Kenalan dengan Grand Finalis Kepwil VII ๐ฎ๐ฉ ๐
Jangan lupa beri dukungan dan semangatmu di sini
https://www.instagram.com/p/DPzzEBFkvDl/?igsh=MXBnZDc4bGljamZucQ==
Jangan lupa beri dukungan dan semangatmu di sini
https://www.instagram.com/p/DPzzEBFkvDl/?igsh=MXBnZDc4bGljamZucQ==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โก2๐ฅ2
STAY HUMBLE ๐
Oleh: Dedi Priadi
Perjalanan transformatif buah pisang, dari kulit berwarna kuning cerah hingga melunak lalu membusuk, adalah cermin sempurna bagi perkembangan batin kita. Amati siklus ini untuk membimbing diri kita menuju kerendahan hati.
๐๐ถ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ ๐ค๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉ melambangkan puncak kepercayaan diri dan kemampuan Anda. Jiwa yang rendah hati menggunakan kekuatan ini untuk melayani dan memberi manfaat seluas mungkin, bukan untuk menuntut pujian atau mendominasi orang lain.
Lalu muncul ๐ฃ๐ช๐ฏ๐ต๐ช๐ฌ-๐ฃ๐ช๐ฏ๐ต๐ช๐ฌ ๐ค๐ฐ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ข๐ต. Bintik-bintik cokelat bukan pertanda kegagalan, melainkan pelajaran keras yang diberikan oleh kehidupan. Hati yang rendah hati melihatnya sebagai data untuk perbaikan, bukan sebagai sumber rasa malu atau penyesalan.
Ketika sisi-sisi mulai ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ฃ๐ข๐ฉ ๐ค๐ฐ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ข๐ต, kemanisan batin Anda semakin terasa. Nilai sejati Anda bergeser dari sekadar penampilan luar menuju kedalaman dan kebijaksanaan yang Anda peroleh.
Fase matang meminta Anda melepaskan kekakuan pikiran Anda. Jadikan diri Anda lentur dan terbuka terhadap bentuk kontribusi baru. Hubungan yang lebih dalam hanya bisa terwujud melalui kelenturan ini.
Warna ๐จ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฑ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ต mengingatkan pada akhir siklus fisik Anda. Di sini, kerendahan hati memberi kedamaian, karena Anda menyadari nilai sejati tidak pernah terikat pada cangkang luar yang sifatnya sementara.
Untuk kesehatan batin Anda, berdamailah dengan siklus kehidupan Anda. Dari sekarang jauhi sikap adigang, adigung, adiguna. Jauhi sikap sombong dan ingin tampil selalu "sempurna" pada setiap siklus kehidupanmu. Bersikap rendah hatilah. Karena Anda tidak akan selalu terlihat segar selamanya.
#INISIATIF
Oleh: Dedi Priadi
Perjalanan transformatif buah pisang, dari kulit berwarna kuning cerah hingga melunak lalu membusuk, adalah cermin sempurna bagi perkembangan batin kita. Amati siklus ini untuk membimbing diri kita menuju kerendahan hati.
๐๐ถ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ ๐ค๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉ melambangkan puncak kepercayaan diri dan kemampuan Anda. Jiwa yang rendah hati menggunakan kekuatan ini untuk melayani dan memberi manfaat seluas mungkin, bukan untuk menuntut pujian atau mendominasi orang lain.
Lalu muncul ๐ฃ๐ช๐ฏ๐ต๐ช๐ฌ-๐ฃ๐ช๐ฏ๐ต๐ช๐ฌ ๐ค๐ฐ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ข๐ต. Bintik-bintik cokelat bukan pertanda kegagalan, melainkan pelajaran keras yang diberikan oleh kehidupan. Hati yang rendah hati melihatnya sebagai data untuk perbaikan, bukan sebagai sumber rasa malu atau penyesalan.
Ketika sisi-sisi mulai ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ฃ๐ข๐ฉ ๐ค๐ฐ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ข๐ต, kemanisan batin Anda semakin terasa. Nilai sejati Anda bergeser dari sekadar penampilan luar menuju kedalaman dan kebijaksanaan yang Anda peroleh.
Fase matang meminta Anda melepaskan kekakuan pikiran Anda. Jadikan diri Anda lentur dan terbuka terhadap bentuk kontribusi baru. Hubungan yang lebih dalam hanya bisa terwujud melalui kelenturan ini.
Warna ๐จ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฑ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ต mengingatkan pada akhir siklus fisik Anda. Di sini, kerendahan hati memberi kedamaian, karena Anda menyadari nilai sejati tidak pernah terikat pada cangkang luar yang sifatnya sementara.
Untuk kesehatan batin Anda, berdamailah dengan siklus kehidupan Anda. Dari sekarang jauhi sikap adigang, adigung, adiguna. Jauhi sikap sombong dan ingin tampil selalu "sempurna" pada setiap siklus kehidupanmu. Bersikap rendah hatilah. Karena Anda tidak akan selalu terlihat segar selamanya.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค4๐3๐ฅ1
KENAPA CEWEK LEBIH TERTARIK SAMA COWOK NAKAL DARIPADA COWOK ALIM? ๐ ๐
oleh: Budiman Hakim
Sudah lama sekali Fikri menaruh hati pada Dina. Cowok alim dari kelas sebelah itu tak pernah lelah menyapa Dina dengan senyum ramah. Mengingatkan untuk makan tepat waktu. Bahkan membawakan buku catatan saat Dina sakit. Malang bagi Fikri, Dina sama sekali gak tertarik dengan semua perhatian itu.
Dina jauh lebih tertarik pada Raka. Sayangnya, Raka terlalu cuek untuk didekati. Cowok yang selalu tampil urakan itu sangat sulit ditebak. Kadang muncul tiba-tiba, ngajak kabur naik motor tengah malam. Kadang hilang tanpa kabar. Ada sesuatu pada Raka yang membuatnya bergetar. Sesuatu yang tak bisa ia temukan pada lelaki lain.
Apa yang terjadi pada Dina pasti familiar di kepala kita semua. Peristiwa ini sering terjadi di jaman kita sekolah dulu. Saking seringnya terjadi, sampe ada pemahaman bahwa cowok nakal jauh lebih menarik buat perempuan. Padahal itu pemahaman yang salah kaprah. Yang membuat Dina terpikat pada Raka adalah sesuatu yang jauh lebih dalam, yaitu apa yang disebut: anomali.
Anomali adalah sebuah kondisi yang keluar dari pola umum yang membuat hidup bergairah kembali. Sebuah energi yang gak bisa ditebak namun memberi sensasi baru dalam menjalani hidup. Di jaman sekolah dulu, tokoh anomali bisa muncul dalam berbagai bentuk.
Misalnya pelajar yang jago basket. Pencinta alam yang menghabiskan week end-nya dari gunung ke gunung. Pemusik yang sering manggung. Atau Si Pintar yang sering ikut olimpiade matematika. Dan terakhir, dalam diri seorang cowok nakal yang berani melanggar aturan demi sesuatu yang membuatnya merasa hidup.
Dari pemaparan di atas, tampak jelas bahwa kenakalan hanya salah satu faktor dari sekian banyak anomali yang ada. Jadi pemahaman bahwa cewek lebih suka sama cowok nakal, gak sepenuhnya benar.
Dalam ranah neurosains, ketertarikan terhadap anomali itu bukan kebetulan. Otak manusia memiliki sistem reward yang sangat sensitif terhadap novelty: hal-hal baru dan gak ketebak. Saat berhadapan dengan sesuatu yang anomali, bagian otak seperti nucleus accumbens dan ventral tegmental area akan aktif dan melepaskan dopamin.
Dopamin bukan sekadar membuat kita merasa senang, tetapi memicu rasa penasaran, keterikatan emosional, dan sensasi ingin terus mencari tahu. Itulah kenapa perempuan seperti Dina bisa tergila-gila pada Raka. Dia selalu menemukan excitement pada cowok urakan tersebut.
Bagaimana dengan Fikri? Cowok alim ini hidupnya terlalu tertib dan mudah ditebak. Setiap langkahnya lurus dan pasti. Ia membawa ketenangan, tapi miskin kejutan. Rendahnya novelty membuat stimulasi dopamin berkurang, sehingga sensasi gairah dan keterikatan emosional pun melemah. Itulah sebabnya cowok alim lebih memberi rasa aman, bukan excitement.
Pengaruh dopamin sering kali membuat orang kehilangan logika. Dina memilih Raka padahal hatinya tahu ia mungkin gak akan mendapat kepastian penuh. Raka membuat hidupnya terasa berbeda. Ada letupan-letupan kecil yang membuatnya merasa hidup, meski harus berisiko patah hati.
Kalo ada perempuan mengalami hal seperti Dina, apakah dia harus memilih yang nakal dibanding yang alim? Sebelum memutuskan, mungkin dia harus mempertimbangkan hal ini:
Cowok nakal lebih attractive untuk fase jatuh cinta awal karena menghadirkan excitement. Cowok alim lebih attractive untuk fase hubungan jangka panjang karena menghadirkan rasa aman.
#INISIATIF #TGIF
oleh: Budiman Hakim
Sudah lama sekali Fikri menaruh hati pada Dina. Cowok alim dari kelas sebelah itu tak pernah lelah menyapa Dina dengan senyum ramah. Mengingatkan untuk makan tepat waktu. Bahkan membawakan buku catatan saat Dina sakit. Malang bagi Fikri, Dina sama sekali gak tertarik dengan semua perhatian itu.
Dina jauh lebih tertarik pada Raka. Sayangnya, Raka terlalu cuek untuk didekati. Cowok yang selalu tampil urakan itu sangat sulit ditebak. Kadang muncul tiba-tiba, ngajak kabur naik motor tengah malam. Kadang hilang tanpa kabar. Ada sesuatu pada Raka yang membuatnya bergetar. Sesuatu yang tak bisa ia temukan pada lelaki lain.
Apa yang terjadi pada Dina pasti familiar di kepala kita semua. Peristiwa ini sering terjadi di jaman kita sekolah dulu. Saking seringnya terjadi, sampe ada pemahaman bahwa cowok nakal jauh lebih menarik buat perempuan. Padahal itu pemahaman yang salah kaprah. Yang membuat Dina terpikat pada Raka adalah sesuatu yang jauh lebih dalam, yaitu apa yang disebut: anomali.
Anomali adalah sebuah kondisi yang keluar dari pola umum yang membuat hidup bergairah kembali. Sebuah energi yang gak bisa ditebak namun memberi sensasi baru dalam menjalani hidup. Di jaman sekolah dulu, tokoh anomali bisa muncul dalam berbagai bentuk.
Misalnya pelajar yang jago basket. Pencinta alam yang menghabiskan week end-nya dari gunung ke gunung. Pemusik yang sering manggung. Atau Si Pintar yang sering ikut olimpiade matematika. Dan terakhir, dalam diri seorang cowok nakal yang berani melanggar aturan demi sesuatu yang membuatnya merasa hidup.
Dari pemaparan di atas, tampak jelas bahwa kenakalan hanya salah satu faktor dari sekian banyak anomali yang ada. Jadi pemahaman bahwa cewek lebih suka sama cowok nakal, gak sepenuhnya benar.
Dalam ranah neurosains, ketertarikan terhadap anomali itu bukan kebetulan. Otak manusia memiliki sistem reward yang sangat sensitif terhadap novelty: hal-hal baru dan gak ketebak. Saat berhadapan dengan sesuatu yang anomali, bagian otak seperti nucleus accumbens dan ventral tegmental area akan aktif dan melepaskan dopamin.
Dopamin bukan sekadar membuat kita merasa senang, tetapi memicu rasa penasaran, keterikatan emosional, dan sensasi ingin terus mencari tahu. Itulah kenapa perempuan seperti Dina bisa tergila-gila pada Raka. Dia selalu menemukan excitement pada cowok urakan tersebut.
Bagaimana dengan Fikri? Cowok alim ini hidupnya terlalu tertib dan mudah ditebak. Setiap langkahnya lurus dan pasti. Ia membawa ketenangan, tapi miskin kejutan. Rendahnya novelty membuat stimulasi dopamin berkurang, sehingga sensasi gairah dan keterikatan emosional pun melemah. Itulah sebabnya cowok alim lebih memberi rasa aman, bukan excitement.
Pengaruh dopamin sering kali membuat orang kehilangan logika. Dina memilih Raka padahal hatinya tahu ia mungkin gak akan mendapat kepastian penuh. Raka membuat hidupnya terasa berbeda. Ada letupan-letupan kecil yang membuatnya merasa hidup, meski harus berisiko patah hati.
Kalo ada perempuan mengalami hal seperti Dina, apakah dia harus memilih yang nakal dibanding yang alim? Sebelum memutuskan, mungkin dia harus mempertimbangkan hal ini:
Cowok nakal lebih attractive untuk fase jatuh cinta awal karena menghadirkan excitement. Cowok alim lebih attractive untuk fase hubungan jangka panjang karena menghadirkan rasa aman.
Gmn pandangan atau pengalaman Ibu-ibu Sobat ATE, valid gak nih tulisan di atas? yuk sharing๐ค
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Bukan cuma soal layanan kesehatan, tapi juga impact buat masa depan ๐ฑ
BPJS Kesehatan menerapkan prinsip ESG. Apaan tuh? yuk mari kita kepoin di sini
https://www.instagram.com/p/DP5IGAPiTWc/?igsh=azR1M2dqdXJieWt5
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
BPJS Kesehatan menerapkan prinsip ESG. Apaan tuh? yuk mari kita kepoin di sini
https://www.instagram.com/p/DP5IGAPiTWc/?igsh=azR1M2dqdXJieWt5
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
YAKINLAH, KEBAIKAN SELALU KEMBALI ๐
Oleh: Dedi Priadi
Ini kisah nyata. Kejadiannya bulan lalu menimpa seorang Kawan.
Kawan saya bercerita, suatu hari ia dalam keadaan terdesak: harus menyiapkan dana 100 Milyar dalam tiga hari!๐ฒ ๐ฅ
Uang 100 Milyar itu dibutuhkan untuk menyuntik modal bisnis perusahaanya. Jika tidak tersedia dalam tiga hari, bisnis jasa keuangan Kawan yang dalam dua tahun ini menjamur senusantara dinyatakan illegal!
Dalam kegalauan yang dalam, tiba-tiba Kawan saya teringat seorang tokoh, atau lebih tepatnya pengusaha kakap dalam bisnis jasa keuangan sejenis. Kawan itu lalu nge-๐ธ๐ฉ๐ข๐ต๐ด๐ข๐ฑ๐ฑ pengusaha kakap ini. Ia ceritakan masalahnya. ๐๐ข๐ฅ๐ข๐ณ๐ถ๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ, tanpa diduga, pengusaha itu merespon positif pesan ๐ธ๐ฉ๐ข๐ต๐ด๐ข๐ฑ๐ฑ Kawan saya itu dengan cepat.
Besoknya, sang pengusaha terbang ke kota tempat Kawan saya tinggal. Pengusaha itu datang bersama tim auditnya. Dalam selang waktu tak lama, kesepakatan tercapai. Si pengusaha sepakat untuk menangani masalah kekurangan modal 100 Milyar.
Keesokan harinya, mereka berdua terbang ke Jakarta. Bareng-bareng datang ke salah satu kantor Pemerintah, dan menyelesaikan permasalahan kurangnya modal kerja itu dengan cepat.
โ๐๐ช๐ณ๐ช๐ฅ๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข, Mas?,โ tanya saya spontan kepada Kawan ketika pertama kali mendengar cerita ini.
โAh nggak ada, Mas Dedi,โ kilah Kawan saya itu,
โTapi ada hal menarik, selepas pertemuan โpenting ituโ saya keluar ruangan langsung menangis. Saya menangis karena saya teringat nasib 40 karyawan saya yang sedang saya sekolahkan S2 dan 3 karyawan yang sedang saya sekolahkan S3. Bagaimana nasib sekolah mereka kalau usaha saya ditutup?," lanjut cerita Kawan dengan nada sedih.๐ฅฒ ๐ฅฒ ๐ฅฒ
โ๐๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ณ๐ข๐ฉ๐ข๐ด๐ช๐ข๐ฏ๐บ๐ข! ๐๐ฆ๐ฅ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐๐ข๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ธ๐ข๐ด๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข,โ tukas saya spontan.
Lalu saya bercerita kepada Kawan bagaimana Rasulullah ๏ทบ sangat menghargai karakter orang yang dermawan.
โDahulu, ada tawanan perang di zaman Rasulullah yang beliau bebaskan dikarenakan tawanan itu bercerita tentang kedermawanan dan kebaikan akhlak ayahnya --Hatim Al-Thaโi-- kepada Rasulullah. Selepas Rasulullah mendengar cerita kedermawanan Hatim Al-Thaโi, beliau lalu bersabda โ๐๐ฆ๐ฃ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ข, ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ข๐บ๐ข๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ช ๐ฃ๐ถ๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ช๐ข.โ
๐๐ช๐ฏ๐ฅ๐ฏ๐ฆ๐ด๐ด ๐ข๐ญ๐ธ๐ข๐บ๐ด ๐ณ๐ฆ๐ต๐ถ๐ณ๐ฏ๐ด. Kebaikan selalu akan kembali, tidak selalu dari orang yang Anda bantu, tetapi dari alam semesta itu sendiri, seringkali dalam bentuk yang paling Anda butuhkan.
Ibarat bumerang, setiap kebaikan yang dilepaskan terjamin akan kembali ke titik asal dengan membawa berkah yang berlipat ganda.๐ค ๐คฒ
#INISIATIF
Oleh: Dedi Priadi
Ini kisah nyata. Kejadiannya bulan lalu menimpa seorang Kawan.
Kawan saya bercerita, suatu hari ia dalam keadaan terdesak: harus menyiapkan dana 100 Milyar dalam tiga hari!
Uang 100 Milyar itu dibutuhkan untuk menyuntik modal bisnis perusahaanya. Jika tidak tersedia dalam tiga hari, bisnis jasa keuangan Kawan yang dalam dua tahun ini menjamur senusantara dinyatakan illegal!
Dalam kegalauan yang dalam, tiba-tiba Kawan saya teringat seorang tokoh, atau lebih tepatnya pengusaha kakap dalam bisnis jasa keuangan sejenis. Kawan itu lalu nge-๐ธ๐ฉ๐ข๐ต๐ด๐ข๐ฑ๐ฑ pengusaha kakap ini. Ia ceritakan masalahnya. ๐๐ข๐ฅ๐ข๐ณ๐ถ๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ, tanpa diduga, pengusaha itu merespon positif pesan ๐ธ๐ฉ๐ข๐ต๐ด๐ข๐ฑ๐ฑ Kawan saya itu dengan cepat.
