauma yang berkepanjangan, atau kebiasaan merugikan). Bijak berarti memilih tantangan yang sehat: yang menumbuhkanmu, bukan yang menghancurkanmu. Itu juga berarti merencanakan pengorbanan secara sadar, bukan sekadar mengagungkan kerasnya hidup sebagai tujuan tanpa arah.

Jadi pilihan ada di tanganmu: apakah hari ini kau ingin merasa nyaman dan aman sekarang, atau menanam disiplin yang membuatmu kuat di kemudian hari? Keduanya sah —asal kau menyadari konsekuensinya. Lebih jujur lagi, tanya diri: nilai apa yang pantas kau korbankan kenyamanannya demi menjadi orang yang ingin kau lihat di cermin lima tahun ke depan?

#INISIATIF
👍1😢1
oleh: Dedi Priadi

Penyakit hati yang paling halus dan berbahaya adalah iri hati. Iri hati membakar kebaikan, layaknya api menghancur-leburkan kayu bakar.

Tanpa sadar, iri hati menciptakan ilusi optik pada hati dan pikiran Anda. Anda menjadi lebih sering melihat rumput tetangga tampak lebih hijau dari milik Anda sendiri.

Mengapa Anda mudah tertipu? Karena Anda tahu pasti setiap lubang dan kekurangan di halaman Anda. Sementara itu, Anda hanya melihat hasil yang indah dari kejauhan, tanpa tahu seberapa telaten tetangga Anda menyiram rumputnya.

Anda sering membandingkan realitas Anda yang penuh perjuangan dengan citra sempurna yang orang lain tampakkan di media sosial. Standar kebahagiaan pun jadi tidak realistis. Anda merasa kurang bahagia karena terus mengejar fatamorgana.

Ingatlah, kebahagiaan di tempat lain hanya bersifat sementara. Apapun yang baru, kelak akan menjadi biasa. Lahan yang Anda idamkan pun, jika sudah dimiliki, pasti akan memiliki kekurangan tersembunyi.

Jalan keluar dari jerat ini adalah dengan mengubah arah pandang. Hentikan kebiasaan mencari hal yang hilang, dan mulailah menghargai hal-hal baik yang sudah Anda miliki saat ini.

Bukan tentang mencari yang sempurna, tetapi tentang memanfaatkan dan mensyukuri nikmat yang ada. Berhenti melihat ke atas pagar. Fokuslah pada potensi diri yang bisa Anda kembangkan sekarang.

Kedamaian sejati tidak ditemukan di lahan orang lain. Kedamaian sejati tumbuh dari tangan Anda sendiri, dari ketulusan usaha dan perhatian penuh Anda pada hidup ini.

Jauhi sikap iri hati. Sibuklah merawat rumput Anda sendiri sehingga Anda tidak punya waktu untuk memperhatikan apakah rumput orang lain lebih hijau. Terus siangi dan rasakan keindahan rumput yang tumbuh karena siraman air Anda sendiri.

#INISIATIF
3🙏3👍1
Jauh dari hiruk pikuk kota, di antara sungai dan perbukitan Mahakam Ulu, Duta BPJS Kesehatan tetap hadir membawa semangat, senyum, dan tanggung jawab besar untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik. 🇲🇨

Karena bagi mereka, pengabdian nggak butuh sorotan, cukup niat dan langkah nyata.

Cek perjuangannya di sini
https://www.instagram.com/reel/DQGSEK7CZD5/?igsh=N2J0YmY0bWdxeTBp
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥4
KEISTIMEWAAN MEMILIKI BANYAK TEMAN 🤝

Oleh: Iwan Kusworo


Selamat pagi!

Self-reminder...
Bahwa memiliki lebih banyak teman akan membuat kita menjadi lebih cerdas.

Di buku Humankind (Rutger Bregman) ini dijelaskan bahwa kita manusia (baca: Homo Sapiens) pernah hidup bersama-sama menghuni muka bumi ini dalam kurun waktu yang lama dengan spesies manusia purba Homo Neanderthals yang (menurut para ahli) memiliki volume otak lebih besar sehingga secara teori seharusnya lebih cerdas daripada kita.

Namun pada kenyataannya Neanderthals akhirnya punah lebih dulu, sementara kita bertahan hingga hari ini. 😱

Lalu apa sih keistimewaan kita dibandingkan Neanderthals? Bagaimana mungkin spesies yang memiliki keunggulan biologis lebih tinggi dari kita bisa "kalah" dan hilang dari peradaban?

Salah satu paragraf di buku ini menganalogikannya seperti ini:

"If Neanderthals were a super-fast computer, we were an old-fashioned PC... with wi-fi. We were slower, but better connected." (Jika Neanderthal adalah komputer super cepat, kita adalah PC kuno... dengan Wi-Fi. Kita memang lebih lambat, tetapi koneksinya lebih baik.)


Ternyata dengan volume otak kita yang lebih kecil, kita bisa bertahan di bumi ini dengan cara saling terhubung satu sama lain.

Hubungan sosial yang kita bangun dengan orang lain ternyata menguatkan ikatan kita dan membuat kita lebih cerdas, sehingga eksistensi manusia di bumi bisa lebih lama dan membawa keuntungan secara evolusioner.

Jadi, sudahkah kita memiliki banyak teman?

Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?

Have a nice and wonderful day! ❤️

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Oleh: Dedi Priadi

Saat kita memaafkan, kita membuka pintu empati, bukan hanya untuk orang lain, tapi juga untuk diri kita,atas rasa sakit yang kita pikul.

Saat kita memaafkan, kita membuat hubungan menjadi lebih baik dan lebih sehat. Memaafkan bukan berarti melupakan atau membenarkan apa yang terjadi.

Saat kita memaafkan, kita menerima situasi apa adanya. Dengan begitu, kejadian itu tidak lagi memiliki kendali atas diri kita dan hidup kita.

Saat kita memaafkan, tubuh dan pikiran kita berterima kasih. Kesehatan mental kita meningkat, sistem imun menguat, dan tekanan darah menurun.

Saat kita memaafkan, beban stres dan kecemasan perlahan terangkat. Kita merasa lebih ringan dan bisa bernapas lega.

Saat kita memaafkan, kita membantu diri sendiri menemukan kedamaian batin. Kita bisa melepaskan masa lalu dan melangkah maju dalam hidup, tanpa beban.

Memaafkan adalah keputusan berani untuk merebut kembali kedamaian kita dari siapa pun yang mencoba mencurinya dari kita.

#INISIATIF #TGIF
1
Teman-teman Relationship Officer (RO) mana suaranya? 🎤🇲🇨

Mereka selalu bawa semangat bahwa “Setiap pekerja dan anggota keluarganya harus terlindungi.” 👏

https://www.instagram.com/p/DQLIk-KiYRD/?igsh=MTF2cWV1dXBqaDJqdQ==

#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
5
KEBANGGAAN BERSAMA 🇲🇨

Kadang, inspirasi datang bukan dari kata-kata... tapi dari teladan yang nyata. 🙏

Terima kasih, Bapak Dirum Andi Afdal, atas langkah dan dedikasi yang telah menumbuhkan semangat belajar dan kolaborasi di keluarga besar BPJS Kesehatan. Melalui semangat Bapak, Community of Interest termasuk kami di COMMIT Ask The Experts (ATE) kini bisa tumbuh menjadi ruang belajar, berbagi, dan berkomunikasi bersama. Bapak telah menyalakan api kolaborasi yang akan terus kami jaga. 🔥

Yuk, rekan-rekan Sobat ATE selindo, mari tulis doa dan kesan terbaik kita untuk Bapak Dirum di kolom komentar. Klik disini 🤝

#INISIATIF #funandmeaningful
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🙏5
Forwarded from BPJS Kesehatan Chess Club (BKC)
INFO PODIUM 🏆

Selamat dan Sukses untuk rekan kita Kk @ginasyaada (RO KC Cibinong) yang keluar sebagai Juara 1 Catur Kategori Wanita Terbaik Umum Non Master dalam Turnamen Catur AGRICHESS 2025 yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor pada 25 Oktober 2025. Terus gemakan Semangat INISIATIF ke penjuru Negeri 🇲🇨🏆

INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
👏8
Oleh: Dedi Priadi

Seperti keimanan kita yang kembang dan kempis, alur kehidupan kita pun demikian: naik dan turun, selalu ada riak, dan tidak pernah datar.

Kebanyakan kita terbuai mengejar ilusi kebahagiaan yang konstan, garis lurus tanpa goncangan. Realitanya, alur kehidupan bergerak ibarat sungai yang mengalir, memunculkan jeram, riak, bahkan gelombang yang justru menguatkan makna kehidupan.

Mari kita cermati perjalanan ini dengan seksama: awalnya kita menikmati momentum puncak (𝘸𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘩𝘪𝘫𝘢𝘶) —penuh sukacita, keberhasilan, dan harapan. Lalu diikuti oleh penurunan (𝘸𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘩) yang wajar, fase alami yang menyiapkan kita untuk lompatan berikutnya.

Lembah-lembah ini—masa-masa tantangan, kerugian, atau kesedihan—adalah tempat kita paling banyak belajar. Keadaan ini bukan kehampaan, tetapi ruang tempaan yang menguji dan menguatkan batin kita.

Dari kedalaman itu, kita akan menemukan energi baru. Kurva pasti akan menanjak lagi, dan kita akan mendapati diri lebih tabah, lebih bijaksana, dan lebih menghargai setiap anugerah kecil yang Tuhan berikan.

Inilah rahasia keseimbangan hidup: menerima bahwa hidup terdiri dari ayunan antara terang dan gelap. Keragaman emosi inilah yang menjadikan kisah kita kaya dan bermakna.

Dengan pandangan ini, masa-masa sulit hanyalah persinggahan sementara. Periode ini adalah jeda penting untuk perenungan, yang akan menyiapkan kita untuk momentum baru dan pemahaman diri yang lebih mendalam.

Peluklah setiap gelombang, anggap kesulitan sebagai guru. Fokuslah pada arah jangka panjang kita.

Karena sungguh, hidup yang baik pada akhirnya bukan tentang menghindari rasa sakit atau menjaga kurva tetap tinggi. Melainkan tentang keberanian untuk bangkit setelah berkali-kali terjatuh, dan terus bergerak maju menuju akhir yang baik dalam keadaan jiwa yang tenang dan diridhoi.

#INISIATIF
3
Di balik senyum Duta BPJS Kesehatan, ada banyak alasan kenapa mereka betah banget kerja di sini ❤️

Yuk kepoin, siapa tahu alasan mereka juga jadi alasan kamu!

https://www.instagram.com/reel/DQS4Ag-CVTV/?igsh=MWN6Mzlsa3VyOXM4bQ==

#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🕊21
Syukur sebagai Kunci Kebahagiaan 😇

Oleh: Muhammad Ahadun

Pernahkah kamu merasa hidupmu baik-baik saja, tapi entah kenapa… tetap terasa kosong?

Semua berjalan, tapi hati tetap sepi.
Kau punya cukup banyak hal untuk disyukuri, tapi yang muncul justru keluhan kecil yang tak pernah habis.

Aku pun dulu begitu.
Bangun pagi, mengejar banyak hal, merasa kekurangan terus. Sampai suatu hari aku melihat seorang penjual teh di pinggir jalan.
Ia duduk di bawah terik matahari, wajahnya berkeringat, tapi senyum itu… jujur sekali.

Ia menyerahkan segelas teh sambil berkata pelan, “Alhamdulillah, hari ini ramai, Mas.”

Aku diam cukup lama. Saat itu aku sadar. Mungkin kebahagiaan bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tapi seberapa dalam kita mampu menyadari bahwa hidup ini sudah cukup.

Dalam tasawuf, syukur bukan sekadar ucapan terima kasih, tetapi kesadaran batin bahwa setiap detik adalah anugerah.

Ketika hati benar-benar melihat, tidak ada yang terlalu kecil untuk disyukuri. Bahkan udara yang kita hirup, langkah yang masih bisa kita ambil, adalah keajaiban yang sering terlupakan.

Filsafat Timur mengajarkan bahwa penderitaan sering muncul bukan karena kita kekurangan sesuatu, tapi karena kita gagal melihat betapa banyak yang sudah kita miliki.

Dan di situlah letak rahasia kebahagiaan yang paling sederhana. Syukur mengubah kekurangan menjadi kelimpahan, mengubah kesibukan menjadi ketenangan, dan mengubah hidup biasa menjadi sesuatu yang sakral.

Seperti yang pernah dikatakan Meister Eckhart, seorang mistikus:

“Jika satu-satunya doa yang kamu ucapkan dalam hidupmu adalah ‘Terima kasih’, itu sudah cukup.”

Kita tidak perlu menunggu sesuatu yang besar untuk bahagia. Cukup berhenti sejenak, menatap apa yang sudah ada di depan mata,
dan berkata lembut dari hati:
“Terima kasih, Tuhan. Aku sudah cukup.”

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
1
Bekerja dalam melayani Peserta JKN bukan hanya mencari solusi, tapi juga menanam kebaikan, dalam setiap senyum yang kembali, ada nilai ibadah yang abadi. @randotcom (KC Solok)

Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQWQFRFEtW5/?igsh=MWs4c2xrdmQ1YXZxNw==
Miskin, Menengah dan Kaya menurut Robert Kiyosaki 💰

Oleh: Fahmi Hasan Nugroho

Orang menjadi miskin ketika semua uang yang ia dapatkan habis menjadi pengeluaran, apalagi jika pengeluarannya lebih besar ketimbang pendapatannya. Ia tak punya aset dan ia hanya memiliki satu sumber penghasilan sebagai tumpuan hidup.

Orang kelas menengah mencoba untuk membeli barang yang ia anggap sebagai aset untuk masa depan, namun ternyata aset yang ia beli justru menjadi beban keuangan baru. Rumah dan mobil adalah contoh beban keuangan baru, karena ia akan terus meminta uang dari anda untuk pajak, biaya perawatan, bensin, dsb. Kendaraan akan menjadi aset produktif jika ia menghasilkan uang.

Orang kaya semakin kaya dengan membeli dan mengumpulkan aset produktif yang bisa memberikannya uang. Semakin banyak aset produktif itu maka semakin banyak juga aset itu memberikannya uang yang kemudian mereka gunakan untuk hidup dan membeli aset lagi. Saham, kontrakan, hak cipta, itu termasuk ke dalam bagian ini.

Ia menjelaskan: aset adalah yang akan memberimu uang, sedangkan liabilitas (beban keuangan) adalah yang meminta uang darimu, agar bisa mendapatkan kebebasan keuangan perbanyaklah asetmu dan batasi beban keuanganmu.

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
2
Dari meja kerja ku, detail dan jatuh tempo klaim ku perhatikan dengan teliti 👍
Tumpukan berkas jadi teman sejati
Demi klaim cair tepat waktu dan pasti @deyaaaq (KC Sidoarjo)

Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQYVmr8kvKn/?igsh=ODR4YnlkbDRoOTVn
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥3
Ada yang bilang, semangat itu menular dan kami setuju 💥

Bareng komunitas ini, semangat hidup aktif dan sehat terus menyebar dari satu langkah ke langkah berikutnya. 🏃‍♂️

Mari kita sapa rekan-rekan COMMIT BPJS Kesehatan Runner 🇲🇨
https://www.instagram.com/p/DQYgGtriVsm/?igsh=MW5kcGVuOHltd3F5bg==

#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥2
Forwarded from A. Fardianto
FUN RUN BARENG “JEJAK JUJUR”
21 Desember 2025

Dalam rangka International Fraud Awareness Week,
ACFE Indonesia Chapter mengajak kamu ikut Fun Run “Jejak Jujur” — simbol perjalanan menjaga nilai kejujuran, sportivitas, dan gaya hidup sehat.

Acara ini jadi ruang kebersamaan bagi masyarakat, komunitas antikorupsi, dan profesional lintas sektor untuk berlari bersama dalam semangat positif dan bersih! 💪

🎟️ Daftar sekarang: https://acfe-indonesia.myr.id/pl/Jejak-Jujur
📱 Info lebih lanjut:
IG @jejakjujur_acfeic

#JejakJujur #FunRun #FraudAwarenessWeek #ACFEIndonesia #SobatBersih #KorupsiOut #GenerasiUp
Bekerja dengan seimbang bukan berarti bekerja lebih sedikit, tapi bekerja dengan bahagia. Saat kerja dan kesenangan berjalan beriringan, hasil terbaik pun tercipta. @fadhilakbarrrr (KC Solok)

Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQY3y1JE5_J/?igsh=MWJqd2Vxczk5dms4bw==
Kadang capek, tapi selalu ada rasa bangga karena bisa jadi manfaat untuk sesama. Karena bekerja dengan hati, bukan sekadar tentang profesi, tapi tentang arti. @pianhervian (KC Ungaran)

Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQZHyypk12v/?igsh=MTBsbTJkbXg4dDA2Zw==
🔥1
oleh: Suluksalik

Kalimat ini sarat filosofi — sederhana, tapi dalam jika direnungkan. Ia berbicara tentang arah, cita-cita, dan transformasi diri. Seekor kucing yang bercita-cita menjadi singa bukan hanya bermimpi menjadi lebih kuat, tapi juga sedang mengubah cara pandangnya terhadap dunia.

Ketika seseorang memiliki visi yang besar, hal-hal kecil yang dulu tampak penting menjadi tak lagi menggoda. “Tikus” di sini melambangkan gangguan-gangguan kecil: drama hidup, ejekan, gosip, ambisi rendah, atau kesenangan sesaat. Sementara “singa” melambangkan kemuliaan, keberanian, dan tujuan hidup yang lebih tinggi. Maka, seseorang yang menapaki jalan menuju kebesaran sejati akan mulai kehilangan selera terhadap hal-hal remeh — bukan karena sombong, tapi karena jiwanya tumbuh melampaui itu.

Inilah cara alam bekerja dalam proses pendewasaan. Saat cita-cita dan kesadaran kita meninggi, fokus pun mengerucut. Kita tidak lagi mengejar validasi, tapi nilai. Tidak lagi ingin menang dalam perdebatan kecil, tapi ingin menang melawan diri sendiri.

Dan pada akhirnya, menjadi “singa” bukan soal mengaum lebih keras dari yang lain — tapi tentang mencapai ketenangan batin di puncak kekuatan yang tak lagi butuh pembuktian.

#INISIATIF
2
Kadang, kita butuh “kacamata baru”… Bukan untuk gaya. Tapi melihat dampak dari kebiasaan kita sendiri. Plastik sekali pakai memang praktis. Tapi kalau kita bisa memilih lebih bijak, kenapa harus jadi bagian dari masalah? @tyan_taka (KC Atambua)

Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQanyUtDxyT/?igsh=dzB1MW9uODdmYWs=