Ask The Experts
1.81K subscribers
4.73K photos
414 videos
188 files
2.91K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
Forwarded from Anggra YN
Forwarded from Hafid Mahesa
Forwarded from Sucipto Asika
NYALAKAN SEMANGAT INISIATIF DI PALEMBANG ๐Ÿ”ฅ

Walau belum meraih medali, semangat dan dedikasi kalian udah cukup jadi inspirasi buat seluruh pegawai. Karena sejatinya, kebanggaan nggak selalu berbentuk piala, tapi dalam usaha tanpa henti untuk membawa nama baik organisasi tercinta ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ”ฅ

Saksikan full videonya
https://www.instagram.com/reel/DPvrxyGCeaG/?igsh=cHdkNGwwdDZwc2oy

#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
Oleh: Suluksalik

Seringkali manusia mudah melupakan penopang yang pernah menolongnya di masa sulit. Kutipan ini menyindir realitas itu: โ€œPada hari seorang buta bisa melihat, hal pertama yang ia buang adalah tongkat yang telah membantunya seumur hidup.โ€ Ia menggambarkan sifat manusia yang kerap meninggalkan orang, alat, atau keadaan yang dulu sangat berjasa, begitu mereka merasa sudah โ€œcukup kuatโ€ dan tak lagi membutuhkannya.

Tongkat dalam kutipan ini adalah simbol dari segala bentuk pertolongan: sahabat yang menemani di masa kelam, orang tua yang berkorban tanpa pamrih, bahkan pengalaman pahit yang membentuk keteguhan hati. Namun saat keadaan membaik, sering kali semua itu dianggap tidak penting lagi. Di sinilah letak kelemahan manusia: mudah terjebak pada lupa, bahkan kadang berubah menjadi sombong.

Pesan moralnya jelas: jangan pernah menyepelekan hal-hal atau orang-orang yang dulu menopang langkah kita. Rasa syukur sejati adalah ketika kita tidak melupakan akar yang pernah memberi kita kekuatan, meski kini kita merasa sudah bisa โ€œmelihatโ€ atau berjalan sendiri. Ingatlah, tanpa tongkat itu, mungkin kita tidak akan pernah sampai pada titik ini.

#INISIATIF
Tren Evolusi Kepribadian Manusia ๐Ÿš€

Oleh: Dedi Priadi

Membaca tren kepribadian ini seperti membaca raut kecemasan manusia. Pergeseran nilai dan perilaku dasar manusia telah berevolusi menuju titik yang mengkhawatirkan.

Generasi tua kita cenderung mewariskan tanggung jawab dan ketekunan (conscientiousness), generasi sekarang cenderung meremehkan komitmen dan disiplin kerja.

Generasi tua kita cenderung lebih toleran terhadap tekanan, merespon masalah lebih sabar dan tabah, generasi sekarang cenderung merespon masalah secara konfrontatif, frustatif, meledak-ledak, dan depresif (neurotics).

Generasi tua kita cenderung lebih ramah dan memaknai dalam hubungan sosial mereka (agreeable), generasi sekarang terlihat lebih sinis, kurang peduli, dan kurang mau berkompromi.

Tren evolusioner kepribadian manusia sekarang menjadi lonceng perhatian kita bersama.

Tren evolusioner kepribadian ini bukan sekadar deretan angka, melainkan cermin yang menakutkan tentang jiwa generasi yang sedang kita asuh. Ia adalah sebuah jeritan senyap yang menuntut kita, para orang tua, untuk bangkit.

Lebih dari sekadar memberi makan dan papan, tugas kita kini adalah menanamkan kembali kompas moral yang bergeser: mengajarkan ketekunan bukan hanya sebagai etos kerja, melainkan sebagai fondasi martabat diri; menumbuhkan empati bukan hanya sebagai sopan santun, melainkan sebagai perekat kemanusiaan yang terancam retak; dan membimbing mereka melewati badai kecemasan bukan dengan solusi instan, melainkan dengan ketahanan batin yang kokoh.

Masa depan bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan, melainkan oleh ketangguhan karakter yang kita wariskanโ€”sebuah warisan yang jauh lebih berharga dari harta apapun.

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Empat tim terbaik BPJS Kesehatan siap melangkah menuju Grand Final OCCUR 2025, ajang yang menantang kemampuan analisis, ketelitian, dan kolaborasi terbaik para coder dan reviewer unggulan.

Mereka telah melewati proses panjang, seleksi ketat hingga bisa sampai ke tahap ini, membuktikan diri sebagai yang terbaik di bidangnya. Kini, panggung final menanti untuk jadi saksi karya dan prestasi mereka. ๐Ÿ†

Yuk kenalan dengan para finalis dan jangan lupa beri dukungan untuk para finalis jagoanmu di OCCUR 2025 ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

https://www.instagram.com/p/DPzzEBFkvDl/?igsh=MXBnZDc4bGljamZucQ==

#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN #OCCUR2025
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ”ฅ4โšก1
Kenalan dengan Grand Finalis Kepwil II ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ†

Jangan lupa beri dukungan dan semangatmu di sini
https://www.instagram.com/p/DPzzEBFkvDl/?igsh=MXBnZDc4bGljamZucQ==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ”ฅ2โค1
Kenalan dengan Grand Finalis Kepwil IV ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ†

Jangan lupa beri dukungan dan semangatmu di sini
https://www.instagram.com/p/DPzzEBFkvDl/?igsh=MXBnZDc4bGljamZucQ==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ”ฅ3โšก1
Kenalan dengan Grand Finalis Kepwil VI ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ†

Jangan lupa beri dukungan dan semangatmu di sini
https://www.instagram.com/p/DPzzEBFkvDl/?igsh=MXBnZDc4bGljamZucQ==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โšก3
Kenalan dengan Grand Finalis Kepwil VII ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ†

Jangan lupa beri dukungan dan semangatmu di sini
https://www.instagram.com/p/DPzzEBFkvDl/?igsh=MXBnZDc4bGljamZucQ==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โšก2๐Ÿ”ฅ2
STAY HUMBLE ๐Ÿ˜‡

Oleh: Dedi Priadi

Perjalanan transformatif buah pisang, dari kulit berwarna kuning cerah hingga melunak lalu membusuk, adalah cermin sempurna bagi perkembangan batin kita. Amati siklus ini untuk membimbing diri kita menuju kerendahan hati.

๐˜’๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ melambangkan puncak kepercayaan diri dan kemampuan Anda. Jiwa yang rendah hati menggunakan kekuatan ini untuk melayani dan memberi manfaat seluas mungkin, bukan untuk menuntut pujian atau mendominasi orang lain.

Lalu muncul ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ-๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ต. Bintik-bintik cokelat bukan pertanda kegagalan, melainkan pelajaran keras yang diberikan oleh kehidupan. Hati yang rendah hati melihatnya sebagai data untuk perbaikan, bukan sebagai sumber rasa malu atau penyesalan.

Ketika sisi-sisi mulai ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ต, kemanisan batin Anda semakin terasa. Nilai sejati Anda bergeser dari sekadar penampilan luar menuju kedalaman dan kebijaksanaan yang Anda peroleh.

Fase matang meminta Anda melepaskan kekakuan pikiran Anda. Jadikan diri Anda lentur dan terbuka terhadap bentuk kontribusi baru. Hubungan yang lebih dalam hanya bisa terwujud melalui kelenturan ini.

Warna ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ต mengingatkan pada akhir siklus fisik Anda. Di sini, kerendahan hati memberi kedamaian, karena Anda menyadari nilai sejati tidak pernah terikat pada cangkang luar yang sifatnya sementara.

Untuk kesehatan batin Anda, berdamailah dengan siklus kehidupan Anda. Dari sekarang jauhi sikap adigang, adigung, adiguna. Jauhi sikap sombong dan ingin tampil selalu "sempurna" pada setiap siklus kehidupanmu. Bersikap rendah hatilah. Karena Anda tidak akan selalu terlihat segar selamanya.

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค4๐Ÿ‘3๐Ÿ”ฅ1
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
Apa itu produktifitas?
Yuk kita simak video motivasi dari Bapak Parlindungan Marpaung

#rehat
KENAPA CEWEK LEBIH TERTARIK SAMA COWOK NAKAL DARIPADA COWOK ALIM? ๐Ÿ˜Ž๐ŸŽƒ

oleh: Budiman Hakim

Sudah lama sekali Fikri menaruh hati pada Dina. Cowok alim dari kelas sebelah itu tak pernah lelah menyapa Dina dengan senyum ramah. Mengingatkan untuk makan tepat waktu. Bahkan membawakan buku catatan saat Dina sakit. Malang bagi Fikri, Dina sama sekali gak tertarik dengan semua perhatian itu.

Dina jauh lebih tertarik pada Raka. Sayangnya, Raka terlalu cuek untuk didekati. Cowok yang selalu tampil urakan itu sangat sulit ditebak. Kadang muncul tiba-tiba, ngajak kabur naik motor tengah malam. Kadang hilang tanpa kabar. Ada sesuatu pada Raka yang membuatnya bergetar. Sesuatu yang tak bisa ia temukan pada lelaki lain.

Apa yang terjadi pada Dina pasti familiar di kepala kita semua. Peristiwa ini sering terjadi di jaman kita sekolah dulu. Saking seringnya terjadi, sampe ada pemahaman bahwa cowok nakal jauh lebih menarik buat perempuan. Padahal itu pemahaman yang salah kaprah. Yang membuat Dina terpikat pada Raka adalah sesuatu yang jauh lebih dalam, yaitu apa yang disebut: anomali.

Anomali adalah sebuah kondisi yang keluar dari pola umum yang membuat hidup bergairah kembali. Sebuah energi yang gak bisa ditebak namun memberi sensasi baru dalam menjalani hidup. Di jaman sekolah dulu, tokoh anomali bisa muncul dalam berbagai bentuk.

Misalnya pelajar yang jago basket. Pencinta alam yang menghabiskan week end-nya dari gunung ke gunung. Pemusik yang sering manggung. Atau Si Pintar yang sering ikut olimpiade matematika. Dan terakhir, dalam diri seorang cowok nakal yang berani melanggar aturan demi sesuatu yang membuatnya merasa hidup.

Dari pemaparan di atas, tampak jelas bahwa kenakalan hanya salah satu faktor dari sekian banyak anomali yang ada. Jadi pemahaman bahwa cewek lebih suka sama cowok nakal, gak sepenuhnya benar.

Dalam ranah neurosains, ketertarikan terhadap anomali itu bukan kebetulan. Otak manusia memiliki sistem reward yang sangat sensitif terhadap novelty: hal-hal baru dan gak ketebak. Saat berhadapan dengan sesuatu yang anomali, bagian otak seperti nucleus accumbens dan ventral tegmental area akan aktif dan melepaskan dopamin.

Dopamin bukan sekadar membuat kita merasa senang, tetapi memicu rasa penasaran, keterikatan emosional, dan sensasi ingin terus mencari tahu. Itulah kenapa perempuan seperti Dina bisa tergila-gila pada Raka. Dia selalu menemukan excitement pada cowok urakan tersebut.

Bagaimana dengan Fikri? Cowok alim ini hidupnya terlalu tertib dan mudah ditebak. Setiap langkahnya lurus dan pasti. Ia membawa ketenangan, tapi miskin kejutan. Rendahnya novelty membuat stimulasi dopamin berkurang, sehingga sensasi gairah dan keterikatan emosional pun melemah. Itulah sebabnya cowok alim lebih memberi rasa aman, bukan excitement.

Pengaruh dopamin sering kali membuat orang kehilangan logika. Dina memilih Raka padahal hatinya tahu ia mungkin gak akan mendapat kepastian penuh. Raka membuat hidupnya terasa berbeda. Ada letupan-letupan kecil yang membuatnya merasa hidup, meski harus berisiko patah hati.

Kalo ada perempuan mengalami hal seperti Dina, apakah dia harus memilih yang nakal dibanding yang alim? Sebelum memutuskan, mungkin dia harus mempertimbangkan hal ini:

Cowok nakal lebih attractive untuk fase jatuh cinta awal karena menghadirkan excitement. Cowok alim lebih attractive untuk fase hubungan jangka panjang karena menghadirkan rasa aman.

Gmn pandangan atau pengalaman Ibu-ibu Sobat ATE, valid gak nih tulisan di atas? yuk sharing ๐Ÿค


#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Bukan cuma soal layanan kesehatan, tapi juga impact buat masa depan ๐ŸŒฑ

BPJS Kesehatan menerapkan prinsip ESG. Apaan tuh? yuk mari kita kepoin di sini
https://www.instagram.com/p/DP5IGAPiTWc/?igsh=azR1M2dqdXJieWt5

#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
YAKINLAH, KEBAIKAN SELALU KEMBALI ๐Ÿ˜Š

Oleh: Dedi Priadi

Ini kisah nyata. Kejadiannya bulan lalu menimpa seorang Kawan.

Kawan saya bercerita, suatu hari ia dalam keadaan terdesak: harus menyiapkan dana 100 Milyar dalam tiga hari! ๐Ÿ˜ฒ๐Ÿ˜ฅ

Uang 100 Milyar itu dibutuhkan untuk menyuntik modal bisnis perusahaanya. Jika tidak tersedia dalam tiga hari, bisnis jasa keuangan Kawan yang dalam dua tahun ini menjamur senusantara dinyatakan illegal!

Dalam kegalauan yang dalam, tiba-tiba Kawan saya teringat seorang tokoh, atau lebih tepatnya pengusaha kakap dalam bisnis jasa keuangan sejenis. Kawan itu lalu nge-๐˜ธ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ด๐˜ข๐˜ฑ๐˜ฑ pengusaha kakap ini. Ia ceritakan masalahnya. ๐˜˜๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, tanpa diduga, pengusaha itu merespon positif pesan ๐˜ธ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ด๐˜ข๐˜ฑ๐˜ฑ Kawan saya itu dengan cepat.

Besoknya, sang pengusaha terbang ke kota tempat Kawan saya tinggal. Pengusaha itu datang bersama tim auditnya. Dalam selang waktu tak lama, kesepakatan tercapai. Si pengusaha sepakat untuk menangani masalah kekurangan modal 100 Milyar.

Keesokan harinya, mereka berdua terbang ke Jakarta. Bareng-bareng datang ke salah satu kantor Pemerintah, dan menyelesaikan permasalahan kurangnya modal kerja itu dengan cepat.

โ€œ๐˜ž๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข, Mas?,โ€ tanya saya spontan kepada Kawan ketika pertama kali mendengar cerita ini.

โ€œAh nggak ada, Mas Dedi,โ€ kilah Kawan saya itu,

โ€œTapi ada hal menarik, selepas pertemuan โ€œpenting ituโ€ saya keluar ruangan langsung menangis. Saya menangis karena saya teringat nasib 40 karyawan saya yang sedang saya sekolahkan S2 dan 3 karyawan yang sedang saya sekolahkan S3. Bagaimana nasib sekolah mereka kalau usaha saya ditutup?," lanjut cerita Kawan dengan nada sedih. ๐Ÿฅฒ๐Ÿฅฒ๐Ÿฅฒ

โ€œ๐˜–๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข! ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜”๐˜ข๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ธ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข,โ€ tukas saya spontan.

Lalu saya bercerita kepada Kawan bagaimana Rasulullah ๏ทบ sangat menghargai karakter orang yang dermawan.

โ€œDahulu, ada tawanan perang di zaman Rasulullah yang beliau bebaskan dikarenakan tawanan itu bercerita tentang kedermawanan dan kebaikan akhlak ayahnya --Hatim Al-Thaโ€™i-- kepada Rasulullah. Selepas Rasulullah mendengar cerita kedermawanan Hatim Al-Thaโ€™i, beliau lalu bersabda โ€œ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข.โ€

๐˜’๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ด ๐˜ข๐˜ญ๐˜ธ๐˜ข๐˜บ๐˜ด ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ด. Kebaikan selalu akan kembali, tidak selalu dari orang yang Anda bantu, tetapi dari alam semesta itu sendiri, seringkali dalam bentuk yang paling Anda butuhkan.

Ibarat bumerang, setiap kebaikan yang dilepaskan terjamin akan kembali ke titik asal dengan membawa berkah yang berlipat ganda. ๐Ÿค—๐Ÿคฒ

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ”ฅ3
Di mana pun bertugas, semangat pelayanan kami tetap sama! ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Karena rindu tak pernah jadi alasan untuk berhenti melayani, justru jadi sumber energi untuk terus bergerak. ๐Ÿ”ฅ

Cek selengkapnya di sini
https://www.instagram.com/p/DQBvA2BCXHO/?igsh=OW43Zjhyc2p6eTMz

#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2๐Ÿ‘1
Oleh: Suluk Salik

Kalimat itu menegaskan satu kebenaran sederhana tapi sering kita hindari: segala hasil punya harga. Karakter yang kuat โ€”keteguhan, disiplin, integritas, ketahananโ€”tidak tumbuh dari kenyamanan. Ia dibentuk oleh latihan, pengorbanan, kegagalan yang dipelajari, dan pilihan berulang untuk melakukan hal yang benar meski mudahnya adalah mengambil jalan pintas.

Secara praktis ini berarti ada opportunity cost: waktu, kenyamanan, dan kesenangan sesaat yang kau korbankan untuk membentuk kebiasaan yang membawamu ke kedewasaan. Atlet yang tangguh menolak pesta demi latihan; pemimpin yang bertanggung jawab menanggung keputusan sulit yang membuatnya sepi dipuji; orang berakhlak menahan godaan yang merusak relasi demi martabat jangka panjang. Bila kau memilih hidup yang โ€œmudahโ€ sepanjang waktu, kemungkinan besar kau juga memilih agar banyak kesempatan pendewasaan berlalu tanpa diambil.

Tapi penting juga membedakan dua jenis kesulitan. Ada penderitaan konstruktif โ€”latihan yang meningkatkan kapasitas, ujian yang mengajarkan kearifanโ€”dan ada penderitaan sia-sia yang merusak tanpa memberi pelajaran (eksploitasi, trauma yang berkepanjangan, atau kebiasaan merugikan). Bijak berarti memilih tantangan yang sehat: yang menumbuhkanmu, bukan yang menghancurkanmu. Itu juga berarti merencanakan pengorbanan secara sadar, bukan sekadar mengagungkan kerasnya hidup sebagai tujuan tanpa arah.

Jadi pilihan ada di tanganmu: apakah hari ini kau ingin merasa nyaman dan aman sekarang, atau menanam disiplin yang membuatmu kuat di kemudian hari? Keduanya sah โ€”asal kau menyadari konsekuensinya. Lebih jujur lagi, tanya diri: nilai apa yang pantas kau korbankan kenyamanannya demi menjadi orang yang ingin kau lihat di cermin lima tahun ke depan?

#INISIATIF
๐Ÿ‘1๐Ÿ˜ข1