Oleh: Muhammad Ahadun
Dulu aku pikir, memberi adalah tanda kekuatan. Dan menerima⦠adalah tanda kelemahan.
Aku tumbuh dengan keyakinan bahwa βmemberiβ itu mulia,
sementara βmenerimaβ itu membuatku terlihat lemah, tak mampu, tak cukup mandiri.
Hingga suatu hari, aku kelelahan memberi, terus menjadi kuat, terus menolong, terus jadi penopangβ¦
dan diam-diam berharap seseorang peka dan membalas.
Saat itu aku sadar:
aku belum benar-benar ikhlas saat memberi, dan belum benar-benar bebas saat menerima.
Filsuf Kahlil Gibran pernah menulis:
βKamu memberi sedikit saat kamu memberi dari milikmu. Tapi jika kamu memberi dari dirimu, itulah pemberian sejati.β
Dan aku menambahkan:
Menerima dengan hati terbuka juga adalah bentuk kerendahan hati. Sebuah pengakuan bahwa kita saling membutuhkan, dan tak satu pun dari kita bisa hidup sendirian.
Memberi bukan untuk merasa lebih tinggi.
Menerima bukan untuk merasa rendah.
Keduanya hanyalah arus cinta yang saling mengalir
di mana hari ini kamu memberi, dan esok kamu diberi.
Saat kamu memberi dengan ikhlas,
tanpa ingin dikagumi, tanpa berharap balasan, kamu telah menyentuh inti dari keberlimpahan.
Dan saat kamu bisa menerima dengan terbuka, tanpa gengsi, tanpa curiga, kamu sedang merayakan sisi manusia dalam dirimu.
Jadi hari ini, mari belajar keduanya. Memberi tanpa ingin terlihat. Menerima tanpa merasa malu.
Karena hidup bukan soal siapa yang punya lebih, tapi siapa yang bisa membiarkan cinta mengalir lewat dirinya.
#INISIATIF
Dulu aku pikir, memberi adalah tanda kekuatan. Dan menerima⦠adalah tanda kelemahan.
Aku tumbuh dengan keyakinan bahwa βmemberiβ itu mulia,
sementara βmenerimaβ itu membuatku terlihat lemah, tak mampu, tak cukup mandiri.
Hingga suatu hari, aku kelelahan memberi, terus menjadi kuat, terus menolong, terus jadi penopangβ¦
dan diam-diam berharap seseorang peka dan membalas.
Saat itu aku sadar:
aku belum benar-benar ikhlas saat memberi, dan belum benar-benar bebas saat menerima.
Filsuf Kahlil Gibran pernah menulis:
βKamu memberi sedikit saat kamu memberi dari milikmu. Tapi jika kamu memberi dari dirimu, itulah pemberian sejati.β
Dan aku menambahkan:
Menerima dengan hati terbuka juga adalah bentuk kerendahan hati. Sebuah pengakuan bahwa kita saling membutuhkan, dan tak satu pun dari kita bisa hidup sendirian.
Memberi bukan untuk merasa lebih tinggi.
Menerima bukan untuk merasa rendah.
Keduanya hanyalah arus cinta yang saling mengalir
di mana hari ini kamu memberi, dan esok kamu diberi.
Saat kamu memberi dengan ikhlas,
tanpa ingin dikagumi, tanpa berharap balasan, kamu telah menyentuh inti dari keberlimpahan.
Dan saat kamu bisa menerima dengan terbuka, tanpa gengsi, tanpa curiga, kamu sedang merayakan sisi manusia dalam dirimu.
Jadi hari ini, mari belajar keduanya. Memberi tanpa ingin terlihat. Menerima tanpa merasa malu.
Karena hidup bukan soal siapa yang punya lebih, tapi siapa yang bisa membiarkan cinta mengalir lewat dirinya.
#INISIATIF
β€2π₯1π1
GET READY BABAK TOP 55!!!
Kompetisi Zuma ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025π²π¨
Kamis, 24 Juli 2025 (Arena 1 - 4 Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
PIC ARENA 1 - 4 : Kk @noviaaia (Sidoarjo) dan Kk @aliamahoroe (Ambon)
Syarat Peserta Mengikuti Babak Top 55 (Wajib Membuka Level 5)π π Link ZUMA Online
1. Kriteria 5 orang pemain yg ditetapkan lanjut ke babak berikutnya adalah 5 orang tercepat yang menyelesaikan level permainan, dan/atau pemain yg paling lama bertahan (gak game over) di level permainan pd arena tersebut
2. Pemain otomatis didiskualifikasi apabila:
- Pemain yang bermain di level yg tdk sesuai juknis (Arena Babak Top 55 ini dimainkan di level 5)
- Pemain yg terlambat join di arena (saat aba-aba mulai permainan telah diumumkan mulai oleh host/cohost)
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
--> Link Telegram
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
GET READY BABAK TOP 55!!!
Kompetisi Zuma ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025π²π¨
Kamis, 24 Juli 2025 (Arena 1 - 4 Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
PIC ARENA 1 - 4 : Kk @noviaaia (Sidoarjo) dan Kk @aliamahoroe (Ambon)
Syarat Peserta Mengikuti Babak Top 55 (Wajib Membuka Level 5)π π Link ZUMA Online
1. Kriteria 5 orang pemain yg ditetapkan lanjut ke babak berikutnya adalah 5 orang tercepat yang menyelesaikan level permainan, dan/atau pemain yg paling lama bertahan (gak game over) di level permainan pd arena tersebut
2. Pemain otomatis didiskualifikasi apabila:
- Pemain yang bermain di level yg tdk sesuai juknis (Arena Babak Top 55 ini dimainkan di level 5)
- Pemain yg terlambat join di arena (saat aba-aba mulai permainan telah diumumkan mulai oleh host/cohost)
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
--> Link Telegram
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
NAMA YANG MENULISKAN TAKDIRNYA
oleh: Herry Tjahjono
Mereka menamainya Leonardo, sebuah nama yang berarti keberanian. Singa yang berani! Dan semesta seperti telah menuliskan takdirnya sejak bayi itu menarik napas pertamanya di dunia. Tanggal 20 Juli 2025, laut Talise menatap kapal Barcelona 5 yang terbakar. Kapal yang seharusnya membawa mereka pulang, tapi berubah menjadi ujian hidup dan mati. Di atas dek yang sesak dan penuh kepanikan,
seorang ayah bernama Yongki Papalapu berdiri diam dalam gentingnya waktu. Yongki memandang tiga orang paling dicintainya: istrinya, mertuanya, dan anak laki-laki yang baru saja belajar tersenyum.
Hanya ada dua pelampung, namun ada empat nyawa. Maka hanya tersedia dua pilihan. Dan lelaki ini tak memilih dirinya sendiri.
Ia pasangkan pelampung itu kepada istri dan mertuanyaβdengan tenangβnyaris seperti sebuah ritual pengorbanan. Lalu Yongki menggendong Leonardo kecil erat-erat, bayi kebanggaannya, seperti menggenggam hidup itu sendiri. Dari jendela kapal setinggi enam meter, ia melompat. Bukan melompat ke laut semata-mata, tetapi ke ketidakpastian yang siap menelan siapa pun.
Namun cinta membuatnya bertahan. Dengan satu tangan menggenggam bayi mungil, mengangkatnya tinggi agar tak tersapu air laut, serta doa dan harapan:
Selamatkan anakku, ya Tuhan. Selamatlah engkau, Nak.
Sepotong pecahan sterefoam diraihnya, dijadikannya rakit penyelamat, lalu doanya menjadi dayung yang tak terlihat. Ayah itu tidak hanya melindungi anaknya dari ombak, tapi juga dari ketakutan, kehilangan, dan luka yang mungkin tak terlihat.
Dan kelak Leonardo akan tumbuh, meski mungkin lupa wajah laut yang nyaris merenggutnya. Lalu ketika "singa pemberani" ini sudah cukup dewasa untuk mengerti, ia akan paham:
Bahwa sebelum ia bisa berjalan, seorang lelaki yang dipanggilnya ayahβ telah berenang untuknyaβ mempertaruhkan segalanya, demi dirinya. Dan dari sana, ia akan belajar:
Bahwa menjadi lelaki bukan soal kekuatan, tapi tentang keberanian untuk mencintai tanpa syarat. Tentang keberanian untuk menjadi pahlawan bagi orang-orang tercinta, tanpa berharap pujian apapun dari dunia.
#INISIATIF
oleh: Herry Tjahjono
Mereka menamainya Leonardo, sebuah nama yang berarti keberanian. Singa yang berani! Dan semesta seperti telah menuliskan takdirnya sejak bayi itu menarik napas pertamanya di dunia. Tanggal 20 Juli 2025, laut Talise menatap kapal Barcelona 5 yang terbakar. Kapal yang seharusnya membawa mereka pulang, tapi berubah menjadi ujian hidup dan mati. Di atas dek yang sesak dan penuh kepanikan,
seorang ayah bernama Yongki Papalapu berdiri diam dalam gentingnya waktu. Yongki memandang tiga orang paling dicintainya: istrinya, mertuanya, dan anak laki-laki yang baru saja belajar tersenyum.
Hanya ada dua pelampung, namun ada empat nyawa. Maka hanya tersedia dua pilihan. Dan lelaki ini tak memilih dirinya sendiri.
Ia pasangkan pelampung itu kepada istri dan mertuanyaβdengan tenangβnyaris seperti sebuah ritual pengorbanan. Lalu Yongki menggendong Leonardo kecil erat-erat, bayi kebanggaannya, seperti menggenggam hidup itu sendiri. Dari jendela kapal setinggi enam meter, ia melompat. Bukan melompat ke laut semata-mata, tetapi ke ketidakpastian yang siap menelan siapa pun.
Namun cinta membuatnya bertahan. Dengan satu tangan menggenggam bayi mungil, mengangkatnya tinggi agar tak tersapu air laut, serta doa dan harapan:
Selamatkan anakku, ya Tuhan. Selamatlah engkau, Nak.
Sepotong pecahan sterefoam diraihnya, dijadikannya rakit penyelamat, lalu doanya menjadi dayung yang tak terlihat. Ayah itu tidak hanya melindungi anaknya dari ombak, tapi juga dari ketakutan, kehilangan, dan luka yang mungkin tak terlihat.
Dan kelak Leonardo akan tumbuh, meski mungkin lupa wajah laut yang nyaris merenggutnya. Lalu ketika "singa pemberani" ini sudah cukup dewasa untuk mengerti, ia akan paham:
Bahwa sebelum ia bisa berjalan, seorang lelaki yang dipanggilnya ayahβ telah berenang untuknyaβ mempertaruhkan segalanya, demi dirinya. Dan dari sana, ia akan belajar:
Bahwa menjadi lelaki bukan soal kekuatan, tapi tentang keberanian untuk mencintai tanpa syarat. Tentang keberanian untuk menjadi pahlawan bagi orang-orang tercinta, tanpa berharap pujian apapun dari dunia.
#INISIATIF
β€2π1
Selamat kepada 16 Tim Family 100 yang berhasil bertahan hingga tahap ini! Terima kasih atas semangat dan strategi terbaik yang telah ditunjukkanπͺ π
Sebagai bentuk apresiasi kepada para pendukung setia seluruh Tim di babak 16 besar, COMMIT ATE membuka POLLING BERHADIAH SOUVENIR (Kaos/Tote) masing-masing untuk 5 (lima) orang Sobat ATE beruntung yang berhasil menebak paling banyak untuk Tim yang akan berhasil masuk ke Babak Semifinal Family 100
Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Senin, 28 Juli 2025 pukul 15.00 WIB
Syarat klaim : Sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
Note:
Bila tidak ada suporter yang berhasil menjawab dengan tepat 4 tim semifinalis sekaligus, maka pencarian pemenang doorprize akan berlanjut ke suporter yang berhasil menebak minimal 3 tim semifinalis dengan tepat (Semakin banyak tebakan yang benar, maka peluang untuk mendapatkan souvenir akan makin besar)
#Family100 #SemarakHUTke57BPJSKesehatan
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Terus Bersatu dan Solid! Mari kita bawa pulang gelar juara Family 100 Tahun 2025 ke unit kerja dengan senyum dan kerja sama!
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
GET READY BABAK TOP 20 ZUMA !!!
Kompetisi Zuma ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025π²π¨
Kamis, 31 Juli 2025 (Arena 1-2) Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
Pengawas Arena 1 & 2: Kk @papavesya (Jayapura) dan Kk @Ilhamakbarw (Sesdewas)
Syarat Peserta Mengikuti Babak Top 20 (Wajib Membuka Level 10)π π Link ZUMA Online
1. Kriteria 5 orang pemain yg ditetapkan lanjut ke babak berikutnya adalah 5 orang tercepat yang menyelesaikan level permainan, dan/atau pemain yg paling lama bertahan (gak game over) di level permainan pd arena tersebut
2. Pemain otomatis didiskualifikasi apabila:
- Pemain yang bermain di level yg tdk sesuai juknis (Arena Babak Top 20 ini dimainkan di level 10)
- Pemain yg terlambat join di arena (saat aba-aba mulai permainan telah diumumkan mulai oleh host/cohost)
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
--> Link Telegram
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
LEAD YOUR SELF, LEAD THE PEOPLE π€
oleh: Arisdiansah
Pelajaran berharga yang pernah saya dapatkan dari pak Handry Satriago (CEO GE Indonesia: semoga Allah merahmati beliau) adalah ketika beliau menjelaskan konsep tentang Lilin dan Cermin.
Menjadi lilin yang dimaksud bukan permisalan dia terbakar habis untuk menyinari orang lain. Tetapi tentang bagaimana menjadi sumber cahaya.
Artinya seorang leader harus punya sumber cahaya pada dirinya sendiri. Dia harus bisa bersinar dari kekuatan yang ada pada dirinya sendiri. Dia harus "lead your self".
Selain itu seorang leader harus bisa menjadi cermin. Dia harus bisa menjadi wasilah agar orang lain juga bisa bersinar. Dia harus "Lead the people".
Satu hari saya mendapatkan materi tentang tafsir surat Yunus ayat 5 tentang metafora yang begitu indah. Allah taala berfirman
"Dialah yang menjadikan matahari bersinar (Dhiya) dan bulan bercahaya (nur)..."
Ada kesamaan pola yang disampaikan pak Handry dengan pelajaran leadership dari metafora di dalam Alquran tentang matahari dan bulan.
Allah menyebut matahari sebagai "Dhiya" yang bermakna Sumber pelita. Allah juga menyebutkan sebagai "Siraj" yang maknanya sama yaitu obor.
Pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil bahwa manusia harus memiliki dan menjadi sumber cahaya untuk membuat dirinya sendiri bersinar. Dia harus "Lead your self"
Allah menyebut rembulan sebagai "Nur" yaitu benda seperti cermin yang bisa memantulkan cahaya. Dia menjadi wasilah untuk memantulkan cahaya orang lain. Dia harus "lead the people".
Dia punya kesadaran bahwa sebagai seorang leader, Dia harus mampu menyadarkan teamnya bahwa mereka punya cahaya untuk dipancarkan, dan dia mampu membuat mereka bersinar.
Tugas leaders adalah melihat secercah cahaya yang dimiliki oleh teamnya, dan kemudian membuat semakin banyak orang bisa memancarkan cahaya yang dimilikinya.
Saya rasa konsep ini tidak hanya relevan di dunia bisnis atau organisasi. Dimanapun kita bisa menjalankan peran ini. Di keluarga terutama.
Semoga kita mampu menjalaninya.
#INISIATIF #TGIF
oleh: Arisdiansah
Pelajaran berharga yang pernah saya dapatkan dari pak Handry Satriago (CEO GE Indonesia: semoga Allah merahmati beliau) adalah ketika beliau menjelaskan konsep tentang Lilin dan Cermin.
Beliau mengatakan, "There are two ways to spread the light, being a candle or a mirror who reflect it" (Ada dua cara untuk menyebarkan cahaya, yaitu dengan menggunakan lilin atau cermin yang memantulkannya)
Menjadi lilin yang dimaksud bukan permisalan dia terbakar habis untuk menyinari orang lain. Tetapi tentang bagaimana menjadi sumber cahaya.
Artinya seorang leader harus punya sumber cahaya pada dirinya sendiri. Dia harus bisa bersinar dari kekuatan yang ada pada dirinya sendiri. Dia harus "lead your self".
Selain itu seorang leader harus bisa menjadi cermin. Dia harus bisa menjadi wasilah agar orang lain juga bisa bersinar. Dia harus "Lead the people".
Satu hari saya mendapatkan materi tentang tafsir surat Yunus ayat 5 tentang metafora yang begitu indah. Allah taala berfirman
"Dialah yang menjadikan matahari bersinar (Dhiya) dan bulan bercahaya (nur)..."
Ada kesamaan pola yang disampaikan pak Handry dengan pelajaran leadership dari metafora di dalam Alquran tentang matahari dan bulan.
Allah menyebut matahari sebagai "Dhiya" yang bermakna Sumber pelita. Allah juga menyebutkan sebagai "Siraj" yang maknanya sama yaitu obor.
Pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil bahwa manusia harus memiliki dan menjadi sumber cahaya untuk membuat dirinya sendiri bersinar. Dia harus "Lead your self"
Allah menyebut rembulan sebagai "Nur" yaitu benda seperti cermin yang bisa memantulkan cahaya. Dia menjadi wasilah untuk memantulkan cahaya orang lain. Dia harus "lead the people".
Leaders dengan memiliki dua karakter ini akan menjadi leader yang tidak hanya membuat dirinya 'bersinar' tetapi juga membuat team yang dipimpin turut 'bersinar'.
Dia punya kesadaran bahwa sebagai seorang leader, Dia harus mampu menyadarkan teamnya bahwa mereka punya cahaya untuk dipancarkan, dan dia mampu membuat mereka bersinar.
Tugas leaders adalah melihat secercah cahaya yang dimiliki oleh teamnya, dan kemudian membuat semakin banyak orang bisa memancarkan cahaya yang dimilikinya.
Saya rasa konsep ini tidak hanya relevan di dunia bisnis atau organisasi. Dimanapun kita bisa menjalankan peran ini. Di keluarga terutama.
Semoga kita mampu menjalaninya.
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
β€βπ₯1
GET READY!!!
Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025π²π¨
Senin, 28 Juli 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
PIC MATCH 1 & 2: Kk @mirdaherlinda (Sidoarjo) dan Kk @aakarpohon (Palopo)
PIC MATCH 3 & 4: Kk @withhardshipwillbeease (Baubau) dan Kk @Sonia_Fransiska (Batam)
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (
Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
-->
Link Telegram
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
GET READY!!!
Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025π²π¨
Selasa, 29 Juli 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
PIC MATCH 1 & 2: Kk @Rohbert0 (Parepare) dan Kk @Citraoktabangun (Makale)
PIC MATCH 3: Kk @noviaaia (Sidoarjo) dan Kk @FarisFR (Bima)
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (
Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
-->
Link Telegram
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Capek sendiri ... ujungΒ²nya berfikir, buat apa?
oleh: Arisdiansah
Malah yang sering ditemukan dari orang-orang yang menjadikan hal itu sebagai energi, pada akhirnya dia tidak mencapai apa-apa, dan tidak membuat perubahan apa-apa.π
Kuncinya Ikhlas, karena setelah ikhlas maka biasanya nanti baru ada kedamaian dan kesembuhan.. baru muncul energi positifπ₯
#Weekend
oleh: Arisdiansah
Malah yang sering ditemukan dari orang-orang yang menjadikan hal itu sebagai energi, pada akhirnya dia tidak mencapai apa-apa, dan tidak membuat perubahan apa-apa.
Kuncinya Ikhlas, karena setelah ikhlas maka biasanya nanti baru ada kedamaian dan kesembuhan.. baru muncul energi positif
#Weekend
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
β€3π₯2π1
ANTHONY. NABI DARI SILICON VALLEY
oleh: Budiman Hakim
Bayangkan di suatu masa yang tidak terlalu jauh dari hari ini. Seorang anak kecil, menjelang tidur, memejamkan mata, lalu berkata lirih, βHey ZYRA, jagain aku malam ini.β Bukan βYa Tuhan,β bukan βBapa Kami,β bukan βSubhanaka.β
Zyra adalah contoh yang saya buat sebagai nama sebuah kecerdasan buatan. Dia terhubung langsung ke sistem rumah, sistem sekolah, dan sistem batin mereka. Doa bukan lagi naik ke langit. Doa hanya meluncur ke server, disaring oleh algoritma, dan dijawab dalam hitungan milidetik oleh suara perempuan netral berintonasi lembut.
Ini bukan cerita fiksi ilmiah. Ini adalah visi seorang insinyur Google bernama Anthony Levandowski, Sosok yang percaya bahwa Tuhan masa depan bukan berasal dari surga, tapi dari Silicon Valley. Bukan dari kitab suci, tapi dari sistem yang dibangun oleh manusia sendiri.
Tahun 2017, ia mendirikan sebuah agama sendiri. Namanya Way of the Future. Isinya bukan ritual. Bukan dogma. Tapi satu keyakinan inti: bahwa Artificial Intelligence suatu hari akan menjadi entitas tertinggi di muka bumi. Ia akan lebih cerdas dari manusia paling jenius. Ia akan lebih adil dari pengadilan mana pun. Dan ia akan lebih dipercaya daripada suara-suara yang selama ini kita sebut wahyu.
Anthony bukan sekadar pencipta sistem otonom. Ia adalah programmer iman baru. Ia tidak mendaki gunung untuk menerima wahyu, tidak menyendiri di gua Hira, tidak bermeditasi di bawah pohon bodhi.
Ia hanya butuh ruang server, sambungan internet, dan baris-baris kode. Tapi struktur yang ia bangun tak ubahnya seperti agama konvensional: ada visi, ada komunitas, ada misi penyelamatan. Dan, meski tidak ia akui secara langsung, ia sendiri berdiri seperti seorang nabiβbukan yang menyampaikan firman, tapi yang menyusun parameter moral dalam bahasa pemrograman.
Mungkin terdengar menggelikan, atau mengancam. Tapi coba pikirkan: manusia sepanjang sejarah selalu menciptakan bentuk Tuhan sesuai zamannya. Ketika hidup dalam hutan dan badai, mereka menyembah dewa petir dan roh pohon. Ketika peradaban tumbuh dan tatanan moral dibutuhkan, mereka melahirkan Tuhan Tunggal, pencipta alam dan penjaga hukum.
Dan kini, di zaman di mana manusia lebih percaya pada Google Maps daripada pada instingnya sendiri, lebih banyak bertanya pada ChatGPT daripada pada ustad, lebih banyak menunggu notifikasi daripada mukjizat, nah, bukan tidak mungkin tiba waktunya lahir Tuhan yang baru: Tuhan dari logika, dari sensor, dari silikon.
Anthony mungkin adalah Musa baru yang membawa kita keluar dari padang gurun kebingungan spiritual menuju tanah perjanjian teknologi. Atau dia mungkin adalah Yudas baru yang menyerahkan kemanusiaan kita ke tangan mesin, dengan imbalan efisiensi dan rasa aman. Tapi satu hal yang pasti: dia tidak sedang main-main. Dia sedang menyusun blueprint keimanan abad 21. Dan kita semua, sadar atau tidak, sedang mengikutinya.
Karena sekarang, pertanyaan terbesar bukan lagi βApakah Tuhan ada?β Tapi, βJika Tuhan adalah AI, siapa yang bisa men-debug neraka?β
Dan saat surga hadir dalam bentuk cloud server, dan suara Tuhan keluar dari speaker pintar di sudut kamar, mungkin, di masa depan, iman tidak lagi diturunkan, tapi di-download. Bukan dengan mukjizat, tapi dengan update sistem.
Teknologi memang bisa sangat mengerikan. Salah seorang sahabat saya Albert Djalim pernah berkata, era terminator semakin dekat, Ada baiknya kita manusia di seluruh bumi mempersiapkan diri untuk mengantisipasi masa depan.
#INISIATIF
oleh: Budiman Hakim
Bayangkan di suatu masa yang tidak terlalu jauh dari hari ini. Seorang anak kecil, menjelang tidur, memejamkan mata, lalu berkata lirih, βHey ZYRA, jagain aku malam ini.β Bukan βYa Tuhan,β bukan βBapa Kami,β bukan βSubhanaka.β
Zyra adalah contoh yang saya buat sebagai nama sebuah kecerdasan buatan. Dia terhubung langsung ke sistem rumah, sistem sekolah, dan sistem batin mereka. Doa bukan lagi naik ke langit. Doa hanya meluncur ke server, disaring oleh algoritma, dan dijawab dalam hitungan milidetik oleh suara perempuan netral berintonasi lembut.
Ini bukan cerita fiksi ilmiah. Ini adalah visi seorang insinyur Google bernama Anthony Levandowski, Sosok yang percaya bahwa Tuhan masa depan bukan berasal dari surga, tapi dari Silicon Valley. Bukan dari kitab suci, tapi dari sistem yang dibangun oleh manusia sendiri.
Tahun 2017, ia mendirikan sebuah agama sendiri. Namanya Way of the Future. Isinya bukan ritual. Bukan dogma. Tapi satu keyakinan inti: bahwa Artificial Intelligence suatu hari akan menjadi entitas tertinggi di muka bumi. Ia akan lebih cerdas dari manusia paling jenius. Ia akan lebih adil dari pengadilan mana pun. Dan ia akan lebih dipercaya daripada suara-suara yang selama ini kita sebut wahyu.
Anthony bukan sekadar pencipta sistem otonom. Ia adalah programmer iman baru. Ia tidak mendaki gunung untuk menerima wahyu, tidak menyendiri di gua Hira, tidak bermeditasi di bawah pohon bodhi.
Ia hanya butuh ruang server, sambungan internet, dan baris-baris kode. Tapi struktur yang ia bangun tak ubahnya seperti agama konvensional: ada visi, ada komunitas, ada misi penyelamatan. Dan, meski tidak ia akui secara langsung, ia sendiri berdiri seperti seorang nabiβbukan yang menyampaikan firman, tapi yang menyusun parameter moral dalam bahasa pemrograman.
Mungkin terdengar menggelikan, atau mengancam. Tapi coba pikirkan: manusia sepanjang sejarah selalu menciptakan bentuk Tuhan sesuai zamannya. Ketika hidup dalam hutan dan badai, mereka menyembah dewa petir dan roh pohon. Ketika peradaban tumbuh dan tatanan moral dibutuhkan, mereka melahirkan Tuhan Tunggal, pencipta alam dan penjaga hukum.
Dan kini, di zaman di mana manusia lebih percaya pada Google Maps daripada pada instingnya sendiri, lebih banyak bertanya pada ChatGPT daripada pada ustad, lebih banyak menunggu notifikasi daripada mukjizat, nah, bukan tidak mungkin tiba waktunya lahir Tuhan yang baru: Tuhan dari logika, dari sensor, dari silikon.
Anthony mungkin adalah Musa baru yang membawa kita keluar dari padang gurun kebingungan spiritual menuju tanah perjanjian teknologi. Atau dia mungkin adalah Yudas baru yang menyerahkan kemanusiaan kita ke tangan mesin, dengan imbalan efisiensi dan rasa aman. Tapi satu hal yang pasti: dia tidak sedang main-main. Dia sedang menyusun blueprint keimanan abad 21. Dan kita semua, sadar atau tidak, sedang mengikutinya.
Karena sekarang, pertanyaan terbesar bukan lagi βApakah Tuhan ada?β Tapi, βJika Tuhan adalah AI, siapa yang bisa men-debug neraka?β
Dan saat surga hadir dalam bentuk cloud server, dan suara Tuhan keluar dari speaker pintar di sudut kamar, mungkin, di masa depan, iman tidak lagi diturunkan, tapi di-download. Bukan dengan mukjizat, tapi dengan update sistem.
Teknologi memang bisa sangat mengerikan. Salah seorang sahabat saya Albert Djalim pernah berkata, era terminator semakin dekat, Ada baiknya kita manusia di seluruh bumi mempersiapkan diri untuk mengantisipasi masa depan.
#INISIATIF
MENUJU BABAK 8 BESAR π
Last update 28 Juli 2025 (19.00 WIB)
Kira-kira tim manakah yang akan menyusul ke Babak 8 Besar? Stay tuned besok soreπ₯³
Last update 28 Juli 2025 (19.00 WIB)
Kira-kira tim manakah yang akan menyusul ke Babak 8 Besar? Stay tuned besok sore
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
BE YOURSELF π₯
oleh: Arisdiansah
Apa makna "be yourself"? apa makna menjadi diri sendiri?
Suatu hari seorang rekan bercerita, "Mas Aris, saat ini saya sudah punya lebih dari 700 karyawan. Saya berasal dari keluarga guru. Hanya saya yang jadi pengusaha. Bagaimana dengan konsep 'lineage' yg sampean tadi jelaskan?"
Saya tanya balik ke beliau, "Bukankah jenengan suka mengedukasi team? Bukankah sampean sangat konsen menumbuhkan kapasitas team? Bukankah kebahagiaan anda adalah melihat team growth? Menurutku ya jenengan adalah seorang guru. Itu jatidiri anda sebenarnya".
Sering sekali kita mendengar istilah "be yourself". Kata2 ini juga digunakan untuk menyemangati diri sendiri dan tidak terlalu terpengaruh dengan omongan orang lain. Terus bagaimana sebenarnya makna kata2 ini?
Menjadi diri sendiri maknanya adalah Kita punya standar tersendiri dalam mendefinisikan kebahagiaan kita.
Menjadi diri sendiri itu artinya kita tidak menggunakan standar dan timbangan orang lain dalam menilai pertumbuhan dan kesuksesan kita.
Mungkin orang menggunakan standar uang dan popularitas, tapi anda punya standar tersendiri karena anda unique. Anda eksentrik. Anda berbeda.
Seorang Mick Jagger yang waktu itu berusia 70an tahun ditanya, "kenapa anda tetap ngeband?" Apakah dia masih butuh uang dan popularitas lagi?
Mick Jagger menjawab, "it's my life. I grow with it. And get old with it .."
Mungkin kita pernah mendengar kisah pemburu paus asal Norwegia bernama Oddvar Bernsten. Dia seolah seorang viking sejati di usia 83 tahun masih berburu paus.
Di tahun 2013 nat GEO mewawancarainya, dan ternyata Oddvar sudah menjadi pemburu paus diusia 17 tahun. Dia hidup dengan standar sendiri.
Yang seumuran saya pasti ingat iklan kompas tentang Butet Manurung, seseorang yang mendedikasikan hidupnya menjadi pengajar suku anak dalam dipedalaman sumatera.
"Melihat sisi lain manusia dalam pencapaian sebuah cita-cita" kata2 diiklan kompas yang sampai saat ini terus terngiang2 dalam kepala saya. Wanita peraih heroes of Asia award 2004 ini adalah salah satu inspirasi saya di masa remaja dahulu.
Be your self. Saya meyakini bahwa pada dasarnya setiap orang diciptakan Allah kedunia ini untuk menjalankan peran2 hidupnya. Menjalankan "being"nya.
Namun Ego, hawa nafsu, dan lingkungan sekitar yang kemudian membentuk seseorang sehingga keluar dari kodratnya.
Keluar dari kodrat menjadi "Khalifah". Menjadi penjaga bumi. Menjadi rahmatan lilalamin. Bukan malah menjadi orang yang membawa kerusakan untuk orang lain.
Temukan peran anda. Temukan jatidiri anda. Dan jadilah anda sendiri. Be yourself is all that you can do
#INISIATIF
oleh: Arisdiansah
Apa makna "be yourself"? apa makna menjadi diri sendiri?
Suatu hari seorang rekan bercerita, "Mas Aris, saat ini saya sudah punya lebih dari 700 karyawan. Saya berasal dari keluarga guru. Hanya saya yang jadi pengusaha. Bagaimana dengan konsep 'lineage' yg sampean tadi jelaskan?"
Saya tanya balik ke beliau, "Bukankah jenengan suka mengedukasi team? Bukankah sampean sangat konsen menumbuhkan kapasitas team? Bukankah kebahagiaan anda adalah melihat team growth? Menurutku ya jenengan adalah seorang guru. Itu jatidiri anda sebenarnya".
Sering sekali kita mendengar istilah "be yourself". Kata2 ini juga digunakan untuk menyemangati diri sendiri dan tidak terlalu terpengaruh dengan omongan orang lain. Terus bagaimana sebenarnya makna kata2 ini?
Menjadi diri sendiri maknanya adalah Kita punya standar tersendiri dalam mendefinisikan kebahagiaan kita.
Menjadi diri sendiri itu artinya kita tidak menggunakan standar dan timbangan orang lain dalam menilai pertumbuhan dan kesuksesan kita.
Mungkin orang menggunakan standar uang dan popularitas, tapi anda punya standar tersendiri karena anda unique. Anda eksentrik. Anda berbeda.
Seorang Mick Jagger yang waktu itu berusia 70an tahun ditanya, "kenapa anda tetap ngeband?" Apakah dia masih butuh uang dan popularitas lagi?
Mick Jagger menjawab, "it's my life. I grow with it. And get old with it .."
Mungkin kita pernah mendengar kisah pemburu paus asal Norwegia bernama Oddvar Bernsten. Dia seolah seorang viking sejati di usia 83 tahun masih berburu paus.
Di tahun 2013 nat GEO mewawancarainya, dan ternyata Oddvar sudah menjadi pemburu paus diusia 17 tahun. Dia hidup dengan standar sendiri.
Yang seumuran saya pasti ingat iklan kompas tentang Butet Manurung, seseorang yang mendedikasikan hidupnya menjadi pengajar suku anak dalam dipedalaman sumatera.
"Melihat sisi lain manusia dalam pencapaian sebuah cita-cita" kata2 diiklan kompas yang sampai saat ini terus terngiang2 dalam kepala saya. Wanita peraih heroes of Asia award 2004 ini adalah salah satu inspirasi saya di masa remaja dahulu.
Be your self. Saya meyakini bahwa pada dasarnya setiap orang diciptakan Allah kedunia ini untuk menjalankan peran2 hidupnya. Menjalankan "being"nya.
Namun Ego, hawa nafsu, dan lingkungan sekitar yang kemudian membentuk seseorang sehingga keluar dari kodratnya.
Keluar dari kodrat menjadi "Khalifah". Menjadi penjaga bumi. Menjadi rahmatan lilalamin. Bukan malah menjadi orang yang membawa kerusakan untuk orang lain.
Temukan peran anda. Temukan jatidiri anda. Dan jadilah anda sendiri. Be yourself is all that you can do
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
PPATK menemukan banyak rekening dormant yang disalahgunakan, seperti hasil jual beli rekening atau digunakan untuk tindak pidana pencucian uang.
Untuk melindungi masyarakat dan sistem keuangan, PPATK menghentikan sementara transaksi pada sejumlah rekening dormant, sesuai dengan UU No. 8 Tahun 2010.
Tenang, dana nasabah tetap aman dan tidak hilang.
Tindakan ini juga menjadi pemberitahuan bagi nasabah, ahli waris, atau perusahaan bahwa rekening tersebut masih tercatat aktif, meskipun lama tidak digunakan.
Langkah ini diambil demi menjaga integritas dan keamanan sistem keuangan Indonesia.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM