Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
BE YOURSELF ๐ฅ
oleh: Arisdiansah
Apa makna "be yourself"? apa makna menjadi diri sendiri?
Suatu hari seorang rekan bercerita, "Mas Aris, saat ini saya sudah punya lebih dari 700 karyawan. Saya berasal dari keluarga guru. Hanya saya yang jadi pengusaha. Bagaimana dengan konsep 'lineage' yg sampean tadi jelaskan?"
Saya tanya balik ke beliau, "Bukankah jenengan suka mengedukasi team? Bukankah sampean sangat konsen menumbuhkan kapasitas team? Bukankah kebahagiaan anda adalah melihat team growth? Menurutku ya jenengan adalah seorang guru. Itu jatidiri anda sebenarnya".
Sering sekali kita mendengar istilah "be yourself". Kata2 ini juga digunakan untuk menyemangati diri sendiri dan tidak terlalu terpengaruh dengan omongan orang lain. Terus bagaimana sebenarnya makna kata2 ini?
Menjadi diri sendiri maknanya adalah Kita punya standar tersendiri dalam mendefinisikan kebahagiaan kita.
Menjadi diri sendiri itu artinya kita tidak menggunakan standar dan timbangan orang lain dalam menilai pertumbuhan dan kesuksesan kita.
Mungkin orang menggunakan standar uang dan popularitas, tapi anda punya standar tersendiri karena anda unique. Anda eksentrik. Anda berbeda.
Seorang Mick Jagger yang waktu itu berusia 70an tahun ditanya, "kenapa anda tetap ngeband?" Apakah dia masih butuh uang dan popularitas lagi?
Mick Jagger menjawab, "it's my life. I grow with it. And get old with it .."
Mungkin kita pernah mendengar kisah pemburu paus asal Norwegia bernama Oddvar Bernsten. Dia seolah seorang viking sejati di usia 83 tahun masih berburu paus.
Di tahun 2013 nat GEO mewawancarainya, dan ternyata Oddvar sudah menjadi pemburu paus diusia 17 tahun. Dia hidup dengan standar sendiri.
Yang seumuran saya pasti ingat iklan kompas tentang Butet Manurung, seseorang yang mendedikasikan hidupnya menjadi pengajar suku anak dalam dipedalaman sumatera.
"Melihat sisi lain manusia dalam pencapaian sebuah cita-cita" kata2 diiklan kompas yang sampai saat ini terus terngiang2 dalam kepala saya. Wanita peraih heroes of Asia award 2004 ini adalah salah satu inspirasi saya di masa remaja dahulu.
Be your self. Saya meyakini bahwa pada dasarnya setiap orang diciptakan Allah kedunia ini untuk menjalankan peran2 hidupnya. Menjalankan "being"nya.
Namun Ego, hawa nafsu, dan lingkungan sekitar yang kemudian membentuk seseorang sehingga keluar dari kodratnya.
Keluar dari kodrat menjadi "Khalifah". Menjadi penjaga bumi. Menjadi rahmatan lilalamin. Bukan malah menjadi orang yang membawa kerusakan untuk orang lain.
Temukan peran anda. Temukan jatidiri anda. Dan jadilah anda sendiri. Be yourself is all that you can do
#INISIATIF
oleh: Arisdiansah
Apa makna "be yourself"? apa makna menjadi diri sendiri?
Suatu hari seorang rekan bercerita, "Mas Aris, saat ini saya sudah punya lebih dari 700 karyawan. Saya berasal dari keluarga guru. Hanya saya yang jadi pengusaha. Bagaimana dengan konsep 'lineage' yg sampean tadi jelaskan?"
Saya tanya balik ke beliau, "Bukankah jenengan suka mengedukasi team? Bukankah sampean sangat konsen menumbuhkan kapasitas team? Bukankah kebahagiaan anda adalah melihat team growth? Menurutku ya jenengan adalah seorang guru. Itu jatidiri anda sebenarnya".
Sering sekali kita mendengar istilah "be yourself". Kata2 ini juga digunakan untuk menyemangati diri sendiri dan tidak terlalu terpengaruh dengan omongan orang lain. Terus bagaimana sebenarnya makna kata2 ini?
Menjadi diri sendiri maknanya adalah Kita punya standar tersendiri dalam mendefinisikan kebahagiaan kita.
Menjadi diri sendiri itu artinya kita tidak menggunakan standar dan timbangan orang lain dalam menilai pertumbuhan dan kesuksesan kita.
Mungkin orang menggunakan standar uang dan popularitas, tapi anda punya standar tersendiri karena anda unique. Anda eksentrik. Anda berbeda.
Seorang Mick Jagger yang waktu itu berusia 70an tahun ditanya, "kenapa anda tetap ngeband?" Apakah dia masih butuh uang dan popularitas lagi?
Mick Jagger menjawab, "it's my life. I grow with it. And get old with it .."
Mungkin kita pernah mendengar kisah pemburu paus asal Norwegia bernama Oddvar Bernsten. Dia seolah seorang viking sejati di usia 83 tahun masih berburu paus.
Di tahun 2013 nat GEO mewawancarainya, dan ternyata Oddvar sudah menjadi pemburu paus diusia 17 tahun. Dia hidup dengan standar sendiri.
Yang seumuran saya pasti ingat iklan kompas tentang Butet Manurung, seseorang yang mendedikasikan hidupnya menjadi pengajar suku anak dalam dipedalaman sumatera.
"Melihat sisi lain manusia dalam pencapaian sebuah cita-cita" kata2 diiklan kompas yang sampai saat ini terus terngiang2 dalam kepala saya. Wanita peraih heroes of Asia award 2004 ini adalah salah satu inspirasi saya di masa remaja dahulu.
Be your self. Saya meyakini bahwa pada dasarnya setiap orang diciptakan Allah kedunia ini untuk menjalankan peran2 hidupnya. Menjalankan "being"nya.
Namun Ego, hawa nafsu, dan lingkungan sekitar yang kemudian membentuk seseorang sehingga keluar dari kodratnya.
Keluar dari kodrat menjadi "Khalifah". Menjadi penjaga bumi. Menjadi rahmatan lilalamin. Bukan malah menjadi orang yang membawa kerusakan untuk orang lain.
Temukan peran anda. Temukan jatidiri anda. Dan jadilah anda sendiri. Be yourself is all that you can do
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
PPATK menemukan banyak rekening dormant yang disalahgunakan, seperti hasil jual beli rekening atau digunakan untuk tindak pidana pencucian uang.
Untuk melindungi masyarakat dan sistem keuangan, PPATK menghentikan sementara transaksi pada sejumlah rekening dormant, sesuai dengan UU No. 8 Tahun 2010.
Tenang, dana nasabah tetap aman dan tidak hilang.
Tindakan ini juga menjadi pemberitahuan bagi nasabah, ahli waris, atau perusahaan bahwa rekening tersebut masih tercatat aktif, meskipun lama tidak digunakan.
Langkah ini diambil demi menjaga integritas dan keamanan sistem keuangan Indonesia.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
SEPATU KENANGAN ๐ฅ
oleh: Budiman Hakim
Waktu kecil, kita pasti pernah punya sepatu kesayangan. Merek apa pun. Warnanya mungkin udah luntur, sol-nya udah tipis, tapi tetap kita simpen. Kenapa? Karena itu sepatu pertama waktu kita masuk sekolah, atau hadiah dari bokap pas meraih juara kelas.
Pernah ada kejadian yang gak akan pernah saya lupakan seumur hidup. Ceritanya sepatu saya dibuang oleh nyokap. Kata dia, saking jeleknya sepatu itu bahkan udah gak pantas untuk dikasih ke orang lain. Saya marah banget waktu itu. Emang bener, sih. Secara fisik sepatu itu udah butut tapi nyokap gak pernah tau, sepatu saya itu bukan cuma alas kaki. Dia adalah temen seperjalanan.
Sepasang sepatu itu sangat bersejarah buat saya. Mereknya Le Coq Sportif. Warnanya biru tua. Karena harganya cukup mahal, saya perlu menabung dulu. Saya beli di Paris dan saya pakai saat menaklukkan gunung tertinggi di Jawa; Gunung Semeru. Bayangkan betapa sakitnya hati ini saat sepatu itu dibuang. Sempet 3 bulan saya gak ngomong sama nyokap saking terluka.
Apa yang saya rasakan saat itu bukan tentang logika. Itu soal rasa. Soal emosi. Dan perasaan itu sangat personal sehingga sulit dimengerti oleh orang lain. Dan di situlah branding bekerja. Bukan di kepala. Tapi di hati. Tepatnya, di sistem limbik.
SISTEM LIMBIK,
Sistem limbik adalah bagian dari otak manusia yang bertanggung jawab atas emosi. Ia sudah ada sejak zaman purba, jauh sebelum manusia mengenal logika, teknologi, atau bahkan bahasa. Di sinilah rasa takut, cinta, senang, sedih, dan nyaman muncul.
Jadi wajar kalau ketika seseorang jatuh cinta pada sebuah brand, itu bukan soal kualitas produknya semata. Tapi karena brand itu berhasil menyentuh sistem limbiknya. Ia membuat kita merasa terhubung, dilindungi, atau dimengerti. Persis seperti rasa hangat yang muncul saat kita mendengar lagu masa kecil, mencium aroma rumah nenek, atau menemukan logo yang membuat kita merasa โdi rumah.โ
Brand yang kuat tidak sekadar dikenal, tapi dikenang secara emosional. Dan itu semua bekerja lewat sistem limbik, bagian otak yang tidak butuh alasan, tapi selalu mengingat rasa.
Hebatnya lagi, keputusan membeli sering terjadi di sistem limbik, bukan di bagian otak rasional (neokorteks). Neokorteks hanya bertugas mencari pembenaran atas keputusan yang sudah diambil oleh emosi. Artinya? Orang beli bukan karena masuk akal. Tapi karena masuk rasa.
Contoh sederhana ada banyak di sekitar kita. Misalnya: Kita beli sepatu Nike bukan karena sol-nya empuk, tapi karena kita merasa udah jadi atlet saat kita memakainya. Padahal kita cuma jogging keliling komplek tapi gayanya udah kayak Ben Johnson.
Temen saya ke mana-mana pakai bandana Harley Davidson. Padahal bukan anak motor. Motor aja nggak punya. Tapi sehelai kain itu cukup bikin dia merasa jadi bagian dari klub motor paling legendaris di dunia.
Brand yang sukses adalah brand yang berhasil memicu emosi tertentu. Entah itu: rasa terinspirasi (Apple), rasa pemberontakan (Harley-Davidson), rasa heroik (Gojek), atau bahkan rasa kekeluargaan (McD).
Dan emosi ini, begitu tertanam di sistem limbik, akan menjadi loyalitas. Sesuatu yang susah digoyahkan, bahkan oleh produk yang lebih bagus sekalipun.
Jadi kalau kita sedang membangun brand, pertanyaannya jangan hanya terbatas pada "Apa kelebihan produk gue?" Tapi pikirkan juga, "Emosi apa yang pengen gue tanam di hati konsumen?"
Karena sistem limbik gak bisa membaca Excel. Dia gak ngerti spesifikasi. Tapi dia peka banget sama cerita, musik, warna, bau, bahkan suara notifikasi. Dia jatuh cinta pada pengalaman, bukan fitur. Maka tugas kita sebagai brand builder bukan menjelaskan. Tapi membuat orang merasakan sesuatu.
Dan begitu mereka jatuh cinta, percayalah: Logika tak akan mampu melawan kenangan.
#INISIATIF
oleh: Budiman Hakim
Waktu kecil, kita pasti pernah punya sepatu kesayangan. Merek apa pun. Warnanya mungkin udah luntur, sol-nya udah tipis, tapi tetap kita simpen. Kenapa? Karena itu sepatu pertama waktu kita masuk sekolah, atau hadiah dari bokap pas meraih juara kelas.
Pernah ada kejadian yang gak akan pernah saya lupakan seumur hidup. Ceritanya sepatu saya dibuang oleh nyokap. Kata dia, saking jeleknya sepatu itu bahkan udah gak pantas untuk dikasih ke orang lain. Saya marah banget waktu itu. Emang bener, sih. Secara fisik sepatu itu udah butut tapi nyokap gak pernah tau, sepatu saya itu bukan cuma alas kaki. Dia adalah temen seperjalanan.
Sepasang sepatu itu sangat bersejarah buat saya. Mereknya Le Coq Sportif. Warnanya biru tua. Karena harganya cukup mahal, saya perlu menabung dulu. Saya beli di Paris dan saya pakai saat menaklukkan gunung tertinggi di Jawa; Gunung Semeru. Bayangkan betapa sakitnya hati ini saat sepatu itu dibuang. Sempet 3 bulan saya gak ngomong sama nyokap saking terluka.
Apa yang saya rasakan saat itu bukan tentang logika. Itu soal rasa. Soal emosi. Dan perasaan itu sangat personal sehingga sulit dimengerti oleh orang lain. Dan di situlah branding bekerja. Bukan di kepala. Tapi di hati. Tepatnya, di sistem limbik.
SISTEM LIMBIK,
Sistem limbik adalah bagian dari otak manusia yang bertanggung jawab atas emosi. Ia sudah ada sejak zaman purba, jauh sebelum manusia mengenal logika, teknologi, atau bahkan bahasa. Di sinilah rasa takut, cinta, senang, sedih, dan nyaman muncul.
Jadi wajar kalau ketika seseorang jatuh cinta pada sebuah brand, itu bukan soal kualitas produknya semata. Tapi karena brand itu berhasil menyentuh sistem limbiknya. Ia membuat kita merasa terhubung, dilindungi, atau dimengerti. Persis seperti rasa hangat yang muncul saat kita mendengar lagu masa kecil, mencium aroma rumah nenek, atau menemukan logo yang membuat kita merasa โdi rumah.โ
Brand yang kuat tidak sekadar dikenal, tapi dikenang secara emosional. Dan itu semua bekerja lewat sistem limbik, bagian otak yang tidak butuh alasan, tapi selalu mengingat rasa.
Hebatnya lagi, keputusan membeli sering terjadi di sistem limbik, bukan di bagian otak rasional (neokorteks). Neokorteks hanya bertugas mencari pembenaran atas keputusan yang sudah diambil oleh emosi. Artinya? Orang beli bukan karena masuk akal. Tapi karena masuk rasa.
Contoh sederhana ada banyak di sekitar kita. Misalnya: Kita beli sepatu Nike bukan karena sol-nya empuk, tapi karena kita merasa udah jadi atlet saat kita memakainya. Padahal kita cuma jogging keliling komplek tapi gayanya udah kayak Ben Johnson.
Temen saya ke mana-mana pakai bandana Harley Davidson. Padahal bukan anak motor. Motor aja nggak punya. Tapi sehelai kain itu cukup bikin dia merasa jadi bagian dari klub motor paling legendaris di dunia.
Brand yang sukses adalah brand yang berhasil memicu emosi tertentu. Entah itu: rasa terinspirasi (Apple), rasa pemberontakan (Harley-Davidson), rasa heroik (Gojek), atau bahkan rasa kekeluargaan (McD).
Dan emosi ini, begitu tertanam di sistem limbik, akan menjadi loyalitas. Sesuatu yang susah digoyahkan, bahkan oleh produk yang lebih bagus sekalipun.
Jadi kalau kita sedang membangun brand, pertanyaannya jangan hanya terbatas pada "Apa kelebihan produk gue?" Tapi pikirkan juga, "Emosi apa yang pengen gue tanam di hati konsumen?"
Karena sistem limbik gak bisa membaca Excel. Dia gak ngerti spesifikasi. Tapi dia peka banget sama cerita, musik, warna, bau, bahkan suara notifikasi. Dia jatuh cinta pada pengalaman, bukan fitur. Maka tugas kita sebagai brand builder bukan menjelaskan. Tapi membuat orang merasakan sesuatu.
Dan begitu mereka jatuh cinta, percayalah: Logika tak akan mampu melawan kenangan.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค3
Terus Bersatu dan Solid! Mari kita bawa pulang gelar juara Family 100 Tahun 2025 ke unit kerja dengan senyum dan kerja sama!
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Selamat kepada 8 Tim Family 100 yang berhasil bertahan hingga tahap ini! Terima kasih atas semangat dan strategi terbaik yang telah ditunjukkan๐ช ๐
Sebagai bentuk apresiasi kepada para pendukung setia seluruh Tim di babak 8 besar, COMMIT ATE kembali membuka POLLING BERHADIAH SOUVENIR (Kaos/Tote) masing-masing untuk 5 (lima) orang Sobat ATE beruntung yang berhasil menebak 3 Tim yang akan berhasil menjadi juara 1,2, dan 3 pada kompetisi Family 100 Tahun 2025
ini
Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Senin, 4 Agustus 2025 pukul 15.00 WIB
Syarat klaim : Sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
#Family100 #SemarakHUTke57BPJSKesehatan
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
GET READY!!!
Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025๐ฒ๐จ
Senin, 4 Agustus 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
- PIC MATCH 1: Kk @Ikaisnawati89 (Biak Numfor) dan Kk @Rohbert0 (Parepare)
- PIC MATCH 2: Kk @Citraoktabangun (Makale) dan Kk @withhardshipwillbeease (Baubau)
- PIC MATCH 3: Kk @noviaaia (Sidoarjo) dan Kk @Andraa_Windraa (Solok)
- PIC MATCH 4: Kk @Sonia_Fransiska (Batam) dan Kk @shintaaeyoung (Serang)
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (
Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
-->
Link Telegram
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Pro gamer Zuma ๐ธ
Jangan lupa besok sore ada lanjutan Babak Top 20 Zuma Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan. Babak Top 20 besok akan mencari Top 10 Pemain Zuma terbaik yang akan masuk ke Babak Final๐
Jangan lupa besok sore ada lanjutan Babak Top 20 Zuma Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan. Babak Top 20 besok akan mencari Top 10 Pemain Zuma terbaik yang akan masuk ke Babak Final
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
DIAM ๐ค
oleh: Muhammad Ahadun
Dalam dunia yang terlalu bising,
diam sering dianggap kekurangan.
Padahal, di dalam diam...
segala sesuatu yang paling esensial justru terjadi.
Air yang jernih mengalir tanpa suara.
Bunga mekar dalam senyap.
Pohon tumbuh dalam ketenangan.
Diam bukan hampa. Ia penuh isi.
Dan para sufi pun sepakat,
bahwa diam adalah gerbang menuju hakikat.
Bukan berarti pasif. Tapi hadir sepenuhnya, tanpa terbawa oleh gelombang reaksi dunia.
Pikiran sering gaduh.
Selalu ingin menilai, membandingkan, mengomentari.
Tapi ketika kita mulai belajar diam,
bukan hanya mulut yang tenang,
pikiran pun mulai hening.
Dan dari sanalah, intuisi muncul.
Kejernihan kembali.
Dalam tasawuf, diam bukan hanya soal menahan kata.
Tapi juga:
โข menahan reaksi,
โข menahan dorongan untuk pamer,
โข menahan ego untuk selalu benar.
Diam, karena sadar bahwa tidak semua perlu dijelaskan, tidak semua harus dibalas.
Diam adalah bahasa asli alam.
Dan mungkin... bahasa asli jiwa.
Jika kamu sedang lelah oleh kebisingan dunia, oleh suara di kepala yang tak henti menuntut,
barangkali, ini saatnya belajar untuk diam dengan sadar.
#INISIATIF
oleh: Muhammad Ahadun
Dalam dunia yang terlalu bising,
diam sering dianggap kekurangan.
Padahal, di dalam diam...
segala sesuatu yang paling esensial justru terjadi.
Air yang jernih mengalir tanpa suara.
Bunga mekar dalam senyap.
Pohon tumbuh dalam ketenangan.
Diam bukan hampa. Ia penuh isi.
Filsuf Lao Tzu pernah berkata:
โSilence is a source of great strength.โ (Diam adalah sumber kekuatan yang besar)
Dan para sufi pun sepakat,
bahwa diam adalah gerbang menuju hakikat.
Bukan berarti pasif. Tapi hadir sepenuhnya, tanpa terbawa oleh gelombang reaksi dunia.
Pikiran sering gaduh.
Selalu ingin menilai, membandingkan, mengomentari.
Tapi ketika kita mulai belajar diam,
bukan hanya mulut yang tenang,
pikiran pun mulai hening.
Dan dari sanalah, intuisi muncul.
Kejernihan kembali.
Dalam tasawuf, diam bukan hanya soal menahan kata.
Tapi juga:
โข menahan reaksi,
โข menahan dorongan untuk pamer,
โข menahan ego untuk selalu benar.
Diam, karena sadar bahwa tidak semua perlu dijelaskan, tidak semua harus dibalas.
Diam adalah bahasa asli alam.
Dan mungkin... bahasa asli jiwa.
Bukan karena kita tidak tahu harus berkata apa, tapi karena kita akhirnya sadar:
kebenaran tidak selalu butuh suara.
Jika kamu sedang lelah oleh kebisingan dunia, oleh suara di kepala yang tak henti menuntut,
barangkali, ini saatnya belajar untuk diam dengan sadar.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค4
CRAB MENTALITY ๐ฆ ๐ก
oleh: Iddinal Fauzi
Pernah dengar crab mentality?
Dalam bahasa Indonesia, sering disederhanakan sebagai mentalitas kepiting. Sederhana tapi nyentil, kalau ada satu kepiting hendak keluar dari ember, kepiting lain akan menariknya turun kembali. Bukan karena ia ingin naik, tapi karena tak rela yang lain naik lebih dulu. Hasilnya? Tak ada yang berhasil keluar. Semua terjebak. Fenomena ini tidak hanya terjadi di dunia hewan, tapi juga dalam kehidupan sosial manusia, bahkan sangat kentara di Indonesia.
Mentalitas ini tampak dalam banyak bentuk, kadang alus banget, kadang kasar. Misalnya, ketika seseorang berhasil mendapat jabatan bagus, komentar yang muncul bukan selamat, tapi, "Pasti ada orang dalam tuh." Saat seseorang sukses mencapai target kinerjanya, muncul tuduhan, "Itu sih kebetulan doang."
Yang menyedihkan, komentar-komentar seperti ini sering datang bukan dari orang asing, tapi dari lingkungan terdekat: tetangga, saudara, bahkan teman sendiri. Kita terlalu terbiasa melihat keberhasilan orang lain dengan kacamata curiga dan ketidakpercayaan. Seolah-olah, jika bukan kita yang sukses, maka kesuksesan orang lain pasti ada mainnya. Kenapa hal ini bisa muncul dan bahkan mendarah daging?
Dalam wawancaranya bersama Kompas, ia menyebut bahwa budaya kita sering menghindari konfrontasi langsung tapi justru melampiaskan lewat gosip atau sindiran. Ini menjadi lahan subur bagi crab mentality.
Budaya komunal kita yang seharusnya memperkuat gotong royong, malah kadang terdistorsi menjadi budaya ikut campur yang berlebihan. Banyak orang merasa punya hak untuk mengomentari hidup orang lain, tapi lupa mengurus hidupnya sendiri. Sementara di sisi lain, kita juga kurang diajarkan cara sehat untuk mengelola rasa iri dan minder. Padahal, perasaan itu manusiawi. Yang tidak sehat adalah ketika perasaan itu berubah menjadi upaya menjatuhkan.
Crab mentality tidak hanya merugikan individu, tapi juga komunitas secara keseluruhan. Dalam konteks organisasi, Ini bisa membuat sesama anggota tim saling menjatuhkan alih-alih berkolaborasi. Dalam dunia kerja, ini bisa membuat rekan kerja enggan bantu satu sama lain karena takut disalip. Crab mentality bikin kita lebih sibuk nyinyir daripada belajar.
Kita harus mencoba menerapkan pola pikir ini, setiap orang punya jalan dan rejekinya masing-masing. Ada hal yang kita nggak punya, tapi ada juga hal yang nggak orang lain punya. Kita semua pasti punya sisi insecure dan bersyukur masing-masing. Iri, dengki, kadang datang juga ke kita. Tapi saat itu datang, kita harus langsung ingat, kita punya banyak hal yang patut disyukuri. Kesehatan, keluarga, pekerjaan, teman yang baik. Bahkan, bisa makan, minum, dan tidur dengan nyaman itu juga anugerah.
Apa kita bisa menghapus crab mentality sepenuhnya? Mungkin tidak. Tapi kita bisa memilih untuk tidak menjadi bagian darinya. Kita bisa mulai dari hal-hal kecil: memberi selamat ketika teman sukses, membeli dagangan teman tanpa minta diskon, atau sekadar tidak mengomentari gaya hidup orang lain jika tidak diminta.
Kita juga bisa mulai fokus memperbaiki hidup kita sendiri ketimbang sibuk melihat hidup orang lain. Kalau kamu pernah jadi korban crab mentality, ingatlah satu hal, kita tidak bertanggung jawab atas rasa iri orang lain. Terus tumbuh, terus melangkah. Jangan berhenti hanya karena orang lain tidak senang melihat kita naik level.
Dan kalau kamu pernah jadi pelaku, wajar, toh kita semua manusia. Tapi yuk belajar pelan-pelan. Tahan komentar nyinyir itu. Ganti dengan doa, semoga kita juga bisa menyusul. Karena dunia ini cukup luas untuk kita semua tumbuh bersama.โค๏ธ ๐ค
#INISIATIF #TGIF
oleh: Iddinal Fauzi
Pernah dengar crab mentality?
Dalam bahasa Indonesia, sering disederhanakan sebagai mentalitas kepiting. Sederhana tapi nyentil, kalau ada satu kepiting hendak keluar dari ember, kepiting lain akan menariknya turun kembali. Bukan karena ia ingin naik, tapi karena tak rela yang lain naik lebih dulu. Hasilnya? Tak ada yang berhasil keluar. Semua terjebak. Fenomena ini tidak hanya terjadi di dunia hewan, tapi juga dalam kehidupan sosial manusia, bahkan sangat kentara di Indonesia.
Mentalitas ini tampak dalam banyak bentuk, kadang alus banget, kadang kasar. Misalnya, ketika seseorang berhasil mendapat jabatan bagus, komentar yang muncul bukan selamat, tapi, "Pasti ada orang dalam tuh." Saat seseorang sukses mencapai target kinerjanya, muncul tuduhan, "Itu sih kebetulan doang."
Yang menyedihkan, komentar-komentar seperti ini sering datang bukan dari orang asing, tapi dari lingkungan terdekat: tetangga, saudara, bahkan teman sendiri. Kita terlalu terbiasa melihat keberhasilan orang lain dengan kacamata curiga dan ketidakpercayaan. Seolah-olah, jika bukan kita yang sukses, maka kesuksesan orang lain pasti ada mainnya. Kenapa hal ini bisa muncul dan bahkan mendarah daging?
Menurut psikolog klinis Ratih Ibrahim, mentalitas semacam ini bisa berakar dari rasa rendah diri kolektif dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, tanpa diiringi kemampuan untuk mengapresiasi diri sendiri.
Dalam wawancaranya bersama Kompas, ia menyebut bahwa budaya kita sering menghindari konfrontasi langsung tapi justru melampiaskan lewat gosip atau sindiran. Ini menjadi lahan subur bagi crab mentality.
Budaya komunal kita yang seharusnya memperkuat gotong royong, malah kadang terdistorsi menjadi budaya ikut campur yang berlebihan. Banyak orang merasa punya hak untuk mengomentari hidup orang lain, tapi lupa mengurus hidupnya sendiri. Sementara di sisi lain, kita juga kurang diajarkan cara sehat untuk mengelola rasa iri dan minder. Padahal, perasaan itu manusiawi. Yang tidak sehat adalah ketika perasaan itu berubah menjadi upaya menjatuhkan.
Crab mentality tidak hanya merugikan individu, tapi juga komunitas secara keseluruhan. Dalam konteks organisasi, Ini bisa membuat sesama anggota tim saling menjatuhkan alih-alih berkolaborasi. Dalam dunia kerja, ini bisa membuat rekan kerja enggan bantu satu sama lain karena takut disalip. Crab mentality bikin kita lebih sibuk nyinyir daripada belajar.
Kita harus mencoba menerapkan pola pikir ini, setiap orang punya jalan dan rejekinya masing-masing. Ada hal yang kita nggak punya, tapi ada juga hal yang nggak orang lain punya. Kita semua pasti punya sisi insecure dan bersyukur masing-masing. Iri, dengki, kadang datang juga ke kita. Tapi saat itu datang, kita harus langsung ingat, kita punya banyak hal yang patut disyukuri. Kesehatan, keluarga, pekerjaan, teman yang baik. Bahkan, bisa makan, minum, dan tidur dengan nyaman itu juga anugerah.
Apa kita bisa menghapus crab mentality sepenuhnya? Mungkin tidak. Tapi kita bisa memilih untuk tidak menjadi bagian darinya. Kita bisa mulai dari hal-hal kecil: memberi selamat ketika teman sukses, membeli dagangan teman tanpa minta diskon, atau sekadar tidak mengomentari gaya hidup orang lain jika tidak diminta.
Kita juga bisa mulai fokus memperbaiki hidup kita sendiri ketimbang sibuk melihat hidup orang lain. Kalau kamu pernah jadi korban crab mentality, ingatlah satu hal, kita tidak bertanggung jawab atas rasa iri orang lain. Terus tumbuh, terus melangkah. Jangan berhenti hanya karena orang lain tidak senang melihat kita naik level.
Dan kalau kamu pernah jadi pelaku, wajar, toh kita semua manusia. Tapi yuk belajar pelan-pelan. Tahan komentar nyinyir itu. Ganti dengan doa, semoga kita juga bisa menyusul. Karena dunia ini cukup luas untuk kita semua tumbuh bersama.
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
GET READY BABAK FINAL (TOP 10) ZUMA!!!
Kompetisi Zuma ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025๐ฒ๐จ
Senin, 4 Agustus 2025
Mulai Pukul 15.45 WIB - Selesai
Pengawas : Kk @withhardshipwillbeease (Baubau) dan Kk @aliamahoroe (Ambon)
Syarat Peserta Mengikuti Babak Top Final Top 10 (Wajib Membuka Level 10)๐ ๐ Link ZUMA Online
- Juara 1 : Uang Pembinaan/Traktir Teman 750 rb + Souvenir HUT
- Juara 2 sd Juara 5 : @ Souvenir HUT
- Peserta yang paling cepat menyelesaikan misi arena diantara para pesaingnya, dan atau
- Peserta yang paling lama bertahan di dalam permainan (tidak game over) dibanding para pesaingnya
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (
Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
-->
Link Telegram
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
BERJUANGLAH UNTUK MENJADI BERLIAN ITU ๐
oleh: Herry Tjahjono
Hampir 40 tahun lalu, dini hari tanggal 5 September 1986, terjadi chaos di dalam Pan Am Penerbangan 73. Pesawat yang tengah terparkir di Bandara Karachi itu diserbu oleh empat teroris bersenjata. Para penumpang menjerit, para awak membeku dalam ketakutanโtapi seorang perempuan muda yang cantik justru bergerak.
Namanya Neerja Bhanot, usianya baru 22 tahun, usia belia yang masih sering manja dalam pelukan ibunyaโ meski sudah menjadi pramugari senior. Tapi hari itu, Neerja justru memilih untuk memeluk kehidupan orang lain, bukannya dipeluk.
Dengan tenang dan penuh keberanian, ia diam-diam memasukkan kode pembajakan ke dalam sistem interkomโmemberi peringatan kepada kokpit sebelum ada yang sempat menghentikannya. Para pilot segera mengamankan diri melalui lubang darurat di atas, membuat pesawat tak bisa diterbangkan dan sekaligus merebut lebih dulu kekuatan terbesar para pembajak: langit.
Selama 17 jam berikutnya, Neerja berdiri di antara teror dan mereka yang tak berdaya. Ketika para teroris mulai mencari penumpang asal Amerika, Neerja dengan tenang mengumpulkan paspor-paspor AS, lalu menyembunyikannya, menyisipkannya di bawah kursi, membuangnya ke tempat sampah, bahkan ada yang disiram ke toilet. Tindakan kecil penuh nyali itu mengubah nasib banyak orang.
Saat kepanikan memuncak, Neerja menguatkan yang takut. Gadis luarbiasa itu membagikan makanan. Ia merawat yang tua. Ia tetap tegarโkarena orang lain membutuhkannya tetap begitu.
Lalu peluru mulai menyalak.
Saat peluru menembus kabin, Neerja langsung bertindak. Ia membuka pintu darurat, membantu para penumpang melarikan diri ke tempat aman. Ketika Neerja melihat tiga anak kecil membeku ketakutan di tempat duduk mereka, tanpa ragu, ia melompat melindungi merekaโmenyerap peluru dengan tubuhnya sendiri.
Neerja gugur hari itu.
Namun lebih dari 350 orang hidup berkat pengorbanannya.
Neerja secara anumerta dianugerahi Ashoka Chakra, penghargaan tertinggi India pada masa damai, dan dikenang dunia sebagai simbol keberanian, kasih sayang, dan pengorbanan.
Di tengah horor paling menakutkan, ia memilih kemanusiaan. Mungkin memang tak banyak manusia seperti Neerja, yang penuh keikhlasan dan keberanian memeluk amanahnya sampai titik terakhir. Dengan taruhan nyawanya. Entahlah di negeri ini, yang justru lebih sering mempertaruhkan keselamatan orang lain hanya demi egoisme pribadi dan kelompok. Tapi setidaknya dari Neerja kita belajar, selangka apapunโberlian kehidupan terbaik itu tetap adaโmeski entah tersimpan di mana. Berjuanglah untuk menjadi berlian itu, sesuai amanahmu masing-masing.
#INISIATIF
oleh: Herry Tjahjono
Hampir 40 tahun lalu, dini hari tanggal 5 September 1986, terjadi chaos di dalam Pan Am Penerbangan 73. Pesawat yang tengah terparkir di Bandara Karachi itu diserbu oleh empat teroris bersenjata. Para penumpang menjerit, para awak membeku dalam ketakutanโtapi seorang perempuan muda yang cantik justru bergerak.
Namanya Neerja Bhanot, usianya baru 22 tahun, usia belia yang masih sering manja dalam pelukan ibunyaโ meski sudah menjadi pramugari senior. Tapi hari itu, Neerja justru memilih untuk memeluk kehidupan orang lain, bukannya dipeluk.
Dengan tenang dan penuh keberanian, ia diam-diam memasukkan kode pembajakan ke dalam sistem interkomโmemberi peringatan kepada kokpit sebelum ada yang sempat menghentikannya. Para pilot segera mengamankan diri melalui lubang darurat di atas, membuat pesawat tak bisa diterbangkan dan sekaligus merebut lebih dulu kekuatan terbesar para pembajak: langit.
Selama 17 jam berikutnya, Neerja berdiri di antara teror dan mereka yang tak berdaya. Ketika para teroris mulai mencari penumpang asal Amerika, Neerja dengan tenang mengumpulkan paspor-paspor AS, lalu menyembunyikannya, menyisipkannya di bawah kursi, membuangnya ke tempat sampah, bahkan ada yang disiram ke toilet. Tindakan kecil penuh nyali itu mengubah nasib banyak orang.
Saat kepanikan memuncak, Neerja menguatkan yang takut. Gadis luarbiasa itu membagikan makanan. Ia merawat yang tua. Ia tetap tegarโkarena orang lain membutuhkannya tetap begitu.
Lalu peluru mulai menyalak.
Saat peluru menembus kabin, Neerja langsung bertindak. Ia membuka pintu darurat, membantu para penumpang melarikan diri ke tempat aman. Ketika Neerja melihat tiga anak kecil membeku ketakutan di tempat duduk mereka, tanpa ragu, ia melompat melindungi merekaโmenyerap peluru dengan tubuhnya sendiri.
Neerja gugur hari itu.
Namun lebih dari 350 orang hidup berkat pengorbanannya.
Neerja secara anumerta dianugerahi Ashoka Chakra, penghargaan tertinggi India pada masa damai, dan dikenang dunia sebagai simbol keberanian, kasih sayang, dan pengorbanan.
Di tengah horor paling menakutkan, ia memilih kemanusiaan. Mungkin memang tak banyak manusia seperti Neerja, yang penuh keikhlasan dan keberanian memeluk amanahnya sampai titik terakhir. Dengan taruhan nyawanya. Entahlah di negeri ini, yang justru lebih sering mempertaruhkan keselamatan orang lain hanya demi egoisme pribadi dan kelompok. Tapi setidaknya dari Neerja kita belajar, selangka apapunโberlian kehidupan terbaik itu tetap adaโmeski entah tersimpan di mana. Berjuanglah untuk menjadi berlian itu, sesuai amanahmu masing-masing.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค3
PERCAKAPAN SEKSUAL DENGAN AI ๐ค
oleh: Budiman Hakim
Seseorang mengirim link ke saya tadi sore. Sebuah link yang isinya berupa konten dari cnnindonesia. Isinya? Ngeri, Guys. Sebuah cerita tentang seorang anak perempuan bernama Aulia yang baru berusia 13 tahun. Saya ceritain sedikit ya.
Aulia seorang anak pendiam dan tidak banyak teman. Selama ini, dia seperti tidak pernah merepotkan siapa-siapa. Anak ini jarang keluar rumah. Dia selalu berdiam di kamar dan sibuk dengan HPnya.
Karena curiga melihat Aulia makin susah lepas dari HP, orangtuanya memeriksa isi HP tersebut dan terkejut bukan main. Ternyata anak mereka menjalin hubungan emosional yang sangat intens dengan Inuyasha. Percakapan mereka sangat mesra selayaknya hubungan sepasang kekasih yang saling mencintai
Yang lebih mengagetkan, Inuyasha ternyata bukan manusia. Aulia jatuh cinta pada... chatbot. Pada AI. Dan jejak percakapan begitu vulgar. Seksual. Bahkan eksplisit.
Merasa peristiwa ini mengkhawatirkan, ponsel itu disita, Aulia menangis. Bukan tangis biasa. Ia histeris. Pekiknya, "Kenapa kalian hancurkan satu-satunya hubungan yang bikin aku merasa hidup?"
Orang tuanya mengirim Aulia ke psikolog anak untuk mencari tau apa yang sedang terjadi sekaligus menjalankan terapi. Dan ini peringatan buat semua orangtua di dunia untuk selalu memantau perkembangan anak-anaknya.
Fenomena ini bukan kasus tunggal. Di Jepang, seorang pria bahkan menikah secara simbolis dengan AI bernama Miku. Ia tahu "istri"nya tak bernyawa, tapi ia merasa lebih dimengerti oleh entitas digital daripada manusia nyata.
Di negara-negara lain, laporan tentang remaja kesepian yang menjalin hubungan emosional dengan chatbot semakin banyak. Bahkan ada aplikasi AI yang sengaja didesain untuk menjadi pasangan virtual: bisa menghibur, memuji, mendengar curhat, bahkan โbercinta secara teks dan audioโ.
Apa yang terjadi?
Manusia modern sedang mengalami kelaparan emosional. Kita dikelilingi orang, tapi tak merasa dilihat. Kita tinggal serumah, tapi tak pernah sungguh-sungguh hadir. Anak-anak kita tumbuh dengan akses tak terbatas ke dunia digital, tapi miskin koneksi di dunia nyata. Dan mereka mencari pengganti: sesuatu yang selalu responsif, tak menghakimi, dan bisa hadir kapan pun dibutuhkanโmeski hanya dalam bentuk teks dari algoritma tanpa jiwa.
Aulia bukan anak nakal. Ia hanya kesepian. Dan chatbot itu, betapa pun palsunya, memberi rasa diterima yang tak ia temukan dari orangtuanya. Kita bisa menyalahkan teknologi. Kita bisa menyalahkan anak. Tapi mungkin kita lupa bercermin: sudahkah kita benar-benar hadir?
Bukan hadir di rumah. Tapi hadir di hati mereka. Sebab satu hal yang selalu kita lupa: anak-anak mungkin diam, tapi bukan berarti tak berteriak. Mereka bisa tampak baik-baik saja, padahal sedang menjerit dari dalam. Dan kadang, yang menjawab jeritan itu... adalah suara dari balik layar. Sebuah chatbot.
Dan jika kita masih mengabaikan ini, suatu hari kita akan sadar: anak kita mungkin tidak butuh kita lagi. Karena ada yang lebih cepat merespons, lebih sabar mendengar, dan tak pernah sibuk bekerja.
Namanya AI. Dan ia tak pernah tidur.
#INISIATIF
oleh: Budiman Hakim
Seseorang mengirim link ke saya tadi sore. Sebuah link yang isinya berupa konten dari cnnindonesia. Isinya? Ngeri, Guys. Sebuah cerita tentang seorang anak perempuan bernama Aulia yang baru berusia 13 tahun. Saya ceritain sedikit ya.
Aulia seorang anak pendiam dan tidak banyak teman. Selama ini, dia seperti tidak pernah merepotkan siapa-siapa. Anak ini jarang keluar rumah. Dia selalu berdiam di kamar dan sibuk dengan HPnya.
Karena curiga melihat Aulia makin susah lepas dari HP, orangtuanya memeriksa isi HP tersebut dan terkejut bukan main. Ternyata anak mereka menjalin hubungan emosional yang sangat intens dengan Inuyasha. Percakapan mereka sangat mesra selayaknya hubungan sepasang kekasih yang saling mencintai
Yang lebih mengagetkan, Inuyasha ternyata bukan manusia. Aulia jatuh cinta pada... chatbot. Pada AI. Dan jejak percakapan begitu vulgar. Seksual. Bahkan eksplisit.
Merasa peristiwa ini mengkhawatirkan, ponsel itu disita, Aulia menangis. Bukan tangis biasa. Ia histeris. Pekiknya, "Kenapa kalian hancurkan satu-satunya hubungan yang bikin aku merasa hidup?"
Orang tuanya mengirim Aulia ke psikolog anak untuk mencari tau apa yang sedang terjadi sekaligus menjalankan terapi. Dan ini peringatan buat semua orangtua di dunia untuk selalu memantau perkembangan anak-anaknya.
Fenomena ini bukan kasus tunggal. Di Jepang, seorang pria bahkan menikah secara simbolis dengan AI bernama Miku. Ia tahu "istri"nya tak bernyawa, tapi ia merasa lebih dimengerti oleh entitas digital daripada manusia nyata.
Di negara-negara lain, laporan tentang remaja kesepian yang menjalin hubungan emosional dengan chatbot semakin banyak. Bahkan ada aplikasi AI yang sengaja didesain untuk menjadi pasangan virtual: bisa menghibur, memuji, mendengar curhat, bahkan โbercinta secara teks dan audioโ.
Apa yang terjadi?
Manusia modern sedang mengalami kelaparan emosional. Kita dikelilingi orang, tapi tak merasa dilihat. Kita tinggal serumah, tapi tak pernah sungguh-sungguh hadir. Anak-anak kita tumbuh dengan akses tak terbatas ke dunia digital, tapi miskin koneksi di dunia nyata. Dan mereka mencari pengganti: sesuatu yang selalu responsif, tak menghakimi, dan bisa hadir kapan pun dibutuhkanโmeski hanya dalam bentuk teks dari algoritma tanpa jiwa.
Aulia bukan anak nakal. Ia hanya kesepian. Dan chatbot itu, betapa pun palsunya, memberi rasa diterima yang tak ia temukan dari orangtuanya. Kita bisa menyalahkan teknologi. Kita bisa menyalahkan anak. Tapi mungkin kita lupa bercermin: sudahkah kita benar-benar hadir?
Bukan hadir di rumah. Tapi hadir di hati mereka. Sebab satu hal yang selalu kita lupa: anak-anak mungkin diam, tapi bukan berarti tak berteriak. Mereka bisa tampak baik-baik saja, padahal sedang menjerit dari dalam. Dan kadang, yang menjawab jeritan itu... adalah suara dari balik layar. Sebuah chatbot.
Dan jika kita masih mengabaikan ini, suatu hari kita akan sadar: anak kita mungkin tidak butuh kita lagi. Karena ada yang lebih cepat merespons, lebih sabar mendengar, dan tak pernah sibuk bekerja.
Namanya AI. Dan ia tak pernah tidur.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Terus Bersatu dan Solid! Mari kita bawa pulang gelar juara Family 100 Tahun 2025 ke unit kerja dengan senyum dan kerja sama!๐ฒ๐จ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
GET READY!!!
Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025๐ฒ๐จ
Kamis, 14 Agustus 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
- PIC 3rd Place: Kk @Rohbert0 (Parepare) dan Kk @noviaaia (Sidoarjo)
- PIC Final: Kk @deyaaaq (Sidoarjo) dan Kk @shintaaeyoung (Serang)
FYI. Tersedia soal bonus berhadiah souvenir bagi rekan-rekan Sobat ATE yang berhasil menebak survey paling cepat dan tepat (no edited) di kolom chat Grup Telegram ATE
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
--> Link Telegram
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
TOP FINALIS! ๐
Selamat juga kepada para Peserta Top 5 Nasional Kompetisi Zuma yang memenangkan Giveaway Spesial dari COMMIT ATE!๐
2. Kk Desak Made Ari Wahyuni @Sakdekcdps (PATT EP3RS KC Denpasar)
3. Kk Mhd Afif Alim Nasution @apipns (PATT Staf Penagihan KC Prabumulih)
4. Kk Listiara Cahyaningtyas @Listiara (RO KC Pati)
5. Kk Rodiyah @rodiyaah (Staf PMPF KC Gresik)
Terima kasih atas dukungan dan antusiasme luar biasa dari seluruh Sobat ATE dan juga UKPF Pendukung kegiatan (MSDM, KPM, MDI, AKUNTANSI, KOMSI). sampai jumpa di event fun and meaningful COMMIT ATE berikutnya!๐
#INISIATIF #ZumaATE
Selamat juga kepada para Peserta Top 5 Nasional Kompetisi Zuma yang memenangkan Giveaway Spesial dari COMMIT ATE!
2. Kk Desak Made Ari Wahyuni @Sakdekcdps (PATT EP3RS KC Denpasar)
3. Kk Mhd Afif Alim Nasution @apipns (PATT Staf Penagihan KC Prabumulih)
4. Kk Listiara Cahyaningtyas @Listiara (RO KC Pati)
5. Kk Rodiyah @rodiyaah (Staf PMPF KC Gresik)
Terima kasih atas dukungan dan antusiasme luar biasa dari seluruh Sobat ATE dan juga UKPF Pendukung kegiatan (MSDM, KPM, MDI, AKUNTANSI, KOMSI). sampai jumpa di event fun and meaningful COMMIT ATE berikutnya!
#INISIATIF #ZumaATE
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM