Kenalin, kontestan paling ganteng yakni Bang Apan (Jayapura), the girls Anthi (Bulukumba) dan Ria (Parepare). Mereka jadi representasi Indonesia Timur ๐
Kir-kira siapakah yang akan keluar menjadi sang juara? Dukung di sini๐ฏ
#LifeatBPJSKesehatan #PejuangJKN
Kir-kira siapakah yang akan keluar menjadi sang juara? Dukung di sini
#LifeatBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐2
RELATIONAL ENERGY โก๏ธ
oleh: Arisdiansah
Jangan "sepelekan" orang2 disekeliling kita, karena mereka sangat berpengaruh dengan energi kita. Tanpa kita sadari.
Suatu hari saya mengobrol dengan salah seorang bisnis owner. Yang unik adalah dia selalu menolak untuk membahas resesi, krisis ekonomi, penurunan daya beli, dan berita2 negatif sejenis.
"Mas Aris, berita2 itu memang benar terjadi, tetapi ketika kita terus2an membicarakannya dan orang2 disekitar kita juga membahasnya, kita akan terpengaruh. Semangat dan energi kita bakal berbeda."
"Alhamdulillah bisnis kami bertumbuh, omzet kami meningkat, dan bahkan kami tidak menganggap ini terjadi krisis. Kita akan terus bertumbuh". Begitu semangat beliau.
Ini bukan tentang keangkuhan atau kesombongan, beliau adalah pebisnis yang sangat rendah hati. Namun ini energi yang menular ketika kita lebih banyak bertemu orang yang berfikiran dan sedang dalam emosional yang positif.
Saya ingat perkataan sahabat saya dokter Yusuf Wibisono ketika kita hendak mendaki gunung gede, beliau mengatakan; "Kalau mas Aris bilang mas Aris kuat saya ya kuat naik"
Saya membalas, "Loh sama, kalau pak Yusuf percaya bisa keatas, ya saya juga percaya bisa keatas". Ternyata kita saling menguatkan.
Begitulah dalam hidup secara umum, ketika kita dikelilingi oleh orang2 yang lebih sering mengeluh, orang2 yang lebih sering bicara hal2 negatif, orang2 yang mengkonsumi berita konflik, kemarahan, kebencian, keserakahan, kita akan terbawa juga. Tanpa kita sadari.
Okelah memang benar ekonomi kita lagi terpuruk. Tapi lihat secara umum kehidupan ini secara lebih luas dan panjang. Apa yang terjadi 20 atau 25 tahun terakhir?
Bukankah kita bertumbuh. Bukankah dulu ga sesulit itu. Bukankah sekarang lebih banyak kemudahan. Dibidang apapun.
Padahal hampir tiap tahun kita bilang bahwa ada krisis ini dan itu. Tapi tren jangka panjangnya itu kita bertumbuh.
Seperti harga emas, benar naik turun, tetapi trennya terus bertumbuh. Nah dalam kehidupan juga seperti itu. Kita sering melihat sisi menurunnya daripada sisi naiknya.
Dan itu adalah permasalahan psikologis. Manusia cenderung akan selalu mengingat yang merugikan daripada yang menguntungkan. Mengingat yang hilang daripada yang didapat.
Maka penting untuk kita mengelilingi diri kita dengan orang2 yang berfikir positif. Orang2 yang bersemangat. Orang2 yang melihat kehidupan dari perspektif yang berbeda.
Sebaliknya hindari dan jaga jarak dari orang2 yang menghabiskan energi dan pikiran anda. Anda berhak untuk tidak terpapar dengan energi dan vibrasi negatif dari orang2 disekitar anda.
Banyak teori tentang konsep ini. Saya belajar tentang "relational energy". Saya juga belajar tentang "emotional contagious". Pada prinsipnya adalah dengan kesadaran penuh Kita harus memilih dengan siapa kita banyak berkumpul.
Yups, kita harus berani (courage) untuk memilih dan bersikap. Dengan siapa kebanyakan waktu itu kita habiskan.
Ini bukan sikap egois untuk tidak mau berteman dengan banyak orang. Tidak masalah anda berteman dengan banyak orang apalagi Anda bisa menyebarkan manfaat. Tetapi pastikan bahwa teman akrab kita itu adalah orang2 dengan emosi dan vibrasi yang positif.
Banyak orang gagal dalam hidup, salahsatunya disebabkan karena salah memilih teman akrab.
Teringat salah satu point dari tembang "tombo ati" dari sunan Bonang. "Wong kang Sholeh kumpulono...".
#INISIATIF
oleh: Arisdiansah
Jangan "sepelekan" orang2 disekeliling kita, karena mereka sangat berpengaruh dengan energi kita. Tanpa kita sadari.
Suatu hari saya mengobrol dengan salah seorang bisnis owner. Yang unik adalah dia selalu menolak untuk membahas resesi, krisis ekonomi, penurunan daya beli, dan berita2 negatif sejenis.
"Mas Aris, berita2 itu memang benar terjadi, tetapi ketika kita terus2an membicarakannya dan orang2 disekitar kita juga membahasnya, kita akan terpengaruh. Semangat dan energi kita bakal berbeda."
"Alhamdulillah bisnis kami bertumbuh, omzet kami meningkat, dan bahkan kami tidak menganggap ini terjadi krisis. Kita akan terus bertumbuh". Begitu semangat beliau.
Ini bukan tentang keangkuhan atau kesombongan, beliau adalah pebisnis yang sangat rendah hati. Namun ini energi yang menular ketika kita lebih banyak bertemu orang yang berfikiran dan sedang dalam emosional yang positif.
Saya ingat perkataan sahabat saya dokter Yusuf Wibisono ketika kita hendak mendaki gunung gede, beliau mengatakan; "Kalau mas Aris bilang mas Aris kuat saya ya kuat naik"
Saya membalas, "Loh sama, kalau pak Yusuf percaya bisa keatas, ya saya juga percaya bisa keatas". Ternyata kita saling menguatkan.
Begitulah dalam hidup secara umum, ketika kita dikelilingi oleh orang2 yang lebih sering mengeluh, orang2 yang lebih sering bicara hal2 negatif, orang2 yang mengkonsumi berita konflik, kemarahan, kebencian, keserakahan, kita akan terbawa juga. Tanpa kita sadari.
Okelah memang benar ekonomi kita lagi terpuruk. Tapi lihat secara umum kehidupan ini secara lebih luas dan panjang. Apa yang terjadi 20 atau 25 tahun terakhir?
Bukankah kita bertumbuh. Bukankah dulu ga sesulit itu. Bukankah sekarang lebih banyak kemudahan. Dibidang apapun.
Padahal hampir tiap tahun kita bilang bahwa ada krisis ini dan itu. Tapi tren jangka panjangnya itu kita bertumbuh.
Seperti harga emas, benar naik turun, tetapi trennya terus bertumbuh. Nah dalam kehidupan juga seperti itu. Kita sering melihat sisi menurunnya daripada sisi naiknya.
Dan itu adalah permasalahan psikologis. Manusia cenderung akan selalu mengingat yang merugikan daripada yang menguntungkan. Mengingat yang hilang daripada yang didapat.
Maka penting untuk kita mengelilingi diri kita dengan orang2 yang berfikir positif. Orang2 yang bersemangat. Orang2 yang melihat kehidupan dari perspektif yang berbeda.
Sebaliknya hindari dan jaga jarak dari orang2 yang menghabiskan energi dan pikiran anda. Anda berhak untuk tidak terpapar dengan energi dan vibrasi negatif dari orang2 disekitar anda.
Banyak teori tentang konsep ini. Saya belajar tentang "relational energy". Saya juga belajar tentang "emotional contagious". Pada prinsipnya adalah dengan kesadaran penuh Kita harus memilih dengan siapa kita banyak berkumpul.
Yups, kita harus berani (courage) untuk memilih dan bersikap. Dengan siapa kebanyakan waktu itu kita habiskan.
Ini bukan sikap egois untuk tidak mau berteman dengan banyak orang. Tidak masalah anda berteman dengan banyak orang apalagi Anda bisa menyebarkan manfaat. Tetapi pastikan bahwa teman akrab kita itu adalah orang2 dengan emosi dan vibrasi yang positif.
Banyak orang gagal dalam hidup, salahsatunya disebabkan karena salah memilih teman akrab.
Teringat salah satu point dari tembang "tombo ati" dari sunan Bonang. "Wong kang Sholeh kumpulono...".
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค3
Kalau kamu sering canggung di event kantor, tenang aja, kamu nggak sendirian ๐
Mana yang paling relevan denganmu? Yuk kepoin di sini๐
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Mana yang paling relevan denganmu? Yuk kepoin di sini
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
PERCAYA PROSES ๐ช
oleh: Dedi Priadi
Bambu mengajarkan kita tentang kesabaran. Selama lima tahun, ia menumbuhkan akar di bawah tanah, seolah tak ada yang terjadi. Semua kekuatan itu dibangun secara diam-diam.
Kita pun sama. Sering kali, usaha kita tidak terlihat. Kita belajar, membangun disiplin, atau mengubah kebiasaan tanpa hasil yang langsung.
Tapi di bawah permukaan, pertumbuhan sejati sedang berlangsung. Jalur saraf kita menguat, keyakinan kita tumbuh, dan ketahanan kita terbentuk tanpa kita sadari.
Sebagai individu, kita menjadi andalan. Sebagai karyawan, kita belajar memecahkan masalah bahkan sebelum promosi datang.
Perubahan sejati terjadi di saat-saat hening. Perubahan itu adalah "pertumbuhan laten" yang tidak terlihat, sampai tiba-tiba hasilnya luar biasa.
Bambu tidak tiba-tiba menjulang tinggi. Itu terjadi setelah akarnya kokoh. Kesabaran adalah sumber kekuatannya.
Jangan berkecil hati dengan proses yang lambat. Percayai setiap usaha kecil, karena itu adalah akar yang akan menopang kesuksesan besar.
Kehebatan tidak datang secara instan. Kekuatan kita adalah kesabaran kita. Teruslah bekerja, dan kita akan melihat hasilnya.
#INISIATIF
oleh: Dedi Priadi
Bambu mengajarkan kita tentang kesabaran. Selama lima tahun, ia menumbuhkan akar di bawah tanah, seolah tak ada yang terjadi. Semua kekuatan itu dibangun secara diam-diam.
Kita pun sama. Sering kali, usaha kita tidak terlihat. Kita belajar, membangun disiplin, atau mengubah kebiasaan tanpa hasil yang langsung.
Tapi di bawah permukaan, pertumbuhan sejati sedang berlangsung. Jalur saraf kita menguat, keyakinan kita tumbuh, dan ketahanan kita terbentuk tanpa kita sadari.
Sebagai individu, kita menjadi andalan. Sebagai karyawan, kita belajar memecahkan masalah bahkan sebelum promosi datang.
Perubahan sejati terjadi di saat-saat hening. Perubahan itu adalah "pertumbuhan laten" yang tidak terlihat, sampai tiba-tiba hasilnya luar biasa.
Bambu tidak tiba-tiba menjulang tinggi. Itu terjadi setelah akarnya kokoh. Kesabaran adalah sumber kekuatannya.
Jangan berkecil hati dengan proses yang lambat. Percayai setiap usaha kecil, karena itu adalah akar yang akan menopang kesuksesan besar.
Kehebatan tidak datang secara instan. Kekuatan kita adalah kesabaran kita. Teruslah bekerja, dan kita akan melihat hasilnya.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
๐ LIVE MALAM INI!
Tema: Gagal & Bangkit Lagi ๐ช๐ฅ
๐ Malam ini, jam 20-21
๐ Di TikTok LIVE @therealdrupik !
Kamu pernah gagal?
Ngerasa down, malu, atau takut nyoba lagi?
Tenangโฆ kamu nggak sendiri.
Di live ini, kita akan ngobrol bareng soal:
โจ Kenapa gagal itu wajar
โจ Cerita nyata orang sukses yang pernah jatuh
โจ Cara bangkit & belajar dari kegagalan
โจ Sharing pengalaman kamu juga!
๐ง โKegagalan itu guru yang tegas. Tapi kalau kita mau dengar, ilmunya luar biasa.โ
Join ya ! Kita kuat bareng ๐ฌ
https://www.tiktok.com/@therealdrupik?_t=ZS-8zxuRKTKn7R&_r=1
Tema: Gagal & Bangkit Lagi ๐ช๐ฅ
๐ Malam ini, jam 20-21
๐ Di TikTok LIVE @therealdrupik !
Kamu pernah gagal?
Ngerasa down, malu, atau takut nyoba lagi?
Tenangโฆ kamu nggak sendiri.
Di live ini, kita akan ngobrol bareng soal:
โจ Kenapa gagal itu wajar
โจ Cerita nyata orang sukses yang pernah jatuh
โจ Cara bangkit & belajar dari kegagalan
โจ Sharing pengalaman kamu juga!
๐ง โKegagalan itu guru yang tegas. Tapi kalau kita mau dengar, ilmunya luar biasa.โ
Join ya ! Kita kuat bareng ๐ฌ
https://www.tiktok.com/@therealdrupik?_t=ZS-8zxuRKTKn7R&_r=1
Final Showdown is ON!
Dua tim terbaik siap adu logic, confidence, & communication skill di Grand Final INISIATIF National Debate Competition ๐ค
๐ญ Kamu #TeamTrivium9 atau #TeamMambrisPlus nih?๐
Drop dukunganmu di sini๐
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Dua tim terbaik siap adu logic, confidence, & communication skill di Grand Final INISIATIF National Debate Competition ๐ค
๐ญ Kamu #TeamTrivium9 atau #TeamMambrisPlus nih?
Drop dukunganmu di sini
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
TENTANG PEMIMPIN ๐ค
oleh: Dedi Priadi
Perjalanan sejati seorang pemimpin bukan ditentukan dari jabatan yang ia emban, tetapi ditentukan oleh pengaruh yang ia bangun.
Prinsip 5 Tingkat Kepemimpinan John C. Maxwell menggambarkan perjalanan kepemimpinan dari sekedar otoritas kepada pengaruh yang dalam.
Pada Level 1: Posisi (๐๐ฐ๐ด๐ช๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ), orang mengikuti Anda karena mereka diharuskan mengikuti Anda. Pengaruh Anda berasal semata-mata dari jabatan, bukan dari rasa hormat atau hubungan yang tulus.
Pindah ke Level 2: Izin (๐๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ช๐ด๐ด๐ช๐ฐ๐ฏ), orang mengikuti Anda karena mereka ingin mengikuti Anda. Tingkat ini dibangun di atas hubungan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan. Anda mulai membina hubungan dengan tim Anda.
Level 3: Produksi (๐๐ณ๐ฐ๐ฅ๐ถ๐ค๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ), Anda diikuti karena hasil kerja Anda memuaskan. Orang mengikuti Anda karena apa yang telah Anda capai untuk organisasi. Kompetensi Anda yang mendefinisikan pengaruh Anda.
Level 4: Pengembangan Manusia (๐๐ฆ๐ฐ๐ฑ๐ญ๐ฆ ๐๐ฆ๐ท๐ฆ๐ญ๐ฐ๐ฑ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต), orang mengikuti Anda karena Anda transformatif. Anda berinvestasi dalam pertumbuhan orang lain, Anda memberdayakan mereka. Orang mengikuti Anda karena cara Anda membantu mereka berkembang.
Akhirnya, Level 5: ๐๐ช๐ฏ๐ฏ๐ข๐ค๐ญ๐ฆ adalah titik puncaknya. Orang mengikuti Anda karena siapa Anda dan apa yang Anda wakili. Kepemimpinan Anda didasarkan pada rasa hormat yang mendalam dan warisan abadi (legacy) yang Anda tinggalkan.
Di level ini kita belajar, bahwa kepemimpinan sejati bukan tentang seberapa tinggi Anda mendaki, tapi seberapa banyak orang yang Anda angkat bersama Anda.
Puncak (๐๐ช๐ฏ๐ฏ๐ข๐ค๐ญ๐ฆ) bukanlah tempat yang sepi. Puncak adalah tempat untuk memberdayakan orang lain, menciptakan pengaruh yang bertahan lama. Tangga itu bukan hanya untuk memanjat, tetapi untuk membangun warisan inspiratif.
Jangan hanya mengejar sebuah jabatan; fokuslah untuk membuat perbedaan. Fokuslah untuk terus menaikkan level kepemimpinan Anda. ๐๐ญ๐ช๐ฎ๐ฃ ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ญ๐ข๐ฅ๐ฅ๐ฆ๐ณ, ๐ฃ๐ถ๐ช๐ญ๐ฅ ๐ต๐ณ๐ถ๐ด๐ต, ๐จ๐ฆ๐ต ๐ณ๐ฆ๐ด๐ถ๐ญ๐ต๐ด, ๐ข๐ฏ๐ฅ ๐ฅ๐ฆ๐ท๐ฆ๐ญ๐ฐ๐ฑ ๐ฐ๐ต๐ฉ๐ฆ๐ณ๐ด ๐ต๐ฐ ๐ณ๐ฆ๐ข๐ค๐ฉ ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐๐ช๐ฏ๐ฏ๐ข๐ค๐ญ๐ฆ. (Naiki tangga, bangun kepercayaan, dapatkan hasil, dan kembangkan orang lain untuk mencapai Puncak)
#INISIATIF
oleh: Dedi Priadi
Perjalanan sejati seorang pemimpin bukan ditentukan dari jabatan yang ia emban, tetapi ditentukan oleh pengaruh yang ia bangun.
Prinsip 5 Tingkat Kepemimpinan John C. Maxwell menggambarkan perjalanan kepemimpinan dari sekedar otoritas kepada pengaruh yang dalam.
Pada Level 1: Posisi (๐๐ฐ๐ด๐ช๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ), orang mengikuti Anda karena mereka diharuskan mengikuti Anda. Pengaruh Anda berasal semata-mata dari jabatan, bukan dari rasa hormat atau hubungan yang tulus.
Pindah ke Level 2: Izin (๐๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ช๐ด๐ด๐ช๐ฐ๐ฏ), orang mengikuti Anda karena mereka ingin mengikuti Anda. Tingkat ini dibangun di atas hubungan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan. Anda mulai membina hubungan dengan tim Anda.
Level 3: Produksi (๐๐ณ๐ฐ๐ฅ๐ถ๐ค๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ), Anda diikuti karena hasil kerja Anda memuaskan. Orang mengikuti Anda karena apa yang telah Anda capai untuk organisasi. Kompetensi Anda yang mendefinisikan pengaruh Anda.
Level 4: Pengembangan Manusia (๐๐ฆ๐ฐ๐ฑ๐ญ๐ฆ ๐๐ฆ๐ท๐ฆ๐ญ๐ฐ๐ฑ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต), orang mengikuti Anda karena Anda transformatif. Anda berinvestasi dalam pertumbuhan orang lain, Anda memberdayakan mereka. Orang mengikuti Anda karena cara Anda membantu mereka berkembang.
Akhirnya, Level 5: ๐๐ช๐ฏ๐ฏ๐ข๐ค๐ญ๐ฆ adalah titik puncaknya. Orang mengikuti Anda karena siapa Anda dan apa yang Anda wakili. Kepemimpinan Anda didasarkan pada rasa hormat yang mendalam dan warisan abadi (legacy) yang Anda tinggalkan.
Di level ini kita belajar, bahwa kepemimpinan sejati bukan tentang seberapa tinggi Anda mendaki, tapi seberapa banyak orang yang Anda angkat bersama Anda.
Puncak (๐๐ช๐ฏ๐ฏ๐ข๐ค๐ญ๐ฆ) bukanlah tempat yang sepi. Puncak adalah tempat untuk memberdayakan orang lain, menciptakan pengaruh yang bertahan lama. Tangga itu bukan hanya untuk memanjat, tetapi untuk membangun warisan inspiratif.
Jangan hanya mengejar sebuah jabatan; fokuslah untuk membuat perbedaan. Fokuslah untuk terus menaikkan level kepemimpinan Anda. ๐๐ญ๐ช๐ฎ๐ฃ ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ญ๐ข๐ฅ๐ฅ๐ฆ๐ณ, ๐ฃ๐ถ๐ช๐ญ๐ฅ ๐ต๐ณ๐ถ๐ด๐ต, ๐จ๐ฆ๐ต ๐ณ๐ฆ๐ด๐ถ๐ญ๐ต๐ด, ๐ข๐ฏ๐ฅ ๐ฅ๐ฆ๐ท๐ฆ๐ญ๐ฐ๐ฑ ๐ฐ๐ต๐ฉ๐ฆ๐ณ๐ด ๐ต๐ฐ ๐ณ๐ฆ๐ข๐ค๐ฉ ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐๐ช๐ฏ๐ฏ๐ข๐ค๐ญ๐ฆ. (Naiki tangga, bangun kepercayaan, dapatkan hasil, dan kembangkan orang lain untuk mencapai Puncak)
Karena pemimpin terbaik bukanlah mereka yang memiliki pengikut terbanyak, tetapi mereka yang menciptakan pemimpin terbanyak.โค๏ธ
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐1๐1
IKIGAI ๐
Oleh: Dedi Priadi
Hidup rasanya seperti teka-teki, dengan kepingan yang berserakan dan gambaran tak jelas tentang arah tujuan kita.
Kita mengejar kesuksesan, namun perasaan hampa masih sering menyergap, membuat kita bertanya apakah makna hidup ini?
Jika Anda ingin lebih memaknai hidup, cobalah renungkan filosofi Jepang tentang Ikigai.
Ikigai ((็ใ็ฒๆ) mendorong kita untuk menemukan alasan keberadaan kita (๐ณ๐ข๐ช๐ด๐ฐ๐ฏ ๐ฅ'๐ฆ๐ต๐ณ๐ฆ).
Ikigai bukan sebatas tentang pekerjaan Anda. Ikigai adalah cara hidup.
Bayangkan empat lingkaran yang tumpang tindih mewakili apa yang Anda cintai (๐ธ๐ฉ๐ข๐ต ๐ธ๐ฆ ๐ญ๐ฐ๐ท๐ฆ), apa yang Anda kuasai (๐ธ๐ฉ๐ข๐ต ๐ธ๐ฆ ๐ข๐ณ๐ฆ ๐จ๐ฐ๐ฐ๐ฅ ๐ข๐ต), apa yang dibutuhkan dunia (๐ธ๐ฉ๐ข๐ต ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ธ๐ฐ๐ณ๐ญ๐ฅ ๐ฏ๐ฆ๐ฆ๐ฅ๐ด), dan apa yang bisa menjadi sumber penghasilan Anda (๐ธ๐ฉ๐ข๐ต ๐ธ๐ฆ ๐ค๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ ๐ฑ๐ข๐ช๐ฅ ๐ง๐ฐ๐ณ). Di titik mana elemen-elemen ini selaras, itulah Ikigai Anda.
Ketika Anda hidup dengan Ikigai Anda, pekerjaan bukan lagi terasa sekedar tugas melainkan lebih seperti sebuah panggilan.
Ikigai adalah perjalanan penemuan diri yang bersumber dari instrospeksi diri dan refleksi yang jujur.
Proses menuju Ikigai membutuhkan pemahaman akan keinginan Anda, mengakui bakat Anda, dan mengenali kebutuhan dunia.
Menjalani Ikigai Anda berarti menemukan kegembiraan pada setiap momen, menghadapi tantangan dengan ketangguhan (๐ณ๐ฆ๐ด๐ช๐ญ๐ช๐ฆ๐ฏ๐ค๐ฆ), dan hidup dengan gelora cahaya kemanusiaan.
Mulailah pencarian yang luar biasa ini. Temukan Ikigai Anda, dan bukalah kehidupan yang tidak hanya dijalani, tetapi juga diwujudkan dengan penuh rasa syukur.
#INISIATIF
Oleh: Dedi Priadi
Hidup rasanya seperti teka-teki, dengan kepingan yang berserakan dan gambaran tak jelas tentang arah tujuan kita.
Kita mengejar kesuksesan, namun perasaan hampa masih sering menyergap, membuat kita bertanya apakah makna hidup ini?
Jika Anda ingin lebih memaknai hidup, cobalah renungkan filosofi Jepang tentang Ikigai.
Ikigai ((็ใ็ฒๆ) mendorong kita untuk menemukan alasan keberadaan kita (๐ณ๐ข๐ช๐ด๐ฐ๐ฏ ๐ฅ'๐ฆ๐ต๐ณ๐ฆ).
Ikigai bukan sebatas tentang pekerjaan Anda. Ikigai adalah cara hidup.
Bayangkan empat lingkaran yang tumpang tindih mewakili apa yang Anda cintai (๐ธ๐ฉ๐ข๐ต ๐ธ๐ฆ ๐ญ๐ฐ๐ท๐ฆ), apa yang Anda kuasai (๐ธ๐ฉ๐ข๐ต ๐ธ๐ฆ ๐ข๐ณ๐ฆ ๐จ๐ฐ๐ฐ๐ฅ ๐ข๐ต), apa yang dibutuhkan dunia (๐ธ๐ฉ๐ข๐ต ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ธ๐ฐ๐ณ๐ญ๐ฅ ๐ฏ๐ฆ๐ฆ๐ฅ๐ด), dan apa yang bisa menjadi sumber penghasilan Anda (๐ธ๐ฉ๐ข๐ต ๐ธ๐ฆ ๐ค๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ ๐ฑ๐ข๐ช๐ฅ ๐ง๐ฐ๐ณ). Di titik mana elemen-elemen ini selaras, itulah Ikigai Anda.
Ketika Anda hidup dengan Ikigai Anda, pekerjaan bukan lagi terasa sekedar tugas melainkan lebih seperti sebuah panggilan.
Ikigai adalah perjalanan penemuan diri yang bersumber dari instrospeksi diri dan refleksi yang jujur.
Proses menuju Ikigai membutuhkan pemahaman akan keinginan Anda, mengakui bakat Anda, dan mengenali kebutuhan dunia.
Menjalani Ikigai Anda berarti menemukan kegembiraan pada setiap momen, menghadapi tantangan dengan ketangguhan (๐ณ๐ฆ๐ด๐ช๐ญ๐ช๐ฆ๐ฏ๐ค๐ฆ), dan hidup dengan gelora cahaya kemanusiaan.
Mulailah pencarian yang luar biasa ini. Temukan Ikigai Anda, dan bukalah kehidupan yang tidak hanya dijalani, tetapi juga diwujudkan dengan penuh rasa syukur.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2โ1๐1
SIPALING JITU ๐ฏ
Polling tebak jitu 3 Nama Sang Juara Lomba Neraca Saldo 2025 di grup Telegram ATE udah ketok palu. Danโฆ hasilnya? Luar biasa goks!
1 orang TERBAIK berhasil nebak 3 nama juara dengan presisi 100%! Lagi-lagi, ini sih bukan sekadar faktor hoki saja, tapi instingnya memang terbukti luar biasa. Selamat kepada Kk Fajar Oktaryan @ryanabdulmoeloek (Verifikator Klaim KC Malang)๐
Nggak kalah keren, 2 orang lainnya juga terpilih melalui undian setelah sukses menebak 2 nama sang juara dengan tepat. Selamat kepada Kk Dewi Suhartin Ahmad @MomAndVerifier (Verifikator Klaim KC Kendari), dan Kk Nurfida Fadhia @abcsong123 (Staf SDM dan Umum KC Cikarang)๐ฏ
Masing-masing akan mendapatkan hadiah dari Kepbid Akuntansi. Terima kasih atas support dan kebersamaannya, sampai bertemu di TTS selanjutnya๐ฒ๐จ
#TebakTebakSeru
Polling tebak jitu 3 Nama Sang Juara Lomba Neraca Saldo 2025 di grup Telegram ATE udah ketok palu. Danโฆ hasilnya? Luar biasa goks!
1 orang TERBAIK berhasil nebak 3 nama juara dengan presisi 100%! Lagi-lagi, ini sih bukan sekadar faktor hoki saja, tapi instingnya memang terbukti luar biasa. Selamat kepada Kk Fajar Oktaryan @ryanabdulmoeloek (Verifikator Klaim KC Malang)
Nggak kalah keren, 2 orang lainnya juga terpilih melalui undian setelah sukses menebak 2 nama sang juara dengan tepat. Selamat kepada Kk Dewi Suhartin Ahmad @MomAndVerifier (Verifikator Klaim KC Kendari), dan Kk Nurfida Fadhia @abcsong123 (Staf SDM dan Umum KC Cikarang)
Masing-masing akan mendapatkan hadiah dari Kepbid Akuntansi. Terima kasih atas support dan kebersamaannya, sampai bertemu di TTS selanjutnya
#TebakTebakSeru
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
SUDUT PANDANG DAN NILAI KEPEMIMPINAN ๐ค
oleh: Herry Tjahjono
Kadang, perbedaan antara hukuman dan penghargaan hanya terletak pada cara pandang. Seorang atasan bisa melihat karyawannya yang tertidur sebagai pelanggaran, atau justru sebaliknya. Richard Branson, salah satu orang super kaya pemilik dan CEO Virgin Atlantic, ketika mendapati salah seorang karyawannya di sebuah kantor cabang tertidur di sofa, justru melihatnya sebagai tanda dedikasi yang membuat tubuhnya harus berhenti sejenak. Maka Branson berfoto di sampingnya, lalu mempublikasikannya:
"Karyawan saya ini ingin tetap menjadikan perusahaan nomor satu dalam kepuasan pelanggan, maka dia bekerja begitu kerasnya sehingga akhirnya kelelahan dan butuh istirahat sejenak."
Itulah bedanya memimpin dengan kecurigaan dan memimpin dengan kepercayaan. Yang satu menumbuhkan rasa takut, yang lain menumbuhkan rasa hormat.
Dari sini kita belajar: perspektif tidak sekadar soal sudut pandang, tetapi soal nilai yang kita pilih untuk hidup. Apakah kita memilih melihat kelemahan, atau kita memilih menangkap niat baik di baliknya.
Branson menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati adalah ketika manusia dilihat terlebih dahulu sebagai manusia, baru kemudian sebagai pekerja. Dan barangkali, justru dari sana lahir loyalitas yang tak bisa dibeli dengan sekadar aturan.
(Orang boleh berbeda pendapat dengan berbagai alasan, tapi setidaknya kita melihat perspektif lain soal kepemimpinan di negeri ini, saat krisis kepemimpinan bertebaran di banyak dimensi kehidupan).
#INISIATIF #TGIF
oleh: Herry Tjahjono
Kadang, perbedaan antara hukuman dan penghargaan hanya terletak pada cara pandang. Seorang atasan bisa melihat karyawannya yang tertidur sebagai pelanggaran, atau justru sebaliknya. Richard Branson, salah satu orang super kaya pemilik dan CEO Virgin Atlantic, ketika mendapati salah seorang karyawannya di sebuah kantor cabang tertidur di sofa, justru melihatnya sebagai tanda dedikasi yang membuat tubuhnya harus berhenti sejenak. Maka Branson berfoto di sampingnya, lalu mempublikasikannya:
"Karyawan saya ini ingin tetap menjadikan perusahaan nomor satu dalam kepuasan pelanggan, maka dia bekerja begitu kerasnya sehingga akhirnya kelelahan dan butuh istirahat sejenak."
Itulah bedanya memimpin dengan kecurigaan dan memimpin dengan kepercayaan. Yang satu menumbuhkan rasa takut, yang lain menumbuhkan rasa hormat.
Dari sini kita belajar: perspektif tidak sekadar soal sudut pandang, tetapi soal nilai yang kita pilih untuk hidup. Apakah kita memilih melihat kelemahan, atau kita memilih menangkap niat baik di baliknya.
Branson menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati adalah ketika manusia dilihat terlebih dahulu sebagai manusia, baru kemudian sebagai pekerja. Dan barangkali, justru dari sana lahir loyalitas yang tak bisa dibeli dengan sekadar aturan.
(Orang boleh berbeda pendapat dengan berbagai alasan, tapi setidaknya kita melihat perspektif lain soal kepemimpinan di negeri ini, saat krisis kepemimpinan bertebaran di banyak dimensi kehidupan).
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐2
Warning buat pekerja kantoran โ ๏ธ
Ada โpenyakitโ yang ga ada di medis, tapi sering nongkrong di meja kerja๐
Kenalan dulu sama geng: ASMA, KUDIS, GINJAL, KUTIL, BATUK, KRAM, BISUL, & RADANG PARU. Baca selengkapnya di sini๐
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Ada โpenyakitโ yang ga ada di medis, tapi sering nongkrong di meja kerja
Kenalan dulu sama geng: ASMA, KUDIS, GINJAL, KUTIL, BATUK, KRAM, BISUL, & RADANG PARU. Baca selengkapnya di sini
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Geng RADANG PARU mana Suaranya? ๐
Kenalan juga sama geng ASMA, KUDIS, GINJAL, KUTIL, KRAM, BISUL, & BATUK. Cek di sini๐
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Kenalan juga sama geng ASMA, KUDIS, GINJAL, KUTIL, KRAM, BISUL, & BATUK. Cek di sini
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN ๐ญ
Turut Berduka Cita atas berpulangnya salah satu sobat ATE kakak @Muhammad_Hanafi91. Semoga segala pengabdian dan dedikasi almarhum kepada Organisasi, Nusa dan Bangsa dapat diterima oleh Tuhan YME menjadi amal jariyah dan mendapat tempat terbaik di Sisi-Nya, aamiin๐คฒ
Selamat jalan, Pahlawan JKN๐ฅ
Turut Berduka Cita atas berpulangnya salah satu sobat ATE kakak @Muhammad_Hanafi91. Semoga segala pengabdian dan dedikasi almarhum kepada Organisasi, Nusa dan Bangsa dapat diterima oleh Tuhan YME menjadi amal jariyah dan mendapat tempat terbaik di Sisi-Nya, aamiin
Selamat jalan, Pahlawan JKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ข11๐3โค2๐ซก1
MELIHAT MASALAH SEBAGAI PELUANG ๐
Oleh: Dedi Priadi
Mari belajar dari ilustrasi pensil yang patah. Sebuah pensil yang utuh melambangkan masa-masa ketenangan. Namun, perjalanan hidup pasti akan membawa tantangan, sama seperti pensil yang patah menjadi dua.
Dari pada melihat patahan itu sebagai sebuah akhir, ilustrasi ini mengajak kita untuk mengubah perspektif tentang bagaimana melihat sebuah permasalahan. Kita didorong untuk melihat setiap kesulitan sebagai kesempatan untuk pertumbuhan spiritual.
Setelah patah, kedua potongan pensil itu disatukan kembali, tetapi dengan cara yang baru. Pelajaran dari hal ini adalah kita tidak hanya memperbaiki apa yang rusak, tetapi juga membentuk sesuatu yang lebih kuat dan lebih bermakna dari pengalaman tersebut.
Sebuah masalah bukanlah jalan buntu, melainkan ujian untuk membangkitkan kekuatan batin kita. Dua bagian pensil yang terpisah kini menjadi satu kesatuan yang unik dan kreatif, hasil dari transformasi kita menghadapi masalah.
Ingat, sesungguhnya bersama kesulitan ada dua kemudahan. Masa-masa sulit tidaklah permanen; ia adalah bagian dari siklus kehidupan yang pada akhirnya akan membawa ketenangan.
Dengan melihat setiap cobaan sebagai peluang, kita tumbuh lebih bijaksana, belajar, dan menjadi pribadi yang lebih utuh.
Percaya bahwa ada tujuan yang lebih besar di balik setiap tantangan akan memberikan kita kekuatan untuk terus melangkah.
Kemenangan terbesar kita sering kali datang setelah kita berhasil melewati ujian terberat. Setiap kesulitan adalah pintu gerbang menuju pertumbuhan spiritual yang lebih luas.
#INISIATIF
Oleh: Dedi Priadi
Mari belajar dari ilustrasi pensil yang patah. Sebuah pensil yang utuh melambangkan masa-masa ketenangan. Namun, perjalanan hidup pasti akan membawa tantangan, sama seperti pensil yang patah menjadi dua.
Dari pada melihat patahan itu sebagai sebuah akhir, ilustrasi ini mengajak kita untuk mengubah perspektif tentang bagaimana melihat sebuah permasalahan. Kita didorong untuk melihat setiap kesulitan sebagai kesempatan untuk pertumbuhan spiritual.
Setelah patah, kedua potongan pensil itu disatukan kembali, tetapi dengan cara yang baru. Pelajaran dari hal ini adalah kita tidak hanya memperbaiki apa yang rusak, tetapi juga membentuk sesuatu yang lebih kuat dan lebih bermakna dari pengalaman tersebut.
Sebuah masalah bukanlah jalan buntu, melainkan ujian untuk membangkitkan kekuatan batin kita. Dua bagian pensil yang terpisah kini menjadi satu kesatuan yang unik dan kreatif, hasil dari transformasi kita menghadapi masalah.
Ingat, sesungguhnya bersama kesulitan ada dua kemudahan. Masa-masa sulit tidaklah permanen; ia adalah bagian dari siklus kehidupan yang pada akhirnya akan membawa ketenangan.
Dengan melihat setiap cobaan sebagai peluang, kita tumbuh lebih bijaksana, belajar, dan menjadi pribadi yang lebih utuh.
Percaya bahwa ada tujuan yang lebih besar di balik setiap tantangan akan memberikan kita kekuatan untuk terus melangkah.
Kemenangan terbesar kita sering kali datang setelah kita berhasil melewati ujian terberat. Setiap kesulitan adalah pintu gerbang menuju pertumbuhan spiritual yang lebih luas.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
Buat kami, BPJS SATU bukan cuma slogan. Ini wujud nyata pengabdian. Dan kami bangga bisa jadi bagian dari barisan itu ๐ช
https://www.instagram.com/p/DPLzOHBCdGp/?igsh=MTQ5M2EyZ2Fua3UzbQ==
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
https://www.instagram.com/p/DPLzOHBCdGp/?igsh=MTQ5M2EyZ2Fua3UzbQ==
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
5 TINGKAT MENDENGARKAN ๐
oleh: Dedi Priadi
Mendengarkan lebih dari sekadar menunggu giliran untuk berbicara. Sebenarnya, kita bisa menganggapnya sebagai sebuah perjalanan dengan lima tingkatan yang berbeda.
Tingkat pertama, menunggu giliran bicara (๐ธ๐ข๐ช๐ต๐ช๐ฏ๐จ ๐ต๐ฐ ๐ต๐ข๐ญ๐ฌ), adalah titik awal yang umum. Ini saat Anda diam, tetapi hanya karena Anda memikirkan apa yang akan Anda katakan selanjutnya, bukan apa yang dikatakan orang lain. Ini tentang fokus pada diri sendiri.
Tingkat berikutnya adalah mendengar kata-kata (๐ฉ๐ฆ๐ข๐ณ๐ช๐ฏ๐จ ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ธ๐ฐ๐ณ๐ฅ๐ด). Pada tahap ini, Anda menangkap sebagian dari percakapan, tetapi perhatian Anda sering melayang. Anda mendengar, tetapi tidak benar-benar menyerapnya.
Tingkat ketiga adalah saat mendengarkan yang sebenarnya dimulai: memahami pesan (๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ณ๐ด๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ฎ๐ฆ๐ด๐ด๐ข๐จ๐ฆ). Di sini, Anda benar-benar fokus. Anda tidak hanya mendengar kata-kata, tetapi juga maknanya. Tujuannya adalah untuk memahami, bukan hanya untuk membalas.
Saat Anda menyelam lebih dalam, Anda mencapai tingkat keempat: mengenali emosi (๐ณ๐ฆ๐ค๐ฐ๐จ๐ฏ๐ช๐ป๐ช๐ฏ๐จ ๐ฆ๐ฎ๐ฐ๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ๐ด). Ini adalah mendengarkan secara empatik. Anda melampaui kata-kata untuk merasakan keadaan emosional orang lain dan memahami bagaimana perasaan mereka.
Tingkat terakhir, dan yang paling dalam, adalah mendengar apa yang tak terucap (๐ฉ๐ฆ๐ข๐ณ๐ช๐ฏ๐จ ๐ธ๐ฉ๐ข๐ต'๐ด ๐ถ๐ฏ๐ด๐ข๐ช๐ฅ). Ini tentang hadir sepenuhnya. Anda menangkap makna yang lebih dalam dan hal-hal yang mereka sulit ungkapkanโapa yang mereka butuhkan untuk Anda dengar, bukan hanya apa yang mereka katakan.
Dengan bergerak melampaui sekadar mendengar dan berjuang untuk mendengarkan pada tingkat yang lebih dalam, kita dapat membangun hubungan yang lebih kuat dan benar-benar memahami orang-orang dalam hidup kita.
Credit: Justin Wright
#INISIATIF
oleh: Dedi Priadi
Mendengarkan lebih dari sekadar menunggu giliran untuk berbicara. Sebenarnya, kita bisa menganggapnya sebagai sebuah perjalanan dengan lima tingkatan yang berbeda.
Tingkat pertama, menunggu giliran bicara (๐ธ๐ข๐ช๐ต๐ช๐ฏ๐จ ๐ต๐ฐ ๐ต๐ข๐ญ๐ฌ), adalah titik awal yang umum. Ini saat Anda diam, tetapi hanya karena Anda memikirkan apa yang akan Anda katakan selanjutnya, bukan apa yang dikatakan orang lain. Ini tentang fokus pada diri sendiri.
Tingkat berikutnya adalah mendengar kata-kata (๐ฉ๐ฆ๐ข๐ณ๐ช๐ฏ๐จ ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ธ๐ฐ๐ณ๐ฅ๐ด). Pada tahap ini, Anda menangkap sebagian dari percakapan, tetapi perhatian Anda sering melayang. Anda mendengar, tetapi tidak benar-benar menyerapnya.
Tingkat ketiga adalah saat mendengarkan yang sebenarnya dimulai: memahami pesan (๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ณ๐ด๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ฎ๐ฆ๐ด๐ด๐ข๐จ๐ฆ). Di sini, Anda benar-benar fokus. Anda tidak hanya mendengar kata-kata, tetapi juga maknanya. Tujuannya adalah untuk memahami, bukan hanya untuk membalas.
Saat Anda menyelam lebih dalam, Anda mencapai tingkat keempat: mengenali emosi (๐ณ๐ฆ๐ค๐ฐ๐จ๐ฏ๐ช๐ป๐ช๐ฏ๐จ ๐ฆ๐ฎ๐ฐ๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ๐ด). Ini adalah mendengarkan secara empatik. Anda melampaui kata-kata untuk merasakan keadaan emosional orang lain dan memahami bagaimana perasaan mereka.
Tingkat terakhir, dan yang paling dalam, adalah mendengar apa yang tak terucap (๐ฉ๐ฆ๐ข๐ณ๐ช๐ฏ๐จ ๐ธ๐ฉ๐ข๐ต'๐ด ๐ถ๐ฏ๐ด๐ข๐ช๐ฅ). Ini tentang hadir sepenuhnya. Anda menangkap makna yang lebih dalam dan hal-hal yang mereka sulit ungkapkanโapa yang mereka butuhkan untuk Anda dengar, bukan hanya apa yang mereka katakan.
Dengan bergerak melampaui sekadar mendengar dan berjuang untuk mendengarkan pada tingkat yang lebih dalam, kita dapat membangun hubungan yang lebih kuat dan benar-benar memahami orang-orang dalam hidup kita.
Credit: Justin Wright
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ฅฐ3
BERITA DUKA ๐ญ
Turut Berduka Cita atas berpulangnya salah satu rekan kita Sobat ATE kakak @Kezia_Eva. Semoga segala amal ibadah dan dedikasi beliau diterima oleh Tuhan YME. Perjuanganmu akan kami lanjutkan๐คฒ
Selamat jalan, Pahlawan JKN๐ฅ
Turut Berduka Cita atas berpulangnya salah satu rekan kita Sobat ATE kakak @Kezia_Eva. Semoga segala amal ibadah dan dedikasi beliau diterima oleh Tuhan YME. Perjuanganmu akan kami lanjutkan
Selamat jalan, Pahlawan JKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ข15๐7๐1
THE CULTURE CLASH IN LEADERSHIP STYLES ๐ค
Oleh: Dedi Priadi
Berdasarkan pengamatan Erin Meyer, seorang penulis dan ahli budaya, ๐๐ฆ๐ธ York ๐๐ช๐ฎ๐ฆ๐ด ๐๐ฆ๐ด๐ต ๐๐ฆ๐ญ๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐๐ถ๐ต๐ฉ๐ฐ๐ณ, gaya kepemimpinan di Indonesia cenderung sangat top-down dan hierarkis. Hal ini membentuk budaya di mana wewenang atasan mutlak dihormati.
Akibatnya, banyak karyawan merasa ragu dan takut untuk menyampaikan ide-ide inovatif mereka. Kondisi ini membuat inovasi menjadi terhambat dan komunikasi mengalir satu arah.
Hal ini juga mengikis engagement atau keterlibatan antara atasan dan bawahan, memutus aliran komunikasi yang seharusnya menjadi jembatan kolaborasi.
Motivasi internal karyawan pun menjadi prevention-focused, sekadar untuk tidak membuat kesalahan, bukan untuk menciptakan terobosan yang memajukan perusahaan.
Karyawan pun kehilangan dorongan intrinsik mereka untuk memberikan yang terbaik. Mereka tidak lagi merasakan dorongan untuk tumbuh atau berkontribusi lebih.
Berbeda dengan Jepang, yang juga sangat menghormati otoritas, tetapi memiliki gaya kepemimpinan yang lebih kolegial dan konsensual.
Para pemimpin di Jepang lebih memilih untuk mendiskusikan gagasan dan mengambil keputusan penting secara bersama-sama dalam sebuah forum yang saling menghormati.
Ini memicu para bawahan untuk berani menyampaikan ide-ide mereka, karena mereka merasa didengarkan dan dihargai. Inovasi pun berkembang, dan produktivitas meningkat.
Untuk bertransformasi, Indonesia harus menggeser paradigma. Mengadopsi dialog terbuka dan penghargaan terhadap setiap gagasan adalah langkah krusial, ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ช๐ฏ๐ฐ๐ท๐ข๐ด๐ช ๐ด๐ฆ๐ซ๐ข๐ต๐ช ๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ข๐ฌ๐ถ๐ต๐ข๐ฏ, ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ณ๐ถ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ณ๐จ๐ข๐ช ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ด๐ถ๐ข๐ณ๐ข.
#INISIATIF
Oleh: Dedi Priadi
Berdasarkan pengamatan Erin Meyer, seorang penulis dan ahli budaya, ๐๐ฆ๐ธ York ๐๐ช๐ฎ๐ฆ๐ด ๐๐ฆ๐ด๐ต ๐๐ฆ๐ญ๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐๐ถ๐ต๐ฉ๐ฐ๐ณ, gaya kepemimpinan di Indonesia cenderung sangat top-down dan hierarkis. Hal ini membentuk budaya di mana wewenang atasan mutlak dihormati.
Akibatnya, banyak karyawan merasa ragu dan takut untuk menyampaikan ide-ide inovatif mereka. Kondisi ini membuat inovasi menjadi terhambat dan komunikasi mengalir satu arah.
Hal ini juga mengikis engagement atau keterlibatan antara atasan dan bawahan, memutus aliran komunikasi yang seharusnya menjadi jembatan kolaborasi.
Motivasi internal karyawan pun menjadi prevention-focused, sekadar untuk tidak membuat kesalahan, bukan untuk menciptakan terobosan yang memajukan perusahaan.
Karyawan pun kehilangan dorongan intrinsik mereka untuk memberikan yang terbaik. Mereka tidak lagi merasakan dorongan untuk tumbuh atau berkontribusi lebih.
Berbeda dengan Jepang, yang juga sangat menghormati otoritas, tetapi memiliki gaya kepemimpinan yang lebih kolegial dan konsensual.
Para pemimpin di Jepang lebih memilih untuk mendiskusikan gagasan dan mengambil keputusan penting secara bersama-sama dalam sebuah forum yang saling menghormati.
Ini memicu para bawahan untuk berani menyampaikan ide-ide mereka, karena mereka merasa didengarkan dan dihargai. Inovasi pun berkembang, dan produktivitas meningkat.
Untuk bertransformasi, Indonesia harus menggeser paradigma. Mengadopsi dialog terbuka dan penghargaan terhadap setiap gagasan adalah langkah krusial, ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ช๐ฏ๐ฐ๐ท๐ข๐ด๐ช ๐ด๐ฆ๐ซ๐ข๐ต๐ช ๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ข๐ฌ๐ถ๐ต๐ข๐ฏ, ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ณ๐ถ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ณ๐จ๐ข๐ช ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ด๐ถ๐ข๐ณ๐ข.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
BPJS CALLING: Road to Pornas KORPRI 2025 ๐ฒ๐จ
18 pegawai terpilih siap mengukir cerita, berjuang bukan hanya untuk kemenangan, tapi juga untuk nama baik BPJS Kesehatan ๐
Satukan semangat dan dukungan:
https://www.instagram.com/p/DPQBTijiQAT/?igsh=YmIzcTlzdDJrNWNm
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
18 pegawai terpilih siap mengukir cerita, berjuang bukan hanya untuk kemenangan, tapi juga untuk nama baik BPJS Kesehatan ๐
Satukan semangat dan dukungan:
https://www.instagram.com/p/DPQBTijiQAT/?igsh=YmIzcTlzdDJrNWNm
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
MISTERI DI BALIK PUNGGUNG ๐คณ
oleh: Budiman Hakim
Sejak dulu, gue selalu suka moto orang dari belakang (Seperti foto di bawah). Temen-temen sering komentar, โLo demen banget moto orang dari belakang? Apa sih bagusnya?โ
Terus terang gue gak bisa jawab. Gue suka ajaโฆ gak tau kenapa. Lucunya, lama-lama temen-temen pada ketularan. Mereka ikut-ikutan melakukan hal yang sama. Terus mereka bilang, "Eh, iya, loh! Ternyata foto orang dari belakang itu lucu dan punya daya pikat tersendiri. Seakan ada misteri di sana."
Mendengar omongan mereka, gue memutuskan untuk mempelajari lebih jauh. Sebagai trend setter, masak sih gue sendiri gak ngerti latar belakangnya. Jadi gue coba menggali dari sudut pandang neurosains. Penjelasannya begini.
Secara ilmiah, otak manusia memang benci pada sesuatu yang tidak lengkap. Otak diciptakan untuk mencari pola, keteraturan, dan makna. Begitu ada bagian yang hilang, otak langsung beraksi. Mekanisme ini dijelaskan dalam Gestalt Principle of Closure: kecenderungan alami otak untuk menutup celah, melengkapi kekosongan dengan data dari memori, pengalaman, atau imajinasi.
Dalam bahasa neurosains modern, hal ini erat kaitannya dengan predictive coding: otak selalu berusaha menebak input sensorik berikutnya, lalu mengisinya dengan informasi yang disimpan di hippocampus (memori) dan diproses oleh prefrontal cortex (prediksi dan imajinasi). Proses ini berjalan lewat top-down processing, yaitu otak menafsirkan dunia bukan hanya dari apa yang kita lihat (bottom-up), tapi juga dari ekspektasi, memori, dan konteks.
Foto orang dari belakang adalah contoh sederhana tapi kuat bagaimana mekanisme ini bekerja. Ada beberapa ruang kosong yang memicu otak untuk segera bereaksi. Berikut pembahasannya:
Wajah yang tak terlihat
Otak membuka โfolder memoriโ lalu mencari kemungkinan wajah, menempelkan bayangan wajah yang kita kenal atau membangun imajinasi wajah anonim.
Kaki yang melangkah
Gerakan itu menyisakan pertanyaan: โDia mau ke mana?โ Otak membangun skenario apakah menuju rumah, mengejar mimpi, atau sekadar berjalan tanpa arah.
Latar belakang jalan dan horizon
Otak menyambungkan garis jalan dan batas pandangan, lalu menambahkan narasi tentang perjalanan yang sedang ditempuh.
Ransel di punggung
Benda sederhana, tapi cukup untuk memancing otak menebak isinya: buku, kamera, laptop, kondom atau mungkin hanya sebotol air.
Konteks sosial
Kalo subyeknya sendirian, otak segera mengisi celah dengan pertanyaan: apakah dia memang suka sendiri? Apakah ada seseorang yang menunggu di ujung jalan? Atau justru dia sedang melarikan diri dari sesuatu?
Semua proses ini melibatkan Default Mode Network (DMN), jaringan otak yang aktif ketika kita berkhayal, merenung, atau membangun narasi. Artinya, sebuah foto sederhana bisa menyalakan area otak yang sama dengan saat kita bermimpi.
Meskipun otak membenci yang tidak lengkap, justru di situlah letak keindahannya. Ruang kosong itu, yang semestinya jadi kekurangan, malah membuat otak kita ikut bekerja: menebak, membangun, dan menyulam cerita.
Dibandingkan dengan foto orang sedang berpose, foto candid saja sudah menarik. Apalagi foto orang dari belakang. Daya tariknya buat saya jauh lebih kuat. Unik. Ia bukan hanya gambar, tapi undangan bagi otak kita untuk ikut bermain. Ia sederhana, tapi kaya. Ia tidak lengkap, tapi justru terasa penuh. Ia bukan jawaban, melainkan pertanyaan. Dan pertanyaanlah yang membuat kita selalu ingin kembali melihatnya.
#INISIATIF
oleh: Budiman Hakim
Sejak dulu, gue selalu suka moto orang dari belakang (Seperti foto di bawah). Temen-temen sering komentar, โLo demen banget moto orang dari belakang? Apa sih bagusnya?โ
Terus terang gue gak bisa jawab. Gue suka ajaโฆ gak tau kenapa. Lucunya, lama-lama temen-temen pada ketularan. Mereka ikut-ikutan melakukan hal yang sama. Terus mereka bilang, "Eh, iya, loh! Ternyata foto orang dari belakang itu lucu dan punya daya pikat tersendiri. Seakan ada misteri di sana."
Mendengar omongan mereka, gue memutuskan untuk mempelajari lebih jauh. Sebagai trend setter, masak sih gue sendiri gak ngerti latar belakangnya. Jadi gue coba menggali dari sudut pandang neurosains. Penjelasannya begini.
Secara ilmiah, otak manusia memang benci pada sesuatu yang tidak lengkap. Otak diciptakan untuk mencari pola, keteraturan, dan makna. Begitu ada bagian yang hilang, otak langsung beraksi. Mekanisme ini dijelaskan dalam Gestalt Principle of Closure: kecenderungan alami otak untuk menutup celah, melengkapi kekosongan dengan data dari memori, pengalaman, atau imajinasi.
Dalam bahasa neurosains modern, hal ini erat kaitannya dengan predictive coding: otak selalu berusaha menebak input sensorik berikutnya, lalu mengisinya dengan informasi yang disimpan di hippocampus (memori) dan diproses oleh prefrontal cortex (prediksi dan imajinasi). Proses ini berjalan lewat top-down processing, yaitu otak menafsirkan dunia bukan hanya dari apa yang kita lihat (bottom-up), tapi juga dari ekspektasi, memori, dan konteks.
Foto orang dari belakang adalah contoh sederhana tapi kuat bagaimana mekanisme ini bekerja. Ada beberapa ruang kosong yang memicu otak untuk segera bereaksi. Berikut pembahasannya:
Wajah yang tak terlihat
Otak membuka โfolder memoriโ lalu mencari kemungkinan wajah, menempelkan bayangan wajah yang kita kenal atau membangun imajinasi wajah anonim.
Kaki yang melangkah
Gerakan itu menyisakan pertanyaan: โDia mau ke mana?โ Otak membangun skenario apakah menuju rumah, mengejar mimpi, atau sekadar berjalan tanpa arah.
Latar belakang jalan dan horizon
Otak menyambungkan garis jalan dan batas pandangan, lalu menambahkan narasi tentang perjalanan yang sedang ditempuh.
Ransel di punggung
Benda sederhana, tapi cukup untuk memancing otak menebak isinya: buku, kamera, laptop, kondom atau mungkin hanya sebotol air.
Konteks sosial
Kalo subyeknya sendirian, otak segera mengisi celah dengan pertanyaan: apakah dia memang suka sendiri? Apakah ada seseorang yang menunggu di ujung jalan? Atau justru dia sedang melarikan diri dari sesuatu?
Semua proses ini melibatkan Default Mode Network (DMN), jaringan otak yang aktif ketika kita berkhayal, merenung, atau membangun narasi. Artinya, sebuah foto sederhana bisa menyalakan area otak yang sama dengan saat kita bermimpi.
Meskipun otak membenci yang tidak lengkap, justru di situlah letak keindahannya. Ruang kosong itu, yang semestinya jadi kekurangan, malah membuat otak kita ikut bekerja: menebak, membangun, dan menyulam cerita.
Dibandingkan dengan foto orang sedang berpose, foto candid saja sudah menarik. Apalagi foto orang dari belakang. Daya tariknya buat saya jauh lebih kuat. Unik. Ia bukan hanya gambar, tapi undangan bagi otak kita untuk ikut bermain. Ia sederhana, tapi kaya. Ia tidak lengkap, tapi justru terasa penuh. Ia bukan jawaban, melainkan pertanyaan. Dan pertanyaanlah yang membuat kita selalu ingin kembali melihatnya.
#INISIATIF
โค1