Besoknya, sang pengusaha terbang ke kota tempat Kawan saya tinggal. Pengusaha itu datang bersama tim auditnya. Dalam selang waktu tak lama, kesepakatan tercapai. Si pengusaha sepakat untuk menangani masalah kekurangan modal 100 Milyar.
Keesokan harinya, mereka berdua terbang ke Jakarta. Bareng-bareng datang ke salah satu kantor Pemerintah, dan menyelesaikan permasalahan kurangnya modal kerja itu dengan cepat.
โ๐๐ช๐ณ๐ช๐ฅ๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข, Mas?,โ tanya saya spontan kepada Kawan ketika pertama kali mendengar cerita ini.
โAh nggak ada, Mas Dedi,โ kilah Kawan saya itu,
โTapi ada hal menarik, selepas pertemuan โpenting ituโ saya keluar ruangan langsung menangis. Saya menangis karena saya teringat nasib 40 karyawan saya yang sedang saya sekolahkan S2 dan 3 karyawan yang sedang saya sekolahkan S3. Bagaimana nasib sekolah mereka kalau usaha saya ditutup?," lanjut cerita Kawan dengan nada sedih.
โ๐๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ณ๐ข๐ฉ๐ข๐ด๐ช๐ข๐ฏ๐บ๐ข! ๐๐ฆ๐ฅ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐๐ข๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ธ๐ข๐ด๐ช๐ญ๐ข๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข,โ tukas saya spontan.
Lalu saya bercerita kepada Kawan bagaimana Rasulullah ๏ทบ sangat menghargai karakter orang yang dermawan.
โDahulu, ada tawanan perang di zaman Rasulullah yang beliau bebaskan dikarenakan tawanan itu bercerita tentang kedermawanan dan kebaikan akhlak ayahnya --Hatim Al-Thaโi-- kepada Rasulullah. Selepas Rasulullah mendengar cerita kedermawanan Hatim Al-Thaโi, beliau lalu bersabda โ๐๐ฆ๐ฃ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ข, ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ข๐บ๐ข๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ช ๐ฃ๐ถ๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ช๐ข.โ
๐๐ช๐ฏ๐ฅ๐ฏ๐ฆ๐ด๐ด ๐ข๐ญ๐ธ๐ข๐บ๐ด ๐ณ๐ฆ๐ต๐ถ๐ณ๐ฏ๐ด. Kebaikan selalu akan kembali, tidak selalu dari orang yang Anda bantu, tetapi dari alam semesta itu sendiri, seringkali dalam bentuk yang paling Anda butuhkan.
Ibarat bumerang, setiap kebaikan yang dilepaskan terjamin akan kembali ke titik asal dengan membawa berkah yang berlipat ganda.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ฅ3
Di mana pun bertugas, semangat pelayanan kami tetap sama! ๐ฎ๐ฉ
Karena rindu tak pernah jadi alasan untuk berhenti melayani, justru jadi sumber energi untuk terus bergerak.๐ฅ
Cek selengkapnya di sini
https://www.instagram.com/p/DQBvA2BCXHO/?igsh=OW43Zjhyc2p6eTMz
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Karena rindu tak pernah jadi alasan untuk berhenti melayani, justru jadi sumber energi untuk terus bergerak.
Cek selengkapnya di sini
https://www.instagram.com/p/DQBvA2BCXHO/?igsh=OW43Zjhyc2p6eTMz
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2๐1
Oleh: Suluk Salik
Kalimat itu menegaskan satu kebenaran sederhana tapi sering kita hindari: segala hasil punya harga. Karakter yang kuat โketeguhan, disiplin, integritas, ketahananโtidak tumbuh dari kenyamanan. Ia dibentuk oleh latihan, pengorbanan, kegagalan yang dipelajari, dan pilihan berulang untuk melakukan hal yang benar meski mudahnya adalah mengambil jalan pintas.
Secara praktis ini berarti ada opportunity cost: waktu, kenyamanan, dan kesenangan sesaat yang kau korbankan untuk membentuk kebiasaan yang membawamu ke kedewasaan. Atlet yang tangguh menolak pesta demi latihan; pemimpin yang bertanggung jawab menanggung keputusan sulit yang membuatnya sepi dipuji; orang berakhlak menahan godaan yang merusak relasi demi martabat jangka panjang. Bila kau memilih hidup yang โmudahโ sepanjang waktu, kemungkinan besar kau juga memilih agar banyak kesempatan pendewasaan berlalu tanpa diambil.
Tapi penting juga membedakan dua jenis kesulitan. Ada penderitaan konstruktif โlatihan yang meningkatkan kapasitas, ujian yang mengajarkan kearifanโdan ada penderitaan sia-sia yang merusak tanpa memberi pelajaran (eksploitasi, trauma yang berkepanjangan, atau kebiasaan merugikan). Bijak berarti memilih tantangan yang sehat: yang menumbuhkanmu, bukan yang menghancurkanmu. Itu juga berarti merencanakan pengorbanan secara sadar, bukan sekadar mengagungkan kerasnya hidup sebagai tujuan tanpa arah.
Jadi pilihan ada di tanganmu: apakah hari ini kau ingin merasa nyaman dan aman sekarang, atau menanam disiplin yang membuatmu kuat di kemudian hari? Keduanya sah โasal kau menyadari konsekuensinya. Lebih jujur lagi, tanya diri: nilai apa yang pantas kau korbankan kenyamanannya demi menjadi orang yang ingin kau lihat di cermin lima tahun ke depan?
#INISIATIF
Kalimat itu menegaskan satu kebenaran sederhana tapi sering kita hindari: segala hasil punya harga. Karakter yang kuat โketeguhan, disiplin, integritas, ketahananโtidak tumbuh dari kenyamanan. Ia dibentuk oleh latihan, pengorbanan, kegagalan yang dipelajari, dan pilihan berulang untuk melakukan hal yang benar meski mudahnya adalah mengambil jalan pintas.
Secara praktis ini berarti ada opportunity cost: waktu, kenyamanan, dan kesenangan sesaat yang kau korbankan untuk membentuk kebiasaan yang membawamu ke kedewasaan. Atlet yang tangguh menolak pesta demi latihan; pemimpin yang bertanggung jawab menanggung keputusan sulit yang membuatnya sepi dipuji; orang berakhlak menahan godaan yang merusak relasi demi martabat jangka panjang. Bila kau memilih hidup yang โmudahโ sepanjang waktu, kemungkinan besar kau juga memilih agar banyak kesempatan pendewasaan berlalu tanpa diambil.
Tapi penting juga membedakan dua jenis kesulitan. Ada penderitaan konstruktif โlatihan yang meningkatkan kapasitas, ujian yang mengajarkan kearifanโdan ada penderitaan sia-sia yang merusak tanpa memberi pelajaran (eksploitasi, trauma yang berkepanjangan, atau kebiasaan merugikan). Bijak berarti memilih tantangan yang sehat: yang menumbuhkanmu, bukan yang menghancurkanmu. Itu juga berarti merencanakan pengorbanan secara sadar, bukan sekadar mengagungkan kerasnya hidup sebagai tujuan tanpa arah.
Jadi pilihan ada di tanganmu: apakah hari ini kau ingin merasa nyaman dan aman sekarang, atau menanam disiplin yang membuatmu kuat di kemudian hari? Keduanya sah โasal kau menyadari konsekuensinya. Lebih jujur lagi, tanya diri: nilai apa yang pantas kau korbankan kenyamanannya demi menjadi orang yang ingin kau lihat di cermin lima tahun ke depan?
#INISIATIF
๐1๐ข1
oleh: Dedi Priadi
Penyakit hati yang paling halus dan berbahaya adalah iri hati. Iri hati membakar kebaikan, layaknya api menghancur-leburkan kayu bakar.
Tanpa sadar, iri hati menciptakan ilusi optik pada hati dan pikiran Anda. Anda menjadi lebih sering melihat rumput tetangga tampak lebih hijau dari milik Anda sendiri.
Mengapa Anda mudah tertipu? Karena Anda tahu pasti setiap lubang dan kekurangan di halaman Anda. Sementara itu, Anda hanya melihat hasil yang indah dari kejauhan, tanpa tahu seberapa telaten tetangga Anda menyiram rumputnya.
Anda sering membandingkan realitas Anda yang penuh perjuangan dengan citra sempurna yang orang lain tampakkan di media sosial. Standar kebahagiaan pun jadi tidak realistis. Anda merasa kurang bahagia karena terus mengejar fatamorgana.
Ingatlah, kebahagiaan di tempat lain hanya bersifat sementara. Apapun yang baru, kelak akan menjadi biasa. Lahan yang Anda idamkan pun, jika sudah dimiliki, pasti akan memiliki kekurangan tersembunyi.
Jalan keluar dari jerat ini adalah dengan mengubah arah pandang. Hentikan kebiasaan mencari hal yang hilang, dan mulailah menghargai hal-hal baik yang sudah Anda miliki saat ini.
Bukan tentang mencari yang sempurna, tetapi tentang memanfaatkan dan mensyukuri nikmat yang ada. Berhenti melihat ke atas pagar. Fokuslah pada potensi diri yang bisa Anda kembangkan sekarang.
Kedamaian sejati tidak ditemukan di lahan orang lain. Kedamaian sejati tumbuh dari tangan Anda sendiri, dari ketulusan usaha dan perhatian penuh Anda pada hidup ini.
Jauhi sikap iri hati. Sibuklah merawat rumput Anda sendiri sehingga Anda tidak punya waktu untuk memperhatikan apakah rumput orang lain lebih hijau. Terus siangi dan rasakan keindahan rumput yang tumbuh karena siraman air Anda sendiri.
#INISIATIF
Penyakit hati yang paling halus dan berbahaya adalah iri hati. Iri hati membakar kebaikan, layaknya api menghancur-leburkan kayu bakar.
Tanpa sadar, iri hati menciptakan ilusi optik pada hati dan pikiran Anda. Anda menjadi lebih sering melihat rumput tetangga tampak lebih hijau dari milik Anda sendiri.
Mengapa Anda mudah tertipu? Karena Anda tahu pasti setiap lubang dan kekurangan di halaman Anda. Sementara itu, Anda hanya melihat hasil yang indah dari kejauhan, tanpa tahu seberapa telaten tetangga Anda menyiram rumputnya.
Anda sering membandingkan realitas Anda yang penuh perjuangan dengan citra sempurna yang orang lain tampakkan di media sosial. Standar kebahagiaan pun jadi tidak realistis. Anda merasa kurang bahagia karena terus mengejar fatamorgana.
Ingatlah, kebahagiaan di tempat lain hanya bersifat sementara. Apapun yang baru, kelak akan menjadi biasa. Lahan yang Anda idamkan pun, jika sudah dimiliki, pasti akan memiliki kekurangan tersembunyi.
Jalan keluar dari jerat ini adalah dengan mengubah arah pandang. Hentikan kebiasaan mencari hal yang hilang, dan mulailah menghargai hal-hal baik yang sudah Anda miliki saat ini.
Bukan tentang mencari yang sempurna, tetapi tentang memanfaatkan dan mensyukuri nikmat yang ada. Berhenti melihat ke atas pagar. Fokuslah pada potensi diri yang bisa Anda kembangkan sekarang.
Kedamaian sejati tidak ditemukan di lahan orang lain. Kedamaian sejati tumbuh dari tangan Anda sendiri, dari ketulusan usaha dan perhatian penuh Anda pada hidup ini.
Jauhi sikap iri hati. Sibuklah merawat rumput Anda sendiri sehingga Anda tidak punya waktu untuk memperhatikan apakah rumput orang lain lebih hijau. Terus siangi dan rasakan keindahan rumput yang tumbuh karena siraman air Anda sendiri.
#INISIATIF
โค3๐3๐1
Jauh dari hiruk pikuk kota, di antara sungai dan perbukitan Mahakam Ulu, Duta BPJS Kesehatan tetap hadir membawa semangat, senyum, dan tanggung jawab besar untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik. ๐ฒ๐จ
Karena bagi mereka, pengabdian nggak butuh sorotan, cukup niat dan langkah nyata.
Cek perjuangannya di sini
https://www.instagram.com/reel/DQGSEK7CZD5/?igsh=N2J0YmY0bWdxeTBp
Karena bagi mereka, pengabdian nggak butuh sorotan, cukup niat dan langkah nyata.
Cek perjuangannya di sini
https://www.instagram.com/reel/DQGSEK7CZD5/?igsh=N2J0YmY0bWdxeTBp
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ฅ4
KEISTIMEWAAN MEMILIKI BANYAK TEMAN ๐ค
Oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi!
Self-reminder...
Bahwa memiliki lebih banyak teman akan membuat kita menjadi lebih cerdas.
Di buku Humankind (Rutger Bregman) ini dijelaskan bahwa kita manusia (baca: Homo Sapiens) pernah hidup bersama-sama menghuni muka bumi ini dalam kurun waktu yang lama dengan spesies manusia purba Homo Neanderthals yang (menurut para ahli) memiliki volume otak lebih besar sehingga secara teori seharusnya lebih cerdas daripada kita.
Namun pada kenyataannya Neanderthals akhirnya punah lebih dulu, sementara kita bertahan hingga hari ini.๐ฑ
Lalu apa sih keistimewaan kita dibandingkan Neanderthals? Bagaimana mungkin spesies yang memiliki keunggulan biologis lebih tinggi dari kita bisa "kalah" dan hilang dari peradaban?
Salah satu paragraf di buku ini menganalogikannya seperti ini:
Ternyata dengan volume otak kita yang lebih kecil, kita bisa bertahan di bumi ini dengan cara saling terhubung satu sama lain.
Hubungan sosial yang kita bangun dengan orang lain ternyata menguatkan ikatan kita dan membuat kita lebih cerdas, sehingga eksistensi manusia di bumi bisa lebih lama dan membawa keuntungan secara evolusioner.
Jadi, sudahkah kita memiliki banyak teman?
Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?
Have a nice and wonderful day! โค๏ธ
#INISIATIF
Oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi!
Self-reminder...
Bahwa memiliki lebih banyak teman akan membuat kita menjadi lebih cerdas.
Di buku Humankind (Rutger Bregman) ini dijelaskan bahwa kita manusia (baca: Homo Sapiens) pernah hidup bersama-sama menghuni muka bumi ini dalam kurun waktu yang lama dengan spesies manusia purba Homo Neanderthals yang (menurut para ahli) memiliki volume otak lebih besar sehingga secara teori seharusnya lebih cerdas daripada kita.
Namun pada kenyataannya Neanderthals akhirnya punah lebih dulu, sementara kita bertahan hingga hari ini.
Lalu apa sih keistimewaan kita dibandingkan Neanderthals? Bagaimana mungkin spesies yang memiliki keunggulan biologis lebih tinggi dari kita bisa "kalah" dan hilang dari peradaban?
Salah satu paragraf di buku ini menganalogikannya seperti ini:
"If Neanderthals were a super-fast computer, we were an old-fashioned PC... with wi-fi. We were slower, but better connected." (Jika Neanderthal adalah komputer super cepat, kita adalah PC kuno... dengan Wi-Fi. Kita memang lebih lambat, tetapi koneksinya lebih baik.)
Ternyata dengan volume otak kita yang lebih kecil, kita bisa bertahan di bumi ini dengan cara saling terhubung satu sama lain.
Hubungan sosial yang kita bangun dengan orang lain ternyata menguatkan ikatan kita dan membuat kita lebih cerdas, sehingga eksistensi manusia di bumi bisa lebih lama dan membawa keuntungan secara evolusioner.
Jadi, sudahkah kita memiliki banyak teman?
Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?
Have a nice and wonderful day! โค๏ธ
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Oleh: Dedi Priadi
Saat kita memaafkan, kita membuka pintu empati, bukan hanya untuk orang lain, tapi juga untuk diri kita,atas rasa sakit yang kita pikul.
Saat kita memaafkan, kita membuat hubungan menjadi lebih baik dan lebih sehat. Memaafkan bukan berarti melupakan atau membenarkan apa yang terjadi.
Saat kita memaafkan, kita menerima situasi apa adanya. Dengan begitu, kejadian itu tidak lagi memiliki kendali atas diri kita dan hidup kita.
Saat kita memaafkan, tubuh dan pikiran kita berterima kasih. Kesehatan mental kita meningkat, sistem imun menguat, dan tekanan darah menurun.
Saat kita memaafkan, beban stres dan kecemasan perlahan terangkat. Kita merasa lebih ringan dan bisa bernapas lega.
Saat kita memaafkan, kita membantu diri sendiri menemukan kedamaian batin. Kita bisa melepaskan masa lalu dan melangkah maju dalam hidup, tanpa beban.
Memaafkan adalah keputusan berani untuk merebut kembali kedamaian kita dari siapa pun yang mencoba mencurinya dari kita.
#INISIATIF #TGIF
Saat kita memaafkan, kita membuka pintu empati, bukan hanya untuk orang lain, tapi juga untuk diri kita,atas rasa sakit yang kita pikul.
Saat kita memaafkan, kita membuat hubungan menjadi lebih baik dan lebih sehat. Memaafkan bukan berarti melupakan atau membenarkan apa yang terjadi.
Saat kita memaafkan, kita menerima situasi apa adanya. Dengan begitu, kejadian itu tidak lagi memiliki kendali atas diri kita dan hidup kita.
Saat kita memaafkan, tubuh dan pikiran kita berterima kasih. Kesehatan mental kita meningkat, sistem imun menguat, dan tekanan darah menurun.
Saat kita memaafkan, beban stres dan kecemasan perlahan terangkat. Kita merasa lebih ringan dan bisa bernapas lega.
Saat kita memaafkan, kita membantu diri sendiri menemukan kedamaian batin. Kita bisa melepaskan masa lalu dan melangkah maju dalam hidup, tanpa beban.
Memaafkan adalah keputusan berani untuk merebut kembali kedamaian kita dari siapa pun yang mencoba mencurinya dari kita.
#INISIATIF #TGIF
โก1
Teman-teman Relationship Officer (RO) mana suaranya? ๐ค ๐ฒ๐จ
Mereka selalu bawa semangat bahwa โSetiap pekerja dan anggota keluarganya harus terlindungi.โ๐
https://www.instagram.com/p/DQLIk-KiYRD/?igsh=MTF2cWV1dXBqaDJqdQ==
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Mereka selalu bawa semangat bahwa โSetiap pekerja dan anggota keluarganya harus terlindungi.โ
https://www.instagram.com/p/DQLIk-KiYRD/?igsh=MTF2cWV1dXBqaDJqdQ==
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค5
KEBANGGAAN BERSAMA ๐ฒ๐จ
Kadang, inspirasi datang bukan dari kata-kata... tapi dari teladan yang nyata.๐
Terima kasih, Bapak Dirum Andi Afdal, atas langkah dan dedikasi yang telah menumbuhkan semangat belajar dan kolaborasi di keluarga besar BPJS Kesehatan. Melalui semangat Bapak, Community of Interest termasuk kami di COMMIT Ask The Experts (ATE) kini bisa tumbuh menjadi ruang belajar, berbagi, dan berkomunikasi bersama. Bapak telah menyalakan api kolaborasi yang akan terus kami jaga.๐ฅ
#INISIATIF #funandmeaningful
Kadang, inspirasi datang bukan dari kata-kata... tapi dari teladan yang nyata.
Terima kasih, Bapak Dirum Andi Afdal, atas langkah dan dedikasi yang telah menumbuhkan semangat belajar dan kolaborasi di keluarga besar BPJS Kesehatan. Melalui semangat Bapak, Community of Interest termasuk kami di COMMIT Ask The Experts (ATE) kini bisa tumbuh menjadi ruang belajar, berbagi, dan berkomunikasi bersama. Bapak telah menyalakan api kolaborasi yang akan terus kami jaga.
Yuk, rekan-rekan Sobat ATE selindo, mari tulis doa dan kesan terbaik kita untuk Bapak Dirum di kolom komentar. Klik disini๐ค
#INISIATIF #funandmeaningful
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐5
Forwarded from BPJS Kesehatan Chess Club (BKC)
INFO PODIUM ๐
Selamat dan Sukses untuk rekan kita Kk @ginasyaada (RO KC Cibinong) yang keluar sebagai Juara 1 Catur Kategori Wanita Terbaik Umum Non Master dalam Turnamen Catur AGRICHESS 2025 yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor pada 25 Oktober 2025. Terus gemakan Semangat INISIATIF ke penjuru Negeri ๐ฒ๐จ๐
INISIATIF
Selamat dan Sukses untuk rekan kita Kk @ginasyaada (RO KC Cibinong) yang keluar sebagai Juara 1 Catur Kategori Wanita Terbaik Umum Non Master dalam Turnamen Catur AGRICHESS 2025 yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor pada 25 Oktober 2025. Terus gemakan Semangat INISIATIF ke penjuru Negeri ๐ฒ๐จ
INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐8
Oleh: Dedi Priadi
Seperti keimanan kita yang kembang dan kempis, alur kehidupan kita pun demikian: naik dan turun, selalu ada riak, dan tidak pernah datar.
Kebanyakan kita terbuai mengejar ilusi kebahagiaan yang konstan, garis lurus tanpa goncangan. Realitanya, alur kehidupan bergerak ibarat sungai yang mengalir, memunculkan jeram, riak, bahkan gelombang yang justru menguatkan makna kehidupan.
Mari kita cermati perjalanan ini dengan seksama: awalnya kita menikmati momentum puncak (๐ธ๐ข๐ณ๐ฏ๐ข ๐ฉ๐ช๐ซ๐ข๐ถ) โpenuh sukacita, keberhasilan, dan harapan. Lalu diikuti oleh penurunan (๐ธ๐ข๐ณ๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉ) yang wajar, fase alami yang menyiapkan kita untuk lompatan berikutnya.
Lembah-lembah iniโmasa-masa tantangan, kerugian, atau kesedihanโadalah tempat kita paling banyak belajar. Keadaan ini bukan kehampaan, tetapi ruang tempaan yang menguji dan menguatkan batin kita.
Dari kedalaman itu, kita akan menemukan energi baru. Kurva pasti akan menanjak lagi, dan kita akan mendapati diri lebih tabah, lebih bijaksana, dan lebih menghargai setiap anugerah kecil yang Tuhan berikan.
Inilah rahasia keseimbangan hidup: menerima bahwa hidup terdiri dari ayunan antara terang dan gelap. Keragaman emosi inilah yang menjadikan kisah kita kaya dan bermakna.
Dengan pandangan ini, masa-masa sulit hanyalah persinggahan sementara. Periode ini adalah jeda penting untuk perenungan, yang akan menyiapkan kita untuk momentum baru dan pemahaman diri yang lebih mendalam.
Peluklah setiap gelombang, anggap kesulitan sebagai guru. Fokuslah pada arah jangka panjang kita.
Karena sungguh, hidup yang baik pada akhirnya bukan tentang menghindari rasa sakit atau menjaga kurva tetap tinggi. Melainkan tentang keberanian untuk bangkit setelah berkali-kali terjatuh, dan terus bergerak maju menuju akhir yang baik dalam keadaan jiwa yang tenang dan diridhoi.
#INISIATIF
Seperti keimanan kita yang kembang dan kempis, alur kehidupan kita pun demikian: naik dan turun, selalu ada riak, dan tidak pernah datar.
Kebanyakan kita terbuai mengejar ilusi kebahagiaan yang konstan, garis lurus tanpa goncangan. Realitanya, alur kehidupan bergerak ibarat sungai yang mengalir, memunculkan jeram, riak, bahkan gelombang yang justru menguatkan makna kehidupan.
Mari kita cermati perjalanan ini dengan seksama: awalnya kita menikmati momentum puncak (๐ธ๐ข๐ณ๐ฏ๐ข ๐ฉ๐ช๐ซ๐ข๐ถ) โpenuh sukacita, keberhasilan, dan harapan. Lalu diikuti oleh penurunan (๐ธ๐ข๐ณ๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉ) yang wajar, fase alami yang menyiapkan kita untuk lompatan berikutnya.
Lembah-lembah iniโmasa-masa tantangan, kerugian, atau kesedihanโadalah tempat kita paling banyak belajar. Keadaan ini bukan kehampaan, tetapi ruang tempaan yang menguji dan menguatkan batin kita.
Dari kedalaman itu, kita akan menemukan energi baru. Kurva pasti akan menanjak lagi, dan kita akan mendapati diri lebih tabah, lebih bijaksana, dan lebih menghargai setiap anugerah kecil yang Tuhan berikan.
Inilah rahasia keseimbangan hidup: menerima bahwa hidup terdiri dari ayunan antara terang dan gelap. Keragaman emosi inilah yang menjadikan kisah kita kaya dan bermakna.
Dengan pandangan ini, masa-masa sulit hanyalah persinggahan sementara. Periode ini adalah jeda penting untuk perenungan, yang akan menyiapkan kita untuk momentum baru dan pemahaman diri yang lebih mendalam.
Peluklah setiap gelombang, anggap kesulitan sebagai guru. Fokuslah pada arah jangka panjang kita.
Karena sungguh, hidup yang baik pada akhirnya bukan tentang menghindari rasa sakit atau menjaga kurva tetap tinggi. Melainkan tentang keberanian untuk bangkit setelah berkali-kali terjatuh, dan terus bergerak maju menuju akhir yang baik dalam keadaan jiwa yang tenang dan diridhoi.
#INISIATIF
โค3
Di balik senyum Duta BPJS Kesehatan, ada banyak alasan kenapa mereka betah banget kerja di sini โค๏ธ
Yuk kepoin, siapa tahu alasan mereka juga jadi alasan kamu!
https://www.instagram.com/reel/DQS4Ag-CVTV/?igsh=MWN6Mzlsa3VyOXM4bQ==
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Yuk kepoin, siapa tahu alasan mereka juga jadi alasan kamu!
https://www.instagram.com/reel/DQS4Ag-CVTV/?igsh=MWN6Mzlsa3VyOXM4bQ==
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐2โค1
Syukur sebagai Kunci Kebahagiaan ๐
Oleh: Muhammad Ahadun
Pernahkah kamu merasa hidupmu baik-baik saja, tapi entah kenapaโฆ tetap terasa kosong?
Semua berjalan, tapi hati tetap sepi.
Kau punya cukup banyak hal untuk disyukuri, tapi yang muncul justru keluhan kecil yang tak pernah habis.
Aku pun dulu begitu.
Bangun pagi, mengejar banyak hal, merasa kekurangan terus. Sampai suatu hari aku melihat seorang penjual teh di pinggir jalan.
Ia duduk di bawah terik matahari, wajahnya berkeringat, tapi senyum ituโฆ jujur sekali.
Ia menyerahkan segelas teh sambil berkata pelan, โAlhamdulillah, hari ini ramai, Mas.โ
Aku diam cukup lama. Saat itu aku sadar. Mungkin kebahagiaan bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tapi seberapa dalam kita mampu menyadari bahwa hidup ini sudah cukup.
Dalam tasawuf, syukur bukan sekadar ucapan terima kasih, tetapi kesadaran batin bahwa setiap detik adalah anugerah.
Ketika hati benar-benar melihat, tidak ada yang terlalu kecil untuk disyukuri. Bahkan udara yang kita hirup, langkah yang masih bisa kita ambil, adalah keajaiban yang sering terlupakan.
Filsafat Timur mengajarkan bahwa penderitaan sering muncul bukan karena kita kekurangan sesuatu, tapi karena kita gagal melihat betapa banyak yang sudah kita miliki.
Dan di situlah letak rahasia kebahagiaan yang paling sederhana. Syukur mengubah kekurangan menjadi kelimpahan, mengubah kesibukan menjadi ketenangan, dan mengubah hidup biasa menjadi sesuatu yang sakral.
Seperti yang pernah dikatakan Meister Eckhart, seorang mistikus:
โJika satu-satunya doa yang kamu ucapkan dalam hidupmu adalah โTerima kasihโ, itu sudah cukup.โ
Kita tidak perlu menunggu sesuatu yang besar untuk bahagia. Cukup berhenti sejenak, menatap apa yang sudah ada di depan mata,
dan berkata lembut dari hati:
โTerima kasih, Tuhan. Aku sudah cukup.โ
#INISIATIF
Oleh: Muhammad Ahadun
Pernahkah kamu merasa hidupmu baik-baik saja, tapi entah kenapaโฆ tetap terasa kosong?
Semua berjalan, tapi hati tetap sepi.
Kau punya cukup banyak hal untuk disyukuri, tapi yang muncul justru keluhan kecil yang tak pernah habis.
Aku pun dulu begitu.
Bangun pagi, mengejar banyak hal, merasa kekurangan terus. Sampai suatu hari aku melihat seorang penjual teh di pinggir jalan.
Ia duduk di bawah terik matahari, wajahnya berkeringat, tapi senyum ituโฆ jujur sekali.
Ia menyerahkan segelas teh sambil berkata pelan, โAlhamdulillah, hari ini ramai, Mas.โ
Aku diam cukup lama. Saat itu aku sadar. Mungkin kebahagiaan bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tapi seberapa dalam kita mampu menyadari bahwa hidup ini sudah cukup.
Dalam tasawuf, syukur bukan sekadar ucapan terima kasih, tetapi kesadaran batin bahwa setiap detik adalah anugerah.
Ketika hati benar-benar melihat, tidak ada yang terlalu kecil untuk disyukuri. Bahkan udara yang kita hirup, langkah yang masih bisa kita ambil, adalah keajaiban yang sering terlupakan.
Filsafat Timur mengajarkan bahwa penderitaan sering muncul bukan karena kita kekurangan sesuatu, tapi karena kita gagal melihat betapa banyak yang sudah kita miliki.
Dan di situlah letak rahasia kebahagiaan yang paling sederhana. Syukur mengubah kekurangan menjadi kelimpahan, mengubah kesibukan menjadi ketenangan, dan mengubah hidup biasa menjadi sesuatu yang sakral.
Seperti yang pernah dikatakan Meister Eckhart, seorang mistikus:
โJika satu-satunya doa yang kamu ucapkan dalam hidupmu adalah โTerima kasihโ, itu sudah cukup.โ
Kita tidak perlu menunggu sesuatu yang besar untuk bahagia. Cukup berhenti sejenak, menatap apa yang sudah ada di depan mata,
dan berkata lembut dari hati:
โTerima kasih, Tuhan. Aku sudah cukup.โ
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
Bekerja dalam melayani Peserta JKN bukan hanya mencari solusi, tapi juga menanam kebaikan, dalam setiap senyum yang kembali, ada nilai ibadah yang abadi. @randotcom (KC Solok)
Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQWQFRFEtW5/?igsh=MWs4c2xrdmQ1YXZxNw==
Saksikan full videonya:
https://www.instagram.com/reel/DQWQFRFEtW5/?igsh=MWs4c2xrdmQ1YXZxNw==