Jejak Pengabdian di Ujung Negeri ๐ฎ๐ฉ
Perjalanan panjang membawa Duta BPJS Kesehatan KC Wamena ke SDN Wowarek, Kampung Eragama. Di tengah pegunungan Papua, kami menemukan Baca selengkapnya di sini๐ซถ
#LifeatBPJSKesehatan #PejuangJKN
Perjalanan panjang membawa Duta BPJS Kesehatan KC Wamena ke SDN Wowarek, Kampung Eragama. Di tengah pegunungan Papua, kami menemukan Baca selengkapnya di sini
#LifeatBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
NGOBROL ITU PENTING ๐คฉ
oleh: Budiman Hakim
Inget gak jaman sekolah dulu. Kita udah duduk di kelas. Guru masuk, membuka buku catatan tebalnya. Dan seperti kaset yang diputar ulang, kata pertamanya selalu: 'Diam! Jangan ngobrol!'"
Lah? Padahal kita lagi ngobrolin materi pelajaran dia. Eh, malah dibilang berisik. Ya udah, kalo gitu kita ngobrolin langsung dengan gurunya pas sesi diskusi atau sesi debat nanti.
Diskusi? Debat? Hahaha... Hampir gak pernah ada. Dan begitulah nasib kita dulu. Ngobrol sama teman dilarang, ngobrol sama guru pun gak ada pintunya. Bertahun-tahun kita tumbuh di kelas yang sunyi. Sunyi dari percakapan, sunyi dari kesempatan belajar mengekspresikan pikiran.
Sering saya bertanya dalam hati, "Kenapa kata ngobrol dalam bahasa Indonesia konotasinya selalu negatif? Padahal gak terhitung ide2 besar muncul gara2 kita sering ngobrol."
Seharusnya kita memahami bahwa ngobrol itu bukan cuma suara mulut. Di dalam neurosains dikatakan ada dua jalur penting: inner speech (bahasa batin) dan outer speech (bicara keluar).
Inner speech itu kayak radio internal di kepala kita: pikiran, ide, bahkan debat batin yang kadang lebih seru dari sinetron.
Outer speech itu jalur yang bikin radio internal itu bisa didengar orang lain, bukan cuma didengar organ tetangga di kepala.
Masalahnya, sekolah kita sering bikin jalur ini macet. Diam yang dipaksakan? Inner speech tetap jalan, tapi outer speech mati gaya. Otak bisa penuh ide keren, tapi begitu harus ngomong, lidah kaku, kata-kata macet.
Jadi ketika sekolah ngelarang ngobrol, bukan cuma mulut kita yang dibungkam, tapi otak kita juga dikasih timeout panjang. Bayangin anak-anak jadi robot hafal, tapi otaknya lemes kalau disuruh ngomong.
Kalau sejak kecil kita dibiasakan ngobrol berupa diskusi, debat, atau sekadar tukar cerita, otomatis kita membangun koneksi sehingga inner speech kita bisa lancar ke outer speech. Kita jadi bukan cuma pendengar pasif, tapi pembicara aktif.
Tapi sekolah? Lebih suka mencetak generasi โdiam tapi hafalโ, bukan โbicara dan berpikirโ. Akibatnya, banyak orang dewasa punya ide cemerlang, tapi lidahnya gagap kayak modem dial-up. Dunia gak bisa membaca pikiran kita. Dunia cuma bisa dengar kata-kata kita. Dan ngobrol adalah latihan paling alami buat menghubungkan inner speech dan outer speech.
Kalo kita berani ngomong, otak dilatih menerjemahkan ide jadi kata-kata. Setiap kali kita mendengarkan orang lain, kita belajar menyaring, menyambung, dan menata ulang isi kepala kita. Menurut neurosains, percakapan merangsang korteks prefrontal, area otak yang penting untuk berpikir kritis, merencanakan, dan mengambil keputusan.
"Percakapan adalah makanan bagi jiwa.โ Begitu kata Plato. Dan pendapat ini didukung Stephen Covey dengan mengatakan, โKomunikasi adalah keterampilan paling penting dalam hidup.โ So, kalo dua tokoh besar ini menekankan pentingnya percakapan, wajar kalau ngobrol harus kita perjuangkan, bukan malah dilarang.
Kalau sekolah belum memberi ruang, bukan berarti kita harus ikut bungkam. Mulailah dari hal kecil: ngobrol di kantin, tukar ide lewat grup diskusi, atau berani nanya satu pertanyaan di kelas. Dari obrolan kecil lahir keberanian besar.
Sebab dunia tidak butuh manusia yang hanya penuh pikiran. Dunia butuh manusia yang bisa menyuarakan pikirannya. Dan itu hanya mungkin kalau kita berani ngobrol. Beri ruang agar suara dalam kepala bisa bertemu suara dunia luar, lalu mengubahnya. Mengubah dunia.
#INISIATIF
oleh: Budiman Hakim
Inget gak jaman sekolah dulu. Kita udah duduk di kelas. Guru masuk, membuka buku catatan tebalnya. Dan seperti kaset yang diputar ulang, kata pertamanya selalu: 'Diam! Jangan ngobrol!'"
Lah? Padahal kita lagi ngobrolin materi pelajaran dia. Eh, malah dibilang berisik. Ya udah, kalo gitu kita ngobrolin langsung dengan gurunya pas sesi diskusi atau sesi debat nanti.
Diskusi? Debat? Hahaha... Hampir gak pernah ada. Dan begitulah nasib kita dulu. Ngobrol sama teman dilarang, ngobrol sama guru pun gak ada pintunya. Bertahun-tahun kita tumbuh di kelas yang sunyi. Sunyi dari percakapan, sunyi dari kesempatan belajar mengekspresikan pikiran.
Sering saya bertanya dalam hati, "Kenapa kata ngobrol dalam bahasa Indonesia konotasinya selalu negatif? Padahal gak terhitung ide2 besar muncul gara2 kita sering ngobrol."
Seharusnya kita memahami bahwa ngobrol itu bukan cuma suara mulut. Di dalam neurosains dikatakan ada dua jalur penting: inner speech (bahasa batin) dan outer speech (bicara keluar).
Inner speech itu kayak radio internal di kepala kita: pikiran, ide, bahkan debat batin yang kadang lebih seru dari sinetron.
Outer speech itu jalur yang bikin radio internal itu bisa didengar orang lain, bukan cuma didengar organ tetangga di kepala.
Masalahnya, sekolah kita sering bikin jalur ini macet. Diam yang dipaksakan? Inner speech tetap jalan, tapi outer speech mati gaya. Otak bisa penuh ide keren, tapi begitu harus ngomong, lidah kaku, kata-kata macet.
Jadi ketika sekolah ngelarang ngobrol, bukan cuma mulut kita yang dibungkam, tapi otak kita juga dikasih timeout panjang. Bayangin anak-anak jadi robot hafal, tapi otaknya lemes kalau disuruh ngomong.
Kalau sejak kecil kita dibiasakan ngobrol berupa diskusi, debat, atau sekadar tukar cerita, otomatis kita membangun koneksi sehingga inner speech kita bisa lancar ke outer speech. Kita jadi bukan cuma pendengar pasif, tapi pembicara aktif.
Tapi sekolah? Lebih suka mencetak generasi โdiam tapi hafalโ, bukan โbicara dan berpikirโ. Akibatnya, banyak orang dewasa punya ide cemerlang, tapi lidahnya gagap kayak modem dial-up. Dunia gak bisa membaca pikiran kita. Dunia cuma bisa dengar kata-kata kita. Dan ngobrol adalah latihan paling alami buat menghubungkan inner speech dan outer speech.
Kalo kita berani ngomong, otak dilatih menerjemahkan ide jadi kata-kata. Setiap kali kita mendengarkan orang lain, kita belajar menyaring, menyambung, dan menata ulang isi kepala kita. Menurut neurosains, percakapan merangsang korteks prefrontal, area otak yang penting untuk berpikir kritis, merencanakan, dan mengambil keputusan.
"Percakapan adalah makanan bagi jiwa.โ Begitu kata Plato. Dan pendapat ini didukung Stephen Covey dengan mengatakan, โKomunikasi adalah keterampilan paling penting dalam hidup.โ So, kalo dua tokoh besar ini menekankan pentingnya percakapan, wajar kalau ngobrol harus kita perjuangkan, bukan malah dilarang.
Kalau sekolah belum memberi ruang, bukan berarti kita harus ikut bungkam. Mulailah dari hal kecil: ngobrol di kantin, tukar ide lewat grup diskusi, atau berani nanya satu pertanyaan di kelas. Dari obrolan kecil lahir keberanian besar.
Sebab dunia tidak butuh manusia yang hanya penuh pikiran. Dunia butuh manusia yang bisa menyuarakan pikirannya. Dan itu hanya mungkin kalau kita berani ngobrol. Beri ruang agar suara dalam kepala bisa bertemu suara dunia luar, lalu mengubahnya. Mengubah dunia.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Jangan lupa yaa Sobโฆ Stay tuned untuk pelaksanaan Grand Final pada tanggal 23 September 2025. Karena selain pengumuman juara lomba neraca saldo, bakal ada juga ragam kegiatan seru dan menarik lainnya, seperti:
- Lomba yel-yel
- Kuis interaktif
- Tebak pemenang saat sesi live
Nah, sambil menantikan hari H itu tiba, sebagai bentuk apresiasi kepada para finalis serta para pendukung setia Lomba Neraca Saldo 2025, COMMIT ATE dengan dukungan Kepbid Akuntansi akan membuka polling tebak juara yang akan berhadiah 3 souvenir menarik untuk 3 (tiga) orang Sobat ATE beruntung (yang berhasil menebak Juara 1, 2, dan 3 saat Babak Grand Final nanti)
Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Selasa, 23 September 2025 pukul 13.00 WIB
Syarat klaim : Memilih maksimal 3 nama aja di polling yang tersedia dan sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
#LombaNeracaSaldo
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Ketika berhadapan dengan orang lain, ingatlah bahwa Anda tidak berhadapan dengan makhluk yang menggunakan logika, tapi makhluk yang menggunakan emosi ๐ฅฐ ๐ค
#LangkahPulang
Banyak bersyukur atas capaian/progres hari ini๐
#LangkahPulang
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
AROGANSI ๐ฌ
oleh: Arisdiansah
Kenapa pembicaraan pewaris vs perintis jadi masalah? Karena diucapkan dengan arogansi.
Kenapa statement orang orang nge-gym bodoh jadi masalah? Sama karena diucapkan dengan arogansi.
Kenapa hidup seseorang terus menerus bermasalah? Bisa jadi juga karena arogansi.
Arogansi dalam berbagai bentuknya, selalu menjadikan masalah dalam kehidupan seseorang. Karena arogansi cenderung melukai.
Saya sendiri pernah mengalami ketika disebuah momen, keluar dari mulut saya kata2 yang arogan. Kata2 yang merendahkan pihak lain.
Untuk beberapa hari hal itu menghantui perasaan saya, dan Alhamdulillah menjadi tenang ketika saya menyampaikan permohonan maaf atas perkataan yang saya sampaikan.
Kenapa orang bisa arogan?
Banyak faktor yang membuat orang menjadi arogan. Diantaranya adalah kekayaan, popularitas, jebakan sok spiritualitas, dan seringnya mendapatkan pujian.
Dalam perspektif kesadaran, orang yang arogan itu berada di level kesadaran pride. Reaksionalnya selalu ingin menunjukkan dan menuntut apresiasi, validasi, dan pujian orang lain.
Fatalnya adalah orang seperti ini memiliki emosional yang "scorn". Cenderung merendahkan orang lain (belittler) bahkan sampai toxic controler. Suka mengatur dan si paling.
Beruntunglah orang yang punya sensor kesadaran itu. Ketika dia sudah mulai offside, ada sinyal dari nalar untuk memberikan peringatan akan kehadiran sikap arogansinya.
Saya membaca sebuah literasi tentang hubungan arogansi dan Konten creator, artis, pejabat, dan tokoh publik.
Ternyata banyak mereka yang terjebak dalam arogansi karena begitu mencintai exposure, viralitas, like, pujian dan "tepuk tangan".
Tentu tidak semua orang seperti itu.
Saya pernah iseng komen di salah satu influencer dan konten creator muda yang begitu arogan membuat sebuah kesimpulan prematur tentang leadership.
Tapi ya gitulah, egonya nampak meronta2.
Lawan sifat arogansi itu tentu adalah kerendahan hati. Hal ini ditandai dengan kemampuan seseorang untuk mendengarkan dan memberikan empathy.
Ketika diatas saya cerita bahwa saya terjebak arogansi, ternyata dikarenakan kurang mau lebih sabar mendengar dan langsung terburu2 membuat sebuah pernyataan yang merendahkan.
Kita bersyukur jika kita tidak terjebak kedalam sikap arogansi. kita bersyukur jika terus menerus berusaha memperbaiki diri dan hati.
Guru saya pernah mengatakan, "Jika kamu terus menerus menjadi orang paling hebat disebuah ruangan, berarti kamu salah masuk ruangan."
Beliau mengajarkan tentang "whitebelt" mentality. Tentang stay hungry and stay foolish kalau istilahnya Steve job.
Dengan terus menerus belajar memperbaiki mentalitas, karakter, Behaviour, kita akan terus menerus menemukan titik-titik bahwa kita tidak harus selalu tampil superior.
Apalagi selalu tampil arogan. Karena jembatan paling singkat yang menghubungkan antara kesuksesan dan ketidak-relevan-an itu adalah arogansi.
#INISIATIF
oleh: Arisdiansah
Kenapa pembicaraan pewaris vs perintis jadi masalah? Karena diucapkan dengan arogansi.
Kenapa statement orang orang nge-gym bodoh jadi masalah? Sama karena diucapkan dengan arogansi.
Kenapa hidup seseorang terus menerus bermasalah? Bisa jadi juga karena arogansi.
Arogansi dalam berbagai bentuknya, selalu menjadikan masalah dalam kehidupan seseorang. Karena arogansi cenderung melukai.
Saya sendiri pernah mengalami ketika disebuah momen, keluar dari mulut saya kata2 yang arogan. Kata2 yang merendahkan pihak lain.
Untuk beberapa hari hal itu menghantui perasaan saya, dan Alhamdulillah menjadi tenang ketika saya menyampaikan permohonan maaf atas perkataan yang saya sampaikan.
Kenapa orang bisa arogan?
Banyak faktor yang membuat orang menjadi arogan. Diantaranya adalah kekayaan, popularitas, jebakan sok spiritualitas, dan seringnya mendapatkan pujian.
Dalam perspektif kesadaran, orang yang arogan itu berada di level kesadaran pride. Reaksionalnya selalu ingin menunjukkan dan menuntut apresiasi, validasi, dan pujian orang lain.
Fatalnya adalah orang seperti ini memiliki emosional yang "scorn". Cenderung merendahkan orang lain (belittler) bahkan sampai toxic controler. Suka mengatur dan si paling.
Beruntunglah orang yang punya sensor kesadaran itu. Ketika dia sudah mulai offside, ada sinyal dari nalar untuk memberikan peringatan akan kehadiran sikap arogansinya.
Saya membaca sebuah literasi tentang hubungan arogansi dan Konten creator, artis, pejabat, dan tokoh publik.
Ternyata banyak mereka yang terjebak dalam arogansi karena begitu mencintai exposure, viralitas, like, pujian dan "tepuk tangan".
Tentu tidak semua orang seperti itu.
Saya pernah iseng komen di salah satu influencer dan konten creator muda yang begitu arogan membuat sebuah kesimpulan prematur tentang leadership.
Tapi ya gitulah, egonya nampak meronta2.
Lawan sifat arogansi itu tentu adalah kerendahan hati. Hal ini ditandai dengan kemampuan seseorang untuk mendengarkan dan memberikan empathy.
Ketika diatas saya cerita bahwa saya terjebak arogansi, ternyata dikarenakan kurang mau lebih sabar mendengar dan langsung terburu2 membuat sebuah pernyataan yang merendahkan.
Kita bersyukur jika kita tidak terjebak kedalam sikap arogansi. kita bersyukur jika terus menerus berusaha memperbaiki diri dan hati.
Guru saya pernah mengatakan, "Jika kamu terus menerus menjadi orang paling hebat disebuah ruangan, berarti kamu salah masuk ruangan."
Beliau mengajarkan tentang "whitebelt" mentality. Tentang stay hungry and stay foolish kalau istilahnya Steve job.
Dengan terus menerus belajar memperbaiki mentalitas, karakter, Behaviour, kita akan terus menerus menemukan titik-titik bahwa kita tidak harus selalu tampil superior.
Apalagi selalu tampil arogan. Karena jembatan paling singkat yang menghubungkan antara kesuksesan dan ketidak-relevan-an itu adalah arogansi.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Fun Fact jadi Pegawai BPJS Kesehatan ๐ฏ
Di balik seragam, ada cerita pengabdian yang nggak semua orang tahuโฆ Baca selengkapnya
#LifeatBPJSKesehatan #PejuangJKN
Di balik seragam, ada cerita pengabdian yang nggak semua orang tahuโฆ Baca selengkapnya
#LifeatBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค3๐ฅฐ3โก1
STORYTELLING DALAM SEBUAH LOGO ๐
oleh: Budiman Hakim
Pernah gak ngeliat sebuah logo dan sekian lama kita menganggap logo itu biasa aja (istilah halus untuk mengatakan jelek). Misalnya logo Hyunday. Cuma huruf H doang. Huruf H miring, desain yang aman, tapi dingin.
Sampai suatu saat kita menyadari: itu bukan sekadar huruf, tapi gambar dua orang yang sedang salaman. Simbol perwakilan antara perusahaan dan pelanggannya. Dan ini anehnya: logo itu sekonyong2 jadi bagus. Padahal logonya gak berubah. Itu desain yang sama saat kita bilang dia jelek.
Kesimpulannya, logo itu bukan sekedar desain. Ada filosofi, ada rasa sekaligus makna di dalamnya. Logo sederhana itu berubah jadi adegan pertemuan. Ada rasa hangat, ada kepercayaan, ada janji yang terselip di situ. Logo yang tadinya hambar jadi punya hati.
Hal yang sama juga kita temui pada logo F1. Cuma tulisan F diikuti garis merah yang kayak efek kecepatan. Biasa aja. Tapi begitu ada yang nunjukin โcoba lihat ruang kosongnya, ada angka satu di situ,โ
Sekali lagi kita terpana. Ada rahasia kecil yang tersembunyi di depan mata selama ini. Dan momen ketika rahasia itu kebuka, rasanya kayak nemu harta karun. Desain gak berubah namun pendapat kita berganti 180 derajat. Why?
Ilmu otak menjelaskan kenapa kita bisa tiba-tiba jatuh cinta pada hal yang sama sekali nggak berubah. Visual cortex kita awalnya cuma membaca pola standar: huruf, garis, bentuk. Netral. Tapi begitu makna baru terbuka, prefrontal cortex melakukan reframe.
Ada klik di kepala, aha moment, yang memicu dopamin, bikin kita senyum tanpa sadar. Otak suka kejutan kecil semacam ini, karena setiap penemuan bikin kita merasa lebih hidup, lebih pintar, lebih terhubung.
Logo yang tadinya datar mendadak punya jiwa. Karena otak nggak cuma lihat bentuk, tapi juga cerita di balik bentuk itu. Dan cerita selalu lebih kuat daripada garis.
Endingnya sederhana tapi dalam: dunia nggak berubah, hanya cara kita melihat yang berubah. Sesuatu yang tadinya biasa bisa jadi luar biasa, asal kita mau menemukan makna di baliknya. Menemukan story di dalamnya.
#INISIATIF
oleh: Budiman Hakim
Pernah gak ngeliat sebuah logo dan sekian lama kita menganggap logo itu biasa aja (istilah halus untuk mengatakan jelek). Misalnya logo Hyunday. Cuma huruf H doang. Huruf H miring, desain yang aman, tapi dingin.
Sampai suatu saat kita menyadari: itu bukan sekadar huruf, tapi gambar dua orang yang sedang salaman. Simbol perwakilan antara perusahaan dan pelanggannya. Dan ini anehnya: logo itu sekonyong2 jadi bagus. Padahal logonya gak berubah. Itu desain yang sama saat kita bilang dia jelek.
Kesimpulannya, logo itu bukan sekedar desain. Ada filosofi, ada rasa sekaligus makna di dalamnya. Logo sederhana itu berubah jadi adegan pertemuan. Ada rasa hangat, ada kepercayaan, ada janji yang terselip di situ. Logo yang tadinya hambar jadi punya hati.
Hal yang sama juga kita temui pada logo F1. Cuma tulisan F diikuti garis merah yang kayak efek kecepatan. Biasa aja. Tapi begitu ada yang nunjukin โcoba lihat ruang kosongnya, ada angka satu di situ,โ
Sekali lagi kita terpana. Ada rahasia kecil yang tersembunyi di depan mata selama ini. Dan momen ketika rahasia itu kebuka, rasanya kayak nemu harta karun. Desain gak berubah namun pendapat kita berganti 180 derajat. Why?
Ilmu otak menjelaskan kenapa kita bisa tiba-tiba jatuh cinta pada hal yang sama sekali nggak berubah. Visual cortex kita awalnya cuma membaca pola standar: huruf, garis, bentuk. Netral. Tapi begitu makna baru terbuka, prefrontal cortex melakukan reframe.
Ada klik di kepala, aha moment, yang memicu dopamin, bikin kita senyum tanpa sadar. Otak suka kejutan kecil semacam ini, karena setiap penemuan bikin kita merasa lebih hidup, lebih pintar, lebih terhubung.
Logo yang tadinya datar mendadak punya jiwa. Karena otak nggak cuma lihat bentuk, tapi juga cerita di balik bentuk itu. Dan cerita selalu lebih kuat daripada garis.
Endingnya sederhana tapi dalam: dunia nggak berubah, hanya cara kita melihat yang berubah. Sesuatu yang tadinya biasa bisa jadi luar biasa, asal kita mau menemukan makna di baliknya. Menemukan story di dalamnya.
Dan bukankah hidup juga begitu? Yang kita butuhkan kadang bukan hal baru, tapi cara baru melihat yang lama.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ฅฐ1
ANDAI IBU TIDAK MENIKAH DENGAN AYAH ๐ ๐ญ
oleh: Agung Prasetyo Utomo
Saya tidak suka film-film horor, hantu hantuan yang menurut saya terlalu jorok meracuni otak saya hahahaha..
Ada beberapa film yang sarat hikmah yang saya tonton akhir akhir ini..
SORE, Istri Dari Masa Depan
terus lanjut
Andai Ibu Tidak Menikah Dengan Ayah
Saran saya yang belum menikah tontolah film ini karena SEUMUR HIDUP ITU LAMA
Setelah bulan lalu nonton Sore, Istri dari Masa depan... wanita bernama Sore yang datang dari masa depan untuk menemui suaminya di masa lalu yaitu sekarang.
Ia memiliki misi untuk mengubah gaya hidup suaminya agar terhindar dari takdir buruk saat menikah dengannya beberapa tahun kemudian sakit dan meninggal di masa depannya.
Sore: Istri Dari Masa Depan bukan sekadar kisah cinta biasa, melainkan refleksi tentang bagaimana seseorang bisa berubah demi cinta dan masa depan yang lebih baik.
Hidup adalah konsekwensi atas kebiasaan yang kita lakukan.
Janganlah ketika sakit misal diabetes kemudian malah menyalahkan Sang Pencipta bahwa itu adalah ujian, padahal yang memasukkan makanan tinggi gula daan karbohidrat berlebihan adalah tangan kita sendiri... Masak tiba tiba menyalahkan Tuhan.
Film ini menyentuh hati, memperlihatkan bahwa kadang cinta tidak hanya datang dari masa lalu, tetapi juga dari masa depan yang belum kita ketahui untuk merubah kita lebih baik.
Film minggu ini yang menurut saya syarat dengan inspirasi adalah Andai Ibu Tidak Menikah Dengan Ayah...
Sebelum beli tiket jangan lupa bawa Tissue karena plotnya akan mengaduk aduk hati dan sayapun juga berlinang air mata selama film berlangsung...
Film tentang keluarga yang bisa jadi banyak kejadian di Jaman Sekarang...
Bagaimana seorang ayah yang gagal berbisnis kemudian putus asa dan merasa dengan Judi Online bisa memperbaiki nasib keluarganya dan putus asa tidak mau lagi bekerja, terpuruk, jadi pengangguran, keluarga anak istri tidak di urusin.
Bagaimana seorang ibu yang mendapatkan suami blangsak kemudian harus berjuang sendiri sampai akhirnya meninggal kena Kanker Pankreas yang bahkan semua keluarganya tidak dia kasih tahu sampai akhirnya pada tahu setelah fatal dan akhirnya meninggal dunia.
Bagaimana 3 orang anaknya harus berjuang untuk Sekolah, Kuliah, agar bisa memperbaiki ekonomi keluarganya dan bisa menjadi mandiri.
Saya merekomendasikan anak-anak muda nonton film ini agar paham bahwa Seumur Hidup itu LAMA... Jangan salah pilih Suami atau Istri
Kalau cara saya:
Lanjut Part 2๐
oleh: Agung Prasetyo Utomo
Saya tidak suka film-film horor, hantu hantuan yang menurut saya terlalu jorok meracuni otak saya hahahaha..
Ada beberapa film yang sarat hikmah yang saya tonton akhir akhir ini..
SORE, Istri Dari Masa Depan
terus lanjut
Andai Ibu Tidak Menikah Dengan Ayah
Saran saya yang belum menikah tontolah film ini karena SEUMUR HIDUP ITU LAMA
Setelah bulan lalu nonton Sore, Istri dari Masa depan... wanita bernama Sore yang datang dari masa depan untuk menemui suaminya di masa lalu yaitu sekarang.
Ia memiliki misi untuk mengubah gaya hidup suaminya agar terhindar dari takdir buruk saat menikah dengannya beberapa tahun kemudian sakit dan meninggal di masa depannya.
Sore: Istri Dari Masa Depan bukan sekadar kisah cinta biasa, melainkan refleksi tentang bagaimana seseorang bisa berubah demi cinta dan masa depan yang lebih baik.
Sore : Istri Dari Masa Depan memberikan Hikmah Utama, seorang anak manusia tidak akan bisa berubah menjadi versi terbaik dirinya kalau dari dalam dirinya tidak ada kemauan dan tekad untuk berubah lebih baik.
Hidup adalah konsekwensi atas kebiasaan yang kita lakukan.
Janganlah ketika sakit misal diabetes kemudian malah menyalahkan Sang Pencipta bahwa itu adalah ujian, padahal yang memasukkan makanan tinggi gula daan karbohidrat berlebihan adalah tangan kita sendiri... Masak tiba tiba menyalahkan Tuhan.
Film ini menyentuh hati, memperlihatkan bahwa kadang cinta tidak hanya datang dari masa lalu, tetapi juga dari masa depan yang belum kita ketahui untuk merubah kita lebih baik.
Film minggu ini yang menurut saya syarat dengan inspirasi adalah Andai Ibu Tidak Menikah Dengan Ayah...
Sebelum beli tiket jangan lupa bawa Tissue karena plotnya akan mengaduk aduk hati dan sayapun juga berlinang air mata selama film berlangsung...
Film tentang keluarga yang bisa jadi banyak kejadian di Jaman Sekarang...
Bagaimana seorang ayah yang gagal berbisnis kemudian putus asa dan merasa dengan Judi Online bisa memperbaiki nasib keluarganya dan putus asa tidak mau lagi bekerja, terpuruk, jadi pengangguran, keluarga anak istri tidak di urusin.
Bagaimana seorang ibu yang mendapatkan suami blangsak kemudian harus berjuang sendiri sampai akhirnya meninggal kena Kanker Pankreas yang bahkan semua keluarganya tidak dia kasih tahu sampai akhirnya pada tahu setelah fatal dan akhirnya meninggal dunia.
Bagaimana 3 orang anaknya harus berjuang untuk Sekolah, Kuliah, agar bisa memperbaiki ekonomi keluarganya dan bisa menjadi mandiri.
Saya merekomendasikan anak-anak muda nonton film ini agar paham bahwa Seumur Hidup itu LAMA... Jangan salah pilih Suami atau Istri
Kalau cara saya:
Lanjut Part 2
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐2๐1๐1
Lanjutan Part 2
Saya yakin menikah itu akan dengan orang Sekufu, orang yang 11 12 dengan diri kita.
Untuk mendapatkan pasangan yang baik pastinya tugas kita MEMANTASKAN DIRI menjadi Versi terbaik diri kita dalam 7 Demensi Kehidupan (Spiritual, Sosial, Intelektual, Kesehatan, Financial, Mental Emosional, Estetika)
Maka yang harus dilakukan secara spiritual ikutin Perintah Agama kalau di agama Islam ada 4...
Tetapi saya punya usulan di jaman sekarang ditambahin secara teknis :
1. Calon suami istri sama-sama donor darah bahkan sebelum jatuh cinta, nanti akan ketahuan apakah salah satu mengidap penyakit berat kayak Hepatitis, HIV, Aids minimal mesti dua kali donor darahnya.. donor darah pertama akan dilakukan pemeriksaan penyakit berat itu , kalau mengidap akan dikasih tahu private dan donor darah kedua kali gak akan diperbolehkan. Ciri sehat boleh donor darah.
2. MCU Komplit ini keluar biaya bisa 5 jtaan keatas tapi akan bagus sampai cek Rhesus Darah, Tokso, Rubella jadi harapannya menikah juga akan melahirkan anak-anak yang sehat cerdas... Anak saya ke 3 cacat dari lahir karena Virus Tokso... tahu lebih dini lebih bagus... Ilmu medis sudah berkembang pesat jangan hanya berpangku tangan lihat aja nanti.
3. SLIK OJK atau BI CHECKING jaman sekarang ini gampang sekali terjebak hutang terutama buat gaya hidup...
Setelah menikah sudah bukan lagi cantik tampan tapi akan lebih banyak berkutat Kaya Miskin, karena mayoritas perceraian karena masalah ekonomi. Nah kalau sejak awal sudah lihat calon pasangannya BI Checkingnya kelas banyak colectnya, udah mundur teratur cari yang lain aja.
4. Tes Mental Emosional ke Psikolog/ Psikiater namanya MMPI salah satunya mencari tahu makhluk tersembunyi didalam diri manusia kayak Orientasi Sexual, bakat-bakat KDRT, gigih atau enggak.... dan masih banyak lagi...
Ingat!!! Melamar Pekerjaan Aja Datanya Perlu Komplit
Apalagi MENIKAH.... Ingat!!! Seumur Hidup Itu Lama
Menikah biasanya dimulai dengan CINTA tapi merawatnya perlu SEHAT dan UANG
oleh: Agung Prasetyo Utomo
#INISIATIF #TGIF
Saya yakin menikah itu akan dengan orang Sekufu, orang yang 11 12 dengan diri kita.
Untuk mendapatkan pasangan yang baik pastinya tugas kita MEMANTASKAN DIRI menjadi Versi terbaik diri kita dalam 7 Demensi Kehidupan (Spiritual, Sosial, Intelektual, Kesehatan, Financial, Mental Emosional, Estetika)
Maka yang harus dilakukan secara spiritual ikutin Perintah Agama kalau di agama Islam ada 4...
Tetapi saya punya usulan di jaman sekarang ditambahin secara teknis :
1. Calon suami istri sama-sama donor darah bahkan sebelum jatuh cinta, nanti akan ketahuan apakah salah satu mengidap penyakit berat kayak Hepatitis, HIV, Aids minimal mesti dua kali donor darahnya.. donor darah pertama akan dilakukan pemeriksaan penyakit berat itu , kalau mengidap akan dikasih tahu private dan donor darah kedua kali gak akan diperbolehkan. Ciri sehat boleh donor darah.
2. MCU Komplit ini keluar biaya bisa 5 jtaan keatas tapi akan bagus sampai cek Rhesus Darah, Tokso, Rubella jadi harapannya menikah juga akan melahirkan anak-anak yang sehat cerdas... Anak saya ke 3 cacat dari lahir karena Virus Tokso... tahu lebih dini lebih bagus... Ilmu medis sudah berkembang pesat jangan hanya berpangku tangan lihat aja nanti.
3. SLIK OJK atau BI CHECKING jaman sekarang ini gampang sekali terjebak hutang terutama buat gaya hidup...
Setelah menikah sudah bukan lagi cantik tampan tapi akan lebih banyak berkutat Kaya Miskin, karena mayoritas perceraian karena masalah ekonomi. Nah kalau sejak awal sudah lihat calon pasangannya BI Checkingnya kelas banyak colectnya, udah mundur teratur cari yang lain aja.
4. Tes Mental Emosional ke Psikolog/ Psikiater namanya MMPI salah satunya mencari tahu makhluk tersembunyi didalam diri manusia kayak Orientasi Sexual, bakat-bakat KDRT, gigih atau enggak.... dan masih banyak lagi...
Ingat!!! Melamar Pekerjaan Aja Datanya Perlu Komplit
Apalagi MENIKAH.... Ingat!!! Seumur Hidup Itu Lama
Menikah biasanya dimulai dengan CINTA tapi merawatnya perlu SEHAT dan UANG
oleh: Agung Prasetyo Utomo
#INISIATIF #TGIF
๐2๐1๐1
Nggak cuma di balik meja kerja, kali ini mereka naik ke big stage. Yes, inilah Top 10 Grand Finalist Neraca Saldo 2025 ๐ฒ๐จ
Yuk kenalan dengan profil para finalis. Klik di sini๐
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Yuk kenalan dengan profil para finalis. Klik di sini
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Kenalin, ini Icha dari Jambi the one and only perwakilan dari Pulau Sumatera ๐ช
Yuk kenalan dengan profil para finalis. Klik di sini๐
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Yuk kenalan dengan profil para finalis. Klik di sini
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Kepwil IV nggak datang sendiri, mereka membawa Trisula andalan yakni Dewi (Jaksel), Dhilla (Serang), dan Chizna (Tigaraksa) ๐
Yuk beri dukungan kepada para finalis jagoanmu. Dukung di sini๐
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Yuk beri dukungan kepada para finalis jagoanmu. Dukung di sini
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1๐1
Jabar nge-Bass, Jateng nge-Gass melalui Ilma (Karawang), Nurul (Bekasi) serta Dina (Ungaran) ๐ฅ
Mana jagoan favoritmu? Dukung di sini๐
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Mana jagoan favoritmu? Dukung di sini
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Kenalin, kontestan paling ganteng yakni Bang Apan (Jayapura), the girls Anthi (Bulukumba) dan Ria (Parepare). Mereka jadi representasi Indonesia Timur ๐
Kir-kira siapakah yang akan keluar menjadi sang juara? Dukung di sini๐ฏ
#LifeatBPJSKesehatan #PejuangJKN
Kir-kira siapakah yang akan keluar menjadi sang juara? Dukung di sini
#LifeatBPJSKesehatan #PejuangJKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐2
RELATIONAL ENERGY โก๏ธ
oleh: Arisdiansah
Jangan "sepelekan" orang2 disekeliling kita, karena mereka sangat berpengaruh dengan energi kita. Tanpa kita sadari.
Suatu hari saya mengobrol dengan salah seorang bisnis owner. Yang unik adalah dia selalu menolak untuk membahas resesi, krisis ekonomi, penurunan daya beli, dan berita2 negatif sejenis.
"Mas Aris, berita2 itu memang benar terjadi, tetapi ketika kita terus2an membicarakannya dan orang2 disekitar kita juga membahasnya, kita akan terpengaruh. Semangat dan energi kita bakal berbeda."
"Alhamdulillah bisnis kami bertumbuh, omzet kami meningkat, dan bahkan kami tidak menganggap ini terjadi krisis. Kita akan terus bertumbuh". Begitu semangat beliau.
Ini bukan tentang keangkuhan atau kesombongan, beliau adalah pebisnis yang sangat rendah hati. Namun ini energi yang menular ketika kita lebih banyak bertemu orang yang berfikiran dan sedang dalam emosional yang positif.
Saya ingat perkataan sahabat saya dokter Yusuf Wibisono ketika kita hendak mendaki gunung gede, beliau mengatakan; "Kalau mas Aris bilang mas Aris kuat saya ya kuat naik"
Saya membalas, "Loh sama, kalau pak Yusuf percaya bisa keatas, ya saya juga percaya bisa keatas". Ternyata kita saling menguatkan.
Begitulah dalam hidup secara umum, ketika kita dikelilingi oleh orang2 yang lebih sering mengeluh, orang2 yang lebih sering bicara hal2 negatif, orang2 yang mengkonsumi berita konflik, kemarahan, kebencian, keserakahan, kita akan terbawa juga. Tanpa kita sadari.
Okelah memang benar ekonomi kita lagi terpuruk. Tapi lihat secara umum kehidupan ini secara lebih luas dan panjang. Apa yang terjadi 20 atau 25 tahun terakhir?
Bukankah kita bertumbuh. Bukankah dulu ga sesulit itu. Bukankah sekarang lebih banyak kemudahan. Dibidang apapun.
Padahal hampir tiap tahun kita bilang bahwa ada krisis ini dan itu. Tapi tren jangka panjangnya itu kita bertumbuh.
Seperti harga emas, benar naik turun, tetapi trennya terus bertumbuh. Nah dalam kehidupan juga seperti itu. Kita sering melihat sisi menurunnya daripada sisi naiknya.
Dan itu adalah permasalahan psikologis. Manusia cenderung akan selalu mengingat yang merugikan daripada yang menguntungkan. Mengingat yang hilang daripada yang didapat.
Maka penting untuk kita mengelilingi diri kita dengan orang2 yang berfikir positif. Orang2 yang bersemangat. Orang2 yang melihat kehidupan dari perspektif yang berbeda.
Sebaliknya hindari dan jaga jarak dari orang2 yang menghabiskan energi dan pikiran anda. Anda berhak untuk tidak terpapar dengan energi dan vibrasi negatif dari orang2 disekitar anda.
Banyak teori tentang konsep ini. Saya belajar tentang "relational energy". Saya juga belajar tentang "emotional contagious". Pada prinsipnya adalah dengan kesadaran penuh Kita harus memilih dengan siapa kita banyak berkumpul.
Yups, kita harus berani (courage) untuk memilih dan bersikap. Dengan siapa kebanyakan waktu itu kita habiskan.
Ini bukan sikap egois untuk tidak mau berteman dengan banyak orang. Tidak masalah anda berteman dengan banyak orang apalagi Anda bisa menyebarkan manfaat. Tetapi pastikan bahwa teman akrab kita itu adalah orang2 dengan emosi dan vibrasi yang positif.
Banyak orang gagal dalam hidup, salahsatunya disebabkan karena salah memilih teman akrab.
Teringat salah satu point dari tembang "tombo ati" dari sunan Bonang. "Wong kang Sholeh kumpulono...".
#INISIATIF
oleh: Arisdiansah
Jangan "sepelekan" orang2 disekeliling kita, karena mereka sangat berpengaruh dengan energi kita. Tanpa kita sadari.
Suatu hari saya mengobrol dengan salah seorang bisnis owner. Yang unik adalah dia selalu menolak untuk membahas resesi, krisis ekonomi, penurunan daya beli, dan berita2 negatif sejenis.
"Mas Aris, berita2 itu memang benar terjadi, tetapi ketika kita terus2an membicarakannya dan orang2 disekitar kita juga membahasnya, kita akan terpengaruh. Semangat dan energi kita bakal berbeda."
"Alhamdulillah bisnis kami bertumbuh, omzet kami meningkat, dan bahkan kami tidak menganggap ini terjadi krisis. Kita akan terus bertumbuh". Begitu semangat beliau.
Ini bukan tentang keangkuhan atau kesombongan, beliau adalah pebisnis yang sangat rendah hati. Namun ini energi yang menular ketika kita lebih banyak bertemu orang yang berfikiran dan sedang dalam emosional yang positif.
Saya ingat perkataan sahabat saya dokter Yusuf Wibisono ketika kita hendak mendaki gunung gede, beliau mengatakan; "Kalau mas Aris bilang mas Aris kuat saya ya kuat naik"
Saya membalas, "Loh sama, kalau pak Yusuf percaya bisa keatas, ya saya juga percaya bisa keatas". Ternyata kita saling menguatkan.
Begitulah dalam hidup secara umum, ketika kita dikelilingi oleh orang2 yang lebih sering mengeluh, orang2 yang lebih sering bicara hal2 negatif, orang2 yang mengkonsumi berita konflik, kemarahan, kebencian, keserakahan, kita akan terbawa juga. Tanpa kita sadari.
Okelah memang benar ekonomi kita lagi terpuruk. Tapi lihat secara umum kehidupan ini secara lebih luas dan panjang. Apa yang terjadi 20 atau 25 tahun terakhir?
Bukankah kita bertumbuh. Bukankah dulu ga sesulit itu. Bukankah sekarang lebih banyak kemudahan. Dibidang apapun.
Padahal hampir tiap tahun kita bilang bahwa ada krisis ini dan itu. Tapi tren jangka panjangnya itu kita bertumbuh.
Seperti harga emas, benar naik turun, tetapi trennya terus bertumbuh. Nah dalam kehidupan juga seperti itu. Kita sering melihat sisi menurunnya daripada sisi naiknya.
Dan itu adalah permasalahan psikologis. Manusia cenderung akan selalu mengingat yang merugikan daripada yang menguntungkan. Mengingat yang hilang daripada yang didapat.
Maka penting untuk kita mengelilingi diri kita dengan orang2 yang berfikir positif. Orang2 yang bersemangat. Orang2 yang melihat kehidupan dari perspektif yang berbeda.
Sebaliknya hindari dan jaga jarak dari orang2 yang menghabiskan energi dan pikiran anda. Anda berhak untuk tidak terpapar dengan energi dan vibrasi negatif dari orang2 disekitar anda.
Banyak teori tentang konsep ini. Saya belajar tentang "relational energy". Saya juga belajar tentang "emotional contagious". Pada prinsipnya adalah dengan kesadaran penuh Kita harus memilih dengan siapa kita banyak berkumpul.
Yups, kita harus berani (courage) untuk memilih dan bersikap. Dengan siapa kebanyakan waktu itu kita habiskan.
Ini bukan sikap egois untuk tidak mau berteman dengan banyak orang. Tidak masalah anda berteman dengan banyak orang apalagi Anda bisa menyebarkan manfaat. Tetapi pastikan bahwa teman akrab kita itu adalah orang2 dengan emosi dan vibrasi yang positif.
Banyak orang gagal dalam hidup, salahsatunya disebabkan karena salah memilih teman akrab.
Teringat salah satu point dari tembang "tombo ati" dari sunan Bonang. "Wong kang Sholeh kumpulono...".
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค3