Ask The Experts
1.81K subscribers
4.73K photos
414 videos
188 files
2.91K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
SI PALING JITU ๐Ÿ‘‘

Perjalanan panjang dan penuh kebanggaan tim nasional Indonesia di babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 secara resmi harus berakhir. Mimpi seluruh bangsa untuk bisa melihat Skuad Garuda berlaga di panggung termegah di Amerika Utara tahun depan harus terkubur.

Pukulan telak yang mengakhiri mimpi tersebut datang dalam pertandingan terakhir putaran keempat kualifikasi, Minggu (12/10) dini hari WIB. Dalam sebuah laga yang sangat menentukan, tim asuhan Patrick Kluivert harus menelan kekalahan tipis yang sangat menyakitkan dengan skor 1-0 dari rival kuat mereka, Irak.

Pertandingan yang berstatus "menang atau pulang" ini menjadi perhentian terakhir bagi Indonesia. Dengan kekalahan ini, mereka gagal mengamankan satu-satunya tiket play-off yang diperebutkan di Grup B, mengakhiri sebuah kampanye kualifikasi yang sebenarnya sangat mengesankan.


Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 2 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni:

- Timnas Irak menang dengan skor 1-0

dan

- Timnas Indonesia

Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 2 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Minggu, 12 Okt 2025 (hari ini) maks pukul 17.00 WIB ๐ŸŽ

#INISIATIFdukungTimnas
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Data Statistik Pertandingan
KITA TIDAK SEDANG BERLOMBA DENGAN SIAPA-SIAPA ๐Ÿ’ฏ

Oleh: Budiman Hakim

Seorang teman lama baru saja membuka cabang usaha baru. Kantornya gede, timnya banyak, senyumnya lebar. Ia memposting kantor barunya di daerah elite, Sudirman dengan caption singkat, โ€œKerja keras tak pernah mengkhianati hasil.โ€

Saya tersenyum. Turut berbahagia untuknya. Tapi di dalam diri, ada sesuatu yang bergerak pelan. Entah apa, rasanya seperti kalah.

Di hari lainnya, saya melihat berita tentang seorang teman SMA. Dulu ia anak yg pendiam. Culun. Bahkan sering dibully karena tubuhnya pendek. Sekarang ia bergaya lincah di panggung. Sinar lampu menyorot ke arahnya yang sedang memainkan gitar melodi. Di bawah panggung, ratusan fans histeris melihat penampilannya.

Saya bangga, tapi lagi-lagi ada rasa aneh yang sulit dijelaskan.

Malamnya, saya membuka TikTok. Muncul wajah yg saya kenal. Teman kuliah yang dulu cemen. Jarang bicara. Bahkan sering salah tingkah kalau disuruh presentasi. Kini videonya di Youtube selalu viral. Setiap kontennya di TikTok selalu FYP. Disukai jutaan orang, dan jadi talk of the town.

Dan di tengah kekaguman itu, saya kembali mendengar suara kecil di kepala saya sendiri, โ€œKenapa bukan saya yang berada di sana?โ€

Seperti biasa, otak saya traveling. Berpikir dan menganalisis. Sampai akhirnya memahami, mungkin saya terlalu sering melihat ke ke kanan dan ke kiri. Terlalu sibuk menilai seberapa jauh orang lain berlari, sampai lupa memperhatikan langkah saya sendiri.

Hidup bukan lintasan lomba dengan satu garis finish. Hidup adalah perjalanan panjang yang setiap orang jalani dengan ritme berbeda. Ada yang start lebih awal, ada yang belok ke jalur lain, ada juga yang harus berhenti sejenak untuk memperbaiki napasnya. Dan itu sah. Semuanya valid.

Secara neurosains, rasa iri itu wajar. Otak manusia dirancang dengan sistem penghargaan yang disebut reward system. Di pusatnya, ada bagian kecil bernama nucleus accumbens yang bereaksi setiap kali kita merasa menang atau kalah.

Saat melihat orang lain sukses, bagian itu aktif, lalu otak melepaskan kortisol, hormon stres yang membuat kita merasa tertinggal. Masalahnya, otak tidak tahu bahwa kita tidak sedang bertanding. Ia hanya mengenali dua sinyal: menang atau kalah.

Kita juga punya mirror neuron, sel saraf yang membuat kita mudah meniru dan berempati. Fungsinya luar biasa untuk belajar, tapi ada sisi lain yang sering menjebak. Saat kita melihat orang lain berhasil, neuron ini ikut menyalakan rasa seolah kita sedang dibandingkan, padahal tidak ada yang membandingkan kita, kecuali diri sendiri.

Saya mulai memahami bahwa perasaan iri bukan tanda bahwa saya buruk. Itu hanya alarm dari otak yang bilang saya sedang kehilangan fokus. Bahwa saya sedang menatap keluar, padahal seharusnya melihat ke dalam.

Sejak itu, setiap kali melihat keberhasilan orang lain, saya belajar untuk mengubah arah pertanyaan. Dulu saya selalu bertanya, โ€œKenapa bukan saya?โ€

Sekarang saya bertanya, โ€œApa yang bisa saya pelajari dari dia?โ€

Dan setiap kali pertanyaan itu muncul, hati saya jadi lebih tenang. Saya mulai bisa menghargai perjalanan sendiri, sekecil apa pun kemajuannya.

Kalau hari ini saya bisa sedikit lebih sabar daripada kemarin, sedikit lebih bijak menghadapi masalah, atau sedikit lebih berani mencoba hal baru, berarti saya sedang menang.

Mungkin kemenangan itu tidak terlihat di mata siapa pun, tapi saya tahu betul rasanya. Rasa tenang yang muncul tanpa alasan. Rasa cukup yang tidak bergantung pada perbandingan.

Saya akhirnya mengerti bahwa hidup ini bukan tentang siapa yang paling cepat, paling kaya, atau paling terkenal. Hidup adalah tentang siapa yang paling sadar akan langkahnya sendiri.

Dan di titik itu saya berhenti berlari mengejar orang lain. Saya berlari bersama diri saya, versi yang dulu takut, canggung, dan sering merasa kalah. Saya menepuk bahu pelan dan berkata, โ€œKita sudah lebih baik hari ini.โ€

Kalimat itu sederhana, tapi setiap kali saya mengucapkannya, saya tahu saya sudah menang. Bukan di panggung dunia, tapi di panggung yang paling jujur, di dalam diri saya sendiri.

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ‘2
SI PALING JITU ๐Ÿ‘‘

Polling tebak-tebak seru Indonesia Vs Irak di grup Telegram ATE udah ketok palu. Danโ€ฆ hasilnya?

Terdapat 3 orang Sobat ATE TERBAIK yang berhasil nebak 2 opsi polling dengan tepat! Selamat kepada:
1. Kk Anggrawati Yulita Nugraheni @anggrawati_yn (Kabag PKP KC Mojokerto)
2. Kk Hafid Mahesa Romulo @Snelll (Staf SDM dan Umum KC Sampit)
3. Kk Sucipto Asika @suciptoasika (Staf Administrasi Kepesertaan KC Parepare)

Terima kasih atas support dan kebersamaan seluruh Sobat ATE, sampai bertemu di TTS selanjutnya ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

#TebakTebakSeru
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Anggra YN
Forwarded from Anggra YN
Forwarded from Hafid Mahesa
Forwarded from Sucipto Asika
NYALAKAN SEMANGAT INISIATIF DI PALEMBANG ๐Ÿ”ฅ

Walau belum meraih medali, semangat dan dedikasi kalian udah cukup jadi inspirasi buat seluruh pegawai. Karena sejatinya, kebanggaan nggak selalu berbentuk piala, tapi dalam usaha tanpa henti untuk membawa nama baik organisasi tercinta ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ”ฅ

Saksikan full videonya
https://www.instagram.com/reel/DPvrxyGCeaG/?igsh=cHdkNGwwdDZwc2oy

#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
Oleh: Suluksalik

Seringkali manusia mudah melupakan penopang yang pernah menolongnya di masa sulit. Kutipan ini menyindir realitas itu: โ€œPada hari seorang buta bisa melihat, hal pertama yang ia buang adalah tongkat yang telah membantunya seumur hidup.โ€ Ia menggambarkan sifat manusia yang kerap meninggalkan orang, alat, atau keadaan yang dulu sangat berjasa, begitu mereka merasa sudah โ€œcukup kuatโ€ dan tak lagi membutuhkannya.

Tongkat dalam kutipan ini adalah simbol dari segala bentuk pertolongan: sahabat yang menemani di masa kelam, orang tua yang berkorban tanpa pamrih, bahkan pengalaman pahit yang membentuk keteguhan hati. Namun saat keadaan membaik, sering kali semua itu dianggap tidak penting lagi. Di sinilah letak kelemahan manusia: mudah terjebak pada lupa, bahkan kadang berubah menjadi sombong.

Pesan moralnya jelas: jangan pernah menyepelekan hal-hal atau orang-orang yang dulu menopang langkah kita. Rasa syukur sejati adalah ketika kita tidak melupakan akar yang pernah memberi kita kekuatan, meski kini kita merasa sudah bisa โ€œmelihatโ€ atau berjalan sendiri. Ingatlah, tanpa tongkat itu, mungkin kita tidak akan pernah sampai pada titik ini.

#INISIATIF
Tren Evolusi Kepribadian Manusia ๐Ÿš€

Oleh: Dedi Priadi

Membaca tren kepribadian ini seperti membaca raut kecemasan manusia. Pergeseran nilai dan perilaku dasar manusia telah berevolusi menuju titik yang mengkhawatirkan.

Generasi tua kita cenderung mewariskan tanggung jawab dan ketekunan (conscientiousness), generasi sekarang cenderung meremehkan komitmen dan disiplin kerja.

Generasi tua kita cenderung lebih toleran terhadap tekanan, merespon masalah lebih sabar dan tabah, generasi sekarang cenderung merespon masalah secara konfrontatif, frustatif, meledak-ledak, dan depresif (neurotics).

Generasi tua kita cenderung lebih ramah dan memaknai dalam hubungan sosial mereka (agreeable), generasi sekarang terlihat lebih sinis, kurang peduli, dan kurang mau berkompromi.

Tren evolusioner kepribadian manusia sekarang menjadi lonceng perhatian kita bersama.

Tren evolusioner kepribadian ini bukan sekadar deretan angka, melainkan cermin yang menakutkan tentang jiwa generasi yang sedang kita asuh. Ia adalah sebuah jeritan senyap yang menuntut kita, para orang tua, untuk bangkit.

Lebih dari sekadar memberi makan dan papan, tugas kita kini adalah menanamkan kembali kompas moral yang bergeser: mengajarkan ketekunan bukan hanya sebagai etos kerja, melainkan sebagai fondasi martabat diri; menumbuhkan empati bukan hanya sebagai sopan santun, melainkan sebagai perekat kemanusiaan yang terancam retak; dan membimbing mereka melewati badai kecemasan bukan dengan solusi instan, melainkan dengan ketahanan batin yang kokoh.

Masa depan bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan, melainkan oleh ketangguhan karakter yang kita wariskanโ€”sebuah warisan yang jauh lebih berharga dari harta apapun.

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Empat tim terbaik BPJS Kesehatan siap melangkah menuju Grand Final OCCUR 2025, ajang yang menantang kemampuan analisis, ketelitian, dan kolaborasi terbaik para coder dan reviewer unggulan.

Mereka telah melewati proses panjang, seleksi ketat hingga bisa sampai ke tahap ini, membuktikan diri sebagai yang terbaik di bidangnya. Kini, panggung final menanti untuk jadi saksi karya dan prestasi mereka. ๐Ÿ†

Yuk kenalan dengan para finalis dan jangan lupa beri dukungan untuk para finalis jagoanmu di OCCUR 2025 ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

https://www.instagram.com/p/DPzzEBFkvDl/?igsh=MXBnZDc4bGljamZucQ==

#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN #OCCUR2025
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ”ฅ4โšก1
Kenalan dengan Grand Finalis Kepwil II ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ†

Jangan lupa beri dukungan dan semangatmu di sini
https://www.instagram.com/p/DPzzEBFkvDl/?igsh=MXBnZDc4bGljamZucQ==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ”ฅ2โค1
Kenalan dengan Grand Finalis Kepwil IV ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ†

Jangan lupa beri dukungan dan semangatmu di sini
https://www.instagram.com/p/DPzzEBFkvDl/?igsh=MXBnZDc4bGljamZucQ==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ”ฅ3โšก1
Kenalan dengan Grand Finalis Kepwil VI ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ†

Jangan lupa beri dukungan dan semangatmu di sini
https://www.instagram.com/p/DPzzEBFkvDl/?igsh=MXBnZDc4bGljamZucQ==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โšก3
Kenalan dengan Grand Finalis Kepwil VII ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ†

Jangan lupa beri dukungan dan semangatmu di sini
https://www.instagram.com/p/DPzzEBFkvDl/?igsh=MXBnZDc4bGljamZucQ==
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โšก2๐Ÿ”ฅ2
STAY HUMBLE ๐Ÿ˜‡

Oleh: Dedi Priadi

Perjalanan transformatif buah pisang, dari kulit berwarna kuning cerah hingga melunak lalu membusuk, adalah cermin sempurna bagi perkembangan batin kita. Amati siklus ini untuk membimbing diri kita menuju kerendahan hati.

๐˜’๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ melambangkan puncak kepercayaan diri dan kemampuan Anda. Jiwa yang rendah hati menggunakan kekuatan ini untuk melayani dan memberi manfaat seluas mungkin, bukan untuk menuntut pujian atau mendominasi orang lain.

Lalu muncul ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ-๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ต. Bintik-bintik cokelat bukan pertanda kegagalan, melainkan pelajaran keras yang diberikan oleh kehidupan. Hati yang rendah hati melihatnya sebagai data untuk perbaikan, bukan sebagai sumber rasa malu atau penyesalan.

Ketika sisi-sisi mulai ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ต, kemanisan batin Anda semakin terasa. Nilai sejati Anda bergeser dari sekadar penampilan luar menuju kedalaman dan kebijaksanaan yang Anda peroleh.

Fase matang meminta Anda melepaskan kekakuan pikiran Anda. Jadikan diri Anda lentur dan terbuka terhadap bentuk kontribusi baru. Hubungan yang lebih dalam hanya bisa terwujud melalui kelenturan ini.

Warna ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ต mengingatkan pada akhir siklus fisik Anda. Di sini, kerendahan hati memberi kedamaian, karena Anda menyadari nilai sejati tidak pernah terikat pada cangkang luar yang sifatnya sementara.

Untuk kesehatan batin Anda, berdamailah dengan siklus kehidupan Anda. Dari sekarang jauhi sikap adigang, adigung, adiguna. Jauhi sikap sombong dan ingin tampil selalu "sempurna" pada setiap siklus kehidupanmu. Bersikap rendah hatilah. Karena Anda tidak akan selalu terlihat segar selamanya.

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค4๐Ÿ‘3๐Ÿ”ฅ1
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
Apa itu produktifitas?
Yuk kita simak video motivasi dari Bapak Parlindungan Marpaung

#rehat
KENAPA CEWEK LEBIH TERTARIK SAMA COWOK NAKAL DARIPADA COWOK ALIM? ๐Ÿ˜Ž๐ŸŽƒ

oleh: Budiman Hakim

Sudah lama sekali Fikri menaruh hati pada Dina. Cowok alim dari kelas sebelah itu tak pernah lelah menyapa Dina dengan senyum ramah. Mengingatkan untuk makan tepat waktu. Bahkan membawakan buku catatan saat Dina sakit. Malang bagi Fikri, Dina sama sekali gak tertarik dengan semua perhatian itu.

Dina jauh lebih tertarik pada Raka. Sayangnya, Raka terlalu cuek untuk didekati. Cowok yang selalu tampil urakan itu sangat sulit ditebak. Kadang muncul tiba-tiba, ngajak kabur naik motor tengah malam. Kadang hilang tanpa kabar. Ada sesuatu pada Raka yang membuatnya bergetar. Sesuatu yang tak bisa ia temukan pada lelaki lain.

Apa yang terjadi pada Dina pasti familiar di kepala kita semua. Peristiwa ini sering terjadi di jaman kita sekolah dulu. Saking seringnya terjadi, sampe ada pemahaman bahwa cowok nakal jauh lebih menarik buat perempuan. Padahal itu pemahaman yang salah kaprah. Yang membuat Dina terpikat pada Raka adalah sesuatu yang jauh lebih dalam, yaitu apa yang disebut: anomali.

Anomali adalah sebuah kondisi yang keluar dari pola umum yang membuat hidup bergairah kembali. Sebuah energi yang gak bisa ditebak namun memberi sensasi baru dalam menjalani hidup. Di jaman sekolah dulu, tokoh anomali bisa muncul dalam berbagai bentuk.

Misalnya pelajar yang jago basket. Pencinta alam yang menghabiskan week end-nya dari gunung ke gunung. Pemusik yang sering manggung. Atau Si Pintar yang sering ikut olimpiade matematika. Dan terakhir, dalam diri seorang cowok nakal yang berani melanggar aturan demi sesuatu yang membuatnya merasa hidup.

Dari pemaparan di atas, tampak jelas bahwa kenakalan hanya salah satu faktor dari sekian banyak anomali yang ada. Jadi pemahaman bahwa cewek lebih suka sama cowok nakal, gak sepenuhnya benar.

Dalam ranah neurosains, ketertarikan terhadap anomali itu bukan kebetulan. Otak manusia memiliki sistem reward yang sangat sensitif terhadap novelty: hal-hal baru dan gak ketebak. Saat berhadapan dengan sesuatu yang anomali, bagian otak seperti nucleus accumbens dan ventral tegmental area akan aktif dan melepaskan dopamin.

Dopamin bukan sekadar membuat kita merasa senang, tetapi memicu rasa penasaran, keterikatan emosional, dan sensasi ingin terus mencari tahu. Itulah kenapa perempuan seperti Dina bisa tergila-gila pada Raka. Dia selalu menemukan excitement pada cowok urakan tersebut.

Bagaimana dengan Fikri? Cowok alim ini hidupnya terlalu tertib dan mudah ditebak. Setiap langkahnya lurus dan pasti. Ia membawa ketenangan, tapi miskin kejutan. Rendahnya novelty membuat stimulasi dopamin berkurang, sehingga sensasi gairah dan keterikatan emosional pun melemah. Itulah sebabnya cowok alim lebih memberi rasa aman, bukan excitement.

Pengaruh dopamin sering kali membuat orang kehilangan logika. Dina memilih Raka padahal hatinya tahu ia mungkin gak akan mendapat kepastian penuh. Raka membuat hidupnya terasa berbeda. Ada letupan-letupan kecil yang membuatnya merasa hidup, meski harus berisiko patah hati.

Kalo ada perempuan mengalami hal seperti Dina, apakah dia harus memilih yang nakal dibanding yang alim? Sebelum memutuskan, mungkin dia harus mempertimbangkan hal ini:

Cowok nakal lebih attractive untuk fase jatuh cinta awal karena menghadirkan excitement. Cowok alim lebih attractive untuk fase hubungan jangka panjang karena menghadirkan rasa aman.

Gmn pandangan atau pengalaman Ibu-ibu Sobat ATE, valid gak nih tulisan di atas? yuk sharing ๐Ÿค


#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM