Ask The Experts
1.81K subscribers
4.73K photos
414 videos
188 files
2.91K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
MISTERI DI BALIK PUNGGUNG ๐Ÿคณ

oleh: Budiman Hakim

Sejak dulu, gue selalu suka moto orang dari belakang (Seperti foto di bawah). Temen-temen sering komentar, โ€œLo demen banget moto orang dari belakang? Apa sih bagusnya?โ€

Terus terang gue gak bisa jawab. Gue suka ajaโ€ฆ gak tau kenapa. Lucunya, lama-lama temen-temen pada ketularan. Mereka ikut-ikutan melakukan hal yang sama. Terus mereka bilang, "Eh, iya, loh! Ternyata foto orang dari belakang itu lucu dan punya daya pikat tersendiri. Seakan ada misteri di sana."

Mendengar omongan mereka, gue memutuskan untuk mempelajari lebih jauh. Sebagai trend setter, masak sih gue sendiri gak ngerti latar belakangnya. Jadi gue coba menggali dari sudut pandang neurosains. Penjelasannya begini.

Secara ilmiah, otak manusia memang benci pada sesuatu yang tidak lengkap. Otak diciptakan untuk mencari pola, keteraturan, dan makna. Begitu ada bagian yang hilang, otak langsung beraksi. Mekanisme ini dijelaskan dalam Gestalt Principle of Closure: kecenderungan alami otak untuk menutup celah, melengkapi kekosongan dengan data dari memori, pengalaman, atau imajinasi.

Dalam bahasa neurosains modern, hal ini erat kaitannya dengan predictive coding: otak selalu berusaha menebak input sensorik berikutnya, lalu mengisinya dengan informasi yang disimpan di hippocampus (memori) dan diproses oleh prefrontal cortex (prediksi dan imajinasi). Proses ini berjalan lewat top-down processing, yaitu otak menafsirkan dunia bukan hanya dari apa yang kita lihat (bottom-up), tapi juga dari ekspektasi, memori, dan konteks.

Foto orang dari belakang adalah contoh sederhana tapi kuat bagaimana mekanisme ini bekerja. Ada beberapa ruang kosong yang memicu otak untuk segera bereaksi. Berikut pembahasannya:

Wajah yang tak terlihat
Otak membuka โ€œfolder memoriโ€ lalu mencari kemungkinan wajah, menempelkan bayangan wajah yang kita kenal atau membangun imajinasi wajah anonim.

Kaki yang melangkah
Gerakan itu menyisakan pertanyaan: โ€œDia mau ke mana?โ€ Otak membangun skenario apakah menuju rumah, mengejar mimpi, atau sekadar berjalan tanpa arah.

Latar belakang jalan dan horizon
Otak menyambungkan garis jalan dan batas pandangan, lalu menambahkan narasi tentang perjalanan yang sedang ditempuh.

Ransel di punggung
Benda sederhana, tapi cukup untuk memancing otak menebak isinya: buku, kamera, laptop, kondom atau mungkin hanya sebotol air.

Konteks sosial
Kalo subyeknya sendirian, otak segera mengisi celah dengan pertanyaan: apakah dia memang suka sendiri? Apakah ada seseorang yang menunggu di ujung jalan? Atau justru dia sedang melarikan diri dari sesuatu?

Semua proses ini melibatkan Default Mode Network (DMN), jaringan otak yang aktif ketika kita berkhayal, merenung, atau membangun narasi. Artinya, sebuah foto sederhana bisa menyalakan area otak yang sama dengan saat kita bermimpi.

Meskipun otak membenci yang tidak lengkap, justru di situlah letak keindahannya. Ruang kosong itu, yang semestinya jadi kekurangan, malah membuat otak kita ikut bekerja: menebak, membangun, dan menyulam cerita.

Dibandingkan dengan foto orang sedang berpose, foto candid saja sudah menarik. Apalagi foto orang dari belakang. Daya tariknya buat saya jauh lebih kuat. Unik. Ia bukan hanya gambar, tapi undangan bagi otak kita untuk ikut bermain. Ia sederhana, tapi kaya. Ia tidak lengkap, tapi justru terasa penuh. Ia bukan jawaban, melainkan pertanyaan. Dan pertanyaanlah yang membuat kita selalu ingin kembali melihatnya.

#INISIATIF
โค1
OVERTHINKING ๐Ÿคฏ

Oleh: Dedi Priadi


Seringkah Anda merasa terperangkap dalam pusaran kekhawatiran yang tak ada habisnya? Itulah ๐˜ฐ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ, kebiasaan yang menyita kedamaian dan energi kita. Alih-alih merasa berdaya, kita malah sering terjebak dalam masalah yang di luar kendali kita.

Konsep dari Stephen Covey, penulis buku "๐˜›๐˜ฉ๐˜ฆ 7 ๐˜๐˜ข๐˜ฃ๐˜ช๐˜ต๐˜ด ๐˜ฐ๐˜ง ๐˜๐˜ช๐˜จ๐˜ฉ๐˜ญ๐˜บ ๐˜Œ๐˜ง๐˜ง๐˜ฆ๐˜ค๐˜ต๐˜ช๐˜ท๐˜ฆ ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ญ๐˜ฆ," mengajarkan kita untuk memahami tiga lingkaran ini. Ada Lingkaran Kekhawatiran (๐˜Š๐˜ช๐˜ณ๐˜ค๐˜ญ๐˜ฆ ๐˜ฐ๐˜ง ๐˜Š๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ), di mana kita membuang waktu memikirkan hal-hal yang tidak bisa kita ubah, seperti politik atau cuaca.

Namun, di dalam lingkaran yang lebih kecil, ada Lingkaran Pengaruh (๐˜Š๐˜ช๐˜ณ๐˜ค๐˜ญ๐˜ฆ ๐˜ฐ๐˜ง ๐˜๐˜ฏ๐˜ง๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ฆ). Di sini, kita menemukan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan sepenuhnya, tetapi bisa kita pengaruhi. Contohnya adalah kesehatan kita atau cara kita berinteraksi dengan orang lain.

Dan di pusatnya, ada Lingkaran Kendali (๐˜Š๐˜ช๐˜ณ๐˜ค๐˜ญ๐˜ฆ ๐˜ฐ๐˜ง ๐˜Š๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ญ)โ€”tempat di mana kita benar-benar memegang kendali penuh; mencakup pikiran, tindakan, dan reaksi kita. Inilah fondasi untuk hidup yang lebih proaktif, bukan reaktif.

Orang-orang reaktif membiarkan Lingkaran Kekhawatiran mendominasi hidup mereka, terus mengeluh dan merasa menjadi korban. Sebaliknya, orang-orang proaktif fokus pada Lingkaran Kendali mereka, menginvestasikan energi pada apa yang bisa mereka lakukan.

Dengan berfokus pada apa yang ada dalam kendali kita, kita tidak hanya mengurangi ๐˜ฐ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ, tetapi juga memperluas Lingkaran Pengaruh kita. Semakin kita proaktif, semakin besar dampak positif yang bisa kita ciptakan.

Alih-alih tenggelam dalam kekhawatiran yang tak berujung, mari kita pilih untuk membangun kekuatan dari dalam. Masa depan kita bukanlah takdir yang pasif; ia adalah hasil dari setiap tindakan, setiap pilihan, dan setiap momen yang kita putuskan untuk dikendalikan, bukan dipermasalahkan.

#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2โšก1
๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ” 2๏ธโƒฃ๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ”  ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Federasi sepak bola Asia (AFC) telah mengumumkan hasil undian babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Enam tim yang tersisa dibagi ke dalam dua grup, masing-masing terdiri dari tiga negara. Keenam negara itu bakal memperebutkan dua tiket langsung ke putaran final Piala Dunia.

Di Grup A, Qatar akan bersaing dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman. Adapun timnas Indonesia dipastikan masuk Grup B bersama Arab Saudi dan Irak.

Dengan hasil undian ini, persaingan di kedua grup diprediksi berlangsung ketat. Di Grup B, Indonesia menghadapi tantangan berat melawan dua tim yang secara peringkat lebih tinggi.

Pertandingan ronde keempat akan dihelat pada 8โ€“14 Oktober 2025 mendatang.

Format babak keempat menggunakan sistem round robin satu pertemuan. Setiap tim hanya akan bertemu sekali melawan dua lawan lainnya di grup.

Juara dari masing-masing grup akan otomatis lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai wakil Asia.


Nah, sembari menyaksikan dan memberi dukungan buat Timnas, kembali ada peluang seru-seruan juga buatmu untuk memenangkan Souvenir ATE INISIATIF masing-masing untuk 3 (tiga) Sobat ATE beruntung yang berhasil menebak 2 opsi polling sekaligus dengan tepat ๐Ÿค”

Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Rabu, 8 Oktober 2025 pukul 17.00 WIB ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

Syarat klaim : Sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1


#INISIATIFDukungTimnas
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
โœจ ๐— ๐—˜๐—Ÿ๐—”๐—ช๐—”๐—ก ๐—ž๐—˜๐— ๐—จ๐—ฆ๐—ง๐—”๐—›๐—œ๐—Ÿ๐—”๐—ก โœจ

Simulasi #WCQ2026 AFC R4 yang dilansir Football Meets Data memberikan kabar buruk bagi timnas Indonesia. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Dari enam partisipan di babak ini, Indonesia disebutkan paling sulit untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026, yakni sebagai pemuncak klasemen Grup B. โŒ

Sedangkan Arab Saudi dan Qatar, yang bertindak sebagai tuan rumah, difavoritkan untuk melaju. โฉ

Masih ada jalur alternatif melalui ronde 5 dengan finis kedua di grup, tapi kansnya juga tidak begitu besar. ๐Ÿ“‰

Pada akhirnya, simulasi ini hanyalah prediksi di atas kertas. Garuda masih berkesempatan untuk membuktikan diri di atas lapangan pada 9 dan 12 Oktober mendatang. ๐Ÿคž๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
โค1
SEORANG TEMAN MENINGGAL ๐Ÿ˜ญ

oleh: Budiman Hakim

Hari itu kami melayat seorang sahabat yang wafat. Di sebuah rumah yang dipenuhi kursi2 sewaan, suasana duka menempel di dinding seperti bayangan yang enggan pergi.

Orang-orang duduk berjejer. Sebagian sibuk saling berbisik. Sebagian lagi menunduk dengan tatapan kosong. Seakan kematian selalu datang terlalu cepat, meski sudah pasti. Satu persatu, kami menyalami orang-orang yang ada.

โ€œIstrinya mana?โ€ tanya saya pada salah seorang kerabat almarhum.

"Mereka sudah lama pisah. Jadi nggak datang.โ€

Jawaban itu membuat udara di sekitar saya semakin pengap. Saya coba bertanya lagi, kali ini lebih hati-hati, โ€œKalau anaknya mana?โ€

Dan jawaban yang keluar terasa lebih menyesakkan: โ€œAnaknya sudah ditelepon, tapi nggak bisa datang. Katanya, di kantor lagi banyak kerjaan.โ€

Darah saya seketika membeku. Saya gak siap menerima jawaban itu. Bayangkan! Seorang ayah meninggal, tubuhnya terbujur kaku di ruang tamu, tapi anak kandungnya bilang nggak bisa datang karena banyak kerjaan.

Di komunitas kami, almarhum dikenal sebagai teman yang sangat baik. Dia selalu ceria dan helpful. Jadi di kepala kami selama ini tergambar, pastilah keluarganya sangat ideal. Nyatanya? Ck...ck...ck...

Tapi di saat yang sama, saya sadar, hidup sering lebih rumit daripada kalimat sederhana yang keluar dari mulut seseorang.

Mungkin, ada luka lama yang nggak pernah dibicarakan. Ada retakan hubungan yang tak pernah dijahit kembali, hingga akhirnya yang tersisa hanyalah formalitas: telepon, pesan singkat, lalu alasan untuk tidak datang.

Atau mungkin, dan ini yang paling menyakitkan, anak itu sudah lama merasa ayahnya bukan lagi rumah, tapi sekadar nama di kartu keluarga.

Mungkin, anak itu benar-benar terikat sistem kerja yang kejam. Sistem yang bikin manusia lebih takut kehilangan gaji daripada kehilangan kesempatan terakhir melihat wajah bapaknya. Mana yang benar? Saya gak pernah tau.

Yang jelas, saya melihat ada kursi kosong yang teriakannya lebih keras dibanding tangisan siapa pun. Kursi kosong itu berbicara tentang jarak yang tak terjembatani. Tentang luka yang terlalu dalam untuk dijelaskan. Tentang dunia yang perlahan kehilangan arah. Ketika seorang anak bisa memilih kerja di kantor daripada bersimpuh di sisi jenazah ayahnya.

Selesai pemakaman, kami pun pulang dengan hati yang pepat, sambil bertanya dalam hati, 'Apa sebenarnya yang lebih mahal dari detik terakhir menatap wajah orang tua?'

Sebuah keluarga, barangkali, baru benar-benar diuji bukan saat kita lahir dari rahim yang sama. Bukan saat kita makan di meja yang sama, tapi di saat kematian tiba. Kalau di detik terakhir pun kita tak bisa datang mengantarkan doa, lalu apa arti semua ikatan yang pernah ada?

Keluarga, pada akhirnya, bukan tentang darah yang mengalir, tapi tentang keberanian untuk hadir. Seburuk apa pun hubungan yang ada.

#INISIATIF #Weekend #KetahananKeluarga
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2
Kuis Tebak Skor Indonesia Vs Arab Saudi ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

3 Voucher Ovo/Gopay/Dana masing-masing 50K buat 3 Orang Beruntung (total 150K)

Wajib Ikuti syarat!!!
https://www.instagram.com/p/DPYnypyE4Mo/?igsh=OGoweGppNmJuZWE0

#INISIATIFDukungTimnas
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Pantengin terus IG @lifeatbpjskesehatan ya!
https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsh=N2lpOXp5YndnYzZh

Mulai hari ini kita bakal hadir langsung dari gelanggang PORNAS KORPRI 2025 di Palembang!

Stay tuned buat liputan eksklusif, momen behind the scene, dan semangat para atlet terbaik BPJS Kesehatan di arena! ๐Ÿ†

#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
BPJS Kesehatan salah satunya dengan mengirimkan 18 atlet serta official ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Catur
Bulutangkis
Tenis Meja
PIKIRAN = TAKDIR ๐Ÿ‘

Oleh: Dedi Priadi


Pikiran kita bagaikan bibit. Pikiran yang kita tanam, baik maupun buruk, akan tumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar dalam hidup kita.

Pepatah Arab mengatakan, "Pikiranmu adalah takdirmu." Tentu ini bukan sekadar kata-kata puitis, melainkan cerminan dari sebuah proses yang sangat nyata, seperti deretan domino yang saling terkait.

Semuanya berawal dari pikiran. ๐˜—๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ yang terus-menerus kita biarkan berputar dalam benak akan mengalir keluar menjadi ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข-๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข.

Kata-kata yang kita ucapkan, baik kepada diri sendiri maupun orang lain, akan memengaruhi bagaimana kita bertindak.

๐˜›๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ yang diulang-ulang akan membentuk ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ, dan kebiasaan inilah yang kemudian mengukir ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ kita. Pada akhirnya, karakter itulah yang menjadi ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ kita.

Jika kita membiarkan pikiran-pikiran negatif dan keraguan menguasai, kita sedang menanam benih kegagalan.

Sebaliknya, jika kita fokus pada pemikiran yang optimis, kita sedang membuka jalan menuju banyak kesempatan. Seperti yang dikatakan oleh Louis Pasteur, "๐˜Š๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜ฆ ๐˜ง๐˜ข๐˜ท๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ด ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ญ๐˜บ ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฅ ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ." Peluang hanya berpihak pada pikiran yang siap.

Kesiapan itu dimulai dari pikiran yang kita kelola. Kita adalah arsitek dari takdir kita sendiri, dan bahan bakunya adalah pikiran. Kelola pikiran kita dengan bijak, dan ia akan menuntun kita pada takdir yang kita inginkan.

"๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข-๐˜’๐˜ถ."

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
HIDUP INI SEDANG MENGHUKUM MENGAJAR ๐Ÿ’ช๐Ÿ”ฅ

Oleh: Suluksalik

"Mungkin segala sesuatu yang dulu kamu kira menenggelamkanmu, sebenarnya sedang mengajarkanmu cara berenang."

Kalimat ini mengingatkan kita bahwa penderitaan tidak selalu berarti akhir, melainkan bisa jadi proses pendewasaan.

Ketika hidup melemparkan kita pada situasi beratโ€”rasa sakit, kegagalan, kehilanganโ€”kita sering merasa seolah sedang โ€œtenggelamโ€. Nafas sesak, pandangan gelap, dan harapan seakan habis.

Namun, justru di titik itulah kita belajar kekuatan yang sebelumnya tidak pernah kita sadari.

Seperti seseorang yang terpaksa belajar berenang karena tercebur ke air, kita pun seringkali menemukan cara bertahan hidup saat kondisi memaksa. Masalah yang terasa hendak menenggelamkan, perlahan menjadi guru yang melatih otot keberanian, kesabaran, dan kebijaksanaan kita.

Jika direnungkan, mungkin tanpa badai-badai itu kita tidak pernah benar-benar tumbuh. Luka yang dulu ingin kita lupakan, kini menjelma pijakan. Air yang dulu menakutkan, sekarang justru menjadi ruang kita belajar bergerak lebih luwes.

Jadi, mungkin bukan โ€œhidup sedang menghukumโ€, melainkan โ€œhidup sedang mengajarโ€.

Apa yang kamu kira akan mengakhiri langkahmu, ternyata justru sedang mengajarkanmu cara melangkah lebih kuat.

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค3
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Menjelang Hari H, Cabor Badminton terus mempersiapkan diri ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Update seluruh rangkaian kegiatan Pornas Korpri bisa dicek di story IG Life at BPJS Kesehatan ๐Ÿ‘‡

https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsh=MWtwYWo4NXA3YjY1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ”ฅ1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
MOTIVASI < DISIPLIN ๐Ÿ†

oleh: Dedi Priadi

Mengapa semangat awal yang berapi-api cepat padam, sementara usaha kecil yang dilakukan terus-menerus selalu berhasil membawa kita pada tujuan? ๐Ÿ‘

๐˜”๐˜ฐ๐˜ต๐˜ช๐˜ท๐˜ข๐˜ด๐˜ช ibarat kembang api yang memukau, tapi tidak bisa diandalkan. Perjalanan besar butuh komitmen kuat, yaitu ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ช๐˜ฑ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ, yang pasti bertahan lebih lama dari semangat sesaat.

Perbedaan kuncinya adalah bahwa motivasi membuat Anda ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช; disiplin membuat Anda ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ. Motivasi menunggu, disiplin mengambil tindakan. Disiplin adalah keputusan aktif untuk hadir tanpa peduli bagaimana perasaan Anda.

Motivasi sifatnya tidak menentu, sangat bergantung pada suasana hati atau faktor eksternal. Ketika pekerjaan menjadi sulit atau membosankan, motivasi akan pergi, meninggalkan Anda sendirian di saat Anda paling membutuhkannya.

Disiplin adalah proses menetapkan standar pribadi yang tak terpatahkan dan komitmen untuk memenuhinya. Disiplin mengubah tugas berat menjadi kebiasaan otomatis. Dengan hadir setiap hari, Anda membuktikan bahwa diri Anda dapat diandalkan.

Konsistensi inilah yang menghasilkan hasil nyata. Bukan lompatan besar, melainkan tindakan kecil yang terakumulasi. Pemenang maraton adalah mereka yang punya kedisiplinan untuk mempertahankan kecepatan, bukan yang paling cepat di awal.

๐˜‹๐˜ช๐˜ด๐˜ค๐˜ช๐˜ฑ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฆ ๐˜ช๐˜ด ๐˜ข ๐˜ด๐˜บ๐˜ด๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ, ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ช๐˜ท๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ด ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฐ๐˜ฅ. Disiplin adalah sebuah sistem, dan motivasi adalah suasana hati. Dan dalam jangka panjang, sistem akan selalu menang. ๐Ÿ”ฅ

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2โšก1
Forwarded from BPJS Kesehatan Badminton Community (Ketua)
Yuk kita doakan, dukung dan saksikan tim Bulutangkis BPJS Kesehatan di perhelatan Pornas Korpri Tahun 2025.

Menang kalah itu biasa, tapi daya juang dilapangan harus kita tujukan ! Pacak Nian !

https://www.instagram.com/p/DPh1OCEkjlk/?igsh=cWhqOWR0ZjhydTI=
First impression kerja di BPJS Kesehatan?

โ€œRasanyaโ€ฆ kayak nemuin tempat yang nggak cuma ngajarin kerja, tapi juga makna.โ€ โค๏ธ

๐Ÿ’ฌ ceritain first impression-mu di sini
https://www.instagram.com/reel/DPh6Qp9iZ-g/?igsh=NzlhNGF1YmdmNzc2

#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM