MISTERI DI BALIK PUNGGUNG ๐คณ
oleh: Budiman Hakim
Sejak dulu, gue selalu suka moto orang dari belakang (Seperti foto di bawah). Temen-temen sering komentar, โLo demen banget moto orang dari belakang? Apa sih bagusnya?โ
Terus terang gue gak bisa jawab. Gue suka ajaโฆ gak tau kenapa. Lucunya, lama-lama temen-temen pada ketularan. Mereka ikut-ikutan melakukan hal yang sama. Terus mereka bilang, "Eh, iya, loh! Ternyata foto orang dari belakang itu lucu dan punya daya pikat tersendiri. Seakan ada misteri di sana."
Mendengar omongan mereka, gue memutuskan untuk mempelajari lebih jauh. Sebagai trend setter, masak sih gue sendiri gak ngerti latar belakangnya. Jadi gue coba menggali dari sudut pandang neurosains. Penjelasannya begini.
Secara ilmiah, otak manusia memang benci pada sesuatu yang tidak lengkap. Otak diciptakan untuk mencari pola, keteraturan, dan makna. Begitu ada bagian yang hilang, otak langsung beraksi. Mekanisme ini dijelaskan dalam Gestalt Principle of Closure: kecenderungan alami otak untuk menutup celah, melengkapi kekosongan dengan data dari memori, pengalaman, atau imajinasi.
Dalam bahasa neurosains modern, hal ini erat kaitannya dengan predictive coding: otak selalu berusaha menebak input sensorik berikutnya, lalu mengisinya dengan informasi yang disimpan di hippocampus (memori) dan diproses oleh prefrontal cortex (prediksi dan imajinasi). Proses ini berjalan lewat top-down processing, yaitu otak menafsirkan dunia bukan hanya dari apa yang kita lihat (bottom-up), tapi juga dari ekspektasi, memori, dan konteks.
Foto orang dari belakang adalah contoh sederhana tapi kuat bagaimana mekanisme ini bekerja. Ada beberapa ruang kosong yang memicu otak untuk segera bereaksi. Berikut pembahasannya:
Wajah yang tak terlihat
Otak membuka โfolder memoriโ lalu mencari kemungkinan wajah, menempelkan bayangan wajah yang kita kenal atau membangun imajinasi wajah anonim.
Kaki yang melangkah
Gerakan itu menyisakan pertanyaan: โDia mau ke mana?โ Otak membangun skenario apakah menuju rumah, mengejar mimpi, atau sekadar berjalan tanpa arah.
Latar belakang jalan dan horizon
Otak menyambungkan garis jalan dan batas pandangan, lalu menambahkan narasi tentang perjalanan yang sedang ditempuh.
Ransel di punggung
Benda sederhana, tapi cukup untuk memancing otak menebak isinya: buku, kamera, laptop, kondom atau mungkin hanya sebotol air.
Konteks sosial
Kalo subyeknya sendirian, otak segera mengisi celah dengan pertanyaan: apakah dia memang suka sendiri? Apakah ada seseorang yang menunggu di ujung jalan? Atau justru dia sedang melarikan diri dari sesuatu?
Semua proses ini melibatkan Default Mode Network (DMN), jaringan otak yang aktif ketika kita berkhayal, merenung, atau membangun narasi. Artinya, sebuah foto sederhana bisa menyalakan area otak yang sama dengan saat kita bermimpi.
Meskipun otak membenci yang tidak lengkap, justru di situlah letak keindahannya. Ruang kosong itu, yang semestinya jadi kekurangan, malah membuat otak kita ikut bekerja: menebak, membangun, dan menyulam cerita.
Dibandingkan dengan foto orang sedang berpose, foto candid saja sudah menarik. Apalagi foto orang dari belakang. Daya tariknya buat saya jauh lebih kuat. Unik. Ia bukan hanya gambar, tapi undangan bagi otak kita untuk ikut bermain. Ia sederhana, tapi kaya. Ia tidak lengkap, tapi justru terasa penuh. Ia bukan jawaban, melainkan pertanyaan. Dan pertanyaanlah yang membuat kita selalu ingin kembali melihatnya.
#INISIATIF
oleh: Budiman Hakim
Sejak dulu, gue selalu suka moto orang dari belakang (Seperti foto di bawah). Temen-temen sering komentar, โLo demen banget moto orang dari belakang? Apa sih bagusnya?โ
Terus terang gue gak bisa jawab. Gue suka ajaโฆ gak tau kenapa. Lucunya, lama-lama temen-temen pada ketularan. Mereka ikut-ikutan melakukan hal yang sama. Terus mereka bilang, "Eh, iya, loh! Ternyata foto orang dari belakang itu lucu dan punya daya pikat tersendiri. Seakan ada misteri di sana."
Mendengar omongan mereka, gue memutuskan untuk mempelajari lebih jauh. Sebagai trend setter, masak sih gue sendiri gak ngerti latar belakangnya. Jadi gue coba menggali dari sudut pandang neurosains. Penjelasannya begini.
Secara ilmiah, otak manusia memang benci pada sesuatu yang tidak lengkap. Otak diciptakan untuk mencari pola, keteraturan, dan makna. Begitu ada bagian yang hilang, otak langsung beraksi. Mekanisme ini dijelaskan dalam Gestalt Principle of Closure: kecenderungan alami otak untuk menutup celah, melengkapi kekosongan dengan data dari memori, pengalaman, atau imajinasi.
Dalam bahasa neurosains modern, hal ini erat kaitannya dengan predictive coding: otak selalu berusaha menebak input sensorik berikutnya, lalu mengisinya dengan informasi yang disimpan di hippocampus (memori) dan diproses oleh prefrontal cortex (prediksi dan imajinasi). Proses ini berjalan lewat top-down processing, yaitu otak menafsirkan dunia bukan hanya dari apa yang kita lihat (bottom-up), tapi juga dari ekspektasi, memori, dan konteks.
Foto orang dari belakang adalah contoh sederhana tapi kuat bagaimana mekanisme ini bekerja. Ada beberapa ruang kosong yang memicu otak untuk segera bereaksi. Berikut pembahasannya:
Wajah yang tak terlihat
Otak membuka โfolder memoriโ lalu mencari kemungkinan wajah, menempelkan bayangan wajah yang kita kenal atau membangun imajinasi wajah anonim.
Kaki yang melangkah
Gerakan itu menyisakan pertanyaan: โDia mau ke mana?โ Otak membangun skenario apakah menuju rumah, mengejar mimpi, atau sekadar berjalan tanpa arah.
Latar belakang jalan dan horizon
Otak menyambungkan garis jalan dan batas pandangan, lalu menambahkan narasi tentang perjalanan yang sedang ditempuh.
Ransel di punggung
Benda sederhana, tapi cukup untuk memancing otak menebak isinya: buku, kamera, laptop, kondom atau mungkin hanya sebotol air.
Konteks sosial
Kalo subyeknya sendirian, otak segera mengisi celah dengan pertanyaan: apakah dia memang suka sendiri? Apakah ada seseorang yang menunggu di ujung jalan? Atau justru dia sedang melarikan diri dari sesuatu?
Semua proses ini melibatkan Default Mode Network (DMN), jaringan otak yang aktif ketika kita berkhayal, merenung, atau membangun narasi. Artinya, sebuah foto sederhana bisa menyalakan area otak yang sama dengan saat kita bermimpi.
Meskipun otak membenci yang tidak lengkap, justru di situlah letak keindahannya. Ruang kosong itu, yang semestinya jadi kekurangan, malah membuat otak kita ikut bekerja: menebak, membangun, dan menyulam cerita.
Dibandingkan dengan foto orang sedang berpose, foto candid saja sudah menarik. Apalagi foto orang dari belakang. Daya tariknya buat saya jauh lebih kuat. Unik. Ia bukan hanya gambar, tapi undangan bagi otak kita untuk ikut bermain. Ia sederhana, tapi kaya. Ia tidak lengkap, tapi justru terasa penuh. Ia bukan jawaban, melainkan pertanyaan. Dan pertanyaanlah yang membuat kita selalu ingin kembali melihatnya.
#INISIATIF
โค1
OVERTHINKING ๐คฏ
Oleh: Dedi Priadi
Seringkah Anda merasa terperangkap dalam pusaran kekhawatiran yang tak ada habisnya? Itulah ๐ฐ๐ท๐ฆ๐ณ๐ต๐ฉ๐ช๐ฏ๐ฌ๐ช๐ฏ๐จ, kebiasaan yang menyita kedamaian dan energi kita. Alih-alih merasa berdaya, kita malah sering terjebak dalam masalah yang di luar kendali kita.
Konsep dari Stephen Covey, penulis buku "๐๐ฉ๐ฆ 7 ๐๐ข๐ฃ๐ช๐ต๐ด ๐ฐ๐ง ๐๐ช๐จ๐ฉ๐ญ๐บ ๐๐ง๐ง๐ฆ๐ค๐ต๐ช๐ท๐ฆ ๐๐ฆ๐ฐ๐ฑ๐ญ๐ฆ," mengajarkan kita untuk memahami tiga lingkaran ini. Ada Lingkaran Kekhawatiran (๐๐ช๐ณ๐ค๐ญ๐ฆ ๐ฐ๐ง ๐๐ฐ๐ฏ๐ค๐ฆ๐ณ๐ฏ), di mana kita membuang waktu memikirkan hal-hal yang tidak bisa kita ubah, seperti politik atau cuaca.
Namun, di dalam lingkaran yang lebih kecil, ada Lingkaran Pengaruh (๐๐ช๐ณ๐ค๐ญ๐ฆ ๐ฐ๐ง ๐๐ฏ๐ง๐ญ๐ถ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ฆ). Di sini, kita menemukan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan sepenuhnya, tetapi bisa kita pengaruhi. Contohnya adalah kesehatan kita atau cara kita berinteraksi dengan orang lain.
Dan di pusatnya, ada Lingkaran Kendali (๐๐ช๐ณ๐ค๐ญ๐ฆ ๐ฐ๐ง ๐๐ฐ๐ฏ๐ต๐ณ๐ฐ๐ญ)โtempat di mana kita benar-benar memegang kendali penuh; mencakup pikiran, tindakan, dan reaksi kita. Inilah fondasi untuk hidup yang lebih proaktif, bukan reaktif.
Orang-orang reaktif membiarkan Lingkaran Kekhawatiran mendominasi hidup mereka, terus mengeluh dan merasa menjadi korban. Sebaliknya, orang-orang proaktif fokus pada Lingkaran Kendali mereka, menginvestasikan energi pada apa yang bisa mereka lakukan.
Dengan berfokus pada apa yang ada dalam kendali kita, kita tidak hanya mengurangi ๐ฐ๐ท๐ฆ๐ณ๐ต๐ฉ๐ช๐ฏ๐ฌ๐ช๐ฏ๐จ, tetapi juga memperluas Lingkaran Pengaruh kita. Semakin kita proaktif, semakin besar dampak positif yang bisa kita ciptakan.
Alih-alih tenggelam dalam kekhawatiran yang tak berujung, mari kita pilih untuk membangun kekuatan dari dalam. Masa depan kita bukanlah takdir yang pasif; ia adalah hasil dari setiap tindakan, setiap pilihan, dan setiap momen yang kita putuskan untuk dikendalikan, bukan dipermasalahkan.
#INISIATIF #TGIF
Oleh: Dedi Priadi
Seringkah Anda merasa terperangkap dalam pusaran kekhawatiran yang tak ada habisnya? Itulah ๐ฐ๐ท๐ฆ๐ณ๐ต๐ฉ๐ช๐ฏ๐ฌ๐ช๐ฏ๐จ, kebiasaan yang menyita kedamaian dan energi kita. Alih-alih merasa berdaya, kita malah sering terjebak dalam masalah yang di luar kendali kita.
Konsep dari Stephen Covey, penulis buku "๐๐ฉ๐ฆ 7 ๐๐ข๐ฃ๐ช๐ต๐ด ๐ฐ๐ง ๐๐ช๐จ๐ฉ๐ญ๐บ ๐๐ง๐ง๐ฆ๐ค๐ต๐ช๐ท๐ฆ ๐๐ฆ๐ฐ๐ฑ๐ญ๐ฆ," mengajarkan kita untuk memahami tiga lingkaran ini. Ada Lingkaran Kekhawatiran (๐๐ช๐ณ๐ค๐ญ๐ฆ ๐ฐ๐ง ๐๐ฐ๐ฏ๐ค๐ฆ๐ณ๐ฏ), di mana kita membuang waktu memikirkan hal-hal yang tidak bisa kita ubah, seperti politik atau cuaca.
Namun, di dalam lingkaran yang lebih kecil, ada Lingkaran Pengaruh (๐๐ช๐ณ๐ค๐ญ๐ฆ ๐ฐ๐ง ๐๐ฏ๐ง๐ญ๐ถ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ฆ). Di sini, kita menemukan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan sepenuhnya, tetapi bisa kita pengaruhi. Contohnya adalah kesehatan kita atau cara kita berinteraksi dengan orang lain.
Dan di pusatnya, ada Lingkaran Kendali (๐๐ช๐ณ๐ค๐ญ๐ฆ ๐ฐ๐ง ๐๐ฐ๐ฏ๐ต๐ณ๐ฐ๐ญ)โtempat di mana kita benar-benar memegang kendali penuh; mencakup pikiran, tindakan, dan reaksi kita. Inilah fondasi untuk hidup yang lebih proaktif, bukan reaktif.
Orang-orang reaktif membiarkan Lingkaran Kekhawatiran mendominasi hidup mereka, terus mengeluh dan merasa menjadi korban. Sebaliknya, orang-orang proaktif fokus pada Lingkaran Kendali mereka, menginvestasikan energi pada apa yang bisa mereka lakukan.
Dengan berfokus pada apa yang ada dalam kendali kita, kita tidak hanya mengurangi ๐ฐ๐ท๐ฆ๐ณ๐ต๐ฉ๐ช๐ฏ๐ฌ๐ช๐ฏ๐จ, tetapi juga memperluas Lingkaran Pengaruh kita. Semakin kita proaktif, semakin besar dampak positif yang bisa kita ciptakan.
Alih-alih tenggelam dalam kekhawatiran yang tak berujung, mari kita pilih untuk membangun kekuatan dari dalam. Masa depan kita bukanlah takdir yang pasif; ia adalah hasil dari setiap tindakan, setiap pilihan, dan setiap momen yang kita putuskan untuk dikendalikan, bukan dipermasalahkan.
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2โก1
Federasi sepak bola Asia (AFC) telah mengumumkan hasil undian babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Enam tim yang tersisa dibagi ke dalam dua grup, masing-masing terdiri dari tiga negara. Keenam negara itu bakal memperebutkan dua tiket langsung ke putaran final Piala Dunia.
Di Grup A, Qatar akan bersaing dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman. Adapun timnas Indonesia dipastikan masuk Grup B bersama Arab Saudi dan Irak.
Dengan hasil undian ini, persaingan di kedua grup diprediksi berlangsung ketat. Di Grup B, Indonesia menghadapi tantangan berat melawan dua tim yang secara peringkat lebih tinggi.
Pertandingan ronde keempat akan dihelat pada 8โ14 Oktober 2025 mendatang.
Format babak keempat menggunakan sistem round robin satu pertemuan. Setiap tim hanya akan bertemu sekali melawan dua lawan lainnya di grup.
Juara dari masing-masing grup akan otomatis lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai wakil Asia.
Nah, sembari menyaksikan dan memberi dukungan buat Timnas, kembali ada peluang seru-seruan juga buatmu untuk memenangkan Souvenir ATE INISIATIF masing-masing untuk 3 (tiga) Sobat ATE beruntung yang berhasil menebak 2 opsi polling sekaligus dengan tepat
Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Rabu, 8 Oktober 2025 pukul 17.00 WIB
Syarat klaim : Sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
#INISIATIFDukungTimnas
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
โจ ๐ ๐๐๐๐ช๐๐ก ๐๐๐ ๐จ๐ฆ๐ง๐๐๐๐๐๐ก โจ
Simulasi #WCQ2026 AFC R4 yang dilansir Football Meets Data memberikan kabar buruk bagi timnas Indonesia. ๐ฎ๐ฉ
Dari enam partisipan di babak ini, Indonesia disebutkan paling sulit untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026, yakni sebagai pemuncak klasemen Grup B. โ
Sedangkan Arab Saudi dan Qatar, yang bertindak sebagai tuan rumah, difavoritkan untuk melaju. โฉ
Masih ada jalur alternatif melalui ronde 5 dengan finis kedua di grup, tapi kansnya juga tidak begitu besar. ๐
Pada akhirnya, simulasi ini hanyalah prediksi di atas kertas. Garuda masih berkesempatan untuk membuktikan diri di atas lapangan pada 9 dan 12 Oktober mendatang. ๐ค๐ฎ๐ฉ
Simulasi #WCQ2026 AFC R4 yang dilansir Football Meets Data memberikan kabar buruk bagi timnas Indonesia. ๐ฎ๐ฉ
Dari enam partisipan di babak ini, Indonesia disebutkan paling sulit untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026, yakni sebagai pemuncak klasemen Grup B. โ
Sedangkan Arab Saudi dan Qatar, yang bertindak sebagai tuan rumah, difavoritkan untuk melaju. โฉ
Masih ada jalur alternatif melalui ronde 5 dengan finis kedua di grup, tapi kansnya juga tidak begitu besar. ๐
Pada akhirnya, simulasi ini hanyalah prediksi di atas kertas. Garuda masih berkesempatan untuk membuktikan diri di atas lapangan pada 9 dan 12 Oktober mendatang. ๐ค๐ฎ๐ฉ
โค1
SEORANG TEMAN MENINGGAL ๐ญ
oleh: Budiman Hakim
Hari itu kami melayat seorang sahabat yang wafat. Di sebuah rumah yang dipenuhi kursi2 sewaan, suasana duka menempel di dinding seperti bayangan yang enggan pergi.
Orang-orang duduk berjejer. Sebagian sibuk saling berbisik. Sebagian lagi menunduk dengan tatapan kosong. Seakan kematian selalu datang terlalu cepat, meski sudah pasti. Satu persatu, kami menyalami orang-orang yang ada.
โIstrinya mana?โ tanya saya pada salah seorang kerabat almarhum.
"Mereka sudah lama pisah. Jadi nggak datang.โ
Jawaban itu membuat udara di sekitar saya semakin pengap. Saya coba bertanya lagi, kali ini lebih hati-hati, โKalau anaknya mana?โ
Dan jawaban yang keluar terasa lebih menyesakkan: โAnaknya sudah ditelepon, tapi nggak bisa datang. Katanya, di kantor lagi banyak kerjaan.โ
Darah saya seketika membeku. Saya gak siap menerima jawaban itu. Bayangkan! Seorang ayah meninggal, tubuhnya terbujur kaku di ruang tamu, tapi anak kandungnya bilang nggak bisa datang karena banyak kerjaan.
Di komunitas kami, almarhum dikenal sebagai teman yang sangat baik. Dia selalu ceria dan helpful. Jadi di kepala kami selama ini tergambar, pastilah keluarganya sangat ideal. Nyatanya? Ck...ck...ck...
Tapi di saat yang sama, saya sadar, hidup sering lebih rumit daripada kalimat sederhana yang keluar dari mulut seseorang.
Mungkin, ada luka lama yang nggak pernah dibicarakan. Ada retakan hubungan yang tak pernah dijahit kembali, hingga akhirnya yang tersisa hanyalah formalitas: telepon, pesan singkat, lalu alasan untuk tidak datang.
Atau mungkin, dan ini yang paling menyakitkan, anak itu sudah lama merasa ayahnya bukan lagi rumah, tapi sekadar nama di kartu keluarga.
Mungkin, anak itu benar-benar terikat sistem kerja yang kejam. Sistem yang bikin manusia lebih takut kehilangan gaji daripada kehilangan kesempatan terakhir melihat wajah bapaknya. Mana yang benar? Saya gak pernah tau.
Yang jelas, saya melihat ada kursi kosong yang teriakannya lebih keras dibanding tangisan siapa pun. Kursi kosong itu berbicara tentang jarak yang tak terjembatani. Tentang luka yang terlalu dalam untuk dijelaskan. Tentang dunia yang perlahan kehilangan arah. Ketika seorang anak bisa memilih kerja di kantor daripada bersimpuh di sisi jenazah ayahnya.
Selesai pemakaman, kami pun pulang dengan hati yang pepat, sambil bertanya dalam hati, 'Apa sebenarnya yang lebih mahal dari detik terakhir menatap wajah orang tua?'
Sebuah keluarga, barangkali, baru benar-benar diuji bukan saat kita lahir dari rahim yang sama. Bukan saat kita makan di meja yang sama, tapi di saat kematian tiba. Kalau di detik terakhir pun kita tak bisa datang mengantarkan doa, lalu apa arti semua ikatan yang pernah ada?
Keluarga, pada akhirnya, bukan tentang darah yang mengalir, tapi tentang keberanian untuk hadir. Seburuk apa pun hubungan yang ada.
#INISIATIF #Weekend #KetahananKeluarga
oleh: Budiman Hakim
Hari itu kami melayat seorang sahabat yang wafat. Di sebuah rumah yang dipenuhi kursi2 sewaan, suasana duka menempel di dinding seperti bayangan yang enggan pergi.
Orang-orang duduk berjejer. Sebagian sibuk saling berbisik. Sebagian lagi menunduk dengan tatapan kosong. Seakan kematian selalu datang terlalu cepat, meski sudah pasti. Satu persatu, kami menyalami orang-orang yang ada.
โIstrinya mana?โ tanya saya pada salah seorang kerabat almarhum.
"Mereka sudah lama pisah. Jadi nggak datang.โ
Jawaban itu membuat udara di sekitar saya semakin pengap. Saya coba bertanya lagi, kali ini lebih hati-hati, โKalau anaknya mana?โ
Dan jawaban yang keluar terasa lebih menyesakkan: โAnaknya sudah ditelepon, tapi nggak bisa datang. Katanya, di kantor lagi banyak kerjaan.โ
Darah saya seketika membeku. Saya gak siap menerima jawaban itu. Bayangkan! Seorang ayah meninggal, tubuhnya terbujur kaku di ruang tamu, tapi anak kandungnya bilang nggak bisa datang karena banyak kerjaan.
Di komunitas kami, almarhum dikenal sebagai teman yang sangat baik. Dia selalu ceria dan helpful. Jadi di kepala kami selama ini tergambar, pastilah keluarganya sangat ideal. Nyatanya? Ck...ck...ck...
Tapi di saat yang sama, saya sadar, hidup sering lebih rumit daripada kalimat sederhana yang keluar dari mulut seseorang.
Mungkin, ada luka lama yang nggak pernah dibicarakan. Ada retakan hubungan yang tak pernah dijahit kembali, hingga akhirnya yang tersisa hanyalah formalitas: telepon, pesan singkat, lalu alasan untuk tidak datang.
Atau mungkin, dan ini yang paling menyakitkan, anak itu sudah lama merasa ayahnya bukan lagi rumah, tapi sekadar nama di kartu keluarga.
Mungkin, anak itu benar-benar terikat sistem kerja yang kejam. Sistem yang bikin manusia lebih takut kehilangan gaji daripada kehilangan kesempatan terakhir melihat wajah bapaknya. Mana yang benar? Saya gak pernah tau.
Yang jelas, saya melihat ada kursi kosong yang teriakannya lebih keras dibanding tangisan siapa pun. Kursi kosong itu berbicara tentang jarak yang tak terjembatani. Tentang luka yang terlalu dalam untuk dijelaskan. Tentang dunia yang perlahan kehilangan arah. Ketika seorang anak bisa memilih kerja di kantor daripada bersimpuh di sisi jenazah ayahnya.
Selesai pemakaman, kami pun pulang dengan hati yang pepat, sambil bertanya dalam hati, 'Apa sebenarnya yang lebih mahal dari detik terakhir menatap wajah orang tua?'
Sebuah keluarga, barangkali, baru benar-benar diuji bukan saat kita lahir dari rahim yang sama. Bukan saat kita makan di meja yang sama, tapi di saat kematian tiba. Kalau di detik terakhir pun kita tak bisa datang mengantarkan doa, lalu apa arti semua ikatan yang pernah ada?
Keluarga, pada akhirnya, bukan tentang darah yang mengalir, tapi tentang keberanian untuk hadir. Seburuk apa pun hubungan yang ada.
#INISIATIF #Weekend #KetahananKeluarga
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2
Kuis Tebak Skor Indonesia Vs Arab Saudi ๐ฒ๐จ
3 Voucher Ovo/Gopay/Dana masing-masing 50K buat 3 Orang Beruntung (total 150K)
Wajib Ikuti syarat!!!
https://www.instagram.com/p/DPYnypyE4Mo/?igsh=OGoweGppNmJuZWE0
#INISIATIFDukungTimnas
3 Voucher Ovo/Gopay/Dana masing-masing 50K buat 3 Orang Beruntung (total 150K)
Wajib Ikuti syarat!!!
https://www.instagram.com/p/DPYnypyE4Mo/?igsh=OGoweGppNmJuZWE0
#INISIATIFDukungTimnas
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Pantengin terus IG @lifeatbpjskesehatan ya!
https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsh=N2lpOXp5YndnYzZh
Mulai hari ini kita bakal hadir langsung dari gelanggang PORNAS KORPRI 2025 di Palembang!
Stay tuned buat liputan eksklusif, momen behind the scene, dan semangat para atlet terbaik BPJS Kesehatan di arena!๐
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsh=N2lpOXp5YndnYzZh
Mulai hari ini kita bakal hadir langsung dari gelanggang PORNAS KORPRI 2025 di Palembang!
Stay tuned buat liputan eksklusif, momen behind the scene, dan semangat para atlet terbaik BPJS Kesehatan di arena!
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
PIKIRAN = TAKDIR ๐
Oleh: Dedi Priadi
Pikiran kita bagaikan bibit. Pikiran yang kita tanam, baik maupun buruk, akan tumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar dalam hidup kita.
Pepatah Arab mengatakan, "Pikiranmu adalah takdirmu." Tentu ini bukan sekadar kata-kata puitis, melainkan cerminan dari sebuah proses yang sangat nyata, seperti deretan domino yang saling terkait.
Semuanya berawal dari pikiran. ๐๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ข๐ฏ yang terus-menerus kita biarkan berputar dalam benak akan mengalir keluar menjadi ๐ฌ๐ข๐ต๐ข-๐ฌ๐ข๐ต๐ข.
Kata-kata yang kita ucapkan, baik kepada diri sendiri maupun orang lain, akan memengaruhi bagaimana kita bertindak.
๐๐ช๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ yang diulang-ulang akan membentuk ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ข๐ด๐ข๐ข๐ฏ, dan kebiasaan inilah yang kemudian mengukir ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฌ๐ต๐ฆ๐ณ kita. Pada akhirnya, karakter itulah yang menjadi ๐ต๐ข๐ฌ๐ฅ๐ช๐ณ kita.
Jika kita membiarkan pikiran-pikiran negatif dan keraguan menguasai, kita sedang menanam benih kegagalan.
Sebaliknya, jika kita fokus pada pemikiran yang optimis, kita sedang membuka jalan menuju banyak kesempatan. Seperti yang dikatakan oleh Louis Pasteur, "๐๐ฉ๐ข๐ฏ๐ค๐ฆ ๐ง๐ข๐ท๐ฐ๐ณ๐ด ๐ฐ๐ฏ๐ญ๐บ ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ฑ๐ณ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฅ ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ฅ." Peluang hanya berpihak pada pikiran yang siap.
Kesiapan itu dimulai dari pikiran yang kita kelola. Kita adalah arsitek dari takdir kita sendiri, dan bahan bakunya adalah pikiran. Kelola pikiran kita dengan bijak, dan ia akan menuntun kita pada takdir yang kita inginkan.
"๐๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ข๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ข-๐๐ถ."
#INISIATIF
Oleh: Dedi Priadi
Pikiran kita bagaikan bibit. Pikiran yang kita tanam, baik maupun buruk, akan tumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar dalam hidup kita.
Pepatah Arab mengatakan, "Pikiranmu adalah takdirmu." Tentu ini bukan sekadar kata-kata puitis, melainkan cerminan dari sebuah proses yang sangat nyata, seperti deretan domino yang saling terkait.
Semuanya berawal dari pikiran. ๐๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ข๐ฏ yang terus-menerus kita biarkan berputar dalam benak akan mengalir keluar menjadi ๐ฌ๐ข๐ต๐ข-๐ฌ๐ข๐ต๐ข.
Kata-kata yang kita ucapkan, baik kepada diri sendiri maupun orang lain, akan memengaruhi bagaimana kita bertindak.
๐๐ช๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ yang diulang-ulang akan membentuk ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ข๐ด๐ข๐ข๐ฏ, dan kebiasaan inilah yang kemudian mengukir ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฌ๐ต๐ฆ๐ณ kita. Pada akhirnya, karakter itulah yang menjadi ๐ต๐ข๐ฌ๐ฅ๐ช๐ณ kita.
Jika kita membiarkan pikiran-pikiran negatif dan keraguan menguasai, kita sedang menanam benih kegagalan.
Sebaliknya, jika kita fokus pada pemikiran yang optimis, kita sedang membuka jalan menuju banyak kesempatan. Seperti yang dikatakan oleh Louis Pasteur, "๐๐ฉ๐ข๐ฏ๐ค๐ฆ ๐ง๐ข๐ท๐ฐ๐ณ๐ด ๐ฐ๐ฏ๐ญ๐บ ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ฑ๐ณ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฅ ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ฅ." Peluang hanya berpihak pada pikiran yang siap.
Kesiapan itu dimulai dari pikiran yang kita kelola. Kita adalah arsitek dari takdir kita sendiri, dan bahan bakunya adalah pikiran. Kelola pikiran kita dengan bijak, dan ia akan menuntun kita pada takdir yang kita inginkan.
"๐๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ข๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ข-๐๐ถ."
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
HIDUP INI SEDANG MENGHUKUM MENGAJAR ๐ช ๐ฅ
Oleh: Suluksalik
"Mungkin segala sesuatu yang dulu kamu kira menenggelamkanmu, sebenarnya sedang mengajarkanmu cara berenang."
Kalimat ini mengingatkan kita bahwa penderitaan tidak selalu berarti akhir, melainkan bisa jadi proses pendewasaan.
Ketika hidup melemparkan kita pada situasi beratโrasa sakit, kegagalan, kehilanganโkita sering merasa seolah sedang โtenggelamโ. Nafas sesak, pandangan gelap, dan harapan seakan habis.
Namun, justru di titik itulah kita belajar kekuatan yang sebelumnya tidak pernah kita sadari.
Seperti seseorang yang terpaksa belajar berenang karena tercebur ke air, kita pun seringkali menemukan cara bertahan hidup saat kondisi memaksa. Masalah yang terasa hendak menenggelamkan, perlahan menjadi guru yang melatih otot keberanian, kesabaran, dan kebijaksanaan kita.
Jika direnungkan, mungkin tanpa badai-badai itu kita tidak pernah benar-benar tumbuh. Luka yang dulu ingin kita lupakan, kini menjelma pijakan. Air yang dulu menakutkan, sekarang justru menjadi ruang kita belajar bergerak lebih luwes.
Jadi, mungkin bukan โhidup sedang menghukumโ, melainkan โhidup sedang mengajarโ.
Apa yang kamu kira akan mengakhiri langkahmu, ternyata justru sedang mengajarkanmu cara melangkah lebih kuat.
#INISIATIF
Oleh: Suluksalik
"Mungkin segala sesuatu yang dulu kamu kira menenggelamkanmu, sebenarnya sedang mengajarkanmu cara berenang."
Kalimat ini mengingatkan kita bahwa penderitaan tidak selalu berarti akhir, melainkan bisa jadi proses pendewasaan.
Ketika hidup melemparkan kita pada situasi beratโrasa sakit, kegagalan, kehilanganโkita sering merasa seolah sedang โtenggelamโ. Nafas sesak, pandangan gelap, dan harapan seakan habis.
Namun, justru di titik itulah kita belajar kekuatan yang sebelumnya tidak pernah kita sadari.
Seperti seseorang yang terpaksa belajar berenang karena tercebur ke air, kita pun seringkali menemukan cara bertahan hidup saat kondisi memaksa. Masalah yang terasa hendak menenggelamkan, perlahan menjadi guru yang melatih otot keberanian, kesabaran, dan kebijaksanaan kita.
Jika direnungkan, mungkin tanpa badai-badai itu kita tidak pernah benar-benar tumbuh. Luka yang dulu ingin kita lupakan, kini menjelma pijakan. Air yang dulu menakutkan, sekarang justru menjadi ruang kita belajar bergerak lebih luwes.
Jadi, mungkin bukan โhidup sedang menghukumโ, melainkan โhidup sedang mengajarโ.
Apa yang kamu kira akan mengakhiri langkahmu, ternyata justru sedang mengajarkanmu cara melangkah lebih kuat.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค3
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Menjelang Hari H, Cabor Badminton terus mempersiapkan diri ๐ฅ ๐ฎ๐ฉ
Update seluruh rangkaian kegiatan Pornas Korpri bisa dicek di story IG Life at BPJS Kesehatan๐
https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsh=MWtwYWo4NXA3YjY1
Update seluruh rangkaian kegiatan Pornas Korpri bisa dicek di story IG Life at BPJS Kesehatan
https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsh=MWtwYWo4NXA3YjY1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ฅ1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
MOTIVASI < DISIPLIN ๐
oleh: Dedi Priadi
Mengapa semangat awal yang berapi-api cepat padam, sementara usaha kecil yang dilakukan terus-menerus selalu berhasil membawa kita pada tujuan?๐
๐๐ฐ๐ต๐ช๐ท๐ข๐ด๐ช ibarat kembang api yang memukau, tapi tidak bisa diandalkan. Perjalanan besar butuh komitmen kuat, yaitu ๐ฅ๐ช๐ด๐ช๐ฑ๐ญ๐ช๐ฏ, yang pasti bertahan lebih lama dari semangat sesaat.
Perbedaan kuncinya adalah bahwa motivasi membuat Anda ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช; disiplin membuat Anda ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฏ๐ซ๐ถ๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ. Motivasi menunggu, disiplin mengambil tindakan. Disiplin adalah keputusan aktif untuk hadir tanpa peduli bagaimana perasaan Anda.
Motivasi sifatnya tidak menentu, sangat bergantung pada suasana hati atau faktor eksternal. Ketika pekerjaan menjadi sulit atau membosankan, motivasi akan pergi, meninggalkan Anda sendirian di saat Anda paling membutuhkannya.
Disiplin adalah proses menetapkan standar pribadi yang tak terpatahkan dan komitmen untuk memenuhinya. Disiplin mengubah tugas berat menjadi kebiasaan otomatis. Dengan hadir setiap hari, Anda membuktikan bahwa diri Anda dapat diandalkan.
Konsistensi inilah yang menghasilkan hasil nyata. Bukan lompatan besar, melainkan tindakan kecil yang terakumulasi. Pemenang maraton adalah mereka yang punya kedisiplinan untuk mempertahankan kecepatan, bukan yang paling cepat di awal.
๐๐ช๐ด๐ค๐ช๐ฑ๐ญ๐ช๐ฏ๐ฆ ๐ช๐ด ๐ข ๐ด๐บ๐ด๐ต๐ฆ๐ฎ, ๐ข๐ฏ๐ฅ ๐ฎ๐ฐ๐ต๐ช๐ท๐ข๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ ๐ช๐ด ๐ข ๐ฎ๐ฐ๐ฐ๐ฅ. Disiplin adalah sebuah sistem, dan motivasi adalah suasana hati. Dan dalam jangka panjang, sistem akan selalu menang.๐ฅ
#INISIATIF
oleh: Dedi Priadi
Mengapa semangat awal yang berapi-api cepat padam, sementara usaha kecil yang dilakukan terus-menerus selalu berhasil membawa kita pada tujuan?
๐๐ฐ๐ต๐ช๐ท๐ข๐ด๐ช ibarat kembang api yang memukau, tapi tidak bisa diandalkan. Perjalanan besar butuh komitmen kuat, yaitu ๐ฅ๐ช๐ด๐ช๐ฑ๐ญ๐ช๐ฏ, yang pasti bertahan lebih lama dari semangat sesaat.
Perbedaan kuncinya adalah bahwa motivasi membuat Anda ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช; disiplin membuat Anda ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฏ๐ซ๐ถ๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ. Motivasi menunggu, disiplin mengambil tindakan. Disiplin adalah keputusan aktif untuk hadir tanpa peduli bagaimana perasaan Anda.
Motivasi sifatnya tidak menentu, sangat bergantung pada suasana hati atau faktor eksternal. Ketika pekerjaan menjadi sulit atau membosankan, motivasi akan pergi, meninggalkan Anda sendirian di saat Anda paling membutuhkannya.
Disiplin adalah proses menetapkan standar pribadi yang tak terpatahkan dan komitmen untuk memenuhinya. Disiplin mengubah tugas berat menjadi kebiasaan otomatis. Dengan hadir setiap hari, Anda membuktikan bahwa diri Anda dapat diandalkan.
Konsistensi inilah yang menghasilkan hasil nyata. Bukan lompatan besar, melainkan tindakan kecil yang terakumulasi. Pemenang maraton adalah mereka yang punya kedisiplinan untuk mempertahankan kecepatan, bukan yang paling cepat di awal.
๐๐ช๐ด๐ค๐ช๐ฑ๐ญ๐ช๐ฏ๐ฆ ๐ช๐ด ๐ข ๐ด๐บ๐ด๐ต๐ฆ๐ฎ, ๐ข๐ฏ๐ฅ ๐ฎ๐ฐ๐ต๐ช๐ท๐ข๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ ๐ช๐ด ๐ข ๐ฎ๐ฐ๐ฐ๐ฅ. Disiplin adalah sebuah sistem, dan motivasi adalah suasana hati. Dan dalam jangka panjang, sistem akan selalu menang.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2โก1
Forwarded from BPJS Kesehatan Badminton Community (Ketua)
Yuk kita doakan, dukung dan saksikan tim Bulutangkis BPJS Kesehatan di perhelatan Pornas Korpri Tahun 2025.
Menang kalah itu biasa, tapi daya juang dilapangan harus kita tujukan ! Pacak Nian !
https://www.instagram.com/p/DPh1OCEkjlk/?igsh=cWhqOWR0ZjhydTI=
Menang kalah itu biasa, tapi daya juang dilapangan harus kita tujukan ! Pacak Nian !
https://www.instagram.com/p/DPh1OCEkjlk/?igsh=cWhqOWR0ZjhydTI=
First impression kerja di BPJS Kesehatan?
โRasanyaโฆ kayak nemuin tempat yang nggak cuma ngajarin kerja, tapi juga makna.โโค๏ธ
๐ฌ ceritain first impression-mu di sini
https://www.instagram.com/reel/DPh6Qp9iZ-g/?igsh=NzlhNGF1YmdmNzc2
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
โRasanyaโฆ kayak nemuin tempat yang nggak cuma ngajarin kerja, tapi juga makna.โ
๐ฌ ceritain first impression-mu di sini
https://www.instagram.com/reel/DPh6Qp9iZ-g/?igsh=NzlhNGF1YmdmNzc2
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM